
Setelah rombongan Chen Si Lei melewati daerah terowongan tak bercahaya yang akhirnya telah di ketahui sebagai perangkap dari kerangka Siluman Lipan yang telah menawan mereka di pintu masuk ke dunia Iblis yang telah berhasil di hancurkan oleh Chen Si Lei dan di akhiri oleh Sun Huai yang telah menghancurkan Siluman Tikus Tanah tingkat lima.
Kini mereka memasuki sebuah tempat yang amat sangat luas dan tak berujung serta penuh pasir yang penuh warna hitam ,gelap dan berlumpur darah yang sudah busuk dan mengental serta jadi gumpalan yang mencuat di hamparan pasir yang akan mereka hadapi.
"Pasir apakah ini yang berada di depan kita saat ini?",Tanya Chen Si Lei berada di dekat Sun Huai yang segera membuka mata api saktinya untuk ia bisa melihat dengan jelas dan ia sudah cepat tahu daerah apa yang berada depan mereka saat ini?.
"Hamparan pasir tak bertepi nama daerah iblis yang kita lihat dan kita hadapi untuk rintangan dan tantangan kedua kita di dunia Iblis",Jawab Sun Huai sudah mengeluarkan toya emas sakti dari telinganya.
"Bagaimana cara kita melewati pasir -pasir yang tentunya akan menusuk kedua kaki kita dengan menembus kedua sepatu kita?",Tanya Li Tian Xin Pemimpin salah satu Delapan Dewa Langit Tingkat Sepuluh.
"Emm gunakan sepatu perisai bumi kita untuk kita bisa jalan di pasir -pasir itu tanpa menusuk kedua kaki kita",Jawab Bai Bai rupanya ia sudah ganti kedua sepatu santainya dengan sepatu perisai bumi tingkat tujuh dengan hawa sakti Nirvana nya.
"Emm ya ikuti cara Bai Bai",Kata Erlang yang lebih hebat lagi ,ia sudah pakai pelindung kedua mata nya dari angin pasir hitam yang mulai menyerang mereka di pintu gerbang utama daerah itu.
"Jangan lupa gunakan juga pelindung mulut kita untuk keamanan kita berbicara dan tak masuk pasir jahanam itu",Kata Kasim Liong sudah bagi -bagikan hasil karyanya kepada mereka semua.
"Terimakasih ,Kasim Liong",Kata Chen Si Lei saat ia menerima hadiah dari Kasim Liong.
"Emm baiklah jika kalian semua siap.Marilah kita jalan dan hadapi rintangan dan tantangan kedua kita",Kata Qing Xiao Lan sudah rapi sekali di riasan wajah dan pakaiannya yang serba merah menyala itu.
"Apakah kau tak tertukar dengan ku Si Dewa Anak Api Merah ?",Tanya Hong Erl yang berpakaian dan berhias serba putih dan biru kalem .
"Ya tak apalah terpenting kita selalu bersih ,rapi dan menarik untuk kita selalu berkelas daripada para roh -roh bodoh yang mau saja ikut bergabung dengan Kekaisaran Siluman dan Iblis rendahan", Jawab Mei Niang Dewi Kelinci Putih yang kini rapi berpakaian dan riasan serba putih dan kuning yang segar.
"Emm para gadis sudah berganti pakaian dan riasan rapi..Kita para pria jangan kalah dengan mereka.Ayo ganti pakaian dan pita rambut kita semua",Kata Bai Bai yang memimpin kaum pria pasukan pemberantas roh,siluman dan iblis jahat untuk selalu berpenampilan elegan.
Blash!!
Kini mereka sudah rapi ,bersih dan wangi sesuai dengan inti sari kelahiran mereka sebenarnya dan tampilan abadi mereka yang sempurna sangat membuat mereka terlihat bercahaya surgawi yang mengagumkan.
__ADS_1
"Baiklah kita mulai melangkah masuk ke daerah pasir tak bertepi ",Kata Chen Si Lei menapakkan sepasang sepatu indahnya yang berwarna putih bertabur berlian abadi di pasir hitam .
Para Laskar Walet Rajawali Emas Sakti,Laskar Dua Belas Shio Rajawali Emas Sakti dan Laskar Bunga Phoeny Rajawali Emas Sakti pun mengikuti langkahnya berjalan di pasir hitam.
Namun begitu mereka menapakkan sepatu mereka di atas pasir hitam muncullah tirai pasir hitam berdiri yang sejajar bagai sekumpulan titik -titik hitam yang menghempus dan menyerang mereka.
Wushh!!
Chen Si Lei sigap gunakan kipas sakti dengan ilmu mukjizat yang menghentikan terjangan tirai pasir hitam menyerang mereka tepat di depan mereka lalu ia gerakkan kipas sakti mengibaskan tirai pasir hitam sampai pasir hitam itu tertidur kembali di tanah.
Brushh!!
Brukk!!
Satu detik kemudian sesosok berbentuk pasir hitam muncul di hadapan mereka dan menyerang menggunakan tangan pasir yang sulit sekali di hadapi oleh mereka.
Wuttt!!
Brush!!
Chen Si Lei melihat para sahabatnya terpental oleh serangan balik dari sosok pasir hitam gunakan tangan pasir yang berubah padat dan memiliki kekuatan yang bisa mereka rasakan sentuhan tangan padat itu.
"Laknat Siluman Pasir Hitam berani sekali bersikap arogan terhadap ku!!",Hardik Chen Si Lei melompat dengan gerakan ginkang rajawali emas sakti dan tangannya membuat satu gerakan tinju yang ia hantamkan langsung ke wajah sosok hitam di balik pasir hitam itu.
Wutt!!
Bugh!!
"Kurang ajar berani kau meninju wajah ku!!",Hardik sosok itu yang kini tampak padat dan terlihat jelas bentuknya adalah trenggiling pasir yang tidur di dalam pasir hitam dan berniat untuk menjebak dan membunuh mereka dengan satu kali tipuan nya saja.
__ADS_1
Tetapi ia tak bisa menyangka kalau Chen Si Lei bisa melihat sosok aslinya dan langsung hantam ia hingga terlihat jelas oleh para sahabat Chen Si Lei yang kini menyerang Siluman Trenggiling dengan lebih hebat lagi.
Apalagi Sun Huai yang sudah menghantam ubun- ubun kepala Siluman Trenggiling dengan toya emas saktinya dan Bai Bai membelah tubuh Siluman Trenggiling dengan tombak garpunya dan hancurlah Siluman Trenggiling itu oleh mereka berdua.
Brugh!!
Crashh!!
"Mari kita melangkahkan sepasang sepatu kita ke tengah jalan pasir hitam lain",Kata Chen Si Lei memimpin para sahabatnya menapakkan kedua kaki bersepatunya dengan tenang sekali.
"Hei lihat ada angin apa itu bergulung -gulung kencang ke arah kita?",Tanya Lao Su menunjuk ke gumpalan angin hitam bergulung -gulung maju ke arah mereka.
Angin hitam awalnya perlahan -lahan tapi lama kelamaan semakin kencang menghampiri mereka sampai Lao Su cepat gunakan pedang angin suci untuk menghadapi angin hitam itu.
Wush!!
Bress!!
Angin hitam itu terbelah dan muncullah angin hitam kedua yang menggulung Lao Su dengan gerakan putar yang mengurung Dewa Tikus Emas di tengah -tengah angin hitam kedua.
Tetapi Lao Su dengan gerakan menebas dan ia membelah angin hitam kedua yang mengurung dirinya menjadi angin hitam ketiga yang sudah lebih cepat berputar dan ingin menyerang para sahabat Lao Su.
"Angin Hitam Laknat jangan pernah harap bisa sentuh kami!!",Hardik Chen Si Lei menerjang angin hitam ketiga dengan satu jarinya membuat satu lingkaran kecil dan muncullah satu buah matahari kecil yang ia hantam langsung ke angin hitam ketiga yang akhirnya hancur oleh Chen Si Lei.
Wutt!!
Brush!!
Tetapi angin hitam kedua dan pertama kini bersatu untuk menghadapi Chen Si Lei dan para sahabatnya usai Sun Huai dengan sigap sudah menolong Lao Su dari gulungan angin hitam pertama yang masuk menerobos angin hitam kedua.
__ADS_1