
Setelah berjalan beberapa lama untuk bisa memasuki kawasan lembah sedang, rombongan dari Chen Si Lei harus melalui proses perjuangan dan perjalanan ke sana dengan berbagai macam rintangan dan tantangan yang dihadapi oleh Chen Si Lei dan rombongan nya.
"Sampai kapan kita bisa keluar dari kawasan wilayah barat dalam Tionggoan ini dan kita harus melewati sungai Yang tse yang berakhir di kota besar Hai",kata Si Tangan Sakti pada suatu hari di tempat beristirahat mereka semua.
"Ya kita harus sabar menunggu untuk di Kota besar Hai",kata Chen Si Lei duduk di lantai kuil kosong di kaki Gunung Yan.
"Tergantung arah kita selanjutnya benar atau salah dan jangan -jangan kita bisa keluar dari Tionggoan di Pintu Naga Langit Selatan",kata Er Lin bersandar pada Erl Hong.
"Atau kawasan tengah Tionggoan ", kata Ling Long duduk di dekat Chen Si Lei.
"Atau Timur Tionggoan ",kata Putri Yi Yi duduk di dekat Putri Tian Erl dan Putri Ah Chiu serta Putri Xin Ru.
"Atau Timur Laut Tionggoan ", jawab Xiao Yan Li duduk di dekat Fei Yang.
"Atau Utara Tionggoan ", jawab Pu Tui tertawa halus.
"Hahahaha hahahaha yang penting kita semua bisa bahagia dan taklukkan apa pun yang kita hadapi bersama ", kata Chen Si Lei menyentuh halus rambut halus dan lembut Ling Long.
"Paduka malam ini Anda ingin makan malam apa ?", tanya Kasim Chang Sin .
"Apa saja yang penting bisa di makan",jawab Chen Si Lei halus pada Ling Long.
"Hamba yang bertanya kepada Anda bukan Selir Ling Long",kata Kasim Chang Sin menghela napas di abaikan oleh Chen Si Lei.
"Di dekat sini ada sungai kecil kan??",tanya Er Lin segera berdiri.
"Ya betul ", jawab Tse Tu segera mengikuti langkah Selir Er Lin .
"Kita memancing ikan saja ", kata Er Lin berlari keluar dari kuil kosong di ikuti oleh Tse Tu sebagai tugasnya dari kode Chen Si Lei berikan kepada pria itu.
"Aku akan mencari kayu bakar untuk membantu Er Lin ", kata Xiao Yan Li berjalan keluar dari kuil kosong juga di ikuti oleh Si Tangan Sakti.
"Kita juga harus siapkan peralatan makan dan minum ", kata Fei Yang dan Erl Hong serta Pu Tui dan mereka juga di ikuti oleh Dewa Langit Barat .
"Suhu kami akan bersihkan kamar tidur untuk Anda dan para Ibu Guru Selir",kata Ning Yi sudah mengajak Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti lain nya ke dalam ruangan kuil kosong di bidang dalam.
Sedangkan Nenek Xu serta sepuluh Bidadari Mata Langit Rajawali Emas Sakti, mereka semua sudah sibuk untuk menyiapkan perlengkapan mandi dan pakaian tidur untuk malam ini terutama untuk para Selir Chen Si Lei, dan khusus untuk Chen Si Lei di siapkan oleh Kasim Chang Sin.
Di aula utama di dalam kuil kosong, Chen Si Lei sibuk mendengarkan percakapan antara Putri Yi Yi dan Putri Tian Erl serta Putri Ah Chiu dan Putri Xin Ru di sudut lain bersama Ling Long yang sepertinya sedang bahas tentang giliran siapa yang akan menemani Chen Si Lei tidur.
Chen Si Lei menggeleng -geleng kepala mendengar percakapan para selir nya itu, dan pendengaran Chen Si Lei yang sangat tajam bisa mendengar pergerakan dari arah timur kuil kosong,maka Chen Si Lei berkelebat cepat keluar dari kuil kosong untuk melihat ada apa di lokasi bagian dari timur kuil kosong itu.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Chen Si Lei hinggap di sebuah pohon besar dan mengamati pertarungan antara dua kubu yang di pimpin oleh seorang Pendeta Tao bersama lima belas murid melawan seorang sakti memakai pakaian lambang tikus bersama lima belas murid.
"Ketua Kun Lun Pai mundurlah kau dari pertemuan para penguasa dari lembah sedang ", kata seorang pria sakti berlambang tikus.
"Bedebah Khu laknat kau dan Sekte mu yang harus musnah dari dunia ini agar di lembah sedang mendapatkan ketenangan dan kedamaian",kata Ketua Sekte Kun Lun Pai.
"Suhu ..",kata murid Sekte Kun Lun Pai berlari cepat ke tempat pertempuran itu.
"Ah Tao ada apa ?", tanya para Suheng dan Suci nya.
"Sumoi telah tertawan oleh Penjahat Lembah Sedang",jawab pria bernama Ah Tao .
"Celaka kita harus segera menyelamatkan Jing Yi Sumoi ", kata para murid Sekte Kun Lun Pai cemas.
"Hahahaha hahahaha terlambat untuk menyelamatkan Sumoi kalian yang amat cantik jelita itu karena Penjahat Lembah Sedang sangat menyukai wanita cantik dan tentu saja sudah di jadikan selir Ketua Penjahat Lembah Sedang",ejek dari Sekte Tikus Sakti.
"Kurang ajar mulut kalian itu!!",hardik Ah Tao marah menyerang ganas orang dari Sekte Tikus Sakti.
Wuttttt !!
Plakkkk !!
Dessssssss !!
Ah Tao sangat hebat menerjang lawannya dengan ilmu pukulan hawa sakti Kun Lun Pai tetapi lawannya juga sakti sehingga mereka berdua seimbang.
"Kurang ajar !!",teriak Ah Tao lagi.
Wuttttt !!
Plakkkk !!
Dessssssss !!
kembali mereka berdua mengadu ilmu pukulan hawa sakti sesuai dengan ilmu khas mereka masing - masing dan keduanya terpental .
"Aghhhhh !!", teriak mereka berdua terjatuh ke arah yang berlawanan.
Sementara itu pertandingan antara Guru mereka melawan Kakek Ketua Sekte Tikus Sakti masih berlanjut dengan hebat sehingga Chen Si Lei yang mengamati jalan pertandingan tersebut di atas pohon besar menjadi lupa dengan rombongan nya berada di kuil kosong.
Syutttttttttt !!
Plakkkk! !
Dessssssss !!
__ADS_1
Kedua orang Kakek tua sakti mengadu ilmu mukjizat mereka dan akibatnya sinar ledakan keras dari kedua telapak tangan mereka menggetarkan tanah mereka .
"Koko Lei Lei di mana kamu",suara lengkingan halus dari para selir nya dari kuil kosong terdengar oleh Chen Si Lei.
"Ada orang di dalam kuil kosong kaki gunung Yan",kata salah seorang dari Sekte Sesat Tikus Sakti.
"Suara para wanita sangat cantik jelita sekali ", kata salah seorang dari anggota Sekte Sesat itu lagi.
"Yuk kita ke sana ", kata mereka semua dengan nada senang sekali bisa bertemu dengan wanita cantik yang bisa mereka permainkan sesuka hati mereka.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Wuttttt !!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak para pengikut Sekte Tikus Sakti tewas dalam serangan maut dari Chen Si Lei yang sudah menghadang mereka menuju ke arah kuil kosong.
"Pendekar Rajawali Emas Sakti. .!!",teriak anggota lain dari Sekte Tikus Sakti lari ketakutan dan kembali ke arah Ketua mereka berada.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti sudah berkumpul bersama di tempat Chen Si Lei berada di luar arah menuju ke kuil kosong.
"Kalian semua selamatkan Sekte Kun Lun Pai di tengah kaki gunung Yan dari pihak Sekte Tikus Sakti",perintah Chen Si Lei kepada para pengikut setia nya.
"Siap Paduka ", sahut para pengikut setia nya serentak.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Chen Si Lei sudah berada di dalam kuil kosong untuk menjaga keamanan dan keselamatan para Selir nya yang sudah menunggunya untuk makan malam .
"Wah enak sekali makanan makan malam ini",puji Chen Si Lei halus pada para selir nya itu.
"Bagaimana dengan minumannya ?", tanya mereka semua suara halus dan manja
"Segar sekali ", puji Chen Si Lei tersenyum lembut sekali kepada mereka semua.
"Terimakasih banyak pujian nya untuk kami Koko Lei Lei ", jawab para Selir nya.
Setelah mereka selesai makan malam, Kasim Chang Sin membantu Chen Si Lei untuk persiapan malam hari yaitu mandi dan sebagainya.
"Paduka silakan beristirahat dengan nyaman",kata Kasim Chang Sin keluar dari kamar .
Chen Si Lei sudah berpakaian tidur dengan melihat Selir Xiao Yan Li sudah datang ke dalam kamar nya, dan Selir Xiao Yan Li sudah memakai pakaian tidur sutra halus untuk membantu kenyamanan tidur dari Pangeran Si Lei ini.
"Selamat malam Koko Lei Lei ", sapa Selir Xiao Yan Li beri hormat kepada Chen Si Lei.
Chen Si Lei membuka pakaian tidur sutra Selir Xiao Yan Li dan membaringkannya di tempat tidur, lalu Chen Si Lei mencium wanita yang berada di bawah tubuhnya dan melakukan ritual tidurnya dengan nyaman dan kehangatan serta penuh kasih sayang serta kelembutan dari Selir nya persembahkan untuk nya seorang.
Tengah malam atau menjelang subuh,Selir Xiao Yan Li tertidur pulas di pelukan Chen Si Lei yang merasa senang sekali mendapatkan pelayanan istimewa dari Selir Xiao Yan Li ini,dan hati Chen Si Lei pun tahu bahwa setiap wanita sangat suka sekali kehangatan dan kenyamanan tidur di dalam pelukan nya.
"Sekali milik ku selamanya adalah milik ku",suara lain dari arah barat kuil kosong menyadarkan Chen Si Lei tentang hal lain di luar kuil kosong.
"Jangan pernah sentuh aku !!Atau ku bunuh kau!!",jerit seorang wanita muda dari arah itu.
"Kasim Chang Sin ", panggil Chen Si Lei dari kamar tidur dalam kuil kosong.
"Ya Paduka ", sahut Kasim Chang Sin datang ke dalam kamar tidur Chen Si Lei.
"Jaga kamar. Aku ada urusan sebentar",perintah Chen Si Lei kepada Kasim nya.
"Siap Paduka ", sahut Kasim Chang Sin patuh.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Chen Si Lei sudah lenyap sambil berpakaian lengkap dan berada di atas genteng salah satu rumah penduduk yang sudah tidak terpakai lagi.
Di sana ada seorang gadis remaja berusia lima belas tahun sedang berusaha keras untuk mempertahankan kesuciannya dari seorang pria berwajah sadis dan tubuh besar yang sedang berusaha keras untuk mendapatkan gadis itu yang di duga adalah orang Sekte Kun Lun Pai yang bernama Jing Yi .
"Pergi kau....!!",jerit gadis itu ketakutan.
"Hehe semakin kau marah kau semakin cantik dan menarik Nona Jing Yi ",Pria itu semakin buas dan ganas dari sorotan mata.
"Aghhhhhh !!Jangan !!", teriak gadis itu sangat pria itu menubruk dirinya.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menyambar genteng rumah kosong itu yang lalu dia lemparkan ke arah leher pria yang sedang ingin berniat keji terhadap seorang gadis baik -baik dan tepat waktu sehingga Chen Si Lei berhasil membunuh pria itu.
"Aghhhhhh !!", jerit gadis itu semakin ketakutan saat pria itu sudah menjadi mayat terjatuh ke atas tubuhnya.
Wuttttt !!
Dukk!!
Chen Si Lei menendang jasad itu dan gadis itu terjatuh pingsan seketika sehingga Chen Si Lei harus menggendong nya dan membawanya kabur dari rumah itu.
__ADS_1
Brrrrrrrrrrrrr !!
Setibanya Chen Si Lei di Kuil kosong, para pengikut nya sudah datang bersama Ketua Sekte Kun Lun Pai dan sejumlah murid nya.
"Pendekar Rajawali Emas Sakti ", kata Kakek Ketua Sekte Kun Lun Pai menjura hormat kepada Chen Si Lei.
"Ketua Kun Lun Pai ", kata Chen Si Lei menjura hormat kepada Ketua Sekte Kun Lun Pai.
"Suhu...",panggil gadis murid Kun Lun Pai keluar dari kamar lain bersama Wu Min.
"Jing Yi..Wu Min..ternyata kalian juga di selamatkan oleh Pendekar Rajawali Emas Sakti ", kata Ketua Sekte Kun Lun Pai senang sekali bisa bertemu dengan dua orang murid perempuannya lagi.
"Iya Suhu",jawab Wu Min menunduk untuk sembunyikan wajah merona nya dari Chen Si Lei dan Ketua Sekte Kun Lun Pai.
"Iya Suhu tengah malam tadi teecu di selamatkan oleh Pendekar Rajawali Emas Sakti dari Ketua Penjahat Lembah Sedang",jawab Jing Yi berdebar kencang saat beradu pandang dengan Chen Si Lei yang berwajah biasa saja.
"Terimakasih banyak atas pertolongan mu kepada kedua orang murid perempuan ku serta kepada ku karena kau telah mengirimkan Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti untuk membantu ku mengatasi Sekte Tikus Sakti ",kata Kakek Ketua Sekte Kun Lun Pai menjura hormat kepada Chen Si Lei.
"Sama-sama Locianpwe ", kata Chen Si Lei menjura hormat kepada kakek itu.
"Paduka sarapan pagi sudah siap",kata Nenek Xu melaporkan kepada Chen Si Lei untuk menjamu tamunya.
"Locianpwe dan para sahabat, marilah kita sarapan pagi bersama seadanya di kuil kosong sederhana ini",kata Chen Si Lei ramah pada mereka semua.
"Terimakasih banyak Pendekar Rajawali Emas Sakti ", jawab Kakek Ketua Sekte Kun Lun Pai ramah.
Mereka semua mengikuti langkah Chen Si Lei dan Kakek Ketua Sekte Kun Lun Pai untuk sarapan pagi di ruang lain.
Setelah mereka semua sarapan pagi, Chen Si Lei dan Ketua Sekte Kun Lun Pai bahas masalah pertemuan para penguasa dari lembah sedang yang akan di adakan di atas puncak gunung Yan dan pertemuan itu akan dilakukan pada hari kelima belas bulan ini.
"Baiklah aku akan datang ke pertemuan tersebut untuk membantu Sekte Kun Lun Pai dapatkan hak nya ", kata Chen Si Lei ramah.
"Terimakasih banyak Pendekar Rajawali Emas Sakti ",kata Kakek Ketua Sekte Kun Lun Pai senang sekali atas keramahan Chen Si Lei.
Sedangkan para Selir Chen Si Lei sedang menemani para murid wanita dari Sekte Kun Lun Pai bersama Wu Min dan Jing Yi .
"Gunung Kun Lun Pai berada di bagian selatan kawasan lembah Sedang",kata Wu Min senang sekali bercerita tentang Kun Lun Pai.
"Ada apa di gunung Kun Lun ?", tanya Putri Yi Yi ingin tahu.
"Ada banyak sekali tempat menarik dan menyenangkan di Gunung Kun Lun kami atau tepatnya di perguruan kami",jawab Jing Yi ramah kepada para Selir Chen Si Lei.
"Wahhhhhhh kami jadi ingin berkunjung ke sana",kata para Selir Chen Si Lei baik hati dan lembut.
"Ya ber kunjunglah ke gunung Kun Lun kami dan kami akan sangat senang sekali bisa di kunjungi oleh para Nyonya Selir Pendekar Rajawali Emas Sakti",kata Jing Yi suka sekali dengan keramahan dan kelembutan Para Selir Pendekar Rajawali Emas Sakti ini.
"Panggil kami Selir saja karena kami belum bergelar Nyonya Selir",kata Selir Erl Hong ramah.
"Oh begitu rupanya siapa diantara Paduka Selir yang bergelar Nyonya Selir atau Selir Agung serta Nyonya Muda ?", tanya Jing Yi ingin tahu dan berharap dia bisa dapatkan gelar Nyonya Selir atau Nyonya Selir Agung.
"Belum ada ", jawab Er Lin jujur.
"Oh begitu rupanya",kata Jing Yi tersenyum ramah pada Er Lin.
"Para Putri adalah Nyonya Selir dan Ling Long itu Nyonya Selir Agung,kalau aku Nyonya Muda ", jawab Er Lin menunjuk kepada para wanita lain milik Chen Si Lei.
"Selir Agung Ling Long ", kata Jing Yi terkejut melihat seorang wanita agung di sisi kanan Chen Si Lei yang sedang berbicara serius dengan Ketua Sekte Kun Lun Pai di ruang dalam kuil kosong.
"Siapa saja Putri itu yang bergelar Nyonya Selir ?", tanya Jing Yi ingin tahu saat ia bicara berdua dengan Nyonya Muda Er Lin.
"Yang baru aku kenal adalah Putri Yi Yi, Putri Tian Erl, Putri Ah Chiu dan Putri Xin Ru sedangkan Putri lainnya yang katanya sudah berada di Istana Kekaisaran Tang ,aku sama sekali belum kenal",jawab Nyonya Muda Er Lin jujur.
"Berarti masih banyak Putri hebat lainnya yang akan menjadi saingan ku suatu saat nanti",kata Jing Yi dalam hatinya.
"Lalu Pu Tui itu gelar apa ?", tanya Jing Yi menunjuk ke gadis jelita yang sedang membaca buku pengobatan.
"Dia lain lagi dan gelarnya adalah Tabib pribadi Pangeran Si Lei ", jawab Nyonya Muda Er Lin sambil mengunyah permen gula manis.
"Erl Hong, Fei Yang dan Xiao Yan Li gelar mereka adalah sama dengan ku,yaitu Nyonya Muda tapi kini Xiao Yan Li naik gelar menjadi seorang Selir Xiao Yan Li karena sudah melayani tidur Pangeran Si Lei ", kata Nyonya Muda Er Lin lagi.
"Oh begitu rupanya, bagi wanita yang belum pernah di sentuh oleh Pangeran Si Lei status masih seorang Nyonya Muda biasa saja" kata Jing Yi paham tentang istilah para wanita milik Pendekar Rajawali Emas Sakti itu.
"Iya mungkin juga tapi ya aku tidak tahu, karena urusan itu adalah tugas Kasim Chang Sin yang mendapatkan perintah dari Permaisuri Ling di Istana",kata Er Lin lagi santai saja.
"Hhhh sulit sekali bisa mencapai target ku tapi aku tak pernah menyerah sampai aku bisa mendapatkan gelar Permaisuri Tang berikutnya dengan aku bisa dapat cinta dari Pangeran Si Lei itu sendiri",kata Jing Yi pada dirinya sendiri.
Chen Si Lei sudah melihat isi hati dari gadis itu sejak awal jumpa subuh tadi,maka ia tidak pernah berhenti untuk mengamati perkembangan dan perilaku dari gadis itu, dan Chen Si Lei tidak akan pernah membiarkan gadis itu mendapatkan apa yang di inginkan gadis itu darinya .
"Karena cinta ku hanya milik Ling Long seorang setelah Mung Fan ku tiada dan cinta ku hanya bisa di miliki oleh gadis yang sangat besar dan penting dalam hidup ku ", kata Chen Si Lei tersenyum sendiri memikirkan hal ini.
"Baiklah besok kita berangkat ke puncak gunung Yan",kata Chen Si Lei pada hari itu membuat keputusan menanggapi masalah gunung Yan pada Ketua Sekte Kun Lun Pai.
"Terimakasih banyak Pendekar Rajawali Emas Sakti",jawab Ketua Sekte Kun Lun Pai merasa senang sekali mendapatkan teman baik seperti Pendekar Rajawali Emas Sakti.
Maka sesuai dengan keputusan pada hari itu,rombongan dari Chen Si Lei pun bisa melanjutkan perjalanan ke gunung Yan bersama Sekte Kun Lun Pai pada hari berikutnya, dan hal ini menyenangkan hati bagi Nona Jing Yi untuk bisa dekati Chen Si Lei selama perjalanan menuju ke gunung Yan.
Tetapi para Selir Chen Si Lei serta Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti selalu ada di sekitar Pangeran Si Lei itu ,apalagi Si Nyonya Selir Agung Ling Long yang selalu berjalan atau duduk di dekat Pendekar Rajawali Emas Sakti sehingga Jing Yi susah mendapatkan kesempatan emas untuk bisa mendekati pujaan emas nya itu.
"Huh sebal",geram gadis itu kesal sendiri.
__ADS_1
Chen Si Lei pura -pura tidak tahu sedangkan para wanita nya pun memang tidak tahu apa -apa tentang persaingan di dalam dunia para wanita yang sedang di hadapi oleh seorang wanita ambisius tingkat tinggi,tapi para Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti sudah mengetahui hal ini dengan cepat dan tepat ,maka Chen Si Lei pun tahu strategi para Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti dan Laskar Bunga Rajawali Emas Sakti yang menjaga dia di setiap waktu dan tempat mereka berada.