
Sesudah Chen Si Lei dan para sahabatnya menaklukkan wilayah gunung tandus dan gunung berapi hitam.
" Kini kita akan berhadapan langsung dengan para Siluman penguasa wilayah gunung es hitam, gunung menangis darah dan gunung berduri yang sudah siap untuk menghadapi tantangan dari kita para Dewa Langit dan Bumi ", kata Chen Si Lei sudah mengeluarkan kipas saktinya.
" Ya kita harus segera menghabisi mereka semua agar kita bisa secepatnya tiba di wilayah jantung kota Kekaisaran Iblis ", kata Sun Huai yang sudah tidak sabar untuk menyelesaikan tugas mereka di dunia Iblis.
" Juga untuk mu ,Lian Hua. Kau tak bisa bertahan hidup lebih lama lagi di dunia Iblis karena tubuh manusia mu akan menua dan hancur jika terlalu lama jiwamu berada di dunia Iblis ", kata Erlang yang sudah memikirkan keselamatan dan keamanan serta kesehatan Chen Si Lei yang masih mempunyai tugas di dunia manusia sebagai Kaisar Tang Agung di Kekaisaran Tang Agung.
" Apakah saat ini aku sedang mengalami koma dan aku harus kembali ke tubuh ku pada hari ke empat puluh sembilan hari ku di dunia Iblis ?", tanya Chen Si Lei melihat ke arah Sun Huai yang menyimpan tubuh manusia nya di simpai emas sakti di kepala Sun Huai itu.
" Ya Empat puluh sembilan hari mu di dunia Iblis akan membuat waktu mu di dunia manusia akan berusia lima puluh tahun dan waktu hidup mu kini hanya lima tahun lagi, yakni kau akan berusia lima puluh lima tahun dan kau pun wafat di usia lima puluh lima tahun ", jawab Kasim Yong menghitung hari dan waktu Chen Si Lei di dunia Iblis dan di dunia manusia.
" Apakah berarti sekarang usia ku di bumi telah berusia tiga puluh enam tahun ?", tanya Chen Si Lei terkejut sekali mendengar perbedaan waktu di dunia manusia dan dunia Iblis.
" Iya karena sekarang kita sudah memasuki hari ke tiga puluh tiga hari di dunia Iblis ", jawab Kasim Yong menjelaskan nya.
__ADS_1
" Ahh aku koma selama sepuluh tahun di dunia manusia dan anak -anakku sudah besar..Ah adik -adikku Tang Yan dan Tang Hian Cheng, mereka ?", tanya Chen Si Lei menghela napas sedih.
" Mereka berdua sudah menikah dengan pasangan hidup mereka masing - masing sesuai perintah Ibu Suri Ling, yakni ibumu di dunia manusia, dan kini di Istana Kekaisaran Tang Agung yang memegang kekuasaan adalah wakil mu Pangeran Muda Tang Chiang Feng atau Pangeran Muda Tang Wei Li bersama putranya yang bernama Tang Hao Liang yang kini sudah berusia delapan belas tahun sedangkan Pangeran Muda Tang Wei Li berusia tiga puluh delapan tahun dan sudah memiliki tiga orang isteri dan enam orang anak laki-laki dari ketiga orang istrinya,sedangkan kekuasaan Permaisuri Utama Kekaisaran Tang Agung di kuasai oleh Permaisuri Yuan Chao Yue sesuai perintah Ibu Suri Ling karena ia sudah memberi mu seorang anak laki-laki yang bernama Tang Si Liu dan untuk calon putra mahkota pengganti mu ,yakni putra pertama mu yang bernama Tang Si Hao yang kini sudah berusia lima belas tahun dan di tunangkan dengan Putri Adipati Yuen yang bernama Putri Yuen Ya Ni dari Kota Yuen", jawab Kasim Yong memberikan informasi tentang dunia manusia Chen Si Lei.
" Kalau begitu aku harus cepat menyelesaikan tugas ku sebagai Kaisar Lotus Langit Selatan untuk aku bisa hidup lagi di dunia manusia ku sebagai Kaisar Tang Si Lei atau Kaisar Tang Agung supaya aku bisa melihat putra dan putri ku tumbuh besar dan hidup bahagia sesuai keinginan mereka masing - masing dan aku juga sangat merindukan Sin Yue Qing yang di dunia manusia sudah berusia dua puluh empat tahun ", kata Chen Si Lei dengan nada rindu terhadap keluarga nya.
" Mengenai masalah Sin Yue Qing..Bukankah seharusnya ia sudah bisa bertemu kita di dunia Iblis ?", tanya Lao Gu yang mengingatkan Chen Si Lei akan janjinya untuk mengizinkan Sin Yue Qing bisa bergabung dengan mereka dalam misi membasmi para pasukan Raja Iblis Surga Ke Enam usai satu tahun pasca istrinya melahirkan ketiga orang putra kembar mereka yang kini sudah usia sepuluh tahun di dunia manusia.
" Ah ya kau benar sekali . Lalu di manakah Sin Yue Qing berada di dunia Iblis ?", Chen Si Lei mulai cemas memikirkan Sin Yue Qing yang seharusnya sudah bertemu dengan mereka di dunia Iblis.
" Kau jangan khawatir karena Sin Yue Qing sudah memiliki tubuh abadi nya dan ia memiliki gelang alam semesta ciptaan mu yang ber gemerincing lembut bagai lonceng Kuil Lei Yin atau Kuil Nirvana abadi ", jawab Sun Huai tersenyum riang gembira dan menenangkan hati dan pikiran Chen Si Lei.
" Ku rasa kau tak perlu mencari keberadaan Sin Yue Qing lagi ", kata Erlang yang berada di sampingnya dan tersenyum ramah kepadanya.
"Eh kenapa kau bisa berkata setenang itu ?", tanya Chen Si Lei yang akhirnya jadi senang sekali dan ia menoleh ke arah timur tempat mereka berada saat ini di pintu masuk ke wilayah gunung es hitam, gunung menangis darah dan gunung berduri.
__ADS_1
" Koko Lei Lei. ..!!",panggil Sin Yue Qing dengan suara lonceng lembutnya dan riang berlari cepat dan tiba di hadapan Chen Si Lei.
" Yue Qing. .",panggil Chen Si Lei penuh kerinduan yang sangat mendalam kepada istrinya itu, dan Chen Si Lei segera memeluk Sin Yue Qing yang merangkul leher Chen Si Lei dengan erat.
" Wahhhhhhh cantik jelita sekali kau ,Yue Qing. Aku sampai tak bisa bicara lagi untuk memuji kecantikan mu dan keindahan tubuh serta wangi dirimu serta gemerlap nya cahaya mu ", puji Bai Bai terkagum-kagum pada kecantikan Sin Yue Qing.
" Ya Bai Bai benar sekali. Yue Qing, kau sungguh luar biasa sangat cantik jelita sekali dan manis sekali bagai lukisan gadis di dalam Istana surgawi saja ", puji para sahabatnya ramai sekali di sekitarnya.
Sin Yue Qing secara halus dan lembut melepaskan diri dari pelukan Chen Si Lei dan berhadapan dengan para sahabat mereka yang tersenyum ramah kepadanya dan ia pun membalas kebaikan para sahabatnya dengan senyuman secantik dan seindah cahaya rembulan.
" Teman -teman aku juga sangat bahagia sekali bisa bertemu dengan kalian lagi setelah sekian lama kita tidak bisa bertemu ", kata Sin Yue Qing lembut sekali kepada para sahabatnya.
Chen Si Lei menaruh lengannya di pinggang kecil Sin Yue Qing dan ia tersenyum bahagia.
" Aku pun sangat bahagia sekali bisa bertemu dengan mu, sayang ku ", kata Chen Si Lei mencium aroma bunga persik dari Sin Yue Qing.
__ADS_1
" Ya baiklah kita bisa temui para pasukan Siluman penguasa gunung es hitam, gunung menangis darah dan gunung berduri yang sudah siap untuk menghadapi kita ", kata Sun Huai tersenyum riang gembira bersama para sahabatnya.
" Ya, ayo kita habisi mereka ..!!",sahut para sahabat mereka serentak dengan nada penuh semangat juang tinggi untuk menghadapi tantangan dan rintangan melawan para pasukan Siluman yang sudah menunggu mereka.