Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti

Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti
Wilayah Jurang Barat Sichuan.


__ADS_3

Chen Si Lei dan Hua Erl tiba di lokasi berikutnya, yaitu 'jurang barat' yang di sebut sebagai daerah pedalaman sekali di kawasan itu, awan-awan di puncak ini lebih banyak dan tebal daripada jurang timur, dan Chen Si Lei semakin penasaran ingin tahu tentang dunia jurang barat ini.


"Kita bisa menemukan pemukiman warga desa di bawah jurang barat ini",kata Le Din Yin dan Su Mu Yun juga sudah tiba bersama mereka berdua.


"Desa kesunyian dan gunung menangis di bawah sini",kata Qu Tan Erl.


"Ada beberapa panda di bawah ber lompat -lompat di dahan pohon itu",kata Zijie.


"Lihat di sungai bawah sana ada seorang yang sedang bertarung sengit melawan seorang sakti dan juga ada beberapa orang yang terluka",kata Xiao Kai Zhong.


Brrrrrrrrrrrrr !!!


Wuttttt !!!


Bressssss !!!


"Aghhhhhh !!", teriak orang sakti itu tewas dalam serangan maut dari Chen Si Lei.


"Pendekar Rajawali Emas Sakti",kata seorang pria muda mengenal Chen Si Lei.


"Siapa kau yang sudah mengenali ku sebagai Pendekar Rajawali Emas Sakti?",


"Hamba Bai Xiao Man putra pertama dari Adipati Luo yang di perintah oleh ayah ku untuk selidiki kasus pembunuhan terhadap selir ayah yang bernama Chu Chu saat mengunjungi desa tempat tinggal ibu selir hamba di desa daun sirih merah di sekitar lokasi ini ,tapi hamba dan pasukan hamba di serang oleh seseorang dari atas gunung bentuk lengkuas di bagian belakang sana",jawab pria itu sujud pada Chen Si Lei.


Chen Si Lei mengedarkan pandangan mata setajam mungkin ke segala penjuru di daerah ini dan melihat kembali ke arah sekelompok orang yang bersujud hormat kepada Chen Si Lei dengan menundukkan kepala dan wajah .


"Sebaiknya kita obati dulu luka mu dan prajurit mu di tempat kalian",kata Chen Si Lei.


"Baik silakan Paduka ikuti hamba ke desa ibu selir Chu Chu hamba",kata Bai Xiao man segera berdiri dan mengawal Chen Si Lei dan Hua Erl ke markas besar nya.


Lokasi di desa ini banyak penduduk yang bekerja sebagai petani dan pencari batu bara dan minyak bumi menurut Bai Xiao man cerita kepada Chen Si Lei dan Hua Erl setibanya di desa tersebut,dan Chen Si Lei menemukan satu orang penduduk di desa ini yang mengalami keracunan pada lambungnya.


"Apakah mereka minum air yang mengandung zat kimia batu bara?",tanya Chen Si Lei memeriksa lidah orang itu dengan cermat.


"Periksa bahan makanan mereka di ladang mereka",kata Hua Erl.


"Siap Paduka Selir",jawab para prajurit Bai Xiao man patuh kepada Hua Erl.


"Aduh..",kata seorang gadis mengeluh kesakitan pada lambungnya juga.


"Coba kalian periksa kenapa gadis itu kesakitan pada lambungnya juga",Chen Si Lei memerintahkan mereka semua untuk memeriksa gadis desa itu.


"Dia tidak keracunan zat kimia batu bara seperti kakek ini tapi dia sedang hamil di luar nikah dengan seseorang pria yang tidak diketahui oleh orangtua dan semua orang di desa nya",lapor Bai Xiao man tentang gadis desa cantik jelita itu.


"Kasihan sekali gadis itu",kata Zijie pada gadis desa itu.


Zijie mendekati gadis itu dengan berbicara lembut dan ramah sehingga gadis itu senang sekali berteman dengan Zijie.


"Nama mu Qing Wu usia mu enam belas tahun",kata Zijie ramah.


"Ya Nyonya Muda",jawab gadis remaja cantik jelita itu.


"Siapa kekasih mu dan di mana dia tinggal ?", tanya Zijie menangis sedih dengar cerita tentang gadis manis yang hamil di tinggal pergi oleh kekasihnya yang tidak bertanggung jawab.


"Adipati Luo di kota Cheng",jawab gadis itu mengejutkan hati Bai Xiao man.


"Hei kau bilang apa barusan ??Kau hamil oleh ayah ku ???", tanya Bai Xiao man.


"Ya tuan muda Bai Xiao man. Aku bicara jujur aku di nodai oleh ayah mu saat dia berkunjung ke desa ini",jawab gadis itu menangisi nasib nya.


"Jadi kau tahu penyebab kematian ibu selir Chu Chu ku di desa ini?",tanya pria itu.


"Iya kakek itu ", jawab gadis itu menunjuk ke kakek itu.


Puhhh!!


Tiba-tiba kakek itu meludah ke arah Hua Erl yang segera di selamatkan oleh Chen Si Lei.


Wuttttt !!


Bressssss !!


Kakek itu tewas dalam serangan maut dari Chen Si Lei yang marah karena di tipu oleh kakek itu.


"Ilmu racun kalajengking",kata gadis itu memberi tahu tentang rahasia kakek itu.


"Ilmu racun kalajengking ?", tanya Chen Si Lei terkejut sekali mendengar ada ilmu racun seperti itu .


"Iya ilmu ciptaan Pangeran Muda Sekte sesat Bunga Champa Darah dan di desa ini sangat banyak muridnya termasuk kakek itu",jawab gadis itu jujur berikan info yang lebih akurat daripada hasil informasi dari Bai Xiao man berikan.


Lalu para pasukan Adipati Luo datang dari berbagai penjuru arah desa untuk beri laporan dari penyelidikan mereka semua tentang tambang batu bara dan minyak bumi dan pertanian rempah -rempah di sekitar lokasi ini sangat aman untuk bisa digunakan untuk keperluan masyarakat sekitar dan rakyat tidak mengalami sakit racun dari zat kimia berbahaya di sekitar pertambangan dan penggalian karena jarak jauh dari pemukiman penduduk desa itu.


"Bagus sekali bila pertambangan dan penggalian serta pertanian dan perkebunan di sekitar desa ini terjamin kesehatan dan keselamatan serta keamanan bagi para penduduk di sekitar desa ini",kata Chen Si Lei menerima laporan tersebut.


"Lapor Paduka di daerah selatan desa ada orang yang datang menyerang warga desa dengan sikap menyeramkan sekali",lapor prajurit Bai Xiao man berlari dari arah selatan menemui mereka semua dengan wajah pucat sekali.


"Ayo kita ke sana",kata Chen Si Lei dan Hua Erl berkelebat cepat ke arah selatan.


Brrrrrrrrrrrrr !!!


Wuttttt !!!


Plakkkk !!


Dessssssss !!!


Chen Si Lei menyerang orang sakti yang sedang melakukan penyerangan kepada warga desa daun sirih merah secara langsung dan cepat.


"Lancang sekali kau berani membunuh warga desa ku!!",hardik Chen Si Lei marah.


Wuttttt !!!


Dessssssss! !


Hua Erl bergerak cepat melindungi warga desa yang di serang oleh pihak musuh sakti yang berdatangan ke desa itu.


Singggggg !!!


Cranggg !!


Le Din Yin menangkis serangan senjata tajam milik orang sakti yang mengurung warga desa daun sirih merah.


"Cepat bawa mereka pergi dari sini!!",perintah Chen Si Lei kepada Bai Xiao man.


"Siap Paduka !!", sahut Bai Xiao man segera mematuhi perintah Chen Si Lei.


Para prajurit segera melakukan tugas mereka semua dengan cepat sesuai arahan pimpinan mereka yaitu Bai Xiao man yang di bantu oleh Zijie dan Su Mu Yun serta Nona Qing Wu untuk membantu para penduduk desa segera keluar dari daerah itu.


Wuttttt !!!


Syuutttttttt !!!


Sebuah anak panah meluncur ke arah Bai Xiao man dari arah kanan jalan keluar dari tempat itu.


"Awas ! ! ",teriak Nona Qing Wu mendorong Bai Xiao man dengan cepat sehingga anak panah tidak mengenai tubuh pria itu.


"Oh Nona Qing Wu kau tak apa - apa ?", tanya pria itu segera menangkap gadis itu yang jatuh menimpanya.


"Akhh aku tidak apa-apa",jawab gadis itu berusaha untuk bangun dari tubuh pria yang menjadi putra tirinya itu.


"Ayo raihlah tangan ku",kata Zijie ramah mengulurkan tangan untuk bantu gadis itu berdiri.


"Terimakasih Nyonya Muda",kata Nona Qing Wu menerima uluran tangan Zijie.


Bai Xiao man cepat berdiri dan membantu ibu tirinya yang baru untuk cepat pergi dari tempat berbahaya itu.


"Pergilah cepat, aku akan berusaha melindungi kalian",kata Zijie ter gesa -gesa.


Zijie sudah menghadapi seorang lawan tangguh saat ini sehingga dia tidak bisa menolong mereka berdua lagi.


Wuttttt !!!


Cranggg !!!


Zijie menggerakkan pedang secara cepat dan hebat sehingga pria sakti yang jadi lawannya terkagum-kagum pada kepandaian Nyonya Muda itu.


Wuttttt !!!


Su Mu Yun juga sudah melawan seorang sakti yang sangat hebat di sisi lain desa selatan daun sirih merah.


Wuttttt !!!


Dessssssss !!!


Xiao Kai Zhong berkelebat cepat untuk menolong istrinya yang sedang hamil dan menghadapi musuh tangguh yang terkejut dengan kedatangan Xiao Kai Zhong.


Cranggg !!!


Cranggg !!!


Cranggg !!!

__ADS_1


Cranggg !!!


Cranggg !!!!!


Cranggg !!!


Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti menghadapi sejumlah senjata tajam milik musuh sakti yang sedang di hadapi olehnya.


Wuttttt !!!


Bressssss !!!


"Aghhhhhh !!", teriak para pasukan Bai Xiao man yang tewas dalam serangan dari orang sakti yang berkelebat cepat mendatangi mereka yang sedang sibuk untuk mengeluarkan warga desa dari tempat berbahaya itu.


"Kurang ajar sekali kalian berani membunuh prajurit ku!!",hardik Bai Xiao man.


Plakkkkkk !!


Bai Xiao man menyerang hebat orang sakti itu yang segera menangkis serangan nya dan Bai Xiao man merasa tenaganya tersedot oleh ilmu mukjizat orang sakti itu.


Dessssssss !!


Orang sakti itu terlempar ke udara dan turun ke tanah dengan wajah terkejut oleh seorang pria bangsawan gagah perkasa yang sudah berada di tempat itu.


"Ayah",panggil Bai Xiao man senang sekali melihat ayahnya datang ke desa itu.


"Orang tua jahat kau sudah membunuh istri ku sekarang kau ingin bunuh putra ku serta warga ku..Aku habisi kau!!!",hardik Adipati Luo berwibawa sekali.


"Xiao Man kau lindungi ibu tiri mu juga rakyat dan pasukan mu saja",kata Adipati Luo kepada putranya.


"Ya ayah",kata Bai Xiao man mematuhi perintah ayahnya segera.


Setelah putranya mengamankan selir baru nya dan pasukan serta warga desa ini, Adipati Luo menerjang hebat menghantam orang sakti yang menjadi lawannya di pintu masuk desa selatan daun sirih merah secara cepat dan hebat sehingga pria tua lawannya terkagum-kagum pada kepandaian Adipati Luo ini.


Chen Si Lei menggunakan ilmu pukulan hawa sakti bunga persik untuk hancurkan ilmu mukjizat sesat milik orang sakti yang sedang di lawannya sehingga dua pria sakti lawannya terdesak hebat oleh hawa mukjizat yang di miliki oleh Chen Si Lei ini.


Wushhh !!!!


Bressssss !!


Wuttttt !!!


Crakkkkkk !!!


Chen Si Lei berkelebat cepat memenggal kepala musuh sakti setelah berhasil dia hancurkan ilmu mukjizat sesat nya.


Wuttttt !!!


Bressssss !!!


"Aghhhhhh !!!", teriak para musuh tewas hancur oleh ilmu mukjizat piramida sakti Chen Si Lei .


Wuttttt !!!


Trangggggg !!!!


Crakkkkkk !!


Hua Erl bergerak cepat menggerakkan pedang melawan serangan maut dari pria sakti yang sadis sekali dan memenggal kepala musuh sakti itu secara cepat dan hebat.


Wuttttt !!!


Cranggg !!!


Dessssssss !!


Le Din Yin menyerang kakek sakti yang menjadi lawannya dengan ilmu pedang di tangan kiri dan tangan kanan gunakan ilmu mukjizat khasnya.


Crakkkkkk!!


Le Din Yin memenggal kepala musuh sakti dengan ilmu pedang mukjizat naga Li.


Wuttttt !!!


Singggg !!!


Zijie berkelebat cepat menghindari serangan maut dari orang sakti yang di sisi kiri Su Mu Yun yang sudah bekerjasama menghadapi musuh itu.


Wuttttt !!!


Cranggg !!!


Crakkkkkk !!!


Syuutttttttt !!


Plakkkk !!


Dessssssss !!!


Hua Erl meliukan tubuhnya secara lihai dan menyerang pukulan maut dari musuh sakti dengan cepat dan tepat sehingga orang sakti itu terkejut sekali.


"Wanita hebat",kata pria tampan sakti menjadi lawannya itu.


Wuttttt !!


"Hei jaga kesopanan mu!!",hardik Hua Erl terkejut sekali pria itu bersikap kasar.


"Tubuh mu indah sekali tentu kau sangat cantik jelita sekali di balik kerudung mu itu Nyonya Muda",kata pria lawan Hua Erl dengan gerakan tangan kiri sibuk sekali untuk sentuh pinggang Hua Erl.


Wuttttt !!!


Crakkkkkk !!


"Aghhhhh !!!", teriak pria itu kesakitan tangan kiri di potong oleh Chen Si Lei secara cepat dan hebat dalam melindungi istrinya.


"Manusia laknat berani coba sentuh istri ku ..Aku habisi kau!!",hardik Chen Si Lei.


Wuttttt !!!


Pria itu kaget kecepatan kilat gerakan Chen Si Lei menyambar dirinya dan tahu-tahu Chen Si Lei membabat habis dirinya.


Wuttttt !!!


Crakkkkkk !!!


Wuttttt !!!


Jlebbbb !!


"Aghhhhhh !!", pekik kematian lawan Adipati Luo tewas tenggorokan tertusuk oleh pedang mukjizat Chen Si Lei lemparkan tepat untuk menolong Adipati Luo.


Adipati Luo segera menghampiri Chen Si Lei dan Hua Erl dengan bersujud hormat kepada Chen Si Lei dan Hua Erl bersama putranya dan selir baru nya serta semua pasukannya dan warga desa setempat.


"Hormat kami kepada Pendekar Rajawali Emas Sakti",kata Adipati Luo.


"Adipati Luo bangunlah",kata Chen Si Lei sopan kepada Adipati Luo.


"Terimakasih atas kebaikan Paduka",jawab Adipati Luo hormat kepada Chen Si Lei.


"Adipati Luo perintahkan para pasukan mu untuk rapikan tempat ini segera",kata Chen Si Lei meraih jemari Hua Erl untuk keluar dari tempat itu di ikuti oleh Le Din Yin dan Su Mu Yun serta Xiao Kai Zhong dan Zijie.


"Siap Paduka !!", jawab Adipati Luo.


"Jalankan perintah Paduka dengan cepat dan baik",perintah Adipati Luo tegas.


"Siap Adipati !!", sahut para pasukan nya patuh pada Chen Si Lei dan Adipati Luo.


Adipati Luo meraih tangan Nona Qing Wu untuk di ajak ke tempat Chen Si Lei dan Hua Erl menunggu mereka untuk datang ke hadapan Chen Si Lei dan Hua Erl yang berada di dalam rumah dusun yang sudah di siapkan oleh pihak Adipati Luo pada saat itu untuk menyambut kedatangan Chen Si Lei dan Hua Erl di sekitar wilayah kekuasaannya.


"Paduka hamba Adipati Luo menghadap Paduka",kata Adipati Luo duduk sopan.


"Adipati aku ingin mendapatkan informasi tentang diri Pangeran Muda yang jadi pimpinan Sekte Sesat Bunga Champa Darah dan gunung bentuk lengkuas dari mu",kata Chen Si Lei.


"Pangeran Muda itu bernama Gu Chuan yang tinggal di lembah daun sirih hijau di atas gunung bentuk lengkuas,dia memiliki tiga istri, dua selir, tujuh putra, dan tiga putri yang menyebarluaskan ilmu racun kalajengking dari buronan kerajaan Mesir yang bersembunyi di kawasan ini sedangkan markas besar Sekte Bunga Champa Darah sendiri. Hamba tidak tahu berada di mana dan hamba sungguh bersalah besar terhadap Paduka karena hamba lalai melindungi rakyat di desa ini bahkan hamba tidak bisa melindungi selir hamba Chu Chu hingga meninggal dunia di desa ini saat mengunjungi desa nya dan hamba terlibat kasus telah melakukan satu tindakan asusila terhadap Nona Qing Wu karena kecanduan arak beras dari salah seorang pejabat senior di desa ini yang ternyata masih ada hubungan baik dengan Pangeran Muda Gu Chuan itu dengan tujuan untuk menghancurkan nama baik hamba di kota Cheng",kata Adipati Luo menundukkan kepala dan wajahnya.


"Biang keladi dari semua ini adalah Pangeran Muda Gu Chuan itu",kata Le Din Yin mengepalkan tinju nya marah ke arah lantai.


Duk !!


"Kita harus membasmi Pangeran itu beserta keluarganya segera",kata Su Mu Yun bersemangat sekali dalam menghabisi musuh.


"Ya kita harus segera basmi mereka sampai habis",kata Xiao Kai Zhong dan Zijie.


"Kita bisa mengatur waktu yang tepat untuk menghabisi Pangeran Muda itu",kata Chen Si Lei menerima air teh dari Hua Erl siapkan menggunakan cangkir keramik.


"Paduka hamba sudah berusaha keras untuk membasmi para musuh itu tapi pria itu menyandera ibu kandung hamba dan istri hamba",kata Bai Xiao man sedih.


"Ibu kandung Bai Xiao man adalah istri kedua hamba Paduka yang juga putri dari Pangeran Tua Wei di Ibukota Kekaisaran Tang Agung",kata Adipati Luo .


"Kita bisa menyelamatkan mereka dari pihak musuh,tenang saja",kata Hua Erl.

__ADS_1


"Ayah. ..!!",tiba-tiba terdengar suara halus dari pintu masuk ke dalam rumah ini.


"Adipati Luo. .Nona Yan Ze datang",lapor prajurit Adipati Luo.


Seorang gadis remaja berusia lima belas tahun memasuki rumah itu dan Adipati Luo terlihat ingin sekali memperkenalkan putrinya kepada Chen Si Lei,hal itu bisa di lihat dari sikapnya yang segera menarik putri nya untuk masuk, beri salam dan duduk di hadapan Chen Si Lei secara anggun dan menarik sekali.


"Yan Ze cepat beri hormat kepada Pendekar Rajawali Emas Sakti",kata pria itu.


"Hamba Luo Yan Ze memberi hormat kepada Pendekar Rajawali Emas Sakti",kata Nona itu sopan sekali.


Chen Si Lei hanya mengangguk untuk membalas sapaan dari Nona Luo Yan Ze di hadapan nya tetapi tidak menghiraukan tatapan mata gadis itu yang di perintah oleh ayahnya untuk menarik perhatian Sang Kaisar Tang Agung muda berbakat ini.


"Kita harus segera menerjang musuh secepatnya",kata Chen Si Lei melihat lokasi di kawasan gunung bentuk lengkuas dari Bai Xiao man kiriman kepadanya.


"Ini adalah penjara tempat ibu dan istri hamba di tawan",kata Bai Xiao man.


"Ini adalah rumah Pangeran Muda itu berada",kata Hua Erl menunjukkan lokasi ini dengan pintar sekali.


Chen Si Lei menoleh ke arah Hua Erl seraya mengelus lembut sanggul milik Hua Erl yang membalasnya dengan senyuman penuh cinta dan kasih sayang ,lalu dia menilai bahwa Hua Erl adalah seorang wanita cantik jelita sekali yang cerdas luar biasa sekali.


"Memiliki mu adalah suatu keberuntungan bagi ku",kata Chen Si Lei nada halus.


Adipati Luo meraih tangan Nona Luo Yan Ze untuk membantu Chen Si Lei makan makanan yang di sediakan oleh pihaknya kepada Chen Si Lei dan Hua Erl.


"Paduka silakan di coba makanan yang bergizi yang sudah sediakan untuk Anda di sini",kata Nona Luo Yan Ze menyiapkan makanan di dalam mangkuk nasi pada Chen Si Lei dengan lengkap.


"Terimakasih",kata Chen Si Lei menerima mangkuk isi nasi dan lauk pauk dari Yan Ze berikan kepadanya.


Adipati Luo memikirkan cara agar Chen Si Lei bisa tertarik pada putrinya dan dia akan mendapatkan gelar sebagai seorang mertua dari Kaisar Tang Agung ini bila putri nya bisa menjadi salah seorang selir dari pemuda hebat ini,maka kedudukan nya di Kekaisaran Tang Agung akan naik seimbang dengan Pangeran Tua Wei di Ibukota Kekaisaran Tang Agung yang dengan pintar menjodohkan putranya pada Putri Yang Yang adik kesayangan Kaisar Tang Agung melalui hubungan dekatnya dengan Ibu Suri Ling di Kekaisaran Tang Agung.


Chen Si Lei sudah tahu pemikiran dari Adipati Luo ini terhadapnya tetapi Chen Si Lei pura - pura tidak tahu isi hati dari pria bangsawan tua ini ,Chen Si Lei juga tahu tentang Pangeran tua Wei ingin mempererat hubungan dengan nya melalui cara menikahkan Pangeran Muda Wei kedua yaitu putranya dengan Yang Yang tapi ia harus selektif dalam memilih pasangan untuk adiknya Yang Yang agar gadis itu bahagia di dalam hidupnya sesuai dengan keinginan hati Huang Ama nya.


"Beginilah kehidupan di dunia Kekaisaran di mana pun dan aku harus memahami dunia ini dengan baik sesuai dengan kebijakan ku sendiri agar semua orang yang berada di sekitar ku bahagia",kata Chen Si Lei merenung seorang diri pada sore ini di rumah dusun itu.


"Koko Lei Lei aku bawakan buah segar untuk mu",kata Hua Erl datang kepadanya seraya membawakan beberapa butir buah leci untuk nya.


"Cobalah kau cicipi",kata Hua Erl menyuapi buah leci ke mulut Chen Si Lei.


Chen Si Lei menerima buah leci sudah di kupas dan mudah untuk di makan Chen Si Lei.


"Manis sekali buahnya", puji Chen Si Lei mengunyah buah leci di dalam mulutnya.


Hua Erl terlihat senang sekali memberikan buah leci kepada Chen Si Lei yang juga senang sekali di layani makan buah leci oleh Hua Erl.Chen Si Lei merangkul Hua Erl dari belakang wanita itu untuk di suapi buah leci juga dari Chen Si Lei melalui mulut pemuda itu berikan kepada Hua Erl.


"Ini enak kan makan buah leci bersama ku",kata Chen Si Lei menggigit buah leci di bibirnya untuk Hua Erl ambil dari bibirnya dan mereka berciuman kembali.


"Akh koko kau nakal",kata Hua Erl tertawa halus di rayu oleh Chen Si Lei.


"Sekarang kamu yang aku makan",kata Chen Si Lei menggendong wanita itu dan di bawa ke kamar tidur dalam rumah itu.


"Koko Lei Lei kau sungguh pintar membuat ku nyaman dengan mu",ucap Hua Erl


"Karena aku tahu isi hati mu kepada ku",kata Chen Si Lei membelai lembut wanita yang berada di dalam pelukan nya.


"Aku cinta kamu Koko Lei Lei",ucap Hua Erl membalas ciuman Chen Si Lei.


"Aku juga cinta kamu Hua Erl",kata Chen Si Lei menyentuh halus setiap kulit halus di tubuh wanita itu.


Hua Erl memberikan segalanya setulus hatinya kepada Chen Si Lei setiap kali pria ini menginginkan dirinya, karena Hua Erl mencintainya dengan setulus hatinya,ia tahu bahwa Chen Si Lei hanya cinta kepada Permaisuri Ling Long seorang dari ia dengar melalui setiap kali pria ini menyentuhnya, tetapi Hua Erl tidak perduli yang terutama adalah Hua Erl dapat membahagiakan pria yang di cintai nya ini.


"Aku adalah seorang selir ,aku harus tetap menerima nasibku dan takdir ku yang harus tetap melayani kebutuhan dan keinginan seorang pria yang menjadi Kaisar Tang Agung ini.Aku tahu bahwa banyak wanita yang sedang menunggunya baik di dalam Istana nya maupun di luar Istana untuk bisa membahagiakan nya untuk satu tujuan,yaitu memperoleh keturunan yang sempurna dari nya untuk sebuah tugas mulia masa depan dinasti..Cinta dan tugas untuk nya adalah prioritas nya hidup di dunia ini",ucap Hua Erl dalam hatinya.


Hua Erl memandang Chen Si Lei yang tertidur pulas di sampingnya dengan kasih sayang terhadap pria itu.


Hua Erl melihat sekilas ada orang berkelebat cepat di luar jendela kamar tidur dan ia segera berpakaian rapi dan bersepatu lengkap, lalu berkelebat cepat untuk bisa mengejar dan menangkap orang yang mengintai mereka berdua di rumah itu.


Wuttttt !!


"Aghhhhhh !!", teriak Hua Erl ketika serbuk putih menyerangnya secara tiba-tiba .


Bluk.


Hua Erl jatuh pingsan di tanah dan di seret ke dalam lubang yang khusus untuk di pergunakan sebagai tempat menguburnya hidup -hidup tanpa diketahui oleh satu orang pun di sekitar lokasi ini.


"Siapa di sana ?!!",suara halus mendatangi tempat itu.


Dan. ..


Singggggg !!!


Trangggggg !!!


Sinar pedang dari Chen Si Lei menolong gadis kedua yang akan di kubur hidup -hidup oleh seorang kakek tua renta bertubuh gemuk dan ganas itu.


Bressss !!


Chen Si Lei sudah cepat menolong Hua Erl dari dalam tanah oleh perbuatan keji si kakek itu lakukan.


"Lancang sekali kau berani mengubur Hua Erl hidup -hidup !!Ku bunuh kau !!",


Wuttttt !!!!


Jlebbbb !!


"Aghhhhhh !!", teriak kakek itu tewas dalam serangan maut dari Chen Si Lei.


Chen Si Lei melihat Adipati Luo beserta yang lainnya datang ke arah dan Le Din Yin melihatnya dengan bingung.


"Chen Si Lei apa yang telah kamu lakukan di sini ?", tanya Le Din Yin .


"Aku menolong Hua Erl dan Nona itu dari kakek sakti itu yang ingin kubur mereka berdua hidup -hidup di tempat ini",jawab Chen Si Lei memeluk Hua Erl.


"Yan Ze",kata Adipati Luo memeluk putrinya yang tergeletak pingsan di tempat itu .


"Paduka ini pasti ulah putra dari Pangeran Muda Gu Chuan",kata Bai Xiao man.


"Basmi mereka semua sekarang juga!!",perintah Chen Si Lei marah sekali .


"Siap Paduka hamba laksanakan!!",sahut Le Din Yin dan kawan-kawan nya serta para pasukan dari Adipati Luo .


Le Din Yin dan Xiao Kai Zhong serta pasukan Adipati Luo pergi ke gunung bentuk lengkuas pada malam itu juga sesuai perintah Chen Si Lei berikan kepada mereka semua.


Chen Si Lei menaruh Hua Erl di rumah dusun untuk di jaga oleh Zijie dan Su Mu Yun selama dia akan membasmi para musuh di gunung bentuk lengkuas itu, dan Adipati Luo memandang Chen Si Lei seakan Chen Si Lei telah melakukan hal yang salah terhadap Yan Ze putrinya.


"Kenapa kau menatap ku seperti itu??",tanya Chen Si Lei galak pada Adipati Luo.


"Apakah Paduka telah melakukan sesuatu kepada Yan Ze ku?",tanya Adipati Luo.


"Hei apa maksud mu?",tanya Chen Si Lei marah.


"Paduka telah menyentuh Yan Ze sore ini di dalam hutan itu",jawab Adipati Luo.


"Tidak,aku tidak pernah menyentuh putri mu.Aku bersama Hua Erl sejak sore ini di dalam kamar rumah ini",kata Chen Si Lei jujur.


Hua Erl membuka mata dan melihat Chen Si Lei di sisinya,Hua Erl memeluk Chen Si Lei untuk hilangkan rasa takut karena di kubur hidup -hidup oleh musuh yang di lihat oleh Hua Erl adalah Adipati Luo sendiri bukan kakek itu dengan tujuan untuk menjebak Chen Si Lei untuk menikahi putri Adipati Luo itu sendiri.


"Dia bohong, dia sendiri yang telah menodai anaknya sendiri dan dia kubur aku di hutan hidup -hidup supaya aku mati dan anaknya menggantikan posisi ku",kata Hua Erl bicara sejujur nya mendelik marah kepada Adipati Luo yang licik itu.


"Hahahaha kau sungguh wanita yang cerdas Paduka Selir",kata Adipati Luo kesal bahwa rencananya telah gagal oleh Hua Erl ini.


"Ayah kau jahat sekali kepada ku",kata Luo Yan Ze menerjang hebat ke ayahnya.


Wuttttt !!!


Jlebbbb !!


"Kau membunuh ku??!!",teriak Adipati Luo terkejut di tusuk pedang oleh Selir baru nya sendiri.


"Aku Sudah ingat sekarang bahwa kamu adalah pembunuh kakakku yaitu kakak Chu Chu ku untuk mendapatkan kesucian ku untuk ritual sesat mu sendiri,kamu sangat menjijikkan,kamu bunuh kandungan ku siang tadi dan kau nodai putri mu sendiri dan kau ingin melimpahkan perbuatan kotor mu kepada Paduka, kamu ini sangat layak untuk mati di tangan ku",desis Nona Qing Wu meski pucat tetap dia bisa mengayunkan pedang milik Hua Erl yang dia curi dari Adipati Luo tanpa di ketahui oleh Adipati Luo itu sendiri.


Wuttttt !!!


Crakkkkkk !!


Adipati Luo tewas di penggal oleh selir nya sendiri yang lalu bunuh diri di hadapan Chen Si Lei dan Hua Erl serta Su Mu Yun dan Zijie.


"Akhhh!!",jerit tangis Nona Luo Yan Ze depresi akibat perbuatan ayahnya sendiri .


Gadis itu berlari keluar dengan tidak waras ,dan Chen Si Lei terkejut sekali melihat keluarga Adipati Luo kacau balau akibat perbuatan sesat yang dilakukan pria itu sendiri.


"Pantas saja Bai Xiao man memilih nama Bai daripada nama Luo",kata Su Mu Yun bergidik ngeri juga melihat akibat keserakahan jiwa Adipati Luo ini.


"Ya sudah kalian diam di sini saja dulu. Aku harus membantu yang lain di gunung bentuk lengkuas itu",kata Chen Si Lei tersenyum lembut sekali kepada Hua Erl.


"Ya Koko Lei Lei aku tunggu kau di sini",kata Hua Erl tersenyum bahagia.


Chen Si Lei menciumnya mesra sebelum pergi dari rumah dusun itu. .Zijie dan Su Mu Yun membersihkan rumah itu dari sisa noda darah dan sebagainya..Lalu Hua Erl berdiri seorang diri di pelataran rumah itu memandang arah perginya Chen Si Lei dengan tatapan mata kasih sayang yang sangat besar dan luas terhadap pria kesayangannya itu.


"Aku akan melindungi mu dari segala hal yang akan menyakiti mu. Aku Hua Erl mu selamanya Paduka ku",kata Hua Erl tersenyum sendiri memandang gunung di hadapan sepasang matanya.


"Paduka Selir Hua Erl sangat terlihat jelas bahwa Paduka mencintai Yang Mulia",

__ADS_1


Hua Erl menoleh ke arah Su Mu Yun dan Zijie yang memberi hormat kepada Hua Erl dengan setulus hati mereka.


"Seperti kalian berdua yang mencintai suami kalian dengan sepenuh hati kalian, aku juga memiliki cinta untuk suamiku yaitu Paduka Kaisar Tang Agung kita",kata Hua Erl merasakan bahwa cinta tak perlu balasan yang terpenting adalah ia bisa memberikan rasa aman dan nyaman, damai dan bahagia di hati Chen Si Lei,hal ini sungguh lebih dari cukup untuk Hua Erl bisa bersama Chen Si Lei untuk selama -nya.


__ADS_2