
Chen Si Lei bersiap untuk memulai pertarungan melawan lima orang sesat yang berjuluk lima Iblis tanah yang sangat terkenal atas kekejaman terhadap manusia lainnya terutama terhadap para pendekar kaum bersih di wilayah kota Hang atas perintah Ratu Han Yi beserta keluarganya untuk menghadapi Chen Si Lei dengan tujuan untuk menghalangi Chen Si Lei dan kawan-kawan nya masuk ke dalam kota Hang dan menyelamatkan para kaum persilatan kaum bersih yang sedang bertarung sengit melawan para pasukan Ratu Han Yi beserta keluarganya yang di pimpin oleh Le Din Yin dan Sheng Li Na yang sudah berada di kota Hang.
Maka Chen Si Lei pun menanggapi tantangan dari pihak musuh secara jantan di dalam hutan Kamboja putih,Chen Si Lei sudah mengetahui hal ini dari surat kabar dari Le Din Yin kirimkan melalui burung gereja yang ada warna kuning di kuku kiri burung hebat kiriman dari Le Din Yin untuk Chen Si Lei cepat yang sedang dalam perjalanan menuju ke kota Hang.
Dan kini Chen Si Lei menghadapi serangan maut dari lima Iblis tanah dengan cara yang sangat jantan sehingga lima Iblis tanah mengakui ketangkasan Chen Si Lei yang sangat hebat dan pemberani itu,Chen Si Lei menggunakan ilmu hawa sakti bunga persik yang dahsyat sehingga lima Iblis tanah terpekik keras oleh sepak terjang Chen Si Lei.
Wuttttt !!
Dessssssss !!
"Pendekar Rajawali Emas Sakti kami akui bahwa kau sangat cerdas dan lihai tapi kau harus mati di tangan kami untuk Ratu kami di kota Hang!!",hardik lima orang sadis itu yang mengeluarkan ilmu mukjizat sesat bersamaan.
Wuttttt !!
Plakkkkkk !!
Dessssssss !!
Chen Si Lei berkelebat cepat menangkis serangan maut hawa sesat dari lima Iblis tanah yang menggunakan ilmu mukjizat sesat yang sangat hebat tetapi Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat yang membuat lima Iblis tanah memekik kaget dan terdesak hebat oleh ilmu mukjizat piramida sakti Chen Si Lei.
Lima Iblis Tanah ter pucat -pucat menghadapi serangan maut Chen Si Lei tetapi mereka tidak menyerah sampai Chen Si Lei harus menggunakan ilmu mukjizat piramida sakti untuk membunuh mereka secara kejam dan ganas.
Dessssssss !!
Chen Si Lei berhasil membunuh salah satu dari lima Iblis tanah dengan cepat dan ganas sekali sehingga membuat empat orang Iblis tanah lainnya gentar dan takut kepada Chen Si Lei yang tidak memberikan pengampunan terhadap mereka yang sudah berbuat kejahatan terhadap para kaum persilatan bersih dan rakyat lemah.
Syuutttttttt !!
Plakkkk !!
Dessssssss!!
"Aghhhhhh !!", teriak empat orang Iblis tanah tewas dalam keadaan mengerikan di bunuh oleh Chen Si Lei.
Chen Si Lei melompat cepat mengerahkan ilmu mukjizat harpa sakti yang dapat membantu Wang Bao menghadapi Si Gila Tan Kai yang terkejut sekali dengan serangan maut dari Chen Si Lei secara cepat dan hebat sehingga pria ganas itu tewas dalam keadaan mengerikan oleh Chen Si Lei
Wuttttt !!
Dessssssss !!
Wang Bao Pendekar Angin Sakti berkelebat cepat menangkis pedang milik musuh sakti lain yang sudah menerjang hebat ke arah Wang Bao yang cepat gunakan ilmu tongkat bambu sakti sehingga lawannya terkejut sekali dengan ilmu pedang mukjizat yang dilakukan oleh Wang Bao dengan tongkat bambu nya.
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Bughh!!
"Bocah Laknat ku bunuh kau !!", teriak pria ganas yang sudah menerjang hebat ke Wang Bao Pendekar Angin Sakti nyaris terluka oleh serangan maut dari wakil dari pihak ibu Selir Agung Lan Shiang yang ganas itu, jika Chen Si Lei tidak cepat dan berkelebat cepat untuk menolong Wang Bao dengan ilmu mukjizat Gunung Ling.
Wuttttt !!
Dessssssss !!
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat sehingga wakil ibu Selir Agung Lan Shiang tewas dalam serangan maut dari Chen Si Lei.
Wuttttt !!
Dessssssss !!
"Laknat mereka semua yang sudah berkhianat kepada ku",gumam Chen Si Lei di dalam hutan Kamboja putih dengan kemarahan yang sangat besar dan ganas.
Chen Si Lei segera menulis surat kepada Permaisuri Ling Long untuk menghukum mati Selir Agung Lan Shiang di alun -kota Ibukota Kekaisaran Tang Agung melalui burung rajawali emas sakti secara langsung datang ke Chen Si Lei.
Sedangkan,Wang Bao Pendekar Angin Sakti berkelebat cepat keluar dari hutan itu untuk menemui keponakannya yang sudah berhasil di sembuhkan oleh Teng Bi San Pendekar Pedang Ular Putih di luar hutan Kamboja putih.
"Li Ya keponakan ku sayang",kata Wang Bao yang sudah memeluk gadis kecil itu dengan kasih sayang.
"Paman Bao Bao",panggil gadis kecil berusia sepuluh tahun itu yang menangis di dada bidang Wang Bao Pendekar Angin Sakti.
"Jangan takut sayang,mulai hari ini paman yang akan menjaga mu",kata Wang Bao Pendekar Angin Sakti membelai lembut rambut panjang gadis kecil yang ada di pelukan nya.
Chen Si Lei masih melakukan penyelidikan tentang kasus tangan milik seorang pria yang hebat yang di kenal sebagai Pendekar Rajah Walet Niu Jiu Feng melalui informasi yang dapat oleh Chen Si Lei dari Shu Luo Pendekar Ular Emas Sakti di sekitar hutan yang penuh dengan jasad para kaum persilatan bersih yang berasal dari kota Hang dan sekitarnya.
Tiba-tiba Chen Si Lei mendengar suara Shu Luo Pendekar Ular Emas Sakti yang di perintah olehnya untuk mencari dan menemukan Pendekar yang kehilangan satu tangannya itu.
"Paduka cepat ke sini!!",teriak Shu Luo Pendekar Ular Emas Sakti yang berada di dalam hutan Kamboja putih bagian ter dalam sekali.
"Ya aku segera datang !!",teriak Chen Si Lei berkelebat cepat ke arah suara Shu Luo Pendekar Ular Emas Sakti berada di ikuti oleh Wang Bao yang mengajak Li Ya dan Teng Bi San Pendekar Pedang Ular Putih di belakang Chen Si Lei.
Brrrrrrrrrrrrr !!!
Brrrrrrrrrrrrr !!
Brrrrrrrrrrrrr !!
Chen Si Lei tiba di tempat Shu Luo berada dan di sana ada seorang pria tergeletak dalam keadaan mengenaskan.
"Paduka inilah Pendekar Rajah Walet Niu Jiu Feng yang hamba katakan tadi dan dia dalam keadaan kritis",kata Shu Luo Pendekar Ular Emas Sakti terdengar sedih sekali.
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti Buddha bersih untuk Chen Si Lei bisa menyembuhkan luka parah seluruh tubuh Pendekar itu,Chen Si Lei pun meletakkan kedua telapak tangannya ke dada pria yang sedang terluka parah itu dan napas orang itu yang awalnya tinggal sedikit kini mulai normal kembali dan Chen Si Lei berhasil menyembuhkan luka pada pria itu.
"Dia bisa hidup tetapi tidak bisa memiliki tangan kanan lagi",kata Chen Si Lei iba terhadap pendekar kaum bersih itu.
"Tak apa yang penting dia masih hidup dan terselamatkan dari kematian yang tak wajar",kata Shu Luo Pendekar Ular Emas Sakti sangat hebat dan tangguh.
Sesudah Chen Si Lei menyembuhkan luka dari Pendekar Rajah Walet Niu Jiu Feng ,Chen Si Lei segera memerintahkan Shu Luo Pendekar Ular Emas Sakti untuk jaga pendekar itu dengan baik karena Chen Si Lei harus mencari dan dapat menemukan para kaum persilatan kaum bersih lainnya masih hidup di daerah ter dalam hutan
"Kau jaga dia di sini dengan baik",perintah Chen Si Lei kepada Shu Luo Pendekar Ular Emas Sakti yang segera mematuhi perintahnya.
"Untuk kalian bertiga rapikan semua jasad manusia di sekitar sini dan tunggu aku di sini bersama Shu Luo dan Niu Jiu Feng",perintah Chen Si Lei kepada Wang Bao Pendekar Angin Sakti dan Teng Bi San Pendekar Pedang Ular Putih yang segera mematuhi perintahnya juga dengan baik.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Chen Si Lei melakukan pencarian dengan cepat dan cermat sehingga Chen Si Lei tak sengaja menemukan seorang kakek tua tergeletak di tanah dalam keadaan terluka parah yang sama dengan luka yang di alami oleh Niu Jiu Feng.
"Locianpwe jangan khawatir aku pasti akan menolong mu",kata Chen Si Lei yang sudah mengerahkan ilmu mukjizat untuk mengobati luka kakek itu.
"Ayah...!!",suara gadis yang berada di dasar lembah hutan Kamboja putih telah di dengar dengan cepat oleh Chen Si Lei yang sedang mengobati luka parah kakek yang mungkin menjadi ayah dari gadis yang berada di dasar lembah hutan yang sangat dalam dari hutan Kamboja putih.
"Nona siapakah kau yang berada di dasar lembah ini?",tanya Chen Si Lei sambil ia mengobati kakek tua yang sedang terluka terlalu parah itu.
"Kau sendiri siapakah yang berada di atas sana?!!",teriak gadis itu mencurigai pria sakti yang berada di atas lembah hutan Kamboja putih.
"Aku Pendekar Rajawali Emas Sakti yang berada di atas sini",jawab Chen Si Lei halus dan sopan.
"Oh aku Li San San putri bungsu dari Pendekar Naga Danau Barat yaitu orang tua yang terluka parah di atas sana",jawab gadis itu terdengar sedih dari suaranya.
"Nona aku sedang mengobati luka ayah mu saat ini,aku juga harus menolong mu dari bawah sana",kata Chen Si Lei bingung dan cemas juga.
"Kau obati saja dulu ayah ku di atas sana, aku tidak apa-apa di bawah sini",jawab gadis yang berbudi luhur terhadap orang tua nya.
"Iya kau ber tahanlah ,aku pasti akan segera menolong mu setelah aku menolong ayah mu",kata Chen Si Lei halus pada Nona itu.
Tetapi sebuah suara langkah sepasang sepatu mendekati Chen Si Lei yang cepat siaga dan menoleh ke arah suara itu dan ternyata Xiao Nai yang sudah datang ke tempat Chen Si Lei berada.
"Ah Xiao Nai ternyata kau",kata Chen Si Lei seraya bernapas lega melihat sahabatnya itu yang datang kepadanya.
"Tuan Muda biar hamba yang akan turun ke dasar lembah itu untuk menolong Li San San putri bungsu dari Pendekar Naga Danau Barat",kata Xiao Nai yang sudah berada di dekat Chen Si Lei.
"Iya kau selamatkanlah nona itu",jawab Chen Si Lei yang sudah fokus untuk obati luka dalam tubuh pendekar naga danau barat yang sangat mengagumkan hati Chen Si Lei.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Chen Si Lei mendengar Xiao Nai berjuluk Pendekar Bintang Putih melayang turun ke dasar lembah hutan Kamboja putih untuk menolong putri bungsu dari kakek yang sedang Chen Si Lei sembuhkan ini.
"Nona Li San San aku datang untuk menolong mu",kata Xiao Nai terdengar sudah tiba di dasar lembah itu.
"Iya terimakasih tapi apakah kamu sudah berhasil menolong kakak laki-laki dan kakak perempuan ku serta ibu ku?",Nona Li San San terdengar lemah sekali saat di gendong oleh Xiao Nai berjuluk Pendekar Bintang Putih untuk berkelebat cepat ke atas tebing hutan Kamboja putih.
"Aku belum berhasil menemukan ibu dan kedua saudara mu",jawab Xiao Nai tiba di tebing hutan Kamboja putih dan meletakkan gadis itu di rumput untuk segera di obati lukanya oleh Xiao Nai.
Namun Li San San menolak untuk di obati lukanya oleh Xiao Nai karena gadis itu mencemaskan keadaan ayahnya saat ini,maka ia segera merangkak ke ayahnya sambil menangis sedih sekali dan memanggil,"Ayah....!!".
Chen Si Lei memejamkan sepasang matanya untuk menyatakan bahwa dia turut berduka cita atas meninggalnya ayah gadis itu yang segera memandang Chen Si Lei untuk menanyakan keadaan ayahnya,Chen Si Lei menggelengkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan gadis itu yang segera mengetahui bahwa ayahnya sudah tiada lagi untuk selama -lamanya.
"Ayah!!",jerit gadis itu menangis sedih sekali memeluk jasad ayahnya.
"Nona Li San San kau harus tabah dan kuatkan hati mu agar arwah ayah mu bisa tenang di Surga",kata Chen Si Lei halus menghibur gadis perkasa itu.
"Iya kau benar Tuan Muda",kata Li San San tersenyum tenang kembali.
Usai Nona Li San San memakamkan ayahnya dengan bantuan Xiao Nai dan Chen Si Lei yang membantunya dengan baik dan layak untuk menghormati jasa ayah gadis itu terhadap rakyat di wilayah kota Hang.
"Aku harus menemukan ibu dan kedua saudara ku",kata Nona Li San San setelah berdoa untuk ayahnya.
Gadis itu berlari cepat ke arah utara dalam hutan Kamboja putih di ikuti oleh Chen Si Lei dan Xiao Nai dengan cepat, dan mereka tiba di sebuah tempat yang sangat berkabut gelap sekali dan mengandung hawa mukjizat sesat yang begitu besar dan membahayakan nyawa mereka.
"Hati - hati hawa sesat datang",kata Chen Si Lei dengan nada memperingati pada kedua temannya itu.
Nona Li San San berjalan di dekat Chen Si Lei yang berada di sisi lain Xiao Nai ke arah rumah yang penuh hawa sakti sesat tajam dan ganas sekali sehingga Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak matahari untuk membersihkan hawa sakti sesat yang mengurung mereka di tempat itu.
Werrrrrrr !!
Serangan maut dari musuh sakti telah datang ke arah mereka bertiga yang sigap menggunakan ilmu pedang mukjizat masing - masing untuk menghadapi benda -benda tajam yang mengandung hawa sesat.
Trangggggg!!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!!
Jlebbbb !!
Jlebbbb !!
Jlebbbb !!
Jlebbbb !!
Jlebbbb !!
Jlebbbb !!
Chen Si Lei berkelebat cepat menangkis serangan senjata tajam para musuh dari berbagai penjuru arah tempat itu dan berhasil membunuh sejumlah orang musuh sakti dengan senjata tajam musuh sendiri.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei memutar pedang dengan cepat dan ganas sekali sehingga ada lima orang musuh sakti yang ter babat pedang Chen Si Lei.
Wushhh !!
Crakkkkkk !!
Xiao Nai berjuluk Pendekar Bintang Putih membabat habis sejumlah besar musuh sakti dengan cepat dan ganas sekali.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Nona Li San San bergerak cepat menggerakkan pedang melawan serangan maut dari musuh sakti yang berhasil di babat habis oleh gadis hebat ini.
Syuutttttttt !!
Plakkkk !!
Dessssssss !!
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat sehingga sejumlah senjata rahasia milik musuh hancur oleh Chen Si Lei.
"Di sana ada ibuku",kata Nona Li San San terkejut sekali melihat ibunya di ikat di atas pohon ber akar kuat sekali.
"San San jangan mendekat!!Pergilah dari sini dan selamatkanlah diri mu!!",ibunya berteriak untuk melarangnya dan menyuruhnya untuk pergi dari tempat itu.
"Tidakkkkkkkkk !!Aku harus tetap menyelamatkan ibu ,koko dan cici ku!!",Li San San bersikeras untuk menyelamatkan ibu dan kedua orang kakaknya yang terikat pada akar pohon ganas.
Singggggg !!
__ADS_1
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei berkelebat cepat memotong habis akar pohon ganas dan ketiga orang tawanan dari pihak musuh berhasil di selamatkan oleh Chen Si Lei secara cepat dan hebat sekali.
"Nona Li cepat selamatkan keluarga mu dari sini, biar aku yang hadapi mereka di sini untuk bisa kalian selamat",kata Chen Si Lei nada keras yang mendesak untuk gadis itu cepat pergi dari tempat itu bersama keluarganya.
"Tapi bagaimana dengan mu Tuan Muda?",tanya gadis itu dengan cemas kepada Chen Si Lei yang sudah baik hati dan menolong nyawanya dan keluarganya.
"Aku akan baik-baik saja",jawab Chen Si Lei sambil menggerakkan pedang secara cepat dan hebat menangkis serangan maut dari sejumlah orang musuh sakti.
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Chen Si Lei berkelebat cepat menangkis serangan senjata tajam para musuh dari berbagai penjuru arah tempat itu dan berhasil membunuh sejumlah orang musuh sakti dengan cepat dan ganas sekali.
Jlebbbb !!
Jlebbbb !!
Jlebbbb !!
Jlebbbb !!
Jlebbbb !!
Jlebbbb !!
Jlebbbb !!
Jlebbbb !!
Jlebbbb !!
Jlebbbb !!
Jlebbbb !!
Chen Si Lei menyambar cepat menggerakkan pedang melawan serangan maut dari seorang wanita cantik jelita yang sudah melukai Xiao Nai berjuluk Pendekar Bintang Putih dengan senjata tajam ber racun ganas sehingga Xiao Nai pingsan di tanah.
Cranggg!!
Chen Si Lei menggerakkan pedang secara cepat dan hebat sehingga wanita sadis itu terpekik ngeri menghadapi serangan maut dari Chen Si Lei yang sudah cepat memenggal kepala wanita itu dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menyambar Xiao Nai dari tanah sambil bertarung melawan para pria sakti dan sadis yang gunakan ilmu pedang mukjizat sesat dan menyerangnya dengan senjata tajam yaitu paku ber racun ganas.
Singggggg !!
Cranggg ! !
Cranggg !!!
Cranggg !!!!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti sehingga berhasil dua orang musuh sakti tewas terpotong oleh pedang sakti mukjizat milik Chen Si Lei.
Wushhh !!
Bressssss !!
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat sehingga sejumlah senjata rahasia milik musuh hancur oleh Chen Si Lei.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menyambar cepat menggerakkan pedang melawan serangan maut dari musuh sakti yang akhirnya berhasil di penggal oleh Chen Si Lei.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang Gunung Ling membabat habis sejumlah besar musuh sakti dengan sangat cepat sekali.
Wuttttt !!
Cranggg !!
Chen Si Lei menggerakkan pedang melawan serangan maut dari seorang gadis di sisi lainnya yang gunakan ilmu pedang hebat dan ganas sehingga Chen Si Lei harus gunakan ilmu mukjizat piramida sakti untuk membunuh gadis ini secara hebat dengan cepat.
Dessssssss !!
Chen Si Lei menggerakkan pedang melawan serangan maut dari seorang pria di atas kepalanya dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.
Trangggggg !!
Jlebbbb !!
Chen Si Lei melompat cepat sambil mengerahkan tenaga sakti mukjizat piramida sakti sehingga kakek tua yang menjadi lawannya itu tewas seketika itu juga.
Dessssssss !!
Chen Si Lei berkelebat cepat memenggal kepala seorang wanita cantik jelita dan ganas dengan sekali tebasan saja.
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei meluncur cepat menghantam beberapa orang musuh sakti dari arah belakang tubuhnya yang memanggul tubuh Xiao Nai berjuluk Pendekar Bintang Putih yang sudah terluka parah dan pingsan.
Dessssssss !!
Chen Si Lei terkejut sekali karena tanah yang telah di injak olehnya merembes ke bawah sehingga Chen Si Lei harus cepat melompat keluar dari tanah hidup ini.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei membabat habis kepala musuh sakti yang sudah ingin menyerangnya saat Chen Si Lei nyaris tersedot oleh tanah hidup di bawah kedua sepasang sepatunya tadi tetapi Chen Si Lei sudah lebih dahulu melompat dengan sangat cepat sekali dan berhasil menyelamatkan diri dan Xiao Nai yang berada di pundaknya.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Chen Si Lei sudah berada di dalam rumah yang sudah kosong dari pihak musuh sehingga Chen Si Lei bisa secepatnya memberikan pertolongan kepada Xiao Nai berjuluk Pendekar Bintang Putih dari kematian tak wajar.
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti Buddha bersih untuk dapat menolong Xiao Nai yang sudah ada baringkan di lantai rumah itu yang kemudian di beri obat cair di luka sisa paku ber racun ganas milik Dewi Rusa Hitam yang menancap pada dada kanan Xiao Nai.
"Kau harus bertahan hidup untuk keluarga mu yang sedang menunggu mu di rumah mu yang sekarang sedang ber masalah dengan Ratu Gila kekuasaan yang harus kau bunuh dengan tangan mu sendiri Xiao Nai",ucap Chen Si Lei memberi semangat juang tinggi kepada Xiao Nai berjuluk Pendekar Bintang Putih yang sedang koma itu.
Werrrrrrr !!
Singggg !!
Cranggg !!
Chen Si Lei menangkis serangan maut dari musuh sakti yang menyerangnya dari luar rumah kosong itu.
Wuttttt! !
Bressssss !!
Sinar ilmu mukjizat piramida sakti Chen Si Lei menghancurkan serangan maut di bagian kanan Chen Si Lei.
Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti menghantam hancur pedang musuh sakti secara cepat dan hebat sehingga musuh lainnya terkejut.
Wuttttt !!
Dessssssss !!
Crashhh !!
Jlebbbb !!
Jlebbbb !!
Jlebbbb !!
Chen Si Lei menggerakkan pedang secara cepat dan hebat sehingga tiga orang musuh sakti tewas terbunuh oleh Chen Si Lei.
Chen Si Lei mendorong Xiao Nai ke dinding rumah kosong itu untuk berlindung dari serangan maut musuh sakti yang menyerang mereka secara sadis sekali dan tidak segan bersikap curang dalam pertarungan melawan Chen Si Lei yang harus menghadapi para musuhnya seorang diri sekaligus melindungi sahabatnya yaitu Xiao Nai berjuluk Pendekar Bintang Putih yang sedang koma.
Chen Si Lei bersiul ke arah barat dan muncullah beberapa orang anggota Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang sudah bertarung melawan para musuh sakti yang berada di luar rumah kosong itu,Chen Si Lei dapat fokus untuk mengobati luka parah yang di derita Xiao Nai.
Sebuah suara dari arah samping Chen Si Lei membuat Chen Si Lei selalu siaga di setiap saat,tetapi ketika Chen Si Lei melihat siapa orang yang sudah berada di dekat Chen Si Lei itu adalah Teng Bi San Pendekar Pedang Ular Putih yang sudah menyusup ke dalam rumah kosong secara diam-diam untuk membantu Chen Si Lei dan Xiao Nai di saat genting ini.
"Kau jagalah Xiao Nai di sini,biar aku yang hadapi mereka semua di luar rumah kosong ini",kata Chen Si Lei halus pada wanita itu.
"Ya Paduka serahkan kepada hamba tugas menjaga Xiao Nai,tapi Paduka harus hati - hati dalam menghadapi mereka di luar rumah kosong ini",jawab Teng Bi San Pendekar Pedang Ular Putih yang sudah cepat melindungi Xiao Nai yang belum sadar itu.
Chen Si Lei sudah lenyap dari tempat itu dan mulai melancarkan serangan maut ke arah pihak musuh sakti yang sedang bertarung sengit melawan sejumlah para anggota Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang sudah di pimpin oleh Wu Sin Hao secara langsung dan cepat usai menyelesaikan tugas untuk menghancurkan para pasukan pemberontak dari Dali yang di pimpin oleh Pangeran Guan Ki yang berada di dalam rumah di daerah gunung Li di dekat hutan muara sungai buaya ganas di kota bunga angsa putih.
"Paduka hamba sudah datang untuk membantu Paduka",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah mengamuk ganas menghadapi musuh sakti yang berada di sekitarnya.
"Ya terima kasih Wu Sin Hao",jawab Chen Si Lei ramah pada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao seraya membunuh para musuh sakti dengan ilmu pedang rajawali emas sakti sehingga berhasil membunuh banyak sekali musuh.
Trangggggg !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
__ADS_1
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei berkelebat cepat memenggal kepala musuh sakti dengan ilmu pedang rajawali emas sakti di sertai ilmu mukjizat piramida sakti yang sangat ganas dan lihai sekali.
Wuttttt !!
Dessssssss !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menyambut pukulan maut dari seorang wanita cantik jelita melayang turun ke arah nya.
Wuttttt !!
Plakkkk !!
Dessssssss !!
Wanita itu terpelanting jatuh ke tanah dan ingin berusaha untuk bangun tetapi Chen Si Lei sudah bergerak cepat membabat habis wanita itu.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
"Ibu.....!!",jerit tangis sejumlah orang musuh sakti melihat wanita itu sudah tewas di tangan Chen Si Lei.
"Jangan khawatir kalian akan berkumpul kembali dengan ibu jahanam kalian di neraka abadi !!", hardik Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak piramida sakti menghantam hancur sejumlah orang musuh sakti itu.
Dessssssss !!
"Aghhhhhh !!",teriak para musuh tewas hancur oleh ilmu mukjizat piramida sakti Chen Si Lei.
Chen Si Lei melayang cepat menggerakkan pedang membabat habis kepala gadis sakti yang sudah ingin balas dendam atas kematian ibunya kepada Chen Si Lei, tapi Chen Si Lei jauh lebih cepat dari gerakan melayang gadis itu,maka gadis itu terpotong oleh pedang sakti mukjizat milik Chen Si Lei.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei berkelebat cepat membabat habis sejumlah besar musuh sakti yang di hadapi oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang sudah menumpaskan sejumlah orang musuh sakti yang berasal dari Sekte Sesat Tiga Walet Hitam dan Sekte sesat Dewi Rusa Hitam.
Wuttttt!!
Plakkkkkk !!
Dessssssss !!
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat sehingga pria tua sakti yang sudah di ketahui oleh Chen Si Lei sebagai wakil dari Pangeran senior Wan yang juga merupakan paman tua dari Selir Agung Putri Lan Shiang,maka Chen Si Lei tidak segan untuk bunuh orang itu.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!!!
"Paduka tolong ampunilah Selir Agung Lan Shiang yang tidak bersalah dalam hal ini,Selir Agung sama sekali tidak pernah tahu apa - apa yang telah kami lakukan terhadap Paduka dan kepada Kekaisaran Tang Agung",pinta seorang wanita tua dengan cepat datang bersujud kepada Chen Si Lei.
"Paduka tolong pandang hubungan Anda dengan Selir Agung Lan Shiang sebagai hubungan suami -istri dan juga hubungan orang tua Selir Agung Lan Shiang dan mantan Kaisar Tang terdahulu.Apakah Anda tidak merasakan cinta kepada Selir Agung Lan Shiang?!",sejumlah orang datang bersujud meminta Chen Si Lei agar mengampuni Selir Agung Putri Lan Shiang.
"Paduka tolong jangan hukum mati Selir Agung Lan Shiang!!",jerit tangis ibu dari Selir Agung Lan Shiang sudah hadir di hadapan Chen Si Lei.
Chen Si Lei memandang seluruh anggota keluarga Selir Agung Lan Shiang yang berada di luar rumah kosong di hutan Kamboja putih dengan sangat tajam sekali dan sikap Chen Si Lei sangat dingin juga tegas berwibawa sekali sehingga ayah mertuanya pun bersujud berkali-kali di hadapan Chen Si Lei.
"Kalian berani sekali melarikan diri dari hukuman kalian di Ibukota dan sekarang kalian meminta pengampunan kepada ku atas perbuatan kalian sekeluarga pada rakyat ku dan juga kalian ingin membunuh ku di hutan ini!!Huh jangan harap aku mengampuni dosa kalian semua termasuk dosa yang telah di lakukan oleh Selir Agung Lan Shiang menyalahgunakan kekuasaannya untuk melakukan tindakan yang melanggar hukum yang berlaku di Kekaisaran ku yaitu memberi izin masuk sebuah tanaman ber racun ganas ke istana Dali melalui orang dalam Istana itu sendiri yang masih terhitung saudaranya juga dan Pangeran Guan Ki ini menjadi seorang distributor ilegal perdagangan tanaman ber racun ganas dari wilayah Birma ke wilayah Tionggoan selatan yang lalu menyelundupkan ke jalur darat tikus masuk ke wilayah barat yaitu Dali,pokoknya aku tidak akan memaafkan kalian!!",Chen Si Lei menghardik mereka semua dengan tatapan mata tajam dan ganas sekali.
"Bunuh mereka!!",perintah Chen Si Lei kepada pihak pengadilan Kekaisaran Tang Agung yang sudah datang atas perintah Chen Si Lei minta mereka datang dari kota Dali ke hadapannya dengan bantuan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti di pimpin oleh Hu Yi Tian.
"Siap Paduka !!",sahut para pihak pengadilan daerah kota Dali serentak mematuhi perintah Chen Si Lei.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
"Gantung kepala mereka di alun -alun Ibukota Kekaisaran Tang Agung bersama kepala Selir Agung Lan Shiang dan untuk kepala Guan Ki dan pengikut setia pria itu gantung di kota Dali agar tidak ada masalah lagi yang mengganggu kinerja Adipati Duan sebagai wakil ku di kota Dali!!",perintah Chen Si Lei tegas sekali.
"Siap Paduka hamba laksanakan!!",sahut para pihak pengadilan kota Dali patuh.
Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti sudah mengawal pihak pengadilan kota Dali dan mengawal beberapa orang pihak pengadilan pusat Ibukota Kekaisaran Tang Agung kembali ke kota mereka masing -masing serta menjalankan tugas mereka sesuai perintah Chen Si Lei dengan benar.
"Hu Yi Tian kirim surat maklumat ku kepada Permaisuri Ling Long untuk segera ia ganti posisi mendiang Selir Agung Lan Shiang dengan predikat sebagai seorang pengkhianat Kekaisaran Tang Agung, lalu posisi Selir Agung pertama baru aku pilih selir ke dua puluh tiga ku Hua Erl sebagai Selir Agung Pertama",
"Baik Paduka hamba laksanakan",sahut Hu Yi Tian berkelebat cepat kembali ke Ibukota Kekaisaran Tang Agung untuk melaksanakan perintah Chen Si Lei.
"Paduka untuk posisi selir ke dua puluh tiga kosong sekarang",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao mengingatkan Chen Si Lei tentang posisi selir Chen Si Lei yang ke dua puluh tiga sudah kosong.
"Aku tunggu siapa wanita yang pantas untuk mendapatkan posisi selir ke dua puluh tiga ku",jawab Chen Si Lei tersenyum ramah pada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
"Paduka,Xiao Nai telah sadar kembali",kata Teng Bi San dari dalam rumah kosong mengabarkan bahwa Xiao Nai sudah melewati masa krisis dan sekarang sudah sadar kembali.
Chen Si Lei segera masuk ke dalam rumah kosong untuk melihat kondisi Xiao Nai yang benar saja bahwa Pendekar Bintang Putih ini telah hidup kembali.
"Xiao Nai akhirnya kau bisa sadar juga dan kau bisa hidup lama hingga kau tua bersama keluarga mu",kata Chen Si Lei dengan nada senang sekali bahwa Xiao Nai akan hidup panjang umur hingga tua sekali.
Xiao Nai memandang Chen Si Lei dengan tatapan sepasang mata penuh kasih sayang dan terimakasih sekali atas pertolongan yang Chen Si Lei berikan kepada nya dengan tulus hati yang luar biasa.
"Paduka mulai detik ini nyawa hamba sekeluarga hingga tujuh keturunan hamba adalah milik Anda seorang",kata Xiao Nai bersumpah untuk selalu setia kepada Chen Si Lei dengan setulus hatinya.
"Terimakasih juga atas pengorbanan mu kepada ku",ucap Chen Si Lei halus pada Xiao Nai berjuluk Pendekar Bintang Putih yang menjadi menteri ekonomi nya dan sahabatnya setia nya juga.
Tak lama kemudian Wang Bao Pendekar Angin Sakti datang ke rumah itu dengan keponakannya yang bernama Wang Li Ya bersama Nona Li San San dan keluarga dari Pendekar Naga Danau Barat.
"Hamba Nyonya Li Ning Hiang istri dari Pendekar Naga Danau Barat",sapa wanita tua yang bersujud hormat kepada Chen Si Lei.
"Hamba Li Yun Fa putra tunggal dari Pendekar Naga Danau Barat",sapa pemuda yang bersujud hormat kepada Chen Si Lei.
"Hamba Li Lian putri pertama dari Pendekar Naga Danau Barat",sapa gadis cantik jelita yang bersujud hormat kepada Chen Si Lei.
Chen Si Lei menerima pusaka sejumlah Sekte kaum bersih dari wilayah kota Hang dan sekitarnya melalui Nyonya Li Ning Hiang.
"Baik terimakasih atas pemberian puasa ini kepada ku",kata Chen Si Lei halus dan sopan terhadap wanita tua yang bersujud hormat kepadanya.
"Paduka apa rencana kita selanjutnya untuk menghadapi Ratu Han Yi?",tanya Wu Sin Hao sudah kembali dari mencari tahu jalan ter cepat menuju ke kota Hang.
"Kurung kota Hang dan sekitarnya serta kurung istana Ratu Han Yi",jawab Chen Si Lei menggelar peta kota Hang di lantai sehingga semua orangnya dapat lihat dengan jelas tentang strateginya.
"Titik ini adalah istananya, kau bawa pasukan melalui jalur danau barat",perintah Chen Si Lei untuk Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya.
"Siap Paduka hamba laksanakan",jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao berkelebat cepat untuk melaksanakan perintah Chen Si Lei dengan cepat dan tepat.
"Titik ini yang ada garis adalah jalan rahasia ke kota Hang dan itu tugas mu Shu Luo dan juga beberapa orang teman mu yang lain",perintah Chen Si Lei kepada Shu Luo Pendekar Ular Emas Sakti yang segera berkelebat cepat untuk melaksanakan tugas dengan cepat dan tepat.
"Garis lengkung ini adalah rumah peristirahatan keluarga Ratu Han Yi dan tugas ini untuk mu Zhang Xun dan kawan-kawan mu",perintah Chen Si Lei untuk Zhang Xun Pendekar Awan Sakti yang segera berkelebat cepat untuk melaksanakan tugas atas perintah Chen Si Lei.
"Ini Sekte Tujuh Dewa Ayam Sakti yang menjadi tugas mu Chu Man Tian dan para sahabat mu yang sudah kau datangkan kepada ku",perintah Chen Si Lei kepada Chu Man Tian yang segera berangkat ke kota Hang bersama para sahabat.
"Rumah ini adalah tugas mu Teng Bi San untuk menjaga keponakan Wang Bao",perintah Chen Si Lei untuk Teng Bi San .
"Baik Paduka hamba laksanakan",jawab Teng Bi San Pendekar Pedang Ular Putih mematuhi perintah Chen Si Lei.
"Kalian bertiga cari dan selamatkan kawan-kawan seperjuangan kita yang masih bertahan hidup menghadapi musuh tangguh di tengah kota Hang ",perintah Chen Si Lei kepada anggota keluarga Pendekar Naga Danau Barat.
"Siap Paduka hamba laksanakan",jawab para anggota keluarga Pendekar Naga Danau Barat berkelebat cepat masuk ke dalam kota Hang.
"Wang Bao ayo kau ikut aku masuk ke dalam kamar tidur Ratu Han Yi", kata Chen Si Lei segera mengajak Wang Bao berkelebat cepat menuju ke arah pedesaan yang berada di bawah lembah hutan kamboja putih.
Brrrrrrrrrrrrr!!!
Wang Bao mengikuti langkah Chen Si Lei terjun bebas ke lembah hutan Kamboja putih,dan mereka tiba di pedesaan dengan cepat dan mudah.
Chen Si Lei melewati beberapa kanal kecil untuk sampai ke tempat tujuan dari misinya dan tempat itu ada kincir angin tak ter pakai lagi,lalu Chen Si Lei memutar kincir angin sampai terbukalah pintu masuk ke dalam kamar tidur Ratu Han Yi dengan cepat dan mudah.
"Dia sungguh mengagumkan sekali membuat jalan untuk kabur dari rumahnya di kota Hang tetapi dia tidak pernah tahu bahwa aku bisa menemukan jalan rahasia yang telah di buatnya sendiri dengan kecerdasan ku",kata Chen Si Lei tersenyum lembut sekali kepada dirinya sendiri.
"Ya Anda sangat hebat Paduka,anda menyandera salah satu anak Ratu Han Yi untuk membocorkan rahasia peta kota Hang dan rumah mereka pada anda",sahut Wang Bao bangga terhadap Chen Si Lei.
Wang Bao berjalan bersama Chen Si Lei seraya menyelusuri terowongan yang panjang untuk masuk ke dalam kamar tidur Ratu Han Yi melalui anak muda yang di tawan oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao beberapa hari yang lalu sehingga mereka dapat secepatnya menerobos masuk ke kota Hang tanpa diketahui oleh pihak musuh.
"Nona cantik jelita kau patuhi saja perintah Paduka",kata Wang Bao dengan kasar kepada gadis tawanan mereka.
Mereka berhenti di sudut jalan dan sebuah guci keramik kecil di letakkan di dalam rak lemari tua,Chen Si Lei memutar guci keramik kecil itu lalu lubang besar terlihat jelas bahwa ruangan yang akan mereka masuki adalah ruang ber semedhi wanita sadis itu.
"Bunuh gadis itu dengan cepat",perintah Chen Si Lei kepada Wang Bao saat tiba di lokasi yang tepat.
Jlebbbb!!
Wang Bao Pendekar Angin Sakti menusuk pedang ke perut gadis tawanan hingga tewas dalam sekejap mata saja,lalu membuang jasad gadis ke tempat sampah di dalam ruangan tersebut.
Lalu Wang Bao mengikuti Chen Si Lei yang sudah berkelebat cepat dan lenyap ke ruangan berikutnya dan Wang Bao melihat Chen Si Lei merampas sejumlah besar pusaka para kaum persilatan bersih dan juga pusaka Ratu Han Yi dengan cepat dan tepat sekali.
"Cahaya apa itu yang terpancar dari kotak kecil dalam laci meja kerja Ratu Han Yi beserta keluarganya ?",tanya Chen Si Lei menyambar cepat kotak kecil tersebut.
"Kelereng Arwah",jawab Wang Bao Pendekar Angin Sakti mengenal pusaka yang mengeluarkan cahaya hebat ini.
"Kelereng Arwah ??",tanya Chen Si Lei bingung tetapi juga penasaran.
"Pusaka kuno pada masa dinasti Qin untuk menghalau bala pada masa Kaisar di masa itu dan sangat hebat sekali kekuatan kelereng arwah ini",jawab Wang Bao Pendekar Angin Sakti ternyata pintar dalam sejarah.
"Nanti kau akan ku jadikan sebagai sastrawan kuno di perpustakaan ku",Chen Si Lei menyukai orang cerdas dan jujur seperti Wang Bao untuk menjaga keamanan sejarah kuno mereka dengan aman hingga jutaan bahkan milyaran tahun akan datang pun tetap terjaga dengan baik dan benar hingga para generasi penerus mereka mengenal dan memahami tentang dunia mereka yang pernah hidup di masa lampau sekali dan tidak pernah hilang oleh waktu.
"Terimakasih atas kebaikan Paduka kepada hamba tetapi hamba ingatkan anda untuk tidak menyimpan dan menggunakan kelereng arwah sembarangan karena berbahaya bagi kesehatan anda dan juga Kekaisaran Tang Agung kita",Wang Bao menjelaskan dengan cepat tentang kelereng arwah yang berada di tangan Chen Si Lei.
Chen Si Lei membuat cahaya kelereng arwah semakin terang dan bercahaya yang sangat besar dan indah sekali untuk di lihat dengan cermat dan teliti,Chen Si Lei terkesiap dengan penemuan baru dia dapatkan dari kelereng arwah adalah sebuah buku kitab rahasia dinasti Qin kuno.
"Gua pil keabadian yang berada di dalam lubang air terjun di sungai Huang Ho",
Chen Si Lei membaca tulisan kuno tersebut yang lalu menghilang kembali usai ia membacanya dan kelereng arwah ini menjadi mainan anak kecil biasa saja,tetapi Chen Si Lei ingat pada buku kuno di pulau persik tentang pusaka ter hebat yang ada di dunia ini selain pil emas sakti dan empat pusaka lainnya.
"Apakah kau juga salah satu pusaka yang aku cari?",tanya Chen Si Lei dalam hati berpikir sendiri sejenak.
"Paduka kita harus segera keluar dari kamar ini", suara Wang Bao membuat Chen Si Lei teringat kembali ke masa sekarang ini yaitu masa Chen Si Lei harus bunuh Ratu Han Yi beserta keluarganya secepatnya.
"Iya aku tahu,ayo kita pergi dari sini",kata Chen Si Lei berkelebat cepat ke arah lain di ikuti oleh Wang Bao di belakangnya.
__ADS_1
.