
Sepasang kuda hitam yang mengiringi kuda putih dan di kelilingi kuda - kuda warna coklat telah masuk ke sebuah persimpangan jalan menuju ke pegunungan yang memiliki hawa mukjizat yang sangat hebat sekali sehingga Chen Si Lei dan kedua orang istrinya serta para sahabatnya terhenti sejenak sebelum masuk ke dalam wilayah pegunungan tersebut.
"Pegunungan Awan Naga Merah yang sangat terkenal di wilayah tengah dekat daerah Bu Tong Pai menurut informasi yang aku dapatkan dari Ketua Sekte Bu Tong Pai sebelum kita berangkat menuju misi kita ", kata Chen Si Lei mengamati pegunungan tersebut.
"Aneh sekali nama pegunungan ini ",kata Li Shao Ning menghapus keringat dari dahi nya dengan saputangan sutra warna merah miliknya sendiri.
"Apakah kau ingin minum air putih ?", tanya Sin Yue Qing menawarkan botol air putih kepada Li Shao Ning.
"Iya terimakasih ", jawab Li Shao Ning menerima botol dari Sin Yue Qing untuk ia bisa minum air putih.
"Jika kalian berdua lelah lebih baik kita istirahat dahulu sebelum melanjutkan perjalanan ke gunung itu ", kata Chen Si Lei merasa kasihan kepada kedua orang istrinya.
"Kami tidak apa-apa. Kami masih bisa melanjutkan perjalanan kami ",kata Li Shao Ning dan Sin Yue Qing bersemangat untuk membantunya.
"Emm baiklah. Kita lanjutkan kembali sebelum malam tiba ", kata Chen Si Lei dari kudanya.
Mereka pun memacu kuda mereka masing - masing menuju ke arah masuk ke pegunungan awan naga merah yang ternyata adalah tumbuhan -tumbuhan yang berada di sekitar pegunungan itu berwarna merah di sebabkan oleh hawa sesat dari kaum sesat ulat sutera merah yang menguasai daerah pintu masuk ke gunung itu.
"Benar saja, kita sudah di hadang oleh mereka ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang sudah geram sekali karena tingkah laku para perampok gunung liar itu.
"Wahai kalian semua yang ingin masuk atau melewati pegunungan awan naga merah harus menghadapi tantangan dari kami dahulu atau kalian serahkan saja barang -barang mewah kalian atau kedua orang gadis itu ", kata salah satu dari anggota Sekte Sesat ulat sutera merah melihat ke arah Li Shao Ning dan Sin Yue Qing yang berkuda hitam di antara kuda putih Chen Si Lei.
"Ya berikan kepada kami semua barang yang kalian miliki termasuk kedua gadis ber tudung dan cadar itu ", kata salah seorang dari anggota Sekte Sesat Tujuh Burung Kenari Hitam yang menyusup masuk ke dalam Sekte Sesat Ulat sutera merah.
"Dasar manusia -manusia laknat yang tidak tahu diri",maki Chen Si Lei tersenyum dingin sekali kepada anggota Sekte Sesat ulat sutera merah dari jarak jauh sekali ,lalu ia memerintahkan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao untuk memenggal sejumlah para musuh sakti sesat yang berani menghadang jalan.
"Siap Paduka hamba laksanakan ", jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao patuh dan taat kepada Chen Si Lei, lalu ia berkelebat cepat memenggal kepala musuh sesat yang bicara di depan mereka dengan ilmu mukjizat golok sakti.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Lalu Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao kembali ke atas kudanya dengan sikap garang sekali.
"Ahh dia sudah berani membunuh saudara kita !!Ayo kita habisi mereka!!",hardik para kaum sekte sesat ulat sutera merah menyerang mereka dengan ilmu pedang mukjizat sesat dan ganas sekali dari berbagai penjuru arah di pintu masuk ke pegunungan awan naga merah.
Wushhh !!
"Hyatttttttttttttt !!", hardik para kaum sekte sesat ulat sutera merah mengeluarkan ilmu mukjizat telapak sesat untuk menghadapi mereka.
Namun Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan telapak tangannya untuk mengerahkan ilmu mukjizat telapak sakti Harimau Rajawali Emas Sakti yang amat sangat dahsyat menghantam hancur para kaum sekte sesat ulat sutera merah.
Plakkkk !!
Dessssssss !!
"Aghhhhhh!!!",teriak para musuh tewas dalam serangan maut dari Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
"Laknat kau !!Ku habisi kau!!",hardik pria sadis menerjang hebat mengerahkan ilmu mukjizat sesat untuk menghadapi Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang segera menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti halilintar bumi menghantam hancur pria itu.
Wuttttt !!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak pria ganas itu tewas seketika itu juga oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
"Bedebah laknat !!!",hardik para kaum sekte sesat ulat sutera merah mengerahkan ilmu mukjizat harpa darah menyerang Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang sudah mengerahkan ilmu mukjizat telapak sakti halilintar bumi menghantam hancur para musuh sakti sesat yang menyerangnya bersamaan.
Wushhh !!!
Bressssss !!!
"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
__ADS_1
Lalu Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao berkelebat cepat untuk melaporkan bahwa dia telah berhasil melakukan tugasnya dengan cepat
"Paduka hamba sudah melaksanakan tugas sesuai perintah Anda",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao bersujud hormat kepada Chen Si Lei yang berada di atas kuda putih kesayangannya
"Bagus sekali, Wu Sin Hao. Ayo kita lanjutkan kembali perjalanan kita ", kata Chen Si Lei seraya membuat api tiga raksa abadi untuk mengkremasi para jasad para musuh mereka dengan menggunakan tangan kirinya membuat dua jari ke arah para jasad musuh.
Wushhh !!
Brussshhhhh !!
"Siap Paduka hamba laksanakan ", jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao melompat ke atas punggung kuda coklat lalu memacu kudanya mengikuti kuda Chen Si Lei dan kedua orang istrinya yang berkuda warna hitam.
Pada siang hari itu juga, mereka beristirahat di sebuah tempat peristirahatan di hutan yang bernama hutan awan naga merah.
"Yue Qing ayo kita pergi mencari makanan dan minuman untuk makan siang di tempat ini ",kata Li Shao Ning turun dari kudanya.
"Ya baiklah ", jawab Sin Yue Qing mengambil keranjang belanja dari salah satu anggota Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang sigap mengetahui maksud nya.
"Kalian berdua hati -hati dan jangan terlalu lama di dalam hutan ", kata Chen Si Lei turun dari kudanya untuk berjalan bersama para sahabatnya dan duduk di gubuk rumah penduduk yang sudah lama sekali tidak pernah ada yang mengisinya.
"Iya suami ku ", jawab kedua istrinya serentak.
Lalu Li Shao Ning dan Sin Yue Qing berjalan menuju ke dalam hutan yang sangat lebat sekali dan banyak tumbuh sayur mayur dan buah yang bisa mereka pakai untuk makan siang.
"Lihat ada sayur bayam hijau, ada ubi dan jagung ", kata Li Shao Ning memetik sayur yang berada di dalam hutan itu.
"Lihat ada buah kesemek juga ", kata Li Shao Ning gembira sekali bisa melihat ada banyak sekali buah di sekitar hutan tersebut.
"Ya ,ayo kita petik ", kata Sin Yue Qing melompat ke atas pohon kesemek dan ia memetik beberapa buah kesemek yang di kumpulkan oleh Li Shao Ning di bawah pohon kesemek.
Li Shao Ning mengambil dan mengumpulkan buah kesemek di dalam keranjang dari Sin Yue Qing petik dari pohonnya,dan ia tidak sengaja menemukan sebuah pohon buah leci yang sangat lebat sekali, maka ia segera berkelebat cepat dan memetik beberapa buah leci yang di kumpulkan ke dalam keranjang.
"Cici Shao Ning kau di mana ?", tanya Sin Yue Qing melompat turun dari pohon buah kesemek dan mencari Li Shao Ning yang segera datang kepadanya.
"Wah asyik sekali. Ya sudah kau buatlah api untuk kita masak dan aku akan cuci sayur dan buah di air terjun sana ",kata Sin Yue Qing mengambil keranjang dari Li Shao Ning.
" Ya baiklah, hati -hati ya?",Li Shao Ning berpesan kepada Sin Yue Qing sebelum ia pergi ke tempat Chen Si Lei dan kawan-kawan nya berada di dalam gubuk kosong di pintu masuk hutan awan naga merah.
"Ning Erl di mana Qing Erl?",tanya Chen Si Lei saat Li Shao Ning kembali ke gubuk kosong seorang diri tanpa Sin Yue Qing yang pergi bersama Li Shao Ning tadi.
"Oh Qing Qing pergi ke air terjun untuk mencuci sayur dan buah yang kami dapat dari hutan awan naga merah ", jawab Li Shao Ning sibuk mempersiapkan segala macam peralatan dan perlengkapan masak dari Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti siapkan untuknya.
"Permaisuri Li Shao Ning biar hamba yang mengerjakan tugas untuk masak ",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao segera membantu Li Shao Ning membuat nasi putih.
"Ah tidak perlu. Aku bisa sendiri ", kata Li Shao Ning menyiapkan alat masak nasi putih di tungku api.
Tak lama kemudian Sin Yue Qing datang membawa keranjang belanja isi bahan makanan berupa sayur mayur dan buah serta ikan dan kepiting.
"Wah banyak sekali belanjaan mu ",kata Chen Si Lei menghampiri Sin Yue Qing untuk mengambil keranjang belanja dari Sin Yue Qing yang cepat menutupi luka di pergelangan tangan kanan dari Chen Si Lei dengan lengan bajunya.
"Ya aku akan membuatkan makanan enak untuk mu ", kata Sin Yue Qing berjalan menuju ke Li Shao Ning yang sudah membantunya dalam memasak makanan .
Lima belas menit kemudian, mereka semua menikmati makan siang bersama di dalam gubuk kosong di tengah jalan dalam pegunungan awan naga merah.
"Aku kenyang sekali karena siang hari ini makan siang enak sekali ", kata Chen Si Lei bersandar pada dinding dalam gubuk ini.
"Permaisuri Li Shao Ning dan Permaisuri Sin Yue Qing anda berdua sangat hebat sekali dalam membuat makanan dan minuman seenak ini ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya memuji Li Shao Ning dan Sin Yue Qing.
"Terimakasih atas pujian kalian semua kepada kami ", jawab Li Shao Ning lembut sekali kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya.
" Ya tapi tugas untuk membersihkan dan merapikan kembali peralatan masak kami ..Aku serahkan kepada kalian, ya?",ucap Sin Yue Qing tersenyum ramah dan hangat kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya.
"Oh ,Siap Paduka kami laksanakan !!", sahut Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan para sahabatnya segera melakukan perintah Sin Yue Qing dengan patuh.
__ADS_1
"Qing Qing ke marilah kau dan mendekatlah kepada ku ",panggil Chen Si Lei yang sedang duduk di lantai dan bersandar di dinding.
Sin Yue Qing mendekati Chen Si Lei dan duduk di pangkuan Chen Si Lei memeluk nya dengan kedua lengan mendekapnya erat.
"Aku sangat merindukan mu ", kata Chen Si Lei menciumnya mesra sekali pada bibir manis Sin Yue Qing yang membiarkannya mencium sesuka hatinya.
Li Shao Ning memutar bola matanya dan tersenyum melihat kemesraan yang di lakukan oleh Chen Si Lei kepada Sin Yue Qing yang baru saja meninggalkannya hanya waktu dua puluh menit saja.
"Ah koko sudah merindukan nya seperti Sin Yue Qing pergi lima tahun saja",kata Li Shao Ning berbalik arah untuk niat ingin keluar dari ruangan itu, tapi Chen Si Lei menariknya untuk masuk ke dalam kamar tidur di dalam gubuk kosong itu.
"Agh !!", jerit Li Shao Ning yang tahu -tahu berada di atas tempat tidur dan di peluk dan di sentuh oleh Chen Si Lei.
"Aku juga merindukan mu ", jawab Chen Si Lei menginginkan sesuatu darinya dan ia tidak bisa menolak.
Sin Yue Qing melambaikan tangan kanan kepada Li Shao Ning yang harus layani Chen Si Lei untuk siang hari ini. Sedangkan Sin Yue Qing berjalan -jalan di luar gubuk kosong itu menanti waktu berlalu dengan cepat dan saatnya untuk ia mulai mencari makan malam di hutan .
Tapi Chen Si Lei menangkapnya dan membawanya pulang dari hutan awan naga merah.
"Agh mau apa lagi ?", tanya Sin Yue Qing di hadapan Chen Si Lei yang menatap nya terus menerus tanpa berkedip.
"Apakah kau sedang sakit ?", tanya Chen Si Lei memeriksa dahi dan nadi nya yang segera ia sembunyikan.
"Aku tidak sakit",jawab Sin Yue Qing merangkulnya untuk Chen Si Lei tidak bisa menemukan luka pada pergelangan tangan kanannya.
"Ya baiklah ,jika kau tak sakit. Apakah kau bisa melayani ku untuk malam ini ?", Chen Si Lei membelai lembut kepala Sin Yue Qing dan ia terkejut sekali karena Sin Yue Qing terkulai lemas dan pingsan.
"Kata mu kau tak sakit ?", tanya Chen Si Lei memindahkannya ke kamar tidur dan menyelimuti Sin Yue Qing.
Li Shao Ning terkejut sekali melihat pergelangan tangan kanan Sin Yue Qing yang terluka dan yang menyebabkan Sin Yue Qing jatuh sakit.
"Kenapa dia bisa terluka dan jatuh sakit ?",tanya Chen Si Lei kepada Pendekar Dewa Obat Sakti Teng Jin yang memeriksa masalah yang terjadi pada diri Sin Yue Qing.
" Shao Ning kenapa kau diam saja ?",tanya Chen Si Lei melihat Li Shao Ning pucat dan cemas.
"Aku hanya takut kalau terjadi sesuatu kepada Yue Qing usai ia berada di air terjun dalam hutan seorang diri ", jawab Li Shao Ning yang sudah memberikan pil bintang hati kepada Chen Si Lei untuk membantu Putri Naga Langit Timur bisa bertemu dengan Chen Si Lei lagi tetapi akan menukarnya dengan nyawa Sin Yue Qing.
Chen Si Lei melihat Li Shao Ning yang menangis tanpa perlu ia marahi dan Chen Si Lei melihat Sin Yue Qing yang terbaring lemah tanpa perlu ia bisa menolong nya.
"Plasma darah yang di berikan oleh Sin Yue Qing kepada Putri Naga Langit Timur berdampak buruk bagi keselamatan Sin Yue Qing. Apakah ia harus meninggalkan ku lagi ?", Chen Si Lei terlihat sedih .
"Tidak, Yue Qing tidak akan pernah meninggalkan kita lagi ",Li Shao Ning berjalan ke arah Chen Si Lei dan memeluknya sambil menangis.
"Lalu apakah ada obat yang dapat menyelamatkan Yue Qing ?", tanya Chen Si Lei memeluk Li Shao Ning dan menatap Sin Yue Qing dengan tatapan mata sendu .
" Ada yaitu kau menuruti keinginan Huang ErNiang untuk menikah dengan Putri Xi Lan Xing dari Pulau Surga Es ", jawab Li Shao Ning halus.
"Baiklah aku penuhi permintaan Huang ErNiang agar aku bisa menyelamatkan Sin Yue Qing ", kata Chen Si Lei membelai lembut pipi Sin Yue Qing yang mulai berubah pucat bagai mayat.
" Koko Lei Lei kau harus mewujudkan impian Putri Naga Langit Timur jika kau mau Sin Yue Qing bersama mu ", kata Li Shao Ning juga bisa melihat Sin Yue Qing yang sudah mulai akan kehilangan aura kehidupannya hanya dalam waktu satu bulan saja, maka ia akan lenyap untuk selamanya.
"Tidak! ! Aku tidak mau Sin Yue Qing bertukar nyawa dan tempat dengan orang lain ", kata Chen Si Lei memeluk Sin Yue Qing dengan air mata mengalir dari kedua matanya.
" Jika kau tak ingin kehilangan Sin Yue Qing ,maka kau harus berkorban untuknya dengan cara kau penuhi permintaan Huang ErNiang kita yang ingin sekali bisa bertemu dengan Yang Yang lagi dalam bentuk yang berbeda yaitu di dalam raga Putri Xi Lan Xing saudari kembar Xi Yang Yang dan dalam jiwa Putri Naga Langit Timu. Waktu mu hanya satu bulan untuk kau bisa menyelamatkan nyawa Sin Yue Qing yang kau sayang dan cintai itu ", kata Li Shao Ning memberitahu Chen Si Lei cara untuk menyelamatkan Sin Yue Qing.
" Ya baiklah aku ikuti perintah langit dan bumi kepada ku. Aku akan memberikan nyawa ku untuk Sin Yue Qing bisa selalu ada bersama ku selamanya ", jawab Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat napas surgawi untuk mempertahankan nyawa Sin Yue Qing selama satu bulan.
Esok harinya Sin Yue Qing tersadar kembali dari pingsan nya tapi wajahnya dan tubuhnya sangat lemah .
" Aku kenapa ?", tanya Sin Yue Qing lemah.
" Kau baik -baik saja", jawab Chen Si Lei menggendong Sin Yue Qing untuk di bawa ke dalam kereta kuda yang sudah di siapkan oleh Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti untuk mengantarkan mereka ke sebuah pantai utara untuk bertemu dengan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang sudah menunggunya di kapal laut untuk pelayaran ke Pulau Surga Es.
Li Shao Ning mengikutinya dari belakang dan naik ,lalu duduk di dalam kereta kuda berdampingan dengan Chen Si Lei yang memangku Sin Yue Qing tersenyum cerah dan hangat kepada Chen Si Lei yang merasa hatinya sakit dan pedih lihat Sin Yue Qing begitu menderita siksaan gelombang antara hidup dan mati.
__ADS_1