Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti

Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti
Kota Pasar Hewan Kota Bunga Camelia Putih.


__ADS_3

Chen Si Lei dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menyelusuri pasar hewan yang ada hawa sesat berbahaya bagi keselamatan rakyat kota bunga Camelia Putih, dan mereka berdua menemukan banyak kelelawar berbisa yang berhasil mereka berdua habisi di depan pasar tersebut.


Kini mereka berdua masuk ke lorong -lorong pasar yang sudah gelap dan suram sekali bahkan membahayakan mereka berdua tetapi mereka berdua tetap berani untuk menolong rakyat yang mereka cintai, maka mereka berdua terus maju dan tetap maju bersama.


Wushhh !!


Sebuah angin kencang yang berasal dari kepakan kedua sayap sejumlah besar ekor capung berwarna hitam yang mengandung hawa racun sesat yang sangat berbahaya bagi keselamatan mereka berdua,kini telah hadir untuk menyerang mereka berdua dengan ganas sekali.


Wuttttt !!


Bressssss !!


Chen Si Lei menggunakan kipas untuk meruntuhkan sejumlah ekor capung hitam dengan ilmu mukjizat Gunung Ling sehingga beberapa ekor capung hitam hancur oleh Chen Si Lei.


Wushhh !!


"Gelombang kedua datang ",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao terbelalak kaget melihat ribuan ekor capung mengarah kepada mereka berdua dengan ganas sekali sehingga Chen Si Lei menggunakan kipas menghantam hancur ribuan ekor capung hitam itu dengan ilmu mukjizat Gunung Ling.


Wuttttt !!


Bressssss !!


"Lompat !!", teriak Chen Si Lei menyambar tangan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao untuk melompat dengan cepat untuk menghindari serangan maut dari ribuan ekor lintah racun merayap di bawah sepasang sepatu mereka berdua.


Wushhh !!


Blaarrrr !!


Chen Si Lei menggunakan kipas menghantam hancur ribuan ekor lintah racun itu dan akhirnya mereka berdua selamat dari serangan maut berbahaya itu.


Mereka berdua turun di sebuah pertokoan yang sangat lembab dan berbau busuk sekali sehingga Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao muntah karena mual.


"Paduka kita pindah saja dari tempat ini",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao tobat bila harus berada di tempat itu dengan waktu lama.


"Iya baiklah ", jawab Chen Si Lei mengajak Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao pergi ke tempat lain dan tiba di lokasi pemotongan hewan yang semuanya adalah jenis hewan langka dan di perlu di lindungi oleh negara Kekaisaran Tang Agung.


"Wah berani sekali mereka melakukan perdagangan hewan langka",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


"Catat dan kita bisa selidiki mereka yang terlibat dalam kasus perdagangan hewan langka ", kata Chen Si Lei kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao segera patuh perintah Chen Si Lei.


"Ada trenggiling ,ada gajah ,ada penyu,ada hiu air tawar, anjing laut dan pinguin juga ada kera",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao mencatat hewan -hewan yang malang itu.


"Ayo kita masuk ke kantor pasar hewan ini",kata Chen Si Lei berkelebat cepat ke arah kantor untuk pasar hewan tersebut di ikuti oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang mencatat semua yang di perintahkan oleh Chen Si Lei kepadanya.


Mereka berdua menemukan buku dagang dan daftar nama penjual dan pembeli serta para pejabat di dalam kota bunga Camelia Putih dan ada dua pejabat di istana Kekaisaran Tang Agung yang terlibat dalam kasus tersebut, maka Chen Si Lei segera memerintahkan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao untuk mengirimkan data dan bukti tersebut kepada Menteri Perdagangan di dalam dan luar Kekaisaran Tang Agung untuk hukum mati beberapa orang mereka yang telah terlibat dalam kasus ilegal tersebut.


Chen Si Lei sudah bergerak cepat untuk tiba di kantor pemerintahan daerah kota bunga Camelia Putih untuk menghukum mati mereka semua dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang melakukan hukuman mati sebagai wakil dari Chen Si Lei yang sudah berkelebat cepat untuk mencari dan menemukan dalang utama dari semua itu.


Dan Chen Si Lei berhasil menemukan markas cabang sekte sesat burung hitam cabang tujuh tingkat dua yang berada di dekat lokasi dua hari lalu Chen Si Lei dan Miya makan sup kembang tahu, dan tempat itu adalah toko buku palsu karena isi toko itu adalah daging hewan ilegal.


"Laknat sekali kalian berani melakukan perdagangan hewan langka ilegal yang di lindungi oleh Kekaisaran Tang Agung !!Aku hukum mati kalian semua !!", hardik Chen Si Lei menggunakan kipas membabat habis sejumlah besar musuh sakti sesat dari Sekte Sesat burung hitam cabang tujuh tingkat dua.


Wuttttt !!


"Pendekar Rajawali Emas Sakti coba kau lihat di sana ", kata salah seorang dari anggota Sekte Sesat burung hitam cabang tujuh tingkat dua menunjuk ke arah Miya yang di ikat rantai besi pada lehernya dan siap di masukkan ke dalam alat pemotongan hewan untuk di hancurkan.


"Laknat kalian semua !!",hardik Chen Si Lei entah kenapa dia marah sekali melihat Miya akan di bunuh oleh pihak musuh.


"Wah kau tak tega melihat wanita mu tersiksa dan di bunuh seperti hewan manis itu ", kata pria muda yang ternyata adalah penjual sup kembang tahu dua hari yang lalu.


"Silakan saja di bunuh karena dia bukan siapa -siapa bagiku ", kata Chen Si Lei.


"Wah kau masih emosi dan cemburu karena salah satu teman ku mencium bibir wanita mu di hadapan mu",kata pria muda itu menurunkan Miya ke dekat pisau daging dan siap untuk di potong olehnya.


"Koko Lei Lei tolong aku !!",jerit Miya ketakutan akan di cincang halus oleh pihak musuh.


"Aku tidak akan menolongmu karena kau sudah mengkianati ku",jawab Chen Si Lei dingin sekali.


"Jahat kau pada ku yang sedang mengandung anak mu ",kata Miya menangis.


"Jangan pakai kata anakku karena aku tidak pernah percaya bahwa anak yang kau kandung itu adalah anak ku ",jawab Chen Si Lei dingin sekali.


"Aih Pendekar Rajawali Emas Sakti malang sekali nasibmu karena wanita mu tak setia pada mu",kata pria ganas itu menaruh golok besar untuk memotong leher Miya yang di baringkan di meja pemotongan hewan.


"Koko Lei Lei aku tidak pernah selingkuh dengan pria lain. Aku mencintaimu tulus hati sejak aku kecil sampai sekarang, baiklah jika kamu tidak percaya kepada ku. Aku akan mati di hadapan mu",kata Miya menarik golok besar milik musuh untuk di arahan kepalanya.


Dan. ..


Cranggg !!


Golok besar itu melayang dan jatuh ke tangan Chen Si Lei yang menggerakkan golok itu membabat habis kepala pria ganas itu yang terkejut sekali karena tadi golok nya lenyap dari tangannya dan tahu-tahu Chen Si Lei menggunakan golok nya dan membabat habis dirinya.

__ADS_1


"Aghhhhhh !!", jerit Miya kaget sekali karena musuhnya di cincang halus oleh Chen Si Lei menggantikan dirinya yang tahu -tahu berada di perlindungan Chen Si Lei.


"Mundur dari tempat ini!!Sekarang !!", perintah Chen Si Lei kepada Miya .


"Iyaaa", jawab Miya melompat mundur dari tempat itu sesuai perintah Chen Si Lei, tetapi ada seseorang menangkap dirinya lagi.


"Pendekar Rajawali Emas Sakti kau lihai sekali namun kau akan lihat wanita mu menjadi bulanan para kawan-kawan ku ", kata pria lain lagi yang menangkap Miya dengan menggunakan pedang mukjizat sesat menelanjangi Miya di tempat umum.


"Aghhhhh !!", teriak Miya merasa terhina sekali oleh pihak musuh secara kejam sekali.


"Laknat kalian !!" ,teriak Chen Si Lei melemparkan jubahnya untuk melindungi Miya.


"Koko Lei Lei ",panggil Miya menangis malu terhina oleh pihak musuh di hadapan Chen Si Lei yang untungnya sigap untuk melindunginya sebelum semua orang bisa melihat tubuhnya.


"Sekarang kamu bisa lihat 'kan???Mereka kejam sekali bahkan tidak segan untuk menghina mu karena itu aku meminta mu untuk pulang ke rumah dan jangan ikut campur urusan ku di dunia kangouw ", kata Chen Si Lei menjelaskan maksud dia itu untuk kebaikan Miya sendiri bukan untuk Chen Si Lei.


"Iya aku sekarang sudah tahu maksud hati mu..Aku menyesali karena aku telah keras kepala dan tidak mendengarkan mu",kata Miya menangis keras.


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah berkelebat cepat untuk menolong mereka berdua bersama Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang di pimpin oleh Raja Hou.


"Paduka hamba sudah mendapatkan informasi bahwa pria kemarin itu memiliki ilmu sihir hitam untuk membius Selir Agung ketiga Putri Miya dan menipu anda dan hamba yang sudah mengira bahwa Selir Agung Ketiga Putri Miya menerima ciuman nya padahal itu adalah ilmu hitam pria itu",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao memberikan informasi yang sangat tepat untuk Chen Si Lei menyadari Miya tidak salah dan ia yang sudah salah menuduh Miya berselingkuh dengan pria lain dan hamil calon bayi pria lain.


"Miya, aku sungguh minta maaf karena sudah salah paham kepada mu dan janin kita",kata Chen Si Lei merasa menyesal telah salah paham terhadap Miya dengan kejam.


"Ah kau jahat sekali kepada ku",kata Miya mengambil tangan Chen Si Lei dan ia gigit sampai berdarah dan bertanda giginya.


"Ya Silakan kau hukum aku tapi tunggu aku menghukum mati mereka yang sudah berani menggunakan mu untuk menghadapi ku",kata Chen Si Lei menyerahkan Miya kepada Raja Hou untuk di lindungi dengan baik.


Para musuh sakti sesat terkejut sekali melihat Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti sudah tiba di tempat itu untuk membantu Chen Si Lei yang sudah berkelebat cepat memenggal sejumlah orang musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok membabat habis sejumlah besar musuh sakti sesat dengan ilmu golok sakti.


Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti berkelebat cepat memenggal habis para musuh sakti sesat secara cepat dan hebat sekali sehingga para musuh terdesak hebat oleh serangan maut dari Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti .


Chen Si Lei menggunakan golok besar milik musuh yang ingin mencincang Miya yang akhirnya tewas hancur oleh Chen Si Lei, kini Chen Si Lei gunakan untuk habisi para musuh lainnya dengan ilmu golok pembunuh naga sakti membabat habis para musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali.


Wuttttt !!


Chen Si Lei berkelebat cepat ke sekeliling musuh sakti sesat dan membabat habis mereka dengan sangat ganas sekali sehingga para musuh habis oleh Chen Si Lei yang sudah murka sekali.


Wuttttt !!


"Rapikan kembali kota bunga Camelia Putih ", perintah Chen Si Lei kepada para Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.


"Siap Paduka kami laksanakan !!", sahut Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.


Chen Si Lei mendekati Miya yang duduk di tepi jalan di jaga ketat oleh Raja Hou di sisinya.


"Miya kau sudah bisa menghukum ku lagi ", kata Chen Si Lei duduk di hadapan Miya yang memeluknya dengan menangis sedih sekali.


Chen Si Lei membelai lembut rambut wanita itu yang memang masih remaja dan belum dewasa, maka ia yang salah dan tidak mengerti gadis ini dengan baik dan tidak seperti ia memahami Li Shao Ning dengan baik sekali karena Li Shao Ning sudah cukup usianya untuk menikah dan menjadi seorang ibu hamil.


"Ya aku minta maaf, Miya. Aku kurang memahami mu karena kau masih remaja sekali bahkan kau lebih muda dari adikku Yang Yang telah usia enam belas tahun dan semua salah ku telah melakukan hal itu pada mu sebelum usiamu cukup dan kini kau hamil muda yang membuat mu menjadi lebih labil daripada wanita pada umumnya. Aku mabuk arak waktu itu tapi untuk aku bisa bertanggung jawab atas perbuatan ku kepada mu maka aku memberi mu gelar Selir ke tujuh ku dan aku merasa kau sangat baik untuk menolong burung rajawali emas sakti ku, aku balas budi mu dengan menjadikan mu Selir Agung ketiga ku dan sekarang aku sudah tahu bahwa kau sudah hamil calon janin ku maka aku harus melindungi mu dan calon bayi ku untuk dinasti Tang Agung kita .Aku ingin kau pulang ke rumah kita.Apakah kau mau untuk mendengarkan perkataan ku sebagai suami mu dan sahabat masa kecil mu dulu?",ucap Chen Si Lei halus kepada Miya.


"Aku tidak labil. Aku tidak mau menjadi sahabat masa kecil mu .Aku mau menjadi istri mu dan Permaisuri mu dan aku ingin di sayang ,di cintai dan di perhatikan oleh mu seperti Li Shao Ning mu",kata Miya dalam hatinya sedih sekali karena Chen Si Lei menjadikannya Selir Agung ketiga karena balas budi dan tanggung jawab karena Chen Si Lei telah melakukan hubungan intim dengan Miya secara tidak sengaja karena mereka berdua mabuk arak di kota kecil Kerbau Putih bukan karena cinta.


"Aku tidak mau pulang ke rumah mu.Aku mau pulang ke pulau ku saja",kata Miya melepaskan pelukan nya pada Chen Si Lei.


Miya sudah berdiri dan berjalan untuk pergi dari Chen Si Lei yang sudah menotok gadis itu hingga pingsan dan memusnahkan ilmu mukjizat gadis itu dengan ilmu memusnahkan ilmu mukjizat orang lain, dan kini gadis itu menjadi seorang gadis remaja biasa saja.


"Bawa dia pulang ke rumah ku dan awasi dia dengan baik ", perintah Chen Si Lei kepada Raja Hou .


"Ya Paduka hamba laksanakan ", jawab Raja Hou mematuhi perintah Chen Si Lei.


Setelah itu Chen Si Lei bersama Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti melanjutkan perjalanan mereka menuju ke gunung Shimen yang berada di luar kota bunga Camelia Putih.


Tetapi sebelum menuju ke luar kota bunga Camelia Putih, mereka di hadang oleh sekelompok orang ganas yang menurut Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao bahwa Chen Si Lei bersama Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti di hadang oleh Sekte Sesat Berang -Berang Merah yang terkenal di dunia kangouw sebagai tokoh sesat hebat.


"Aku sama sekali tidak pernah takut untuk menghadapi mereka yang sesat dan berbahaya bagi keselamatan rakyat ku",kata Chen Si Lei lantang dan tegas sekali kepada mereka yang menghadang dirinya dan kawan-kawan nya.


"Jika kau berani. Maukah kau datang ke markas besar Sekte kami untuk jumpa dengan ketua kami ?", tantang anggota Sekte Sesat Berang - Berang Merah pada Chen Si Lei.


"Baik aku terima tantangan dari kalian kepada ku ", jawab Chen Si Lei berani.


"Marilah kalian ikuti langkah kamu menuju ke markas besar Sekte kota Berang -Berang Merah kami",kata anggota Sekte Sesat Berang -Berang Merah kepada Chen Si Lei dan kawan-kawan nya.


"Iya baiklah aku ikut kalian ", kata Chen Si Lei mengikuti mereka menuju ke arah markas besar Sekte sesat berang -berang merah.


Namun Chen Si Lei bisa mengetahui kehadiran ketua Sekte Sesat berang -berang merah di sekitar lokasi mereka berada saat ini, maka Chen Si Lei menunggu pria setengah wanita itu muncul di hadapannya dengan berani agar tidak ganggu perjalanan Chen Si Lei dan kawan-kawan nya untuk menuju ke tempat lainnya di Tionggoan.


Chen Si Lei menggunakan kipas untuk memanggil pria banci itu muncul dengan paksa.

__ADS_1


Wuttttt !!


"Agh! ! Pendekar Rajawali Emas Sakti kau tidak sopan memaksa ku keluar untuk menemui mu tanpa berhias untuk menyambut kedatangan mu di rumah ku",kata pria banci ini dengan gaya yang membuat Chen Si Lei teringat pada Kasim tua Lan yang mengurus keperluan adiknya yang bernama Tang Li Lan.


"Aku minta maaf karena aku tidak sabar untuk membunuh mu yang sudah aku dengar bahwa kau suka sekali makan daun muda untuk ilmu mukjizat sesat mu yang terkenal ganas sekali ", kata Chen Si Lei dingin sekali menggerakkan kipas dan bersiap untuk memulai pertarungan dengan pria banci itu.


"Dasar kau seorang bocah suka ikut campur urusan kami para orang tua yang telah lebih lama hidup dari mu!!Ayolah bocah laknat sombong!! ",hardik pria banci ganas sekali itu menggunakan alat rias sebagai senjata tajam untuk menghadapi Chen Si Lei yang menggerakkan kipas menghantam hancur senjata tajam pria banci itu dengan ilmu mukjizat Gunung Ling.


Wuttttt !!


Blaarrrr !!


"Laknat !!", hardik pria banci itu terkejut sekali karena Chen Si Lei menghancurkan senjata favorit nya.


Chen Si Lei menggunakan kipas menyerang pria banci itu yang membalasnya dengan pedang warna merah berracun ganas sekali sehingga Chen Si Lei segera menangkis dengan cepat sekali.


Wuttttt !!


Cranggg !!


Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti sudah bergerak cepat mengikuti Chen Si Lei yang sudah bertarung melawan Ketua Sekte Sesat Berang -Berang Merah dengan menghadapi para anggota Sekte Sesat itu dengan ilmu kehebatan yang mereka miliki.


Wushhh !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao juga sudah menggerakkan golok untuk menghadapi para musuh lainnya dengan sangat hebat sekali sehingga para musuh takjub dengan ilmu golok sakti Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Chen Si Lei mendesak pria banci itu dengan ilmu pedang rajawali emas sakti yang sangat hebat sekali sehingga Chen Si Lei berkelebat cepat memenggal kepala pria banci itu sesudah pedang milik pria itu hancur oleh Chen Si Lei gunakan ilmu mukjizat awan naga menggulung angin musim semi.


Wushhh !!


Cranggg!!


Wuttttt !!


Chen Si Lei sudah meninggalkan jasad musuhnya untuk membantu Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menghadapi musuh sakti sesat dengan berkelebatan di sekitar Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang sedang bertarung sengit melawan satu orang musuh sakti yang sangat hebat sekali sehingga Chen Si Lei membabat yang lain dengan cepat sekali untuk memudahkan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao hadapi pria ganas yang musuhnya itu.


Wuttttt !!


Lalu Chen Si Lei berkelebat cepat menghantam hancur para musuh sakti sesat yang sedang di hadapi oleh Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti dengan lihai sekali menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat sekali.


Wuttttt !!


Bressssss !!


"Aghhhhhh !!", pekik kematian para musuh sakti sesat oleh Chen Si Lei.


"Habiskan mereka semua yang tersisa sampai habis ", perintah Chen Si Lei tegas sekali kepada Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang segera mematuhi nya dengan berkelebatan cepat memenggal sejumlah orang musuh sakti sesat itu.


Wuttttt !!


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao juga sudah membabat habis kepala musuhnya itu dengan ilmu golok menghantam sukma.


Wushhh !!


"Rapikan dan temui kami di pintu keluar dari kota Bunga Camelia Putih ", perintah Chen Si Lei kepada Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.


"Siap Paduka kami laksanakan !!", sahut Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Chen Si Lei dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menunggu Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti di pintu keluar dari kota bunga Camelia Putih untuk melanjutkan misi mereka untuk menghadapi tantangan yang berikutnya dari pihak musuh yang di luar kota itu.


"Mereka adalah Sekte Sesat Tujuh Burung Gagak Merah ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah melihat musuh mereka selanjutnya sebelum menuju ke arah gunung Shimen.

__ADS_1


"Iya aku hadapi mereka dengan berani",jawab Chen Si Lei tenang sekali.


__ADS_2