
Sesudah melewati terowongan usus yang tak ada cahaya sama sekali ,kini Chen Si Lei dan para sahabatnya tiba di terowongan selanjutnya yakni terowongan lembah ginjal.
Sesuai namanya maka terowongan satu ini penuh dengan cairan superlengket dan berbau limpa yang sangat pekat sampai mereka semua harus menutup indera penciuman mereka dengan ilmu mukjizat mereka masing -masing.
"Astaga jalanan yang akan kita lalui di terowongan ini semuanya adalah cairan superlengket dan bau sekali ",Kata Bai Bai salah satu anggota Laskar Walet Rajawali Emas Sakti yang berjalan paling kiri di antara rombongan Chen Si Lei lainnya.
"Ya karena ini adalah terowongan lembah ginjal yang sudah busuk sekali dan pemiliknya harus segera kita ketahui dan musnahkan secepatnya untuk membalasan kita berada di tempatnya",Kata Sun Huai Si Kera Sakti yang superlincah dan liar tapi sangat perhatian terhadap semua sahabatnya dan ia maju lebih dulu untuk menghancurkan cairan superlengket dan bau itu dengan hawa sakti tujuh udara surgawinya.
Brushh!!
Blarr!!
"Sun Huai kau memang paling cekatan dalam atasi masalah di depan kita",Puji para sahabatnya usai jalanan bersih dan wangi aroma pisang segar dan manis.
"Ilmu Aroma Pisang mu sudah sampai tingkat berapa?", Tanya Lao Gu yang bertugas untuk gunakan indera penciuman saktinya untuk antisipasi keamanan dan keselamatan mereka di dunia Iblis.
"Tingkat lima belum sampai tingkat sepuluh Surgawi yang artinya aku bisa gunakan aroma pisang Nirvana di setiap kehadiranku " ,Jawab Sun Huai dengan nada riangnya yang menutupi rasa sedih karena ia belum terlalu istimewa di dunia Nirvana.
"Ah setidaknya kau sudah sangat hebat dalam memberikan kami aroma napas yang segar di tempat bau seperti ini",Kata para sahabatnya memberinya semangat dan percaya diri akan diri nya bisa lebih baik lagi usai menyelesaikan misi nya kali ini bersama para sahabatnya.
"Ya kau sudah lebih hebat dari ku..Aku hanya manusia biasa yang sedikit lebih aneh saja dari manusia lainnya",Ujar Chen Si Lei yang akhirnya membuat Sun Huai tersenyum riang dan hatinya riang kembali.
"Ah kau bisa saja Lian Hua ,kau memang seorang makhluk yang aneh sekali tapi aku sangat suka sekali bersahabat denganmu,kawan",Kata Sun Huai riang.
"Ya sama -sama makhluk aneh ya kita harus saling dukung satu sama lain untuk kemajuan kita bersama",Sahut para sahabat lainnya.
"Ya sudah..Mari kita lanjutkan lagi misi kita",Kata Lao Hu salah satu dari Laskar Dua Belas Shio Rajawali Emas Sakti dengan nada yang sangat semangat sekali.
"Iya..Ayooo..Semangatt...!!",Seru mereka semua dan berjalan bersama-sama menuju ke sebuah tempat yang mirip dengan batu tak bernyawa.
"Emm mata sakti ...Tunjukkan siapa batu tak bernyawa itu!!",Teriak Erlang menggunakan mata saktinya untuk melihat batu tak bernyawa di depan mata mereka semua yang mulai terbiasa di tempat tak bercahaya itu.
__ADS_1
Lalu terlihatlah batu tak bernyawa itu yang berubah menjadi sosok ulat raksasa warna hitam yang memiliki sengatan tajam dan berracun yang sangat mematikan dan mengancam keselamatan mereka.
"Selamat datang kepada pasukan para Dewa Bodoh ..Aku Siluman Ulat bulu hitam penunggu lembah ginjal sudah menanti kehadiran kalian di sini..!!",Suara Siluman Ulat bulu hitam sangat dingin dan mencekam.
"Aku lah yang akan menghadapi ulat menjijikan !!", Sahut Lao Ji Dewa Ayam Emas Sakti sudah maju untuk menghadapi Siluman Ulat bulu hitam Sang Penunggu lembah ginjal.
"Baik ,mari hadapi aku..Dewa Ayam tolol !!",Hardik Siluman Ulat Bulu Hitam sudah menggerakan ekor nya untuk menghantam Lao Ji yang dengan cepat melompat dan dengan gerakan kepakan sayap ayam emas nya.
Lao Ji meluncur cepat dan mengibaskan sayap ayam emasnya menghantam hancur Siluman Ulat Bulu Hitam yang melengking kaget karena sinar emas membutakannya dan ia pun hancur tak tersisa lagi.
Blashh!!
Blarr!!
"Lao Ji kau hebat sekali ",Puji para sahabatnya serentak.
"Terimakasih para sahabatku",Jawab Lao Ji sangat bergembira berhasil menunjukan kemampuan diri nya di hadapan para sahabatnya dan ia sekali lagi menggerakan sayap ayam emas nya menghancurkan terowongan lembah ginjal.
Wush!!
"Wahh kita terbebas dari terowong lembah ginjal yang sangat bau itu",Seru para Laskar Bunga Phoeny Rajawali Emas Sakti ramai sekali bersorak di sekitar Chen Si Lei dan kawan -kawannya.
"Tunggu duri apa di arah kejauhan sana ?",Tanya Yan Hung menunjuk ke arah pintu masuk lorong atau terowongan selanjutnya yang semakin gelap saja.
"Duri tangan dan kaki capung ",Jawab Chen Si Lei sudah mendengar suara dengungan sayap capung beterbangan di ujung jalan menuju ke terowongan nomor empat.
"Roh capung tingkat tiga yang melayang ke arah kita ",Kata Ning Sa Ni melayang maju dengan gadis itu membuat satu garis lurus melintang di bawah dadanya dan ia membuat gerakan lambat seperti gaya orang mengusir sesuatu tapi akibat perbuatan Dewi Rubah Ungu ini.
Roh capung tingkat tiga hancur berantakan hingga lenyap bagai serbuk pasir yang terhempaskan oleh angin yang sangat hebat dan memiliki satu kekuatan yang mematikan.
Wush!!
__ADS_1
Blaar!!
"Sa Ni kau sungguh mengagumkan kami semua ", Puji para sahabatnya serentak dan Ning Sa Ni menoleh ke arah Chen Si Lei yang memujinya dengan senyuman memberinya semangat.
"Mari kita lanjutkan dengan memusnahkan duri tangan dan kaki capung tingkat tiga ",Kata Hong Erl maju menggunakan ilmu api suci menara surgawi tingkat satu melalui satu jari telunjuknya membuat lingkaran api dan ia lemparkan ke arah jalanan berduri di hadapan mereka.
Wushh!!
Brushhh!!!
Jalanan terbakar hangus hanya waktu nol koma satu detik saja namun kembali mulus usai Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat air gunung Shimen melalui gerakan kipas saktinya dan air pun berhamburan di jalanan itu.
Bress!!
Dan menjadi kering usai Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat matahari sakti dengan kipas sakti membuat cahaya matahari yang sangat terang dan hangat.
Wushh!!
Blashh!!
"Wahh kenapa tidak dari awal saja kau gunakan ilmu cahaya matahari yang bisa membuat kita melihat dengan bebas dan aman di tempat gelap seperti ini?",Lao Gu menanyakan dengan nada sedikit kesal karena keterlambatan Chen Si Lei membantu mereka.
"Aku baru ingat usai aku makan pil buah persik langit milik Ibu Suri Langit",Kata Chen Si Lei yang menatap Lao Gu dan para sahabatnya dengan minta maaf atas keterlambatannya berpikir di tempat gelap.
"Ah kau benar-benar seorang manusia biasa yang kadang suka lambat dalam berpikir dan bertindak jika sudah lapar dan haus serta lelah dan kau mengantuk",Kata Kasim Liong menghela napas.
"Ya maaf ",Kata Chen Si Lei menguap dengan menutup mulutnya dengan saputangan miliknya sendiri.
"Koko kau tidurlah dahulu biar kami menjaga mu dan mereka mengawasi pergerakan para musuh kita",Kata Pai Su Su maju dan menaruh kepala Chen Si Lei di bahunya.
"Terimakasih",Ucap Chen Si Lei tertidur pulas dengan cepat usai kepalanya bersandar pada bahu Pai Su Su.
__ADS_1