
Setibanya rombongan kereta kuda yang dipersiapkan untuk Chen Si Lei dari pihak Kerajaan Yao telah tiba di lokasi Istana Kerajaan Yao, dan semua orang termasuk Raja dan Ratu serta segenap keluarga besar dari Kerajaan Yao telah hadir di luar Istana Kerajaan Yao untuk menyambut kedatangan Chen Si Lei ke Kerajaan Yao.
"Saya Raja Kerajaan Yao memberi hormat kepada Pangeran Si Lei ", sapa Raja Yao begitu Chen Si Lei turun dari kereta kuda.
"Hormat ku juga kepada mu Paduka Raja Yao ", sapa Chen Si Lei menjura hormat kepada Raja Kerajaan Yao.
"Silakan Paduka masuk ke dalam Istana kami",kata Raja Kerajaan Yao ramah.
"Terimakasih ", jawab Chen Si Lei sopan.
Raja Yao sendiri mempersilakan Chen Si Lei berjalan bersama untuk naik tangga menuju ke arah Istana utama Kerajaan Yao.
"Silakan Paduka menikmati hidangan makanan dan minuman khas Kerajaan Yao kami ", kata Raja Kerajaan Yao dengan ramah.
"Terimakasih ", jawab Chen Si Lei menerima hidangan tersebut dengan sopan.
Usai menikmati hidangan makanan dan minuman khas Kerajaan Yao, Raja Yao membahas banyak hal tentang penyatuan Kerajaan mereka dengan Kekaisaran Tang dan sebagainya ,semua itu di bahas secara langsung oleh Raja Kerajaan Yao di hadapan Chen Si Lei.
"Iya baiklah aku mengerti Paduka",jawab Chen Si Lei mengangguk paham saja.
"Selanjutnya aku akan coba bahas masalah kita berdua kepada Kaisar Tang yang akan memutuskan nya ", kata Raja Kerajaan Yao masih bahas lainnya.
"Paduka sebaiknya Anda istirahat dahulu di Istana kami nanti malam kami akan mengadakan acara istimewa untuk menyambut kedatangan Anda yang akan di berikan langsung oleh ku Raja Kerajaan Yao yang menugaskan Putra pertama ku yaitu Pangeran Makhota untuk menjamu Anda di taman Istana Kerajaan Yao ku ",kata Raja Kerajaan Yao akhirnya bisa mengizinkan Chen Si Lei untuk beristirahat di sebuah kamar tamu.
Chen Si Lei menjatuhkan diri di tempat tidur begitu tiba di kamar tidur khususnya di dalam Istana Kerajaan Yao, dan tertidur pulas sampai jam perjamuan malam tiba, dan tentu saja Kasim Chang Sin menggunakan keahlian nya merapikan Chen Si Lei sebaik mungkin untuk membuat Chen Si Lei terlihat lebih istimewa daripada Pangeran mana pun di Istana Kerajaan Yao terutama dari Pangeran Makhota .
Benar saja begitu Chen Si Lei dan rombongan nya datang untuk menghadiri acara malam itu, semua orang di dalam Istana Kerajaan Yao terpana terhadap Chen Si Lei yang terlihat begitu amat sangat tampan sekali dan menarik sekali serta Chen Si Lei memiliki pesona nya tersendiri dan tidak ada tandingan nya di dunia.
"Selamat datang dan selamat malam serta selamat menikmati perjamuan malam ini dengan senang hati untuk Anda Pangeran Si Lei dari kami Kerajaan Yao",kata Pangeran Makhota Kerajaan Yao sopan mewakili Raja dan Ratu Yao.
"Ya Terima kasih banyak atas perjamuan kalian kepada ku",kata Chen Si Lei juga ramah dan sopan.
Pesta perjamuan malam pun di mulai dengan berbagai macam acara seni tari dan musik serta opera ,selain itu juga ada beberapa hidangan khusus untuk pesta ini adalah makanan dan minuman khas Kekaisaran Tang yang di persembahkan oleh pihak Kerajaan Yao untuk menyenangkan hati Chen Si Lei terutama Kaisar Tang di Istana Kekaisaran Tang yang sangat jauh dari Kerajaan Yao.
"Semua atas permintaan dari Selir Yung untuk mu Paduka ", kata Putri Ah Chiu ini yang khusus duduk di ruang khusus untuk Chen Si Lei dan rombongan nya.
"Oh aku harus memberikan hormat ku kepada Bibi Selir Yung",kata Chen Si Lei.
"Iya benar Paduka ", kata Kasim Chang Sin memberikan cawan keramik isi arak untuk Chen Si Lei bisa bersulang jarak jauh dengan Selir Yung.
Chen Si Lei memberikan hormat kepada Raja dan Ratu serta Selir Yung dengan cara bersulang minum arak kepada pihak Kerajaan Yao dan Selir Yung tersenyum ramah pada keponakan nya yang sangat terkenal serta tampan itu, dan tanpa di sadari bahwa sejumlah orang di sana terlihat iri hati terhadap Selir Yung.
"Dalam kesempatan ini aku ingin menyampaikan undangan ku kepada Pangeran Si Lei untuk bisa hadir di perayaan ulang tahun ku yang akan segera di gelar dua hari lagi ", kata Pangeran nomor tujuh juga hadir di acara perjamuan tersebut.
"Baik aku terima undangan mu Pangeran ", jawab Chen Si Lei sopan.
"Yeay kita bisa pergi bersama",kata Putri Ah Chiu senang sekali.
"Belum bisa, karena Anda belum menikah dengan Pangeran Si Lei",tukas Kasim Chang Sin.
"Itu benar ",kata Chen Si Lei menyuruh gadis itu untuk pindah tempat duduk ke tempat duduk khusus para Putri Istana Kerajaan Yao.
"Hhhh tapi aku ingin bersama mu",rengek gadis itu tetapi patuh juga.
Maka Putri itu pindah duduk ke tempat duduk khusus untuk para Putri Kerajaan Yao, sebagai kesopanan dan tata krama dalam Istana Kerajaan Yao dan hal ini membuat Chen Si Lei jauh lebih baik dan nyaman bisa duduk bersama para selir dan para sahabatnya yaitu Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti dan Laskar Bunga Rajawali Emas Sakti secara bebas.
"Lagipula sesuai dengan peraturan dalam Kekaisaran Tang juga sama,yaitu kaum wanita duduk terpisah dengan kaum pria kecuali atas izin pria itu sendiri,tapi jika para wanita itu sudah menjadi bagian dari pria itu sendiri ,sedangkan wanita yang bukan atau belum menjadi bagian dari pria itu, dilarang berdekatan dengan pria, inilah tata krama yang harus kita perhatikan",kata Nenek Xu.
"Kau sendiri berdekatan dengan ku",kata Raja Iblis Barat.
"Lain lagi aturannya", bantah Nenek Xu pintar.
Tapi keinginan terbesar bagi Chen Si Lei untuk malam ini adalah pesta perjamuan harus segera berakhir.
"Supaya aku bisa berkeliling di dalam Istana Kerajaan Yao ini",kata Chen Si Lei.
"Sabarlah",kata Kasim Chang Sin lebih cerewet dalam peraturan resmi di dalam lingkungan Istana daripada Kasim Ma.
"Jadilah seorang Pangeran yang terpandang dengan cara duduk tenang",katanya lagi.
"Belajarlah sebelum menjadi seorang Kaisar muda yang jauh lebih banyak aturan lagi daripada menjadi seorang Pangeran Muda",kata Nenek Xu.
"Jadi Pendekar Besar pun harus tahu aturan",kata Si Tangan Sakti ikut bicara.
"Ahhhh ya",jawab Chen Si Lei berusaha keras untuk sabar.
Akhirnya pesta perjamuan pun selesai, dan Chen Si Lei bisa segera pamit kepada pihak Pangeran Makhota Kerajaan Yao sesudah Raja dan Ratu serta rombongan nya pergi dari pesta, dan Chen Si Lei pun bisa mengajak rombongan nya ke arah ruangan khusus tamu Kerajaan.
"Paduka tolong diam ,hamba rapikan Anda untuk memakai pakaian tidur untuk malam ini",kata Kasim Chang Sin sudah sibuk memakai Chen Si Lei pakaian tidur dan rambut nya sudah di rapikan tanpa kuncir dan pita rambut emas dan berat.
"Makhota Pangeran ada banyak sekali yang harus saya atur untuk beberapa hari ke depan ", kata Kasim Chang Sin sebelum keluar dari kamar.
Chen Si Lei menyisir rambut asal saja, lalu berkelebat cepat untuk wisata malam di dalam Istana Kerajaan Yao, dan akhirnya ia bisa menemukan Istana Selir Yung yang dengan cepat membantunya untuk mendapatkan informasi tentang pusaka Kun Lun Pai dan pusaka pedang Kerajaan Yao.
"Ini peta Istana Pangeran nomor tujuh",kata Selir Yung.
"Terimakasih Bibi",kata Chen Si Lei senang.
"Hati -hati jangan sampai kau terluka",pesan Selir Yung membelai lembut rambut panjang Chen Si Lei.
"Terimakasih banyak atas bantuan Bibi ", kata Chen Si Lei merangkul lembut Bibi Selir Yung.
Brrrrrrrrrrrrr !!
'Istana Pangeran Nomor Tujuh '
Chen Si Lei memasuki setiap ruangan di dalam Istana Pangeran Nomor Tujuh dari Kerajaan Yao, dan akhirnya ia memasuki kamar pribadi dari Pangeran itu, lalu dia melihat berbagai macam barang untuk dia teliti dan tidak sengaja,dia memutar satu guci besar.
Dan. ...
Krekkk !!
Sebuah pintu rahasia telah terbuka ,Chen Si Lei pun masuk ke dalam ruang yang terbentuk mirip sebuah kamar tahanan, karena terjaga oleh beberapa orang yang berpakaian serba jingga muda sedang berjalan di sekitar tempat tertutup lain dan Chen Si Lei cepat bertindak.
Wuttttt !!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak para para pengawal dalam ruang tahanan rahasia itu.
Chen Si Lei melangkah perlahan mendekati ruang tertutup tersebut dan memutar sebuah tempat obor.
Krekkk !!
Pintu batu terbuka dan memperlihatkan adanya seorang tahanan berada di sana.
"Jangan khawatir aku akan menyelamatkan mu",kata Chen Si Lei cepat untuk pria itu tidak panik.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menggunakan pedang membabat habis rantai pengikat pria itu dan ia dengan cepat membantunya untuk berdiri.
Tapi sebuah piau atau senjata rahasia menyerang mereka berdua dengan cepat dan ganas.
__ADS_1
Werrrrrrr !!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak para pasukan pengawal dari Pangeran nomor tujuh yang di luar pintu tahanan.
"Ayo kita pergi dari sini ",kata Chen Si Lei menyambar tangan pria itu untuk di taruh di punggungnya.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Chen Si Lei secepat kilat kabur dari kamar rahasia dan kamar tidur dalam Istana Pangeran Nomor Tujuh.
Krekkk !!
Pintu tertutup kembali seperti semula dan Chen Si Lei pun terpaksa harus bawa pria itu ke tempat lain untuk di sembunyikan dengan aman.
"Kau jangan membawa ku ke dalam Istana Kerajaan Yao saat ini tunggu sampai hari ulang tahun Pangeran nomor tujuh palsu itu di gelar dan saat itu juga kita bisa menghancurkan nya",kata pria itu nada lemah.
"Baiklah aku mengerti ", kata Chen Si Lei berkelebat cepat membawa pria itu ke penginapan tak ter pakai atau penginapan kumuh.
"Terimakasih banyak atas bantuan mu",kata pria itu saat berada di dalam rumah penginapan kosong.
"Kau siapakah dan kenapa kau bisa di kurung di dalam ruangan kamar rahasia itu ?", tanya Chen Si Lei ramah seraya mengobati luka bekas siksaan di tubuh pria itu dengan obat bubuk .
"Aku adalah Pangeran nomor tujuh yang asli, aku culik oleh pihak Sekte sesat Kadal Hitam saat aku ingin melamar Putri Ah Chiu dan aku di sekap di dalam ruang rahasia di dalam kamar tidurku sendiri yang ternyata hasil buatan dari kakak pertama ku yaitu Pangeran Makhota Kerajaan Yao yang juga jatuh cinta pada Putri Ah Chiu tetapi tidak di tanggapi oleh Putri Ah Chiu dan juga untuk aku tidak pernah menghalangi keinginannya untuk menjadi seorang Raja Kerajaan Yao yang baru setelah ayahanda kami,namun hal itu di ketahui oleh Selir Yung, maka ia selalu membuat masalah kepada Selir Yung yang jauh lebih memilih aku untuk menjadi seorang penerus Raja Yao,dan meminta Ah Chiu untuk menyimpan pedang pusaka Kerajaan Yao yang di serahkan oleh ayahanda untuk aku nanti nya",jawab Pangeran nomor tujuh yang asli.
"Lalu apakah kamu tahu mengenai dua buah Pusaka Kun Lun Pai yang sudah di curi oleh penipu itu?",tanya Chen Si Lei menyelidiki.
"Aku tahu dua pusaka Kun Lun Pai di simpan di dalam kamar ayahanda ku oleh Pangeran Makhota Kerajaan Yao",jawab pria itu jujur.
"Baiklah kau tunggu di sini sampai aku datang hari ulang tahun si penipu dan aku juga akan bahwa bukti -bukti kesalahan dari Pangeran Makhota Kerajaan Yao agar kau bisa gunakan untuk melawan nya dan membongkar nya di hadapan ayah mu pada saat itu juga ", kata Chen Si Lei meniup peluit.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Si Tangan Sakti ,Tse Tu dan Lima orang aneh dari lembah penjahat barat sudah datang ke rumah penginapan kosong itu.
"Jaga dia dengan baik",perintah Chen Si Lei kepada para pengikut nya itu.
"Siap Paduka ",jawab para pengikutnya serentak.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Chen Si Lei kembali ke Istana Kerajaan Yao, dan kali ini adalah kamar tidur Raja Yao.
Wushhh !!
Brakkkk !!
Chen Si Lei masuk melalui pintu jendela kamar tidur dari Raja Kerajaan Yao dan ia secepat kilat mencari dua pusaka Kun Lun Pai yang segera di temukan berada di rak buku pribadi Raja Yao.
Chen Si Lei cepat mengambil dua pusaka Kun Lun Pai yaitu pedang pusaka dan stempel rahasia Sekte Kun Lun Pai,lalu Chen Si Lei berkelebat cepat pergi dari kamar tidur Raja Kerajaan Yao.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Chen Si Lei sudah mulai masuk ke dalam Istana Pangeran Makhota Kerajaan Yao dan melihat Putri Ah Chiu sedang menyelinap juga untuk mencari sesuatu yang ingin di cari oleh Putri itu.
Krekkk !!
"Siapa di sana ?!!",hardik para pengawal Istana Pangeran Makhota Kerajaan Yao.
"Ah aku harus kabur",kata Putri Ah Chiu pelan pada dirinya sendiri.
Putri itu mencari jalan keluar dari Istana Pangeran Makhota Kerajaan Yao dengan wajah bingung sebelum ketahuan oleh para pengawal dalam Istana Pangeran itu, dan Chen Si Lei melihat Putri Ah Chiu masuk ke dalam salah satu kamar dengan asal masuk saja.
Chen Si Lei mengikuti langkah gadis itu yang menjerit tanpa suara saat pintu di buka kembali, dan Chen Si Lei cepat menaruh jari telunjuk di mulut nya sebagai isyarat agar Putri itu tidak mengeluarkan suara dan mereka berdua aman di dalam kamar itu.
"Jangan takut, ada aku ..Aku tahu tujuan mu menyelinap ke Istana milik kakak pertama mu adalah pedang pusaka Raja Yao",kata Chen Si Lei membelai lembut punggung gadis itu.
"Iya kau benar, tapi ada satu lagi yang ingin ku cari di tempat ini",kata Putri Ah Chiu halus.
"Apa? ",tanya Chen Si Lei terdengar lembut di telinga Putri Ah Chiu.
"Bukti kejahatan Pangeran Makhota Kerajaan Yao terhadap Ayahanda dan Ibu Selir Yung",jawab gadis itu menunduk malu.
"Aku juga sama dengan mu",kata Chen Si Lei menyambar tangan Putri Ah Chiu.
Mereka berdua segera bersembunyi di balik tempat tidur di dalam ruangan itu, dan beberapa orang masuk ke dalam ruangan itu untuk melakukan pencarian terhadap seseorang yang menyelinap masuk ke Istana Pangeran Makhota Yao tanpa izin.
"Tidak ada juga di kamar altar leluhur Pangeran Makhota juga",kata pemimpin dari pengawal Istana Pangeran Makhota Kerajaan Yao.
"Ayo kita cari ke tempat lain ", kata salah seorang wanita cantik yang menjadi satu orang pemimpin dari kelompok itu.
"Iya ayo ", kata para pengawal lainnya.
Lalu mereka pun pergi dari kamar altar leluhur Pangeran Makhota Kerajaan Yao, dan Chen Si Lei bersama Putri Ah Chiu pun bisa keluar dari persembunyian secara aman, lalu mereka berdua memeriksa beberapa barang di ruang altar leluhur yang secara tidak sengaja mengeluarkan sebuah cahaya yang terang.
"Di sana ", kata Chen Si Lei melompat cepat membuka sebuah kotak dari salah satu papan leluhur Pangeran Makhota Kerajaan Yao.
"Berhasil ", kata Putri Ah Chiu bersorak.
Chen Si Lei memberikan pedang pusaka Kerajaan Yao kepada Putri Ah Chiu, lalu mereka berdua segera keluar dari ruangan itu.
Brrrrrrrrrrrrr !!
"Lihat kamar tidur Putri Makhota Kerajaan Yao",kata Putri Ah Chiu meminta Chen Si Lei untuk masuk ke dalam kamar Putri Makhota Kerajaan Yao.
Krekkk !!
Mereka berdua masuk ke dalam kamar tidur Putri Makhota Kerajaan Yao dengan bebas,karena tidak ada orangnya.
"Dimana Putri Makhota Kerajaan Yao berada ?", tanya Chen Si Lei melihat Putri Ah Chiu memeriksa semua barang di dalam kamar itu.
"Ahh akhirnya aku temukan bukti kejahatan dari Pangeran Makhota Kerajaan Yao dan juga bukti penyelewengan dana untuk membangun Kuil Buddha di Kota Raja Kerajaan Yao dari Perdana Menteri Kerajaan Yao dan para anak buahnya",jawab gadis itu mengambil beberapa kotak kecil dari dalam laci rak rahasia milik Putri Makhota Kerajaan Yao.
"Koko Lei Lei ayo kita pergi dari sini ", kata Putri Ah Chiu senang sekali.
"Ayolah ", kata Chen Si Lei menyambar cepat gadis itu dan berkelebat lenyap dari kamar tidur Putri Makhota Kerajaan Yao.
Di sebuah tempat yang ternyata Istana Putri Ah Chiu pribadi.
"Sekarang kamu sudah aman dan aku bisa kembali ke tempat ku",kata Chen Si Lei usai mengantar Putri Ah Chiu ke Istana Putri itu.
"Jangan pergi..",kata Putri Ah Chiu memeluk Chen Si Lei dari belakang untuk bisa menahan pemuda itu pergi dari Istana nya.
"Aku harus pergi, karena aku masih ada urusan dengan Raja Yao",kata Chen Si Lei melepaskan diri dari pelukan Putri Ah Chiu.
"Kau tidak boleh pergi sebelum kamu berjanji kepada ku bahwa aku adalah salah satu dari anggota harem mu",kata Putri Ah Chiu menahan Chen Si Lei di pintu .
"Tidak bisa karena kau tunangan Pangeran nomor tujuh. Aku sudah beritahu kau tentang Pangeran nomor tujuh di kediaman pribadi dalam Istana Kerajaan Yao adalah pengikut setia Sekte sesat Kadal Hitam dan Pangeran yang asli berada di tempat ku, dan kami sepakat untuk membuka rahasia Pangeran Makhota dan Pangeran palsu tepat pada esok hari yaitu pada hari ulang tahun Pangeran palsu itu ", kata Chen Si Lei meraih jemari Putri Ah Chiu untuk bisa keluar dari pintu di dalam kamar tidur putri itu.
"Aku tidak mau bertunangan dengan Pangeran nomor tujuh. Aku hanya mau kau dan aku tidak perduli janji kalian berdua, yang ku perduli adalah aku ingin kamu dan aku cinta kamu seorang ", kata Putri Ah Chiu menangis sedih.
Chen Si Lei tetap melangkah keluar dari kamar tidur Putri Ah Chiu dan berkelebat pergi dari Istana Putri Ah Chiu.
Tepat saat Chen Si Lei kembali ke kamar tidur khusus dirinya, ia mendapat surat panggilan dari Raja Kerajaan Yao yang mengundang nya untuk sarapan pagi di taman pribadi Sang Raja Yao, dan Kasim Chang Sin sudah sibuk memakai Chen Si Lei pakaian baru untuk perjamuan makan pagi bersama Raja Kerajaan Yao.
Chen Si Lei pun memenuhi panggilan Raja Yao dan makan pagi bersama Sang Raja di taman pribadi, lalu mendengarkan berbagai macam persoalan tentang dunia Kerajaan Yao dan Kekaisaran Tang yang intinya adalah untuk menjaga satu kesatuan antar Kerajaan Yao dan Kekaisaran Tang.
__ADS_1
"Aku punya seorang putri yang ingin aku berikan kepada mu untuk kau jaga baik dan aku dapat izin dari Kaisar Tang untuk menikahkan Putri ku nomor sebelas pada mu", kata Raja Kerajaan Yao memanggil seorang Putri dari arah lain.
Putri nomor sebelas menghampiri Chen Si Lei dan bersujud hormat kepada Chen Si Lei yang memandang Putri itu dengan biasa saja.
"Putri ku ini bernama Putri Xin Ru",kata Raja Kerajaan Yao memperkenalkan Putri Xin Ru kepada Chen Si Lei.
"Hamba Putri Xin Ru memberi hormat kepada Pangeran Si Lei ", kata Putri Xin Ru .
"Ayahanda ", suara Putri Ah Chiu datang ke taman itu.
"Ah Chiu ada apa ?", tanya Raja Kerajaan Yao bingung dengan kedatangan Putri Ah Chiu ini.
"Aku mau putuskan pertunangan ku dengan Pangeran nomor tujuh",jawab Putri Ah Chiu berani.
"Ahhh kenapa ?", tanya Raja Kerajaan Yao kaget sekali.
"Karena aku mencintai Pangeran Si Lei",jawab gadis itu lantang.
Chen Si Lei terkejut sekali dengan keberanian Putri Ah Chiu bicara terus terang pada Raja tentang perasaan nya kepada Chen Si Lei.
Raja Kerajaan Yao terbelalak kaget juga dengar pernyataan dari Putri angkat dan kesayangannya itu bahwa Putri itu mencintai Pangeran Si Lei dan menolak cinta dan tunangan dengan Putra nomor tujuh.
"Tapi aku sudah menjodohkan Xin Ru dengan Pangeran Si Lei ", kata Raja Yao.
"Aku tidak keberatan Xin Ru sebagai seorang saudari madu ku karena aku sudah bersedia untuk menjadi seorang selir dari Pangeran Si Lei ", jawab Putri Ah Chiu.
"Ahh kau sungguh membingungkan ku",kata Raja Kerajaan Yao menghela napas dan menengok ke arah Chen Si Lei.
"Bagaimana menurut mu tentang masalah mereka berdua yang ingin menjadi bagian dari harem mu?",tanya Raja Kerajaan Yao yang sesungguhnya senang hati untuk memberikan kedua orang putri kepada Chen Si Lei dan masalah putra nya bisa dia bahas dengan baik .
"Aku bisa menerima mereka berdua tetapi aku tidak bisa membiarkan Pangeran nomor tujuh menderita penyakit hati karena cinta nya terhadap Ah Chiu sangat dalam",kata Chen Si Lei merasa iba terhadap Pangeran nomor tujuh.
"Justru dia akan semakin menderita karena aku tidak pernah mencintainya dan rasa iba mu bisa menjerumuskan nya ke dalam penderitaan yang tidak pernah habis dia rasakan ",kata Putri Ah Chiu bijaksana.
"Ah Chiu benar, lebih baik putra ku menderita cinta satu kali yaitu saat ini saja dari pada seumur hidup nya tidak bahagia karena Ah Chiu tidak cinta kepadanya dan aku sangat bahagia mendengar pernyataan cinta Ah Chiu terhadap mu secara terbuka kepada ku ,maka aku bisa memberikan kebahagiaan yang lain kepada putra ku ", kata Raja Kerajaan Yao memberi persetujuan untuk Ah Chiu di berikan kepada Chen Si Lei.
"Xiao Lei. .Aku juga setuju dengan pendapat Raja untuk menikahkan mu dengan Ah Chiu ", ucap Selir Yung tulus hati.
"Baiklah bila kalian semua berkata seperti itu",kata Chen Si Lei menghormati rasa tulus hati Raja Kerajaan Yao dan Selir Yung kepadanya.
Ah Chiu tersenyum senang sekali mendengar persetujuan dari pihak Raja Yao dan selir Yung juga pihak Chen Si Lei, maka Putri itu secara bebas bisa dekati Chen Si Lei tanpa perlu takut lagi akan peraturan Kerajaan mereka berdua,dan dia juga senang hati menerima Putri Xin Ru sebagai seorang saudari madu nya.
"Hmm harem ku banyak ", kata Chen Si Lei usai perjamuan makan pagi di taman pribadi Raja Kerajaan Yao.
"Aku sudah tahu ", kata Putri Ah Chiu merangkul Chen Si Lei di sepanjang jalan ke arah kamar tidur tamu Kerajaan Yao.
"Koko Lei Lei ", panggil para gadis yang lain.
"Ling Long apakah kamu sudah buat rencana untuk perang besok ?", tanya Chen Si Lei melepaskan diri dari Putri Ah Chiu.
"Sudah kau lihat sendiri saja ", jawab Ling Long menunjuk peta Istana Pangeran nomor tujuh.
"Bagus sekali kau memang sangat pintar",puji Chen Si Lei menyentuh dagu Ling Long dengan lembut.
"Terimakasih ", jawab gadis itu memerah malu.
"Kau sungguh manis saat kamu tersipu malu",kata Chen Si Lei mengangkat wajah gadis itu dan mencium bibir gadis itu dengan lembut.
Ling Long merangkul Chen Si Lei serta membalas ciuman pemuda itu yang segera mengetahui keinginan Ling Long yang menciumnya mesra dan Chen Si Lei tidak bisa menghentikan ciuman nya terhadap gadis itu yang sepertinya haus akan cinta.
"Ling Long ",kata Chen Si Lei mencoba untuk menghentikan ciuman nya.
"Koko Lei Lei ", kata gadis itu menahan diri untuk tidak melanjutkan kegiatan nya pada bibir Chen Si Lei.
"Kau tahu arti dari ciuman mu kepada ku ?", tanya Chen Si Lei.
"Iya aku tahu bahwa aku cinta kamu",jawab gadis itu meneteskan air mata.
"Jangan meneteskan air mata mu karena aku pasti sakit hati karena air mata mu sangat berharga dari apa pun di dunia ini bagi ku ", kata Chen Si Lei lembut .
"Kau jatuh cinta kepada ku?",tanya gadis itu menatap sepasang mata pemuda itu yang sangat luar biasa lembut kepadanya.
"Dulu aku pernah jatuh cinta kepada seorang gadis tetapi dia sudah meninggal dunia dan sejak itu aku tidak pernah menjatuhkan cinta ku pada gadis manapun, walaupun selir ku sangat banyak dan mungkin akan terus bertambah seiring berjalannya waktu ku dan takdir ku menjadi seorang Kaisar muda masa depan, aku tahu bahwa aku tidak boleh jatuh cinta karena cinta akan membuat ku lemah dan aku tidak akan bisa mencapai tujuan ku hidup di dunia ini", jawab Chen Si Lei jujur.
"Aku tahu tapi setidaknya aku bahagia bahwa kamu mencintai ku",kata Ling Long memeluk Chen Si Lei sekali lagi.
Kini mereka berdua di dalam ruangan lain di dalam kamar khusus tamu Kerajaan Yao untuk bahas masalah penyerbuan secara tiba-tiba di hari ulang tahun musuh mereka yang menyamar sebagai Pangeran nomor tujuh yang juga Ketua Sekte Kadal Hitam.
"Ling Long ", gumam Chen Si Lei lembut kepada gadis yang ingin dia jaga sampai kapan pun.
"Aku berjanji kepada mu setelah aku menjadi seorang Kaisar Tang yang baru, aku akan meminang mu secara resmi dan mengangkat mu menjadi Permaisuri ku yang agung dan tertinggi di antara semua wanita ku",kata Chen Si Lei setulus hati mencintai gadis yang berada di dalam pelukan nya.
"Kau tidak perlu menjanjikan ku apa -apa ,aku sudah sangat bahagia sekali jadi wanita mu itu saja ", kata gadis itu memeluk Chen Si Lei lembut.
"Kau wanita istimewa ku tentu saja aku harus melakukan satu janji cinta ku pada mu",kata Chen Si Lei menggenggam erat rambut panjang harum dalam pelukan nya.
"Kau tidak mengambil kesucian ku",kata Ling Long merasa heran karena Chen Si Lei hanya memeluk dan mencium bibir nya saja.
"Aku akan menunggu pada saat kau menjadi Permaisuri ku barulah saat itu aku akan meminta mu menyerahkan diri kepada ku",kata Chen Si Lei tulus hati.
"Ah baiklah, terima kasih atas penghargaan yang kau berikan kepada ku artinya aku sangat istimewa bagi mu ", kata Ling Long bahagia sekali bahwa Chen Si Lei menghargainya jauh lebih besar daripada semua wanita yang di miliki oleh Chen Si Lei.
"Cinta dan tugas berbeda sayang ku",jawab Chen Si Lei meraih bibir manis itu.
"Iya aku tahu ", sahut gadis itu lincah.
"Sayang sudah waktunya kita bersiap untuk meramaikan pesta ulang tahun dari musuh kita itu ", kata Chen Si Lei mengangkat Ling Long untuk berdiri dan bersiap untuk tugas mereka sebagai seorang Pangeran dan Pengawal.
"Paduka sudah waktunya untuk Anda bersiap -siap ", kata Kasim Chang Sin ramai dengan segala atribut pakaian dan sebagainya untuk Chen Si Lei.
Satu jam kemudian Chen Si Lei sudah rapi dan di sambut baik oleh Putri Ah Chiu yang bertugas sebagai pasangan nya untuk hadir pada pesta ulang tahun ke dua puluh lima tahun dari Pangeran nomor tujuh dari Kerajaan Yao, dan setibanya di Istana Pangeran nomor tujuh.
"Selamat datang kepada Pangeran Si Lei dan Putri Ah Chiu",sapa Pangeran palsu itu ramah.
"Terimakasih atas undangan Anda Pangeran ", jawab Chen Si Lei hormat.
Di dalam perayaan hari ulang tahun itu semua para bangsawan dan sebagainya turut hadir dalam menyambut hari ulang tahun ke dua puluh lima Pangeran yang terpandang di dalam Kerajaan Yao dan putra nomor tujuh yang sangat penting bagi seluruh Kerajaan Yao.
Chen Si Lei menunggu saat semua orang nya datang dan bergerak untuk perang di dalam pesta itu karena Raja dan Ratu Kerajaan Yao serta seluruh anggota dari keluarga Kerajaan Yao sudah berkumpul dan dia tersenyum melalui hidung nya di sentuh sedikit. ..
"Bagus sekali Nenek Xu kau sudah masuk ke dalam rombongan Raja dan Ratu Yao untuk melindungi mereka ", kata Chen Si Lei.
"Bagus sekali semua sudah berada di tempat masing -masing ", kata Chen Si Lei yang sudah mencengkeram cawan arak untuk di siram ke arah Pangeran palsu itu.
Wuttttt !!
Bressssss !!
Bruakkk !!
"Aghhhhhh !!", teriak para pasukan Pangeran palsu yang tersiram arak Chen Si Lei .
"Ada apa ini ??", tanya Pangeran palsu itu bingung dan Raja semua pun terkejut.
"Paduka dia bukan Pangeran nomor tujuh melainkan ketua Sekte Kadal Hitam dan aku lah Pangeran nomor tujuh asli ", kata Pangeran nomor tujuh berjalan ke depan Raja.
"Paduka, aku juga punya bukti kejahatan yang dilakukan oleh Pangeran Makhota serta Perdana Menteri dan semua anggota mereka ", kata Putri Ah Chiu berjalan ke depan Raja di kawal Chang Sin dan sejumlah pasukan keamanan pilihan dari Pangeran nomor tujuh asli.
__ADS_1