Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti

Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti
Kota Macan Putih.


__ADS_3

Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menunggangi keledai milik Sheng Li Na yang berada di luar kuil kosong dan di tinggalkan oleh Sheng Li Na untuk Chen Si Lei dan kini Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang menggunakan keledai ini untuk mencari dan menemukan Chen Si Lei.


"Aroma daun mint Paduka ada di sekitar sini",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


Benar saja ucapan dan dugaan Wu Sin Hao yang benar-benar seorang sahabat sejati Chen Si Lei, dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao berhasil menemukan Chen Si Lei di sebuah kedai kecil pinggir jalan raya dan pria ini sedang menikmati arak di siang hari ini tanpa menghiraukan siapa pun yang berlalu lalang di sekitar pria ini.


"Tuan Muda ",panggil Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menuntun keledai ke Chen Si Lei yang tidak menengok pun tahu bahwa Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah di dekatnya.


"Duduklah Wu Sin Hao",kata Chen Si Lei memberi isyarat untuk Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao duduk di kursi sebelah kirinya.


"Tuan Muda kau masih memikirkan beberapa pusaka dunia kangouw dan shio yang belum terkumpul semua serta empat pusaka dunia persilatan tertinggi di dunia ini yang belum kau temukan sama sekali",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menuang arak ke cawan dan meminumnya.


"Iya kau benar, aku merasakan hawa sesat dari lambang shio kambing sudah di dekat dengan ku",ucap Chen Si Lei seraya melihat sekeliling kota macan putih itu


"Ini kota macan putih, kenapa lambang shio kambing bisa berada di sini?",Wu Sin Hao merasa heran sekali dengan lambang shio yang terpecah ke mana -mana.


"Justru karena berada di tempat yang berbeda dengan lambang shio nya adalah permainan alam untuk ku pecahkan dan ku ketahui makna dari dua belas shio itu, apakah suatu ramalan bintang atau hal lainnya yang membuat ku penasaran dan aku harus mendapatkan dua belas lambang shio itu",kata Chen Si Lei tidak bicara bahwa lambang shio itu ada kekuatan yang besar juga untuk dunia.


"Hati - hati jangan sampai kau tersesat oleh hawa mukjizat sesat dua belas shio itu",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao mencemaskan keselamatan dan keamanan Chen Si Lei.


"Iya aku tahu,tenang sajalah",kata Chen Si Lei merapikan rambutnya di telinga.


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao melihat adanya beberapa orang yang berjalan cepat ke arah dalam kota macan putih dengan tergesa -gesa dan seorang pria gagah berlari cepat untuk menghindari serangan maut dari seorang petugas keamanan dan keselamatan kota macan putih.


"Hei petugas Mo tolong jangan menangkap ku sembarangan tanpa alasan yang jelas",kata pria gagah perkasa itu.


"Chu Man Tian kau jangan mengelak lagi dari ku,ayo ikut aku ke kantor ku untuk di interogasi lebih dulu",kata petugas Mo.


"Interogasi apa??Aku tidak membunuh tuan besar Kang dan keluarganya",pria itu masih belum mau menyerahkan diri kepada petugas Mo.


"Pokoknya kau ikut dulu ke kantor ku",kata petugas Mo menggerakkan tali untuk ikat pria itu tetapi pria gagah perkasa itu berhasil menghindarinya dan kabur dari petugas Mo dengan kecepatan yang mengagumkan Chen Si Lei dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


"Chu Man Tian kau jangan kabur!!",teriak petugas Mo berkelebat cepat mengejar tawanan nya.


Chen Si Lei membayar minumannya ke pemilik kedai kecil itu,lalu Chen Si Lei naik ke keledai di ikuti oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang berada di belakangnya, dan mereka berdua mengikuti tiga orang gadis dan seorang pria sinting yang ada di depan mereka.


Dan Chen Si Lei tidak mencium aroma sesat dari empat orang itu sehingga Chen Si Lei dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao lebih fokus kepada aroma anyir di dalam rumah tuan besar Kang yang akan mereka kunjungi untuk menemukan lambang shio kambing.


"Hei kita tidak bisa masuk ke rumah besar Tuan Besar Kang pada siang hari Tuan Muda",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao melihat banyaknya petugas keamanan kota di rumah itu.


"Kita harus tunggu pada malam hari saja untuk kita bisa masuk ke dalam rumah besar Tuan besar Kang",kata Chen Si Lei menyuruh keledai ke arah lain di sekitar kota macan putih ini.


"Kita tunggu di sini saja untuk malam kita bisa selidiki rumah itu",kata Chen Si Lei mengikat tali keledai di pohon besar.


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao duduk di bawah pohon rindang itu dan Chen Si Lei mengikutinya yaitu duduk juga di bawah pohon sambil menunggu malam untuk mereka bertindak sebagai seorang penyelidik untuk kasus yang terjadi di dalam rumah besar tuan besar Kang.


Tetapi selain mereka yang sedang menunggu malam, ada juga pria gagah dan tiga orang gadis yang mereka ikuti tadi juga sedang menunggu sampai malam hari untuk bisa masuk ke dalam rumah besar itu, dan Chen Si Lei mengejutkan ke empat orang itu dengan sentilan iseng nya.


"Aww",kata gadis terkecil mengusap pinggul nya yang terkena batu kecil yang di sentil oleh Chen Si Lei.


"Kau siapakah dan kenapa ada di sini?",tanya pria gagah perkasa kepada Chen Si Lei.


"Pendekar Rajawali Emas Sakti",jawab Chen Si Lei tersenyum ramah pada mereka semua.


Ke empat orang itu bersujud hormat kepada Chen Si Lei segera meminta mereka untuk bangun dari sujud mereka kepada Chen Si Lei.


"Sekarang aku ingin bertanya kepada kalian, siapakah kalian sebenarnya?",


"Hamba Chu Man Tian Pendekar Kelelawar Emas Sakti dan mereka bertiga ini adalah ketiga orang kekasih hamba",jawab Chu Man Tian jujur.


"Kalian sedang apa di sini?",tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao tertarik untuk bisa berteman dengan pria gagah perkasa dan tiga orang gadis hebat di hadapan nya ini.


"Menyelidiki kasus pencemaran nama baik hamba yang di tuduh sebagai seorang pencuri pusaka milik Sekte Tujuh Dewa Ayam Sakti, pembunuhan terhadap tuan besar Kang dan keluarganya padahal hamba tidak tahu apa - apa karena hamba baru saja tiba di kota macan putih ini",jawab Chu Man Tian jujur sekali dari sikap gagah perkasa nya.


"Hmm baiklah aku bisa membantu mu untuk menyelesaikan kasus mu dengan baik",kata Chen Si Lei yang ingin sekali mendapatkan pria dan ketiga orang gadis nya sebagai seorang pengikut setia nya.


"Terimakasih banyak Paduka atas kebaikan Paduka kepada kakak kami bertiga yang sangat baik hati ini",kata gadis pertama yang halus lembut itu.


"Wang Zen Erl",kata Chu Man Tian memperkenalkan adik perempuan pertamanya


"Yang Yu xin",kata Chu Man Tian memperkenalkan adik perempuan keduanya.


"Ma Erl Chen",kata Chu Man Tian memperkenalkan adik perempuan terkecil nya.


"Wah terima kasih atas perkenalan kalian kepada ku",kata Chen Si Lei ramah.


Lalu ketika malam tiba mereka segera masuk ke dalam rumah besar tuan besar Kang dengan menyelinap masuk dengan mudah dan tenang,di mulai dengan Chu Man Tian menotok semua pengawal petugas Mo, lalu mereka masuk ke ruangan utama dan melihat sejumlah jasad keluarga dari tuan besar Kang yang tergeletak di atas lantai dan di tutup oleh kain penutup jasad.


"Ih menakutkan sekali",kata Nona Ma Erl Chen memeluk Nona Yang Yu Xin.


Sedangkan Nona Wang Zen Erl memeriksa setiap jasad orang untuk di visum oleh gadis yang pintar meneliti tentang jenazah menurut Chu Man Tian bahwa Nona itu memang ahli tentang jenazah maka Chen Si Lei tertarik sekali pada gadis itu dan ingin menjadikannya sebagai seorang tabib khusus ahli jenazah di istana nya Chen Si Lei.


"Bagaimana menurut mu Nona Wang Zen Erl dan apa yang menyebabkan mereka semua bisa tewas dalam waktu semalam saja?",tanya Chen Si Lei mengamati.


"Racun yang berasal dari kerajaan Dali tetapi kita bisa mematikannya di rumah kami Paduka",jawab gadis anggun itu menyimpan jarum bening dan peralatan medis nya dengan baik sekali.


Tapi Chu Man Tian sibuk memeriksa semua jasad dengan lebih teliti dan Ma Erl Chen memekik kaget sendiri sehingga mereka melihat ke arah yang di lihat oleh gadis kecil ini dan mereka melihat bahwa di tiang rumah tuan besar Kang ada tanda telapak tangan darah yang terlihat jelas oleh mereka.


"Ah apakah mereka telah di potong dahulu baru menulis pesan di tiang?",pikir Chu Man Tian mengerutkan kening nya.


"Aku rasa tidak mungkin karena jari mereka utuh kecuali jari tangan orang yang masih ada di rumah ini dan dia belum mati",kata Chen Si Lei menyambar cepat seseorang yang masih hidup di dalam rumah itu.


"Ah Nona Kang Yun Hee",panggil Chu Man Tian mesra kepada gadis cantik jelita yang sedang terluka parah itu.


"Kakak Chu Man Tian akhirnya aku bisa bertemu dengan mu sebelum aku pergi untuk selamanya dari dunia ini",ucap gadis itu yang di pangku oleh Chu Man Tian agar bisa bertahan hidup.


"Kau tidak akan mati Kang Yun Hee karena aku akan menolong mu",kata Chu Man Tian mengerahkan ilmu mukjizat untuk mengobati luka gadis yang sangat di cintai oleh pria itu yang terlihat jelas oleh semua orang di dalam rumah itu.


"Siapa yang telah melakukan kejahatan di rumah mu?",tanya Wang Zen Erl.


"Seorang kakek tua renta yang masuk ke dalam rumah kami dan membunuh para anggota keluarga ku termasuk orang tua ku dan nyaris membunuh ku juga tetapi seorang gadis datang dan menolong ku secara tidak sengaja lalu aku tidak sadar dan pingsan lalu aku baru sadar ketika kalian masuk ke ruang ini",jawab gadis itu yang sudah di sembuhkan oleh Chu Man Tian.


"Kakek tua renta?",tanya Yang Yu Xin berpikir cermat.


"Iya",jawab Kang Yin Yun Hee halus menatap wajah calon adik iparnya yang amat cerdas itu.


"Seperti apa ciri khas dari orang tua renta yang kau lihat itu?",tanya Chen Si Lei.


"Kurus dan gigi nya hitam",jawab Kang Yun Hee bergidik ngeri teringat kakek keji .


"Hmm Ketua Sekte Tujuh penyair sesat yang tinggal di kota ini",kata Yang Yu Xin terlihat yakin sekali bahwa dalang utama masalah ini adalah kakek ketua Sekte Tujuh penyair sesat.


"Lalu siapa gadis cantik jelita itu yang sudah menolong mu secara tidak sengaja itu?",tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang segera memeriksa seluruh rumah itu dengan cepat dan cermat.


"Hamba tidak kenal dengan gadis itu",jawab Kang Yun Hee yang mengikuti Chu Man Tian masuk ke dalam ruang lain dari rumahnya.


"Ciri khas dari gadis itu apa?",tanya Chen Si Lei seraya melihat seluruh isi rumah dengan teliti dan cermat.


"Sangat cantik jelita sekali memakai pakaian putih dan senjata sabuk sutra putih juga lihai sekali",jawab Kang Yun Hee mengajak mereka untuk masuk ke dalam kamar rahasia dari keluarganya.


Nona itu memutar lilin obor di dinding batu dan terbukalah pintu masuk ke dalam kamar rahasia dan gadis itu membuka sebuah kotak kecil yang kosong namun Chen Si Lei bisa mencium aroma sesat dari kotak kecil kosong itu,lalu Chu Man Tian memeriksa kotak kecil dengan teliti dan cermat.


"Aneh sekali kenapa tidak ada aroma apa pun di kotak kecil ini",pikir Chu Man Tian terlihat cemas.


"Aroma masih ada tetapi barangnya tidak ada",kata Chen Si Lei sudah keluar dari kamar rahasia keluarga Tuan Besar Kang dan kembali ke ruang utama lalu Chen Si Lei melihat bahwa ketiga orang gadis adik Chu Man Tian di sandera oleh Sekte Sesat penyair sesat yang berada di ruangan itu.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Chu Man Tian dan Kang Yun Hee sudah tiba di ruang utama bersama Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang sudah bersiap untuk memulai pertarungan melawan musuh yang sudah datang ke rumah tuan besar Kang.

__ADS_1


"Berhenti kalian dan berikan lambang kambing kepada kami atau ketiga gadis ini kami bunuh di hadapan kalian!!",hardik salah seorang dari anggota Sekte Sesat Tujuh penyair sesat.


"Lambang kambing apa yang kau maksud?",tanya Chu Man Tian yang tidak tahu tentang lambang shio kambing.


"Benda logam perunggu yang berada di dalam kotak kecil yang kamu pegang itu dan kau jangan bohong kepada kami!!",jawab salah seorang dari anggota Sekte Sesat Tujuh penyair sesat.


"Aku tidak tahu tentang logam itu karena aku tahu bahwa isi kotak kecil adalah pil Mustika api suci milik Sekte Tujuh Dewa Ayam Sakti",jawab Chu Man Tian jujur sekali.


"Kalau begitu isi kotak kecil itu telah di tukar oleh seseorang yang sudah datang ke rumah ini lebih dulu daripada kita Chu Man Tian",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


"Kotak kecil ada kemungkinan ada dua buah kotak kecil yang sama tapi isinya berbeda",kata Chu Man Tian cepat berpikir jernih kembali.


"Iya memang ada dua kotak kecil yang sama dan di ambil oleh orang yang sudah lebih dahulu datang ke rumah ini dan mengambilnya dengan cepat sebelum kita atau orang lain lagi yang datang untuk memeriksa rumah kediaman Tuan Besar Kang",kata Chen Si Lei sudah memeriksa berbagai tempat di ruang rahasia tadi.


"Ahh benarkah yang Anda katakan bahwa ada dua kotak kecil yang sama tapi isinya berbeda dengan kotak yang kita lihat tadi?",tanya Chu Man Tian terkejut.


"Iya aku sudah memeriksa dengan teliti",jawab Chen Si Lei dengan nada yakin.


Para anggota Sekte Sesat Tujuh penyair sesat yang mendengarkan percakapan mereka menjadi tidak sabar dan marah sehingga menegur mereka dengan nada garang.


"Kami tidak perduli yang penting bagi kami adalah kalian harus berikan lambang kambing yang kami inginkan atau ketiga orang gadis ini mati dan kalian juga mati oleh kami!!",hardik salah seorang dari anggota Sekte Sesat Tujuh penyair sesat.


"Baik kami terima tantangan kalian semua, ayo majulah dan kalian akan mati di tangan kami !!", hardik Chen Si Lei dengan nada tajam dan ganas juga.


Mereka sudah bersiap untuk memulai pertarungan tetapi petugas Mo datang dan menyergap mereka untuk di tangkap dan di interogasi lebih dulu sebelum di beri hukuman oleh pengadilan daerah kota macan putih sehingga mereka menahan diri sebelum bertarung melawan para musuh itu.


"Petugas Mo sebaiknya kau perintahkan para pengawal mu mundur atau kalian mati oleh penjahat itu",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah menunjukkan ada tanda pengenal siapa mereka yang sedang akan bertarung melawan sekelompok orang itu.


Petugas Mo langsung patuh kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan pergi dari rumah besar itu secepatnya,maka Chen Si Lei sudah mengeluarkan pedang untuk menghadapi beberapa orang musuh sakti itu begitu juga dengan Chu Man Tian dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah mengeluarkan golok.


Tetapi seorang gadis cantik jelita melayang turun dan menerjang hebat ke arah Chu Man Tian yang segera bertarung melawan gadis sakti itu sedangkan Chen Si Lei sudah bergerak cepat membuat para musuh yang menawan tiga orang adik Chu Man Tian terkejut sekali dan tiga orang gadis itu terselamatkan dari kematian oleh Chen Si Lei.


"Lindungi mereka", perintah Chen Si Lei yang segera di patuhi oleh salah seorang dari anggota Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang sudah datang untuk bisa membantu Chen Si Lei.


"Pendekar Rajawali Emas Sakti rupanya kau sudah berada di rumah tuan besar Kang??Bagus kami bisa segera menghabisi mu bocah sombong laknat!!",hardik para anggota Sekte Sesat Tujuh penyair sesat.


"Baik majulah kalian semua dan ku habisi kalian!!",hardik Chen Si Lei yang sudah berkelebat cepat menghantam beberapa orang musuh sakti yang segera tewas dalam serangan maut Chen Si Lei.


Wuttttt !!


Bressssss !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao berkelebat cepat memenggalkepala musuh sakti di sekitar mereka dengan hebat sekali.


Wuttttt !!


Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti membabat habis lebih dari sekitar dua puluh orang sakti sesat Tujuh penyair sesat.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Chu Man Tian menerjang hebat mengerahkan ilmu pedang api suci dengan hebat dan memenggal kepala gadis baju putih itu.


Crakkkkkk!!


Wuttttt !!


Cranggg !!


"Nona dewi baju putih aku tidak pernah mencuri pusaka mu",kata Chu Man Tian berkelebat cepat menghindari serangan maut dari gadis hebat itu.


"Jangan bohong kau aku tidak percaya kepada seorang maling seperti mu yang sudah terkenal suka mencuri pusaka orang lain!!",hardik Nona Dewi Baju Putih.


Wuttttt !!


Cranggg!!


Plakkkk !!


Dessssssss !!


Ilmu pedang gadis baju putih ini sangat hebat dan indah juga ilmu pukulan hawa sakti sangat kuat sehingga Chu Man Tian kewalahan menghadapi gadis sakti itu.


Sedangkan Chen Si Lei sudah bergerak cepat menggerakkan pedang melawan serangan maut dari Sekte Sesat Tujuh penyair sesat yang terdesak oleh Chen Si Lei yang sangat hebat dan lihai serta ganas sehingga salah satu dari anggota Sekte Sesat Tujuh penyair sesat ada yang tewas dalam serangan maut dari Chen Si Lei.


Wuttttt!!


Crakkkkkk !!


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok secara cepat sehingga tiga orang musuh sakti tewas oleh ilmu mukjizat golok sakti Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat sehingga gadis baju putih yang mendesak Chu Man Tian terkejut bahkan gadis itu memekik ngeri menghadapi serangan dari Chen Si Lei secara cepat dan hebat.


Wuttttt !!


Dessssssss !!


Di saat Chu Man Tian terdesak dan sudah terluka pada bahunya,Kang Yun Hee menerjang hebat Chu Man Tian dan menusuk pedang ke jantung Chu Man Tian yang terkejut sekali melihat kekasihnya menyerangnya dan ingin membunuhnya.


"Kang Yun Hee apa maksud mu??Kenapa kau menyerang kakak kami?!!",tiga adik Chu Man Tian berkelebat cepat untuk menolong Chu Man Tian tetapi mereka tak bisa membantu Chu Man Tian karena Kang Yun Hee memukul mereka.


Wuttttt !!


Plakkkkkk !!


Dessssssss !!


"Agh!!",Nona Ma Erl Chen jatuh pingsan oleh pukulan hawa sakti sesat dari Kang Yun Hee sedangkan kedua orang gadis lain muntah darah segar.


"Kang Yun Hee kau kejam!!",hardik Chu Man Tian marah dan menerjang hebat ke arah kekasihnya yang membalasnya dengan cepat dan ganas sekali sehingga ia semakin terluka oleh kekasihnya.


"Matilah kau Chu Man Tian!!",hardik gadis kekasihnya mengayunkan pedang ke arah leher Chu Man Tian yang terkejut bukan main tetapi Chen Si Lei membabat habis kepala gadis itu dengan sekali terjangan saja.


Crakkkkkk !!


"Chu Man Tian kekasihmu tersesat oleh hawa mukjizat sesat dari lambang shio kambing yang berada di dalam kotak kecil yang berlapis timah,yaitu kotak kecil nomor dua",kata Chen Si Lei membelah kotak kecil nomor dua dan terlihatlah oleh mereka di dalam kotak kecil yang di belah dua oleh Chen Si Lei...


Kling!!


Sebuah lambang shio kambing terjatuh di lantai ruang utama dalam rumah besar tuan besar Kang dan mengejutkan Chu Man Tian dan ketiga orang adiknya serta para musuh mereka termasuk gadis baju putih yang sedang bertarung sengit dan melawan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


Lalu para musuh dari Sekte Sesat Tujuh penyair sesat menerjang maju untuk bisa mendapatkan lambang shio kambing tetapi seorang kakek tua renta yang bergigi hitam berkelebat cepat untuk mengambil lambang shio kambing itu dan Chen Si Lei lebih cepat daripada mereka.


"Hei kau cepat berikan lambang kambing kepada ku?!!",hardik Kakek tua renta itu.


"Huh hadapilah aku lebih dulu sebelum kamu ambil lambang kambing dari tangan ku!!",hardik Chen Si Lei ganas sekali.


"Bocah laknat aku habisi kau!!",hardik Kakek tua renta gigi hitam itu menerjang ke arah Chen Si Lei yang sudah berkelebat cepat untuk menangkis serangan maut dari kakek itu.

__ADS_1


Wuttttt !!


Plakkkkkk !!


Dessssssss !!


Tubuh kakek itu bergetar hebat saat beradu tenaga dalam dengan Chen Si Lei.


Kakek itu lalu mengeluarkan pedang warna hitam yang mengandung hawa sesat sehingga sejumlah orang dalam rumah itu menjerit kesakitan dan ketakutan dan bahkan ada yang mati dalam keadaan tidak wajar dan ketiga orang gadis adik Chu Man Tian tergeletak pingsan sehingga Chu Man Tian terkejut sekali dan juga panik.


"Wang Zen Erl, Yang Yu Xin,Ma Erl Chen !!", teriak Chu Man Tian kebingungan dan cemas akan keselamatan ketiga orang adiknya.


Singggggg !!


Chen Si Lei mengeluarkan pedang mukjizat mengandung hawa bersih sehingga ia berhasil menyelamatkan beberapa orang yang masih hidup termasuk Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang sedang bertarung sengit melawan dewi baju putih dengan lihai sekali di sisi lainnya.


"Chu Man Tian gunakan ilmu mukjizat bersih untuk menolong ketiga orang adik mu",kata Chen Si Lei iba terhadap Chu Man Tian.


"Iya",jawab Chu Man Tian segera melakukan yang sudah di beri petunjuk untuk ia bisa menyelamatkan jiwa ketiga adiknya.


Sementara itu Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti di sertai ilmu mukjizat piramida sakti menghadapi ilmu pedang sesat dan pukulan sesat dari kakek sakti itu yang memekik kaget dan terdesak hebat oleh Chen Si Lei yang segera menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik di sertai ilmu sakti gunung Ling.


Wuttttt !!


Cranggg !!!


Cranggg !!


Syuutttttttt !!


Plakkkk !!


Dessssssss !!


Kakek itu muntah darah segar dan pedangnya patah oleh pedang Chen Si Lei dan Chen Si Lei langsung membabat habis kepala dan tubuh kakek sesat itu.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei berkelebat cepat memenggal kepala sejumlah orang musuh sakti dari Sekte Sesat Tujuh penyair sesat dengan kecepatan luar biasa yang membuat Chu Man Tian kagum dengan kehebatan dari Chen Si Lei.


Crakkkkkk!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat sehingga gadis baju putih terkejut dan jatuh pingsan oleh pukulan Chen Si Lei.


Dessssssss!!


"Ikat dia",perintah Chen Si Lei kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


"Iya tuan muda",jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao patuh kepada Chen Si Lei.


Chen Si Lei menghampiri Chu Man Tian untuk membantu pria itu mengobati luka dalam yang di alami oleh ketiga orang adiknya karena Chu Man Tian juga sedang terluka parah di bahu kanan dan juga hatinya oleh kekasihnya yang ingin bunuh pria itu tadi.


"Chu Man Tian kita harus segera pergi dari rumah ini dan secepatnya menolong ketiga orang adik mu dan juga obati luka mu",kata Chen Si Lei halus pada Chu Man Tian.


Chu Man Tian menggangguk patuh kepada Chen Si Lei lalu Chu Man Tian cepat menggendong adik pertama dan keduanya sedangkan Chen Si Lei menggendong gadis adik ketiganya dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao memanggul gadis yang berjuluk Dewi Baju Putih.


Petugas Mo di tugaskan untuk membersihkan dan merapikan rumah tuan besar Kang,lalu membagikan harta tuan besar Kang kepada rakyat sekitar dan rumah tuan besar Kang di jadikan sebagai museum kerajinan tangan yang terbuat dari kayu jati dan sebagainya untuk menarik perhatian para turis yang datang ke kota macan putih ini.


Chu Man Tian mengajak Chen Si Lei singgah di rumah pribadinya yang berada di luar kota macan putih dan di rumahnya itu,Chen Si Lei dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao berjumpa dengan dua orang sahabat dari Chu Man Tian yang juga ialah dua orang pendekar kaum bersih yang berasal dari kota Hang dan kota Shu.


"Hormat hamba Xiao Nai berjuluk Pendekar Bintang Putih dan hamba sudah ada dua istri dan tiga orang anak laki-laki berusia lima, empat dan tiga tahun di kota Hang",kata pria berkumis tebal dan berjanggut tebal juga tubuh tinggi besar.


"Hormat hamba Shu Luo berjuluk Pendekar Ular Emas Sakti dan hamba belum ada istri dan anak sama sekali tapi hamba punya orang tua, kakek dan nenek di kota Shu",kata pria berwajah manis dan bulat telur tapi tubuhnya bagus sekali.


"Jika anda tidak keberatan untuk menjadikan kami sebagai Menteri Ekonomi dan Menteri kebudayaan dan pariwisata untuk kami bertiga",kata Chu Man Tian yang sudah sehat kembali dan sedang menunggu ketiga orang adiknya pulih kembali dari pengaruh sesat lambang shio kambing yang sudah di bersihkan oleh Chen Si Lei dengan ilmu bersih.


"Baiklah aku setuju untuk memberikan gelar Menteri Ekonomi kepada Pendekar Bintang Putih Xiao Nai,menteri kebudayaan untuk pendekar ular emas sakti Shu Luo dan menteri pariwisata untuk Pendekar Kelelawar Emas Sakti Chu Man Tian lalu untuk ketiga orang adik mu,yaitu untuk Nona Wang Zen Erl sebagai tabib di bidang otopsi jenazah, untuk Nona Yang Yu Xin sebagai guru besar di lembaga pendidikan tinggi khusus Kekaisaran Tang Agung dan Nona Ma Erl Chen sebagai seorang ahli bidang makanan dan minuman di dalam Kekaisaran Tang Agung",


"Terimakasih banyak Paduka atas kebaikan Paduka kepada hamba!!",sahut Xiao Nai,Chu Man Tian, dan Shu Luo bersujud hormat kepada Chen Si Lei.


"Baiklah setelah ketiga adik mu sehat,mereka bisa segera aku kirim ke istana dan kita bisa pergi ke kota Hang untuk menghadapi Ratu Han Yi beserta keluarganya dan menyelamatkan adik Nyonya Muda Yao Mi Li yang bernama Yao Ying sesuai amanat terakhir dari Nyonya Muda itu kepada ku",kata Chen Si Lei.


"Baik Paduka hamba akan segera menyiapkan segalanya untuk Paduka",


Chu Man Tian dan kedua orang sahabatnya segera melakukan perintah Chen Si Lei untuk mempersiapkan diri untuk melakukan perjalanan bersama Chen Si Lei ke kota selanjutnya yaitu kota Hang untuk membantu Le Din Yin dan Sheng Li Na sudah berangkat lebih dulu daripada Chen Si Lei dan kawan-kawan nya.


"Wu Sin Hao di mana kuda putih ku?",tanya Chen Si Lei saat ia memetik beberapa buah jeruk di kebun dalam rumah Chu Man Tian.


"Di bawa Hu Yi Tian pulang ke rumah Anda",jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


"Jadi kita pergi menggunakan keledai Sheng Li Na?",tanya Chen Si Lei mengupas kulit jeruk dan makan buah jeruk dengan santai.


"Kita bisa kirim pesan kepada Hu Yi Tian untuk bawa kembali kuda putih Anda",


"Ah tidak perlu,kita bisa menggunakan keledai yang jenius ini",ucap Chen Si Lei.


Chen Si Lei memberikan buah jeruk ke keledai yang membuat Chen Si Lei merasa senang memiliki keledai yang di beri nama si jeruk manis.


"Jeruk manis kau pintar sekali",kata Chen Si Lei membelai lembut kepala keledai.


Tiba-tiba Chen Si Lei mendengar suara dari ruang kamar tidur di bagian belakang rumah Chu Man Tian,seketika itu juga Chen Si Lei teringat pada gadis baju putih yang di ikat di tiang tempat tidur dalam kamar itu oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao atas perintah Chen Si Lei yang ingin menginterogasi gadis lihai itu.


"Aku hampir lupa kepada gadis tawanan kita",kata Chen Si Lei yang sudah selesai menyuapi keledai makan buah jeruk.


Chen Si Lei menemui gadis yang di ikat pada tiang tempat tidur dalam kamar tidur bagian belakang, Chen Si Lei melihat bahwa gadis ini sungguh cantik jelita sekali dan manis sekali juga memiliki tubuh yang sangat indah dan menarik untuk Chen Si Lei rasakan keindahan tubuh gadis itu.


"Katakan kepada ku siapa nama mu Nona baju putih?",tanya Chen Si Lei menatap tajam gadis itu.


"Mei Hua",jawab gadis itu memerah malu karena Chen Si Lei menyentuh dagu nya dengan lembut dan mencium bibir gadis itu.


"Manis sekali bibir mu",kata Chen Si Lei memainkan bibir dan mulut gadis itu yang tidak bisa menolak ciuman Chen Si Lei.


"Berapa usia mu dan di mana kau tinggal?",tanya Chen Si Lei seraya menjilat bibir dan mulut gadis tawanan nya.


"Enam belas tahun dan hamba tinggal di kota Hang,agh",jawab Mei Hua.


Chen Si Lei menggigit bibir,mulut dan leher gadis yang segera merona oleh Chen Si Lei yang menyentuh bagian sensitif gadis itu."Aku menginginkan mu jadi kamu harus patuh kepada ku, maka aku akan membebaskan mu untuk memilih untuk hidup bersama ku selamanya atau kau mati mengenaskan oleh ku",


"Iya hamba patuh pada paduka",jawab gadis itu mendesah oleh sentuhan Chen Si Lei yang menggigit dan membelai lembut seluruh tubuhnya lalu Mei Hua merintih karena Chen Si Lei sudah membuka semua pakaiannya dan mengambil kesucian gadis itu yang kemudian terlelap tidur di dalam pelukan Chen Si Lei yang berada di atas tubuhnya.


Keesokan paginya Chen Si Lei bangun tidur dan melihat Mei Hua berada di sudut kanan tempat tidur menatap Chen Si Lei dengan tatapan mata ingin di bebaskan oleh Chen Si Lei yang memainkan rambut gadis itu dengan senyuman bahwa pria ingin sekali lagi mendapatkan Mei Hua.


"Ayolah kita bersenang - senang sekali lagi",kata Chen Si Lei memeluk gadis itu.


Mei Hua pun melayani Chen Si Lei hingga Chen Si Lei mau membebaskan dirinya setelah pria ini merasa puas dengan pelayanannya dan Chen Si Lei memakaikan gadis itu tusuk konde burung Hong giok di sanggul gadis itu yang di nobatkan sebagai seorang Selir baru Chen Si Lei.


Chen Si Lei mengajak Mei Hua keluar dari kamar pada hari ke sepuluh berada di rumah Chu Man Tian hingga ketiga orang adiknya Chu Man Tian sudah sehat kembali dan di kirim ke istana Kekaisaran Tang Agung dan akhirnya Chen Si Lei bersiap untuk melakukan perjalanan kembali.


"Paduka kami sudah bersiap untuk berangkat ke kota Hang",kata Chu Man Tian dan kawan-kawan nya pada saat Chen Si Lei keluar dari kamar bersama Mei Hua yang sudah tertutup kerudung ciri khas dari tanda selir Chen Si Lei.


"Baik kita bisa berangkat sekarang",kata Chen Si Lei memerintahkan Mei Hua naik ke atas keledai.

__ADS_1


Setelah Chen Si Lei berada di belakang tubuh selir nya untuk menunggangi jeruk manis ,Chen Si Lei segera memacu keledai untuk menuju ke arah kota Hang dan di ikuti oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao, Pendekar Kelelawar Emas Sakti Chu Man Tian, Xiao Nai berjuluk Pendekar Bintang Putih dan Shu Luo Pendekar Ular Emas Sakti yang berkelebat cepat di sekitar keledai Chen Si Lei.


__ADS_2