Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti

Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti
Kota Besar Ming.


__ADS_3

Pada sebuah tulisan di atas dinding pintu masuk terlihat jelas bahwa kota yang di masuki oleh Chen Si Lei dan Hua Erl bersama para sahabat mereka berdua ialah ' Kota Besar Ming'.Maka untuk bisa masuk ke dalam kota ini harus melewati cara pemeriksaan terhadap setiap orang yang akan masuk ke dalam kota tersebut dari pihak keamanan dan keselamatan dalam kota.


Ramai sekali para warga kota besar yang berlalu lalang di pintu masuk ke dalam kota besar Ming, mereka melakukan aktivitas seperti biasa yaitu berjualan jasa dan barang untuk pertumbuhan ekonomi di sekitar kota besar tersebut ,maka dari itu Chen Si Lei, Hua Erl dan para sahabatnya pun melewati pemeriksaan juga.


Tapi saat giliran Chen Si Lei dan Hua Erl akan melakukan pemeriksaan oleh pihak penjaga pintu masuk ke dalam kota besar ini. Mereka berdua di tahan oleh pihak penjaga dengan alasan bahwa mereka berdua kurang jelas dalam identitas diri mereka berdua.


"Apa maksud mu bahwa kami berdua tidak jelas dalam identitas diri kami?",tanya Chen Si Lei tegas kepada para penjaga itu.


"Ah ya ya Maafkan kami yang salah. Silakan kalian berdua masuk ke dalam kota besar Ming",sahut para penjaga saat Chen Si Lei menatap tajam mereka semua.


"Tapi gadis itu harus di periksa keseluruhan",kata salah seorang dari penjaga .


Chen Si Lei menarik kerah baju penjaga ini dengan kasar dan tegas lalu mencekik nya hingga mati.


Kress!!


"Aghhhhhh !!", teriak para penjaga lain terkejut melihat salah seorang dari mereka telah tewas oleh pemuda bertopeng itu.


"Siapa saja yang berani melakukan pemeriksaan terhadap gadis itu??Aku bunuh orang itu !!", hardik Chen Si Lei marah sekali.


"Iya ya ",sahut para penjaga ketakutan akan nada ancaman pemuda itu.


"Koko Lei Lei ayo kita pergi dari sini",kata Hua Erl meraih lengannya dan bawa dia ke dalam kota itu.


Chen Si Lei tersenyum ramah pada Hua Erl saat sudah masuk ke dalam kota yang mereka datangi ini.


"Hua Erl ",panggil Chen Si Lei lembut kepada gadis itu.


"Koko Lei Lei aku akan membuat mu tidak emosi lagi",kata Hua Erl menciumnya di pipi kanan dan kiri .


"Kau sungguh pintar membuat ku nyaman dengan mu",kata Chen Si Lei halus.


Chen Si Lei menyambar pinggang gadis itu cepat sehingga Hua Erl memerah malu pada nya.


"Koko Lei Lei ini di tengah jalan",kata Hua Erl yang tersenyum malu mengira bahwa dia akan di cium oleh Chen Si Lei.


Tapi ternyata Chen Si Lei menggunakan telapak tangan untuk memukul sesuatu yang akan bisa menyakiti Hua Erl dari belakang gadis itu.


Wuttttt !!


Bruakkk !!


"Akh ", gadis itu menoleh melihat bahwa ada satu gerobak yang akan menabrak dia.


Chen Si Lei memindahkan gadis itu di sisi lain dan memeluknya cepat pergi dari tempat itu dan bisa berkumpul bersama yang lainnya.


"Hei kami di sini",panggil Le Din Yin melambaikan tangan kepada mereka berdua.


Le Din Yin dan yang lainnya berada di dalam satu rumah makan yang terletak di kanan mereka.


"Ayo kita masuk ke sana",kata Chen Si Lei masih memeluk pinggang Hua Erl.


Mereka berdua sudah mendapatkan pesanan makanan dan minuman dari Le Din Yin dan para kawan-kawan pesankan untuk mereka berdua sesuai tanda rahasia di pintu masuk ke kota besar Ming tadi. Chen Si Lei menuntun Hua Erl untuk duduk di kursi sebelah kirinya lalu dia duduk pun berhadapan dengan yang lain.


"Kami sudah menemukan jejak Si Rubah Cantik Yang Ce Lin",kata Su Nian Feng duduk berhadapan dengan Xiao Kai Zhong dan Zijie.


"Dimana wanita itu berada?",tanya Chen Si Lei seraya makan makanan nya yang di siapkan oleh Hua Erl.


"Di rumah yang ber tuliskan 'Rumah Yang' ",jawab Su Mu Yun memutar bola mata.


"Rumah nya kah?",tanya Chen Si Lei yang terlihat mengagumkan mereka semua cara dia makan sopan sekali.


"Rumah panas ", jawab Gao Yu Fei memerah malu seketika.


Hua Erl memberikan Chen Si Lei minum air teh dengan cawan keramik khususnya untuk menjaga kesehatan dan keselamatan Chen Si Lei dengan baik.


"Koko Lei Lei silakan di minum air teh mu",ucap gadis itu memegang cawan untuk di berikan kepada Chen Si Lei.


"Terimakasih Hua Erl",ucap Chen Si Lei menerima cawan itu dan minum.


Xiao Kai Zhong menundukkan kepala saat ini dan karena dia ketahuan menatap Hua Erl dengan tatapan mata kasih sayang terhadap gadis itu.


Chen Si Lei pura - pura tidak tahu isi hati dari pria yang menjadi sahabat barunya itu terhadap selir nya, tapi dia tetap mewaspadai pria ini mendekati selir nya yang remaja belia dan cantik jelita sekali ini.


"Aku harus pakai cara untuk siapa pun laki-laki lain tidak bisa melihat gadis ku dan aku pun bisa nyaman",pikir Chen Si Lei.


Sesudah mereka makan siang di dalam rumah makan ini, mereka melangkahkan kaki mereka ke rumah tulisan 'Rumah Yang'.


"Silakan masuk para pendekar",kata salah seorang dari penjaga pintu rumah itu.


Mereka masuk ke rumah milik seorang pejabat senior di dalam kota besar Ming, dan Chen Si Lei terperangah melihat pejabat itu memiliki selir seperti Yang Ce Lin si Rubah Cantik yang sangat menarik untuk di lahap oleh para pria mana pun di dunia ini.


"Aku tetap tidak tertarik pada ******",kata Chen Si Lei dalam hatinya jijik .


Sedangkan Si Rubah Cantik Yang Ce Lin sedang memandang Chen Si Lei dengan tatapan ingin mencoba kekuatan fisik Chen Si Lei saat pemuda ini bersamanya di dalam kamar pada malam ini.


"Semua pria sudah aku coba dan nikmati tetapi Pendekar Rajawali Emas Sakti ini aku belum pernah mencobanya dan tentunya sangat nikmat sekali",kata wanita itu dalam hatinya.


Chen Si Lei sudah mengetahui isi hati dari wanita liar itu pada dirinya hanya sekali lihat saja."Akan ku lihat sampai di mana permainan mu berakhir,wanita gila",pikir Chen Si Lei.


Maka Chen Si Lei dan Hua Erl memilih untuk duduk di kursi sebelah Su Nian Feng yang duduk di kursi sebelah kanan Pendekar Seruling Hitam Sheng Wan dan kekasihnya Wen Wen, sedangkan untuk Le Din Yin dan Su Mu Yun serta Gao Yu Fei dan Xiao Kai Zhong dan Zijie di seberang mereka.


"Terimakasih atas kedatangan para sahabat ku ter cinta dan kasih yang sudah bersedia untuk datang ke rumah sederhana ku ini",kata pejabat tersebut sopan.


"Ya kami ke sini untuk menemui anda soal pertemuan istimewa untuk perayaan hari raya musim panas yang akan di gelar di dalam gedung ini dan kami bersedia untuk membantu Anda untuk meramaikan suasana perayaan tersebut menjadi lebih menyenangkan bagi seluruh rakyat di dalam Kota Besar Ming ini",kata Le Din Yin nada nya meyakinkan sekali.


"Wah dengan senang hati kami menerima para pendekar di rumah dan kota besar Ming kami ini",kata pejabat itu terlihat senang sekali bisa bertemu dengan mereka semua yang menurut selir nya adalah orang -orang yang bisa di andalkan.


"Terimakasih banyak kebaikan Tuan Besar Lou", Le Din Yin menjura hormat.


"Baiklah silakan para sahabat beristirahat di kamar tidur yang sudah kami siap kan untuk para sahabat pendekar",kata pejabat Lo.


Mereka mengikuti pelayan dari rumah itu untuk beristirahat di dalam kamar tidur tamu khusus untuk mereka tinggal di kota besar Ming sampai hari perayaan hari raya musim panas tiba .


"Festival Pee Chun atau festival bakcang",kata Chen Si Lei membuka pakaian nya untuk mandi di dalam kamar mandi yang sudah di siapkan oleh pihak rumah.


"Pasti akan banyak sekali kejutan di hari itu",kata Hua Erl menutup pintu kamar.


Chen Si Lei memeluk gadis itu dari belakang dan mencium bibir gadis itu dengan cepat dan hangat.


"Ah aku sudah tidak sabar untuk mencium bibir mu",kata Chen Si Lei merengkuh wajah gadis yang di pelukan dengan erat olehnya.


Hua Erl merangkul erat lehernya untuk membalas ciuman pada bibir Sang Kaisar Tang Agung ini.


"Ahh ", kata Hua Erl bibir nya di gigit oleh Chen Si Lei.


"Ah sudahlah aku ingin mandi dulu",kata Chen Si Lei melepaskan pelukan nya dan ciuman nya pada selir nya yang ter muda ini.


Hua Erl menyentuh bibirnya sendiri dan gadis itu merasa senang sekali bisa di cium oleh Kaisar Tang yang baru di tempat ini.


"Aku tidak menyangka bahwa inilah ciuman kasih sayang itu",kata Hua Erl meraih wajahnya sendiri dan tersenyum sendiri di cermin meja rias di sudut kamar itu.


Chen Si Lei menggunakan waktu mandinya sambil memikirkan cara untuk segera menghancurkan musuh yang berada di dalam kota besar Ming yang sudah ada di berbagai tempat yang sudah di ketahui olehnya dengan sekali lihat bahwa dalam rumah ini pun ada musuh tersembunyi.


"Koko Lei Lei apakah kamu sudah selesai mandi atau belum?",tanya Hua Er.


"Ya aku sudah selesai mandi",jawab Chen Si Lei keluar dari bak mandi.


"Akhhh",pekik Hua Erl menutup kedua matanya melihat tubuh Chen Si Lei secara terbuka.


Chen Si Lei tersenyum sendiri memandang Hua Erl yang menutupi kedua mata, ia segera menutup tubuhnya dengan kain tebal yang sudah di siapkan untuk basuh tubuhnya agar cepat kering.


"Kau sudah bisa membuka sepasang mata kamu", Chen Si Lei tersenyum .

__ADS_1


"Koko Lei Lei kenapa kau keluar dari dalam bak mandi begitu saja?,Aku jadi malu dan aahhh",ucap gadis itu berlari keluar dari kamar mandi dan meletakkan tangan di kedua pipi nya.


Chen Si Lei sudah berpakaian rapi dan bersih saat keluar dari kamar mandi,dan ia menemui Hua Erl di sudut kamar tidur dengan wajah memerah malu dengan hal tadi,Chen Si Lei meraih jemari gadis itu dan menatap wajah gadis itu yang balas menatap wajah Chen Si Lei dengan berdebar kencang pada jantungnya.


"Aduh Koko Lei Lei ingin melakukan apa kepada ku?",tanya Hua Erl gugup di tatap hangat oleh Chen Si Lei.


"Aku ingin menyuruh mu untuk mandi setelah air bak mandi di bersihkan kembali oleh para pelayan rumah ini",jawab Chen Si Lei menarik gadis itu untuk membuka pintu kamar.


"Silakan kalian masuk dan bersihkan kamar mandi dengan cepat dan bersih agar Nona ku ini bisa mandi dengan nyaman",kata Chen Si Lei nada memerintah pada para pelayan di pintu kamar.


Hua Erl mengerjapkan mata karena dia salah menuduh bahwa Chen Si Lei akan menyentuh dia lebih dari ciuman saja.


"Maaf aku kira kau akan melakukan hal itu pada ku",kata gadis itu menundukkan wajahnya karena malu.


Chen Si Lei tersenyum memahami gadis itu, lalu ia meraih gadis itu untuk duduk di kursi meja bundar dalam kamar itu.


"Aku bukan monster yang suka makan seorang manusia",kata Chen Si Lei meminta gadis itu untuk merapikan rambut panjangnya.


Hua Erl mengambil sisir dari tangan Chen Si Lei, lalu menyisir rambut pemuda itu dengan lembut sesuai irama agar Chen Si Lei nyaman di saat rambutnya rapikan oleh gadis itu.


"Aku tahu kau seorang yang baik dan menjaga wibawa mu dengan baik tapi aku hanya belum siap untuk melayani mu lebih dari merawat mu sebagai merias mu, dan aku bisa memberikan bibir dan mulut ku untuk mu ,tapi yang lain belum bisa aku berikan kepada mu",kata Hua Erl lembut merapikan rambutnya.


"Aku juga tahu arti menyayangi seorang wanita itu harus seperti apa ,jadi kamu tidak perlu takut dan gugup di dekatku seakan aku monster ganas",kata Chen Si Lei mengambil sisir dari tangan Hua Erl.


Tepat saat itu para pelayan sudah menyelesaikan tugas mereka dan keluar dari kamar mereka secepatnya.


"Sekarang kamu bisa mandi",kata Chen Si Lei lalu berdiri untuk membantu gadis yang duduk di kursi belakang untuk mandi.


Hua Erl tersenyum bahagia dan pergi ke dalam kamar mandi dengan gembira dan Chen Si Lei tertawa sendiri.


"Dasar bocah kecil",kata Chen Si Lei memandang pintu kamar mandi untuk maki gadis itu.


Cringgg !!


Suara petikan kecapi terdengar dari sebuah satu paviliun kecil nan indah dan menarik perhatian Chen Si Lei ingin tahu.


"Suara musik yang indah ", kata Chen Si Lei segera keluar dari kamarnya dan usai menutup pintu kamarnya kembali.


Chen Si Lei mengikuti alunan musik kecapi yang di mainkan secara hebat dengan suara gadis yang menyanyikan sebuah lagu yang sangat indah sekali.


Setibanya di paviliun sebuah taman rumah yang indah tampaklah seorang gadis remaja berusia delapan belas tahun sedang memainkan musik kecapi yang amat indah dengan suara gadis itu pun bagai suara surgawi begitu indah dan merdu di telinga Chen Si Lei.


"Wahhhhhhh indahnya suara musik kecapi yang kau mainkan itu Nona",puji Chen Si Lei halus pada gadis yang terkejut dengan kedatangan seorang pria di tempat nya.


"Ah siapakah kau yang sudah memasuki paviliun rembulan ku?",tanya gadis itu.


"Aku Chen Si Lei Pendekar Rajawali Emas Sakti .Aku tidak sengaja memasuki ke dalam paviliun rembulan mu ini karena aku mendengar suara kecapi dan suara nyanyian mu yang sangat indah itu",jawab Chen Si Lei halus .


"Oh kau Pendekar Rajawali Emas Sakti yang amat terkenal itu. Ah pantas saja kau bisa memuji suara permainan kecapi ku dan nyanyian ku dengan baik",kata gadis itu memberi hormat kepada Chen Si Lei secara anggun.


"Emm apakah aku sudah mengganggu mu yang sedang menikmati waktu malam mu?",tanya Chen Si Lei sopan.


"Tentu saja kau tak pernah mengganggu ku ,justru aku senang sekali bahwa aku bisa memainkan sebuah lagu indah dengan kecapi ku ini,dan juga dengan suara ku yang biasa saja tapi sudah bisa menyenangkan diri mu .Aku sudah cukup merasa bersyukur dapat membuat mu senang di malam hari ini",jawab gadis itu luar biasa anggun dan menarik sekali.


Chen Si Lei mengganggukkan kepala juga dia pun tersenyum ramah pada gadis yang langsung di saat itu juga terpesona dengan ketampanannya, Chen Si Lei cepat sadar bahwa ia harus pergi dari tempat itu secepatnya ,maka Chen Si Lei segera pamit pada gadis di paviliun rembulan.


"Aku harus pergi karena sudah terlalu malam",kata Chen Si Lei sudah lenyap dari tempat itu.


"Dia sungguh mengagumkan sekali dan senyuman nya bagaikan Dewa Langit tersenyum tampan sekali pada ku",kata gadis itu pada diri sendiri.


Sekembalinya Chen Si Lei ke dalam kamar, dia melihat Hua Erl menunggu dirinya dengan rambut terurai lepas dan pakaian sutra berwarna putih tipis menggiurkan sudah menggoda naluri pria nya ,dan dia sudah cepat menutup pintu kamarnya kembali dengan rapat.


"Apakah kau tidak takut aku akan memakan mu sampai ke tulang mu?",Chen Si Lei menghampiri gadis jelita yang berada di dalam kamarnya itu.


Hua Erl menggeleng kepala sambil tersenyum manis sekali kepadanya dan Chen Si Lei menggendong gadis itu dengan cepat dan ber baringkan gadis itu di atas tempat tidur .


"Kenapa kau begitu cantik jelita sekali malam ini ?", tanya Chen Si Lei membelai lembut rambut panjang dan wajah gadis itu.


"Oh begitu rupanya. Kau sungguh berbeda dengan yang sore tadi",kata Chen Si Lei menjambak kasar rambut gadis itu.


Wuttttt !!


Bruakkk !!


Chen Si Lei membanting gadis itu ke lantai hingga kepalanya pecah dan semua orang terkejut sekali dengan suara keras yang dilakukan oleh Chen Si Lei kepada gadis yang berpakaian tipis itu.


"Pendekar Rajawali Emas Sakti apa yang telah terjadi ?", tanya Le Din Yin terkejut dengan jasad gadis jelita di lantai kamar Chen Si Lei.


"Aku ingin membunuh semua orang yang berada di sini..Aku ingin mereka semua kembalikan Hua Erl ku pada ku dalam keadaan sehat dan selamat ",kata Chen Si Lei berkelebat cepat.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Chen Si Lei merasa bodoh sekali bisa terpengaruh oleh alunan musik dari gadis di paviliun rembulan sehingga Hua Erl hilang dari nya.


Bressss !!


"Aghhhhhh !!", teriak semua orang yang berada di dalam rumah itu tewas dalam serangan maut dari Chen Si Lei.


Brrrrrrrrrrrrr


"Jawab aku di mana kalian sembunyikan Hua Erl ??!!",hardik Chen Si Lei marah.


"Paduka tolong jangan hukum mati hamba!!",teriak pejabat Lo ketakutan saat dia di tarik kencang pada rambutnya oleh Chen Si Lei yang masuk ke dalam kamar tidur nya.


"Cepat katakan dimana Hua Erl ku berada ?!!! !!!!! ",teriak Chen Si Lei keras kepada pria gemuk itu.


"Di markas besar Sekte Mata Bulan Darah..",jerit pejabat Lo kepalanya copot oleh Chen Si Lei.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Chen Si Lei menerobos masuk ke dalam rumah besar yang sudah di ketahui oleh nya melalui petunjuk pejabat itu.


Le Din Yin, Su Nian Feng, Su Mu Yun, Gao Yu Fei,Pendekar Seruling Hitam Sheng Wan dan kekasihnya Wen Wen serta Xiao Kai Zhong dan Zijie segera bergabung bersama Chen Si Lei untuk bisa menyelamatkan Hua Erl sekaligus menghantam hancur para musuh mereka semua secara mendadak.


Wuttttt !!


Bressssss !!


"Aghhhhhh !!",teriak para musuh tewas hancur oleh ilmu mukjizat piramida sakti Chen Si Lei yang sudah sangat marah besar itu.


Wuttttt !!!


Bressssss !!


Chen Si Lei menggunakan ilmu pukulan hawa sakti bunga persik yang dahsyat sehingga sejumlah orang musuh sakti tewas.


Wushhh !!


Cranggg !!


Chen Si Lei berkelebat cepat menangkis serangan senjata tajam milik orang sakti yang merupakan Ketua Sekte Mata Bulan Darah yang terkejut dan keluar dari kamar rahasianya karena kedatangan Pendekar Rajawali Emas Sakti kepadanya.


Wuttttt !!!


Plakkkk !!!


Dessssssss! !


Chen Si Lei menggunakan ilmu pukulan hawa sakti bunga persik yang di satukan dengan ilmu pukulan hawa sakti gunung Ling menghantam pukulan maut dari Ketua Sekte Mata Bulan Darah.


"Lepaskan aku!!!",terdengar suara teriakan Hua Erl dari dalam kamar rahasia yang menjadi tempat ritual kaum sesat Sekte tersebut.


"Lancang sekali kau berani menawan wanita ku untuk di jadikan ritual kejam mu ,kau layak mati sepuluh ribu kali dari ku!!!",hardik Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat piramida sakti untuk membunuh Ketua Sekte Mata Bulan Darah.

__ADS_1


Wuttttt !!!


Bressssss !!!


"Aghhhhhh !!!", teriak Ketua Sekte Mata Bulan Darah dadanya hancur oleh Chen Si Lei yang ganas luar biasa terhadap musuhnya.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Chen Si Lei melihat bahwa Hua Erl ter belenggu di seluruh tempat yang di bawah nya ada bara api menyala .


"Koko Lei Lei tolong aku !!!", jerit tangis Hua Erl melihat Pendekar Rajawali Emas Sakti sudah datang untuk menyelamatkan hidupnya.


Wuttttt !!!


Serangan maut dari wakil ketua Sekte Mata Bulan Darah yang bernama Hong Shi telah menyerang Chen Si Lei secara ganas.


Wushhh !!


Bressssss !!!


"Aghhhhhh !!", teriak Hong Shi terjungkal ke bara api oleh Chen Si Lei.


Brrrrrrrrrrrrr


Crakkkkkk !!!


"Aghhhhhh !!", jerit gadis itu ketakutan sekali akan jatuh ke bara api


Brrrrrrrrrrrrr


Tapi Chen Si Lei sudah menangkap gadis itu dengan sangat cepat sekali dan dia bisa melihat Hua Erl jatuh pingsan karena ketakutan sekali.


"Hua Erl jangan takut kau bersamaku",kata Chen Si Lei menggendong gadis itu ke luar dari Markas Besar Sekte Mata Bulan Darah.


Sekte itu hancur sudah hingga tak tersisa oleh Le Din Yin dan kawan-kawan nya yang membantu Chen Si Lei secara cepat dan hebat.


Chen Si Lei membaringkan gadis yang pingsan ini di dalam kamar tidur di rumah penginapan yang terdekat dari tempat itu. Chen Si Lei sudah cepat menyegel rumah tinggal pejabat Lo dan semua harta milik keluarga itu di serahkan kepada warga sekitar yang sangat senang sekali bahwa pejabat korup itu sudah di hukum mati oleh Kaisar Tang Agung pada pagi subuh tadi.


"Aku berikan jabatan kepala daerah Kota besar Ming kepada mu Nona Yu",Chen Si Lei seraya menyerahkan maklumat tersebut kepada gadis paviliun rembulan.


"Ah Paduka hamba tidak bisa menjadi pejabat daerah Kota besar Ming",Nona Yu terkejut dengan perintah dari Kaisar Tang Agung kepadanya.


"Ini adalah perintah ku maka kamu harus dapat melaksanakannya dengan baik",Chen Si Lei nada sangat tegas.


"Baik hamba patuh pada Paduka Kaisar",jawab gadis itu bersujud hormat kepada Chen Si Lei.


Brrrrrrrrrrrrr !!!


Chen Si Lei sudah berada di sisi Hua Erl yang segera memeluknya begitu melihat nya datang kepada gadis itu dengan senyuman yang menenangkan hati gadis itu .


Le Din Yin dan kawan-kawan nya sudah cepat menunggu Chen Si Lei dan Hua Erl di luar pintu penginapan untuk mengajak mereka berdua menikmati suasana perayaan musim panas dengan gembira bersama mereka semua dan bergabung dengan masyarakat sekitar.


"Wahhhhhhh indahnya festival musim panas kali ini!!",sorak sorai para penduduk Kota besar Ming.


"Koko Lei Lei aku ingin mencoba naik perahu naga di kanal itu",kata Hua Erl .


"Kau makan bakcang dulu",kata Chen Si Lei yang menyuapi gadis itu makan bakcang.


"Baiklah",kata gadis itu patuh makan bakcang bersamanya.


Usai makan bakcang bersama, Chen Si Lei pun mengajak gadis itu menaiki sebuah perahu naga dan mereka berdua ikut serta dalam perlombaan perahu naga di kanal yang menjadi tempat favorit bagi warga sekitar maupun wisatawan yang berkunjung ke dalam kota besar Ming itu.


"Ayo kita mandi bersama mereka",kata Chen Si Lei menarik gadis itu jatuh ke air kanal bersih dan mereka berdua menikmati keindahan alam serta budaya dalam kota besar Ming itu.


"Kalian berdua sudah menikah atau belum ??", tanya salah seorang dari warga kota besar Ming.


"Kenapa ?", tanya Chen Si Lei keluar dari air kanal .


"Kalau belum kami akan menikahkan kalian berdua di sini tapi kalau sudah kami akan memberikan kalian berdua sebuah lencana pasangan agar kalian berdua bisa secepatnya memperoleh keturunan yang sempurna",jawab salah seorang dari warga kota besar Ming.


Hua Erl memerah wajahnya mendengar kata menikah dan memiliki keturunan dari warga kota besar Ming yang merupakan rakyat dari Kekaisaran Tang Agung dan mereka semua tidak pernah tahu bahwa Sang Kaisar Tang Agung berada dalam satu tempat bersama mereka, yaitu saat ini mereka bersenang - senang bersama Sang Kaisar Tang Agung mereka cintai.


"Mm belum",jawab Chen Si Lei untuk ia dapat menyenangkan rakyat nya.


"Kalau begitu kalian berdua akan segera kami menikahkan kalian berdua di kota besar Ming oleh kami ini",kata semua warga kota besar Ming nada serentak.


Chen Si Lei menyimpulkan senyuman kepada Hua Erl yang semakin malu dengan nya dan ekspresi wajah Hua Erl menggembirakan semua warga sekitar. Hua Erl terlihat sangat cantik jelita sekali bila malu - malu begitu di dalam pandangan mata Chen Si Lei.


Maka mereka pun menyerahkan urusan tentang pernikahan mereka berdua kepada para warga kota besar Ming yang bersemangat sekali untuk melihat sebuah acara ini yang bertepatan dengan hari raya musim panas yang menyenangkan hati mereka semua.


Hua Erl di rias pengantin wanita oleh para wanita , sedangkan Chen Si Lei di rias pengantin pria oleh para pria dalam kota besar Ming yang juga amat antusias tinggi sehingga Le Din Yin dan dua orang gadis nya pun di nikahkan oleh Chen Si Lei yang tak ingin menikah dengan Hua Erl sendiri.


"Aku juga ingin menikahkan mereka yang menjadi sahabatku",kata Chen Si Lei.


"Kalian juga",kata Chen Si Lei lagi kepada Sang Pendekar Seruling Hitam Sheng Wan dan Nona Wen Wen dan Xiao Kai Zhong dan Zijie.


"Perintah dari Kaisar Tang Agung yang sudah memberikan pesan kepada ku",kata Chen Si Lei yang menggunakan kata Kaisar Tang Agung padahal dia sendiri Kaisar nya.


Le Din Yin dan kawan-kawan nya pun tak berani melanggar perintah Chen Si Lei dan mereka pun menikah bersama dengan Chen Si Lei dan Hua Erl disaksikan oleh para warga kota besar Ming secara meriah dan mewah, dan juga di saksikan oleh kepala daerah kota besar Ming yang baru yaitu Nona Yu.


Chen Si Lei dan Hua Erl di dalam sebuah kamar pengantin setelah upacara adat istiadat daerah kota besar Ming yang sudah mereka berdua laksanakan mulai dari pagi hingga malam hari, dan sekarang mereka berdua saling memandang satu sama lain di atas tempat tidur pengantin.


"Koko Lei Lei aku sudah sah menjadi seorang selir mu dan aku siap untuk menjadi seorang istri dari seorang Kaisar Tang Agung dan aku bersedia untuk menjadi ibu bagi keturunan mu untuk kebesaran dinasti Tang Agung kita berjaya selalu",ucap gadis yang memakai gaun pengantin untuk nya.


"Hua Erl terimakasih",kata Chen Si Lei membuka pakaian pengantin Hua Erl yang menyerahkan diri kepadanya mulai dari malam ini.


Hua Erl meremas sprei untuk menahan diri dari rasa sakit karena sentuhan Chen Si Lei pada nya.


"Aku harus bertahan karena dia Kaisar dan suami ku",kata Hua Erl dalam hatinya dan memberikan senyuman manis sekali saat Chen Si Lei menatap wajah nya.


Keesokan paginya, Hua Erl bangun tidur lebih dulu dari Chen Si Lei untuk siapkan segala keperluan Chen Si Lei sebelum mereka pergi dari kota besar Ming untuk lanjutkan perjalanan untuk misi dari Kaisar Tang Agung ini lakukan untuk semua rakyat Tionggoan bahagia.


"Selamat pagi Paduka",sapa Hua Erl sudah segera menyiapkan pakaian dan segalanya untuk Chen Si Lei.


Chen Si Lei bangun lalu mandi dan di rapikan oleh Hua Erl sesuai permintaan dari Sang Kaisar Tang Agung ini sendiri.


"Pakai kerudung mu mulai sekarang selama di perjalanan",perintah Chen Si Lei pada selir nya.


Hua Erl mematuhi perintah dari Chen Si Lei,yaitu menggunakan kerudung untuk menutupi wajahnya dan pakaiannya pun agung dan sopan sekali.


"Baiklah ayo kita bisa keluar dari rumah ini",kata Chen Si Lei meraih jemari Hua Erl untuk di papah berjalan bersamanya.


Saat berada di luar rumah milik salah seorang dari warga kota besar Ming,Chen Si Lei dan selir nya berjumpa dengan Le Din Yin dan kawan-kawan nya lalu mereka pamit pada semua orang di sana untuk melanjutkan perjalanan ke tempat lain.


"Kita sudah keluar dari kota besar Ming",kata Chen Si Lei pada hari berikutnya di suatu tempat.


"Iya dan kita berada di garis sungai Yang tse pertama",kata Le Din Yin.


"Ada beberapa kota besar, kecil, sedang di daerah ini ?", tanya Chen Si Lei duduk di batu besar .


"Banyak,begitu juga dengan desa besar, kecil dan sedang",jawab Xiao Kai Zhong .


"Ya baiklah kita bisa masuk ke daerah pertama yang aku tunjuk itu",kata Chen Si Lei menunjuk ke papan nama sebuah kota kecil.


"Kota kecil yang bernama Kota Kecil Satu Tangkai",kata Pendekar Seruling Hitam Sheng Wan.


"Ya ada apa di sana?",tanya Chen Si Lei seraya minum air teh dari Hua Erl berikan kepadanya.


"Ada perampok lihai yang menguasai kota itu dan ada satu Sekte tersembunyi di dalam makam seorang Adipati yang pernah berkuasa di lima kota di wilayah ini dan Sekte itu bernama Sekte Kelopak Bunga Champa",jawab Le Din Yin .


"Ya ayo kita masuk ke dalam kota kecil itu",kata Chen Si Lei berdiri .


Chen Si Lei menggandeng tangan Hua Erl untuk berjalan bersama menuju ke arah kota kecil yang sudah di tunjuk jari Chen Si Lei yang ingin mengetahui tentang isi dari kota kecil tersebut. Mereka berdua di ikuti oleh Le Din Yin dan dua orang isteri dan Pendekar Seruling Hitam Sheng Wan dan istri serta Xiao Kai Zhong dan Zijie.

__ADS_1


__ADS_2