Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti

Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti
Desa Bunga Champa Kuning.


__ADS_3

"Wah !!", teriak gadis asing berlari dari rumah makan di serang oleh sejumlah pria yang mengejar gadis itu dengan membawa parang.


"Hei bocah mau lari ke mana kau!!!",hardik sejumlah pria yang mengejar gadis itu.


Gadis itu melemparkan segala sesuatu yang bisa di andalkan untuk menghadapi para pria ganas itu.


"Weh coba saja kalau kalian bisa menangkap ku",gadis itu mengejek lawannya.


Para pria ganas itu melompat dan menghancurkan berbagai toko di pinggir jalan dan pasar menjadi kacau balau oleh ulah mereka semua,dan gadis itu tidak bisa kabur lagi dari pengejar nya, tapi dengan cerdik gadis itu masuk ke dalam rumah makan yang di datangi oleh Chen Si Lei dan kawan-kawan nya.


Dan gadis itu terpeleset oleh sepatu nya lalu jatuh ke pangkuan Chen Si Lei yang dengan cepat menolong gadis itu melalui cara melemparkan sumpit ke arah pria yang mengejar gadis itu.


Syuutttttttt !!


Jlebbbb !!


Jlebbbb !!


"Aghhhhhh !!",pekik kematian sekitar dua puluh orang pria itu oleh Chen Si Lei.


"Sekarang kamu bisa bangun dari pangkuan ku",kata Chen Si Lei halus.


Gadis itu terpesona dengan ketampanan Chen Si Lei di balik topeng rajawali emas sakti nya dan segera sadar kembali dari lamunan nya.


"Ah maafkan aku, aku tidak sengaja",kata gadis itu segera berdiri .


"Ya pergilah sana",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao kasar kepada gadis cantik.


"Ya terimakasih atas pertolongan mu kepada ku tadi",kata gadis itu kepada Chen Si Lei.


Gadis itu segera pergi dari rumah makan itu dan Chen Si Lei pun bisa menikmati waktu makan siang di rumah makan bersama teman -teman nya.


Hari berikutnya mereka berjumpa kembali dengan gadis itu lagi yang sedang lari dari tempat judi dan di kejar oleh para ahli judi dengan sadis, dan Chen Si Lei pun menolong gadis itu lagi dengan cara bermain judi bersama para pejudi itu dan ia pun menang.


"Tunggu sebentar kau sudah menang dari ku,jangan pergi begitu saja",cegah pria pemimpin judi itu.


"Lalu kau mau apa ?", tanya Le Din Yin memotong tangan pria itu.


Crakkkkkk !!


Mereka terkejut dan ketakutan kepada Le Din Yin, dan mereka pun melepaskan Le Din Yin dan kawan-kawan nya untuk pergi dari tempat judi itu.


"Ini kedua kalinya kita terlibat masalah gadis bodoh itu",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao marah -marah.


Chen Si Lei mengusir gadis itu menjauhi dirinya untuk tidak melibatkan dia dalam masalah gadis itu.


"Iya aku pergi",kata gadis itu patuh pada Chen Si Lei.


Hari ketiga mereka berjumpa lagi di sebuah rumah makan lain, gadis itu sedang bernyanyi dan memainkan musik tradisional dengan indah sehingga para tamu di rumah makan itu senang sekali dengan suara gadis itu dan juga kecantikan nya, dan Chen Si Lei sama sekali tidak pernah mempedulikan gadis itu lagi.


"Ah gadis itu lagi",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao terlihat bosan dengan gadis itu.


"Iya lihat saja nanti ada keramaian lagi dan dia akan minta tolong kepada kita",Le Din Yin mengeluh juga.


"Kita pindah saja ke rumah makan yang lain",kata Xiao Kai Zhong adil.


"Yuk kita pindah dari sini",kata Chen Si Lei segera keluar dari rumah makan itu.


Benar saja yang mereka duga,karena baru saja mereka keluar dari rumah makan itu ada beberapa orang yang berpakaian serba coklat menerjang gadis itu dengan sikap kasar dan ganas sehingga gadis itu berlari keluar dari rumah makan dan di kejar oleh sekelompok orang ganas itu.


"Tolongggg aku! ! ",teriak gadis itu menubruk Chen Si Lei yang segera menghindari gadis itu.


Brukkk !!


"Aduhhh sakit,kau tega sekali tidak menolong ku",kata gadis itu berusaha bangun dan berdiri, tapi dia jatuh lagi ke tanah.


"Aduh",ratap gadis itu melihat lututnya berdarah dan gadis itu menangis sedih.


"Hei bocah serahkan pusaka yang kau curi dari rumah kepala desa Tie!!",para pria kasar menghardiknya.


"Siapa yang mencuri pusaka dari rumah kepala desa Tie??Aku ambil mahar milik adik ku yang di paksa untuk menikah dengan kepala desa tua bangka itu",balas gadis itu galak.


"Kami tidak perduli, utama kau kembalikan barang yang kau ambil dari rumah ku, kalau tidak aku akan membunuh ayah mu!!",hardik seorang pria gemuk ganas.


Gadis itu terkejut sekali melihat ayahnya di pukul habis oleh para pasukan kepala desa itu.


"Jangan sakiti ayahku,baiklah aku berikan barang itu kepada mu",kata gadis itu.


"Cepat berikan barang itu kepada ku", kata pria itu nada kasar.


Chen Si Lei dan ketiga orang kawannya hanya diam untuk memperhatikan secara cermat dan teliti untuk memastikan bahwa pihak mana yang benar dan salah di antara mereka yang sedang beragumentasi,tapi mereka bersiap untuk menolong pria tua yang sedang terluka parah seluruh tubuh akibat di pukul oleh para anak buah kepala desa itu.


"Tolongggg jangan bunuh ayahku!!",jerit tangis seorang gadis lain berlari ke arah rombongan itu, lalu memeluk ayahnya seperti melindungi ayahnya.


"Yan Su",kata pria tua yang babak belur itu kepada gadis kedua.


"Nona Li Yan Su kau datang juga ke sini, apakah kau tak sabar untuk menikahi ku Tie Yin tuan besar mu",kata pria berwajah sadis itu meraih gadis itu secara kasar.


Wuttttt !!


Dukk !!


"Hei kau lagi He Xin Liang ikut campur masalah kami",tegur pria sadis itu kepada seorang pria gagah perkasa yang datang ke tempat itu dan melindungi orang tua dan anak perempuan itu.


"Ya dasar tua gila seperti mu memang harus ada yang bisa memberi mu hajaran agar tobat",kata He Xin Liang mengagumkan hati Chen Si Lei dan kawan-kawan nya.


"Huh berarti kamu sudah bosan hidup",kata pria sadis itu segera memerintahkan anak buahnya untuk mengeroyok pemuda gagah itu.


Wuttttt !!!


He Xin Liang menghindari serangan maut dari lima orang anak buah kepala desa Tie.


Crakkkkkk !!


Salah satu dari lima anggota kepala desa Tie tewas di bacok oleh pemuda itu.


"Kurang ajar berani bunuh anggota khusus ku!!",hardik kepala desa itu marah.


Syuutttttttt !!


Crakkkkkk !!!


He Xin Liang membunuh para anggota dari kepala desa Tie .


"Aku juga bisa membunuh mu",kata He Xin Liang mengayunkan pedang ke arah kepala milik kepala desa Tie.


Crakkkkkk !!


Kepala desa Tie sudah tewas oleh He Xin Liang.

__ADS_1


"Xin Liang",kata orang tua itu dengan suara lemah sekali.


"Paman Li",kata He Xin Liang cepat menolong paman Li.


"Tuan Muda He Xin Liang terimakasih atas pertolongan mu kepada ku dan ayah ku",kata Nona Li Yan Su.


"Ayo kita bawa paman Li ke tabib Xu",kata He Xin Liang menggendong kakek itu.


He Xin Liang membawa kakek itu dengan cepat ke sebuah bilik pengobatan milik seorang tabib muda yang sangat hebat di desa ini.


Chen Si Lei dan kawan-kawan nya mengikuti mereka ke bilik pengobatan tersebut tapi mereka lupa kepada gadis lain yang sedang terluka lututnya dan tinggal saja di tengah jalan hingga gadis itu menangis kencang.


"Eh kita lupa dia",kata Chen Si Lei memberi isyarat untuk Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang membantu gadis itu ke bilik pengobatan itu.


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao mematuhi perintah Chen Si Lei untuk menggendong gadis yang terluka lututnya itu ke bilik pengobatan dengan cepat.


"Tuan Xu bisakah kau obati luka lutut Nona ini?",


Tabib Xu melihat Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao membawa gadis yang terluka pada lututnya dengan cermat.


"Ya aku bisa,silakan taruh nona ini di kursi itu",jawab Tabib Xu .


Gadis itu di taruh di kursi oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sesuai arahan Tabib Xu.


"Nona Li Nan En kau pasti membuat masalah lagi ya?",ucap tabib Xu seraya obati lutut gadis itu.


"Aku tidak buat masalah, aku hanya membuat keadilan dan kebenaran di desa ini kakak Xu",jawab Nona Li Nan En ramah kepada tabib Xu.


"Seharusnya kamu bisa seperti adik mu yaitu Nona Li Yan Su yang selalu tenang dalam menyelesaikan masalah",kata tabib Xu bijaksana.


"Kalian ber empat ini siapa?",tanya seorang wanita cantik jelita yang ternyata istri tabib Xu.


"Kami hanya orang lewat yang tidak sengaja bertabrakan dengan Nona ini",Le Din Yin menjawab pertanyaan Nyonya tabib Xu.


"Mereka orang baik yang sudah tiga kali menolong ku",kata Li Nan En yang sudah selesai di obati lututnya itu.


"Kak Nan En mana mahar itu?",tanya Nona Li Yan Su dari ruang lain di bilik itu.


"Ini ambillah mahar mu yang harusnya bisa kau pakai untuk menikah dengan He Xin Liang ini",jawab Li Nan En menyerahkan lambang shio ayam kepada adiknya.


Adiknya senang sekali mendapatkan lambang shio ayam itu, tetapi He Xin Liang tidak senang dengan lambang shio ayam ini.


"Yan Su kau dapat darimana benda jahat itu?",tanya pemuda itu kepada Nona itu.


"Dari berjudi dengan raja judi Zhang Li He di rumah judi milik Bibi Xiao",jawab Li Yan Su melirik ke arah Li Nan En.


"Apa???kau masih suka datang ke rumah Bibi Xiao ??", tanya He Xin Liang marah.


"Ya karena kami perlu biaya hidup kami untuk mengobati penyakit lama ayah dan biaya pendidikan adik kami Li Hong Qi",jawab Li Yan Su sedih.


"Aku sudah pernah bilang bahwa urusan mu adalah urusan ku,aku bantu kalian",


"He Xin Liang kau belum menjadi suamiku, aku tidak bisa menerima satu sen pun dari mu,aku masih punya harga diri untuk biaya hidup kami sendiri",kata Li Yan Su yang membuat He Xin Liang tidak bisa membantah ucapan kekasihnya.


"Tetapi kau tak seharusnya bekerja di tempat seperti itu sebagai seorang gadis baik -baik",tegur Chen Si Lei yang tidak bisa sabar untuk menasihati gadis itu.


"Apakah aku masih bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik daripada kerja di tempat itu dengan kondisi hidup ku seperti ini?",tanya gadis itu bersikeras.


"Kau masih bisa bekerja di bilik pengobatan ku ini Nona Li Yan Su",jawab tabib Xu


"Aku tidak bisa karena aku masih terikat perjanjian dengan raja judi Zhang Li He",


"Menjual ku kepada raja judi itu ya kan??!!",suara marah Li Nan En kepada Li Yan Su.


"Apakah kau sungguh -sungguh Li Yan Su kami??",tanya ayahnya marah sekali ke Li Yan Su.


"Aku tetap Li Yan Su kalian tapi hanya cara ku mencari uang yang berbeda",gadis itu menjawab.


Plakkkk !!


"Ayah kenapa ayah memukul ku?",tanya Li Yan Su terkejut di pukul oleh ayahnya.


"Kau sungguh anak tidak tahu malu,kau anak durhaka yang sudah bunuh ibu mu sendiri, menjual kakak mu dan kau alasan bekerja untuk biaya pendidikan adik mu tetapi nyatanya kau membawa adik mu ke rumah kotor untuk kau ambil uang nya bisa kau pakai untuk berjudi dan bersenang - senang bersama para pria tidak jelas, kau hamil dengan pria lain, lalu kau aborsi karena takut ketahuan oleh kami terutama keluarga He Xin Liang yang sudah begitu baik menerima kita dan kamu sebagai tunangan He Xin Liang.Kau pantas mati karena dosa mu sangat besar Li Yan Su",jawab ayahnya sedih sekali.


He Xin Liang terlihat kaget sekali dengan kenyataan bahwa gadis tunangannya Li Yan Su adalah wanita yang jahat sekali terhadap keluarganya sendiri dan kepada dia .


"Kau layak mati Li Yan Su",desis He Xin Liang marah dan sakit hati sekali.


Crakkkkkk!!


Li Yan Su tewas oleh ayahnya sendiri dengan pisau dapur milik istri tabib Xu.


"Ayah !!", teriak Li Nan En terkejut ayahnya membunuh adiknya juga bunuh diri.


"Nan En selamatkan adik mu",pesan terakhir ayahnya sebelum meninggal dunia.


"Nona Li kami bisa menolong mu untuk selamatkan adik mu dari raja judi itu",Le Din Yin sudah bicara untuk membantu Nona ini.


"Biar aku saja yang menolong adik mu Nona Li Nan En",kata He Xin Liang.


"Ya ayo cepat selamatkan adik mu lebih dulu, biar kami yang rapikan jasad ayah dan adik mu ini",kata tabib Xu dan istrinya.


Nona Li Nan En segera pergi ke tempat judi bersama He Xin Ling di ikuti oleh Le Din Yin dan Xiao Kai Zhong yang sudah di perintah oleh Chen Si Lei untuk bantu ke dua orang itu hadapi raja judi Zhang Li He.


Sedangkan Chen Si Lei dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao berkelebat cepat ke arah pintu keluar dari desa bunga Champa Kuning.


"Kita tunggu saja mereka di sini",kata Chen Si Lei menggenggam lambang ayam


"Ada yang datang ke kita",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao minum arak dari guci arak ukuran sedang.


Brrrrrrrrrrrrr !!


"Kau benar sekali",kata Chen Si Lei nada tenang sekali.


Sejumlah orang yang mirip perampok desa sudah datang membawa pedang dan sejumlah senjata tajam mengancam mereka berdua.


"Serahkan lambang shio ayam itu kepada kami atau kalian mati di tangan kami!!",


"Kalian sekte sesat apa ?", tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao acuh tak acuh.


"Sekte Lima Lipan Darah",jawab salah seorang dari anggota Sekte Sesat itu.


"Cabang atau pusat sekte?",tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


"Cabang",jawab gadis remaja cantik jelita berusia tujuh belas tahun nada dingin.


Puhhh !!


"Aghhhhhh !!", teriak gadis itu tewas dalam serangan maut dari Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao semburkan arak ke wajah gadis itu.

__ADS_1


"Kau bunuh Putri ketua Sekte kami!!",hardik pria sadis memakai senjata dayung.


"Kami juga bisa musnahkan Sekte pusat kalian!!",hardik Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah mengamuk ganas menghadapi musuh yang berjumlah sekitar empat puluh orang sakti itu.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Sejumlah orang sakti meluncur ke arah Chen Si Lei yang sudah berkelebat cepat untuk menerjang mereka juga dengan ilmu mukjizat Gunung Ling yang di satukan dengan ilmu mukjizat piramida sakti .


Wuttttt!!!


Dessssssss !!!


"Aghhhhhh !!", teriak separuh dari tujuh puluh orang musuh sakti tewas oleh ilmu mukjizat gabungan milik Chen Si Lei itu.


Wuttttt !!


Bressssss !!!


"Aghhhhhh !!",teriak tiga orang musuh sakti yang sudah habis oleh Chen Si Lei.


Syuutttttttt !!!


Crakkkkkk !!!


Chen Si Lei menggerakkan pedang secara cepat dan hebat memenggal habis dua orang musuh sakti sekaligus.


Dukkk !!


Seorang gadis menendang lutut Chen Si Lei tetapi gadis itu terjatuh ke belakang karena di tendang kembali oleh Chen Si Lei.


"Nona mau main tendangan dengan ku?",tanya Chen Si Lei kejam sekali.


Gadis itu meringis kesakitan di tendang oleh Chen Si Lei yang sekarang sudah diatas dirinya dan menginjak kepala gadis itu sampai pecah.


Kress!!


"Kau membunuh Nona Li Nan En?!!",ucap tabib Xu yang ternyata musuh aslinya.


"Ya karena dia membunuh ayahnya dengan jarum pengobatan mu dan adiknya di bunuh oleh istri mu yang melemparkan pisau dapur dengan hebat, kalian bertiga bekerjasama untuk membunuh He Xin Liang yang bodoh itu dan gadis yang kami tolong itu bukan Nona yang kami temui pada hari pertama kami datang ke desa ini ,meskipun mereka semua kembar identik, aku tetap bisa membedakannya dan gadis itu berada di tangan Raja judi Zhang Li He yang sekarang sedang di tolong oleh He Xin Liang dan kedua kawan ku",jawab Chen Si Lei sudah tahu permainan mereka semua untuk mengelabui dirinya.


"Gadis ini tadi ikut serta dengan mereka cuma untuk menyakinkan He Xin Liang sebagai gadis baik -baik padahal gadis itu adalah gadis busuk hatinya dan gadis itu diam-diam keluar dari rumah Nyonya Xiao saat rumah itu di hancurkan He Xin Liang dan kedua kawan ku untuk bergabung bersama kalian untuk membunuh ku dan kawan ku ini di sini",kata Chen Si Lei lagi secara detail sekali.


"Kau sungguh cerdas sekali Pendekar Rajawali Emas Sakti",kata tabib Xu .


Brrrrrrrrrrrrr !!


"Tabib Xu lawan mu adalah aku He Xin Liang",kata He Xin Liang sudah datang ke luar desa bunga Champa Kuning bersama Le Din Yin dan Xiao Kai Zhong dan Li Hong Qi.


"Baik ku hadapi kau!!",hardik tabib Xu marah karena perbuatan jahat nya sudah di ketahui oleh Chen Si Lei dan kawan-kawan nya.


Wuttttt !!


Plakkkk !!!


Dessssssss !!!


He Xin Liang menerjang hebat menghantam pukulan maut dari tabib Xu gunakan ilmu pukulan hawa racun sesat yang sudah cepat di halau oleh Chen Si Lei untuk bantu He Xin Liang dengan mudah dan cepat dalam menghadapi tabib Xu.


"Tabib Xu Matilah kau! ! ",hardik He Xin Liang menghantam hancur tabib Xu pakai ilmu mukjizat bunga Champa Kuning miliknya sendiri.


Dessssssss !!!


"Aghhhhhh !!", teriak tabib Xu tewas dalam serangan maut dari He Xin Liang.


Sementara itu Chen Si Lei dan kawan-kawan nya bertarung melawan para musuh lain dengan kepandaian mereka masing - masing yang mengagumkan hati He Xin Liang dan Nona Li Hong Qi.


Wuttttt !!!!


Bressssss !!!


"Aghhhhhh !!!", teriak para musuh tewas hancur oleh ilmu mukjizat piramida sakti Chen Si Lei.


Wuttttt !!!


Jlebbbb !!!


Le Din Yin sudah berkelebat cepat untuk membunuh musuh yang tersisa dengan ilmu pedang naga sungai Li.


Wuttttt !!!!


Crakkkkkk !!!


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao memotong tubuh musuh sakti sekitar empat puluh orang dengan hebat.


Wuttttt !!!


Jlebbbb !!!


Jlebbbb !!!!


Xiao Kai Zhong berkelebat cepat membunuh dua puluh lima orang musuh sakti di sertai ilmu mukjizat Gunung Yang.


Usai para musuh tewas semua, mereka menguburkan jasad musuh dengan cepat dan baik, lalu mereka berbincang -bincang di tepi sungai terdekat bersama sambil makan siang dan minum arak bersama sebelum berpisah dengan Nona Li Hong Qi ini.


"Nona Li Hong Qi kami mohon diri untuk melanjutkan perjalanan kami",kata Le Din Yin menjura hormat kepada Nona itu.


"Izinkan saya ikut dengan kalian ber empat untuk memperdalam wawasan saya di dunia kangouw,tuan ",kata He Xin Liang menjura hormat kepada Chen Si Lei.


"Baiklah aku izinkan",kata Chen Si Lei sangat menyukai He Xin Liang jadi sahabat nya.


"Hamba juga ingin ikut tuan sebagai pelayan tuan",kata Nona Li Hong Qi sujud di hadapan mereka ber lima dengan tatapan mata memohon kepada Chen Si Lei.


Chen Si Lei melihat Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sangat tidak menyukai wanita itu yang di anggap selalu mengganggu perjalanan mereka,Le Din Yin dan Xiao Kai Zhong pun tak suka ada wanita di dalam perjalanan yang berbahaya ini,juga He Xin Liang pun masih sakit hati terhadap wanita karena pengkhianatan cinta yang di alami nya dari saudari gadis itu.


"Maaf aku tidak bisa menerima mu sebagai pelayan ku",kata Chen Si Lei tegas.


Gadis itu tidak memaksa untuk ikut mereka lagi dan kembali ke desanya dengan wajah ter tunduk sedih sekali karena di tolak oleh pria asing yang mendatangkan rasa cinta dan nyaman bersama pria bertopeng rajawali emas sakti itu.


Chen Si Lei dan kawan-kawan nya sudah berjalan ke arah utara lain dengan cepat dan mudah karena ada He Xin Liang yang mengarahkan jalan mereka ke utara di wilayah yang lebih besar lagi di lembah besar,dan mereka akan menuju ke kota di depan pintu yang sudah mereka lihat dan baca dengan benar.


"Kota Kun",kata He Xin Liang sudah masuk lebih dulu daripada mereka.


"Yuk kita masuk ke dalam kota itu",kata Chen Si Lei berjalan di dekat He Xin Liang.


"Wah wangi arak segar ,yuk kita mampir ke rumah minum itu",Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah tahu arah untuk mendapatkan minuman yang enak di kota kun ini.


"Makanan khas kota kun itu daging lada hitam enak nya",kata Le Din Yin senang.


"Aku mau makan mantao dulu sebagai sambilan",kata Xiao Kai Zhong rakus.

__ADS_1


Mereka ber lima sangat bahagia sekali masuk ke salah satu rumah makan daerah yang mereka datangi ini, dan Chen Si Lei sudah memilih tempat duduk mereka di bagian atas untuk melihat keindahan alam kota kun yang penuh bunga segar di setiap sisi jalan.


__ADS_2