Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti

Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti
Kota Bunga Krisan.


__ADS_3

Chen Si Lei mengikuti petunjuk dua orang muda yang menjadi anak -anaknya dari Adipati Huo yang tinggal di kota bunga krisan dan lima orang yang ikut masuk ke dalam kota bersama rombongan Chen Si Lei adalah anak -anak dari Jenderal Huo yang merupakan seorang saudara dari Adipati Huo.


"Kalian ber lima tidak sopan kepada Pendekar Rajawali Emas Sakti",tegur pria lain yang datang dari arah depan kuda Chen Si Lei.


"Paman ke empat",panggil ke lima orang muda itu yang segera bersujud hormat kepada Chen Si Lei.


"Hormat kami kepada Pendekar Rajawali Emas Sakti",kata kelima orang muda serentak kepada Chen Si Lei.


"Ya aku terima hormat kalian kepada ku",kata Chen Si Lei halus pada kelima anak muda itu.


"Pendekar Rajawali Emas Sakti silakan Anda lanjutkan perjalanan Anda ke rumah besar kami ",kata pria yang di panggil paman ke empat dari lima orang muda tadi.


"Paman ke empat kami adalah panglima perang di wilayah utara ini dan memiliki istri dan tiga orang putri yang aneh semua",kata gadis putri dari Adipati Huo.


"Kenapa kau mengatakan bahwa ketiga orang putri dari paman ke empat mu itu aneh?",tanya Chen Si Lei halus pada gadis itu yang segera memerah malu.


"Karena mereka tidak menyukai pria tetapi mereka menyukai wanita",jawab gadis itu.


Chen Si Lei sudah tiba di kediaman Adipati Huo yang segera di sambut baik oleh segenap keluarga besar Adipati Huo bersujud hormat kepada Chen Si Lei yang menggangguk kepala untuk menjawab sapaan mereka semua kepada nya dan ia segera mengikuti tuan rumah menuju ke ruang tamu keluarga itu.


"Paduka silakan di minum air teh bunga krisan kami",kata Nyonya Besar Adipati Huo memberi perintah pelayan untuk sediakan cawan keramik untuk Chen Si Lei minum air teh bunga krisan mereka.


"Baik terimakasih",kata Chen Si Lei menerima cawan keramik air teh bunga krisan dari Kasim Lin Mo Bai sediakan khusus untuknya.


"Salam Sejahtera kepada Paduka Kaisar Tang Agung",sapa Adipati Huo baru saja datang ke rumah itu.


"Ya salam sejahtera juga untuk mu Adipati Huo",sapa Chen Si Lei ramah pada pria paruh baya ini.


Lalu Adipati Huo memperkenalkan dua orang isteri tua,lima istri muda dan tujuh orang selir,lima belas putra dan sepuluh orang putri, lima belas menantu wanita, sembilan menantu pria, delapan orang cucu laki-laki dan lima cucu perempuan serta ibu kandung dan delapan orang ibu selir serta sejumlah adik laki-laki dan beberapa orang adik perempuan baik,pokoknya semuanya di kenalkan kepada Chen Si Lei.


"Ya ya terimakasih banyak",kata Chen Si Lei sopan dan hormat kepada Adipati Huo dan keluarganya.


"Paduka apakah Anda tidak keberatan jika Paduka beristirahat untuk beberapa hari di rumah hamba?",tanya Adipati Huo hormat kepada Chen Si Lei.


"Ya tentu saja aku tidak keberatan sama sekali ",jawab Chen Si Lei sopan.


"Bagus sekali, kalau begitu Anda dapat menggunakan waktu santai Anda di rumah hamba",ucap Adipati Huo begitu senang sekali bisa menyediakan rumahnya agar Chen Si Lei singgah beberapa hari ini.


"Kalau begitu hamba akan segera menyiapkan ruang tidur untuk Paduka dan juga hidangan makanan dan minuman khas keluarga kami",kata Nyonya Besar Adipati Huo begitu bersemangat sekali untuk melayani Chen Si Lei ber tamu di rumahnya.


"Iya terimakasih",jawab Chen Si Lei sopan kepada Nyonya Besar Adipati Huo.


Lalu Adipati Huo mengajak Chen Si Lei wisata keliling rumah, usaha dan tempat lain di kota bunga krisan serta tidak lupa untuk memberikan Chen Si Lei informasi tentang bisnis teh krisan yang hebat dari perkebunan teh keluarga Huo,dan tentu saja menanyakan perihal putri ter muda nya kepada Chen Si Lei.


"Aku suka putri mu di jodohkan dengan putra dari Pangeran Zheng Tua yang aku ketahui sebagai seorang pria yang hebat",kata Chen Si Lei seraya melihat Le Din Yin dan Sheng Li Na sibuk makan siang di kedai kecil pinggir jalan.


"Tidak bisa Paduka, hamba ingin putri hamba Huo Yi Ren untuk menjadi seorang selir dari paduka ",kata Adipati Huo cepat menolak usul Chen Si Lei tadi.


"Aku tidak mau menikah dengan putri mu",jawab Chen Si Lei tegas kepada Adipati Huo lalu segera meninggalkan Adipati Huo untuk menemui Le Din Yin dan Sheng Li Na.


Adipati Huo terlihat kaget sekali dan kesal karena putrinya di tolak oleh Chen Si Lei begitu saja tetapi Adipati Huo tidak berani untuk bertanya dan meminta Chen Si Lei untuk menjadikan putrinya sebagai seorang Selir Chen Si Lei dengan begitu Adipati Huo bisa naik pangkat derajatnya.


Chen Si Lei tidak mempedulikan Adipati Huo yang berada di seberang toko dan di depan museum bunga krisan, Chen Si Lei fokus terhadap Le Din Yin dan Sheng Li Na serta mencoba makanan baru di pinggir jalan sambil menunggu konfirmasi dari Lin Mo Bai dan Hu Yi Tian.


"Kue rasa bunga krisan ini wangi juga",kata Chen Si Lei menikmati kue kering dan renyah itu dengan ceria.


"Coba kue bola salju rasa manis",kata Le Din Yin memasukkan kue ke mulut Chen Si Lei yang menggigit dan mengunyah makanan itu dengan perasaan senang.


"Kuaci rasa kacang almond ini juga enak",kata Sheng Li Na memberikan kuaci itu kepada Chen Si Lei yang menganggapnya sebagai seorang kakak ipar keempat dari Chen Si Lei.


"Paduka teh ini rasanya aneh",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao membuang air teh ke tanah.


Blarrrrrrrrr !!


"Hei !!", teriak mereka semua melompat dari kedai itu.


"Tangkap mereka semua dan selidiki kasus teh palsu",perintah Chen Si Lei.


"Siap Paduka",jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao berkelebat cepat menghantam beberapa orang musuh sakti yang menyamar sebagai penjual teh bunga krisan.


Tuk !!


Tuk!!


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menangkap semua orang yang terlibat dalam kasus pemalsuan air teh bunga krisan.


Breettt!!


"Siapakah kalian semua yang telah berani menyamar sebagai penjual minuman air teh bunga krisan?",tanya Chen Si Lei nada keras.


"Kami dari pabrik teh bunga krisan Adipati Huo ",jawab salah seorang dari penjual air teh bunga krisan.


"Bohong !!Mereka semua adalah anak buah dari panglima perang Huo",kata gadis putri Adipati Huo yang sudah berada di tempat itu.


"Akan kami selidiki kasus ini dengan baik",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


"Tangkap semua orang Adipati Huo dan bawa mereka ke rumah bibi ke enam ku di bagian selatan kota bunga krisan ini",perintah Chen Si Lei tegas sekali.


"Baik Paduka",jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya.


'Kediaman Tuan Besar Zheng '.


Chen Si Lei berada di rumah salah satu dari kerabat dekat mantan Kaisar Tang yang tinggal di kota bunga krisan bersama suaminya yang seorang anggota dari tim khusus perdagangan teh yang juga dikenal sebagai Pangeran tua Zheng yang segera datang dari tempat kerjanya untuk menyambut kedatangan Chen Si Lei ke rumahnya.


"Paduka kenapa tidak memberitahukan kami bila Paduka ingin datang ke rumah kami?!",kata Pangeran tua Zheng yang sudah kenal baik dengan Chen Si Lei.


"Aduh paman ,aku cuma ingin jenguk paman dan bibi saja",kata Chen Si Lei sopan kepada Pangeran tua Zheng dan Nyonya Besar Zheng adalah adik mantan Kaisar Tang dahulu,yaitu Putri Mi Duo.


"Paduka selamat datang",sapa Nyonya Besar Zheng ramah dan keibuan.


"Bibi Mi",sapa Chen Si Lei segera memeluk Nyonya Besar Zheng yang selalu baik dan memanjakan Chen Si Lei setiap kali Nyonya Besar Zheng datang ke rumah Chen Si Lei.


"Paduka sudah dewasa dan gagah perkasa",kata Nyonya Besar Zheng menepuk pipi Chen Si Lei dengan kelembutan seorang ibu yang ramah.


"Tentu saja aku sudah dewasa bibi,aku tidak mungkin menjadi seorang anak kecil terus menerus yang bisa di kelabui oleh orang -orang dewasa terutama orang tua yang selalu menganggap ku tak bisa apa -apa",jawab Chen Si Lei halus tapi tidak sengaja membuat Pangeran tua Zheng dan istrinya tersinggung oleh ucapannya Chen Si Lei.


Tetapi Chen Si Lei tidak mempedulikan perasaan kedua orang tua itu karena Chen Si Lei ingin tahu tentang orang tua manakah yang setia kepadanya dengan tulus sebagai seorang pengikut setia nya di Kekaisaran Tang Agung dan reaksi kedua orang tua itu membuatnya tahu bahwa dunia sudah berubah begitu juga dengan para manusianya.


"Paduka kenapa Anda bicara seperti itu?Apakah ada orang yang membuat Anda marah kepada kaum tua seperti kami?",tanya Nyonya Besar Zheng ramah.


"Aku bicara tentu ada buktinya karena semenjak aku naik tahta begitu ada saja kaum tua seperti kalian mengganggu sistem pemerintahan ku yang sudah aku tetapkan saat aku naik tahta dan aku merasa bahwa kaum kalian menganggap aku tidak bisa apa -apa atau ingin menjadikan aku boneka hidup kalian semua agar kalian bisa mengaturku dan mengacaukan sistem pemerintahan ku lalu aku akan di gulingkan oleh kalian dan kalian menghancurkan kebahagiaan dari rakyat ku",jawab Chen Si Lei halus tetapi menantang mereka untuk melepaskan cara mereka untuk mengaturnya.


"Paduka kami tidak bermaksud seperti yang Anda duga, kami hanya ingin Paduka bisa lebih baik lagi dan tegak dalam mengatur pemerintahan Paduka",kilah halus dari Pangeran tua Zheng.


"Aku sungguh berterimakasih atas niat baik kalian untuk ku tetapi aku tegaskan bahwa kalian harus pensiun dari pemerintahan mulai saat ini dan di larang ikut campur tangan dalam urusan pemerintahan ku,bila kalian melanggar perkataan ku ini.Aku tidak akan memandang siapa kalian dan apa hubungan kalian dengan Ayahanda Kaisar atu ibunda ku terdahulu.Aku akan hukum mati kalian semua hingga tujuh keturunan kalian sebagai seorang pengkhianat terhadap ku",jawab Chen Si Lei tegas sekali sehingga Pangeran tua Zheng dan istrinya marah besar kepada Chen Si Lei.


"Anda sungguh keterlaluan terhadap kami yang menjadi senior Anda",kata pria itu terdengar kesal sekali kepada Chen Si Lei.


"Kau hanya seorang bocah cilik,kau bisa apa ah?Kamu hanya akan membuat niat kami yang ingin membantu mu menangani masalah Tionggoan kita bisa bahagia menjadi kacau",kata Nyonya Besar Zheng terdengar menganggap Chen Si Lei hanyalah pemuda ingusan yang tidak bisa memberikan penanganan yang baik untuk rakyat.


"Aku tahu tentang reformasi dan kebijakan dalam era ku yaitu aku tahu untuk aku bisa membahagiakan rakyat ku semua merata dan seimbang, tidak seperti kalian yang membuat rakyat sengsara dengan keegoisan kalian yang ingin membuat kalian semakin kaya raya dan bahagia sendiri",kata Chen Si Lei halus tetapi tegas tak bisa di bantah lagi.


"Pangeran tua Zheng bocah sombong ini harus mati agar kita bisa tenang dalam usaha kita untuk kebahagiaan rakyat kita!!",hardik Adipati Huo dan sejumlah para


Pangeran tua serta pejabat senior tua hadir di rumah itu.


"Jangan berdalih untuk rakyat,uh sesungguhnya untuk diri kalian sendiri!!",Chen Si Lei membentak mereka semua dengan tatapan mata tajam dan ganas.


"Baik jangan salahkan kami jika kami akan membunuh mu di sini!!",hardik Adipati Huo memberi isyarat untuk sejumlah orang kaum sesat untuk mengurung Chen Si Lei di rumah Pangeran tua Zheng.


"Kalian menentang ku!!Aku hukum mati kalian semua!!",hardik Chen Si Lei sudah bergerak cepat menggerakkan pedang melawan serangan maut dari musuh sakti yang berkelebat cepat menerjang Chen Si Lei.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


"Aghhhhhh!!",teriak Nyonya Besar Zheng tewas dalam keadaan mengerikan oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang sudah berada di dekat Chen Si Lei.


"Berani mengeroyok Paduka !!Aku bunuh kalian semua !!",hardik Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan tangan dan sejumlah Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti berkelebat cepat menghantam beberapa orang di dalam rumah Pangeran tua Zheng.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


"Paduka hamba sudah mendapatkan informasi bahwa mereka manpulasi daun teh bunga krisan asli dengan bahan palsu yang mengandung racun ganas dan kami sudah menghancurkan pabrik nya dan menarik barang dari pasar untuk keamanan dan keselamatan rakyat di kota ini dan sekitarnya",lapor Hu Sa Tian.


"Tunggu apa lagi ?!!hukum mati mereka semua termasuk keluarga mereka juga di rumah mereka!!",perintah Chen Si Lei tegas kepada para pengikut nya.


"Siap Paduka !!",jawab para pengikutnya serentak.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat membunuh semua orang yang berada di dalam rumah itu.


Wuttttt !


Dessssssss !!


"Aghhhhhh!!",teriak sejumlah orang dari kediaman Pangeran tua Zheng.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Le Din Yin berkelebat cepat membabat habis beberapa orang pejabat senior tua di dalam rumah besar Pangeran tua Zheng.


Wuttttt !!

__ADS_1


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


Lin Mo Bai mengeluarkan pedang untuk memotong leher sejumlah Pangeran tua di dalam rumah itu termasuk Pangeran tua Zheng dan keluarganya.


"Paduka tolong jangan hukum mati kami!!",jerit tangis sejumlah orang dari rumah besar Pangeran tua Zheng.


Brrrrrrrrrrrrr!!


"Hukum mati saja mereka Paduka!!",teriak tiga orang gadis dari panglima perang Huo yang sudah berada di rumah ini.


"Ya hukum saja mereka karena mereka sudah membunuh ibu kami dan saudari kami dan mereka juga sudah menghina kami sehingga kami membenci kaum pria karena mereka sangat buas terhadap kami selama ayah kami pergi berperang ke luar daerah dan begitu ayah kami pulang dari tugas,ayah tidak mau percaya pada kami karena kami tidak bisa memberikan bukti kejahatan mereka kepada kami semua dan lima orang kakak ini sudah berusaha untuk membantu kami pun tidak bisa mendapatkan bukti untuk membantu kami",salah satu dari ketiga gadis yang malang ini terlihat depresi dan tidak waras.


"Jangan khawatir aku mempunyai banyak bukti kuat untuk membantu kalian dari kejahatan mereka",kata seorang pria yang berasal dari rumah besar Adipati Huo.


"Kakak He Shi Wei",panggil salah seorang gadis yang terlihat pucat dan lemah.


"Xiao Chun",panggil pria itu memeluk gadis pucat itu.


"Ah jangan sentuh aku lagi, aku sudah hancur oleh mereka",kata gadis pucat itu.


Pria itu mendekati gadis pucat ini seraya berkata",aku tidak peduli tentang tubuh mu ,bagi ku kau suci selalu..Aku cinta kamu apa adanya Xiao Chun",


"Paduka ini buktinya dan tolong berikan keadilan untuk mereka dan hamba",kata pria itu memohon kepada Chen Si Lei.


Chen Si Lei membuka dan membaca surat bukti serta barang bukti lainnya lalu ia segera berkata,"Hukum mati mereka semua".


"Siap Paduka!!",jawab Lin Mo Bai patuh kepada Chen Si Lei.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Lin Mo Bai berkelebat cepat memenggal kepala semua anggota keluarga Adipati Huo dan anggota keluarga Pangeran tua Zheng.


"Rapikan",perintah Chen Si Lei tegas kepada para pengikut nya.


Setelah rumah itu bersih dan rapi kembali, Chen Si Lei memanggil panglima Huo dan istrinya serta anggota keluarga lain dari panglima perang Huo.


"Panglima perang Huo karena kau sudah berjasa besar terhadap Kekaisaran kita, aku akan memberikan mu hadiah untuk mu yaitu wilayah kota bunga krisan ini menjadi wilayah mu seutuh nya, sejumlah uang emas, perak untuk mu dan aku memberi mu seorang menantu hebat untuk putri kedua mu, aku juga memberikan


pengobatan psikis untuk putri bungsu mu agar kejiwaannya bisa kembali normal, lalu untuk putri pertama mu aku akan menjadikannya sebagai seorang anggota dari Laskar Bunga Rajawali Emas Sakti",kata Chen Si Lei memberikan maklumat untuk keluarga panglima perang Huo.


"Terimakasih banyak Paduka atas kebaikan Paduka kepada hamba sekeluarga dan hamba bersumpah untuk selalu setia kepada Paduka Kaisar Tang Agung dan melayani rakyat dengan baik untuk Tionggoan bahagia",kata pria yang menjadi panglima perang Huo yang sangat hebat di wilayah utara Tionggoan.


"Baiklah aku harus melanjutkan perjalanan ku kembali",kata Chen Si Lei halus.


"Hamba antar Paduka keluar dari kota bunga krisan",kata panglima perang Huo.


"Baiklah terimakasih panglima perang Huo",kata Chen Si Lei sopan dan hormat.


Lalu di pintu keluar dari kota bunga krisan panglima perang Huo berpisah dengan rombongan dari Chen Si Lei yang segera melanjutkan perjalanan ke daerah lain di Kekaisaran Tang Agung.


"Kita akan masuk ke kota besar ber tuliskan kota macan putih",kata Le Din Yin di sudut kiri dalam kuil kosong di atas bukit yang permai.


"Ya aku masih menunggu tiga orang penyair sesat yang belum kita bunuh di desa rumput ungu beberapa hari yang lalu",kata Lin Mo Bai seraya meluruskan rambut Chen Si Lei yang kusut oleh angin saat berkuda.


"Aku dengar di kota itu ada sebuah rumah hiburan yang memiliki minuman arak yang enak dan gadis cantik jelita yang aduhai",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sambil minum arak di malam hari ini.


"Aku justru penasaran terhadap orang yang di juluki Bunga Mawar Hitam di kota macan putih",kata Hu Sa Tian duduk di depan pintu masuk kuil kosong.


"Rasa penasaran mu akan hilang Hu Sa Tian",kata Chen Si Lei menikmati malam ini dengan bersantai bersama para sahabatnya.


"Kenapa Anda bilang rasa penasaran hamba kepada orang yang berjuluk Bunga Mawar Hitam akan hilang ?", tanya Hu Sa Tian heran.


"Karena orang itu berada di dalam kuil kosong ini",jawab Chen Si Lei menunjuk ke arah gadis putri pertama dari panglima perang Huo.


"Ahhh?",semua terkejut sekali mendengar bahwa gadis putri dari panglima perang Huo adalah Si Bunga Mawar Hitam.


Mereka melihat ke arah gadis itu yang juga melihat ke arah mereka dengan sikap yang amat sangat menarik sekali untuk menjadi seorang pendekar wanita kaum bersih serta seorang anggota dari Laskar Bunga Rajawali Emas Sakti yang hebat dan lihai sekali.


"Aku sudah tahu bahwa Nona Huo Yi Erl adalah seorang pendekar wanita yang sangat hebat karena itu aku menjadikannya sebagai pemimpin Laskar Bunga Rajawali Emas Sakti sebagai pengganti almarhumah nenek Yu",kata Chen Si Lei tersenyum ramah pada gadis sakti dan baik hati itu.


"Terimakasih banyak Paduka atas kebaikan Paduka kepada hamba",jawab gadis itu sopan dan hormat kepada Chen Si Lei.


"Ya baiklah aku senang sekali bisa bertemu dengan Nona Huo Yi Erl",kata Hu Sa Tian terpesona dengan kecantikan Huo Yi Erl sehingga Chen Si Lei dan kawan-kawan nya segera mengetahui bahwa pria ini telah jatuh cinta terhadap Nona itu.


"Eh heem",goda Chen Si Lei sehingga Hu Sa Tian memerah malu dan gadis itu pun menunduk malu terhadap Hu Sa Tian.


"Nona Huo bagaimana menurut penilaian mu terhadap Hu Sa Tian ini?",tanya Lin Mo Bai tulus hati untuk membantu Hu Sa Tian bisa mendapatkan Nona Huo Yi Erl sebagai kekasih pria berusia dua puluh sembilan tahun.


"Ya Nona Huo jawab saja",kata Sheng Li Na memberi dukungan kepada gadis itu untuk menerima cinta dari Hu Sa Tian.


"Tuan Muda Hu Sa Tian sangat hebat dan baik hati",jawab gadis itu memerah.


"Lalu ?", tanya Chen Si Lei tersenyum bahagia untuk menjodohkan Hu Sa Tian dan Huo Yi Erl .


"Tampan dan gagah perkasa",jawab Nona Huo Yi Erl menatap wajah Hu Sa Tian dengan tatapan mata kasih sayang terhadap pria itu.


"Hu Sa Tian tunggu apa lagi?Ayo cium dia",ucap Le Din Yin gembira sekali.


Hu Sa Tian menggangguk patuh,berjalan ke arah gadis itu lalu merengkuh wajah Nona Huo Yi Erl dan menciumnya mesra di hadapan semua orang di dalam kuil kosong.


"Yeay kita bersulang arak",sorak Chen Si Lei bersama kawan-kawan nya di kuil ini.


"Bersulang ",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao minum arak bersama semua orang di sana.


"Le Din Yin kau harus secepatnya menikahi ku",kata Sheng Li Na menolak untuk minum arak yang di berikan oleh Le Din Yin kepadanya.


"Ya ada apa dengan mu Li Na?",tanya Le Din Yin bingung karena kekasihnya tiba-tiba memintanya untuk secepatnya menikahi gadis itu.


"Aku hamil sudah usia dua minggu",jawab Sheng Li Na mengejutkan Le Din Yin.


"Wahhhhhhh sungguh kau telah hamil anakku ?", tanya Le Din Yin gembira sekali.


"Iyaaa aku sungguh telah hamil anak mu",jawab Sheng Li Na memeluk Le Din Yin.


Le Din Yin membalas memeluk kekasihnya dan terlihat sangat bahagia sekali dan Sheng Li Na meletakkan tangan Le Din Yin di bawah perutnya untuk merasakan denyut nadi dan tanda keras kecil di bawah perut Sheng Li Na.


"Tentu saja aku akan segera menikahi mu Li Na",kata Le Din Yin mencium Sheng Li Na dengan mesra sekali.


"Selamat untuk mu Le Din Yin dan Sheng Li Na",kata Chen Si Lei dan para sahabat bersorak untuk mereka berdua.


"Aku juga dapat kabar gembira dari rumah ku",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao tertawa senang sekali seorang diri.


"Istri mu sudah isi juga",tebak Chen Si Lei tersenyum bahagia.


"Iya benar Xiu Lian ku sudah hamil usia sepuluh minggu",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao gembira sekali.


"Wah selamat -selamat untuk mu dan Xue Lian",kata Chen Si Lei dan para kawan-kawan.


Chen Si Lei memikirkan Hua Erl sedetik itu juga dan ada sebersit rasa rindu Hua Erl terasa oleh Chen Si Lei tetapi pria ini segera mengusir perasaan rindu yang baginya akan melemahkan dirinya sebagai seorang Kaisar Tang Agung.


"Aku tidak bisa mencintai seorang wanita seperti mereka karena aku terlarang untuk hal pribadi, cinta hanyalah ilusi bagi ku.Ah dulu Mung Fan ,Ling Long dan Hua Erl membuat ku nyaman bersama mereka terutama Hua Erl. Ahh aku tidak boleh menggunakan perasaan ku agar aku tidak lemah",kata Chen Si Lei dalam hatinya memandang rembulan di atas genteng kuil kosong setelah semua teman nya tidur di dalam kuil kosong.


Tetapi Chen Si Lei menggenggam buah leci di genggaman tangannya yang telah mengingatkannya kepada Hua Erl.


"Cinta pertama karena kebodohan ku,cinta kedua karena panggilan takdir ku,dan cinta ketiga karena naluri ku sendiri sebagai seorang manusia biasa yang sangat menginginkan cinta sejati ku dan cinta ku jatuh kepada Hua Erl.Aih aku kenapa ya? Ahhh Chen Si Lei ingat kau tak boleh mencintai satu orang pun,kau hanya boleh mencintai semua orang yaitu rakyat ku yang terpenting dalam hidupku",


Chen Si Lei berkali-kali menghela napas dan ber gumam sendiri dalam hatinya di atas genteng kuil kosong dan memandang kejauhan lalu Chen Si Lei tertarik pada satu titik dari pandangan matanya dan titik itu adalah sekelompok orang sedang bertarung melawan sekelompok orang lain lagi.


"Kaisar Liao mundur kau dari wilayah ku jika kau ingin Kekaisaran mu tenang dan damai!!",hardik seorang gadis yang memimpin kelompok bagian kiri.


"Ratu Dong kau yang harus mundur dari tahta mu karena kau seorang wanita dan kau tak pantas menjadi seorang pemimpin kerajaan di sekitar berbatasan antara utara dan selatan!!",hardik pria yang terdengar sebagai seorang Kaisar Liao.


"Tujuan utama mu adalah menguasai Tionggoan bukan ?kenapa kita tidak dapat bekerjasama untuk mengalahkan Kekaisaran Tang Agung di pusat Tionggoan?!,


"Wanita yang menjadi Ratu Kerajaan Dong ternyata pintar juga dalam urusan dua kerajaan terpencil dan liar ,lalu sekarang berniat kerjasama untuk menghadapi ku di Kekaisaran Tang Agung",kata Chen Si Lei mendengarkan percakapan tersebut.


"Aku tidak percaya bahwa kamu mau bersikap baik kepada ku,aku tidak sebodoh itu Ratu Dong,kau sendiri masih belum bisa mengalahkan kerajaan Miao dan lain di wilayah selatan karena ada Pendekar Naga Emas Sakti Selatan yang menjaga wilayah itu",kata Kaisar Liao cerdik juga terhadap musuhnya.


"Kau juga belum bisa menggulingkan suku Rilian dan khitan serta yang lainnya di utara karena ada wilayah mu sebagian besar sudah di kuasai oleh Kekaisaran Tang Agung",kata Ratu Kerajaan Dong pintar membalikkan keadaan dengan baik dan tepat.


"Kurang ajar kau Ratu liar !!", hardik Kaisar Liao marah kepada Ratu Dong.


"Kau pikir aku takut kepada mu!!",hardik Ratu Dong kepada Kaisar Liao.


"Serbu dan hancurkan kerajaannya !!",perintah Kaisar Liao kepada para pasukan.


"Serang mereka !!", perintah Ratu Dong kepada para pasukannya.


Trangggggg !!


Trangggggg !!!


Trangggggg !!


Trangggggg !!!


Kedua kelompok itu berperang dengan cepat dan hebat tetapi tidak mengetahui bahwa mereka sudah di perhatikan oleh Chen Si Lei yang menunggu waktu yang tepat untuk memusnahkan kedua pimpinan suku liar terpencil dan ganas utara di sepanjang sungai Gao Liang.


Pasukan Ratu Dong terdesak hebat oleh para pasukan dari Kekaisaran Liao tapi mereka gagah berani dan berjuang sampai tetes darah penghabisan sehingga Kaisar Liao takjub juga dengan keberanian dan kegagahan Ratu Dong yang luar biasa tangguh.


Lalu sejumlah pasukan lain datang ke arah kedua kelompok yang sedang perang di wilayah seberang Chen Si Lei berada dan mengawasi jalannya peperangan dua kelompok itu dan kini datang kelompok ketiga yang membuat peperangan yang di perhatikan Chen Si Lei itu menjadi semakin besar dan banyak.


"Kerajaan Khitan datang bersama kerajaan Rilian untuk menambah suasana hati ku ingin segera menaklukkan mereka semua tanpa susah payah untuk aku dapat tiba di wilayah mereka secara acak karena aku bisa salah daerah dalam misi ku dan bisa menghemat waktu ku di luar rumah ku",kata Chen Si Lei tersenyum.

__ADS_1


"Paduka kita sudah siap untuk memenggal mereka semua dan kita bisa menang tanpa perlu terlalu lama untuk memperoleh wilayah mereka",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao segera memahami maksud hati Chen Si Lei.


"Kirim pasukan khusus untuk hancurkan istana mereka semua dan ambil pusaka mereka ", perintah Chen Si Lei yang segera di patuhi oleh Hu Sa Tian yang sudah memimpin pasukan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti ke arah wilayah timur laut dan sekitarnya.


"Kita harus tunggu kerajaan manchuria datang untuk meramaikan perang ini",Le Din Yin dan Sheng Li Na sudah bersama Chen Si Lei di genteng kuil kosong.


"Aku juga ingin baekje dan gorgyeo di kalahkan oleh ku",kata Chen Si Lei halus.


"Hamba laksanakan",kata Lin Mo Bai berkelebat cepat untuk mengumpulkan para pasukan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti ke wilayah perairan laut timur dan utara Tionggoan.


"Aku juga tahu kerajaan matahari dan sekitarnya, aku harus bersahabat dengan mereka semua",kata Chen Si Lei halus pada Huo Yi Erl.


"Siap Paduka hamba laksanakan",kata Huo Yi Erl berkelebat cepat untuk jalankan tugas dari perintah Chen Si Lei.


"Wilayah selatan ada ayah kita yang menjaga daratan maupun perairan",kata Le Din Yin dengan tatapan mata kepada Chen Si Lei.


"Aku tahu tentang kerajaan Birma segitiga emas Laos Vietnam,Pakistan,kerajaan Gajah Putih yang berbatasan dengan kita",kata Chen Si Lei melihat ke arah Sheng Li Na yang paham maksudnya.


"Baiklah hamba akan tangani mereka untuk Anda",kata Sheng Li Na sudah kirim pesan kepada pihak yang mengerti masalah perairan laut Tionggoan.


Sementara itu peperangan di seberang wilayah Chen Si Lei masih belum ada yang menang dan kalah bahkan muncul kerajaan manchuria dan lainnya yang ikut di dalam peperangan ini dan di saksikan oleh Chen Si Lei, Le Din Yin dan Sheng Li Na sambil makan enak di atas genteng kuil kosong.


"Adipati Yi datang ke dalam peperangan mereka",kata Chen Si Lei melihat adanya beberapa orang dari Kekaisaran Tang Agung ikut serta dalam peperangan itu.


"Adipati Yi kau datang untuk membantu ku atau ingin menghancurkan ku",suara halus dari Ratu Kerajaan Manchuria.


"Menghancurkan kalian semua demi Kekaisaran Tang Agung ku",kata Adipati Yi.


"Apakah kau tidak ingin balas dendam atas kematian keluarga mu oleh Kaisar mu yang sombong itu?",tanya seorang pemuda yang berada di kelompok Rilian.


"Aku sudah tahu bahwa keluarga ku hancur karena kalian bukan Kaisar ku",kata Adipati Yi marah sekali kepada mereka semua yang telah dianggapnya sebagai saudara seperjuangan tetapi mengkhianati nya sehingga dia kehilangan semua orang yang di sayangi nya.


"Hahahaha sekarang kau sudah pintar rupanya Adipati Yi,karena itu kami harus membunuh mu untuk keamanan dan keselamatan kami",kata Ratu manchuria.


"Ratu jahanam kalian semua yang harus mati di tangan ku !!",hardik Adipati Yi.


Trangggggg !!


Trangggggg !!!


Crakkkkkk !!


Syutttttttttt !!


Jlebbbb !!


Jlebbbb !!


Jlebbbb !!


Sejumlah pedang dan sebagainya meramaikan peperangan yang sedang di lihat oleh Chen Si Lei yang sedang menunggu dengan sabar untuk menghancurkan mereka yang merisaukan Kekaisaran Tang Agung yang di pimpin oleh Chen Si Lei sebagai Kaisar nya.


"Strategi ular panjang yang di pakai oleh para pasukan kerajaan manchuria dan strategi elang sakti yang di pakai oleh para pasukan Kekaisaran Liao",kata Chen Si Lei memahami berbagai strategi dalam perang.


"Adipati Yi menggunakan strategi macan putih menghancurkan mereka semua di bawah sana",kata Le Din Yin yang juga paham tentang perang.


"Strategi apa yang akan kita lakukan untuk membunuh mereka semua?",Sheng Li Na sudah tidak sabar untuk berperang melawan para musuh Kekaisaran Tang Agung mereka.


"Naga bangun semua pasti luluh lantak dan tunduk kepada Naga",jawab Chen Si Lei tegas berkelebat cepat memenggal kepala semua orang di sana.


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


"Celaka Pendekar Rajawali Emas Sakti telah datang !!", teriak para musuh terkejut sekali melihat kehadiran Chen Si Lei di antara mereka.


"Berhenti kalian semua atau kalian semua mati oleh ku!!",perintah Chen Si Lei.


Semua kerajaan itu takluk kepada Chen Si Lei seketika itu juga karena pimpinan mereka baik Raja maupun Ratu dan Kaisar sekali pun sudah tewas terpotong oleh Chen Si Lei.


"Adipati Yi kau sudah banyak berdosa terhadap Kekaisaran Tang Agung di masa lalu tetapi kau sudah membayar dosa mu dengan membunuh mereka untuk aku, maka aku akan mengurangi hukuman mu dengan menjadikan mu sebagai rakyat biasa dan seluruh harta mu akan aku sita untuk rakyat sekitar wilayah ini",Chen Si Lei menghadapi Adipati Yi yang sudah bersujud hormat kepada Chen Si Lei.


"Baik hamba terima hukuman hamba dari Paduka dan terimakasih atas kebaikan Paduka kepada hamba",jawab Adipati Yi iklas menerima hukumannya.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Le Din Yin menerjang hebat untuk merampas semua pusaka dan lambang milik semua kerajaan wilayah timur laut Tionggoan dan di serahkan kepada Chen Si Lei yang menyimpan dan mengirimkannya ke rumah Chen Si Lei dengan cepat dan tepat.


"Siapa kau orang tua yang berada di belakang rerumputan itu?",tanya Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat sehingga pria tua yang sedang bersembunyi dari Chen Si Lei dan para raja lain itu segera keluar dari persembunyian nya.


Plakkkkkk !!!


Dessssssss !!


"Aghhhhh!!",teriak pria tua itu tewas seketika itu juga oleh Chen Si Lei.


"Ayah !!", jerit gadis suku manchuria berlari dan memeluk pria yang sudah tewas oleh Chen Si Lei.


"Ibu. ....!!",jerit seorang gadis suku khitan memeluk jasad ibunya.


"Kakak. ..!!",jerit gadis suku Rilian memeluk jasad kakaknya.


"Kakek. ..!!",jerit gadis suku Dong memeluk jasad kakeknya.


Brrrrrrrrrrrrr !!


"Lapor Paduka semua sudah aman",lapor Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao membawa sejumlah orang sebagai pengganti pimpinan di wilayah daerah yang sudah di miliki oleh Chen Si Lei.


"Bagus sekali Wu Sin Hao",kata Chen Si Lei memuji kehebatan dari Wu Sin Hao.


"Mulai sekarang kalian adalah Adipati di wilayah timur laut dan sepanjang garis ini hingga batas selatan",perintah Chen Si Lei tegas kepada para Adipati baru.


"Siap Paduka hamba laksanakan!!",jawab para Adipati baru itu patuh pada Chen Si Lei.


"Untuk kalian ber empat adalah pelayan ku",perintah Chen Si Lei tegas sekali.


Le Din Yin melemparkan baju dan riasan ala pelayan suku Han kepada ke empat orang gadis yang semua sukunya sudah di taklukkan oleh Chen Si Lei yang kini menjadi penguasa tunggal di seluruh wilayah Tionggoan dan sekarang tugasnya Chen Si Lei adalah menaklukkan dunia kangouw dan kerajaan Iblis Surga keenam dan kekuatan Pangeran Phing Zi.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Chen Si Lei dan kawan-kawan nya sudah kembali ke kuil kosong dan mereka bisa bertemu dengan Hu Yi Tian kembali berkumpul bersama mereka untuk menjadi wakil dari Kasim Lin Mo Bai yang sedang bertugas ke wilayah timur laut,dan Hu Yi Tian menjalankan tugasnya sebagai pelayan urusan pribadi Chen Si Lei.


"Paduka hamba sudah siapkan perlengkapan dan peralatan Paduka untuk mandi dan berpakaian rapi sebelum berangkat ke lokasi berikutnya",kata Hu Yi Tian


"Terimakasih banyak Hu Yi Tian",jawab Chen Si Lei ramah pada Hu Yi Tian.


Chen Si Lei menggunakan waktunya untuk mandi dengan bersantai sejenak dan menikmati pelayanan dari ke empat pelayan wanita barunya di bantu oleh Kasim Hu Yi Tian yang memimpin ke empat orang pelayan itu untuk membersihkan dan merapikan tubuh Chen Si Lei dari atas hingga ke bawah.


"Aku ingin memakai sabun aroma daun mint",kata Chen Si Lei melemparkan dua buah sabun yang di tolak nya dari para pelayan nya.


"Kuku dan kulit sepasang kakiku juga harus di bersihkan dan di rapikan",Chen Si Lei menggerakkan sepasang kaki nya di atas bak mandi sehingga air tumpah ke seluruh tubuh pelayan dan seluruh ruangan itu basah oleh Chen Si Lei.


"Paduka tolong jangan membuat mereka ketakutan dengan sikap Paduka hari ini kepada mereka",pinta Hu Yi Tian memohon kepada Chen Si Lei bermurah hati.


Setelah dua jam ritual membersihkan dan merapikan Chen Si Lei selesai,kini ritual makan malam pun sangat membutuhkan proses yang panjang dan ektra hati -hati dari para pelayan agar Chen Si Lei suka pada hidangan yang mereka masak untuk Chen Si Lei.


"Kuah sayur ini terlalu dingin",kata Chen Si Lei mengusir gadis pelayan .


"Daging sapi nya terlalu keras dan tidak bisa di makan",kata Chen Si Lei marah ke pelayan lain.


"Paduka hamba pantas mati",sahut para pelayan ketakutan karena di marahi oleh Chen Si Lei.


"Sudah, sudah. .kalian semua pergilah dari ruangan ku",kata Chen Si Lei manyun di sudut kamar tidurnya.


Le Din Yin menggerakkan tangan untuk semua pelayan pergi dari kamar Chen Si Lei agar Kaisar Tang Agung tidak menghukum mereka dengan hukuman berat dan sebagainya,maka para pelayan pun segera mematuhi perintah Chen Si Lei dan isyarat Le Din Yin.


"Kau kenapa sih Lei Lei?",tanya Le Din Yin seraya duduk di kursi meja bundar dan makan makanan Chen Si Lei dengan santai.


"Aku tidak tahu kenapa semua orang pelayan itu sama sekali tidak ada yang bisa memberi ku kenyamanan",jawab Chen Si Lei duduk di tepi tempat tidur.


Le Din Yin menatap tajam adik kembar tak identik nya ini lalu tersenyum lembut di sepasang bibir indah Le Din Yin yang mirip dengan Dewi Maut Tang Mi Lan yang menjadi ibu kandung mereka berdua tetapi Chen Si Lei jauh lebih mirip dengan Pendekar Naga Emas Sakti Selatan yang menjadi ayah kandung mereka berdua.


"Kau sedang merindukan Hua Erl",ucap Le Din Yin memahami isi hati Chen Si Lei.


"Aku tidak merindukan Hua Erl",tukas Chen Si Lei keras.


"Lei Lei cinta bukan sesuatu yang menghalangi misi dan tujuan hidup mu",kata Le Din Yin yang ingin sekali Chen Si Lei bisa bahagia.


"Aku tidak mau dengar tentang cinta",kata Chen Si Lei berbaring di tempat tidur.


"Baiklah aku mengerti, kau istirahatlah dan jangan marah lagi ke semua orang di sini",kata Le Din Yin melangkah keluar dari kamar tidur Chen Si Lei.


Chen Si Lei menunggu sampai Le Din Yin menghilang dari pendengaran tajam nya ,lalu Chen Si Lei menyambar jubah luarnya dan berkelebat cepat ke arah lain dari tempat itu dan menghilang dari semua orangnya sehingga Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao marah - marah ke semua orang.


"Kemana Paduka pergi dan kenapa kalian semua tidak ada yang tahu?",tanya Wu Sin Hao kepada semua orang.


"Mungkin Paduka pulang ke rumahnya", jawab Le Din Yin selesai mandi bersama Sheng Li Na.


"Paduka tidak akan pulang ke rumahnya sebelum batas tiga tahunnya berada di luar rumah selesai",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao kesal karena dia tidak tahu apa yang sedang menjadi kerisauan dalam diri Chen Si Lei.


"Begini saja, kalian bawa pulang ke ke empat dayang ke rumahnya dan tunggu kabar dari nya dari kawan-kawan kalian yang berada di seluruh Tionggoan dan aku akan pergi ke kota Hang bersama Sheng Li Na dan semoga saja kami bisa berjumpa dengan Tuan Muda di sana",kata Le Din Yin sudah menyuruh Sheng Li Na berkemas untuk secepatnya pergi ke kota Hang dan menyelesaikan masalah mereka, lalu mereka bisa menikah dan berkumpul bersama Su Mu Yun dan Shiu Chiu di Ibukota Kekaisaran Tang Agung.


"Aku sudah memberi mu gelar Pangeran Muda Le Din Yin dan sebagai wakil ku di Ibukota Kekaisaran Tang Agung agar kamu bisa membantu ku lebih banyak lagi dan aku bisa ber petualang sesuai dengan keinginan ku sendiri, rumah dan lain nya sudah aku siapkan untuk mu Le Din Yin koko",Le Din Yin membaca surat dari Chen Si Lei yang berada di dalam saku baju luar Le Din Yin.


"Ahh baiklah Hormat kami kepada Pangeran Muda Le Din Yin",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Hu Sa Tian serta ke empat orang dayang baru Chen Si Lei.


"Hu Sa Tian kau tetap pantau Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti agar kita bisa menjaga keamanan dan keselamatan Kaisar Tang Agung kita",kata Le Din Yin.


"Baik Paduka hamba laksanakan",jawab Hu Sa Tian patuh kepada Le Din Yin.


"Baiklah aku pergi sekarang",kata Le Din Yin meraih tangan Sheng Li Na.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Le Din Yin menunggangi kudanya bersama Sheng Li Na menuju ke arah lain di wilayah berikutnya yaitu ke arah barat dalam garis sungai Yang tse.

__ADS_1


Hu Sa Tian mengantarkan ke empat orang dayang Chen Si Lei ke arah Ibukota di selatan,sedangkan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao tetap melanjutkan perjalanan ke arah utara sesuai firasat nya bahwa Chen Si Lei pasti menuju ke arah dalam utara dan kota selanjutnya adalah kota macan putih.


__ADS_2