
Chen Si Lei dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao berjalan bersama menuju ke desa yang bernama desa embun kecil. Desa ini sangat indah sekali dan berada di luar pegunungan Baodingsan yang memiliki pemandangan alam yang sangat indah dan nyaman untuk di kunjungi sebagai tempat wisata yang menarik sekali.
"Paduka coba lihat di sana ada makanan dan minuman enak yang harus kita cicipi ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menunjuk ke arah pedagang kaki lima yang menjual berbagai macam makanan dan minuman khas desa embun kecil.
"Ya ayo kita lihat dan kita coba",kata Chen Si Lei sudah berjalan menuju ke kedai di pinggir jalan raya dan Chen Si Lei membeli beberapa makanan ringan untuk di makan sambil melihat -lihat keindahan alam desa itu.
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao tertarik untuk membeli minyak wangi yang di jual di pasar desa embun kecil, dan Chen Si Lei menggoda nya dengan senyuman jahil sehingga Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao memerah malu karena godaan Chen Si Lei yang tertawa-tawa melihat Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao mulai genit.
"Apakah kau ingin mencari istri muda ?", tanya Chen Si Lei dengan nada jahil.
"Paduka hamba tidak ada keinginan untuk memiliki selir karena hamba cukup Xue Lian seorang istri hamba",jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao berusaha keras untuk tidak mengingat kembali Chou Min Min yang pernah bercinta dengannya di rumah Adipati Yi beberapa hari yang lalu.
"Kenapa kau tidak mau memiliki selir ?", tanya Chen Si Lei heran sekali.
"Karena hamba berbeda dengan anda",jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
"Ah kau bicara begini karena kau belum ada gadis yang kau sukai selain Xue Lian mu",kata Chen Si Lei seraya makan makanan ringan di sepanjang jalan.
"Xue Lian wanita yang baik dan sempurna bagi hamba Paduka",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao memikirkan kandungan Xue Lian yang sekarang sudah masuk usia tujuh bulan.
"Aku percaya bahwa Xue Lian akan melahirkan seorang anak laki-laki sehat dan selamat untuk mu",kata Chen Si Lei juga memikirkan Hua Erl yang sedang hamil usia delapan bulan dan Xuan Xuan yang sudah masuk usia sembilan bulan dan tidak lama lagi akan melahirkan.
"Paduka anda harus mencari dan menemukan lima orang gadis lagi untuk posisi selir ke empat, ke enam, ke tujuh, ke dua puluh dan selir ke dua puluh tiga dalam waktu dekat ini agar Ibu Suri Ling tidak memerintahkan anda memiliki istri lagi", Wu Sin Hao semakin hari semakin cerewet sekali bagi Chen Si Lei.
"Ah kau cerewet sekali Wu Sin Hao,bukankah di istana ku masih ada Shia Chu Chu, Li Shao Ning dan Xiao Wei serta Putri Cleopatra dan Putri Aurora,jadi sudah cukup untuk memenuhi posisi yang kosong itu. Belum lagi Putri Shang Ce Lan, ya kan ?", ucap Chen Si Lei mengingatkan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao tentang para putri yang belum menjadi Selir nya.
"Iya tapi anda adalah seorang Kaisar Tang Agung, maka anda wajib memiliki banyak harem untuk memberikan penerus bangsa yang besar dan hebat bagi dinasti Tang Agung kita",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao mengingatkan Chen Si Lei akan tugas pokok utama Chen Si Lei sebagai Kaisar Tang Agung.
"Ah aku tahu, kau tenang sajalah Wu Sin Hao",kata Chen Si Lei sambil menikmati makanan ringan dengan santai.
"Paduka di seluruh dunia manapun Kaisar wajib memiliki banyak keturunan yang sangat menunjang keberhasilan dalam menaklukkan dunia ini",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao seraya minum arak kesukaannya dari botol khusus minuman keras nya.
"Tahun Baru akan datang untuk menandakan bahwa aku sudah setahun lebih ada di luar Istana Kekaisaran Tang Agung dan aku harus berusaha keras untuk menyelesaikan tugas ku sebagai seorang Pendekar Rajawali Emas Sakti sebelum aku terkurung dalam Istana Kekaisaran Tang Agung selamanya",kata Chen Si Lei yang sudah paham terhadap masa depannya.
"Tahun ini anda harus memiliki tambahan pangeran dan putri hebat untuk masa depan dinasti Tang Agung semakin Jaya",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
"Ya aku tahu, kau tenang sajalah.Aku yakin bahwa beberapa istri ku di rumah ku akan hamil dan melahirkan seorang pangeran dan putri hebat untuk ku dan untuk Kekaisaran Tang Agung",kata Chen Si Lei berjalan ke arah kuil Dewi Welas Asih di utara desa embun kecil.
"Belum tentu karena tidak semua istri anda memiliki potensi untuk mengandung dan melahirkan karena anda berada di luar rumah anda",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao membalas ucapan Chen Si Lei yang segera cemberut dengan ucapan dari Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
Chen Si Lei berdoa kepada Dewi Welas Asih untuk memberikannya kemudahan di dalam misi nya dan ia berdoa untuk Kekaisaran Tang Agung semakin Jaya dan sukses selalu.
Pada saat Chen Si Lei selesai berdoa di kuil Dewi Welas Asih. Ada beberapa orang yang berpakaian serba merah menyala membuat kekacauan di desa embun kecil, dan Chen Si Lei mencium aroma sesat dari sekelompok orang yang mengganggu rakyat di tengah jalan desa embun kecil.
"Hei kalian semua! !!Apakah yang telah kalian lakukan terhadap mereka ?!!",hardik Chen Si Lei marah sekali kepada kelompok orang yang mengganggu rakyat kecil di tengah jalan desa embun kecil.
"Karena mereka telah mencuri uang kami",jawab kelompok orang itu.
"Aku tidak pernah mencuri uang mereka. Merekalah yang selalu mengganggu ku dan teman -teman ku",kata seorang pria muda yang berjualan lukisan di pinggir jalan desa embun kecil.
"Ahhh jangan bohong kau!!",hardik pria sadis sambil mengayunkan pedang untuk memotong leher pria muda penjual lukisan pemandangan alam di pinggir jalan.
Wuttttt !!
Krekkk !!
Chen Si Lei menggunakan kipas mematahkan pedang pria ganas itu dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.
"Eh kurang ajar kau !!", hardik pria sadis yang menyerang pria muda itu marah ke Chen Si Lei.
"Lalu kau mau apa ?!!", teriak Chen Si Lei menggunakan tangan menampar wajah pria sadis itu dengan ilmu mukjizat Gunung Ling sehingga pria ganas itu tewas seketika itu juga.
Plakkkkkk !!
Dessssssss !!
"Hei kau membunuh teman kami?!!",hardik para kaum persilatan kaum sesat yang pura - pura sebagai petugas keamanan dan keselamatan rakyat di desa embun kecil.
"Ya aku membunuh teman kalian!!",hardik Chen Si Lei menggunakan kipas untuk menangkis pedang milik seorang pria ganas sekali dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.
Wuttttt !!
Trangggggg !!
Chen Si Lei menggunakan kipas menangkis serangan senjata rahasia milik orang sesat yang berjuluk setan pemetik sukma.
Wuttttt !!
Trangggggg !!
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok membabat habis kepala pria ganas yang menggunakan pedang mukjizat sesat yang sangat berbahaya bagi keselamatan rakyat desa embun kecil.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
__ADS_1
Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti membabat habis para kaum sekte sesat.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!!
Chen Si Lei menggunakan kipas membunuh sejumlah orang musuh sakti sesat di tengah jalan desa embun kecil.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
"Kau pergilah dari sini ", perintah Chen Si Lei kepada pria muda itu yang segera lari ke arah lain untuk menghindari pertempuran tersebut.
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok membabat habis kepala gadis sakti yang berada di tengah jalan desa embun kecil.
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menggerakkan kipas membabat habis kepala gadis sesat dan ganas sekali sehingga Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti.
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!!
"Pemuda laknat! ! ", hardik pria sadis sambil mengayunkan pedang membabat ke arah Chen Si Lei yang segera menangkis pedang milik musuh sakti sesat dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Chen Si Lei menggunakan kipas menangkis pedang mukjizat sesat dari pria sadis yang menyerang Chen Si Lei dengan ganas sekali .
Trangggggg !!
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok membabat habis para musuh sakti sesat dengan ilmu golok sakti.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Wuttttt! !
Dessssssss !!
Chen Si Lei menggerakkan kipas membabat habis kepala pria ganas yang sangat kejam itu dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menggerakkan kipas memotong leher gadis cantik jelita yang berada di dekat Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.
Crakkkkkk !!
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok membabat habis kepala pria ganas sekali dengan ilmu golok sakti.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menggerakkan kipas membabat habis kepala gadis sakti yang sangat hebat dan ganas sekali sehingga gadis itu tewas seketika itu juga.
Crakkkkkk !!
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok membabat habis kepala pria ganas sekali dengan ilmu golok sakti.
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menggerakkan kipas secara cepat membabat para musuh sakti sesat dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.
Crakkkkkk !!!
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok membabat habis kepala pria ganas sekali dengan ilmu golok sakti yang sangat hebat sekali.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Seorang gadis amat cantik jelita sekali menggunakan ilmu pedang mukjizat sesat menyerang Chen Si Lei dengan ganas sekali sehingga Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti.
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Chen Si Lei menggunakan kipas membabat habis kepala gadis cantik jelita sekali itu dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.
__ADS_1
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menggerakkan kipas membabat habis sejumlah besar musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali sehingga para musuh terdesak hebat oleh ilmu mukjizat Chen Si Lei.
Crakkkkkk !!!
Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti berkelebat cepat untuk merapikan kembali jalanan di desa embun kecil ini setelah Chen Si Lei dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menghabisi para musuh mereka.
"Ah aku ingin mencari penginapan untuk mandi dan sebagainya",kata Chen Si Lei berjalan ke arah sebuah penginapan terdekat dan menyewa dua kamar tidur yang berdekatan untuk dirinya dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
Lalu, Chen Si Lei pun menikmati suasana santai sejenak untuk beristirahat yang sangat nyaman di dalam kamar tidur penginapan sambil menunggu jam makan malam datang.
"Kenapa pikiran ku teringat pada Li Shao Ning si gadis nakal itu ?", tanya Chen Si Lei tersenyum lembut sekali teringat dengan seorang gadis lain yang pernah dia kenal .
"Gadis suku Hui campuran Mongolia dan Han yang menolak untuk menjadi Selir ku dan gadis itu kabur dari Istana sudah cukup lama menurut kabar ku dengar sebelum aku menjadi Kaisar Tang Agung.Aku harus menemukannya kembali ke sisi ku sebagai wibawa ku tak jatuh",kata Chen Si Lei sambil merapikan rambut nya sebelum tidur.
Suara desir angin musim dingin masuk ke dalam kamar tidur penginapan yang di tempati oleh Chen Si Lei dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao, lalu suara dari arah timur penginapan terdengar oleh Chen Si Lei adalah suara pertarungan antara satu orang wanita melawan para pria ganas yang menggunakan pedang mukjizat sesat yang sangat pekat sekali di indera sensitif Chen Si Lei.
Chen Si Lei segera berkelebat cepat keluar dari kamar penginapan dan Chen Si Lei melihat pertarungan antara seorang gadis remaja berusia enam belas tahun yang amat cantik jelita sekali memakai pakaian serba biru dan membawa payung tipis warna biru langit dan sejumlah pria ganas yang menggunakan pedang mukjizat sesat yang sangat berbahaya bagi keselamatan gadis yang sedang di pikirkan oleh Chen Si Lei tadi, kini telah hadir di dekat Chen Si Lei yang sedang mengamati pertarungan antara gadis itu melawan para pria sesat dari atas rumah penduduk desa embun kecil.
Trangggggg !!
Gadis itu menggunakan payung tipis biru untuk menghadapi serangan tujuh buah pedang mukjizat sesat dari tujuh orang pria kasar dan ganas sekali.
Trangggggg !!
Li Shao Ning mengeluarkan ilmu pedang payung langit biru untuk menghadapi serangan maut dari tujuh pedang mukjizat sesat dari tujuh orang pria sadis dan ganas sekali yang berjuluk tujuh Siluman pedang Embun Hitam yang sedang di hadapi oleh gadis lincah dan nakal ini.
"Perempuan laknat! ! Cepat kau berikan pusaka sekte embun putih kepada kami atau kau akan kami siksa sebelum kami bunuh kau !!", hardik pria tampan yang sangat sadis sekali itu sambil menatap keindahan tubuh gadis itu dengan nafsu tinggi sekali sampai Chen Si Lei tidak tahan lagi untuk membantu selir nya yang dulu kabur dari rumahnya.
"Laknat! ! Berani sekali menggunakan sepasang mata laknat mu melihat wanita ku seperti serigala ingin makan mangsanya!!",hardik Chen Si Lei melayang turun ke arah pria ganas itu dan menebas pria itu dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.
Crakkkkkk !!
"Ah siapa kau yang telah berani mengatakan aku adalah wanita mu?!!",hardik Li Shao Ning heran sekali terhadap seorang pria memakai topeng rajawali emas dan menolongnya ini.
"Ih dasar kau perempuan nakal",kata Chen Si Lei kesal juga karena selir nya lupa kepadanya.
"Hei kau memaki ku sebagai perempuan nakal!!",hardik gadis itu menyerang Chen Si Lei yang segera menangkis serangan payung biru itu dengan mudah sekali dan Chen Si Lei mengambil payung itu dengan mudah dan kini Chen Si Lei gunakan untuk membunuh enam orang pria kasar lainnya dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
"Ei payunggg kuuu kembalikan!!",teriak gadis itu marah kepada Chen Si Lei yang sudah cepat menarik gadis itu untuk ikut dia ke dalam kamar penginapan .
"Ahhhh mau apa kau ???kau mau menculik ku??",teriak gadis terkejut sekali dan ia berusaha keras untuk kabur lagi, tapi Chen Si Lei menotok gadis itu cepat dan menggendong gadis itu untuk di bawa ke arah penginapan.
Lalu Chen Si Lei membaringkan Li Shao Ning di atas tempat tidur dan berkata tegas dan keras kepada gadis cantik jelita sekali yang menggunakan pakaian serba biru itu.
"Kau pikir kamu bisa kabur dari ku untuk selamanya.Aku Chen Si Lei tidak pernah lupa tentang para wanita yang pernah hadir dalam kehidupan ku sebelum aku jadi Kaisar Tang Agung. Aku ingat aku pernah bilang untuk kau juga harus pulang ke rumah ku saat aku masuk ke dalam pintu gerbang naga sekitar satu atau dua tahun lalu dan ketika aku pulang ke rumah untuk aku menjadi Kaisar Tang Agung aku tidak mendengar atau melihat kehadiran mu di antara para wanita ku, maka aku langsung tahu bahwa kau tak pernah pulang ke rumah ku,oleh karena itu aku harus mencari dan menemukan mu karena kau adalah milik ku yang hilang dari ku maka aku harus mendapatkan mu kembali. Apakah kau sudah mengerti ?!!",
Chen Si Lei memarahi Li Shao Ning yang berbaring di tempat tidur dengan wajah ketakutan karena Chen Si Lei sangat galak sekali terhadap dirinya yang kini Chen Si Lei tangkap kembali usai dua tahun kabur dari Istana Chen Si Lei dan berharap agar bebas dari Kaisar Tang Agung untuk selamanya.
".....",gumam Chen Si Lei menatap tajam gadis yang seharusnya menjadi miliknya sejak dulu,tapi baru sekarang ini Chen Si Lei bisa menemukan kembali selir nya yang nakal sekali ini.
"Ah pupus sudah harapan ku",kata gadis itu tidak bisa bicara karena Chen Si Lei telah menotok syaraf bicara nya.
"Shao Ning mulai dari hari ini kau adalah Selir ke empat ku",kata Chen Si Lei yang sudah membuka pakaian gadis itu, lalu Chen Si Lei berbaring di atas tubuh gadis yang di belai lembut oleh Chen Si Lei dengan sentuhan pada bibir dan mulut serta seluruh tubuh indah Li Shao Ning yang memejamkan sepasang matanya untuk ia bisa tegar menghadapi kehidupan barunya.
"Agh Paduka tolong jangan hukum hamba",kata gadis cantik jelita sekali itu yang merintih kesakitan karena tubuhnya telah di miliki oleh Kaisar Tang Agung yang sudah menaklukkan dirinya dengan cara melakukan hubungan intim dengan dia.
"Aku harus menyelesaikan hukuman mu sampai kau tak pernah bisa terbebas dari ku untuk seumur hidup mu ,jika kamu ingin hidup aman",perintah Chen Si Lei yang harus di taati oleh Li Shao Ning yang harus melayani Kaisar Tang Agung.
"Ahhhh Paduka hamba sudah menjadi milik anda, jadi hamba mohon anda bisa berbaik hati untuk membebaskan hamba",pinta Li Shao Ning memohon ampun kepada Chen Si Lei
"Jika kau manis ,aku juga akan baik kepada mu",ucap Chen Si Lei membelai Li Shao Ning dengan kelembutannya sebagai seorang pria yang mencintai istrinya bukan sebagai seorang Kaisar yang harus selalu di patuhi oleh bawahannya.
"Ya terima kasih Paduka",kata Li Shao Ning membiarkan Kaisar Tang Agung puas terhadap dirinya.
"Pakailah pakaian yang baru dan pakai kerudung mu selama di perjalanan",kata Chen Si Lei tegas kepada selir ke empat yang sudah takluk kepadanya.
"Ya Paduka hamba patuh kepada Paduka",kata Li Shao Ning patuh kepada Chen Si Lei agar Kaisar Tang Agung tidak menghukum dirinya lagi.
"Semua wanita menginginkan ku dan berharap bisa memiliki keturunan langsung dari ku..Kau beruntung di pilih oleh ku,jadi kau jangan menggunakan wajah tidak suka kepada ku",perintah Chen Si Lei tegas kepada gadis yang akhirnya patuh.
"Ya ya ya ya ya hamba mengerti",jawab gadis itu menangis untuk mengeluarkan kesedihan hati atas nasibnya yang sudah menjadi bagian hidup Kaisar muda ini.
"Kau semakin cantik jelita sekali bila kau patuh kepada ku",kata Chen Si Lei halus kepada Selir ke empat nya ini.
"Ya hamba patuh kepada Paduka",jawab gadis yang sedang duduk di tepi tempat tidurnya.
"Bagus sekali, ayo kita berangkat ke kota lainnya", kata Chen Si Lei meraih jemari gadis itu untuk berjalan bersamanya.
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya sudah berada di luar pintu kamar penginapan dan mereka juga sudah bersiap untuk melakukan perjalanan bersama Chen Si Lei dan Selir ke empat Li Shao Ning yang di perintahkan untuk ikut Chen Si Lei agar Kaisar Tang Agung bisa menghukumnya kapan saja Kaisar Tang Agung inginkan.
"Kita akan masuk ke dalam kota Embun Bening ", kata Chen Si Lei meraih gadis di sampingnya dengan nada tegas.
__ADS_1
"Ya hamba hadir",jawab gadis itu patuh kepada Chen Si Lei tersenyum lembut tapi tetap dingin sekali.