Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti

Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti
Hutan Tanpa Kehidupan 3.


__ADS_3

"Setelah kita menghadapi tanah mati,tumbuhan mati,bunga kematian sekarang kita akan hadapi hewan tak bertulang,berdaging,kulit dan tak bernyawa lagi",Kata Bai Bai melangkahkan kedua sepatu baru dengan gaya khasnya maju ke depan para pasukan Roh Siluman Hewan -Hewan yang sebenarnya adalah Siluman Kambing Hitam.


"Babi gendut apakah kau yang hadapi kami ?",para pasukan Roh Siluman Kambing Hitam tersenyum meremehkan Bai Bai.


Bai Bai melayangkan senyuman yang membuat para Roh Siluman Kambing Hitam tercengang melihat keberanian dan keyakinan yang keluar dari senyuman Bai Bai untuk para Roh Siluman Kambing Hitam terbisukan oleh senyuman Bai Bai yang membius mereka yang menjadi musuhnya.


"Ehmm tak perlu banyak bicara kalian.Mari kita buktikan saja siapa yang akan menjadi pemenang nya usai bertarung antara hidup dan mati yang jadi penentuannya",Sahut Bai Bai menggerakkan tombak garpu panjangnya menyerang para Roh Siluman Kambing Hitam yang langsung bergerak menghindari serangannya.


Dan Raja Siluman Kambing Hitam mengeluarkan senjatanya berubah tongkat bentuk tanduk untuk menghadap serangan tombak garpu milik Bai Bai yang bergerak sana -sini menggetarkan langit dan bumi hutan tanpa kehidupan.


Wutt!!


Trang!!


Trang!!


Trang!!


Trang!!


Para Roh Siluman Kambing Hitam juga serentak mengeluarkan senjata tombak tanduk mereka dan mereka menyerang Bai Bai yang gunakan tombak garpu panjangnya secara lihai sekali dan sejumlah besar senjata tombak tanduk para Roh Siluman Kambing Hitam terhempaskan oleh Bai Bai.


Wush!!


Crang!!


Crang!!


Crang!!


Lalu Bai Bai tidak sampai di situ saja karena ia dengan cekatan menebaskan tombak garpu nya menghantam hancur seluruh Roh Siluman Kambing Hitam dengan ilmu tombak garpu Raja Dewa Babi tingkat tiga.

__ADS_1


Wushh!!


Bress!!


"Aghh!!",Teriak seluruh Roh Siluman Kambing Hitam hancur oleh terjangan Bai Bai.


"Laknatt!!Lihatlah pembalasan kuu!!",Hardik Raja Siluman Kambing Hitam menghunuskan tombak tanduk ke arah perut Bai Bai yang sigap di lindungi tombak garpu nya yang menangkis serangan itu dan menghantam hancur tombak tanduk milik Raja Siluman Kambing Hitam.


Crang!!


"Sekarangg sambutlah kematian mu darikuuu!!", Bai Bai menyerang langsung menggerakkan tombak garpunya menghunus jantung Raja Siluman Kambing Hitam dan menghancurkan Raja Siluman itu dengan kecepatan gerak tombak garpunya.


Jlebb!!


Wutt!!


Blarr!!


"Aku memang hebat..Kalian saja baru tahu kalaj aku menakjubkan",Jawab Bai Bai tersenyum bangga pada dirinya sendiri dan para sahabatnya tertawa senang.


"Ayo kita lanjutkan ke tempat orang tua tanpa kaki itu",Kata Chen Si Lei melihat lebih dahulu adanya seorang kakek tua tanpa kaki sedang menanti mereka dengan sorotan mata kosong namun sadis bukan main.


"Raja Siluman Ginseng Kematian tingkat tiga yang berada di sana itu",Jawab Sun Huai gunakan mata saktinya melihat bentuk asli kakek tua itu.


"Ehh Kera Sakti kau memang paling serba tahu mengenai identitas kami di dunia Iblis dan saat ini aku ingin tahu apakah kau bisa mengalahkan ku ? ",Raja Siluman Ginseng Kematian menantang langsung Sun Huai.


Sun Huai melintangkan toya emas saktinya di depan dadanya dan sorotan mata saktinya tiba-tiba mengeluarkan sinar api emas yang tahu -tahu membakar Raja Siluman Ginseng tanpa ia mengerahkan ilmu lainnya.


Wushh!!


Brushh!!

__ADS_1


"Aghh!!",Pekik kematian Raja Siluman Ginseng hancur hangus dan lenyap oleh ilmu mata api Sang Kera Sakti itu.


"Wahhhh kau jauh lebih hebat dari yang aku dengar di dongengmu,Sun Huai",Seru Chen Si Lei takjub menyaksikan kesaktian Sun Huai dengan sepasang matanya sendiri.


"Ah aku biasa saja ..Aku juga kagum pada mu yang semakin lama aku lihat semakin tampan saja ",Puji Sun Huai tersenyum bersahabat sejati pada Chen Si Lei.


"Ahh kau membuatku tersanjung dan aku sampai teringat untuk mengucapkan hari ulang tahun untuk Sin Yue Qing ku di tubuh barunya berusia empat belas tahun dan untuk tubuh lamanya ia usia sembilan belas tahun",Kata Chen Si Lei yang membuat bunga teratai abadi di telapak tangan nya dan ia memejamkan sepasang matanya untuk berdoa yang terbaik untuk Sin Yue Qing pujaan hati nya itu.


"Karena kau tak bisa kirim hadiah untuk Sin Yue Qing ,kau kirim dia doa melalui doa bunga teratai abadi mu yang kau simpan di dalam jiwamu dan akan kau berikan pada Sin Yue Qing saat kau jumpa Sin Yue Qing mu lagi",Kata Sun Huai yang membantu doa Chen Si Lei tersampaikan kepada Sin Yue Qing melalui perisai jiwa Nirvana Abadi yang hanya bisa di ketahui oleh Chen Si Lei dan Sun Huai sendiri.


Pulau Persik Dunia Bumi.


Sin Yue Qing yang sedang melatih ilmu mutiara hati Dewa dan Dewi langit tingkat tujuh di atas pasir pantai pulau persik itu dapat merasakan suara hati yang Chen Si Lei kirimkan untuknya.


"Selamat hari ulang tahun untuk Dewi Rembulan kesayangan ku ,aku Tang Si Lei selalu mencintai mu baik di kehidupan ku pada masa lalu ku,masa sekarang ku maupun di masa depan ku ,kamu adalah bunga abadi di dalam jiwaku..Yue Qing aku cinta kamu",Kata Chen Si Lei melalui doa jiwa abadi nya yang di lindungi oleh perisai jiwa abadi Nirvana Sun Huai.


"Koko Lei Lei terimakasih atas kata -kata cinta mu untukku..Aku pun sangat mencintaimu dan aku tak sabar untuk bertemu denganmu dan aku ingin pula ikut berperang melawan Iblis Surga ke Enam bersama mu dan para sahabat kita ",Kata Sin Yue Qing terdengar suaranya seperti lonceng Nirvana yang sangat halus dan lembut serta damai di hati Chen Si Lei.


"Iya tunggulah sabar sampai kau usai melahirkan dan masa satu tahun usai masa menyusui bayi -bayi kita..Aku akan memberimu izin untuk bantu aku dan para sahabat kita",Jawab Chen Si Lei yang terdengar suaranya seperti angin sepoi -sepoi sejuk di kalbu Sin Yue Qing.


:Ya baiklah aku akan mendengarkan mu untuk kebaikan kita bersama..Koko apakah kau sehat ?" Sin Yue Qing mengirimkan serbuk wangi bunga persik langit tingkat lima pada Chen Si Lei untuk melindungi perisai jiwa Chen Si Lei selama di alam Iblis tetap terjaga aman.


"Serbuk wangi bunga persik langit tingkat lima mu sangat berguna bagi ku dan aku semakin cinta pada mu dan hati ku ingin sekali berada di sisi mu dan aku ingin sekali memelukmu ,sayangku",Ucap Chen Si Lei membalas kiriman cinta Sin Yue Qing dengan sebuah pelukan jiwa abadinya kepada jiwa Sin Yue Qing.


"Hei sudah cukup jangan membuatku merinding dengar kata -kata cinta kalian berdua melalui ku", Kata Sun Huai tersenyum persahabatan untuk Chen Si Lei dan Sin Yue Qing yang tertawa halus dan menutupi komunikasi jiwa itu dengan rasa terimakasih atas kebaikan hati Sun Huai.


"Sun Huai baiklah kita lanjutkan lagi tugas kita", Kata Chen Si Lei terlihat lebih bahagia usai ia bisa berkomunikasi sesaat dengan Sin Yue Qing nya.


"Emm aku sudah dari tadi menanti mu di ujung jalan menuju bangunan rumah pohon yang suram itu",Kata Sun Huai ceria di ikuti para sahabat mereka lainnya.


"Rumah pohon itu ilusi dan nyatanya adalah goa mulut pohon lidah buaya ",Kata Chen Si Lei di sisi kiri Sun Huai.

__ADS_1


__ADS_2