
Di dalam rumah besar keluarga Adipati Luo Yan Zen sedang ada peperangan kecil yang melibatkan seluruh anggota keluarga Adipati Luo Yan Zen serta para Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti yang sudah datang untuk membantu Chen Si Lei dan Hua Erl serta Wen Qing.
Di luar rumah besar itu juga sedang ada perang antara pasukan keamanan dan keselamatan Kekaisaran Tang Agung melawan tim pasukan Sekte sesat Bunga Champa Darah dan serigala api serta Sekte macan ekor putih yang bergabung di dalam Sekte Gagak Bulu Putih yang di pimpin oleh Raja Iblis Barat yang sudah ada di dalam kota itu.
Sedangkan,Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah mengamuk ganas menghadapi musuh yang berjumlah sekitar tiga puluh orang sakti sesat yang melawan Hua Erl dan Wen Qing secara kejam dan ganas, maka ia segera menerjang hebat basmi para musuh itu.
Wuttttt !!!
Dessssssss !!
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao membunuh banyak musuh sekali terjang di dalam kediaman Adipati Luo Yan Zen ini.
Wushhh !!!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menggunakan pedang membabat habis beberapa orang musuh sakti yang datang dari arah timur.
Wushhh !!!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!!", teriak kesakitan dan kematian para musuh barisan keluarga besar Adipati Luo Yan Zen tewas dalam serangan maut dari Chen Si Lei.
Dessssssss !!!
Wen Qing memukul orang sakti hingga mati dengan ilmu mukjizat gunung mata duyung.
Wuttttt !!!
Crakkkkkk !!!
Hua Erl bergerak cepat memotong tubuh musuh yang menerjang nya secara lihai.
Syutttttttttt !!!
Dessssssss !!!
Xiao Kai Zhong dan Zijie berkelebat cepat membunuh musuh secara cepat dan hebat.
Wuttttt !!
Dessssssss !!
Le Din Yin menerjang hebat menghantam pukulan maut dari musuh sakti secara cepat dan hebat.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!!
Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti membabat habis lima orang sekaligus.
"Kalian habisi mereka semua yang berada di dalam rumah ini!!",perintah Chen Si Lei kepada para pengikut setia nya.
"Siap Paduka!!",sahut para pengikut setia nya.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Chen Si Lei keluar dari rumah ini untuk membantu Raja Iblis Barat menghadapi para musuh gabungan dari beberapa Sekte sesat yang kini menjadi empat Sekte sesat terbaru di wilayah ini.
Chen Si Lei segera turun tangan untuk memukul habis para pasukan musuh dari empat Sekte sesat gabungan dengan ilmu pukulan hawa sakti bunga persik yang dahsyat sehingga sejumlah orang musuh sakti tewas dalam serangan maut dari Chen Si Lei.
Bressss !!!
Chen Si Lei melompat cepat menyerang para musuh yang sedang di hadapi oleh Raja Iblis Barat yang mengamuk ganas menghadapi musuh yang berjumlah lima puluh orang sakti itu.
Dessssssss !!!!
Dua puluh lima orang musuh sakti tewas dalam serangan maut dari Chen Si Lei di tengah pertempuran dahsyat itu.
"Pendekar Rajawali Emas Sakti lawan mu adalah aku!!!",suara halus dari samping kiri Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat untuk melawan Chen Si Lei.
Wuttttt !!!
Plakkkk !!!
Telapak tangan Chen Si Lei mengadu ilmu pukulan hawa sakti dengan pria sakti yang sadis sekali.
Dessssssss !!!
Pria itu muntah darah segar menghadapi ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik Chen Si Lei.
"Matilah kau! ! ",hardik Chen Si Lei sadis sekali.
Dessssssss !!!
Chen Si Lei memukul wajahnya orang itu dengan ilmu mukjizat Gunung Ling yang sangat hebat sekali.
"Lindungi rakyat !!",perintah Chen Si Lei kepada para pasukannya.
"Siap Paduka !!", sahut para pasukan nya patuh kepada Chen Si Lei.
Chen Si Lei menggerakkan telapak tangannya untuk mengerahkan ilmu mukjizat piramida sakti untuk membunuh sejumlah orang musuh sakti yang menyerang rakyat yang segera melarikan diri dari dalam kota Cheng itu.
Wuttttt !!!
Bressssss !!!
"Aghhhhhh !!!", teriak para musuh tewas hancur oleh ilmu mukjizat piramida sakti.
Brrrrrrrrrrrrr !!!
Dessssssss !!
Chen Si Lei menyambut pukulan maut dari seorang gadis cantik jelita sakti yang sudah menyerangnya dengan ganas.
Gadis itu terkejut sekali dengan ilmu sakti Chen Si Lei yang membuatnya tersedot habis ilmu mukjizat oleh Chen Si Lei.
Dessssssss !!
Crakkkkkk !!!
Gadis itu tewas dalam serangan maut dari Chen Si Lei yang langsung memotong kepala gadis itu.
__ADS_1
"Tuan Putri. ...!!",jerit seorang pria dari pihak musuh terkejut sekali melihat tuan putri nya tewas oleh Chen Si Lei.
"Jangan khawatir kau pun akan segera berkumpul dengan tuan putri mu di dunia neraka avici!!",hardik Chen Si Lei menyambar cepat hantam hancur perut pria itu.
Dessssssss !!
Pria itu adalah saudara Adipati Luo Yan Zen yang menguasai ilmu sesat dari tuan putri Sekte Bunga Champa Darah.
Crakkkkkk !!!
Chen Si Lei berkelebat cepat memenggal kepala musuh sakti dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Chen Si Lei menghantam hancur seseorang yang sedang berusaha keras untuk membasmi para rakyat yang berada di dalam rumah di kota Cheng.
Dessssssss !!!
"Aghhhhhh !!",teriak para musuh tewas hancur oleh ilmu mukjizat piramida sakti.
Syuutttttttt !!!
Seorang gadis menyerang Chen Si Lei dengan gerakan yang sangat lentur sekali di samping kanan Chen Si Lei.
Krekkk !!
"Aghhhhh !!", teriak gadis itu tangannya patah oleh Chen Si Lei sekali tekuk kuat.
Gadis itu menyerang Chen Si Lei dengan tangan lainnya, tapi Chen Si Lei menarik tangan gadis itu hingga putus.
Kress !!
"Aghhhhhh !!", teriak gadis itu kedua tangannya di putus oleh Chen Si Lei.
Chen Si Lei menekuk kepala gadis musuh dengan sekali tarik dengan cepat dan ganas sehingga kepala gadis itu putus dari kepalanya.
"Berhenti!!!",hardik Chen Si Lei kepada para pihak musuh yang kaget sekali.
"Ratu Sekte Bunga Champa Darah tewas oleh Pendekar Rajawali Emas Sakti!!",
Chen Si Lei benar-benar membuat pihak musuh gentar dan ketakutan melihat aksi Chen Si Lei dalam menghabisi musuh nya itu, dan mereka melihat sejumlah besar pimpinan mereka telah putus kepala maupun tubuh mereka oleh Chen Si Lei yang tidak segan untuk bunuh musuh dengan cara yang kejam luar biasa.
"Pendekar Rajawali Emas Sakti kami menyerah kepada mu dan bebaskan kami dan jangan membunuh kami",para musuh bersujud memohon ampunan kepada Chen Si Lei.
"Tidak ada ampunan dari ku!!",hardik Chen Si Lei marah sekali pada para musuh.
Crakkkkkk !!!
"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh ilmu mukjizat Raja Iblis Barat .
Brrrrrrrrrrrrr !!
"Paduka kondisi dalam kota Cheng sudah aman terkendali",lapor Raja Iblis Barat sudah menyelesaikan tugas dengan cepat dan tepat.
"Rapikan",kata Chen Si Lei berkelebat cepat ke dalam rumah Adipati Luo Yan Zen.
Raja Iblis Barat melaksanakan perintah Chen Si Lei untuk membersihkan dan juga merapikan seluruh kota Cheng dari para mayat musuh dan sebagainya agar para rakyat bisa ber aktivitas kembali seperti semula dan nyaman.
Chen Si Lei melayang cepat menggerakkan pedang melawan serangan maut dari orang sakti yang sedang bertarung sengit melawan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang harus berbagi tenaga untuk membantu yang lainnya menghadapi musuh di sekitar Hua Erl dan Wen Qing.
"Ya",jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao patuh kepada Chen Si Lei.
Wuttttt !!
Trangggggg !!
Golok yang di gunakan oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao berhasil menolong Hua Erl dan Wen Qing yang harus bekerjasama menghadapi musuh sakti yang ingin membunuh mereka berdua.
"Paduka Selir Hua Erl, Paduka Selir Wen Qing mundurlah biar hamba hadapi dia",
Hua Erl dan Wen Qing berkelebat cepat untuk mundur dari pertempuran sesuai arahan dari Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao lakukan sesuai perintah Chen Si Lei.
Brrrrrrrrrrrrr !!
"Hyatttttttttttttt !!", pekik Hua Erl mengayunkan pedang melawan serangan maut dari seorang wanita cantik yang merupakan ibu kandung Adipati Luo Yan Zen.
Crakkkkkk !!!
Wen Qing membabat habis kepala wanita itu untuk membantu Hua Erl.
"Hua Erl kau tak apa - apa?",tanya Wen Qing cemas kepada saudari madu.
"Aku tidak apa-apa, terimakasih Wen Qing",jawab Hua Erl tersenyum ramah pada Wen Qing.
"Ayo kita ke sana saja",kata Wen Qing membantu Hua Erl untuk pergi dari tempat itu ke dalam kamar tidur tamu khusus untuk Chen Si Lei tempati.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Mereka berdua di jaga ketat oleh para Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti yang sudah datang untuk melindungi mereka berdua di dalam kamar itu.
"Hua Erl minumlah air hangat ini",kata Wen Qing memberikan cawan keramik air putih hangat untuk Hua Erl.
"Terimakasih Wen Qing",kata Hua Erl menerima cawan air putih hangat.
Hua Erl selesai minum air putih hangat, dia sudah merasa lebih baik sehingga dia tidak perlu mencemaskan keselamatan dan keamanan kandungannya yang baru berusia enam minggu di mulai hari ini.
"Hua Erl kau istirahatlah, aku akan menjaga mu",kata Wen Qing ramah membantu Hua Erl berbaring di tempat tidur dan menyelimuti tubuh wanita itu.
"Terimakasih Wen Qing kau sungguh baik sekali kepada ku",kata Hua Erl ramah.
"Ya kita ini saudari ,jadi jangan sungkan kepada ku",ucap Wen Qing hangat sekali kepada Hua Erl
"Aku akan membantu mu untuk Paduka bersikap baik dan hangat kepada mu,aku berjanji kepada mu Wen Qing bahwa kamu akan mendapatkan cinta yang tulus dan sama dari Paduka seperti aku dan yang lainnya",kata Hua Erl tulus hati.
"Ya Hua Erl terimakasih atas pengertian mu tapi aku akan sabar menunggu cinta dari Paduka kita semua",kata Wen Qing tersenyum ikhlas bahwa dia harus bisa seperti Hua Erl dan para selir lainnya yang di miliki oleh Chen Si Lei itu.
"Paduka Permaisuri Ling Long sendiri belum apa-apa dengan Paduka",kata Hua Erl memberitahu rahasia Permaisuri Ling Long kepada Wen Qing yang tersenyum bahagia mengetahui hal ini, jadi dia ada kesempatan untuk memiliki cinta Paduka Kaisar Tang Agung itu.
"Karena Paduka kita terlalu sibuk dengan urusan dunia persilatan dan kerajaan di dalam Kekaisaran Tang Agung maupun di luar Kekaisaran Tang Agung",kata Hua Erl lagi sebelum tertidur pulas karena kelelahan bertarung dalam kondisi hamil.
Wen Qing menyentuh rahimnya dan berpikir bahwa ia harus menyerahkan dirinya kepada Chen Si Lei untuk bisa memiliki seorang putra atau putri dari Kaisar Tang Agung muda dan hebat ini.
"Untung saja aku masih bisa mempertahankan kesucian ku dari Raja dan para pangeran kerajaan Wen yang menginginkan ku untuk mendapatkan tahta aku yang aku peroleh dari ayahanda Raja Wen tua dan untung juga semuanya telah mati di basmi oleh Paduka,tapi aku harus tetap menjaga kesucian ku dari pihak keluarga Ni yaitu tunangan ku Raja suku Ni",kata Wen Qing pelan.
"Siapa pun laki-laki lain yang ingin mendapatkan mu..harus mati",kata laki-laki di dalam kamar itu dan memandang Wen Qing dengan tatapan mata ganas dan keji sekali.
"Agh! ! Siapa kau ??!!", teriak gadis itu terkejut sekali.
__ADS_1
Pria itu adalah kakaknya Adipati Luo Yan Zen yang menyusup masuk ke dalam kamar itu untuk melakukan tugasnya sebagai wakil Pangeran Makhota Kerajaan Wen yang sudah memerintahkan nya untuk kabur dari pasukan Chen Si Lei dan tugasnya adalah untuk membunuh Wen Qing dan Hua Erl.
Pria itu bersembunyi di dalam lemari pakaian dan begitu Hua Erl tidur pulas,maka ia bisa keluar dari persembunyian nya dan melaksanakan tugasnya dengan cepat dan tepat sebelum di ketahui oleh Chen Si Lei dan kawan-kawan nya yang sedang bertarung sengit melawan pasukan musuh dari Sekte Sesat Kelabang hitam dari cabang wilayah kota Cheng ini.
Pria itu menggerakkan pedang secara cepat dan hebat untuk membunuh kedua orang selir Chen Si Lei yang berada di dalam kamar itu.
Wuttttt! !
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak pria itu tewas dalam serangan maut dari Adipati Luo Yan Zen yang sudah cepat menolong kedua orang selir dari Chen Si Lei.
"Paduka Selir Wen Qing apakah anda baik -baik saja?",tanya Adipati Luo Yan Zen cemas.
"Ya aku baik - baik saja,terimakasih",jawab Wen Qing yang berjalan menuju Hua Erl yang terbangun oleh suara teriakan Wen Qing tadi dan wanita itu sudah siap untuk menghadapi musuh sakti itu yang untungnya telah di bunuh oleh Adipati Luo Yan Zen.
"Baiklah kalau begitu silakan kedua Paduka Selir beristirahat kembali dengan baik dan nyaman",kata Adipati Luo Yan Zen yang cepat membersihkan jasad musuh di kamar itu dengan bantuan para dayang rumah nya.
"Ya terimakasih atas pertolongan mu Adipati Luo Yan Zen",kata Hua Erl dan Wen Qing bersamaan dengan sopan dan anggun.
Adipati Luo Yan Zen segera keluar dari kamar itu dan melihat bahwa pertarungan masih berlanjut dengan jauh lebih besar daripada sebelumnya, karena musuh itu adalah suatu perkumpulan sesat yang menyusup ke rumah Adipati Luo Yan Zen dengan menggunakan metode pertemanan antara keluarga besar Adipati Luo tua dengan keluarga besar Jin dan di jadikan satu dalam ikatan pernikahan gelap.
Adipati Luo Yan Zen seorang sajalah yang benar-benar tidak terikat dengan dua hal itu karena dia adalah anak laki-laki sah dari Adipati Luo tua dengan wanita di kuil selatan kota Cheng utara dan Adipati Luo Yan Zen selalu menyendiri dan taat kepada ajaran agama yang lurus dan benar serta taat kepada hukum Kekaisaran Tang Agung juga Adipati Luo Yan Zen seorang pendekar sejati kaum bersih.
"Aku harus menyelesaikan masalah ini dengan cepat",kata Adipati Luo Yan Zen.
"Kakak tolong aku!!",jerit gadis adik lainnya di dalam ruangan lain.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Adipati Luo Yan Zen menerjang hebat menghantam hancur para saudara tuanya yang sedang ingin menggunakan metode keji terhadap adik terkecil mereka di dalam keluarga itu.
Wuttttt !!!
Dessssssss !!
Crakkkkkk !!
"Kau tega membunuh kami saudara mu,agh!!",teriak para saudaranya tewas oleh Adipati Luo Yan Zen sendiri.
"Jin Xi kau aman sekarang",kata Adipati Luo Yan Zen memeluk adiknya.
Gadis berusia lima belas tahun ini adalah satu -satunya yang masih hidup dalam keluarga itu dan gadis yang terselamatkan jiwanya dan raga nya dari kesesatan yang dilakukan oleh semua orang di keluarga Luo tua itu.
"Kakak kini kita hanya berdua saja yang hidup sebagai keturunan Luo tua",gadis ini menangis bahagia bisa jadi orang yang lebih baik lagi.
"Ya aku seorang Luo baru dan kau seorang Jin baru, kita akan membuat sebuah kehidupan yang baru untuk generasi kita selanjutnya adalah orang yang baik dan benar",kata Adipati Luo Yan Zen membelai lembut rambut panjang adiknya.
Adipati Luo Yan Zen mengajak adiknya keluar dari ruangan itu dan melihat Chen Si Lei berkelebat cepat menghantam hancur para musuh yang berada di koridor menuju aula utama rumah mereka dengan hebat dan lihai sehingga adik Adipati Luo Yan Zen terkagum-kagum pada kesaktian Kaisar Tang Agung ini.
Wuttttt !!!
Dessssssss !!!
"Aghhhhhh !!", jerit para musuh tewas hancur oleh ilmu mukjizat piramida sakti Chen Si Lei.
Brrrrrrrrrrrrr !!
"Paduka semua sudah aman",lapor Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan para Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti yang sudah bersujud hormat kepada Chen Si Lei.
"Paduka",kata Adipati Luo Yan Zen membawa adiknya ke hadapan Chen Si Lei.
"Hormat hamba Jin Xi kepada Paduka Kaisar Tang Agung",sapa Nona Jin Xi pada Chen Si Lei dengan bersujud hormat kepada Chen Si Lei.
"Adipati Luo Yan Zen semua keluarga mu sudah aku hukum mati karena berdosa terhadap hukum yang berlaku di Kekaisaran Tang Agung .sekarang aku ingin kau menjadi seorang Adipati Luo Yan Zen yang sejati bagi keluarga dan Kekaisaran Tang Agung.Aku tetap akan menepati janji ku untuk menjodohkan mu dengan adik ku yang bernama Yang Ying Ying dan kalian berdua pasti akan menikah usai aku selesaikan misi ku",perintah Chen Si Lei tegas kepada Adipati Luo Yan Zen.
"Terimakasih atas kebaikan Paduka pada hamba",kata Adipati Luo Yan Zen patuh kepada Chen Si Lei.
Setelah rumah Adipati Luo Yan Zen di bersihkan kembali dan kembali normal, dan Chen Si Lei sudah memerintahkan para Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti di posisi mereka masing - masing dalam melindungi keselamatan dan keamanan nya serta menjaga rakyat dan Kekaisaran Tang Agung dengan setulus hati dan pikiran yang benar dan juga tindakan yang benar.
"Hua Erl,Wen Qing kalian berdua pulang ke rumah bersama Raja Iblis Barat",Chen Si Lei juga memerintahkan kedua selir nya untuk pulang ke Istana nya.
"Baik Paduka",sahut kedua orang selir nya itu.
"Su Mu Yun dan Zijie kalian juga pulang ke rumah kalian dan tunggu suami kalian di rumah usai misi pertemuan bela diri lima tahun sekali di puncak gunung kaki ayam. Aku pasti akan memerintahkan mereka untuk pulang ke rumah kalian",
"Baik Paduka",sahut Su Mu Yun dan Zijie patuh kepada Chen Si Lei.
Sesudah para wanita di pulangkan ke rumah mereka masing - masing, Chen Si Lei pun bersiap untuk memulai perjalanan baru ke arah selanjutnya.
"Paduka izinkan aku ikut bersama Anda",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
"Baiklah aku izinkan",kata Chen Si Lei yang sudah pamit pada semua rakyat kota besar Cheng di bawah pimpinan Nona Jin Xi.
"Adipati Luo Yan Zen kau tinggal saja di kota mu",kata Chen Si Lei sebelum pergi keluar dari kota Cheng.
"Baik Paduka",kata Adipati Luo Yan Zen patuh kepada Chen Si Lei.
Lalu Chen Si Lei pun melangkahkan kaki ke arah utara untuk menuju ke arah lain bersama Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao, Pendekar Naga Sungai Li Le Din Yin dan Ketua Sekte Gunung Yang Xiao Kai Zhong yang kini sudah lengkap gigi nya dan ia sudah menarik lagi.
"Aku tampan lagi dengan gigi baru ku",kata Xiao Kai Zhong pamer dua gigi emas.
"Ya ber kilauan sinar gigi mu,cring",kata Le Din Yin tertawa di sepanjang jalan.
"Kau jauh lebih tampan daripada Paduka",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin terkekeh.
"Tutup mulut mu agar tidak ada pencuri gigi mu di tengah jalan",kata Chen Si Lei
Xiao Kai Zhong segera menutup mulutnya sepanjang jalan khawatir dua gigi nya hilang di curi orang sehingga Chen Si Lei memberikan topeng lain untuk Xiao Kai Zhong agar dia bisa bicara bebas tanpa takut gigi nya hilang lagi.
"Gigi mahal",kata Le Din Yin dengan sepasang mata kagum pada kedua gigi Xiao Kai Zhong.
"Kau mau gigi mu di ganti juga dengan gigi emas??",tanya Chen Si Lei tulus hati.
"Bisa kok di ganti gigi mu dengan gigi emas",sahut Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
"Oh tidak jadi deh..Aku pakai emas di telinga ku saja",kata Le Din Yin pamer daun telinga kanan ada anting emas kecil.
Chen Si Lei tersenyum melihat mereka semua dengan tatapan mata kasih sayang terhadap ketiga orang sahabatnya ini.
"Desa apa itu ??", tanya Chen Si Lei di hari ke tiga keluar dari kota Cheng.
"Desa Bunga Champa Kuning",jawab Xiao Kai Zhong seraya minum air putih dari kantong air kulit sapi.
"Yuk kita masuk",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao minum arak dari guci arak.
"Ada makanan enak di sana",kata Le Din Yin memainkan daun di mulutnya.
__ADS_1