
Setibanya Chen Si Lei di Istana Kekaisaran Tang Agung, ia segera menemui Ibu Suri Ling yang ingin sekali bisa bertemu dengannya dan berbicara empat mata di dalam Istana khusus untuk Ibu Suri Ling dengan membawakan buah -buah segar yang menjadi buah -buah favorit Ibu Suri Ling.
" Selamat malam, Huang ErNiang ", sapa Chen Si Lei memerintahkan para dayang istana Ibu Suri Ling keluar dari ruangan utama keluarga Ibu Suri Ling.
" Selamat malam juga untuk putra kesayanganku ", jawab Ibu Suri Ling tersenyum keibuan.
" Huang ErNiang, ananda datang membawakan buah kesemek kering favorit mu asli dari kota asalnya di utara ", kata Chen Si Lei menaruh nampan isi buah -buah segar di atas meja bundar dalam ruangan khusus untuk keluarga Ibu Suri Ling.
Ibu Suri Ling menerima dan mencicipi buah segar yang sudah di antarkan oleh Chen Si Lei khusus untuknya dan ia tersenyum senang sekali karena putranya sangat perhatian kepadanya dan selalu menjaga kesehatan, keamanan dan keselamatannya.
" Terimakasih, anakku. Buah -buah segar yang kau bawakan kepada ku sangat besar artinya bagiku untuk aku bisa merasakan perhatian dan kasih sayang mu terhadap ku ibu mu ",kata Ibu Suri Ling menikmati buah segar bersama putranya.
" Sama-sama, ErNiang. Aku merasa bersalah karena aku sudah banyak sekali membuat mu resah dan gelisah karena memikirkan ku yang kadang kurang dewasa dalam mengerti mau mu untuk kebahagiaan ku yang berarti adalah kebahagiaan mu juga ", jawab Chen Si Lei menaruh telapak tangannya di atas pangkuan Ibu Suri Ling.
" Putra ku kau sungguh sangat dewasa sekarang dan aku yakin bahwa kamu bisa menanggung beban di dalam kehidupan keluarga kita dan terutama untuk Dinasti Tang Agung ", kata Ibu Suri Ling meremas kedua tangan Chen Si Lei yang berada di pangkuannya dengan lembut.
" Iya, ErNiang. Aku mengerti arti ucapan mu itu, aku akan berusaha keras untuk memberikan yang terbaik untuk mu,keluarga kita dan seluruh rakyat kita ", jawab Chen Si Lei lembut sekali kepada Ibu Suri Ling.
" Anakku kau adalah seorang pemimpin negeri ini dan juga kepala keluarga dari Kekaisaran Tang Agung, maka kau ini ibaratnya adalah akar dari sebuah pohon Bonsai Keluarga yang harus tetap kuat dan kokoh untuk menghadapi tantangan yang datang kepada keluarga kita karena kami adalah dahan dan daun serta buah -buah yang kau jaga dan kau lestarikan dengan baik agar tumbuh kembang pohon bonsai yang lainnya di seluruh kebun dirimu sendiri, yakni istri -istri mu ,anak -anak mu,cucu mu dan generasi penerus mu yang akan datang ", kata Ibu Suri Ling menatap rembulan dari balkon ruangan utama keluarganya.
" Ya aku tahu dan aku akan ingat nasihat Huang ErNiang untuk ku ",jawab Chen Si Lei memakaikan mantel untuk Ibu Suri Ling .
" Apakah kau sudah mengetahui keinginan hati ku untuk mu ?",tanya Ibu Suri Ling menghadapinya dengan tatapan mata tak bisa di bantah untuknya.
" Ya aku sudah tahu bahwa kau ingin aku menikah dengan Putri Yuan Chao Yue untuk meneruskan silsilah keluarga mu karena aku bertugas untuk menjaganya sebagai seorang yang sangat dekat dengan keluarganya ", jawab Chen Si Lei nada hormat kepada Ibu Suri Ling.
" Lalu apakah kau akan memenuhi permintaan ku sebagai putra ku yang berbakti kepada ku ?",tanya Ibu Suri Ling menekankan kata putraku yang berbakti untuk Chen Si Lei mematuhinya.
" Baiklah aku akan memenuhi permintaan mu tetapi setelah aku memenuhi tugas ku sebagai seorang kakak laki-laki tunggal untuk Tang Yang Mi dan Tang Yang Zi untuk tahun ini dan hari yang sama, mereka berdua akan aku resmikan hubungan mereka dengan kekasih mereka masing - masing. Untuk Tang Yang Mi dan Ao Hung sedangkan Tang Yang Zi dan Pangeran Muda Lin Xiao Xin. Aku ubah niat hatiku untuk menikahkan Tang Yang Zi dengan Adipati Han Yi dari kota kun ", jawab Chen Si Lei mengejutkan hati Ibu Suri Ling terutama untuk Tang Yang Zi yang akan menikah dengan Lin Xiao Xin untuk istri ke empat pangeran muda itu.
" Putra ku apakah aku tidak salah mendengar tentang kau ingin menikahkan Tang Yang Zi pada Pangeran Muda Lin Xiao Xin yang baru saja kemarin lalu menikah dengan Putri Mi Mi ?Apakah kau ingin adik mu sendiri menjadi seorang selir ketiga atau istri ke empat Pangeran Muda Lin Xiao Xin sepupu mu itu ?", tanya Ibu Suri Ling heran dengan ucapan Chen Si Lei tadi.
" Tidak ,ErNiang tidak salah dengar. Aku tidak pernah mempermasalahkan status yang akan di terima oleh Tang Yang Zi karena yang aku pedulikan adalah masa depannya yang tidak bisa aku tunda lagi demi nama baik Keluarga Kekaisaran Tang Agung ",jawab Chen Si Lei tegas sekali kepada Ibu Suri Ling karena ia sudah tahu kalau adiknya sudah hamil oleh Pangeran Muda Lin Xiao Xin sepupunya itu.
" Ah sebenarnya ada masalah apa dengan Tang Yang Zi adik mu itu ?", tanya Ibu Suri Ling mengerutkan keningnya .
" Ahm Huang ErNiang tidak perlu khawatir tentang masalah Tang Yang Zi karena aku yang akan menyelesaikannya ", jawab Chen Si Lei dengan nada tenang dan lembut sekali kepada Ibu Suri Ling.
" Ya baiklah, putraku. ErNiang serahkan masalah adik mu kepada mu ",kata Ibu Suri Ling menghela napas untuk tidak pusing dengan masalah keluarganya yang sangat rumit itu.
Setelah itu ,Chen Si Lei mendatangi Istana Putri Tang Yang Zi yang terkejut sekali karena kakaknya datang menemuinya di dalam Istananya sendiri dengan tatapan mata tajam sekali dan membuatnya gentar dan takut kepada kakaknya yang ia tahu sangat tegas sekali.
" Gege ada apa dan kenapa kau tiba-tiba datang ke Istanaku ?", tanya Tang Yang Zi sopan dan hormat kepada Chen Si Lei yang sudah mendengar suara gemetar adiknya itu.
" Yang Zi ,aku ingin bicara dengan mu secara dewasa karena kau sudah dewasa dan mandiri ", jawab Chen Si Lei lugas.
Para dayang istananya dan para pengawal pribadi dari Putri Tang Yang Zi segera mundur dari Istana Putri Tang Yang Zi untuk beberapa waktu saja sampai Kaisar Tang Agung selesai berbicara rahasia dengan adiknya secara pribadi sekali, dan setelah semua orang di dalam Istana Putri Tang Yang Zi pergi.
Chen Si Lei menampar wajah adiknya dengan keras dan menatapnya tajam sekali dan marah.
"Gege kenapa kau memukul ku ?",tanya Tang Yang Zi menangis ketakutan.
" Kau bilang kenapa aku memukul mu?Ahh !Kau ini seorang gadis yang sejak bayi hingga dewasa tumbuh di dalam lingkungan yang segalanya terbaik dan serba ada,di mulai dari baju dan sebagainya sampai pendidikan mu sampai pendidikan tinggi di jurusan teknik kelautan .Lalu kenapa kau bisa terjerumus ke dalam pergaulan bebas sampai kau hamil di luar nikah dalam usia mu masih terlalu muda dan masih depan mu masih jauh sekali ?Aku sangat kecewa dengan mu ,Yang Zi. Aku kurang baik apa pada mu. Apakah aku kurang memberikan mu perhatian dan kasih sayang ku sebagai seorang kakak kepada adiknya ?!",ucap Chen Si Lei berang kepada Tang Yang Zi yang segera sujud meminta ampunan kepadanya.
" Gege tolong ampunilah aku. .,aku telah berbuat salah dan membuat mu kecewa dan marah kepada ku ",kata Tang Yang Zi menangis sesenggukan di atas lantai marmer.
" Aku lebih sekadar marah tetapi aku sangat sedih sekali. Hatiku sakit sekali. Aku adalah seorang kakak yang gagal mendidik adiknya untuk menjadi seorang gadis hebat dalam segala hal yang ada di dalam imajinasi ku dan impian ku dan aku sangat mengharapkan agar semua adik ku bisa jauh lebih baik hidupnya dari pada aku ",kata Chen Si Lei dengan suara keras dan ia harus menahan rasa pedih sekali.
" Gege, ya aku tahu..Aku salah. .Gege jangan sedih. ..!!",jerit tangis Tang Yang Zi merangkak untuk memeluk kedua kaki bersepatu indah kakaknya.
Chen Si Lei menengadahkan kepalanya dan menghela napas berkali-kali sebelum ia meraih jemari adiknya untuk berdiri dan duduk berhadapan dengannya di kursi meja bundar dalam ruangan utama untuk istana adiknya itu.Ia menatap wajah adiknya dengan kasih sayang seorang kakak kepada adiknya.
" Yang Zi, aku sudah membuat keputusan untuk memecahkan masalah mu ,aku harus menikahkan mu dengan Pangeran Muda Lin Xiao Xin untuk menjadi Selir ke tiga dari Pangeran Muda Lin Xiao Xin. Apakah kau sanggup menjadi istri ke empat nya ?", tanya Chen Si Lei halus kepada adiknya tetapi tetap tegas.
" Ya Gege, aku sanggup dan aku patuhi perintahmu ",jawab Tang Yang Zi tegas dan tegar.
" Baiklah, besok pagi aku akan memanggil Pangeran Muda Lin Xiao Xin untuk ia menghadap ku dengan berani",kata Chen Si Lei menatap adiknya dengan nada yang sangat meyakinkan bahwa adiknya akan mendapatkan hasil yang baik dari nya.
" Terimakasih ,Gege ", jawab Tang Yang Zi sujud hormat kepada Chen Si Lei.
Istana Kaisar Tang Agung.
__ADS_1
Karena itu sesuai dengan ucapan yang ia kemukakan kepada adiknya itu pada hari berikutnya, Chen Si Lei memanggil Pangeran Muda Lin Xiao Xin untuk datang ke Istana Kekaisaran Tang Agung dan menghadapinya dengan jantan dan berani bertanggung jawab.
"Hormat hamba kepada Paduka Kaisar Tang Agung ", sapa Pangeran Muda Lin Xiao Xin gemetar ketakutan saat ia tiba-tiba di panggil ke Istana Kekaisaran Tang Agung untuk menghadap Kaisar Tang Agung melalui surat perintah yang di sampaikan ke rumahnya dari staff khusus untuk Kekaisaran Tang Agung.
" Pangeran Muda Lin Xiao Xin aku mengundang mu untuk datang kepada ku hari ini di pagi hari ini karena aku ingin kau segera bawa kedua orang tua mu dan keluarga mu untuk melamar adik ku untuk menjadi seorang Permaisuri utama di dalam keluarga mu dan waktu satu jam dari sekarang. Atau aku hukum mati tujuh keturunan keluarga mu karena perbuatan hina mu kepada adikku Putri Tang Yang Zi ", perintah Chen Si Lei tegas sekali kepada Pangeran Muda Lin Xiao Xin.
" Ya, Paduka hamba laksanakan ", jawab Pangeran Muda Lin Xiao Xin gemetar ketakutan sekali atas kemarahan Kaisar Tang Agung kepadanya.
Chen Si Lei tidak main -main dengan perintahnya, maka keluarga Pangeran Tua Lin segera menghadap dan melaksanakan perintahnya dalam waktu satu jam saja dengan di awasi oleh para pasukan Kekaisaran Tang Agung di sekitar lokasi kediamannya.
" Lapor Paduka kami sudah menyelesaikan perintah anda ", kata Pangeran Tua Lin beserta keluarga besar Lin sujud dan membawakan mahar pernikahan untuk melamar Putri Tang Yang Zi secara sah dan resmi di mata hukum Kekaisaran Tang Agung.
" Aku sudah menetapkan hari pernikahan untuk Pangeran Muda Lin Xiao Xin dan Putri Tang Yang Zi adikku jatuh pada lusa hari bertepatan dengan hari pernikahan Putri Tang Yang Mi dan Ao Hung Kepala Pemerintahan Pusat Ibukota Kekaisaran Tang Agung ", perintah Chen Si Lei luar biasa tegas dan keras sekali.
Beberapa hari kemudian Istana Kekaisaran Tang Agung melaksanakan perayaan Pernikahan ganda antara Putri Tang Yang Mi dan Ao Hung serta Putri Tang Yang Zi dan Pangeran Muda Lin Xiao Xin secara mewah dan megah di saksikan oleh semua kalangan di Ibukota Kekaisaran Tang Agung.
Seperti tahun lalu saat Kaisar Tang Agung menjadi saksi pernikahan antara Putri Tang Yang Ying Ying dan Adipati Luo Yan Zen, maka di tahun ini pun Kaisar Tang Agung menyaksikan ritual pernikahan kedua orang adik perempuannya yang di mulai dari ritual penghormatan terhadap Altar Buddha dan leluhur Kekaisaran Tang Agung sampai ritual melepaskan atau mengantarkan kepergian kedua orang adiknya untuk menempuh hidup baru bersama pasangan hidup adik -adiknya sesuai kebijakan Kekaisaran Tang Agung.
" Akh akhirnya aku sudah bebas dari tanggung jawab ku untuk kedua orang adik ku ",kata Chen Si Lei mabuk arak pernikahan adik -adiknya dan ia mendatangi Istana Sin Yue Qing pada tengah malam hari itu.
" Eh kau mabuk berat ", kata Sin Yue Qing membantunya untuk berbaring di atas tempat tidur.
" Yue Qing ",panggil Chen Si Lei membiarkan Sin Yue Qing menggantikan pakaian nya dengan pakaian tidur dan melepaskan sepasang sepatu indahnya serta kaos kaki.
" Ya aku di sini ", jawab Sin Yue Qing membasuh wajahnya serta tubuhnya sampai kedua telapak kakinya dengan saputangan emas yang di beri air embun bunga persik .
" Yue Qing hentikan kegiatan mu untuk membersihkan diriku ",kata Chen Si Lei merampas saputangan dan melemparkannya ke lantai marmer kamar tidur Sin Yue Qing.
" Gege aku belum selesai untuk membersihkan punggung mu ",kata Sin Yue Qing berbalik untuk mengambil saputangan baru dari laci di dekat meja riasnya ,tapi Chen Si Lei mencegahnya dan menaruhnya di atas tempat tidur ,lalu memeluknya erat.
" Giliran ku untuk membersihkan diri mu ",kata Chen Si Lei tersenyum dan jatuh tidur di atas tubuh Sin Yue Qing yang membantunya untuk tidur sopan.
" Ah kau harus menjaga kesehatan mu",kata Sin Yue Qing sibuk menggunting kuku kaki Chen Si Lei juga memberikan pelembab kulit kaki untuk membantu kedua kaki Chen Si Lei tetap bersih dan sehat serta rapi dan wangi aroma mint.
Hal itu di lakukan oleh Sin Yue Qing sampai menjelang subuh hari, lalu ia tidur di pelukan Chen Si Lei dengan nyaman sekali, dan ia bangun lebih awal dari Chen Si Lei untuk menyiapkan perlengkapan dan peralatan mandi pagi Chen Si Lei sesuai protokol Kekaisaran Tang Agung.
" Baiklah aku harus menyiapkan sarapan paginya", kata Sin Yue Qing sigap untuk melayani suaminya.
" Selamat pagi, suamiku ", sapa Sin Yue Qing memerintahkan para dayang istana untuk memberikan air hangat untuk membasuh wajah dan kedua telapak tangan suaminya, tetapi kegiatan ini ia kerjakan sendiri.
" Aku mau mandi dahulu ", kata Chen Si Lei melihat Sin Yue Qing sudah sibuk ke sana kemari.
" Ya baiklah aku tunggu sampai kau selesai mandi di dalam kamar mandi yang sudah aku siapkan segalanya untukmu", kata Sin Yue Qing mengantarkannya ke kamar mandi.
"Ah kenapa kau tak ikut saja ",kata Chen Si Lei menyambar tangan Sin Yue Qing dan mengajaknya untuk mandi bersama.
"Akhhh!!",jerit Sin Yue Qing di masukkan ke dalam bak mandi oleh Chen Si Lei.
Chen Si Lei tertawa-tawa senang sekali bisa memandikan istrinya sendiri dan ia minta Sin Yue Qing memandikannya juga dan ritual mandi pun tak bisa terjadi di dalam kamar mandi itu.
Sesudah itu, Sin Yue Qing sibuk melayani Chen Si Lei berpakaian rapi untuk kerja di Balairung utama Kekaisaran Tang Agung dengan ritual lama sekali karena Chen Si Lei menciumnya terus menerus dan tidak mau berhenti jika tidak ada balasan darinya.
" Sarapan pagi sudah tiba ", kata Sin Yue Qing menariknya untuk pergi ke ruang makan dan duduk di kursi meja makan.
" Kau ini seorang Permaisuri ku bukan dayang istana ku. Kenapa kau harus sibuk terus menerus sejak malam hari hingga saat ini ?", tanya Chen Si Lei memintanya duduk di kursi depan Chen Si Lei.
" Aku cuma ingin sekali menunjukkan bahwa aku bisa merawat mu karena aku tidak pernah mau ada orang lain yang menyentuh mu ",jawab Sin Yue Qing tanpa menatapnya.
Chen Si Lei tersenyum senang sekali karena Sin Yue Qing sangat manis sekali jadi istrinya.
" Oh begitu rupanya?",tanya Chen Si Lei menggunakan jemarinya untuk melihat tatapan mata malu Sin Yue Qing.
Sin Yue Qing memukul jemarinya dan berlari keluar dari ruang makan dengan wajah merah sekali karena malu .
Chen Si Lei sudah lenyap dan tiba di hadapan Sin Yue Qing di halaman depan ruang makan di Istana khusus untuk Sin Yue Qing.
" Sayang ku ",panggil Chen Si Lei memeluknya erat.
" Emm kau jangan pernah menertawakan ku karena sikap ku yang. .Akh !!",kata -kata Sin Yue Qing terputus karena Chen Si Lei sudah sibuk pada mulanya dan ia diam bagai patung cantik jelita.
" Ya aku tahu dan senang sekali karena kau sangat perhatian kepada ku ",kata Chen Si Lei bernyanyi riang gembira keluar dari Istana Sin Yue Qing tanpa ia lihat wajah Lao Gu yang asam sekali di lewati nya.
__ADS_1
" Ihh kurang ajar sekali dia ",kata Lao Gu geram tetapi terdengar suara seekor anjing menggonggong keras dari mulutnya karena Chen Si Lei sudah mengubah nya kembali menjadi seekor anjing putih besar terikat rantai di lehernya di tiang pintu masuk ke dalam Istana khusus Sin Yue Qing.
" Mulai hari ini kau tak bisa menjadi manusia lagi dan punya suara manusia ", kata Chen Si Lei menggunakan bahasa hewan bumi sebelum naik tandu Kaisar Tang Agung nya yang di kawal ketat oleh para pasukannya.
" Guk !!Guk !!", lolong Lao Gu.
"Eh sejak kapan di sini ada anjing ?", tanya Ying memainkan telinga Lao Gu.
" ...",Lao Gu berdeham dan meringkuk di rumput depan pintu gerbang menuju ke Istana Permaisuri Sin Yue Qing.
Permaisuri Li Shao Ning mendatangi ruang kerja Chen Si Lei sebelum Chen Si Lei bertugas di Balairung utama Kekaisaran Tang Agung untuk tugasnya sebagai seorang Kaisar Tang Agung.
" Koko Lei Lei aku datang untuk mengantarkan berkas -berkas kerja ku selama aku menjadi wakil mu ",kata Li Shao Ning menyerahkan dokumen kerja kepada Chen Si Lei.
" Ya taruh saja di meja kerja ku ",jawab Chen Si Lei tanpa melihat Li Shao Ning di hadapannya.
" Eh Koko Lei Lei aku ingin kita bisa makan siang bersama untuk siang hari ini di istana ku atau istana mu.Ya seterah kau saja, tapi jika kau sibuk sekali. ..Hmm ya tak apalah. Aku mengerti ", kata Li Shao Ning memahaminya dan berjalan untuk meninggalkannya di ruang kerjanya.
" Shao Ning. .",panggil Chen Si Lei tidak tega juga.
Li Shao Ning berhenti di tengah jalan menuju keluar ruang kerja Kaisar Tang Agung dan menunggu perkataan suaminya selanjutnya untuknya.
" Aku akan menunggu mu di ruang serbaguna di taman Istana mu untuk makan siang bersama mu ",kata Chen Si Lei yang akhirnya membuat Li Shao Ning cepat berbalikan tubuh dan menghadapinya dengan tatapan mata berlinang air mata rindu.
" Ya terimakasih, Koko Lei Lei. Aku pasti akan menyiapkan makan siang favorit mu dan aku akan menunggu mu di Istana ku ", jawab Li Shao Ning menghapus air mata di bulu matanya dengan saputangan sutra dan senyuman bahagia terlihat di wajah jelita sekali Li Shao Ning.
Chen Si Lei tersenyum lembut sekali untuk memberikan kepastian akan janjinya untuk makan siang bersama Li Shao Ning yang bagaimana pun juga adalah istri nya dan Permaisuri pertamanya di dalam dunia ini khususnya di Kekaisaran Tang Agung.
Pada jam istirahat kerja, Chen Si Lei memenuhi janjinya kepada Li Shao Ning dan hadir untuk menyenangkan hati Li Shao Ning yang sudah sangat merindukannya dan juga sangat mencintainya sepenuh jiwa dan raga wanita itu yang sudah baik hati memberikan tiga orang anak manusia kepadanya melalui rahim wanita itu sendiri.
" Koko Lei Lei terimakasih atas kebaikan hati mu untuk bersedia makan siang bersama ku di istana ku di sela waktu sibuk mu ",kata Li Shao Ning setulus hati dan mengerti dirinya.
" Ya ,Shao Ning. Sama-sama. Aku juga senang sekali bisa mengunjungi mu pada hari ini ", jawab Chen Si Lei tersenyum ramah sekali kepada Li Shao Ning.
" Baiklah, jika kau sudah mulai sibuk lagi. Aku tidak akan menghalangi waktu kerja mu ",kata Li Shao Ning tersenyum pengertian sekali kepada Chen Si Lei.
" Ya terimakasih atas pengertian mu untuk ku ", kata Chen Si Lei berdiri dan di antarkan keluar dari Istana Permaisuri Li Shao Ning.
" Koko Lei Lei apakah kamu tidak memberikan ku sesuatu yang biasa kamu bisa berikan kepada ku ?", tanya Li Shao Ning mengantarkannya ke tandu nya.
Chen Si Lei ingat untuk memberikan yang terbaik untuk semua orang di Istana Kekaisaran Tang Agung, maka ia segera memenuhi permintaan Li Shao Ning dan menciumnya mesra sekali di bibir manis Li Shao Ning yang bahagia sekali karena ia tidak pernah melupakan Li Shao Ning.
" Terimakasih, Koko Lei Lei ", kata Li Shao Ning ceria sekali usai mendapatkan ciuman dari Chen Si Lei yang menggunakan ilmu mukjizat bayangan kepada Li Shao Ning.
" Ya sama-sama, Shao Ning ", jawab Chen Si Lei membelai lembut rambut sanggul Li Shao Ning.
Usai jam kerja pada pukul lima sore hari, Chen Si Lei mengunjungi anak -anaknya di taman nasional khusus untuk anak -anaknya bermain dan bersuka cita dengan para adiknya yang lainnya,yaitu Putri Tang Yan usia enam belas tahun, Putri Tang Li Lan usia dua belas tahun dan Putri Tang Hian Cheng usia sembilan tahun yang paling kecil ini yang ter manja anaknya.
" Dengar ,ya. Jadilah seorang putri yang mengerti dan memahami tentang budi pekerti dan etika moral dan sopan santun untuk menjaga nama baik Keluarga Kekaisaran Tang Agung ",perintah Chen Si Lei kepada ketiga orang adiknya yang tersisa di dalam Istana Kekaisaran Tang Agung.
" Ya Gege kami patuh kepada mu!!",sahut ketiga orang adiknya serentak.
Pada malam harinya, Chen Si Lei memenuhi janjinya kepada Melani untuk makan malam bersama Melani di dalam Istana Permaisuri khusus untuk Melani.
" Koko Lei Lei aku ingin minta sesuatu dari mu .Apakah kau bersedia untuk penuhi permintaan ku selain menemani ku untuk makan malam bersama ku ?",Melani akhirnya berani untuk meminta hubungan mereka berdua menjadi lebih baik lagi.
" Ya aku mengerti. Baiklah ,aku penuhi permintaan mu untuk menjadi seorang istri yang sesungguhnya ", jawab Chen Si Lei menggendong Melani untuk di baringkan di atas tempat tidur dalam kamar tidur Melani.
Pada pagi hari berikutnya, Melani sangat bahagia sekali karena Chen Si Lei sudah menjadikannya istri sejati dengan ia memberikan dirinya seutuhnya kepada Chen Si Lei sebagai suaminya, Kaisar nya dan pria nya seumur hidupnya dan ia kini berharap bisa memberikan keturunan dari rahimnya sendiri untuk Chen Si Lei.
Chen Si Lei tersenyum saja saat Melani bicara tentang anak yang ingin Melani berikan untuknya dan ia menyukai ide dan harapan baik Melani itu dengan cara yang berbeda, yaitu ia memberikan pil air mata ibu dan anak kepada Melani usai trik kecil pada kemarin malam hari itu.
" Ya aku sangat berharap agar kau bisa memberi ku seorang anak laki-laki atau perempuan yang hebat untuk ku ",jawab Chen Si Lei sebelum berangkat kerja ke Balairung Utama Kekaisaran Tang Agung.
" Koko Lei Lei...!!",panggil Aurora berlari ke arahnya di halaman depan Balairung Utama Kekaisaran Tang Agung.
" Apa, Phing Phing ?", tanya Chen Si Lei menerima surat undangan untuk makan siang bersama Aurora yang di berikan langsung dari Aurora sendiri kepadanya.
"Koko Lei Lei tolong kau terima bunga tulip kuning dari ku ",kata Aurora tanpa sungkan memberikan karangan bunga tulip kuning kepada Chen Si Lei di depan semua orang di halaman depan Balairung Utama Kekaisaran Tang Agung.
"Ya baiklah aku bersedia untuk menemani mu untuk makan siang untuk hari ini ", jawab Chen Si Lei usai menerima karangan bunga tulip kuning dari Aurora yang bilang bunga tulip kuning adalah tanda persahabatan dan juga cinta dari leluhur Aurora di Kerajaan Yunani.
__ADS_1
" Terimakasih, Koko Lei Lei ", kata Aurora tertawa riang gembira dan berjalan anggun menuju ke tandu nya sendiri yang akan mengantarkannya kembali ke Istananya.