Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti

Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti
Hujan Di Awal Musim Semi.


__ADS_3

Istana Kekaisaran Tang Agung.


Istana Kaisar Tang Agung.


Chen Si Lei duduk di tepi tempat tidur menutup wajahnya dengan sedih sekali, tapi Chen Si Lei tidak bisa menangis karena ia memiliki kekuatan tekad yang kuat untuk tidak menangis ,meskipun ia ingin sekali melupakan kesedihan hatinya dan jiwanya.


"Gege ", panggil Sin Yue Qing halus di depannya.


"Yue Qing aku sangat sedih sekali ",jawab Chen Si Lei memeluk gadis remaja itu.


"Ya beginilah hidup di dunia, ada sedih, ada kecewa, ada marah, dan sebagainya rasa lainnya", kata Sin Yue Qing ringan sekali bicaranya.


" Aku tahu semua rasa kehidupan sebagai manusia, tetapi aku tidak bisa tidak merasa sedih", kata Chen Si Lei menatap gadis yang memeluknya itu.


" Ya sudah kau menangis saja kalau kau merasa sedih sekali",jawab Sin Yue Qing santai sekali.


"Aku tidak mau menangis karena aku laki -laki juga aku seorang Kaisar",tukas Chen Si Lei menggigit bibir manis yang suka sekali bicara apa adanya dan sesuka hati.


" Aduhhh !!", teriak Sin Yue Qing bibir berdarah oleh Chen Si Lei yang menatapnya menantang.


"Apakah kau ingin membalas ku?",tanya Chen Si Lei tersenyum.


"Tidak, aku tidak akan membalas mu untuk kali ini saja",jawab Sin Yue Qing nada manjanya terdengar sangat manis sekali di telinga Chen Si Lei.


"Ahhh ,ya terimakasih atas hiburan mu untuk ku,gadis nakal ku",kata Chen Si Lei yang berbaring di atas tempat tidurnya sendiri dan memejamkan matanya untuk berdoa untuk arwah adik -adiknya, kakak perempuannya dan kakak iparnya.


"Hmm kau istirahatlah. Aku akan menjaga kamu", kata Sin Yue Qing membelai halus kening Chen Si Lei yang segera tertidur pulas.


Lalu tak lama kemudian terdengar suara Kasim Yi melaporkan kedatangan Selir Agung pertama Putri Miya ke kamar tidur Kaisar Tang Agung dari luar pintu kamar.


"Selir Agung Pertama Puteri Miya datang",kata Kasim Yi.


Sin Yue Qing menghela napas sebelum ia keluar untuk menemui Selir Agung pertama Putri Miya yang sudah berada di depannya.


"Selamat malam Selir Agung pertama Putri Miya ", sapa Sin Yue Qing sopan dan hormat kepada Miya yang melangkahkan sepasang sepatu mungil nya menuju ke Chen Si Lei yang tertidur pulas.


"Kau sudah bisa pergi ke Istana mu ,aku yang akan menemani Paduka di kamar nya ", kata Miya tersenyum angkuh kepada Sin Yue Qing.


"Hmm ,baiklah.Saya permisi ", jawab Sin Yue Qing menutup pintu kamar tidur Chen Si Lei, lalu ia pergi ke Istana pribadinya di bagian Keputrian khusus untuk calon harem Kaisar Tang Agung.


Roh Putri Naga Langit Timur mengikuti Sin Yue Qing ke istana Keputrian.


"Kenapa kau selalu mengikuti ku?",tanya Sin Yue Qing saat ia sudah tiba di ruang keluarga dalam Istananya.


"Karena aku ingin meminta bantuan dari mu ",jawab Roh Putri Naga Langit Timur duduk di kursi meja bundar.


"Bantuan apa yang ingin kau minta dari ku?",tanya Sin Yue Qing mengambil baju ganti dari ruang pakaiannya .


"Aku ingin hidup kembali menjadi manusia supaya aku bisa membantu Kaisar Lotus Langit Selatan ",jawab Roh Putri Naga Langit Timur yang sedang memperhatikan Sin Yue Qing berjalan menuju ke kamar mandi.


"Ya aku akan membantu mu karena aku sudah berhutang budi kepada mu karena aku memakai tubuh mu saat aku masuk ke tubuh Putri Yang Yang ", kata Sin Yue Qing yang sedang mandi di dalam bak mandi yang bertabur bunga persik.


"Ya aku tak pernah permasalahkan soal kau memakai tubuhku untuk reinkarnasi secara instan ,karena aku sudah tahu bahwa semua itu adalah hasil perbuatan Putri Ratu Iblis Elang Hitam yang bernama Zi Yan dan juga karena kecerobohan Dewa Naga Emas Langit ", kata Roh Putri Naga Langit Timur melihat Sin Yue Qing mandi dengan nyaman sekali.


"Aku mencari dan menemukan tubuh yang cocok untuk mu karena aku yakin kau bisa membantu kami dan aku tahu isi hati mu yang sebenarnya adalah kau jatuh cinta kepada Kaisar Lotus Langit Selatan kami",kata Sin Yue Qing mengeringkan tubuhnya dengan hawa mukjizat sakti nya, lalu ia berpakaian sutra khusus untuk tidur,


"Kau sungguh pintar sekali, Dewi Rembulan",kata Roh Putri Naga Langit Timur merona perak di kedua pipinya.


"Aku tahu banyak sekali Dewi di Langit dan para wanita di Bumi yang jatuh cinta kepada Kaisar Lotus Langit Selatan atau Kaisar Tang Agung ,tapi dia sulit sekali untuk menerima cinta para wanita lainnya, kecuali aku dan Li Shao Ning Dewi Bunga Es Langit",kata Sin Yue Qing berbaring di tempat tidur.

__ADS_1


" Ya karena kalian berdua adalah belahan jiwanya yang sangat abadi.Kalian amat sangat beruntung sekali dapat menjadi kekasih dan istrinya baik di langit maupun di bumi ", kata Roh Putri Naga Langit Timur melayang keluar dari kamar tidur Sin Yue Qing dan melayang kembali ke Istana milik Putri Yang Lan tempat terakhir dia hadir kembali sebagai jiwa Putri Naga Langit Timur yang sesungguhnya.


Keesokan harinya, Chen Si Lei mengunjungi Ibu Suri Ling untuk menghibur hati Ibu kandung nya yang sedang bersedih hati atas meninggalnya kedua adiknya.


"ErNiang maafkan aku karena kemarin aku sangat emosional dan aku tidak tahu kenapa aku bisa marah kepada mu ",kata Chen Si Lei sujud kepada Ibu Suri Ling.


"Putra ku sayang, ibu mengerti kesedihan hati mu dan ibu juga minta maaf karena ibu sudah menutup rahasia meninggalnya Yang Lan kepada mu yang seharusnya kamu harus tahu tentang hal yang menimpa diri adik mu itu ", kata Ibu Suri Ling yang memeluknya.


" Ya aku sudah menerima kenyataan bahwa takdir Yang Lan meninggal di usia muda karena kesalahannya sendiri tapi yang membuat ku sesali adalah aku sebagai kakaknya tidak bisa menjaganya dengan baik. Hal inilah yang membuat ku sesali ", kata Chen Si Lei memeluk Ibu Suri Ling tetapi ia melihat Roh Putri Naga Langit Timur memperhatikannya di luar jendela ruang utama istana Ibu Suri Ling.


" Kau tidak perlu merasa menyesali yang sudah telah terjadi karena semua itu telah menjadi suratan takdir yang harus di jalankan oleh Yang Lan semasa hidup nya. Kau sudah berusaha untuk menjadi seorang kakak yang bertanggung jawab untuknya", kata Roh Putri Naga Langit Timur menjawabnya sebagai pesan dari Yang Lan yang terakhir untuk Chen Si Lei melalui dirinya.


"Terimakasih ", jawab Chen Si Lei membalas dengan tatapan mata tajam sekali dan bersahabat kepada Roh Putri Naga Langit Timur.


Lalu Chen Si Lei pamit kepada Ibu Suri Ling untuk melakukan tugasnya di Balairung Utama,tetapi Roh Putri Naga Langit terus mengikutinya .


"Aku juga datang untuk membantu mu sebagai balas jasa yang sudah kau beri kepada ku di masa lampau kita, yaitu kau sudah mengembalikan kalung alam semesta ku yang di curi oleh Putri Iblis Elang Hitam yang menukarnya dengan kalung alam semesta palsu untuk menjerat mu dan memisahkan mu dengan Dewi Bunga Es Langit dan Dewi Rembulan mu",kata Roh Putri Naga Langit yang bercerita tentang masa lalu mereka yang sesungguhnya.


"Aku rasa hutang di antara kita sudah lunas maka kau sudah bisa kembali ke alam mu yang sesungguhnya yaitu alam naga langit ", kata Chen Si Lei yang tidak ingin ada lagi hutang budi dengan Putri Naga Langit Timur.


"Tidak bisa, aku masih ada urusan untuk membantu mu menghadapi Raja Iblis Surga Ke Enam sesuai perintah Kaisar Langit pusat kepada ku ",kata Roh Putri Naga Langit Timur memberikan bukti surat perintah Kaisar Langit pusat kepada Chen Si Lei melalui awan langit berikan.


"Ya kalau begitu, kau bisa menjadi hewan spritual ku ",kata Chen Si Lei mengubah Roh Putri Naga Langit Timur menjadi seekor ular putih kecil yang di simpan di saku bajunya.


" Aku bukan ular tetapi naga perak ", kata Roh Putri Naga Langit Timur kesal di ubah menjadi ular putih oleh Chen Si Lei.


" Apa perbedaannya antara ular dan naga bagi mu ?Bukankah sama -sama suka melata ,makan buah pinus ,telur puyuh mentah dan jagung mentah ?",tanya Chen Si Lei yang sudah menemui Raja Iblis Barat yang melaporkan tentang Tse Tu dan Pu Tui mundur dari kementerian dan balai pengobatan dalam Istana Kekaisaran Tang Agung.


" Kenapa mereka berdua pensiun dini tanpa memberitahu ku?",tanya Chen Si Lei terkejut sekali.


"Ya urusan pribadi mereka berdua, tapi sekarang anda harus mencari menteri dan kepala tabib Istana Kekaisaran Tang Agung yang baru serta menteri kelautan ",jawab Raja Iblis Barat menyerahkan dokumen pemilihan menteri dan kepala tabib Istana Kekaisaran Tang Agung kepada Chen Si Lei di dalam Balairung Utama Kekaisaran Tang Agung.


" Ya baiklah, hamba patuh kepada Paduka ", jawab Raja Iblis Barat yang sangat memahaminya dengan sabar sekali.


"Terimakasih, Locianpwe ", jawab Chen Si Lei menjura hormat kepada Raja Iblis Barat yang membelai lembut kepalanya.


" Baiklah aku pergi dahulu untuk membantu para pendekar kaum persilatan di kota Bei An ", kata Chen Si Lei berkelebat cepat ke Istananya untuk berkemas dan ia segera pamit kepada Li Shao Ning dan Sin Yue Qing yang sedang mengasuh anak -anaknya bersama Melani, Xue Erl dan Aurora serta Miya di taman bermain.


"Koko Lei Lei apakah aku tidak bisa ikut bersama mu?",tanya Sin Yue Qing merajuk.


" Tidak bisa ", jawab Chen Si Lei seraya menggendong Tang Si Long dan Tang Si Hong.


"Kenapa tidak bisa ?", tanya gadis remaja itu terus saja meminta izin untuk ikut bersamanya.


" Karena berbahaya bagi mu ",jawab Chen Si Lei bermain tepuk tangan bersama Tang Si Kong.


"Aku bisa menjaga diri ku sendiri",kata Sin Yue Qing nada manja sekali meminta izin darinya.


" Aku tahu kau bisa menjaga dirimu sendiri tetapi jauh lebih baik kau bantu aku untuk menjaga mereka di rumah ", kata Chen Si Lei menyuapi makan siang Tang Xin Yuan dan Tang Xin Yu serta memberikan susu hangat untuk Tang Xin Hua dan Tang Si Hao yang berlarian bersama Tang Hian Cheng di taman bermain di dalam Istana khusus untuk anak - anaknya.


" Hei kalian berdua jangan lari -lari nanti jatuh ", kata Putri Tang Li Lan adik lain nya.


"Li Lan ,apakah kau sudah makan siang atau belum ?", tanya Chen Si Lei memanggil adik usia sebelas tahun itu.


" Aku sudah makan siang, Gege ", jawab gadis kecil itu yang akhirnya ikut berlari juga dengan Tang Hian Cheng dan Tang Si Hao.


"Kalian ?", tanya Chen Si Lei kepada Putri Yang Ying Ying, Tang Yang Mi ,Tang Yang Zi dan Putri Tang Yan yang baru saja pulang dari sekolah.


"Kami baru saja selesai makan siang di sekolah sebelum kami pulang ke rumah dan bermain bersama mereka bertiga ", jawab Putri Tang Yang Mi yang berusia empat belas tahun pada tahun ini.

__ADS_1


"Bagus sekali, kalian sangat pintar ", puji Chen Si Lei tulus hati untuk para adiknya.


" Gege, aku mau minta izin untuk bisa belajar di sekolah keterampilan menjadi pelukis",kata Putri Tang Yang Zi yang sudah berusia lima belas tahun pada bulan depan.


"Ya tentu saja boleh",jawab Chen Si Lei halus dan memberikan surat izin untuk gadis itu bisa masuk sekolah seni lukis.


"Terimakasih ,Gege ", kata Tang Yang Zi gembira sekali.


"Aku juga minta izin untuk sekolah jurusan bisnis dan industri ", kata Putri Tang Yang Ying ikut juga minta izin darinya


" Ya sekolah apapun yang kalian inginkan.Aku izinkan yang penting kalian harus konsisten terhadap pilihan masa depan kalian nanti terjun ke dunia masyarakat. Aku juga ingin salah satu dari kalian bisa menjadi menteri ku untuk membantu Kekaisaran Tang Agung kita ", kata Chen Si Lei berpikir lebih luas untuk masa depan dinasti Tang Agung semakin Jaya.


"Aku ingin menjadi wakil mu .Apakah kau bisa memberikan izin mu untuk ku?",Li Shao Ning ikut mengajukan diri untuk membantunya dalam pemerintahan.


"Ya tentu saja aku sangat berterimakasih sekali karena kau ingin membantu ku di pemerintahan Kekaisaran Tang Agung",kata Chen Si Lei juga memberikan maklumat izin untuk Li Shao Ning sebagai wakilnya.


" Terimakasih atas kepercayaan mu kepada ku ", kata Li Shao Ning bersujud pada Chen Si Lei.


"Baiklah, karena aku sudah memberikan tugas -tugas untuk kalian di rumah. Aku bisa pergi sekarang ke Kota Bei An ", kata Chen Si Lei berdiri usai menghabiskan waktu bersama keluarganya.


"Tugas ku apa ?", tanya Miya heran karena ia tidak di berikan tugas sama sekali oleh Chen Si Lei.


" Jaga sikap mu sudah cukup untuk kau bisa membantu ku",jawab Chen Si Lei.


" Ya aku patuhi perintah mu ",kata Miya yang sudah ingin menciumnya itu di tepis halus oleh Chen Si Lei.


Chen Si Lei mengacuhkan Miya dan ia lebih memilih untuk berpamitan dengan Sin Yue Qing yang berdiri di pintu keluar dari taman nasional pribadi untuk anak -anaknya.


"Jangan nakal dan tunggu aku dengan sabar dan kita bisa menikah sesuai keinginan kita pada tahun depan ,yaitu tepat pada usia mu delapan belas tahun", kata Chen Si Lei memeluk Sin Yue Qing dan menciumnya.


"Ya aku bisa apa, jika kau sudah berkata begitu. Aku hanya bisa patuh kepada mu ",jawab Sin Yue Qing riang gembira di telinganya.


"Bagus, tandanya kau adalah seorang gadis remaja yang berpendidikan tinggi dan memiliki moral dan etika yang sangat terpuji ",kata Chen Si Lei memakaikan pita rambut warna ungu keperakan di atas hiasan rambut Sin Yue Qing.


"Terimakasih atas hadiah mu untuk ku ",kata Sin Yue Qing menyentuh rambutnya yang sudah di rias pita rambut pilihan Chen Si Lei untuknya.


"Baiklah aku pergi dahulu",kata Chen Si Lei melihat gadisnya sejenak sebelum ia berkelebat cepat ke arah pintu keluar dari Istana Kekaisaran Tang Agung bagian utara dan tiba di atas seekor kuda putih kesayangannya yang mengantarkannya ke arah Kota Bei An.


Hujan deras mengguyur bumi selama perjalanan Chen Si Lei menuju ke Kota Bei An dengan kuda putih kesayangannya yang memacu cepat bagaikan seekor naga putih langit.


Chen Si Lei bersemangat sekali untuk menolong para sahabatnya yang sedang melakukan suatu tindakan mulia untuk membantu para rakyat yang berada di kota Bei An yang sedang di serbu oleh para pasukan Sekte Sesat burung hitam cabang dua dan sejumlah kaum sesat lainnya untuk menghancurkan Kuil Langit yang dipimpin oleh seorang wanita sakti yang berjuluk Pendekar Naga Giok Salju bernama Chen Wan Li Yin atau ibu kandung Yang Yang.


"Paduka apakah sebaiknya kita istirahat dahulu sampai hujan reda?",tanya Xiao Yan Li nama baru untuk Roh Putri Naga Langit Timur yang menjadi hewan spritual dan dayang serta pengawal pribadi nya.


"Tidak..Aku harus secepatnya tiba di Kota Bei An untuk para sahabatku yang sedang berjuang ", jawab Chen Si Lei menolak istirahat dan terus saja memacu kuda putih nya semakin cepat berlari di tengah hujan deras.


"Akh kau keras kepala sekali",kata Xiao Yan Li .


"Memang begitulah aku ,tuan majikan mu",jawab Chen Si Lei tegas .


"Bagaimana kedua nyonya bisa bertahan hidup bersama mu?",tanya Xiao Yan Li di dalam saku nya.


"Mereka bisa tahan hidup bersama ku karena cinta kasih dan sayang mereka yang sangat besar untuk ku seorang",jawab Chen Si Lei terdengar sangat bahagia .


"Kalau aku sih tidak bisa tahan jika harus hidup bersama orang sekeras kepala diri mu ",kata Xiao Yan Li .


"Siapa juga yang ingin meminta mu untuk hidup bersama mu.Dengar ya?Aku tidak pernah suka dan tertarik kepada wanita dunia manapun karena aku hanya setia seumur hidup abadi ku kepada Li Shao Ning dan Sin Yue Qing saja",kata Chen Si Lei.


"Ahh ya ,aku tahu diri siapa diriku dan siapa diri mu dan siapa mereka berdua yang menjadi dua orang wanita mu",ucap Xiao Yan Li menyerah untuk mencintai pria se arogan dan dingin Kaisar Lotus Langit Selatan di langit atau Kaisar Tang Agung di bumi..sama -sama seorang pria yang sangat tinggi sekali untuk di raihnya .

__ADS_1


Mereka melanjutkan sisa perjalanan ke Kota Bei An dengan diam tak bicara lagi satu sama lain nya,karena Chen Si Lei tidak suka bicara terlalu banyak kepada makhluk aneh itu dan Xiao Yan Li takut terhadap Sang Penguasa Langit Selatan dan Bumi Timur itu.


__ADS_2