
Setibanya Chen Si Lei di Puncak Gunung Thai San dan melihat goa ilusi berada di depan sepasang matanya, ia merasakan getaran hebat sekali yang hanya bisa ia rasakan, dan begitu Chen Si Lei menetapkan hatinya untuk melangkahkan kedua kakinya yang bersepatu indah untuk berjalan masuk ke dalam goa ilusi.
Didalam goa ilusi, Chen Si Lei melihat dirinya sendiri dalam bentuk kegelapan dan tidak nyata karena dirinya sama sekali tidak pernah ada di dunia manapun ,ia pun tak bisa melihat dirinya sendiri sama sekali tidak pernah ia bayangkan jika sinar benturan antara sepuluh Dunia dan Alam Semesta terjadi di tengah kegelapan.
Duar!!
Sekuntum bunga Lotus tumbuh sendiri di alam langit bagian selatan dan terbuka dari kuncup nya, lalu Chen Si Lei dalam tubuh kecil usia lima tahun berdiri dan ia bisa melangkahkan sepasang kakinya keluar dari bunga Lotus yang berada di tengah danau surgawi.
" Siapakah aku dan kenapa aku bisa berada di sini ?", tanya Chen Si Lei melalui perasaannya.
Tak lama berselang sebuah cahaya lain dan suara indah tangisan seorang bayi perempuan yang berasal dari Kekaisaran Rembulan dan Kekaisaran Matahari di atas daun teratai tempat dirinya tidur selama tak terhitung ber lamanya ia berada di sana.
" Bayi perempuan yang sangat cantik jelita sekali. Aku menyayangi mu ",Chen Si Lei menunduk menatap wajah bayi perempuan itu dan memberinya air embun dari kelopak mata bunga Lotus nya sebanyak sepuluh ribu kali .
Tes!!
Chen Si Lei menggendongnya dan berjalan di dalam air danau surgawi untuk dia memberi makan kepada bayi perempuan itu.
" Kau tunggu di sini. Aku akan mencarikan makanan untuk mu ", kata Chen Si Lei meletakkan bayi perempuan itu di dekat danau surgawi, lalu ia pergi ke tempat lain di luar danau surgawi.
Satu menit kemudian ia kembali ke danau surgawi membawakan buah persik yang ia petik dari kebun buah persik milik Ibu Suri Langit untuk ia berikan kepada bayi perempuan yang mendatangkan rasa bahagia, tenang,tenteram dan damai serta nyaman bersamanya.
" Ah di manakah adik bayi perempuan ku ?",tanya Chen Si Lei tidak menemukan bayi perempuan itu dan ada perasaan hampa yang sangat besar dan dalam saat ia tidak bisa menemukan bayi perempuan yang sudah mendatangkan berbagai macam perasaan di dalam hatinya.
Tetapi datanglah Kaisar Langit dan Permaisuri Langit ke tempatnya berada dan Kaisar Langit dan Permaisuri Langit memberinya senyuman Welas Asih dan cinta kasih sayang orangtua kepada putra mereka.
" Mulai hari ini namamu adalah Nan Lian Hua atau Lotus Langit Selatan dan kami berdua adalah orang tua mu ",kata Kaisar Langit dan Permaisuri Langit.
" Ya terimakasih atas kebaikan Paduka Kaisar Langit pusat kepada saya ", jawab Chen Si Lei sujud kepada Kaisar Langit pusat.
Chen Si Lei melihat dirinya berlatih menulis, membaca dan berhitung di sekolah khusus untuk para anggota Kekaisaran Langit dan berjumpa banyak sekali para Dewa dan Dewi Langit dan Bumi berkumpul di sekolah itu, termasuk Lao Gu dan yang lainnya.
" Lian Hua giliran mu untuk berjalan di atas bara api ",kata Lao Gu di dekatnya.
Chen Si Lei melangkahkan sepasang kakinya menapak bara api surgawi untuk memberikan kekuatan kepada kedua kakinya. Ia pun berjalan perlahan -lahan di bara api surgawi dan merasakan kekuatan bara api surgawi menjalar ke dalam tubuhnya.
" Lian Hua latihan terjun ke jurang lembah surgawi ", kata Dewa Nacha di kelas lain nya.
Chen Si Lei melompat ke jurang lembah surgawi untuk mengetahui mukjizat dari dalam tubuhnya. Ia bisa memperoleh kekuatan gerakan cepat yang sangat hebat sekali.
"Lian Hua latihan menunggangi awan surgawi ", kata Dewa salah dari Delapan Dewa Langit.
Chen Si Lei melangkahkan sepasang kakinya naik ke atas awan surgawi untuk ia bisa seringan bulu burung phoenix. Ia pun bisa menyatukan dengan awan -awan surgawi.
" Lian Hua latihan berburu dan mendapatkan pusaka Dewa Naga Langit Emas ", kata Dewa Awan pada hari berikutnya.
Chen Si Lei berkelebat cepat berburu pusaka yang di terbangkan dan harus di ambil dalam waktu nol koma satu setengah detik untuk menguji kecepatan gerak dirinya.
Syutttttttttt !!
Brrrrrrrrrrrrr !!
Chen Si Lei berhasil mendapatkan bola naga milik Kaisar Dewa Naga Langit Emas dan ia di beri pedang mukjizat sembilan naga emas sakti oleh Kaisar Dewa Naga Langit Emas.
Suasana di dalam goa ilusi berubah menjadi sebuah perjalanan yang di lihat oleh Chen Si Lei tentang dirinya sudah bertemu dengan Sin Yue Qing dan Li Shao Ning serta Mei Hua Xing dan Putri Ratu Iblis Elang Hitam silih berganti di dalam pikiran dan ingatannya.
" Yue Qing ",pikiran dan perasaan Chen Si Lei terfokus kepada Sin Yue Qing.
Dan Chen Si Lei terkejut sekali melihat dirinya sendiri hadir di hadapannya dengan senyuman dingin sekali terhadap dirinya sendiri.
" Aku adalah dirimu dan dirimu adalah aku",kata dirinya sendiri kepadanya.
" Apakah aku harus melawan mu untuk ku bisa menjadi diriku sendiri ", kata Chen Si Lei menggunakan kedua tangannya untuk menghadapi dirinya sendiri yang berkelebat cepat bagai komet.
Wushhh !!
Chen Si Lei berlari mengejar diri sendiri dan terjatuh saat dirinya sendiri memukul dia dengan hawa sakti kegelapan.
Wushhh !!
Chen Si Lei merasakan ketakutan yang sangat hebat sekali sehingga dirinya yang gelap menyerangnya dengan ganas sekali.
Wuttttt !!
"Aghhhhhh !!", teriak Chen Si Lei merasakan kegelapan menyelimuti dirinya sendiri dan ia terikat benang hitam yang tak terlihat.
" Aku harus bisa terbebas dari benang hitam ini ",kata Chen Si Lei menggunakan kekuatan dirinya sendiri menghancurkan dirinya yang lain.
Tetapi ia merasakan kehampaan yang luar biasa sekali, namun hati kecilnya ada setitik cahaya cinta yang tulus dan berasal dari pertemuannya dengan Sin Yue Qing.
Lalu benang hitam bisa terputus dari tubuhnya dan sosok dirinya masuk ke tubuh nya.
" Hyatttttttttttttt !!", pekik Chen Si Lei berkelebat cepat di sekitar goa ilusi dan ia menggetarkan seluruh alam semesta saat kekuatan mukjizat nya kembali dan ia merasakan kekuatannya telah meningkatkan pesat.
Dan,Chen Si Lei bisa meningkatkan kualitas hidup dan kemampuan dirinya sendiri ,ia segera menemukan tubuh aslinya yang baru tergeletak di atas ranjang batu es yang berbentuk bunga Lotus bercahaya keemasan yang mengeluarkan cahaya keperakan di sekitar goa ilusi.
" Yue Qin sudah mendapatkan kembali tubuhnya yang sebenarnya yang sesuai dengan ciptaan Rembulan dan Matahari. Maka aku pun sebagai pasangan hidup abadi dan sejati nya harus mulai mendapatkan kembali tubuhku yang asli dengan ciptaan Alam Semesta. Aku juga tidak bersedia untuk menggunakan hati dan tubuh ku pada siapa pun terutama kaum wanita seluruh alam semesta karena aku hanya bersedia untuk memberikan hati dan tubuhku hanya untuk Sin Yue Qing seorang wanita ku ",kata Chen Si Lei yang berjalan menuju ke tubuh aslinya yang ia keluarkan dari goa ilusi dan di taruh di atas kolam bunga teratai emas di danau puncak gunung Thai San.
Lalu Chen Si Lei pun menanggalkan tubuh lamanya yang langsung lenyap bagai buih, dan jiwa Chen Si Lei masuk ke dalam tubuh aslinya yaitu dengan rambut panjang warna keperakan, tubuh yang tinggi dan kekar ,wajah yang amat sangat tampan sekali dengan rahang yang tegas dan dagu terbelah ,lesung pipi kiri, kulit putih bersih, kedua alis hitam bagaikan sepasang golok naga,sepasang bola matanya berwarna keperakan tapi bisa ia ubah menjadi warna hitam dengan sinar mata setajam pedang mukjizat sembilan naga emas sakti, bulu mata yang sangat lentik bagai tirai halus ,hidung mancung, sepasang bibir indah warna merah dan sederetan gigi putih dan sehat serta sempurna.
" Wahhhhhhh hebat sekali tubuh asli mu ,Lian Hua ", puji Lu Sin Liong datang ke puncak gunung Thai San atau lebih tepatnya ke tempat pelatihan diri Chen Si Lei.
" Ya terimakasih atas pujian mu kepada ku. Aku juga tidak menyangka bahwa aku setampan dan segagah ini ",kata Chen Si Lei memandangi dirinya sendiri di air danau puncak gunung Thai San.
" Tetapi kau harus tetapi berlatih untuk persiapan menghadapi Raja Iblis Surga Ke Enam begitu kau berhasil mengumpulkan sisa dua belas logam shio dan dua buah pusaka langit yang jatuh ke bumi dan belum kau temukan di sekitar bumi ",kata Lu Sin Liong memberinya petunjuk dan informasi terkait tugas pokoknya.
" Iya aku tahu. Aku juga harus menunggu sampai Sin Yue Qing kembali ke puncak gunung Thai San usai menemukan tujuh pil Maha Sakti yang berasal dari Kaisar Pegunungan Langit Zhangjiajie untuk membantu proses pemulihan Ilmu mukjizat kesaktian ku ", kata Chen Si Lei sudah duduk bersila di atas bunga Lotus di danau puncak gunung Thai San.
Chen Si Lei berlatih di dalam goa ilusi selama tiga puluh hari atau sebulan. Ia pun dengan sabar menunggu sampai Sin Yue Qing kembali perjalanan menuju ke arah pegunungan Zhangjiajie untuk mengambil tujuh pil Maha Sakti yang berasal dari Kaisar Pegunungan Langit Zhangjiajie untuk membantu proses pemulihan Ilmu mukjizat kesaktian nya.
Selama menunggu kembalinya Sin Yue Qing. Ia tersentuh dengan kebaikan hati Kaisar Dewa Naga Langit Emas yang turun dari langit untuk membantunya dalam mempelajari ilmu mukjizat naga emas sakti melalui Kaisar Dewa Naga Langit Emas yang mengajari dirinya ilmu silat sakti lainnya.
" Lian Hua coba kau gerakan kedua telapak tangan mu membuat bentuk bunga Lotus di udara ", kata Kaisar Dewa Naga Langit Emas yang turun dari langit untuk membantunya untuk mematangkan ilmu mukjizat alam semesta nya.
" Ya, Paman Kaisar Dewa Naga Langit Emas ", jawab Chen Si Lei patuh kepada Gurunya.
Chen Si Lei mengikuti petunjuk Gurunya, ia menggerakkan kedua telapak tangan nya membuat bunga Lotus di udara dan sebuah sinar transparan hadir di depan sepasang matanya.
"Gerakan kedua kaki mu untuk membuat gerakan gravitasi langit dan bumi ", kata Gurunya.
__ADS_1
" Ya, Guru ", jawab Chen Si Lei mengikuti petunjuk Gurunya dan kecepatan dirinya jauh lebih cepat dari sebelumnya menendang udara dengan sangat cepat sekali.
Wuttttt !!
Wushhh !!!
Di saat Chen Si Lei sedang berlatih di dalam goa ilusi melalui petunjuk dari Kaisar Naga Langit Emas yang mengajari dirinya ilmu mukjizat surgawi dan ilmu -ilmu mukjizat alam semesta ,dan Chen Si Lei belajar seorang diri setelah Kaisar Naga Langit Emas kembali ke langit.
Sambil menunggu sampai Chen Si Lei menyelesaikan studi pelajaran ilmu -ilmu mukjizat hebat nya, mari kita lihat tokoh -tokoh lainnya di dalam cerita ini !!
Daerah Yunan.
Beberapa pasang kaki bersepatu belum sepenuhnya meninggalkan keramaian di sebuah pasar rakyat. Di antaranya sepasang sepatu mungil itu terasa pegal dan linu, tetapi tak putus asa di rundung penderitaan. Sebab ,masih banyak sekali hal keindahan pasar rakyat yang belum di pandang.
Pasar rakyat ini terletak di sebuah perkampungan di lembah pegunungan Yunan yang tampak kebiruan menyangga angkasa.Perkampungan itu padat yang amat indah dan di hubungkan oleh jalanan lebar yang membelah gunung. Di sebelah gunung itu kantor pemerintahan Gubernur Yunan bertengger.
Pemerintahlah yang menjamin keberadaan pasar rakyat tahunan sebagai hiburan bagi rakyat Yunan setelah mereka lelah bekerja dan menyetorkan pajak pertanian dan perdagangan mereka pada pemerintah. Dengan demikian, pajak itu kembali ke rakyat.
Pemerintah memberikan modal untuk pedagang. Tak hanya itu, pemerintah juga mengirimkan prajurit untuk menjamin keamanan. Keberadaan prajurit penting untuk menjaga ketertiban apabila terjadi keonaran, sekaligus sebuah promosi jaminan keamanan Pemerintah Yunan kepada wisatawan yang datang.
Memang pasar rakyat tak sepenuhnya milik warga lokal, kebanyakan justru para pendatang yang mendengar berita dari mulut ke mulut tentang keberadaan pasar rakyat itu. Bangsa Tionggoan dari utara, penduduk keturunan Turki, Uyghur ,Tajik, Kyrgiz,dan keturunan Turki yang berdiam di lembah sungai Yang tze berbondong -bondong melangkahkan kaki dan membelah padang pasir demi melihat pasar rakyat yang tak ada di desa mereka.
Yunan termasuk bagian provinsi Tionggoan yang cukup maju sekalipun bukan Ibukota Kekaisaran Tang Agung. Mereka mandiri dan mampu menghidupkan ekonomi sendiri tanpa menggantungkan diri pada pemerintah pusat, salah satu nya dengan menyelenggarakan pasar rakyat tahunan yang amat mendatangkan pendapatan bagi kas gubernur.
Tak hanya para pedagang dan pembeli yang meramaikan pasar rakyat. Sekali waktu para Istri, Selir -selir, dayang -dayang atau pun rombongan pejabat istana turun melihat keramaian. Mereka menggunakan kereta istana yang berlapis emas ,di tarik dua ekor kuda yang gagah, dan tertutup rapat dari luar. Kereta itu sangat menciptakan keangkuhan. Sebab,di mana pun kereta itu lewat, rakyat harus bisa bersujud seperti orang -orang kalah.Pejabat yang gila hormat atau begundalnya lah yang memaksa rakyat untuk sujud jika mereka tidak ingin mendapat dera siksa.
Belum lagi ulah para prajurit rendahan yang merasa bangga menjadi orang yang berkuasa dan sewenang -wenang mengambil barang dagangan tanpa membayar .Bisa jadi karena merasa pasar rakyat adalah hajat istana Adipati Yuan, mereka bisa sebebasnya mengambil sesuatu tanpa membayar. Mereka pikir, jika bukan karena istana, bagaimana mungkin rakyat bisa menyelenggarakan pasar rakyat yang demikian ramai, demikian laris, kemudian keuntungan itu di makan sendiri ?, Maka, tidak ada salahnya mereka mengambil sedikit untung agar rejeki rakyat menjadi berkah.
Wu Zijia, Ying dan Mei Yan serta Melani dan Li Yun Erl melihat kerusuhan itu, tapi mereka memilih untuk menghindar dan tak mau ikut campur. Ia tahu,ikut campur membela salah satu pihak sama juga seperti memakan buah simalakama karena membela si lemah akan mendapat ancaman dari pihak Gubernur Yunan.
Sebaliknya, membela Gubernur Yunan sama juga dengan menjilat petinggi dan berakibat kebencian dari rakyat banyak .Meskipun begitu Melani yang ber status sebagai salah satu dari anggota Harem Kaisar Tang Agung merasa marah dan ia ingin sekali memberi perhitungan kepada para prajurit sombong itu.
" Kau jangan ikut campur urusan orang lain, nanti kamu bisa mendatangkan satu masalah kepada keluarga kakak Wu Zijia ", kata Li Yun Erl mencegahnya untuk ia maju dan memberikan pukulan kepada para prajurit dari Istana Gubernur Yunan.
" Ying, kau lapar?",tanya Mei Yan. Mereka sudah berada di ujung lorong pasar rakyat, di sebelah mereka perkampungan yang lenggang, kecuali beberapa orang pedagang kecil yang tidak mendapat tempat.
Ying mengangguk.
" Kalau begitu kita cari makan ", ajak Mei Yan.
" Tapi Bu,kita dapat makan dari mana ?Kita tak punya uang sepeser pun ", Ying membalikkan apa yang pernah di katakan oleh ibunya.
" Aku masih punya uang untuk membeli makanan dan minuman untuk Ying ", kata Melani mengeluarkan uang dari kantong uang untuk membeli makanan dan minuman untuk makan malam Ying.
" Maaf, kami masih punya tenaga, itulah yang akan kami jual",tolak Mei Yan.
" Ibu, bukankah Ibu yang bilang agar kita tahan dengan godaan apa pun ?Ingat ,Bu ,janji adalah hutang",kata Ying.
" Ya, Putri mu benar ", kata Wu Zijia tersenyum.
" Ya, aku tahu ", jawab Mei Yan angkuh.
" Bukankah Ibu juga pernah bilang, jika kita berjanji, kita harus dengan segenap hati menyelesaikannya, jangan berhenti di tengah jalan tanpa hasil apa -apa ?", Ying membalikkan perkataan Ibunya.
" Ya, aku tahu,tapi aku punya kewajiban menyelamatkan mu agar kita tak mati kelaparan ", jawab Mei Yan.
" Adakalanya tak perlu menunaikan janji jika situasinya tak memungkinkan ", kata Mei Yan bingung menjelaskan kepada putrinya.
" Kalau begitu Ying, kamu bisa makan malam dari uang ayah ", kata Wu Zijia yang cepat mengambil keputusan untuk memecahkan masalah perdebatan antara Ying dan Ibunya.
Mei Yan terperangah karena sekali lagi Wu Zijia ikut campur urusannya dengan putrinya yang sama sekali bukan darah daging Wu Zijia.
Sebaliknya Melani sudah menyelinap untuk pergi dari keluarga Wu Zijia untuk ia segera pulang ke Ibukota Kekaisaran Tang Agung atau lebih tepatnya ke Istana Kekaisaran Tang Agung secara diam-diam tanpa di ketahui oleh keluarga Wu dan Li Yun Erl.
" Mei Yan memutus bantahan Ying yang masih terlalu hijau untuk mengerti dunia orang dewasa yang sarat muslihat. Anak itu memandang dunia hanya secara hitam -putih. Padahal, adakalanya sesuatu di pahami secara warna -warni, ada kebaikan, ada kejahatan, ada janji yang harus di tunaikan, ada pula janji yang perlu di ingkari demi kepentingan yang lebih besar "kata Li Yun Erl untuk Melani tetapi Melani sudah tidak ada di sampingnya.
Gadis itu pun segera mencari dan menemukan Melani untuk kepentingan pribadi gadis itu sendiri karena Li Yun Erl ingin sekali memperlihatkan Melani kepada pria yang di kenal sebagai Gubernur Yan yang menginginkan seorang istri pengganti istrinya untuk menjaga putrinya yang bernama Yan Xiao Yence.
"Ying tercekat ,ajaran menunaikan janji yang di pelajarinya turun -temurun telah di patahkan sendiri oleh seseorang yang selama ini menasihatkan hal tersebut padanya.Tak pernah ia mendapat prinsip hidup seperti itu. Baiklah, jika memang itu pilihannya, ia akan menurut. Situasinya memang sedang genting bagi perut yang tengah keroncongan, sementara keadaan kita jauh lebih buruk dari orang fakir, tak pernah di ketahui oleh anak kecil itu apa yang bisa mereka makan di keesokan hari. Menepati janji untuk tak mengharapkan apa -apa dari pasar rakyat hanya membuatnya mati kelaparan, sementara hidup harus terus di perjuangan kan .Sama halnya dengan perasaan ku terhadap Koko Lei Lei yang tidak pernah ada cinta di hatinya untuk ku ", kata Melani berjalan seorang diri di tengah senja.
Kota Kecil Di Daerah Yunan.
Kaki seorang gadis muda terseok -seok terlumuri debu.Hari telah beranjak senja burung -burung kiwi kembali ke sarang, kera -kera naik ke atas pohon setelah mencari makan di sampah -sampah yang berserakan di pinggir jalan. Semua kios mulai di tutup karena senja telah merambat atau dagangan mereka sudah habis.
" Ah aku lapar",kata Xue Erl gadis muda amat cantik jelita sekali itu.
" Ya, Nona ?", tanya seorang pria muda murid Sekte Thai San Pai yang bernama Yang Xiao tidak sengaja bertemu dengan Xue Erl yang membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama.
"Kau ??Kenapa kau selalu mengikuti ku terus?",
"Karena aku jatuh cinta kepada mu ,Nona Pendekar Pedang Giok Sakti ", jawab Yang Xiao jujur.
" Ohya ?", Xue Erl membelalak tak percaya. Seorang pria muda yang sangat hebat sekali seperti Yang Xiao bisa jatuh cinta kepadanya. Ia masih ingin berjalan tanpa melihat kenyataan yang di ungkapkan oleh Yang Xiao.
" Ya aku sudah jatuh cinta kepada mu dan aku ingin menikahi mu untuk menjadi istri ku dan bayi di dalam kandungan mu akan aku sayangi sebagai anakku "jawab Yang Xiao setulus hatinya.
" Baiklah, jika memang kau adalah jodoh ku yang sesungguhnya yang di berikan oleh Tuhan untuk ku ",ucap Xue Erl menangis tersedu - sedu.
Yang Xiao mendekati dirinya dan memeluknya
Gurun Gobi.
Senja telah takluk dalam pelukan malam, sinar nya yang keemasan telah redup sebelum akhirnya padam di kalahkan sang malam perkasa.Angin mengirimkan debu -debu putih Gurun Gobi, bercampur tanah hitam dataran tinggi Yunan, dan mencampur dan menggulung nya layaknya adonan sebelum akhirnya bisa juga di tumpahkan menjadi tikaman. Rasa ngeri menyelinap di hati para petualang jalan. Saat angin menampar wajahnya, menyuntik tubuhnya bertubi -tubi ,saat itulah rumah sungguh di perlukan.
Bukan sekadar tempat berlindung, melainkan juga untuk meluruhkan penat dan mengumpulkan tenaga sebelum menjelajah di hari berikutnya. Rumah juga yang merupakan tempat mengumpulkan nyali yang kembang kempis di terpa badai gurun yang bisa mencabik -cabik.
Tetapi, bukan rumah yang di dapatkan Melani melainkan emper sebuah rumah ibadah. Patung Buddha gemuk tertawa ada di depan pintu selamat datang. Cat -cat merah terhampar pada rumah dengan gugus bunga teratai di atap kerpusnya .Beberapa orang Biksu lalu -lalang memilin-milin bulatan kayu setanggi ,jubah merah dan kuning nya berkibar di tiuo angin,sementara tangan kanannya terlihat tertekuk di depan dada dan terus menyebut nama Buddha di lubuk hatinya.
Kala segala sesuatunya sudah tak mungkin di harapkan, tempat ibadah itulah satu -satunya harapan. Satu -satunya tempat yang bisa di jadikan pegangan kala seluruh penduduk dunia telah jadi tamak dan tak kenal belas kasihan. Melani memutuskan untuk menginap semalam di rumah ibadat, tentunya dengan sedikit menanggalkan rasa malu. Melani merasa ia memang layak di kasihani untuk saat ini.
Bubur beras dengan kaldu ayam di sajikan untuk siapa pun hamba Tuhan yang kelaparan, termasuk beberapa makhluk tak beruntung itu.Berkali -kali Melani membungkukkan kepala atas terimakasih yang tak terkira pada biksu-biksu Buddha itu. Belum juga keinginan untuk merebahkan tubuh dan memejamkan mata, tiba-tiba Melani mendengar di luar sana ada suara -suara yang begitu ramai, seperti ribuan lebah memenuhi angkasa.
" Ada apa di sana ?", tanya Melani hanya bisa melihat kelebatan para Biksu dan pegawai -pegawai kelenteng yang tampak mendekati seorang berjubah hitam dengan baju zirah dan helm besi di kepalanya. Mukanya di tutupi cambang dan kumis seperti semak -semak. Orang itu menunggangi kuda hitam besar yang terus meringkik dan kaki belakangnya mengepulkan debu hitam pekat memenuhi udara.
Pandangan mata Melani terhalang. Akan tetapi, itu tak mengaburkan tekadnya untuk menelisik saksama ada kabar apa yang hendak di sampaikan oleh pria si penunggang kuda hitam. Di lihat dari pakaiannya, orang itu adalah orang istana.
" Kau di saja, Lani ",ujar Li Yun Erl. Ia sudah berada di dekat Melani dan gadis itu melangkah ringan bergegas menghampiri si penunggang kuda yang sedang di kerumuni para biksu dan pegawai kelenteng yang membungkuk menghormat .Li Yun Erl ikut membungkuk. Si Penunggang kuda bicara. Para Biksu dan pegawai kelenteng menundukkan kepala sebagai sebuah etika antara orang istana dan rakyat jelata.
" Permaisuri Huayi meninggal dunia karena sakit. Gubernur Yan tengah berduka. Tetapi, ia tidak bisa lama -lama sendirian, harus di carikan pengganti segera agar hidupnya tidak susah. Pasangan hidup adalah keseimbangan yang menyatukan tulang rusuk kita ", kata pengawal pribadi dari Adipati Yuan.
__ADS_1
" Hamba berduka, tetapi hamba tidak tahu selera Gubernur adalah gadis -gadis desa seperti apa ?Rasa -rasanya tidak ada yang pantas untuk mendampingi Gubernur. Kami semua hanya orang desa yang tak tahu tata krama ",jawab para penduduk desa itu.
" Tak perlu merendah begitu, kalian memang orang rendah ", kata salah seorang dari pengawal pribadi Adipati Yuan.
" Terimakasih. ..Terimakasih. ...Memang itu sebutan yang pantas untuk kami ", kata para penduduk desa itu.
" Dulu kedatanganku ke sini karena kelapangan hati kami.Tapi ,sekarang pintu hati kami telah tertutup oleh noda yang di corengkan pada kami ",elak salah satu dari pengawal pribadi Adipati Yuan.
" Apa maksud, Tuan ?Maafkan pikiran lambat kami yang tidak mampu mencerna ", kata para penduduk desa itu.
" Mata -mata kami mencurigai kematian Gubernur Yan terdahulu yang ganjil. Desa Wu Dai di curigai sebagai sarang pemberontak. Beberapa orang dari kalian tidak puas dengan keputusan istana untuk menampung pada pedagang. Kami sudah berbaik hati memberikan tempat, tetapi tiap tahun kian banyak yang mengajukan tawaran untuk membuka kios sehingga tak semuanya terpenuhi. Beberapa di antara kalian tidak puas dan membokong diam -diam pada kami. Oleh karena itu kami ke sini, mencari pemberontak itu. Kalian jugalah yang harus bertanggung jawab untuk mencarikan pengganti Permaisuri baru ", jawab pimpinan dari para pengawal pribadi Adipati Yuan.
" Kalian benar-benar tak tahu terimakasih. Kalian para Biksu juga percuma mendapatkan jaminan makan dari Istana Adipati Yuan kalau pekerjaan kalian hanya tidur. Mana tanggung jawab kalian untuk mendidik rakyat untuk tunduk pada Istana Adipati Yuan ?", pimpinan lainnya menyerang para Biksu dengan kata sindiran tersebut.
" Hehehe...Tapi, tak apalah, luka kami akan terobati kalau kalian bisa membantu kami mengumpulkan para gadis.Kami pilih mana yang tercantik. Akan kami dandani hingga seperti gadis darah biru. Ku dengar Desa Wu Dai selain menjadi sarang pemberontak juga menjadi sarang gadis -gadis cantik ", kata pengawal lain.
" Ampun, hanya Yang Mulia yang mengetahuinya ", jawab kepala Biksu kuil di kota kecil Wu Dai.
" Baiklah, sekarang jalankan perintah istana Adipati Yuan !Carikan gadis cantik untuk gubernur kalian !",perintah salah satu dari pengawal pribadi Adipati Yuan.
" Ampun, hamba tak bisa melaksanakannya, terlalu berat bagi kami ", jawab para biksu dan pegawai kelenteng.
" Kalau kau tak mau, terpaksa kami turunkan prajurit ", kata pria pemimpin dari para pengawal pribadi Adipati Yuan.
" Demi Buddha Pembawa Belas Kasih, saya takut tindakan kalian akan membawa karma ", kata para biksu di kelenteng kota kecil Wu Dai.
" Ah ,persetan !Kalianlah yang telah memulai tindakan gubernur kami berduka ", tukas para pasukan dari Adipati Yuan.
" Tapi,berita itu belum tentu benar ", tepis para biksu itu.
" Kami lebih percaya pada mata -mata kami daripada mulut manis kalian !Kalian hanya mengaku pengikut Buddha, tapi siapa yang tahu hati kalian lebih culas?!",
hardik pria pimpinan dari para pengawal pribadi Adipati Yuan.
Sehabis perkataan terakhir itu, kudanya meringkik keras . Ketika tali kekang nya di tarik,kaki depan kuda itu terangkat dan mengayun menunjukkan keangkuhan nya. Kuda yang melesat ke depan itu menyibak kerumunan, mencari gadis yang di maksud.
Tapi orang itu terkejut sekali karena seorang gadis desa yang amat cantik jelita sekali sudah berkelebat cepat memenggal kepalanya dengan pedang yang sudah berlumuran darahnya.
Crakkkkkk !!
"Aghhhhhh! Siapa kau sudah berani membunuh pimpinan kami ?Apakah kau tidak takut mati di tangan Adipati Yuan?!",teriak para pasukan pengawal pribadi Adipati Yuan.
Melani sudah tidak bisa tahan untuk menghabisi para pasukan keamanan dan keselamatan Adipati Yuan yang mengancam jiwa rakyat lemah dan menilai para rakyat sebagai pemberontak, jika tidak mematuhi perintah untuk mencari dan menemukan gadis pengganti istri Gubernur Yan.
" Lani ,apa yang telah kau lakukan ini ?Apakah kau ingin kami semua mati karena tindakan mu yang menentang pemerintah daerah Yunan ?", tanya Li Yun Erl pucat sekali melihat Melani berani membunuh pimpinan dari para pengawal pribadi dari Adipati Yuan.
" Nona tolong jangan menambah beban kami ", kata para rakyat di sekitar kuil di kota kecil Wu Dai memucat ketakutan.
" Kalian semua jangan takut karena aku akan melindungi kalian semua dengan nyawa ku ",kata Melani berani sekali.
" Perempuan laknat !!Jangan, jangan kau ini dalang utama pemberontak istana Adipati Yuan! ",hardik para pengawal pribadi Adipati Yuan sudah mengeluarkan pedang mereka untuk menghadapi Melani.
" Uh jangankan kalian semua,aku pun tak gentar dan takut menghadapi Adipati Yuan kalian !!", hardik Melani berkelebat cepat memutar pedang rampasan nya di sekitar para pengawal pribadi Adipati Yuan yang berada di atas kuda mereka.
Wuttttt !!
Trangggggg !!!
Trangggggg !!!
Trangggggg !!!
Trangggggg !!!
Trangggggg !!!!
Trangggggg !!!!!
Para pengawal pribadi Adipati Yuan terperanjat kaget sekali karena pedang milik mereka semua telah patah di serang oleh gadis desa aneh itu.
Melani tidak memberikan mereka kesempatan untuk hidup lebih lama lagi karena Melani sudah berkelebat cepat memenggal sejumlah para pengawal pribadi dari Adipati Yuan tanpa ampun lagi.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
"Nona kau telah membunuh mereka semua di kelenteng kami ,kau hanya akan membuat masalah yang akan menjadi bencana besar bagi kami semua karena kami akan menjadi pelampiasan kemarahan Adipati Yuan ", kata para penduduk kota kecil Wu Dai.
" Aku tidak akan membiarkan terjadi sesuatu kepada kalian semua,aku adalah seorang Permaisuri dari Kaisar Tang Agung, maka kalian semua akan terlindungi oleh ku ",kata Melani dengan nada berwibawa sekali.
" Ahh atas dasar apa kau bisa membuktikan bahwa kau adalah Permaisuri Kaisar Tang Agung ?", tanya pria tua yang menjadi pegawai kelenteng tersebut.
Dan, semua orang melihat ke arah Melani untuk membuktikan ucapannya bukan omong kosong belaka begitu juga dengan Li Yun Erl yang merasa kecewa karena Melani membongkar jati dirinya sebagai seorang Permaisuri Kaisar Tang Agung, maka ia tidak bisa menjodohkan Melani kepada Gubernur Yan untuk mengubah nasib Li Yun Erl.
Melani juga tidak tahu bagaimana cara dia bisa membuktikan ucapannya itu, tapi sekelompok orang gagah perkasa datang dengan sangat berani sekali dan amat berkarisma sekali, dan sekelompok orang itu adalah Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang memang sedang mencari Melani yang sudah di selidiki oleh para Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti di sekitar lokasi tersebut.
" Hormat kami kepada Paduka Permaisuri Melani ", sapa Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti bersujud hormat kepada Melani.
" Tuan Besar Wu ", kata Melani terharu dengan penyambutan yang sangat hebat dan berarti baginya untuk membuktikan ucapannya kepada semua orang yang berada di kelenteng itu demi menyelamatkan rakyat Yunan.
" Ayo siapa lagi yang berani meragukan ucapan Permaisuri Melani ,maka aku akan menghukum mati kalian semua,dan satu lagi barang siapa yang tidak beri hormat dengan sujud kepada Permaisuri Melani, maka aku juga akan hukum mati orang itu ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dengan nada tinggi dan wibawa.
Mendengar ucapan pria gagah perkasa yang membawa pasukan keamanan dan keselamatan Kekaisaran Tang Agung telah berhasil membuat semua orang di kelenteng kota kecil Wu Dai bersujud hormat kepada Melani dengan patuh dan taat.
" Hormat kami kepada Paduka Permaisuri Melani !!", sahut para penduduk kota kecil Wu Dai sujud kepada Melani.
" Paduka silakan anda naik ke atas punggung kuda coklat milik hamba dan anda bisa kembali ke Istana Kekaisaran Tang Agung bersama para Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti ",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah menyiapkan kuda pilihan untuk Melani.
" Tapi..Masalah di sini bagaimana ?", tanya Melani sebelum ia naik kuda .
" Biar hamba yang menyelesaikannya untuk anda dan semua rakyat di sekitar kota Wu Dai ", jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dengan nada tenang.
" Ya baiklah, terimakasih tuan besar Wu ",kata Melani sudah memacu kudanya ke arah selatan sesuai petunjuk dari anggota Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang mengawalnya dengan ketat.
Sementara itu Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah berkelebat cepat menuju ke Istana Adipati Yuan untuk mencari tahu kebenarannya dari masalah hidup dari Gubernur Yan yang melibatkan banyak sekali masyarakat yang menderita karena hal istri pengganti nya.
__ADS_1