Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti

Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti
Pegunungan Ulat Sutera 2.


__ADS_3

Pada malam hari itu Chen Si Lei menikmati ikan panggang karya Nona He Phi Lian yang saat ini bersamanya di lembah gunung ulat sutera.


Meskipun Chen Si Lei tidak menyukai karya dari Nona itu namun Chen Si Lei tetap menghargai jerih payah yang sudah gadis itu lakukan untuknya bisa makan malam seadanya.


Nona He Phi Lian juga sudah membantunya untuk mencarikan buah untuk cuci mulut dan untuk menghilangkan bau mulut dari amis ikan payah ini juga untuk membantu dahaga yang melanda tenggorokan Chen Si Lei,maka Chen Si Lei pun harus bisa menghargai gadis itu dengan baik dan sopan santun yang tinggi.


"Kau tidurlah lebih dulu untuk malam ini.Aku akan menjaga untuk kita berdua di sini tetap aman",kata Chen Si Lei sopan kepada Nona He Phi Lian yang segera mematuhi perintahnya.


Chen Si Lei berjaga di luar goa itu sambil meniup daun yang berhasil ia temukan untuk membantu rasa rindu kepada Hua Erl sekaligus memikirkan cara untuk ia bisa berbakti kepada Ibu Suri,membahagiakan Hua Erl dan toleransi dengan para sahabatnya yang berada di luar Tionggoan.


"Aku harus menemukan solusi untuk masalah ini agar aku bisa melindungi Hua Erl dari para dewan gila itu juga dari pemikiran kuno Ibu Suri dan dari kebiasaan para sahabatku",pikir Chen Si Lei saat ini.


"Ah tulis surat saja kepada para sahabat ku",kata Chen Si Lei usai mendapatkan pemikiran yang cemerlang.


"Hai kawan-kawan ku yang tercinta aku ucapkan terima kasih atas kebaikan dan hadiah yang kalian berikan kepada ku sebagai tanda persahabatan kita,aku mau mengutarakan pendapat ku atas hadiah yang berupa para putri yang kalian miliki untuk ku.Aku ingin mereka di pulangkan ke rumah kalian agar mereka tidak sedih meninggalkan rumah dan keluarga yang mereka sayangi yaitu kepada kalian dan aku juga tahu perasaan kalian sebagai orang tua tentu cemas bila putri kalian jauh dari Kalian.Jangan khawatir aku akan tetap menerima persahabatan kalian dan aku terima hadiah lainnya yang sangat besar dan sangat hebat bagi ku dan persahabatan kita tetap terjalin dengan sangat baik bahkan bisa lebih baik lagi, jika kita bisa saling menghormati dan menghargai satu sama lain untuk kita bisa mempersatukan dunia menjadi damai dan bahagia.Sekali lagi aku sangat hargai kalian semua.Tertanda Kaisar Tang Agung",tulis Chen Si Lei untuk para sahabat di luar Tionggoan yang ia kirim melalui burung merpati yang kakinya di beri tanda warna emas.


"Yu Erl aku perintahkan kepada mu untuk kirim kembali para putri yang berasal dari para sahabat aku yang di luar Tionggoan",tulis Chen Si Lei untuk Si Mata Satu Yu Erl yang menjadi menteri luar negeri Kekaisaran Tang Agung melalui burung rajawali emas sakti.


"Hai kalian para dewan urusan pribadi ku.Aku perintahkan kalian semua untuk tidak lagi mengganggu urusan pribadi ku.Aku bisa menentukan hidup ku dan hidup Kekaisaran Tang Agung kita dengan baik.Aku masih memiliki peluang untuk aku bisa memiliki keturunan yang banyak sesuai yang kalian inginkan dari para selir ku yang berada di Istana ku.Jika kalian berani mengganggu ku lagi.Aku kirim kalian ke kandang buaya kesayanganku",tulis Chen Si Lei secara tegas dan keras kepada para dewan urusan pribadi nya melalui burung cenderawasih yang berwarna merah keemasan yang berasal dari kerajaan Sriwijaya.


"Hai Huang ErNiang ku sayang,tolong jangan mengkhawatirkan hal yang belum terjadi,pikirkan saja hari ini.Bagaimana hidup mu sangat hebat dan bahagia,ada menantu yang sangat hebat, ada putri -putri yang menyenangkan dan ada cucu -cucu yang sangat hebat untuk mu,jangan pernah khawatirkan tentang masalah wanita ku dan kehidupan pribadi ku.Aku pasti bisa memberikan mu banyak cucu laki-laki dan perempuan yang jumlahnya sangat banyak sesuai yang Huang Er Niang inginkan tetapi tidak saat ini melainkan nanti setelah aku kembali ke rumah Huang ErNiang aku sangat merindukan mu juga sangat mencintai mu.Tertanda Lei Lei putra kesayangan mu",tulis Chen Si Lei halus dan lembut sekali kepada Ibu Suri yang ia kirimkan melalui burung parkit kecil warna hijau untuk Ibu Suri.


"Hai Hua Erl kau sedang apa malam ini?Ku harap kau sudah makan malam dan aku juga berharap agar kamu dan anak kita selalu sehat terlindungi oleh Tuhan, Buddha dan para Dewa Langit yang selalu ada untuk kalian berdua.Hua Erl aku punya sesuatu untuk mu,ku harap kau menyukai hadiah ku untuk mu.Tertanda Koko Lei Lei",tulis Chen Si Lei melalui burung parkit kecil emas untuk kirimkan surat dan hadiah untuk Hua Erl berupa mantel hangat warna merah dari hasil ulat sutera yang di rawat oleh Chen Si Lei beberapa hari yang lalu yang tentu saja berbeda dengan pakaian hangat dari Nona He Phi Lian buat untuk Chen Si Lei.


Chen Si Lei tidak mempedulikan hadiah itu karena ia tidak memiliki perasaan apa -apa terhadap gadis itu yang dianggapnya sebagai seorang teman biasa saja,ia sudah memiliki cinta sejati dari Hua Erl,maka ia tidak memerlukan cinta yang lain yang tidak sesuai dengan keinginan hatinya dan ia harus menjadi seorang Kaisar Tang Agung yang berbeda dengan Kaisar Tang yang terdahulu atau dinasti yang lainnya.


"Karena mereka tidak memahami cinta dan tugas itu sama.Bila kita selaras maka kehidupan dinasti akan jauh lebih baik lagi",kata Chen Si Lei yang kini lebih bijak dalam menyikapi kehidupannya.


"Baiklah aku harus pikirkan cara untuk keluar dari tempat ini",kata Chen Si Lei.


Chen Si Lei melihat ke atas untuk mengetahui cara untuk keluar dari jurang yang sudah di ketahui oleh Chen Si Lei tidak ada jalan lain untuk keluar selain naik ke atas tebing gunung itu lagi.Chen Si Lei mencium aroma sesat yang mengandung hawa racun yang berbahaya untuk jiwa.


Chen Si Lei cepat menengok ke arah Nona He Phi Lian yang tertidur pulas di goa itu tetapi kini gadis itu terlihat sangat aneh sekali.Chen Si Lei tidak merasakan hal yang sama dengan yang di rasakan oleh gadis itu yang sepertinya kepanasan di seluruh tubuhnya.


"Celaka dia mau buka pakaian di hadapan ku",kata Chen Si Lei berkelebat cepat menotok gadis itu hingga pingsan dan kini aman kembali.


"Keluar kalian semua dan hadapi aku dengan berani!!",hardik Chen Si Lei tegas.


Brrrrrrrrrrrrr !!


"Pendekar Rajawali Emas Sakti tidak ku sangka bahwa kamu sangat kuat sekali dan tidak terpengaruh oleh racun bunga cinta yang kami berikan untuk mu bisa bersenang - senang bersama gadis itu",kata seorang pria muda yang genit sekali.


"Racun serbuk bunga cinta atau racun apa pun sama sekali tidak berguna untuk ku,jadi jangan kau buang-buang racun mu sembarangan kepada ku",kata Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat piramida sakti untuk membunuh sejumlah orang musuh sakti yang sudah datang untuk menghabisi dirinya dan gadis itu.


Wuttttt !!


Dessssssss !!


Chen Si Lei berkelebat cepat memenggal kepala musuh sakti dengan ilmu pedang rajawali emas sakti yang ia gunakan dengan kipas sakti.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!!


Chen Si Lei menggerakkan kipas secara cepat membabat habis sejumlah besar musuh sakti dengan ilmu pedang rajawali emas sakti di sertai ilmu pedang awan naga timur laut.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei berkelebat cepat menangkis serangan senjata tajam para musuh dari berbagai penjuru arah tempat itu dan hebat sekali sehingga para musuh terdesak hebat oleh ilmu mukjizat piramida sakti melalui kipas sakti nya.


Wuttttt !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!

__ADS_1


Trangggggg !!


Trangggggg !!!


Trangggggg !!!


Trangggggg !!!!


Chen Si Lei menggerakkan kipas memotong sejumlah orang musuh sakti dengan ilmu pedang Gunung Ling.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei menyambar cepat hantam hancur sejumlah orang musuh sakti yang sangat hebat dengan ilmu mukjizat piramida sakti.


Wuttttt !!!


Dessssssss !!!


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat sehingga sejumlah musuh sakti tewas terbunuh oleh Chen Si Lei.


Wuttttt !!


Dessssssss !!


Chen Si Lei menggunakan kipas untuk menggerakkan air sungai untuk hantam sekelompok orang musuh sakti itu.


Wushhh !!


Bressssss !!


"Aghhhhhh !!",teriak para musuh tewas hancur oleh ilmu mukjizat Gunung Guo.


Chen Si Lei melompat cepat mengerahkan ilmu mukjizat harpa sakti untuk bunuh seorang pria yang hebat dan ganas sekali.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei menukik cepat menggerakkan kipas sakti menghantam hancur para musuh yang tersisa dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Wuttttt !!


Bressssss !!


Chen Si Lei sudah menghabisi para musuh sakti sesat secara cepat dan ganas di malam hari itu yang kemudian Chen Si Lei makamkan secara massal agar mereka semua bisa tenang di alam baka.


Sesudah Chen Si Lei memakamkan jasad para musuhnya di tepi sungai kecil itu, ia mendengar suara dari dasar sungai kecil sehingga ia menjadi penasaran dan ingin selidiki dasar sungai kecil di dasar lembah pegunungan ulat sutera bagian timur ini.


Tetapi Chen Si Lei tidak bisa meninggalkan gadis yang sedang pingsan itu sendiri di tempat ini,"Aku harus menunggu sampai gadis itu sadar dari pingsan nya".


Maka Chen Si Lei menunggu sampai pagi hari dan akhirnya gadis itu sadar juga dari pingsan nya dan gadis itu sama sekali tidak ingat tentang kejadian semalam di tempat mereka berada.

__ADS_1


"Selamat pagi Nona He",sapa Chen Si Lei sopan kepada gadis cantik jelita yang segera berdiri untuk membantu Chen Si Lei membuatkan sarapan pagi.


"Selamat pagi Pendekar Rajawali Emas Sakti.Ah sini serahkan kepada ku",Nona He Phi Lian mengambil ikan dari Chen Si Lei untuk di bakar di atas api unggun.


"Ya aku lebih suka kalau aku buat sendiri",kata Chen Si Lei menyambar cepat ikan yang sudah di tusuk dahan pohon olehnya dari tangan gadis yang terkejut sekali karena sikap Chen Si Lei kepadanya pada pagi hari ini.


"Tapi?",


"Sebaiknya kamu rapi -rapi karena usai sarapan pagi,kita harus cari jalan untuk keluar dari jurang ini",kata Chen Si Lei yang sudah siapkan air bersih untuk gadis itu pakai untuk sikat gigi dan cuci muka dari bahan alami yang di dapatkan oleh Chen Si Lei di sekitar lokasi mereka berdua berada saat ini.


"Terimakasih Pendekar Rajawali Emas Sakti",kata Nona He Phi Lian yang segera melakukan ritual pagi ini.


"Silakan duduk dan makan sarapan pagi mu",kata Chen Si Lei sesudah gadis itu merapikan diri.


Nona He Phi Lian mematuhi perintah Chen Si Lei dengan sangat baik dan patuh sehingga mereka berdua bisa fokus untuk mencari jalan keluar dari goa kecil di dasar jurang gunung ulat sutera.


Chen Si Lei menggunakan kipas untuk membuka sungai kecil menjadi daratan untuk bisa mereka lalui dan ternyata ada tangga di dalam tanah sungai itu.


Chen Si Lei segera mengajak gadis itu untuk turun ke arah bawah tanah untuk Chen Si Lei dapat kembalikan sungai seperti semula.


Wushhh !!


Brussshhhhh !!


Chen Si Lei dan Nona He Phi Lian tiba di tempat Hu Yi Tian pingsan di dekat gadis lain yang sedang menunggu Hu Yi Tian sadar kembali dari pingsan.


"Hu Yi Tian",panggil Chen Si Lei yang segera menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti matahari untuk membantu Hu Yi Tian sadar dari pingsan.


"Cici ",panggil He Thing Thing terkejut sekali melihat kakaknya bersama Pendekar Rajawali Emas Sakti keluar dari sebuah lorong yang mengarah ke arah sungai di atas He Thing Thing dan Hu Yi Tian berada saat ini.


"Thing Thing kau sedang apa di tempat ini?",tanya He Phi Lian kepada adiknya.


"Aku menolong Kasim yang terjatuh dari atas tebing itu",jawab He Thing Thing berdebar takut kepada Pendekar Rajawali Emas Sakti.


"Oh syukurlah Hu Yi Tian tidak mengalami luka serius",kata Chen Si Lei menghela napas lega untuk Hu Yi Tian meskipun ia bingung dengan luka di bagian bawah Hu Yi Tian yang sudah mengering dan normal kembali.


"Iya dia terguling dari tebing dan mengenai itu dia",kata He Thing Thing dengan cepat melindungi Hu Yi Tian yang baru saja di kebiri oleh gadis itu.


"Oh begitu rupanya.Terimakasih atas pertolongan mu Nona kepada kasim ku",sahut Chen Si Lei.


"Sama-sama Pendekar Rajawali Emas Sakti",kata He Thing Thing merasa lega.


Hu Yi Tian tersadar kembali dari pingsan dan terkejut sekali melihat Chen Si Lei di dekat dia sedang menunggu dia sadar kembali.


"Paduka",panggil Hu Yi Tian segera bangun tegak.


"Hu Yi Tian kau sudah aman sekarang",kata Chen Si Lei yang sudah tahu bahwa Hu Yi Tian baru di kebiri dan ia juga tahu bahwa gadis itu melindungi Hu Yi Tian dari kemarahan Chen Si Lei yang merasa di bohongi oleh Hu Yi Tian yang ia kira sudah menjadi Kasim sejak berjumpa dengannya ternyata baru kemarin Hu Yi Tian di kebiri dengan bantuan dari gadis yang sudah membantu Hu Yi Tian jadi Kasim sejati.


"Paduka ",panggil seorang pria yang datang bersama beberapa orang ke tempat itu dan bersujud hormat kepada Chen Si Lei yang masih berjongkok di dekat Hu Yi Tian.


"Ayah",panggil kedua orang gadis itu senang sekali bahwa ayah mereka sudah di depan mereka yang berarti bahwa ayah mereka telah mencari tahu tentang hilang nya mereka di tengah perjalanan menuju ke arah kota Zhou.


"Marquis He",sapa Chen Si Lei berdiri dan menjura hormat kepada pria tua itu.


"Paduka silakan menggunakan tandu yang sudah hamba siapkan untuk Paduka Kaisar Tang Agung",kata Marquis He sudah mempersiapkan tandu untuk Chen Si Lei.


"Baik terimakasih",kata Chen Si Lei yang segera masuk dan duduk di kursi tandu yang di panggul oleh beberapa pengawal pribadi kediaman Marquis He.


Marquis He dan kedua orang putrinya juga menggunakan tandu yang lain yang berada di belakang tandu motif emas untuk Chen Si Lei gunakan.


Sedangkan Hu Yi Tian dan beberapa prajurit keamanan dan keselamatan kota Zhou,mereka semua berjalan di belakang tandu -tandu tersebut.


Selama di dalam tandu khusus dirinya,Chen Si Lei memikirkan Hu Yi Tian yang ia sesalkan adalah kenapa Hu Yi Tian harus berdusta kepadanya? bukankah Hu Yi Tian bisa memilih kehidupan yang dia inginkan sebelum bertekad untuk menjadi seorang Kasim nya?pikir Chen Si Lei.


"Aku tidak pernah memaksa mu untuk kamu mau menjadi Kasim ku bila kau tak siap menjadi Kasim ku,juga tidak masalah karena aku bisa memberikan posisi lain untuk mu yang sudah begitu baik untuk ku,tapi sekarang kau telah membuat hati ku sedih karena mu yang begitu bodoh dalam mengambil keputusan untuk hidup mu sendiri",kata Chen Si Lei dalam hatinya.


Sementara itu Hu Yi Tian merasa bersalah kepada Chen Si Lei karena Hu Yi Tian sudah berdusta kepada Chen Si Lei yang sangat baik hati sekali terhadapnya dan ia merasa tidak pantas untuk menjadi seorang pendekar kaum bersih sekaligus prajurit pribadi Chen Si Lei.


"Hanya kematian lah yang bisa menghapus dosa ku kepada Paduka Kaisar Tang Agung yang aku sayangi di dunia ini",kata Hu Yi Tian dalam pikirannya saat ini.


Nona He Phi Lian termenung seorang diri di dalam tandu nya dengan memikirkan perjodohan yang sudah di tetapkan oleh ayahnya untuk dia menikah dengan pria pilihan ayahnya,yaitu Pangeran Muda Yun Shiang putra dari Adipati Yun Fei yang menjadi kepala perbankan tinggi Kekaisaran Tang Agung di Ibukota Kekaisaran Tang Agung.


"Sedangkan aku mencintai Paduka Kaisar Tang Agung",kata gadis itu dalam hati nya sendiri.


Nona He Thing Thing sebaliknya memikirkan masa depannya karena dirinya telah ternodai oleh Kasim Hu Yi Tian, dan gadis itu memikirkan bagaimana jika dirinya hamil di luar nikah dan di ketahui oleh ayahnya yang tentu akan menghukumnya dengan kematian karena merusak nama baik keluarga Marquis He.


"Aku harus menemukan solusi untuk masalah ku sebelum ayah mengetahuinya di masa depan", kata Nona He Thing Thing menangis untuk nasibnya sendiri.


Marquis He di dalam tandu nya memikirkan cara untuk mendapatkan Chen Si Lei sebagai menantunya yang sangat bermanfaat untuk keluarganya di masa depan yang lebih baik dari masa sekarang ini karena ia sudah tua dan tak lama lagi ia akan pensiun dari pemerintahan sebagai pekerjaannya di bidang penanganan kasus bajak sungai kuning dan sebagainya.

__ADS_1


"Aku harus bisa menjodohkan Thing Thing untuk Paduka Kaisar Tang Agung dan Thing Thing bisa menjadi salah satu selir yang masih kosong saat ini dan aku punya keinginan besar,yaitu Thing Thing bisa menjadi Selir Agung pertama yang baru",kata pria tua itu sudah memikirkan segala cara untuk memperoleh impian terbesarnya di hari senja nya.


__ADS_2