Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti

Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti
Pegunungan Hoa San.


__ADS_3

Pada suatu siang hari rombongan dari Chen Si Lei telah tiba di pegunungan Hoa San yang sangat indah sekali dan wangi semerbak bunga -bunga di awal musim panas dan membawa kesejukan hati mereka yang mengagumi keindahan alam karya Tuhan ciptakan untuk seluruh makhluk hidup di dunia ini.


Suara gemerincing lonceng yang berasal dari gelang tangan kiri Sin Yue Qing terdengar riang gembira membuat hati Chen Si Lei menjadi turut riang gembira bersama gadis lincah dan jenaka itu yang kini menggunakan topi jerami untuk menutup wajahnya dari terik matahari pada siang hari itu.


" Di manakah tudung dan cadar sutra warna hijau mu ?", tanya Chen Si Lei yang sudah turun dari kudanya untuk berjalan bersama gadis itu menuju ke atas puncak gunung Hoa San.


" Hilang ", jawab gadis itu berjalan dan mendaki gunung Hoa San dengan Chen Si Lei yang membantunya untuk naik ke setiap langkahnya .


" Nanti aku ganti yang baru dan lebih bagus dari waktu lalu ", kata Chen Si Lei di sisi gadis itu.


"Berapa lama lagi kita akan sampai di puncak gunung Hoa San ?", tanya Sin Yue Qing yang baru saja nyaris tersandung akar pohon saat ia akan melangkah maju ke jalan berikutnya.


"Ya dua atau tiga hari lagi. Ayo sebaiknya kamu naik ke punggung ku untuk kau bisa aman",kata Chen Si Lei sudah meminta gadis itu untuk naik ke punggungnya


"Terimakasih,Gege ", jawab Sin Yue Qing melompat ke punggung Chen Si Lei yang segera menggunakan ilmu ginkang rajawali emas sakti menuju arah berikutnya sebagai arah menuju ke Sekte Hoa San Pai.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya mengikuti langkahnya di belakangnya, dan ada beberapa orang Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang menunggu di bawah gunung untuk menjaga kuda -kuda mereka selama Chen Si Lei dan kawan-kawan nya yang lain mendaki gunung Hoa San.


Di tengah jalan atau lebih tepatnya di kawasan bunga rumput kuning dan aliran sungai kecil yang menjadi batas jalan berikutnya. Mereka melihat bahwa ada dua orang murid Sekte Hoa San Pai sedang bertarung melawan para pasukan yang berpakaian serba kuning krem .


" Sekte Sesat apa lagi yang sudah berani mengganggu teman -teman kita dari Sekte Hoa San Pai ?", tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao mengenal dua orang muda yang sedang bertarung itu.


" Entahlah sekte sesat apa pun itu, kita harus menghabisi mereka dan menolong kedua murid Sekte Hoa San Pai ", jawab Chen Si Lei sudah memerintahkan para pasukannya untuk menghabisi para Sekte Sesat yang sedang bertarung sengit melawan dua orang muda dari Sekte Hoa San Pai.


Wuttttt !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg! !


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Terjangan dahsyat dari Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang di pimpin oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Pendekar Dewa Obat Sakti Teng Jin telah berhasil mengejutkan hati para pasukan Sekte Sesat burung Kuning dan Sekte Sesat Bunga Kuning yang menyerang kedua orang muda Sekte Hoa San Pai yang bernama Hu Jintao dan Xi Shang Chai.


" Siapa kalian yang sudah berani mengganggu urusan kami dengan kedua orang murid Sekte Hoa San Pai ?!", salah satu dari anggota Sekte Sesat burung kuning dan bunga kuning bersamaan.


"Kami adalah Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti",jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao tajam.


" Oh rupanya para pasukan dari Pendekar Rajawali Emas Sakti yang sudah berani mengganggu urusan kami",kata salah seorang dari anggota Sekte Sesat burung kuning tersenyum merendahkan para Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.


" Ya, lalu kalian mau apa?!",Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan goloknya membabat habis kepala pria yang bertanya dengan sikap sombong kepadanya.


Crakkkkkk !!


"Agh kakak !!",teriak para anggota Sekte Sesat burung kuning terkejut sekali karena Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao telah membabat habis kepala saudara mereka dengan sekali tebasan saja.


"Kenapa kalian berteriak dan terkejut begitu setelah kalian semua bersikap tidak sopan kepada kami sebagai para pasukan Pendekar Rajawali Emas Sakti",jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah memberi kode kepada para Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang turun tangan untuk menghadapi para musuh tersebut.


Singggggg !!


Para pasukan Sekte Sesat burung kuning dan bunga kuning sudah mengeluarkan pedang mukjizat sesat mereka masing - masing untuk menghadapi para Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang sudah menggerakkan senjata mereka masing - masing juga.


Wushhh!!


Cranggg !!


Para pasukan Sekte Sesat burung kuning dan bunga kuning menyerang senjata tajam para Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti dengan keganasan mereka yang mengejutkan hati Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang tidak menyangka bahwa musuh mereka adalah orang -orang pilihan.


Tetapi mereka sama sekali tidak pernah gentar dan takut menghadapi tantangan para musuh sehebat dan seganas apa pun, mereka tetap maju terus pantang mundur dan mereka menggunakan ilmu pedang formasi Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.


Wuttttt !!!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !


Semua pedang mukjizat sesat pihak musuh hancur oleh ilmu mukjizat sakti para pasukan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang sudah berkelebat cepat memenggal sejumlah besar musuh sakti sesat dari Sekte Sesat burung kuning dan bunga kuning dengan cepat dan hebat sekali sehingga para musuh terdesak hebat oleh Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok membunuh orang musuh yang sudah melukai salah satu dari anggota Sekte Hoa San Pai.


Jlebbbb !!


Chen Si Lei juga menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat menghantam hancur para musuh .


Wushhh !!


Bressssss !!


"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh serangan maut dari Chen Si Lei dari jarak jauh sekali dari pertempuran tersebut.

__ADS_1


Namun Chen Si Lei sanggup menghantam hancur para musuh dengan kehebatan ilmu mukjizat nya sampai Sin Yue Qing tersenyum kagum dengan kehebatan nya yang semakin meningkat pesat saja.


"Wah kau hebat sekali",puji Sin Yue Qing melontarkan senyuman semanis buah persik.


"Terimakasih atas pujian mu, sayang ku ", jawab Chen Si Lei merengkuh wajah Sin Yue Qing dan menciumnya mesra sekali.


" Gege ,di sini ada banyak sekali orang",kata Sin Yue Qing secara halus memberi tahu Chen Si Lei tentang situasi mereka saat ini.


Chen Si Lei melihat bahwa di tempat mereka berada tidak ada satu orang pun yang melihat dia mencium Sin Yue Qing.


" Tidak ada satu orang pun di sekitar kita.Ayo kita ke sana dan lanjutkan kembali kegiatan kita",kata Chen Si Lei membawa Sin Yue Qing ke sebuah semak belukar di tepi sungai kecil bunga rumput kuning dan mulai melakukan kegiatan khusus di dalam semak belukar itu.


"Gege, pelan -pelan ", kata Sin Yue Qing yang berada di pelukan Chen Si Lei yang mendekapnya erat agar mendapatkan ciuman yang lebih mesra lagi dari gadis itu.


"Aku sudah puasa ciuman selama dua bulan terakhir ini dan sekarang aku ingin memuaskan dahaga ku pada mu ", kata Chen Si Lei mencium bibir dan mulut Sin Yue Qing sampai gadis itu mendesah lembut.


"Agh! ! Gege..",kata Sin Yue Qing merasakan sentuhan yang di berikan oleh Chen Si Lei.


Chen Si Lei sungguh sudah tidak bisa tahan untuk memberikan sentuhan hangat pada bibir, mulut dan hidung, kedua pipi, kening, sepasang mata dan telinga Sin Yue Qing yang sudah membuatnya lebih tertarik dengan kecantikan gadis itu yang semakin hari semakin cantik jelita sekali dan semakin meningkat rasa cinta di hati Chen Si Lei terhadap gadis kesayangannya itu.


" Gege kita masih harus membantu kawan-kawan kita yang sedang bertarung melawan para musuh di atas sana ", kata Sin Yue Qing menaruh kedua jari nya di mulut Chen Si Lei untuk mengingatkan pria itu kembali ke situasi mereka saat ini.


" Ahhh baiklah aku tunda lagi", jawab Chen Si Lei tersenyum menatap gadis itu dengan patuh ,tapi Chen Si Lei menggigit leher gadis itu sebelum menghentikan kegiatannya terhadap kekasihnya yang sangat hebat sekali itu.


"Gege ada yang datang ke arah kita ", kata Sin Yue Qing menghapus sisa ciuman Chen Si Lei di bibir dan mulutnya serta lehernya.


Chen Si Lei mengambil beberapa rumput terdekat dan melemparkan rumput -rumput ke arah timur mereka berdua.


Dan. ..


Crashhh !!


"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh serangan maut dari Chen Si Lei yang bersembunyi di balik semak belukar bersama Sin Yue Qing.


" Ah mengganggu kita saja mereka itu ", kata Chen Si Lei berdiri dan membantu Sin Yue Qing berdiri dan berjalan bersama menuju keluar dari semak belukar di tepi sungai kecil bunga rumput kuning.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Chen Si Lei dan Sin Yue Qing tiba di hadapan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan para sahabatnya yang sudah menghabisi para musuh yang mengeroyok kedua orang muda Sekte Hoa San Pai yang bernama Hu Jintao dan Xi Shang Chai yang segera bersujud hormat kepada Chen Si Lei dan Sin Yue Qing.


"Hormat kami berdua kepada Pendekar Rajawali Emas Sakti ", sapa kedua orang murid Sekte Hoa San Pai.


"Baiklah, bangunlah kalian berdua dan ceritakan kepada ku . Bagaimana kalian berdua bisa di serang oleh kedua kelompok sekte sesat itu di tengah jalan menuju ke Sekte Hoa San Pai kalian ?", Chen Si Lei meminta keterangan penyebab utama kedua orang muda Sekte Hoa San Pai mendapatkan gangguan dari Sekte Sesat burung kuning dan bunga kuning di tengah jalan menuju ke arah Sekte Hoa San Pai mereka.


" Lapor Paduka hamba berdua di beri tugas dari Ketua Sekte Hoa San Pai kami yang bernama Huang Li Kung untuk menyelidiki kasus keracunan yang melanda desa bawah gunung Hoa San yang ternyata di sebabkan oleh seorang pangeran muda yang bernama Yi Ten yang sudah menyebarkan racun serbuk transparan ke dalam sumber air kehidupan bagi masyarakat di bawah gunung Hoa San ini ,dan kami segera kembali untuk melaporkan kasus ini kepada Ketua kami ,tapi di tengah jalan kami di serang oleh pasukan Sekte Sesat burung kuning dan bunga kuning yang ingin membunuh kami sebelum kami bisa melaporkan kejahatan pangeran muda mereka kepada Ketua Sekte Hoa San Pai kami ,dan kami sangat berterimakasih sekali karena pertolongan anggota Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti anda yang sudah menolong kami ",jawab pemuda dari Sekte Hoa San Pai bercerita kepada Chen Si Lei.


" Begitu masalahnya. Baiklah, Wu Sin Hao. Kau dan sebagian Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti turun ke bawah desa gunung Hoa San dan selamatkan para penduduk desa sana dan hancurkan Sekte Sesat burung kuning dan bunga kuning serta bawa kepala Pangeran Muda Yi Ten kepada ku ",perintah Chen Si Lei kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya.


" Siap Paduka kami laksanakan !!", sahut Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan para Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti serentak.


Brrrrrrrrrrrrr !!


"Kalian berdua bisakah tunjukkan jalan ke Sekte Hoa San Pai kepada ku ?", tanya Chen Si Lei, usai Sin Yue Qing memberikan pengobatan kepada dua orang muda dari Sekte Hoa San Pai dengan obat -obatan herbal dari Pendekar Dewa Obat Sakti Teng Jin.


Demikianlah Chen Si Lei dan Sin Yue Qing bersama Pendekar Dewa Obat Sakti Teng Jin melanjutkan perjalanan menuju ke Sekte Hoa San Pai dengan petunjuk kedua orang muda Sekte Hoa San Pai yang berjalan di depan mereka bertiga .


Istana Kekaisaran Tang Agung.


Istana Putri Yang Ying Ying.


Selama beberapa bulan terakhir ini dan menjelang musim panas serta hari ulang tahunnya yang ke enam belas tahun, Putri Yang Ying Ying menimba ilmu dan ia mencoba peruntungan dengan menjadi seorang pelukis di sebuah seminar dalam sekolahnya. Sampai kemudian, dia bertemu Hua Guo Ji seorang guru muda yang membimbingnya di setiap karya lukis nya dan menawarkan sebuah kesempatan langka, meramaikan acara pameran lukisan karya nya.


Awalnya, Yang Ying Ying ragu karena dia baru mengenal pria muda ini selama dua hari ini. Bagaimana kalau Hua Guo Ji adalah seorang yang berambisi untuk mendekati nya saja ?Namun, begitu Hua Guo Ji menjelaskan bahwa pria itu telah memantau Yang Ying Ying dari bakatnya saja.


Belum sempat keresahan nya mereda ,Yang Ying Ying kembali di kejutkan dengan tempat di mana mereka berdua akan bertemu di luar sekolah.


" Rumah makan bunga tulip merah muda yang berada di luar Istana Kekaisaran Tang Agung ?", Yang Ying Ying menjatuhkan lukisan, dan kuas kesayangannya.


Setelah Hua Guo Ji melontarkan tawaran tersebut kepadanya.


"Kenapa harus di luar Istana Kekaisaran Tang Agung ?",


"Karena kita harus mencari tempat yang berbeda untuk menemukan inspirasi bagi lukisan mu berikutnya ", jawab Hua Guo Ji tersenyum kecil saat melihat raut wajah lucu Yang Ying Ying.


"Di rumah makan itu nanti, anda akan melihat banyak sekali orang yang memberi petunjuk kepada anda ", tambah Hua Guo Ji lagi untuk meyakinkan Yang Ying Ying.


Ingatan Yang Ying Ying terfokus kembali kepada guru lukis nya itu, maka ia diam -diam memutuskan untuk keluar dari Istana Kekaisaran Tang Agung untuk tiga jam saja sebelum jam sore hari untuk kumpul bersama Ibu Suri Ling dan para adik nya yang lain.


Yang Ying Ying menyamar sebagai seorang Kasim yang ingin belanja keluar dari Istana Kekaisaran Tang Agung, maka ia berhasil mengunjungi tempat yang ia janji untuk bertemu dengan Hua Guo Ji pria muda guru lukis yang menarik hatinya itu.


" Tuan Putri ?", Hua Guo Ji menyapanya dari pintu masuk ke rumah makan bunga tulip merah muda.


"Oh ,Guru Hua ",sapa Yang Ying Ying .


"Ying Ying ", potong Hua Guo Ji sambil menarik kursi dan memintanya duduk di hadapan pria tampan itu.


"Maaf terlambat. Sudah menunggu cukup lama ?", tanya Yang Ying Ying merona malu.


Hua Guo Ji terbatuk singkat untuk menghilangkan rasa jengah pada gadis remaja manis ini.


" Lumayan. Aku lebih penasaran dengan cara mu untuk keluar dari rumah mu ",


Yang Ying Ying tersenyum simpul,lalu mengeluarkan sebuah kertas kosong dan peralatan lukis dari tas perbekalan nya.


"Tadi aku sempat gemetar saat aku nyaris ketahuan para pengawal di depan rumah ku",jawab gadis itu jujur dan polos sekali.


Lalu gadis itu menyimak dan memperhatikan Hua Guo Ji melukis sebuah rumah di pedesaan yang sangat asri dan indah sampai gadis itu mengkhayal tentang diri nya hidup di dalam lukisan yang di buat oleh pemuda usia dua puluh empat tahun sebaya dengan kakaknya, Tang Si Lei.


" Ah kenapa aku jadi takut saat aku teringat pada Gege ?",pikir gadis itu yang tahu bahwa ia telah salah dengan pergi keluar dari rumah tanpa izin dari orang rumah nya.


Tapi lukisan karya Hua Guo Ji berhasil memikat hati gadis itu yang menjadi ingin tahu banyak tentang Hua Guo Ji yang mengerling ke arah gadis di hadapannya yang sempat membuatnya lupa bahwa gadis yang sangat cantik jelita dan manis itu adalah seorang putri adik Kaisar Tang Agung.


" Aku tidak boleh jatuh cinta kepada Putri Yang Ying Ying karena Kaisar Tang Agung bisa menghukum mati ku sebab aku juga sudah mengetahui bahwa gadis ini sudah memiliki tunangan dan akan segera menikah pada tahun depan dan aku pun hanya seorang guru lukis miskin yang tinggal di desa gunung Chi yang jauh sekali dari Ibukota Kekaisaran Tang Agung ", kata Hua Guo Ji dalam hatinya dan memilih untuk fokus pada lukisan nya saja.

__ADS_1


" Wah aku sungguh kagum dengan kehebatan mu dalam melukis sebuah rumah di pedesaan yang terlihat hidup dan nyata bagi ku",puji Yang Ying Ying bersinar di dalam sepasang bola matanya.


" Jika anda suka. Silakan lukisan ini untuk anda ", kata Hua Guo Ji memutuskan untuk memberikan lukisan yang ia buat untuk Yang Ying Ying.


Bola mata gadis itu bersinar terang dan senyuman nya pun sangat membius hati Hua Guo Ji.


"Terimakasih, Guru Hua ", jawab gadis remaja itu lincah sekali menerima lukisan nya itu.


" Baiklah, sudah saatnya hamba pulang ke rumah dinas hamba dan anda bisa juga pulang ke rumah anda ", kata Hua Guo Ji menjura hormat kepada Putri Yang Ying Ying untuk pamit pulang ke rumahnya.


Selepas bertemu dengan Hua Guo Ji,Yang Ying Ying memutuskan untuk pulang ke Istananya tepat waktu sebelum jam makan malam bersama dengan Ibu Suri Ling dan para saudarinya.


Gadis itu bergembira sekali tersenyum sepanjang jalan menuju ke Istana Ibu Suri Ling sesudah merapikan dirinya menjadi seorang putri istana lagi bukan sebagai seorang kasim palsu.


" Anda sungguh bergembira sekali pada malam hari ini",sapa Selir Agung pertama Putri Miya dari arah Istana harem Kaisar Tang Agung melihatnya baru datang ke Istana Ibu Suri Ling.


" Ya aku sangat gembira malam ini ", jawab gadis itu melewatinya tanpa memberi salam kepada Miya sebagai kakak ipar gadis itu.


" Ah angkuh sekali, bocah itu ", gerutu Miya sebal kepada adik iparnya itu.


Tapi Yang Ying Ying terhenti sejenak untuk menyapa Melani yang berjalan dari arah Istana Ibu Suri Ling.


"Selamat malam kakak ipar, Melani ", sapa Putri Yang Ying Ying tersenyum ramah dan hangat kepada Melani.


" Ya selamat malam, adik Ying Ying ", jawab Melani tersenyum lembut dan ramah.


"Apakah kakak sudah ingin pulang ke Istana kakak tanpa ikut makan malam di istana Huang ErNiang bersama kami?",tanya Yang Ying Ying melihat Melani yang berjalan menuju ke arah istana harem Kaisar Tang Agung.


" Ya karena malam ini khusus untuk Ibu Suri Ling menikmati waktu makan malam bersama para adik ",jawab Melani lembut.


"Ah begitu, ya?",gadis itu mengangguk paham.


"Ya, kalau begitu aku permisi dahulu ", jawab Melani sopan pamit kepada Yang Ying Ying yang melambaikan tangan kanan kepada Melani yang membalasnya dengan lambaian tangan kanan pula.


Dan hal ini di perhatikan dengan jelas dan cermat oleh Miya yang cemberut dan sebal terhadap mereka berdua yang mengacuhkan dirinya bagai makhluk yang tidak terlihat jelas oleh kedua orang itu.


" Awas kalian berdua. Aku pasti akan mencari cara untuk membalas perbuatan kalian berdua kepada ku ",kata Miya di dalam hatinya geram sekali karena Melani dan Yang Ying Ying mengabaikan dirinya.


Kembali ke gunung Hoa San.


Hari sudah akan menjelang malam hari, saat Chen Si Lei dan Sin Yue Qing serta Pendekar Dewa Obat Sakti Teng Jin bersama kedua orang muda Sekte Hoa San Pai menghentikan langkah mereka di depan jalan yang terlihat suram dan suara lonceng macan ber gemerincing begitu suara angin dan dedaunan beradu di atas kepala mereka.


"Mundur ", perintah Chen Si Lei meraih pinggang kecil Sin Yue Qing untuk mundur dengan cepat dan tepat waktu saat pepohonan runtuh di bawah tanah yang baru saja mereka injak.


Brukkk !!


"Aghhhhh !!Tolongggg !!", jerit gadis murid Sekte Hoa San Pai terjerembab di dalam tanah yang membuat gadis itu nyaris tertimpa pohon runtuh.


" Shang Chai ",panggil Hu Jintao cepat menolong saudari seperguruan nya tepat waktu sebelum gadis itu tersedot tanah hidup.


Dan Pendekar Dewa Obat Sakti Teng Jin menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti menghantam hancur tanah yang lainnya.


Brussshhhhh !!


"Aghhhhhh !!", teriak sejumlah orang yang bersembunyi di dalam tanah tewas hancur oleh serangan maut dari Pendekar Dewa Obat Sakti Teng Jin.


Chen Si Lei mengangkat tangannya ke atas dan menyambut serangan maut dari seorang nenek tua yang melayang dari ujung pohon yang lain ke arah Chen Si Lei dan Sin Yue Qing.


Wuttttt !!


Dessssssss !!!


Nenek tua itu tewas seketika itu juga oleh Chen Si Lei menggunakan ilmu sakti hawa api mukjizat tiga raksa abadi.


Sin Yue Qing menggunakan tangan kirinya untuk menangkis pedang mukjizat sesat dari pria tua yang meluncur cepat ke arah mereka berdua dari sampingnya ,tapi Chen Si Lei memindahkannya ke samping lain, dan Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang Gunung Ling menghantam hancur perut pria itu.


Wuttttt !!


Dessssssss !!


"Gege kenapa kau mencegah ku untuk menghadapi orang itu ?", tanya Sin Yue Qing merapatkan diri kepada Chen Si Lei dengan sikap manjanya.


"Karena ada aku di sini ", jawab Chen Si Lei mesra.


"Nona Xi Shang Chai, apakah kau baik -baik saja ?", tanya Pendekar Dewa Obat Sakti Teng Jin melihat gadis murid Sekte Hoa San Pai terlihat pucat sekali.


" Aku merasa dadaku sesak napas ", jawab gadis itu yang lalu pingsan di dalam pelukan saudara seperguruan nya, Hu Jintao.


Pendekar Dewa Obat Sakti Teng Jin cepat memeriksa denyut nadi gadis itu.


"Keracunan hawa tanah yang mengandung bahan beracun ", kata Pendekar Dewa Obat Sakti Teng Jin yang sudah cepat memberikan obat herbal terbaik nya kepada gadis murid Sekte Hoa San Pai.


" Terimakasih, Locianpwe ", jawab pemuda Sekte Hoa San Pai menjura hormat kepada Pendekar Dewa Obat Sakti Teng Jin yang sudah memberikan pertolongan kepada saudari seperguruan nya.


"Ya ,tapi kita harus menggunakan ilmu mukjizat yang kuat untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh Nona Xi Shang Chai secepatnya sebelum racun dapat merusak jaringan syarat tubuhnya ", kata Pendekar Dewa Obat Sakti Teng Jin.


"Biar aku saja yang menggunakan ilmu mukjizat untuk mengeluarkan racun pada tubuh gadis itu ", kata Chen Si Lei yang segera meletakkan tangan dengan ilmu mukjizat telapak matahari sakti untuk membuyarkan racun dari dalam tubuh gadis Sekte Hoa San Pai.


Tak lama kemudian, gadis itu telah tersadar kembali dari pingsan nya dan sehat kembali dalam waktu satu jam saja oleh Chen Si Lei mengobati luka racun pada gadis murid Sekte Hoa San Pai.


" Hamba mengucapkan terima kasih kepada Paduka yang sudah memberikan pertolongan kepada hamba ", kata Xi Shang Chai bersujud hormat kepada Chen Si Lei dengan di papah oleh Hu Jintao saudara seperguruan nya.


" Ya sama-sama ", jawab Chen Si Lei ramah sekali kepada mereka berdua murid Sekte Hoa San Pai.


" Baiklah, kita lanjutkan perjalanan menuju ke Sekte Hoa San Pai ", kata Sin Yue Qing berjalan cepat dari yang lainnya sampai Chen Si Lei mengejarnya dan sudah menggandeng tangannya.


"Aku tidak akan pernah membiarkan mu untuk berjalan seorang diri tanpa aku di samping mu",kata Chen Si Lei tersenyum penuh kasih sayang terhadap Sin Yue Qing.


Sementara itu, Sin Yue Qing melirik nya dengan lirikan mata mengagumi gigihnya Chen Si Lei dalam melindungi Sin Yue Qing.


" Aku tahu kau ingin mengucapkan terima kasih kepada ku",kata Chen Si Lei halus di telinganya.


" Aku tidak bilang aku ingin mengucapkan terima kasih kepada mu. Aku hanya mau bilang kamu sangat mengagumkan hati ku ",kata Sin Yue Qing menaruh tangannya di dalam saku jubah luar Chen Si Lei yang menggenggam tangannya untuk menghangatkan tangan kekasihnya yang mulai dingin karena udara pada malam hari di puncak gunung Hoa San.

__ADS_1


Pendekar Dewa Obat Sakti Teng Jin bersama kedua murid Sekte Hoa San Pai berjalan bersama di belakang mereka berdua. Mereka bertiga sangat terkesan dengan keharmonisan dan kehangatan cinta Pendekar Rajawali Emas Sakti dan kekasihnya.


__ADS_2