
Istana Kekaisaran Tang Agung.
Istana Kaisar Tang Agung.
Chen Si Lei melihat hari sudah larut malam untuk ia bisa mengunjungi Istana Selir Agung ketiga Song Hui Lan sesuai dengan janjinya untuk mengunjungi istrinya yang sudah lama sekali ia menikahi wanita itu tetapi ia belum pernah menyentuh wanita itu sesuai dengan kebijakan nya sebagai seorang suami terhadap seorang istri.
"Ah masalah rumah saja sudah membuat ku pusing dan aku harus tetap jalankan tugas ku sebagai Pendekar Rajawali Emas Sakti di dunia kangouw untuk rakyat ku.Aku akan kembali ke dunia kangouw setelah hari peringatan satu tahun mangkatnya Huang Ama ku dan setelah aku bisa bertemu kembali dengan Li Shao Ning dalam keadaan sehat dan selamat usai di temukan kembali dan di bawa pulang kembali ke Istana Kekaisaran Tang Agung oleh Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti ", kata Chen Si Lei meletakkan peralatan tulis nya di meja kerjanya di dalam Istana khususnya.
"Paduka apakah Anda ingin memakai pakaian tidur yang motif macan tutul untuk malam ini ?", tanya Kasim Chang Sin membawakan banyak sekali pakaian tidur untuknya.
"Apa sajakah yang penting nyaman untuk ku ",jawab Chen Si Lei membiarkan para dayang istana khusus untuk menggantikan pakaiannya untuk melakukan tugas mereka dengan baik.
"Apakah anda sudah siap untuk mengunjungi Selir Agung ketiga Song Hui Lan di kediaman beliau ?", tanya Kasim Liu Mu sudah tiba di pintu keluar dari ruang kerja Chen Si Lei.
"Ya sampaikan pesan kedatangan ku ke bagian Istananya ", perintah Chen Si Lei kepada para Dewan Agung bagian urusan pribadi nya dan harem Kaisar Tang Agung.
"Siap Paduka hamba laksanakan!!",sahut para Dewan Agung bagian urusan pribadi dan harem Kaisar Tang Agung.
"Paduka apakah Anda ingin menggunakan tandu atau kereta kuda anda ke Istana Selir Agung ketiga Song Hui Lan agar anda bisa cepat sampai di sana?",
tanya Kasim Chang Sin.
"Kuda ku saja ", jawab Chen Si Lei ingin menggunakan kuda putih kesayangannya yang mengantarkannya ke Istana Selir Agung ketiga Song Hui Lan.
"Siap Paduka hamba akan siapkan kuda anda segera ", jawab salah seorang dari pengawal pribadi Chen Si Lei.
Chen Si Lei menunggu kudanya siap di antarkan kepadanya di pintu keluar dari kamar tidurnya oleh staf bagian transportasi pribadinya.
Pada saat Chen Si Lei menunggu kudanya siap ,sorotan mata Chen Si Lei terfokus ke arah belakang Istana Kekaisaran Tang Agung bagian harem Kaisar Tang Agung khusus untuk para Selir Agung tinggal.
"Aku ingin tahu tentang Istana Selir Agung pertama yang menjadi tempat tinggal Putri Lin Lin selama ini ", kata Chen Si Lei dalam hatinya.
"Paduka kuda anda sudah di siapkan dan silakan anda naik ke kuda anda",kata Kasim Bin khusus bagian transportasi pribadinya.
"Ya terimakasih Kasim Bin",ucap Chen Si Lei ramah sekali kepada pria paruh baya ini.
Dengan menggunakan kuda putih kesayangannya,Chen Si Lei melaju ke Istana harem Kaisar Tang Agung khusus untuk para Selir Agung di ikuti oleh para pasukan keamanan dan keselamatan Kaisar Tang Agung serta para Kasim dan dayang istana khususnya serta para pengawal pribadinya di sekitarnya.
Istana Harem Kaisar Tang Agung.
Chen Si Lei menghitung urutan istana yang berada di daerah ini dan ia melihat ada hawa sesat dari Istana Selir Agung pertama.
Maka Chen Si Lei memilih untuk mengunjungi Istana pertama di lingkungan Istana khusus untuk para Selir Agung nya,yaitu Istana Selir Agung pertama.
Istana Selir Agung pertama.
Bangunan istana ini mirip bangunan kastil kuno yang serba warna merah muda dan putih sesuai dengan istilah untuk pemilik istana tersebut, yaitu Istri kedua Kaisar Tang Agung yang artinya kemuliaan seorang wanita kedua kesayangan Kaisar Tang Agung.
Chen Si Lei menggunakan kipas untuk membuyarkan hawa sesat berbahaya bagi keselamatan dirinya dan para pasukannya sebelum masuk ke dalam Istana ini.
Wushhh !!
Bressssss !!
"Baginda Kaisar Tang Agung datang!!",suara Kasim Fang terdengar untuk lapor kedatangannya kepada pihak pengurus istana itu.
Lampu langsung terang benderang dan seluruh staf bagian istana ini segera hadir ke hadapan Chen Si Lei dengan bersujud hormat kepadanya dengan suara lantang untuk menyapanya.
"Hormat Kepada Paduka Kaisar Tang Agung panjang umur !!panjang umur !!",
"Selamat malam dan selamat datang kepada Paduka Kaisar Tang Agung!!",
Chen Si Lei menggunakan kipas membabat habis mereka semua dengan ganas sekali sehingga para pasukannya terkejut sekali melihat Kaisar Tang Agung telah hukum mati semua staf Istana Selir Agung pertama Putri Lin Lin.
"Rapikan kembali dan ganti mereka semua dengan yang baru yang sesuai dengan prosedur ku sebelum pengganti Selir Agung pertama Putri Lin Lin datang dan menempati istana ini",perintah Chen Si Lei kepada para staf khusus untuk para Selir Agung nya.
"Siap Paduka hamba laksanakan !!", sahut para staf khusus untuk para Selir Agung nya.
Lalu Chen Si Lei turun dari kudanya menuju ke ruangan dalam Istana tersebut, ia memeriksa seluruh isi ruangan utama dengan teliti dan cermat,pandangan kedua matanya terarah kepada seekor kucing putih yang berkalung mutiara di leher kucing yang berada di bawah kursi ruang utama istana Selir Agung pertama.
"Lapor Paduka,kucing putih ini milik mendiang Selir Agung pertama Putri Lin Lin",
Kasim Fang memberikan keterangan kepada Chen Si Lei.
"Siapa nama kucing ini?",tanya Chen Si Lei merasa bahwa ia tidak pernah kirim hadiah kucing kepada Selir Agung pertama Putri Lin Lin karena wanita itu tidak suka dengan hewan lucu ini.
"Lapor Paduka nama kucing ini Si Si",jawab Kasim Fang.
"Siapa yang mengirimkannya kepada Selir Agung pertama Putri Lin Lin ?", tanya Chen Si Lei kepada semua orang hadir di Istana itu.
"Lapor Paduka, menurut yang hamba dengar dari mendiang Selir Agung pertama Putri Lin Lin mengatakan bahwa kucing ini adalah hadiah ulang tahun dari anda untuk beliau ", jawab Kasim Fang.
"Aku tidak mengirimkan kucing itu untuk Selir Agung pertama Putri Lin Lin untuk hadiah ulang tahunnya yang ke sembilan belas tahun. Aku kirim dia parfum dari kota besar Hang ", kata Chen Si Lei merasa ada yang salah dengan Selir Agung pertama Putri Lin Lin tapi dia tidak tahu dimana salah wanita itu kepadanya.
"Lapor Paduka parfum aroma bunga melati yang anda maksud ada di dalam kamar tidur beliau ", jawab Kasim Fang bingung dan juga takut salah memberikan informasi terkait Selir Agung pertama Putri Lin Lin kepada Kaisar Tang Agung.
Chen Si Lei menuju ke kamar tidur Selir Agung pertama Putri Lin Lin ,dan ia tidak tahu kenapa dia bisa marah terhadap ruangan kamar tidur ini.
"Lin Lin apa yang telah kau lakukan terhadap kepercayaan ku kepada mu?",tanya Chen Si Lei marah sekali kepada ruangan itu, maka ia menghancurkan kamar itu dengan ilmu mukjizat Gunung Ling.
Wushhh !!
Bruakkk!!
"Ganti semua yang berada di dalam Istana ini terutama kamar tidur ini",perintah Chen Si Lei kepada para staf khusus bangunan istana Selir Agung pertama.
"Siap Paduka hamba laksanakan !!", sahut para staff khusus untuk bangunan istana Selir Agung pertama.
Karena kesal dan marah yang tidak di ketahui olehnya sendiri, maka Chen Si Lei segera keluar dari Istana Selir Agung pertama untuk menuju ke Istana Agung kedua Putri Xiao Yin yang berada di sebelah kanan bangunan tersebut.
Para pengikutnya segera mengikutinya menuju ke Istana Selir Agung Kedua Putri Xiao Yin dengan patuh.
Istana Selir Agung Kedua.
Istana ini juga memiliki ciri khas tersendiri sesuai keinginan pemiliknya sendiri yang menyukai bunga anggrek putih, maka seluruh istananya di hiasi bunga -bunga anggrek warna putih.
"Baginda Kaisar Tang Agung datang !!", lapor para staff khusus untuk Selir Agung Kedua Putri Xiao Yin untuk seluruh penghuni Istana untuk hadir menyambut Sang Kaisar Tang Agung yang datang ke Istana itu.
Sejumlah orang bersujud hormat kepada Chen Si Lei di pimpin oleh Ketua Kasim dan dayang istana khusus untuk Selir Agung Kedua Putri Xiao Yin berbaris rapi dan sujud.
"Hormat Kepada Paduka Kaisar Tang Agung !!", teriak para staff untuk Selir Agung Kedua Putri Xiao Yin.
Chen Si Lei berjalan menuju ke ruangan utama istana itu dan di sambut dengan hangat oleh Selir Agung Kedua Putri Xiao Yin yang sudah sujud hormat kepada Chen Si Lei begitu mendengar kedatangannya.
"Hormat ku kepada Koko Lei Lei ", sapa Selir Agung Kedua Putri Xiao Yin bersujud hormat kepada Chen Si Lei yang segera meraih jemari nya untuk berdiri.
"Layani aku malam ini ", perintah Chen Si Lei yang mengejutkan hati Selir Agung Kedua Putri Xiao Yin .
"Apa yang anda katakan kepada ku?",tanya wanita itu gugup tidak menyangka bahwa Kaisar Tang Agung meminta pelayanan untuk malam ini bersamanya.
"Aku bilang aku ingin kau melayani tidur ku",jawab Chen Si Lei masih nada marah terhadap Selir Agung pertama Putri Lin Lin yang tidak di ketahui nya sama sekali penyebab utama Chen Si Lei marah .
"Ah ya ya",kata Selir Agung Kedua Putri Xiao Yin gemetar ketakutan karena Kaisar Tang Agung sedang marah.
"Ah kau lambat sekali membuat ku tidak punya keinginan untuk bersama mu untuk malam ini ", kata Chen Si Lei menendang guci keramik besar hiasan di ruang utama istana Selir Agung Kedua Putri Xiao Yin.
Prangg!!
"Aghhhhh !!", jerit Selir Agung Kedua Putri Xiao Yin ketakutan dan bersembunyi di sudut ruangan.
"Paduka ",panggil Kasim Chang Sin menyadarkan Chen Si Lei dengan cepat.
Chen Si Lei melihat semua orang ketakutan terhadapnya dan memohon untuk ia tidak marah -marah dan menghancurkan ruangan itu seperti ia menghancurkan
Istana Selir Agung pertama Putri Lin Lin di sebelah kiri Istana Selir Agung Kedua Putri Xiao Yin.
Chen Si Lei menghela napas panjang untuk meredakan amarahnya dan melihat Selir Agung Kedua Putri Xiao Yin menangis gemetar ketakutan di sudut ruangan itu.
"Xiao Yin ...",panggil Chen Si Lei halus kepada wanita kembaran Lin Lin.
Chen Si Lei menghampirinya untuk menenangkan hatinya secara halus untuk Xiao Yin tidak takut kepadanya.
__ADS_1
"Jangan marah kepada ku..Aku tidak tahu kenapa kau marah kepada ku ?Apakah salah ku?",tanya Xiao Yin menangis gemetar ketakutan.
"Ya aku minta maaf",jawab Chen Si Lei merangkul wanita itu dengan lembut sekali ,lalu Chen Si Lei menggendongnya untuk membawa Xiao Yin ke kamar tidur .
Para dayang istana sudah mempersiapkan segalanya untuk mereka berdua bisa menggunakan kamar tidur itu dengan nyaman.
Chen Si Lei membaringkan Xiao Yin di atas tempat tidur dan menyelimuti wanita itu dengan selimut hangat.
"Tidurlah dengan nyenyak, aku tidak akan pernah marah lagi",kata Chen Si Lei.
Xiao Yin menggangguk dengan terisak -isak mematuhi perintah Chen Si Lei untuk wanita ini tidur.
Chen Si Lei menemani Xiao Yin sampai wanita itu tertidur pulas berbaring dengan nyaman di tempat tidur.
"Ah sudah jam tiga pagi sekarang. Ah Hui Lan sudah tidur tentunya",kata Chen Si Lei menepuk dahinya ingat janjinya untuk mengunjungi Selir Agung ketiga Song Hui Lan tapi ia sibuk dengan urusan Lin Lin yang membingungkannya .
"Paduka sekarang sudah jam tiga dini hari. Apakah anda masih ingin menemui Selir Agung Ketiga Song Hui Lan ?", tanya Kasim Chang Sin menemui nya.
"Ya janji harus ditepati ", jawab Chen Si Lei berdiri dan berjalan keluar dari kamar tidur Selir Agung Kedua Putri Xiao Yin dengan berkelebat cepat menuju ke Istana Selir Agung Ketiga Song Hui Lan yang berada di sebelah kanan Istana ini.
Brrrrrrrrrrrrr !!
"Aduhhh beliau tidak memakai aturan berikutnya ", kata Kasim Chang Sin segera memerintahkan para pasukan keamanan dan keselamatan Kaisar Tang Agung untuk segera ke Istana Selir Agung Ketiga Song Hui Lan.
Istana Selir Agung Ketiga Song Hui Lan.
Song Hui Lan terpekik kaget sekali karena Chen Si Lei sudah berada di tempat tidurnya tanpa di sadari oleh wanita itu.
"Koko Lei Lei kau mengagetkan ku saja ", kata Song Hui Lan menepuk lengannya.
"Hmm galak sekali kau.Aku sudah berusaha keras untuk menepati janji ku pada mu untuk menemui mu beberapa jam lalu tetapi aku di sibukkan dengan hal lain ,aku jadi terlambat untuk menemui mu. Aku minta maaf ya",Chen Si Lei menguap di samping Song Hui Lan.
"Ahmm aku tidak akan pernah bisa marah kepada mu.Aku tahu kesibukan mu ,ya sudah tidurlah ",jawab Song Hui Lan menaruh kepalanya ke dada wanita itu yang memeluknya sampai ia tertidur pulas.
Song Hui Lan membelai lembut wajah sangat tampan sekali milik Chen Si Lei dan di tatap nya sangat lembut sekali.
"Aku mencintaimu ", ucap Song Hui Lan lembut dan menciumnya mesra di dahi Chen Si Lei yang halus dan lembut serta wangi sekali.
Tak lama kemudian Song Hui Lan tertidur pulas dengan memeluk Chen Si Lei di dadanya.
Cahaya matahari pagi menunjukkan sudah jam enam pagi hari ,suara semua orang di Istana Selir Agung Ketiga Song Hui Lan sudah sibuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk menyambutnya pada saat ia terbangun di pagi hari itu.
"Selamat pagi Koko Lei Lei ", sapa Song Hui Lan saat Chen Si Lei membuka kedua matanya .
"Hui Lan jam berapa sekarang ?",tanya Chen Si Lei menggunakan saputangan nya untuk menutupi mulutnya saat ia menguap.
"Jam enam pagi ", jawab Song Hui Lan menunggu Chen Si Lei bangun dan bersiap untuk di rapikan sesuai protokol Kekaisaran Tang Agung.
"Masih satu jam lagi untuk aku kerja di Balairung utama Kekaisaran Tang Agung, aku masih mau tidur lagi ", kata Chen Si Lei memejamkan matanya lagi.
"Tapi kau harus mandi dan rapi - rapi dahulu sebelum tugas .Ayo bangun",kata Song Hui Lan menariknya untuk bangun dari tempat tidur.
"Ahh Hui Lan aku masih mengantuk ", jawab Chen Si Lei muram .
"Aku tahu tapi kau harus rapi -rapi dahulu belum kau sarapan pagi, lalu kau belum memeriksa materi kerja untuk pagi ini",kata Song Hui Lan mencubit pipinya.
"Aduh galak kau",kata Chen Si Lei mengusap pipinya yang di cubit Song Hui Lan.
"Biar kau tahu bahwa aku juga bisa mengatur mu untuk hal satu ini yaitu dari sifat manja dan malas mu itu",kata Song Hui Lan memandangnya tegas .
Chen Si Lei tersenyum manis sekali kepada Song Hui Lan sehingga Song Hui Lan lupa untuk marah kepadanya.
"Ah kau ini licik sekali sih untuk mengatasi amarah ku",Song Hui Lan berbalik arah untuk menghilangkan rasa malu karena Chen Si Lei menggoda nya.
Chen Si Lei berdiri dan memeluknya erat ,lalu menaruhnya di tempat tidur dan pria ini melakukan sesuatu untuknya.
"Ahhh!!",jerit Song Hui Lan .
Chen Si Lei menaklukkannya untuk pagi ini dan meresmikan hubungan mereka berdua sebagai suami dan istri sah lahir dan batin.
"Jahat ih..tidak bilang -bilang dahulu ..kau langsung menerkamku",kata Song Hui Lan meringis sakit pada bawah tubuhnya.
"Eh maaf tapi aku tidak perlu minta maaf karena sudah sepantasnya kalau kita bisa melakukan hal itu ", jawab Chen Si Lei menciumnya mesra sekali.
"Yaa",jawab Chen Si Lei menggigit bibirnya sampai berdarah sebelum lompat ke kamar mandi untuk mandi dan rapi - rapi.
Song Hui Lan menggeleng kepala dan menghela napas menghadapi Chen Si Lei yang benar-benar membuatnya harus tahu bagaimana cara membuat pria itu bisa tidak jahil kepadanya.
"Hui Lan pakaikan baju kerja ku..!!",teriak Chen Si Lei.
"Ya hadir ", jawab Song Hui Lan berusaha keras untuk tidak hilang rasa nyeri pada bagian bawahnya karena ulah Chen Si Lei.
"Hui Lan sudah rapi atau belum?",tanya Chen Si Lei melihat dirinya sendiri di cermin rias .
"Sudah rapi ", jawab Song Hui Lan di dekatnya.
"Hui Lan makanan ku mana?",tanya Chen Si Lei menginginkan agar Song Hui Lan menyuapinya.
"Ya ada, ini aku suapi ", jawab Song Hui Lan menyuapinya makan pagi.
"Minum ?", tanya Chen Si Lei menunggu air minumnya di bibirnya.
"Ya ada, ini minumlah ", jawab Song Hui Lan memberinya minum air teh hangat.
"Baiklah sekarang aku bisa berangkat kerja ", kata Chen Si Lei duduk di kudanya di halaman depan Istana Selir Agung Ketiga Song Hui Lan.
"Selamat bekerja ,sukses untuk mu",kata Song Hui Lan memberi semangat juang tinggi untuk Chen Si Lei.
Setelah Chen Si Lei berangkat kerja di ikuti oleh para pasukannya menuju ke arah Balairung Utama Kekaisaran Tang Agung.
Song Hui Lan tersenyum sendiri di pintu keluar dari istananya sebelum kembali ke dalam Istananya.
"Paduka Selir silakan anda minum air teh hangat agar anda nyaman",kata dayang istananya.
"Ya terimakasih. Tolong siapkan tanggal harian ku di mulai pagi ini", kata Song Hui Lan kepada staff nya.
Balairung Utama Kekaisaran Tang Agung.
Chen Si Lei membaca laporan kerja untuk hari ini di mulai dari laporan keuangan di hari ini sampai laporan tenaga kerja di lokasi perkembangan persenjataan dan pembangunan yang berkelanjutan untuk wilayah Tionggoan merata .
"Aku istirahat dahulu. Jam satu siang aku lanjutkan kembali ", kata Chen Si Lei.
"Paduka hamba mendapatkan informasi tentang menteri dalam negeri Wu Sin Hao sudah berada di dekat Ibukota Kekaisaran Tang Agung ",lapor salah satu dari pengawal pribadi nya.
"Siapkan untuk menyambut kedatangan Selir ke dua puluh tiga Yuen Mi Mi yang di antarkan oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao pulang ke Istana Kekaisaran Tang Agung ", perintah Chen Si Lei seraya berjalan menuju ke Istana Kekaisaran Tang Agung bagian Kepangeranan.
"Siap Paduka hamba laksanakan !!", sahut para pengawal nya.
Istana Kepangeranan Kedua.
Chen Si Lei mengunjungi kediaman putra keduanya untuk memeriksa keadaan di dalam Istana putranya itu.
"Baginda Kaisar Tang Agung datang !!", lapor para staff khusus untuk pangeran kedua Tang Si Kong.
"Hormat Kepada Paduka Kaisar Tang Agung !!", sapa semua orang di istana putra keduanya.
"Siapa kau orang tua ?", tanya Chen Si Lei menatap tajam seorang nenek tua yang menjadi pengasuh putra keduanya.
"Lapor Paduka hamba adalah pengasuh Pangeran Kedua Tang Si Kong dan nama hamba nenek Muk",jawab nenek tua itu.
"Ohya ??kenapa aku baru lihat kehadiran mu di antara mereka ?",tanya Chen Si Lei menunjuk ke semua orang di dalam Istana putranya dengan marah sekali.
"Lapor Paduka hamba belum lama ini masuk kerja di istana pangeran kedua Tang Si Kong ", jawab nenek tua itu .
"Pantas saja aku tidak kenal dengan mu tapi kau tak asing bagi ku",kata Chen Si Lei menggunakan kipas membabat habis kepala nenek tua itu.
Crakkkkkk !!
"Paduka kenapa Anda membunuh nenek Muk?",tanya salah seorang dari anggota staff bagian putranya.
"Karena dia anggota Sekte Sesat burung hitam entah cabang berapa", jawab Chen Si Lei menggunakan kipas membabat habis semua orang di dalam Istana Pangeran kedua Tang Si Kong.
__ADS_1
Para pengawal khusus Kepangeranan segera merapikan kembali halaman depan istana pangeran kedua Tang Si Kong.
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak matahari untuk membersihkan hawa sesat berbahaya bagi keselamatan dan kesehatan serta keamanan putra keduanya begitu ia merasakan hawa sesat berada di dalam Istana putranya.
Wushhh !!
Bressssss !!
Chen Si Lei melihat ada seorang sakti sesat bersembunyi di dalam Istana putra keduanya, maka Chen Si Lei memerintahkan para Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang di pimpin oleh He Du Fei untuk membersihkan seluruh Istana pangeran kedua Tang Si Kong.
"Aku pernah bicara kepada kalian semua untuk menjaga putra ku dengan baik dan apabila ada kesalahan dalam kerja kalian semua dalam menjalankan tugas kalian, maka aku akan hukum mati kalian semua ", kata Chen Si Lei tegas sekali kepada seluruh penghuni Istana Pangeran kedua Tang Si Kong.
Lalu Chen Si Lei pergi menuju ke balai pengobatan dalam Istana Kekaisaran Tang Agung .
Balai Pengobatan Kekaisaran Tang Agung.
Semua staf balai pengobatan dalam Istana Kekaisaran Tang Agung gemetar ketakutan melihat kehadiran Kaisar Tang Agung melakukan pemeriksaan yang sangat ketat di bagian kewanitaan.
"Paduka tugas ini adalah urusan Ibu Suri Ling atau seorang Permaisuri",Kasim Chang Sin memberitahukannya.
"Aku tidak peduli urusan siapa dan bagaimana. Aku harus tetap mencari tahu tentang para tabib yang menangani proses kehamilan dan persalinan Selir ke dua belas You You serta para tabib yang menangani persediaan obat -obatan herbal dan sebagainya untuk para wanita dan anak -anak ku", kata Chen Si Lei.
Setelah para Laskar Merpati Rajawali Emas Sakti bertindak sebagai wakil dari Chen Si Lei di temukan beberapa orang tabib yang terlibat dalam keanggotaan Sekte Sesat burung hitam cabang delapan yang meracuni perkembangan janin di dalam kandungan seorang wanita.
"Hukum mati mereka ", perintah Chen Si Lei tegas sekali.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Laskar Merpati Rajawali Emas Sakti membabat habis sejumlah besar tabib palsu itu.
"Tong Nian periksa bagian dapur istana yang menangani makanan dan minuman untuk para istri dan anak - anak ku",perintah Chen Si Lei kepada para Laskar Bunga Rajawali Emas Sakti.
"Siap Paduka hamba laksanakan !!", sahut Laskar Bunga Rajawali Emas Sakti.
Istana Kaisar Tang Agung.
Chen Si Lei duduk di ruang kerjanya memikirkan para musuh yang berani masuk ke dalam Istana Kekaisaran Tang Agung.
"Kenapa mereka bisa berada di dalam Istana Kekaisaran Tang Agung?",tanya Chen Si Lei pada dirinya sendiri .
"Paduka serahkan tugas ini kepada hamba ", kata Chen Ming San paman nya.
"Baik paman.Aku serahkan tugas mencari tahu tentang musuh yang masuk ke Istana Kekaisaran Tang Agung kepada mu",kata Chen Si Lei tersenyum senang sekali ada paman nya yang membantunya dalam masalah tersebut.
Usai bicara empat mata dengan Chen Ming San menjadi Menteri Perdagangan di dalam negeri Kekaisaran Tang Agung.
"Ah aku sungguh merindukan mu Shao Ning ", kata Chen Si Lei meletakkan buku jurnal ilmiah yang sedang di amati olehnya .
Hari ini adalah hari ketiga Chen Si Lei pulang ke Istana Kekaisaran Tang Agung untuk hadir di hari peringatan satu tahun mangkatnya Kaisar Tang Yu Feng yang jatuh pada hari kelima belas awal musim panas.
"Paduka anda harus melakukan ritual untuk membersihkan makam Kaisar Tang Yu Feng tiga hari sebelum hari peringatan satu tahun mangkatnya Kaisar Tang Yu Feng tiba ", kata Kasim Chao menemui Chen Si Lei pada siang hari sebelum mulai kerja kembali.
"Ya aku tahu, terimakasih atas bantuan mu kepada ku,paman Chao",kata Chen Si Lei memeluk Kasim Chao seperti memeluk Kaisar Tang Yu Feng.
"Paduka anda sungguh hebat sekali",kata Kasim Chao hangat.
"Paman Chao aku rindu pada mu .Aku sangat suka camilan sup buah karya mu",
kata Chen Si Lei manja sekali kepada Kasim Chao.
"Baiklah hamba akan siapkan sup buah segar untuk anda sore ini setelah anda selesai bekerja di sini ", kata Kasim Chao sangat baik sekali dan memanjakannya.
"Terimakasih ",jawab Chen Si Lei ceria sekali.
Chen Si Lei kembali bekerja di Balairung utama Kekaisaran Tang Agung sesuai jadwal kerjanya dan selama tiga hari ini semua pejabat rajin dan sesuai dengan kebijakan dan perintahnya yang membuat rakyat di seluruh wilayah Tionggoan merasa bangga memiliki seorang Kaisar sebaik dan sehebat Tang Si Lei.
Taman Istana Kekaisaran Tang Agung.
Sore hari ini Chen Si Lei menemani Ibu Suri Ling menikmati sore hari dengan aneka macam makanan dan minuman kesukaannya dari karya Ibu Suri Ling dan Kasim Chao sediakan untuk sore hari mereka berdua.
"ErNiang ,kau masih ingat saja dengan makanan kesukaan ku",kata Chen Si Lei.
"Aku ibu mu. Aku ingat selalu apa saja kesukaan mu,anak nakal",kata Ibu Suri Ling memanjakannya dengan apa saja yang ia mau selalu di sediakan dengan baik.
"ErNiang, jika kau tahu semua kesukaan ku.Aku ingin minta sesuatu dari mu hal lain ", ucap Chen Si Lei memainkan musik kecapi untuk menghibur Ibu Suri Ling yang sangat menyukai alunan musik yang dimainkan oleh Chen Si Lei sejak awal mereka berjumpa dan Ibu Suri Ling menyukai bakat seni Chen Si Lei.
"Apa yang kau inginkan, putraku ?",tanya Ibu Suri Ling nada keibuan yang hangat dan penuh kasih.
"Aku ingin ErNiang mengasihi dan menyayangi Li Shao Ning seperti ErNiang yang sangat mengasihi dan menyayangi ku",jawab Chen Si Lei menggunakan tangan nya untuk memberikan buah jeruk sudah di kupas kepada Ibu Suri Ling.
"Aku tidak bisa memberikan kasih sayang ku kepada Li Shao Ning karena dia bukan putri ku",kata Ibu Suri Ling menolak untuk menerima Li Shao Ning.
"Kenapa tidak bisa ?", tanya Chen Si Lei heran.
"Karena aku tidak suka kepadanya ", jawab Ibu Suri Ling mengambil jeruk dari Chen Si Lei dengan muram.
"Kenapa kau tidak suka kepada Li Shao Ning ?Dia wanita yang baik, ErNiang",
"Baik ?Itu menurut mu tapi menurut penilaian ErNiang adalah Li Shao Ning tidak pantas untuk menjadi seorang wanita mu ",jawab Ibu Suri Ling lebih keras.
"Li Shao Ning sudah menjadi istri ku dan calon ibu anak -anak ku yang berarti menantu perempuan Huang ErNiang. Maka ErNiang tidak bisa menolaknya. Aku mau menjadikannya sebagai Permaisuri ku",kata Chen Si Lei gembira sekali.
"Tidak bisa .Aku tidak akan pernah mengizinkannya menjadi Permaisuri mu..Aku ingin seorang yang lebih pantas untuk mendampingi mu",Ibu Suri Ling menolak tegas dan keras.
"Baiklah aku juga tidak akan pernah mau menerima seorang yang lebih baik dari Li Shao Ning sebagai Permaisuri ku",balas Chen Si Lei lebih keras lagi.
"Putra ku...",panggil Ibu Suri Ling melihat Chen Si Lei pergi darinya tanpa pamit.
Istana Selir Agung Ketiga.
Song Hui Lan menemani Chen Si Lei yang sepanjang sore itu sedang emosi dan marah kepada Ibu Suri Ling.
"Aku tidak mau menemui Huang ErNiang sebelum keinginan ku di wujudkan oleh Huang ErNiang ", kata Chen Si Lei melemparkan makanan ikan koi peliharaan Song Hui Lan dengan marah.
"Marah kepada Ibu Suri Ling tapi kau lampiaskan kepada ikan ku",kata Song Hui Lan merampas mangkuk makanan ikan nya dari Chen Si Lei.
"Tenang saja ikan -ikan mu gemuk dan sehat karena aku sangat baik memberikan mereka makan enak ",kata Chen Si Lei merapikan topi nya.
"Mereka beruntung di beri makan oleh mu.Aku tidak pernah di beri makan oleh mu ",kata Song Hui Lan manyun.
"Mmm ",gumam Chen Si Lei menunduk menatap Song Hui Lan.
"Mmm juga ", balas Song Hui Lan berjinjit untuk menciumnya mesra.
Tapi Chen Si Lei mundur darinya sampai Song Hui Lan jatuh ke lantai paviliun di taman kolam ikan koi di istananya.
"Ahh sungguh memalukan ", kata Song Hui Lan berdiri menatap Chen Si Lei yang sudah kabur darinya.
"Aku sedang tidak ingin di cium oleh siapa pun",jawab Chen Si Lei menggunakan khikang jarak jauh.
"Koko Lei Lei. ...kau sungguh nakal ", kata Song Hui Lan membanting kaki kanan dengan kesal karena Chen Si Lei sungguh pintar mengelak darinya.
Istana Selir ke empat
Chen Si Lei menggenggam jepitan rambut milik Li Shao Ning untuk merasakan ikatan batin antara dirinya dengan Li Shao Ning yang berada di luar perlindungan nya.
"Shao Ning kau di mana ??", tanya Chen Si Lei menatap sekeliling kamar tidur Li Shao Ning yang beraroma khas wanita itu.
Para dayang istana ,Kasim dan semua yang berada di Istana Selir ke empat Li Shao Ning tiada yang berani di ruangan yang sama dengan Chen Si Lei karena takut ketahuan tentang pengkhianatan mereka terhadap Li Shao Ning dengan kerjasama dengan semua orang di Selir Agung pertama Putri Lin Lin yang sudah di hukum mati oleh Kaisar Tang Agung tengah malam kemarin.
Chen Si Lei melihat ada kertas kecil yang di selipkan sarung bantal tidur Li Shao Ning.
"Kertas apa ini ?", tanya Chen Si Lei mengambil kertas kecil dan membacanya.
Chen Si Lei melihat bahwa Li Shao Ning menyelidiki semua orang yang memiliki hubungan dengan Kaisar Tang Yu Feng dan Ibu Suri Ling untuk membantu Chen Si Lei aman dari pihak musuh dalam Istana Kekaisaran Tang Agung.
"Pintar juga kau,Shao Ning .Ah kau sungguh membahayakan dirimu sendiri dan sekarang kau tak berani pulang, kan?",ucap Chen Si Lei melipat kembali kertas kecil itu.
__ADS_1
Chen Si Lei memanggil burung rajawali putih sakti untuk mengelilingi Tionggoan untuk bisa menemukan kembali Li Shao Ning yang pergi dari Istana Kekaisaran Tang Agung.
"Aku tidak bisa berdiam diri untuk lebih lama lagi untuk menunggunya pulang ke rumah ku.Aku harus menjemputnya ",kata Chen Si Lei kepada burung rajawali putih sakti yang menjadi tempat dia cerita tentang hatinya saat ini.