
Niat hati Chen Si Lei dan Sin Yue Qing untuk pergi dari gurun Gobi menuju ke arah gunung Thai San tersendat di tengah perjalanan mereka menggunakan burung rajawali putih sakti di sebabkan oleh badai gurun yang sangat kencang sekali telah membuat Chen Si Lei dan Sin Yue Qing serta Lao Gu terpaksa harus turun di sebuah kota kecil di tengah gurun Gobi bagian barat sebagai tempat berlindung dari badai Gurun Gobi.
Di kota tersebut, rumah -rumah menjadi putih oleh pasir putih dan kuning, tetapi ramai dengan suara petasan yang begitu semarak, dan anak -anak kecil yang berlarian memakai pakaian baru . Pintu -pintu rumah terbuka untuk menerima tamu. Meja -meja penuh dengan makanan, roti gandum, bakpao, babi kecap,dan bakmi tersaji di atas meja.
Tetamu akan bergiliran menyerbu altar, mendoakan leluhur, sebelum akhirnya bercengkerama di atas meja makan untuk makan bersama. Inilah saat yang paling menyenangkan. Keluarga dari jauh akan berkumpul, saling berbagi cerita dan pengalaman, dan saling bersujud pada orang yang paling tua sekalipun bukan orang tua mereka sendiri.
Saat Chen Si Lei membuka mata, ia a seketika teringat hari ini adalah perayaan musim panas. Mata tajam nya yang membuka di pagi hari melihat sinar matahari yang menembus dari celah -celah jendela rumah kecil tempat ia dan Sin Yue Qing serta Lao Gu berlindung di tengah badai gurun Gobi pada kemarin malam dan ia ingat burung rajawali putih sakti berlindung di dalam goa terdekat dengan rumah kecil itu.
Telinganya yang sangat tajam mendengar petasan yang tak putus -putus untuk di ledakkan,belum kata Sin Yue Qing kemarin.
" Orang -orang di kota kecil ini sedang merayakan hari raya ulang tahun untuk walikota mereka ,karena itu kau harus datang ke perayaan musim panas, Koko Lei Lei. Saatnya kamu melihat dunia yang begitu berwarna -warni seindah pelangi ",ramai sekali Sin Yue Qing bercerita kepadanya.
"Bukannya aku tidak mau datang, tapi aku memang tak kenal dengan walikota kota kecil ini ",kata Chen Si Lei semalam di dalam rumah kecil itu.
Sekarang Chen Si Lei mendengar suara Lao Gu yang mengatakan tentang uang sepuluh liang hasil menjual biri -biri untuk membantu seorang gadis kecil yang tinggal di rumah sebelah kanan rumah kecil khusus untuk Chen Si Lei dan Sin Yue Qing tempati untuk sementara waktu sampai badai gurun Gobi reda.
" Sebenarnya kami sudah tak kurang mengencangkan ikat pinggang, tapi nyata nya uang kami tetap mengalir saja seperti air. Lima liang di belikan gandum untuk persediaan makanan, hanya dengan roti kasar kami makan. Sisanya di belikan bibit jagung untuk ber cocok tanam ,ada sepetak tanah yang akan di manfaatkan setelah kami tidak lagi memiliki ternak. Selebihnya, kami tidak memiliki apa -apa lagi ", kata gadis kecil yang bernama You Sa Sa .
" Apakah kau tidak mau pergi ke perayaan musim panas yang di adakan oleh tuan besar Fang Walikota kita ?", tanya salah seorang dari anak -anak kecil yang tinggal di rumah sebelah.
" Ya sebenarnya aku ingin tetapi aku teringat uang kami sudah habis dan aku tak tega berbicara pada ibuku",jawab You Sa Sa gadis kecil ini hanya memandang ibunya yang telah bangun sejak pagi untuk memasak gandum, membuat roti kasar.
" Kau kenapa Sa Sa?",tanya Sin Yue Qing sambil membantu ibunya mengaduk -aduk gandum.
" Sebenarnya, aku ingin ke perayaan musim panas, Kak.Ini kan hari Ching Ming ".
" Ada perayaan musim panas hanya untuk mereka yang punya uang, nak ",kata Nyonya Besar You.
" Kakak ,aku bisa menemaninya berjalan - jalan di perayaan musim panas ", kata Sin Yue Qing menaruh roti gandum di atas piring untuk sarapan pagi Chen Si Lei yang berada di rumah kecil mereka.
" Bu ,aku janji takkan minta apa -apa di perayaan musim panas dan tidak akan tergoda oleh apa pun.Aku hanya ingin melihat -lihat saja, Bu .Izinkan aku ke sana, ya bersama Bibi Tang ?",pinta gadis kecil itu kepada ibunya yang melihat ke arah Sin Yue Qing.
" Benar ,kau mau berjanji ?", tanya ibunya tersenyum.
You Sa Sa tersenyum manis sambil mengacungkan jari tengah dan jari telunjuk. Dan entah kenapa Sang ibu tergerak hatinya untuk sedikit menyenangkan putri nya di hari Ching Ming itu.
" Ya baiklah, ibu izinkan untuk kau bisa pergi ke perayaan musim panas atau karnaval bersama Bibi Tang yang baik hati ini",jawab Nyonya Besar You.
" Jangan khawatir, Nyonya Besar You. Aku akan menemani dan menjaga Sa Sa dengan baik ", kata Sin Yue Qing berdiri dan membelai lembut rambut kepang You Sa Sa.
" Ya terimakasih, adik Yue Qing ", jawab Nyonya Besar You ramah sekali kepada Sin Yue Qing tapi ia ragu untuk mengizinkan putrinya pergi ke perayaan musim panas di temani oleh Sin Yue Qing.
Maka Lao Gu yang melihat hal ini segera menawarkan dirinya untuk menemani You Sa Sa dan Sin Yue Qing pergi ke perayaan musim panas di kota kecil yang bernama kota kecil bunga kaktus Gobi.
" Untuk lebih aman ,bagaimana kalau aku yang menemani mereka berdua",kata Lao Gu yang kini menjadi seorang pria tampan dan gagah perkasa bernama Fang Lan .
" Ah ya saya setuju sekali dengan adanya bantuan Anda yang menjaga mereka berdua bisa membuat hati saya lebih tenang membiarkan mereka berdua pergi ke tempat keramaian itu ", kata Nyonya Besar You ramah sekali kepada Fang Lan.
Mendengar percakapan ini ,Chen Si Lei segera merapikan dirinya dan menemui mereka di rumah sebelah kanan rumah kecil khusus untuk Chen Si Lei dan Sin Yue Qing gunakan.
" Mmm, aku juga hadir untuk menemani mereka berdua agar jauh lebih aman lagi ", kata Chen Si Lei sopan kepada Nyonya Besar You tapi dia melirik tajam kepada Lao Gu seakan mengatakan jangan harap kau bisa mendekati istriku ya ?ancam Chen Si Lei melalui lirikan matanya yang sangat tajam sekali khusus untuk Lao Gu.
" Ah kau ini terlalu curiga kepada ku teman mu sendiri", kata Lao Gu gunakan bahasa hewan surgawi yang hanya bisa di ketahui oleh Chen Si Lei seorang.
" Aku tidak curiga kepada mu tapi aku hanya waspada saja terhadap kelicikan mu ",tukas Chen Si Lei membalasnya dengan bahasa hewan surgawi juga.
Demikianlah mereka bertiga menemani You Sa Sa pergi ke perayaan musim panas dan untuk tiba di sana, mereka harus melewati beberapa desa yang tengah berkumpul bersama untuk merayakan hari raya Ching Ming.
Di sepanjang jalan menuju ke tempat acara perayaan musim panas, mereka pun bisa melihat You Sa Sa begitu gembira sekali melihat kesemarakan acara itu.
" Seandainya kami punya kerabat di rumah -rumah besar itu, tentu tak di sia -siakan begitu saja oleh ku.Aku dan ibuku pasti menyempatkan berkunjung ", You Sa Sa bercerita tentang kisahnya.
" Sa Sa kau pasti suka juga karena di sana ada makanan enak, kue -kue lembut, ada acara lainnya, juga ada pakaian -pakaian indah yang bisa saja di berikan jika kau beruntung ", kata Lao Gu menggandeng tangan gadis kecil itu karena Chen Si Lei bergandengan tangan bersama Sin Yue Qing di belakang mereka berdua.
" Ya akan tetapi kami cukup punya harga diri untuk tak meminta belas kasihan. Walaupun kami miskin, bukan lantas kami mudah untuk menjadi peminta -minta. Kami hanya bisa melihat dari kejauhan orang -orang merayakan berbagai macam perayaan dengan bersenang -senang. Apalagi perayaan tahun baru. Rumah -rumah di cat warna merah, bau cat itu masih terasa menusuk hidung kami",kata You Sa Sa lagi.
" Aku juga dulu pernah seperti mu, dulu bahkan aku bisa melihat orang -orang yang punya uang berlebih tak hanya mengecat ,tetapi juga menghias nya dengan lampion dan naga -naga dari kertas yang di tempelkan di dinding yang pastinya akan membuat Leluhur bisa juga merasakan berbahagia karena di doakan oleh sanak dan kerabat yang hadir ", kata Chen Si Lei bercerita tentang kehidupan di masa lampau nya.
" Namun ,tidak demikian halnya bagi ku dan ibuku.Sebab ,kami tidak punya meja altar dan meja abu yang harus di pertahankan.Bagi warga miskin seperti kami, begitu ada keluarga yang meninggal, jasadnya langsung di buang karena kami tak punya uang untuk membayar pengurusan jenazah. Begitulah, setelah ayahku meninggal, semuanya hilang berikut kenangan -kenangan yang pernah ada dan membekas. Seolah -olah tak pernah di ciptakan, apalagi memberi peran dalam kehidupan ", kata Sin Yue Qing juga bercerita tentang kisahnya di kehidupannya di kota Shenyang.
You Sa Sa terpaku sesaat di sebuah rumah besar. Ia menatap keramaian itu dengan penuh kecamuk perasaan. Lao Gu bisa melihat dari sorot mata gadis kecil itu. Ia tidak ingin You Sa Sa larut dalam suasana kesedihan karena ia tidak punya apa - apa.
"Kau jangan bersedih hati terus menerus karena kau ada kami yang akan beri kamu kehidupan yang lebih baik lagi ", kata Lao Gu iba kepada gadis kecil ini.
" Aku pernah di marahi oleh ibuku seperti ini 'Ayo Sa Sa 'kata ibuku sambil dia menarik ku.Kaki ku terseret, tetapi pandangan mata ku terus menoleh ke arah keramaian. Hingga setelah jauh ,seakan kepala ku terpuntir ke belakang. Ibuku tampak sedikit kesal .Ia memperhatikan ku yang menatap kosong. Ia mencoba menebak isyarat dari mata kosong ku",kata You Sa Sa menangis.
" Apakah ibumu mengertak mu dengan kasar ?", tanya Lao Gu memeluk gadis kecil itu.
" Ya ibuku berkata ", kau kenapa ?Memalukan !!", gertak ibuku mengagetkan ku ", jawab You Sa Sa semakin pilu di pelukan Lao Gu.
" Aku menjawab "Ibu..ibu ..mengapa kita di lahirkan miskin, tidak seperti mereka yang kaya sehingga bisa melakukan apa saja dengan kekayaannya ?",ibuku lalu berkata "Sudahlah, jangan bicara melantur. Itu namanya sudah nasib kita. Kita tidak punya pilihan untuk menentukan nasib kita",entah aku mengerti atau tidak. Aku You Sa Sa bisa mencerna betul kalimat ibuku. Aku mengulang -ulang kalimat itu, aku bicara sendiri dan meresapkannya dalam pikiran ku .Setelah itu kaki ku baru berkenan untuk melangkah ", kata You Sa Sa lagi.
" Betul sekali ucapan ibu mu tetapi kau jangan pernah menyerah dan putus asa karena suatu saat hidup mu akan berubah menjadi lebih baik dari kehidupan mu hari ini",kata Chen Si Lei membelai lembut puncak rambut kepang gadis kecil itu.
" Ya terimakasih, paman Tang atas nasihat mu untuk ku",jawab You Sa Sa .
Perayaan musim panas sungguh godaan terbesar manusia untuk memanjakan mata, menuruti keinginan dan mengeluarkan uang dari dalam kantong. Bukan sekadar pusat orang berkumpul untuk berjual beli,karnaval juga merupakan pusat hiburan. Ada sulap, ada pertunjukan orang kebal,ada berbagai jajanan asing, ada juga mainan menarik hati yang menggerakkan tangan untuk merogoh kantong, lalu membelinya.
Untuk sekian kalinya Chen Si Lei membuat You Sa Sa terperangah. Naluri yang sangat besar untuk ia bisa menyenangkan hati You Sa Sa ,maka ia membelikan semuanya. Ia juga melihat Sin Yue Qing mengajak You Sa Sa melihat pertunjukan sulap di sela -sela kerumunan lautan manusia yang berdiri melingkar, ia melihat ada beberapa orang yang mengerikan di antara para pesulap orang -orang kuat yang mengiris -ngiris tubuh dan leher sendiri, tetapi tidak ada sedikit pun terluka.
Di sana ada terbersit perasaan curiga dari insting Chen Si Lei kepada sekelompok orang yang memperlihatkan pertunjukan sulap karena Chen Si Lei menghirup hawa sesat berbahaya bagi keselamatan mereka di sekitar lokasi tersebut, maka ia segera menggunakan ilmu telepati untuk memberitahu kecurigaan nya kepada Sin Yue Qing.
" Yue Qing sebaiknya kita ajak You Sa Sa ke tempat penjual kembang gula",kata Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telepati untuk komunikasi kepada Sin Yue Qing.
" Sa Sa kita pergi ke tempat penjual kembang gula dan tempat mainan di sana ", Sin Yue Qing meraih jemari You Sa Sa untuk berjalan bersamanya menuju ke arah penjual kembang gula dan mainan anak -anak untuk menjaga keamanan dan keselamatan gadis kecil itu.
Chen Si Lei bisa melihat bahwa salah satu dari kelompok pesulap itu diam -diam mulai menyerang dengan ilmu mukjizat telapak sakti sesat, maka Chen Si Lei pun cepat menangkis serangan maut tersebut dengan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik.
Wuttttt !!
Dessssssss !!
Seorang musuh sesat itu tewas seketika itu juga oleh serangan maut dari Chen Si Lei.
Mungkin karena ia menangkis serangan maut tersebut dan membunuh seorang teman dari pihak musuh,maka para musuh mulai bertindak secara cepat yang akhirnya menimbulkan kepanikan pada masyarakat yang sedang menikmati perayaan musim panas.
" Serbuuuuu merekaaa !!",hardik pria tua pimpinan dari anggota Sekte Sesat Naga Hitam cabang satu tingkat empat yang akhirnya melepaskan samaran mereka dan mengurung rakyat dan Chen Si Lei serta Sin Yue Qing, You Sa Sa dan Fang Lan di tempat itu.
" Laknat kalian semua berani menyandera rakyat !!",hardik Chen Si Lei dengan nada tinggi dan bengis.
Lao Gu menggunakan ilmu perisai bumi untuk melindungi masyarakat sekitar di tempat itu dan para musuh terkejut sekali melihat masyarakat yang berada di dalam genggaman mereka menghilang di dalam pandangan mata mereka, maka Lao Gu memberikan isyarat kepada seluruh masyarakat untuk segera pergi dari lokasi berbahaya itu tanpa di ketahui oleh pihak musuh.
" Bagaimana cara merek semua hilang di tengah -tengah kita ?",pria tua sadis itu bingung dan marah kepada pihak anak buahnya.
" Kami juga tidak tahu,tuan besar ", jawab para anak buahnya panik dan takut di hukum oleh Ketua mereka yang sangat terkenal kejam .
" Sudahlah kalian semua jangan banyak bicara!!Kalian semua harus membunuh mereka semua sebagai ganti nyawa kalian !!", perintah pria tua sadis itu kepada para anak buahnya.
" Ya tuan besar !!",sahut para anak buahnya patuh kepada pria tua sadis itu.
Mulailah para pasukan Sekte Sesat Naga Hitam berkelebat cepat menyerang Chen Si Lei dan Lao Gu dengan ganas sekali sehingga Chen Si Lei dan Lao Gu menggunakan ilmu mukjizat mereka masing - masing untuk menghadapi para musuh itu.
Wuttttt !!!
Plakkkkkk !!
Dessssssss !!
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat sehingga sejumlah orang musuh sakti sesat tewas dalam serangan maut dari Chen Si Lei dan Lao Gu menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bumi yang hebat menghantam hancur para musuh sakti sesat di dekatnya.
Para musuh marah dan semakin ganas sekali menyerang mereka berdua dengan ilmu -ilmu mukjizat sangat ganas sekali sehingga Chen Si Lei dan Lao Gu harus menggunakan metode awan naga menggulung angin musim semi dan ilmu sakti hawa bumi menghantam hancur para musuh sakti sesat .
Wuttttt !!
__ADS_1
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh serangan maut dari Chen Si Lei dan Lao Gu.
Sementara itu Sin Yue Qing yang membawa pergi You Sa Sa dari tempat acara perayaan musim panas ,mereka berdua di serbu oleh sejumlah orang musuh lain yang menunggangi sejumlah kuda ,unta ,dan keledai menyerang mereka berdua di atas tebing curam.
" Bibi Tang kita harus bagaimana ?", tanya You Sa Sa pucat ketakutan melihat ada banyak orang menyeramkan mendatangi dan mengurungnya bersama Sin Yue Qing istri dari paman Tang.
" Jangan khawatir bibi pasti akan melindungi mu ",jawab Sin Yue Qing mencabut pedang mukjizat langit naga siluman dan bersiap untuk menghadapi para musuh sakti sesat yang sudah di ketahui olehnya adalah para anak buah dari Dewi Bunga Mawar Hitam yang bernama Ye Bing.
" Sin Yue Qing sebaiknya kamu menyerah saja kepada Ketua kami atau kau akan mati bersama gadis kecil malang itu yang tidak tahu menahu tentang urusan kita ", kata salah seorang dari anggota Sekte Sesat Naga Hitam pimpinan Setan Kadal Gobi yang duduk di atas unta.
" Aku tidak akan pernah menyerah kepada kalian semua meskipun nyawa ku yang menjadi taruhan nya dan aku juga tidak akan pernah mengorbankan nyawa anak perempuan ini ",jawab Sin Yue Qing tegas dan keras kepada pihak musuh.
" Baik !!Kau lihat serangan ku !!", hardik pria sadis yang duduk di atas punggung unta yang sudah mengayunkan cambuk warna ungu ke arah Sin Yue Qing yang sudah menebas cambuk ungu milik musuh dengan ilmu pedang mukjizat angsa putih.
Crakkkkkk !!
"Kurang ajar kau berani menghancurkan cambuk ungu kesayanganku !!", hardik pria sadis itu mengayunkan pukulan maut dari atas punggung unta kepada Sin Yue Qing yang sudah menangkis serangan maut tersebut dengan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik.
Wuttttt !!
Plakkkkkk !!
Dessssssss !!
Pria sadis itu penasaran terhadap ilmu mukjizat milik Sin Yue Qing, maka ia terus menerus menyerang istri Pendekar Rajawali Emas Sakti dengan sadis sekali dan ia mencelat dengan sangat cepat sekali menerjang hebat ke arah Sin Yue Qing yang sudah berkelebat cepat ke arah lain untuk melindungi You Sa Sa yang di serang oleh pihak musuh di sisi kirinya.
Wushhh !!
Dessssssss !!
" Aghhhhhh !!",teriak seorang musuh yang terjungkal ke jurang curam oleh Sin Yue Qing.
" Wanita laknat berani sekali kau membunuh salah satu dari anggota kami!! ", pria sadis lain berkelebat cepat untuk membunuh Sin Yue Qing dengan pedang yang mengeluarkan hawa sesat yang luar biasa sadis nya dari arah kanan Sin Yue Qing yang sudah menangkis pedang milik musuh dengan pedang mukjizat langit naga siluman mengerahkan ilmu pedang angsa putih.
Wushhh !!
Cranggg !!
Pria sadis itu cepat memeriksa pedangnya untuk memastikan bahwa pedangnya aman sesudah ia bisa melihat pedangnya aman,maka ia menerjang maju untuk menghunuskan pedangnya ke arah You Sa Sa yang menjerit ketakutan melihat sinar tajam pedang ganas itu.
Tapi Chen Si Lei berkelebat cepat menangkis serangan maut tersebut dengan pedang mukjizat sembilan naga emas sakti menghantam hancur pedang milik musuh.
Wushhh !!
Cranggg !!
"Yue Qing cepat pergi dari sini. Biar aku yang akan menghadapi mereka ", kata Chen Si Lei seraya menggerakkan pedang melawan para musuh di sekitar lokasi tersebut.
Wuttttt !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
"Ya Gege ", jawab Sin Yue Qing yang sudah cepat meraih jemari You Sa Sa untuk pergi dari tempat itu
Tetapi percikan api dari mulut para pesulap palsu itu menyemburkan api ke arah Sin Yue Qing yang cepat melindungi You Sa Sa dan menangkis serangan maut tersebut dengan ilmu mukjizat sakti es.
Wushhh !!
Brussshhhhh !!
"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh serangan maut dari Sin Yue Qing.
" Lao Gu lindungi You Sa Sa !!", teriak Sin Yue Qing melemparkan You Sa Sa pada Lao Gu sebelum Sin Yue Qing terjungkal ke bawah jurang yang bernama jurang lembah bunga kehampaan.
" Yue Qing. ...!!",teriak Lao Gu yang memeluk You Sa Sa terkejut sekali melihat Sin Yue Qing hilang tertelan awan jurang lembah bunga kehampaan.
" Bedebah laknat kalian semua yang telah menyebabkan Sin Yue Qing terjatuh ke bawah jurang !!", hardik Lao Gu marah sekali kepada pihak musuh.
" Orang muda tolong jangan ikut campur urusan kami dengan Pendekar Rajawali Emas Sakti yang sangat kami benci itu atau kau akan mati oleh Ketua Sekte kami ", kata pria yang duduk di atas punggung burung rajawali hitam yang rupanya pria yang menyerang Sin Yue Qing hingga wanita itu terjungkal ke dalam jurang lembah bunga kehampaan.
" Aku tidak pernah takut kepada kalian semua !!Rasakan ini serangan ku !!", hardik Lao Gu menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bumi menghantam hancur pria ganas yang duduk di atas burung rajawali hitam.
Wuttttt !!!
Dessssssss !!
Pria itu tersenyum merendahkan ilmu mukjizat telapak sakti bumi milik Lao Gu.Ia menyerang Lao Gu dengan ilmu mukjizat telapak sakti api neraka hitam yang hebat sekali sehingga Lao Gu harus melindungi You Sa Sa dari hawa sesat itu.
Tapi Pria ganas itu menyerang kembali dirinya dengan ilmu mukjizat telapak sakti bunga api hitam dari atas punggung burung rajawali hitam sehingga Lao Gu pun menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti kupu - kupu bumi menghantam hancur ilmu mukjizat telapak sakti api hitam milik Pangeran Muda Shang Bin .
Wushhh !!
Dessssssss !!
Lao Gu berkelebat cepat untuk merampas pedang mukjizat milik musuh di dekat nya untuk ia gunakan untuk menghadapi para musuh dengan lebih mudah lagi, tapi seorang wanita paruh baya menerjang hebat sekali menghadapi Lao Gu yang segera memeluk You Sa Sa yang terbelalak kaget melihat ibunya tiba-tiba sakti dan menyerang dirinya.
" Ibu. ...kenapa kau menyerang ku ?!",jerit gadis kecil ini.
" Karena kau adalah seorang putri haram suamiku dengan kakak perempuan ku sendiri !!", hardik ibunya menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga sesat menyerang langsung ke arah Lao Gu dan You Sa Sa yang berada di tebing yang sangat curam sekali.
Lao Gu menangkis serangan maut tersebut dengan ilmu mukjizat telapak sakti bumi menghantam hancur ilmu mukjizat telapak sakti bunga sesat milik wanita sadis itu.
Wuttttt !!
Dessssssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak wanita itu tewas hancur oleh ilmu mukjizat telapak sakti bumi milik Lao Gu.
Lalu seorang pria ganas dari atas punggung kuda hitam menyerang Lao Gu dan You Sa Sa dengan berkelebatan cepat sekali sehingga Lao Gu menggunakan ilmu mukjizat cakar anjing langit menyambut serangan tersebut.
Wushhh !!
Crakkkkkk !!
Pria ganas yang duduk di atas punggung kuda hitam tewas hancur oleh Lao Gu.
Di saat yang sama sebuah bola hitam menyerang Lao Gu dan You Sa Sa dari arah kanan Lao Gu dan meledak mengeluarkan uap hitam yang membuat penglihatan Lao Gu terhalang dan akhirnya Lao Gu dan You Sa Sa juga terjungkal ke jurang gurun Gobi bagian barat yang lainnya.
" Kita harus melaporkan berita hangat ini kepada Ketua kita",kata Pangeran Muda Shang Bin yang duduk di atas burung rajawali hitam.
" Ya tentu saja, Pangeran Muda Shang yang terhormat ", jawab gadis cantik jelita yang memimpin pasukan khusus untuk membunuh Pendekar Rajawali Emas Sakti dan Bandit Kecil dari Timur Laut.
"Mi Mi kau semakin hari semakin cantik jelita saja sampai aku tergiur dengan mu ",puji Pangeran Muda Shang Bin meloncat turun ke atas punggung kuda putih untuk memeluk Putri MiMi keponakan dari Ibu Suri Ling.
" Pangeran Muda Shang Bin kau jangan sembarangan menyentuhku karena aku adalah keponakan dari Ibu Suri Ling dan aku tunangan resmi Pangeran Muda Lin sepupu favorit Kaisar Tang Agung ", kata Putri MiMi menepis tangan pemuda liar itu.
" Pangeran Muda Lin Xiao Xin yang bodoh tak pantas untuk menjadi suami mu ",Pangeran Muda Shang Bin tidak peduli dengan tunangan Putri Mi Mi .Ia sudah mulai mencium bibir dan mulut Putri Mi Mi dengan rakus.
" Ahhh, Pangeran Muda Shang Bin .Jangan. .",kata Putri Mi Mi yang panik sekali karena Pangeran Muda Shang Bin sudah menyentuh seluruh tubuhnya dengan jemari tangan pria itu.
" Jangan apa ?Aku tidak peduli dengan siapa pun ", jawab Pangeran Muda Shang Bin menggendong gadis itu untuk di bawa ke rumah penduduk terdekat dan ia sudah mulai membuka pakaian gadis yang pucat sekali.
" Jangan. ..!!",teriak gadis itu kesakitan karena Pangeran Muda Shang Bin sudah menodai dirinya.
Di luar rumah ini, para pasukannya juga sedang merajalela dengan melakukan satu perbuatan terkutuk yang membuat gurun Gobi bagian barat menjadi sebuah tempat neraka dunia.
" Hhh ada apa ini ?!",hardik pria tua yang menjadi walikota dari kota kecil bunga kaktus Gobi terkejut sekali melihat kekejaman yang telah di lihat oleh sepasang matanya sendiri di daerahnya sendiri.
Tetapi tidak ada seorang pun dari anggota Sekte Sesat Naga Hitam melihat dan menghiraukan walikota kota kecil bunga kaktus Gobi.
__ADS_1
" Kalian. ..Kalian semua !!", hardik walikota dari kota kecil bunga kaktus Gobi lagi dan akibatnya dirinya di penggal oleh salah satu dari anggota Sekte Sesat Naga Hitam.
Crakkkkkk !!
Istana Kekaisaran Tang Agung.
Keesokan harinya, Putri Tang Yang Zi yang sudah berusia tujuh belas pada hari itu terbangun dalam tidurnya dengan keadaan merasakan sakit yang luar biasa di bagian kaki, lengan dan punggungnya .Tubuhnya ingin terus menempel di balik selimut, tapi itu akan membuat ngilu nya makin parah. Setelah gadis itu berhasil mengumpulkan kesadarannya,Tang Yang Zi berguling, lalu ia pelan -pelan buka sepasang matanya dan terkejut sekali melihat seorang pria tampan berusia dua puluh delapan tahun berada di atas tempat tidurnya.
" Ahh siapa kau ?", tanya Tang Yang Zi histeris.
" Apakah kau lupa siapa aku ?",tanya pria itu dengan santai sekali.
" Apa maksud mu aku lupa kepada mu?",tanya Putri Tang Yang Zi sudah turun dari tempat tidur.
" Aku Pangeran Muda Lin Xiao Xin sepupu mu dan juga kekasih mu",jawab pria itu berdiri dan membelai lembut rambut panjang Tang Yang Zi.
" Ahh lalu apa yang telah terjadi pada ku ?",tanya gadis itu menggigil.
" Kemarin malam kita berdua mabuk arak dan kita telah berbagi pengalaman dan kebutuhan cinta satu sama lain ", jawab Pangeran Muda Lin Xiao Xin memainkan lidahnya di sekitar bibir manis Tang Yang Zi.
"Kalau begitu aku sudah tidak suci lagi ", kata Tang Yang Zi menangis.
" Ya kau sudah menjadi milikku seutuh nya tapi kau jangan khawatir aku akan menikahi mu ",kata Pangeran Muda Lin Xiao Xin menggendongnya kembali dan ia membaringkan gadis itu di atas tempat tidur dan memulai hubungan mesra lagi.
" Tapi aku tahu bahwa kau sudah menikah dengan Putri Kao Yan yang menjadi istri pertama mu dan kau memiliki tunangan yang bernama Putri Mi Mi, lalu aku akan menjadi Selir mu ,begitukah ?", Tang Yang Zi jatuh cinta kepada Pangeran Muda Lin Xiao Xin seorang pangeran muda dari putra pertama dari Pangeran Tua Lin yang menjadi anggota parlemen Kekaisaran Tang Agung.
" Ya kau benar sekali,kau akan menjadi istri ketiga ku atau selir ketiga ku ", jawab Pangeran Muda Lin Xiao Xin yang membelai lembut tubuhnya.
" Baiklah tapi kau jangan pernah melupakan janji dan sumpah mu untuk menikah dengan ku secepatnya setelah kita melakukan hubungan intim bersama ", kata Tang Yang Zi memeluk pria gagah perkasa itu.
" Ya jangan khawatir aku pasti akan menikahi mu ",jawab Pangeran Muda Lin Xiao Xin menambah kemesraan pada Tang Yang Zi.
Setelah itu, Pangeran Muda Lin Xiao Xin berpakaian rapi untuk bekerja di kantor pusat pelayanan kesehatan di salah satu daerah di Ibukota Kekaisaran Tang Agung.
Sedangkan Tang Yang Zi kembali ke sekolah di lembaga pendidikan tinggi dari Kekaisaran Tang Agung bersama para adiknya dan juga Putri Tang Yang Mi yang bulan depan akan menikah dengan Ao Hung yang kini menjadi Jenderal pajak Kekaisaran Tang Agung.
Di tengah jalan menuju ke sekolah, Putri Tang Yang Zi berpapasan dengan Li Kuan Yew yang ingin mengantarkan seorang gadis seusia dirinya untuk sekolah di sekolah itu.
" Selamat pagi Tuan Putri Tang Yang Zi ", sapa Li Kuan Yew sopan.
" Ya Selamat pagi juga, Kakak Li ",sapa Putri Tang Yang Zi elegan.
" Ohya, Tuan Putri silakan anda berkenalan dengan Xuan Ji calon istri ku yang baru ", kata Li Kuan Yew memperkenalkan kekasihnya kepada Tang Yang Zi.
" Oh semudah itu kau melupakan Yehonala mantan istri mu ",ucap Tang Yang Zi.
" Aku tidak pernah merasa aku pernah mencintai kakak mu .Aku mencintai Xuan Ji gadis pujaan hati ku ",jawab Li Kuan Yew tersenyum menawan hati pada Xuan Ji .
" Emm baiklah, aku senang hati mendengarnya ",kata Tang Yang Zi mengibaskan rambutnya dengan berputar berjalan masuk ke dalam gedung sekolahnya.
" Gadis sombong sekali dia itu ", kata Li Kuan Yew sebal.
" Kakak aku masuk ke kelas dulu,ya?",gadis cantik jelita itu pamit kepada Li Kuan Yew.
" Ya semoga sukses selalu buat mu di sekolah ", jawab Li Kuan Yew melambaikan tangan kanan kepada gadis kekasihnya yang berasal dari Kota Kun .
Lalu Li Kuan Yew pergi bekerja di kementerian pembangunan dalam negeri yang bersebelahan dengan Kementerian Kehutanan yang di pimpin oleh Fan Wu Ji.
Gunung Thai San.
Sudah satu lamanya, Melani dengan susah payah memaksakan kakinya untuk berdiri. Ilmu mukjizat Melani masih belum pulih kembali setelah ia di tawan oleh Sekte Sesat Naga Hitam pimpinan Le Ming Zhao saudari kandung Le Din Yin di dalam penjara dalam hutan di Sekte Naga Sungai Li.
" Aku harus tetap mencari jalan keluar dari rumah kecil ini ", kata Melani berusaha keras untuk mengeluarkan dirinya dari rumah kecil tawanan Sekte Naga Sungai Li ,ia di bantu oleh gadis cantik jelita bernama Li Yun Erl.
" Kau jangan khawatir aku pasti akan menolong kamu ", kata Li Yun Erl dengan cerdik menggunakan tusuk gigi panjang untuk membuka gembok pintu rumah kecil itu.
Dan ,gadis itu berhasil menyelamatkan Melani yang di bawa lari ke bagian barat daya gunung Thai San dan mereka berdua bertemu dengan seorang pria hebat yang bernama Wu Zijia yang mengizinkan mereka berdua masuk ke dalam jerami yang di kumpulkan oleh pria itu untuk di jual ke pasaraya di wilayah Yunan.
Di daerah ini, mereka berdua berkenalan dengan keluarga pria gagah itu yang sangat miskin tetapi ramah sekali kepada mereka berdua.
" Perkenalkan ini adalah istriku yang bernama Mei Yan dan ini putriku Ying ",kata Wu Zijia mantan Pendekar Besar yang pernah menggemparkan dunia persilatan Tionggoan dengan julukan Pendekar Tanpa Kepandaian.
" Ya terimakasih banyak atas bantuan Anda kepada kami ", kata Melani ramah dan sopan.
" Jangan sungkan silakan anda berdua tinggal di rumah kami untuk sementara waktu sampai Nona ini sembuh dari sakitnya ", kata Wu Zijia yang sudah minta tolong kepada istrinya untuk memberikan tempat tidur untuk kedua orang gadis baik hati itu.
" Ya terimakasih, kakak Wu ",jawab Melani dan Li Yun Erl bersamaan.
Karena itu untuk membalas kebaikan keluarga Wu ,Melani dan Li Yun Erl bantu keluarga itu dengan bekerja sebagai penjual jerami ke pasaraya bersama putri keluarga Wu yang baru berusia tiga belas tahun.
Melani melihat Ying tertarik dengan boneka rumput yang di jual seorang anak laki-laki yang tampak masih tekun menekuk -nekuk rumput teki untuk di buat aneka macam bentuk manusia.
Anak laki-laki itu sepertinya lebih tua darinya, terlihat dari otot -ototnya yang mulai tumbuh, sekal,khas pekerja keras, memakai baju panjang berwarna kusam. Anak itu diam -diam memperhatikan kedatangan mereka bertiga. Awalnya anak itu menunduk dan hanya menampakkan rambutnya yang kaku seperti ijuk.
Dalam hati Melani bisa melihat Ying begitu memiliki salah satu boneka rumput itu. Sementara itu, Li Yun Erl melihat Mei Yan ibu gadis kecil itu yang berada di lapak sebelahnya tertarik dengan rangkaian bunga -bunga tropis yang di taruh dalam vas bunga dari kayu.
Kelihatannya baru, bau wangi nya masih tercium dan beberapa kali penjualnya menyemprotkannya dengan butiran -butiran air.Ah seandainya rumahnya di hiad dengan bunga cantik itu, mungkin akan terasa lebih indah, tapi. ..
" Berapa harga bunga -bunga tropis ini ?", tanya Li Yun Erl tak tega melihat wanita baik itu hanya bisa memandangi bunga -bunga yang membuatnya tertarik untuk membelinya.
" Nona Li jangan tak perlu ", kata Mei Yan malu .
" Tak apa-apa, Cici yang baik ",kata Li Yun Erl membelikan nya bunga -bunga yang ia inginkan sebagai hiasan di dalam rumahnya.
" Ya terimakasih ",jawab Mei Yan menerima bunga - bunga tropis vas kayu dari Li Yun Erl.
" Ying, ayo kita pulang !", ajak Wu Zijia.
" Ayah, aku mau beli boneka rumput ", pinta Ying.
" Tadi kau sudah berjanji takkan terpincut dengan apa pun yang ada di pasaraya ", kata Mei Yan ibunya.
" Tapi,ini hanya sekadar boneka rumput.Harganya pun murah",kata Wu Zijia yang membelikan putrinya mainan boneka rumput itu.
" Kita tidak punya uang sepeser pun. ...",Mei Yan mengingatkan suaminya.
" Kita masih punya uang untuk putri kita bahagia ", kata Wu Zijia kepada istrinya.
" Daripada untuk membeli benda tak berharga itu, lebih baik untuk makan sehari -hari ", omel istrinya.
"Jangan di dengar ucapan ibu mu.Kalau kau suka, ambillah !", Wu Zijia tetap saja membelikan putrinya mainan itu.
" Bu...",Ying menoleh pada ibunya, meminta pertimbangan padanya boleh atau tidak menerima pemberian dari ayahnya.
Mei Yan mengangguk mengizinkan gadis kecilnya menerima boneka rumput yang di belikan oleh pria asing yang bertahun -tahun hidup bersamanya untuk balas budi nya saja.
" Ucapkan terima kasih, Ying ", kata Mei Yan.
" Terimakasih, ayah ", kata Ying memeluk Wu Zijia.
" Paman Wu siapa nama putri mu ?",tanya anak laki-laki itu.
" Bu..."Untuk kedua kalinya Ying menengok kembali pada ibunya.
Mei Yan menggeleng kepala dan menarik tangan Ying agar segera pergi di ikuti oleh Wu Zijia yang menjawab pertanyaan anak laki-laki itu dengan ramah.
" Xiao Ying kau simpan baik -baik nama putri kecil ku ",kata Wu Zijia kedip ramah sekali kepada anak laki-laki itu.
"Terimakasih ,paman Wu",jawab anak laki-laki penjual boneka rumput itu.
Seorang pria ramah mengejutkan hati Melani yang segera di tarik oleh Li Yun Erl untuk pergi dari pasaraya.
" Baiklah, tak apa, kau tak menjawabnya. Tetapi, kau telah membawa tusuk konde burung cenderawasih ku .Suatu saat kau akan mengenang ku dan kembali ke sini !!",pria itu berteriak keras -keras saat Melani dan Li Yun Erl sudah meninggalkan nya dengan rasa penasaran.
__ADS_1
" Centil sekali kau ",tegur anak laki-laki itu kepada paman nya si Penjual tusuk konde burung Cenderawasih.
" Kau juga centil kepada putrinya Wu Zijia ", kata Penjual tusuk konde burung Cenderawasih .