Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti

Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti
Bei San Pai.


__ADS_3

Setibanya Chen Si Lei di Sekte Bei San Pai,ia tidak bisa menemukan apa pun atau siapa pun di sana karena Bei San Pai sudah hancur oleh sejumlah musuh sesat yang tidak di ketahui dari sekte apa dan berasal dari mana.


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Lin Mo Bai juga sudah tiba di Sekte Bei San Pai,mereka berdua dengan sigap berkelebat cepat untuk melakukan pemeriksaan di seluruh Bei San Pai.


Si Pemabul Gila Wu Sin Hao tidak sengaja telah masuk ke ruang rahasia Bei San Pai,di tempat itu Wu Sin Hao menemukan seorang gadis remaja cantik jelita tergeletak di lantai dan ada seekor ular hitam yang mengelilingi gadis itu.


Di sudut kiri ada seorang pria tua renta menatap Wu Sin Hao dengan ganas sekali.Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao segera mengetahui siapa kakek tua renta yang berada di sudut kiri ruang rahasia Bei San Pai.


"Datuk ular hitam kau kah yang sudah membuat ulah di Bei San Pai?!",hardik Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao bersiap untuk bertarung menghadapi pria tua itu.


"Sayang sekali bukan aku yang membuat hancur Bei San Pai..Tetapi Sekte Lima Iblis Cantik Bunga Ular Kuning yang telah lebih dahulu datang dan hancurkan Bei San Pai..Aku hanya melakukan satu ulah yaitu terhadap Nona Bei Yuan yang sudah ku racuni ular hitam ku ..karena ia sudah sebanyak tiga ratus kali menolak cinta dan lamaran ku yang tulus hati untuk meminangnya menjadi istri muda ku",jawab Datuk Ular Hitam berkilat ganas kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


"Dasar sudah tua renta bukan nya tobat untuk hapus dosa sebelum di panggil oleh Yang Maha Kuasa..Eh kau malah semakin berulah terhadap seorang gadis muda yang pantas nya menjadi cucu perempuan mu bukan isteri muda mu!!",ucap Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah menerjang maju ke arah Datuk Ular Hitam yang segera juga menangkis serangan maut dari Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


Trang!!


Trangg!!


Trangg!!


Di ruangan lain di Bei San Pai,Lin Mo Bai bertemu lawan tangguh yaitu kakek Tua Pemetik Bunga Segar .


"Bedebah Laknat Tua kau kah yang telah berbuat gila terhadap para kaum murid wanita Bei San Pai sebelum kau membunuh mereka dengan keji?!!",


Lin Mo Bai menemukan banyak sekali jasad para murid wanita Bei San Pai dalam keadaan sangat mengerikan tergeletak di ruangan utama Bei San Pai.


"Hahaha tepat sekali.Akulah yang telah mencicipi para murid wanita Bei San Pai.Aku pula yang telah menghasut Pangeran Muda Wei untuk mencicipi wanita pilihan Kaisar Tang Agung kita di gubuk bagian selatan Bei San Pai",jawab kakek tua gila itu.


"Bedebah Tua !!Matilah Kau!!",hardik Lin Mo Bai berkelebat cepat menyerang kakek tua itu dengan ilmu pedang rase es menenggelamkan sukma.


Trang!!


Trang!!


Trang!!


Kakek tua pemetik bunga segar menggunakan ilmu tombak mencabur nyawa untuk hadapi ilmu pedang Lin Mo Bai.


Chen Si Lei menyelusuri sebuah ruangan lain di Bei San Pai dan menemukan seorang kakek tua sedang kritis dan selain kakek tua itu juga ada lima orang berpakaian sorban sedang bertarung melawan seorang wanita muda yang sangat hebat sekali.


Maka Chen Si Lei lebih dahulu menolong kakek tua yang sedang krisis itu dengan memberikan pertolongan dengan cepat dan sigap sekali.


"Locianpwe jangan khawatir aku kan menolong mu",kata Chen Si Lei bersimpuh mendekati kakek tua itu dan menggunakan ilmu mukjizat matahari untuk menolong kakek itu.


"Pendekar Rajawali Emas Sakti apakah itu kau kah yang sudah datang ke Bei San Pai ku?",tanya pria tua renta yang sedang krisis itu.


"Iya aku Pendekar Rajawali Emas Sakti yang telah datang ke Bei San Pai mu,Locianpwe",jawab Chen Si Lei sopan sekali kepada kakek tua renta yang ternyata ketua Bei San Pai.


"Terimakasih kau sudah mau datang Ke Bei San Pai tapi Bei San Pai ku sudah hancur oleh mereka berlima .Aku hanya minta tolong untuk kamu bisa menjadi Kaisar Tang Agung terbaik untuk rakyat Tionggoan..Aku berikan pusaka Bei San Pai ku dan anak ku Bei Yuan untuk kau jaga dengan baik seperti kau menyayangi nyawa mu sendiri",ucap Ketua Bei San Pai sebelum meninggal dunia di pelukan Chen Si Lei.


"Baik terimakasih Locianpwe",jawab Chen Si Lei.


Chen Si Lei menutup jasad ketua Bei San Pai dengan jubah luarnya sendiri,lalu Chen Si Lei pun berdiri untuk membantu wanita cantik jelita yang ternyata istri ketua Bei San Pai yang termuda dan terakhir.


"Toanio mohon anda mundur.Biar aku hadapi lima setan gila itu untuk mu dan lociapwe Bei San Pai serta untuk semua orang yang sudah menjadi korban kejahatan gila lima iblis itu",kata Chen Si Lei yang gunakan ilmu menarik sukma untuk isteri ketua Bei San Pai mundur dari pertarungan untuk Chen Si Lei bisa berhadapan dengan lima iblis itu.


"Ahhh aku tak mau mundur dari pertempuran ku menghadapi lima orang gila yang sudah berani menghancurkan keluarga ku dan Bei San Pai",


Wanita itu bersikeras untuk menghadapi lima iblis yang menjadi musuh -musuhnya itu dan akibatnya wanita muda itu tewas di bunuh oleh pihak musuh dengan sadis sekali tanpa Chen Si Lei sempat bisa menolongnya.


Desss!!!


"Heii kalian sungguh laknat!!",hardik Chen Si Lei.


Chen Si Lei bergerak cepat menggunakan ilmu mukjizat bunga persik yang sangat hebat untuk menghadapi lima musuh sakti sesatnya.


Wutt!!


Plakkk!!


Desss!!


Lima Iblis cantik bunga ular kuning terkejut sekali dengan sepak terjang Chen Si Lei yang membuat mereka harus gesit untuk menghadapi Pendekar Rajawali Emas Sakti yang sangat terkenal akan kelihaiaannya.


"Pendekar Rajawali Emas Sakti kau sungguh lihai tetapi kami tidak takut kepada mu dan kami pasti akan bisa membunuh mu!!",teriak lima iblis cantik bunga ular kuning kepada Chen Si Lei.


Chen Si Lei tidak menanggapi teriakan lima iblis cantik bunga ular kuning kepada dirinya karena Chen Si Lei menilai terlalu rendah bagi nya untuk tanggapi lima lawan gila nya itu.


Lima Iblis Cantik Bunga Kuning terkejut saat Chen Si Lei menerjang sangat cepat dan menggerakan dua buah jari yang mengeluarkan cahaya yang sangat menakutkan bagi mereka berlima.


Wuttt!!


Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat jari maut mendesak lima orang musuh nya memekik kaget dengan kelihaiaan nya maka tanpa ampun lagi Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat piramida sakti sehingga salah satu dari lima iblis cantik bunga ular kuning tewas oleh Chen Si Lei.


Dess!!


Empat iblis cantik bunga ular kuning lainnya kaget dan menjadi pucat sekali dalam menghadapi nya.


Chen Si Lei menggunakan kipas sakti dengan ilmu pedang rajawali emas sakti sehingga salah satu dari empat iblis bunga cantik ular kuning tewas di penggal oleh Chen Si Lei.


Crakkk!!


Chen Si Lei berkelebat cepat memotong ketiga iblis cantik bunga ular kuning yang sebenarnya sudah berusaha untuk memberikan perlawanan kepada Chen Si Lei dengan ilmu -ilmu sesat yang mereka kuasai tetapi Chen Si Lei masih sanggup memotong mereka bertiga sampai hancur.


Crakk!!


Crakk!!


Crakk!!


Chen Si Lei berkelebat cepat meninggalkan jasad para musuh bersama dua jasad dari ketua Bei San Pai san istri muda nya di ruang belakang Bei San Pai .


Karena Chen Si Lei harus cepat menolong kedua orang sahabat nya yang berada di tempat yang berbeda di Bei San Pai,dan Chen Si Lei melihat Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti sudah tiba di Bei San Pai.


"Paduka kami sudah tiba di Bei San Pai",laporan dari Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti kepada Chen Si Lei ketika bertemu di sekitar halaman Bei San Pai yang bertumpuk salju .

__ADS_1


"Ya terimakasih.Sekarang bantu aku mencari dan menemukan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Lin Mo Bai di sekitar Bei San Pai ini",kata Chen Si Lei yang segera memerintahkan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti .


"Siap Paduka kami laksanakan",jawab para Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti berkelebat cepat ke seluruh Bei San Pai sesuai perintah Chen Si Lei.


Chen Si Lei berkelebat ke arah dalam Bei San Pai dan menemukan Lin Mo Bai sedang bertarung melawan seorang kakek tua yang terlihat genit dan mesum sekali di ruangan utama Bei San Pai.


"Paduka orang tua ini yang sedang hamba hadapi adalah setan tua pemetik bunga segar atau pria tua laknat yang suka memperkosa para wanita muda dan dia juga yang telah melakukan hal itu kepada para murid wanita Bei San Pai sebelum ia membunih mereka dengan sadis bahkan dia juga yang telah menghasut pangeran muda Wei untuk memperkosa Nona Fan Xiao Wui dengan samaran menjadi Anda untuk balas dendam atas kematian keluarga nya di Kota Jing oleh Paduka",lapor Lin Mo Bai seraya bertarung dengan kakek itu begitu ia melihat kehadiran Chen Si Lei di ruangan utama Bei San Pai.


Trang !!


Trangg!!!


Chen Si Lei sudah melihat sejumlah jasad murid wanita Bei San Pai yang berserakan di sekitar Lin Mo Bai dan pria tua itu bertarung dengan sama kuat dan hebatnya.


Chen Si Lei mendengar laporan dari Lin Mo Bai mengenai kejahatan yang telah di lakukan oleh pria tua renta sadis yang sedang bertarung sengit melawan Lin Mo Bai.


Chen Si Lei berkilat marah sekali terhadap kakek tua renta itu yang langsung terkejut sekali karena Chen Si Lei menerjang kakek itu dengan sangat hebat sekali.


Trang!!!


"Aghh!!",pekik kakek tua itu terkejut karena pedang mukjizat sesat nya telah hancur oleh kipas sakti di tangan kiri Chen Si Lei.


Chen Si Lei menggerakkan kipas membabat habis tubuh kakek tua renta itu dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Lin Mo Bai juga gemetar ketakutan melihat Chen Si Lei ternyata sangat ganas sekali terhadap para musuh -musuhnya.


"Paduka ",panggil Lin Mo Bai untuk Chen Si Lei tak lagi seganas tadi.


"Lin Mo Bai makamkan mereka dengan layak dan baik sebagai manusia",perintah Chen Si Lei tegas kepada Lin Mo Bai sebelum berkelebat pergi untuk mencari dan menemukan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao di tempat lain.


Brrrr!!


Chen Si Lei kembali menyelusuri setiap ruangan di dalam Bei San Pai,dan Chen Si Lei tidak sengaja mendengar suara pertarungan di dalam ruangan tersebut ,dan begitu Chen Si Lei memasuki ke dalan ruangan itu.


Chen Si Lei berhasil menemukan Si Pemabuk Gila sedang bertarung melawan seorang kakek tua yang amat ganas sekali karena menggunakan ular hitam sebagai senjata untuk menghadapi Wu Sin Hao.


Wuttt!!


Chen Si Lei juga melihat seorang gadis remaja yang tergeletak di kelilingi ular -ular racun warna hitam di lantai ruangan tersebut.


"Wu Sin Hao mundur!kau tolong nona itu saja.Aku yang akan hadapi jahanam tua itu!!",teriak Chen Si Lei kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao seraya berkelebat cepat untuk memisahkan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dengan lawannya.


Wutt!!!


Plakkk!!


Dess!!


"Paduka!!",jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang terkejut melihat Chen Si Lei telah datang ke tengah pertarungan nya dengan lawan nya bahkan Chen Si Lei telah menggantikannya menghadapi Datuk Ular Hitam.


"Pendekar Rajawali Emas Sakti rupanya kamu yang telah mengganggu pertarungan ku dengan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao!!",hardik pria tua yang terkejut sekali dengan kehadiran Chen Si Lei secara tiba-tiba itu.


"Aku juga yang akan menghukum mati mu!!",hardik Chen Si Lei menggerakkan kipas untuk melawan ular hitam yang menjadi senjata pria tua sadis itu.


Wutt!!


Crakk!!


Crakk!!


Crakk!!


Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti tiba di ruang rahasia Bei San Pai dan membantu Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao membuyarkan hawa racun ular hitam di ruangan tersebut untuk menyelamatkan nyawa gadis putri ketua Bei San Pai.


Wutt!!


Bressss!!


Sesudah hawa racun ular hitam hilang di seluruh ruangan itu,maka Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao pun bisa secepatnya memeriksa keadaan gadis itu yang sudah pingsan selama dua minggu lebih akibat gigitan ular racun hitam dan di kelilingi oleh sejumlah ekor ular racun hitam oleh Datuk Ular Hitam yang ganas itu agar gadis itu menderita lebih dulu sebelum mati.


"Paduka racun nya sangat parah dan sulit di obati karena sudah dua minggu lebih nona Bei pingsan mengalami keracunan ular hitam dari Datuk gila itu ",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao kepada Chen Si Lei sembari mengerahkan ilmu sinkang untuk mengusir racun ular hitam dalam tubuh Nona Bei Yuan.


"Ya sudah tunggu aku selesaikan menghukum mati bedebah tua laknat ini",kata Chen Si Lei yang sedang bertarung menghadapi Datuk Ular Hitam.


"Hahaha kalian tak kan bisa menyelamatkan Bei Yuan karena siapa pun laki-laki di dunia ini tidak akan pernah bisa memiliki nya karena aku tidak bisa memiliki nya ,maka dia harus mati bersama ku !!",hardik Datuk Ular Hitam dengan suara penuh dendam sekali atas penolakan cinta selama tiga ratus kali lebih oleh gadis perkasa putri ketua Bei San Pai.


"Oh sayang sekali aku tidak bisa membuat nya mati bersama mu karena kau harus mati sendiri oleh ku!!",hardik Chen Si Lei berkelebat cepat dan membabat habis ular hitam sekaligus Datuk Ular Hitam nya dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Crakk!!


Crakk!!


Crakkk!!


Crakkk!!


"Rapikan!!",perintah Chen Si Lei kepada Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti sesudah Datuk Ular Hitam tewas olehnya.


"Siap Paduka kami laksanakan!!",sahut Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti patuh kepada Chen Si Lei.


Chen Si Lei mengambil alih pengobatan terhadap Nona Bei Yuan dari Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dengan cepat dan sigap.


Pertama Chen Si Lei mengangkat gadis itu dari lantai ruang rahasia dan memindahkannya di salah satu ruangan yang sudah di bersihkan dan di rapikan oleh Lin Mo Bai secara terampil sekali.


Kedua Chen Si Lei membuka pakaian gadis itu dan merendam kan gadis itu di sebuah bak mandi yang sudah di beri ramuan herbal penguat tubuh agar bisa melawan racun ular hitam dari dalam tubuh gadis itu.


Ketiga Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat matahari untuk membuyarkan racun dengan cepat dan terakhir Chen Si Lei memberikan minum pil embun himalaya sakti sebanyak mungkin selama dua jam sekali dan jangka waktu dua minggu .


Selama satu bulan lamanya Chen Si Lei tinggal di Bei San Pai sambil merawat Nona Bei Yuan yang hari demi hari bisa terselamatkan nyawa nya oleh Chen Si Lei yang sangat sabar sekali dan terampil dalam mengobati sakit keras dari nona Bei Yuan.


"Aku harus mencari bunga salju yang tumbuh seribu tahun sekali di puncak gunung Bei untuk hadiah musim dingin Hua Erl ku",kata Chen Si Lei yang pada hari itu juga pergi ke puncak gunung Bei bagian barat daya.


"Kalian semua jaga Nona Bei Yuan sampai dia sadar kembali.Aku harus pergi dulu sebentar",tulis Chen Si Lei dalam surat nya yang dia taruh di atas meja tulis dalam kamar perawatan Nona Bei Yuan dan surat tersebut untuk para sahabat nya yang sedang menunggu proses penyembuhan Nona Bei Yuan dengan sabar di luar kamar tersebut.


Chen Si Lei benar-benar memiliki tekad yang amat kuat seperti baja dalam mencapai sesuatu seperti saat ini Chen Si Lei berkeinginan kuat untuk Chen Si Lei bisa memberikan perhatian nya terhadap Hua Erl yang sangat di cintai nya.

__ADS_1


Chen Si Lei mendaki puncak gunung Bei bagian barat daya dengan kemampuannya sendiri tanpa bantuan burung rajawali emas sakti yang selalu sigap untuk membantunya,tetapi..


"Maaf kakak rajawali emas sakti untuk kali ini aku ingin mendapatkan bunga salju abadi di puncak gunung Bei bagian barat daya dengan cara ku sendiri untuk membuktikan rasa cinta ku yang amat besar untuk Hua Erl di rumahku",kata Chen Si Lei halus menolak bantuan burung rajawali emas sakti yang terpaksa hanya mengikutinya dari angkasa dan jarak yang jauh sekali darinya.


Perjuangan yang teguh dari Chen Si Lei sangat menyentuh langit dan bumi yang memberikan nya hasil yang sangat memuaskan dan memberikan ia sebuah kebanggaan tersendiri untuk kemampuan nya yang sangat hebat demi Hua Erl.


Pada hari ke lima berjuang untuk mencapai hasil yang sangat membanggakan hati nya ,Chen Si Lei berhasil menemukan sebuah bunga yang sangat indah berwarna putih salju di sebuah tebing dalam lembah gunung Bei bagian barat daya.


"Aku berhasil menemukan mu ",kata Chen Si Lei senang sekali meskipun salju tebal serta angin musim dingin menerpa kulit dan tubuh nya yang berpakaian tebal serta rambut yang tertutup topi bulu indah yang melindunginya dari angin salju di puncak gunung Bei bagian barat daya.


Chen Si Lei melayang naik ke atas tebing untuk memetik bunga salju abadi dengan tangan yang memakai sarung tangan yang hangat dan indah ,ia berhasil memetik bunga itu dan di taruh di sebuah kotak kaca yang bisa memainkan musik indah dan tenang.


"Kotak kaca musik ini hadiah dari Cleopatra untuk ku dan akhirnya berguna juga untuk menyimpan bunga salju hadiah ku untuk Hua Erl",kata Chen Si Lei duduk di atas salju sambil menulis sebuah kata indah untuk Hua Erl.


"*Hua Erl ku sayang apa kabar mu di musim dingin ini?Ku harap kau baik -baik saja bersama anak kita yang berada di dalam kandungan mu..Ku harap kau selalu kuat dan tabah menghadapi kehidupan mu di Istana Kekaisaraan Tang Agung.Aku akan selalu berdoa untuk mu selalu sehat dan bahagia aku juga berpesan kepada mu untuk menjaga diri dan keharmonisan dengan Huang Erniang dan ke delapan adik perempuanku serta sayangilah ke empat Selir Agung,Nyonya Selir dan para Selir ku yang lainnya..Aku sungguh ingin berjumpa dengan mu.Bunga salju ini hadiah ku untuk mu..Aku rindu kepada mu..Tang Si Lei",tulis Chen Si Lei dalam surat nya yang ia kirimkan melalui burung parkit emas sakti bersama hadiahnya untuk Hua Erlnya.


Hua Erl menerima surat dan hadiah dari Chen Si Lei di dalam kamar tidur nya di Istana Permaisuri di Istana Kekaisaraan Tang Agung.


"Koko Lei Lei kau sungguh baik sekali kepada aku sehingga aku sangat bahagia dengan perhatian mu kepada ku..jangan khawatir aku bisa menjaga diri dan anak kita di dalam kandungan ku ..jangan khawatir aku bisa menjaga keharmonisan ku dengan Ibu Suri Ling dan ke delapan adik kita yang lucu dan menyenangkan..jangan khawatir aku bisa menjalin keakraban dengan semua adik madu ku yang sangat ku cintai..Koko Lei Lei kau jagalah saja dirimu selalu sehat dan terus semangat dalam menjalankan misi mu untuk kebahagiaan rakyat kita di Tionggoan.Hua Erl juga sangat rindu kepada mu..",tulis Hua Erl balasan untuk Chen Si Lei yang berada di Bei San Pai melalui burung parkit emas sakti.


Chen Si Lei menerima surat Hua Erl dengan suka cita dan bahagia sekali karena Hua Erl tidak hanya mengirim balasan suratnya tetapi juga perbekalan musim dingin untuk Chen Si Lei melalui Khu Sin yang sudah menyelesaikan tugas nya atas perintah Chen Si Lei,yaitu menghukum mati sejumlah selir tua di dalam istana dingin atas pelanggaran penjualan hutan secara ilegal dan korupsi uang rakyat.


"Bagus Khu Sin kau sudah menjalankan tugas mu dengan baik.Aku akan memberikan mu hadiah berupa uang emas,perak,perunggu serta ladang untuk masa depan mu akan datang",kata Chen Si Lei membalas kebaikan Khu Sin terhadap dirinya dan Kekaisaraan Tang Agung.


"Terimakasih atas kebaikan paduka kepada hamba..Hamba hanya menjalankan tugas hamba sebagai Laskar Harimau Rajawali Sakti untuk bisa melayani masyarakat dengan sepenuh hati hamba maka hamba akan memberikan hadiah hamba untuk rakyat di desa bagian tengah Tionggoan yang sedang kekurangan air bersih setiap musim dingin.Apakah hadiah hamba bisa di salurkan kepada rakyat di sana Paduka?",ucap Khu Sin tulus hati.


"Tentu saja aku sangat bangga dengan sifat dan sikap nasionalisme mu terhadap rakyat wilayah tengah Tionggoan.Aku juga memberikan dana untuk memberikan pelayanan kesehatan yang akan aku berikan melalui diri mu dan sebagian Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti untuk turun langsung ke daerah yang sedang mengalami kesulitan masalah air bersih",kata Chen Si Lei nada bangga sekali terhadap Khu Sin.


"Terimakasih Paduka..Hamba akan segera laksanakan perintah Paduka kepada Hamba",kata Khu Sin sujud kepada Chen Si Lei lalu pergi ke bagian tengah Tionggoan bersama sebagian besar anggota Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.


"Anda sungguh seorang Kaisar yang bijaksana dan berhati emas yang mencintai rakyat dan pengikut dengan tulus hati",ucap Nona Bei Yuan setelah terbangun dari sakit panjang nya dan ia mendengar dalam keadaan setengah sadar pada beberapa hari yang lalu tentang dirinya telah di selamatlan oleh Kaisar Tang Agung dan sekarang ia terbangun dan menyaksikan sendiri kebaikan hati Tang Si Lei terhadap rakyat nya dan pengikut nya,maka nona ini merasa bangga dan memuja Kaisar Tang Agung dengan rasa cinta yang besar dan tulus terhadap Tang Si Lei.


"Kau sudah sadar?Bagaimana keadaan mu sekarang ini?",tanya Chen Si Lei segera duduk di tepi tempat tidur gadis itu dan memeriksa dahi dan nadi nya dengan cermat,lalu bernapas lega dan tersenyum ramah sekali kepada Bei Yuan.


"Syukurlah kau sudah melewati masa krisis dan itu berarti tak lama lagi kau sudah bisa sembuh seperti sediakala..Tetapi kau harus menunggu selama satu bulan lagi baru kau bisa aktivitas dengan baik sesuai keinginan mu",kata Chen Si Lei tersenyum bahagia melihat gadis itu akan segera sehat kembali.


"Terimakasih Paduka atas kebaikan Paduka pada hamba.Hamba akan membalas budi kebaikan paduka dengan nyawa hamba untuk anda",kata Bei Yuan terharu sekali dengan ketulusan Chen Si Lei dalam merawatnya.


"Sama-sama.Aku sudah menerima amanat dari ayah mu bahwa aku harus menjaga mu dengan baik karena itu kau harus istirahat yang cukup dan makan dan minum teratur agar kau bisa sehat kembali.Maka aku bisa menepati janji ku pada ayah mu",kata Chen Si Lei menerima nampan nasi dan lauk pauk dari Lin Mo Bai buatkan untuk Nona itu.


"Iya hamba akan patuh kepada Paduka",jawab Bei Yuan mematuhi Chen Si Lei dengan baik.


Maka hari demi hari yang di lewati di Bei San Pai telah membuat Bei Yuan jatuh cinta kepada Chen Si Lei yang akhirnya menyetujui permintaan gadis itu yang ingin hidup bersama Chen Si Lei di masa depan.


"Aku akan mengangkat mu sebagai Nyonya Selir nomor lima ku Bei Yuan",kata Chen Si Lei yang memakaikan gadis itu kerudung dan gelang giok putih sebagai tanda penobatan gadis itu di hidup nya di Istana Kekaisaraan Tang Agung.


"Selamat Paduka Kaisar Tang Agung.Anda telah mendapatkan Nyonya Selir nomor kelima !!Selamat juga untuk Nyonya Selir kelima Bei Yuan!!Hidup Kekaisaraan Tang Agung!!Hidup Kaisar dan Hidup Nyonya Selir kelima Bei Yuan!!",sorak sorai para pengikutnya yang di pimpin oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Lin Mo Bai pada hari Bei Yuan telah sehat kembali.


"Baiklah Bei Yuan kau pulanglah ke rumah kita dan hiduplah damai dan harmonis dengan Huang Er niang ku dan ke delapan adik ku..Jaga keakraban dengan Permaisuri Hua Erl dan empat Selir Agung juga ke empat Nyonya Selir yang sudah lebih dulu masuk ke dalam kehidupanku..serta jadilah saudari madu yang baik dan teladan untuk para selir ku ..satu lagi jaga anak -anak ku dari mereka seperti menjaga anak -anak mu sendiri..maka aku akan memberikan mu sayang dan perhatian besar terhadap dirimu",perintah Chen Si Lei tegas sekali kepada Nyonya Selir kelima Bei Yuan.


"Ya Paduka hamba patuh kepada Paduka",jawab Nyonya Selir kelima Bei Yuan beri sujud hormat yang tulus hati kepada Chen Si Lei .


"Terimakasih Bei Yuan",kata Chen Si Lei meraih jemari gadis itu berdiri dan berhadapan dengan nya.


"Paduka",panggil Bei Yuan lembut membiarkan Chen Si Lei memeluknya hangat sebelum Bei Yuan pergi ke Istana Kekaisaraan Tang Agung melalui burung rajawali emas sakti yang mengantarkan Bei Yuan ke rumah barunya.


"Baiklah sekarang kita lanjutkan perjalanan kita ke luar gunung Bei",kata Chen Si Lei usai mengantar Bei Yuan ke burung rajawali emas sakti nya yang setia .


"Kota Kecil yang di bawah sana adalah kota kecil An ",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao pada hari berikutnya.


"Ya kita hadapi saja rintangan apa pun yang ada di sana",kata Chen Si Lei merapikan topi berbulu indah nya dengan rapi sekali karena karya Hua Erl nya.


"Kita harus cari Deng Chao si pengkhianat Bei San Pai dan hukum mati orang itu",kata Lin Mo Bai yang sudah tahu tentang Deng Chao murid Bei San Pai yang berkhianat kepada sekte nya sendiri hingga Bei San Pai hancur dengan mudah oleh pihak musuh sesat lima iblis cantik bunga ular kuning dan Lin Mo Bai tahu dari Nyonya Selir ke lima Bei Yuan yang cerita kepada Chen Si Lei pada hari nyonya itu sudah bisa turun dari tempat tidur.


"Ya tentu saja Deng Chao harus kita cari dan kita temukan lalu kita hukum mati orang itu untuk Bei San Pai tenang ",kata Chen Si Lei nada geram dan dingin sekali.


Sementara itu,Selir Agung Pertama He Thing Thing merasa cemburu melihat burung parkit emas terbang ke Istana Permaisuri Hua Erl bukan ke Istana Selir Agung Pertama He Thing Thing.


"Aku sungguh iri terhadap Permaisuri Hua Erl yang selalu mendapatkan perhatian dari Paduka hanya karena ia hamil anak kandung Paduka Kaisar Tang Agung sedangkan aku hamil anak Hu Yi Tian sialan itu",kata Selir Agung Pertama He Thing Thing berulang kali di kediamannya .


He Thing Thing masih belum menerima kenyataan bahwa dia hamil karena perbuatan Hu Yi Tian dan ia masih pintar menyembunyikan kondisi nya saat ini ,meski pun ia tahu bahwa para dayang istana dan para kasim di istananya sudah tahu tentang kehamilannya ,tetapi ia minta para dayang dan para kasim di istana nya untuk tutup mulut mereka atau dia akan menghukum mati mereka.


"Ya Paduka Selir Agung Pertama He Thing Thing kami patuh kepada perintah Paduka",jawab para dayang dan para Kasim di istananya.


He Thing -Thing makin kesal melihat kedatangan Nyonya Selir Ke lima Bei Yuan yang baru saja tiba di Istana Kekaisaraan Tang Agung ,dan itu berarti He Thing Thing mendapat saingan baru lagi .


"Dia sungguh cantik jelita muda dan perawan tentu saja Paduka tergila -gila kepadanya..Tidak seperti ku yang sudah tidak perawan lagi sebelum di miliki oleh Paduka Kaisar Tang Agung karena itu sampai kapan pun Paduka tak kan pernah ada dan tidak akan tergila -gila kepada ku dan apalagi aku hamil anak pria lain yang bukan darah daging dan keturunan murni Paduka ",kata He Thing Thing di dalam hatinya meskipun di luar hatinya ,ia sangat manis menyambut kedatangan saudari madu baru nya di hadapan Ibu Suri Ling,kedelapan Putri adik kandung Kaisar,Permaisuri Hua Erl dan yang lain.


"Aku tidak berhak cemburu ,aku tidak berhak untuk meminta perhatian dan cinta dari Paduka",katanya lagi dalam hatinya yang penuh kesedihan .


Di Istana Harem lainnya..


Nyonya Selir Ketiga Nan Erl sedang melamun di taman dalam istana pribadinya..Ia juga sedang merindukan Kaisar Tang Agung yang sudah lebih dari satu bulan berpisah dengan nya di pintu keluar kota Nan.


"Aku sungguh merindukan Anda Paduka",kata Nan Erl menyentuh wajah nya sendiri seakan di sentuh oleh Kaisar .


Di Istana Selir Pertama .


Selir Gangga Dewi juga sedang duduk melamun memikirkan Kaisar yang sudah lama sekali berada di luar Istana sehingga mereka semua merindukan Paduka Kaisar Tang Agung.


"Aku sudah tiga tahun belum pernah di kunjungi dan di sentuh oleh Paduka sejak pertama kali aku menikah dengan Beliau ",kata Selir Agung Kedua Xiao Yin sedang bicara dengan Selir pertama Puteri Gangga Dewi di Istana Selir ketiga puluh Yuan Xin.


"Masih banyak wanita yang belum di kunjungi dan di undang oleh Paduka untuk ritual hubungan suami istri karena Paduka terlalu sibuk dengan urusan di dunia kangouw dan Kekaisaran Tang Agung",kata selir kedua puluh sembilan Lin Ya Ru.


"Tapi kau sudah pernah melakukan hubungan intim dengan Paduka di luar Istana.Kau lebih beruntung dari pada kami yang berada di dalam Istana",kata Selir Agung Kedua Xiao Yin.


"Iya tapi aku tetap saja tidak seberuntung Permaisuri Hua Erl dan Selir Xuan Xuan yang di beri anugerah untuk mengandung keturunan asli Paduka..bahkan jauh lebih beruntung Selir Yulan dan Selir You You yang sudah pernah melahirkan keturunan Beliau",kata Lin Ya Ru merasa sedih juga tidak di perhatikan dengan istimewa dari Kaisar Tang Agung.


Mereka membahas semua itu di taman harem dan di dengar oleh Selir Agung Pertama He Thing Thing yang tidak sengaja mendengarkan mereka membahas tentang perhatian Paduka terhadap mereka yang sebenarnya sama saja dengan dia cuma berbeda nya mereka iklas dan sabar untuk menunggu dapat perhatian dan cinta dari Kaisar , sedangkan ia sangat egois menuntut lebih kepada Kaisar Tang Agung.


"Aku sungguh egois sudah tidak berhak masih saja mengeluh kepada Paduka..padahal Kaisar sudah sangat baik menerima ku apa adanya untuk balas budi kepada Hu Yi Tian .Aku sudah jahat pada Paduka dan Hu Ti Tian..mereka tidak salah. Takdir dan nasib ku saja yang harus aku salahkan. aku cinta kepada Paduka ,maka aku harus sabar kepada Paduka..Aku berhutang janji kepada Hu Yi Tian,maka aku harus tepati janji ku kepada Hu Yi Tian",kata Selir Agung Pertama He Thing Thing yang akhirnya sadar untuk iklas dalam menjalani kehidupan nya..


"Siapakah di sana?",tanya Selir Melani yang kaget sekali melihat nya hadir di taman Harem.


"Aku yang telah datang ke taman kita",jawab Selir Agung Pertama He Thing Thing tersenyum ramah kepada Selir kedua puluh empat Melani.

__ADS_1


"Wah selamat bergabung Selir Agung Pertama He Thing Thing..Ayo ikutlah bergabung bersama yang lainnya",kata Selir kedua puluh empat Melani yang menarik tangan He Thing Thing untuk bergabung bersama harem lainnya*.


__ADS_2