
Di goa gunung Mata air elang sakti.
Chen Si Lei mengobati luka parah pada lengan pria yang bernama Fan Wu Ji dari Sekte ayam sakti dari kota Jing yang sudah di dengar oleh Chen Si Lei dari pria itu sendiri.
Lin Mo Bai mengobati luka parah pada bahu pria yang bernama Zheng Jiao dari Sekte burung dan anjing pemburu dari kota Bei An dari pria manis yang sudah cerita sendiri.
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao kebingungan untuk mengobati luka parah di perut Nona Chang Chien putri bungsu dari Marquis Chang Xin ketua Sekte gunung kelinci.
"Paduka kita tukaran saja. Anda obati Nona Chang Chien. Hamba obati Fan Wu Ji ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao tidak bisa memberikan pertolongan kepada gadis itu karena lukanya harus memperlihatkan kulit indah si gadis yang tentunya pantang bagi pria yang bukan saudara atau orang tua si gadis untuk mengobati gadis itu.
"Aku juga bukan saudara atau ayah gadis itu",kata Chen Si Lei yang bingung juga untuk mengobati luka parah dari gadis itu.
"Lin Mo Bai kau saja.Kau kan Kasim",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menukar pasien nya dengan pasien Lin Mo Bai yang pasrah kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang kadang suka seenaknya saja.
"Ah baiklah hamba yang akan mengobati luka parah Nona Chang",jawab Lin Mo Bai patuh kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao karena Chen Si Lei sudah melirik nya untuk menyembuhkan luka pada perut Nona Chang Chien.
Maka, Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang turun tangan untuk mengobati luka dari Zheng Jiao sekte burung dan anjing pemburu.
Lin Mo Bai mengobati luka parah dari Nona Chang Chien di dalam goa yang lain.
Tetapi Lin Mo Bai tidak bisa mengobati luka Nona Chang Chien karena luka racun sesat yang sangat hebat dan ganas sekali sehingga harus Chen Si Lei yang bisa menyelamatkan nyawa Nona itu.
"Ahh luka mu sungguh parah sekali. Hanya Paduka yang bisa menyembuhkan mu ,Nona",kata Lin Mo Bai usai melihat bahwa luka parah di perut Nona Chang Chien adalah racun sesat yang hanya bisa di obati oleh Chen Si Lei yang memiliki ilmu sakti bersih.
Maka Lin Mo Bai segera memberitahukan kepada Chen Si Lei bahwa luka parah di perut Nona Chang Chien itu memiliki hawa sesat berbahaya bagi nyawa Nona itu.
"Paduka hamba tidak bisa menyembuhkan luka parah pada perut Nona Chang Chien karena Nona menderita racun sesat yang sangat hebat dan ganas sekali yang mengancam jiwa Nona itu",lapor Lin Mo Bai kepada Chen Si Lei di goa lain.
Chen Si Lei tidak bisa membiarkan gadis putri dari Marquis Chang Xin meninggal dunia begitu saja, karena Chen Si Lei ingin mengetahui informasi yang lebih besar lagi dari pil air mata elang sakti yang membuat Chen Si Lei penasaran dan juga sebagai Kaisar Tang Agung.
Chen Si Lei harus menolong rakyatnya dari penderitaan apa pun jua.
"Ya baiklah, aku yang akan menolong Nona Chang Chien",kata Chen Si Lei selesai mengobati luka di lengan Fan Wu Ji sekte ayam sakti dari kota Jing.
"Hamba bantu untuk merawat tuan muda Fan Wu Ji untuk anda",kata Lin Mo Bai ambil alih tugas Chen Si Lei dalam merawat Fan Wu Ji sekte ayam sakti.
"Lin Mo Bai kau pintar juga untuk membantu Paduka mendapatkan Nyonya Selir ke empat yang sangat cantik jelita sekali itu",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao di tepi sungai kecil untuk membasuh tangan dan kakinya usai mengobati orang lain dari luka.
"Iya hamba sudah dapat informasi dari Selir Ya Ru yang mengirimkan hamba surat untuk hamba membantu Paduka melengkapi harem Beliau sesuai perintah Ibu Suri berikan kepada Anda Tuan Besar Wu",kata Lin Mo Bai tulus hati kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dalam membantunya untuk membantu Chen Si Lei.
"Selir Lin Ya Ru sangat hebat sekali sebagai putri mu Lin Mo Bai",puji Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao untuk terima kasih kepada Kasim Lin Mo Bai.
"Sama-sama Tuan Besar Wu",jawab Lin Mo Bai ramah kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
Chen Si Lei masuk ke goa lain di goa gunung air mata elang sakti untuk Chen Si Lei bisa menyembuhkan luka parah pada perut Nona Chang Chien putri bungsu dari Marquis Chang Xin di gunung kaki kelinci.
"Nona aku minta maaf sebelumnya atas sikap lancang ku yang harus membuka pakaian mu di bagian perut untuk menyelamatkan nyawa mu dari hawa racun sesat",kata Chen Si Lei sopan kepada Nona Chang Chien yang terluka parah pada perutnya itu.
Nona Chang Chien dalam keadaan setengah sadar mendengar suara sopan dan hormat dari Chen Si Lei kepadanya .Nona itu merasa tersentuh oleh kebaikan hati Chen Si Lei yang sangat tulus kepada Nona itu sebelum mengobati luka racun sesat di perut gadis itu.
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak matahari untuk membersihkan hawa racun sesat pada tubuh gadis yang tersenyum ramah sekali kepadanya dan Chen Si Lei memberikan semangat untuk gadis itu berjuang keras untuk bisa sembuh dari penyakit yang diderita oleh gadis itu.
"Pendekar Rajawali Emas Sakti aku sangat tersentuh oleh kebaikan mu kepada ku ",kata Nona Chang Chien dengan suara halus tetapi lemah karena terluka.
"Aku menolong mu hanya berdasarkan jiwa kemanusiaan ku saja",kata Chen Si Lei ramah sekali kepada gadis cantik jelita sekali memakai pakaian serba merah ini.
"Ya aku tahu tapi aku sangat bahagia sekali bisa bertemu dengan mu dan kamu sangat baik sekali kepada ku",kata Nona Chang Chien yang sangat lembut sekali kepada Chen Si Lei.
"Aneh sekali biasanya aku sangat tidak pernah suka kepada para pria yang jatuh cinta kepada ku di kota Chang dan gunung kaki kelinci. Padahal banyak sekali pria berniat untuk menikahi ku dengan berbagai macam cara untuk mendapatkan ku dari ayahku Marquis Chang Xin. Tetapi kini aku merasakan kebahagiaan yang sangat besar karena aku merasa berdebar kencang terhadap Pendekar Rajawali Emas Sakti. Apakah aku sudah jatuh cinta kepada Pendekar Rajawali Emas Sakti ?!", ucap gadis itu dalam hatinya selama perawatan yang di lakukan oleh Chen Si Lei untuknya.
"Nona minumlah pil embun Himalaya sakti dari ku agar kau bisa cepat sembuh kembali",kata Chen Si Lei memberikan pil embun Himalaya sakti kepada Nona itu.
"Terimakasih Pendekar Rajawali Emas Sakti",kata Nona Chang Chien menerima pil embun Himalaya sakti dari Chen Si Lei berikan kepadanya.
"Lalu kau sudah bisa istirahat selama satu minggu dalam proses kesembuhan mu, Nona Chang Chien",kata Chen Si Lei memberikan pakaian baru kepada Nona itu.
"Apakah kau tidak mau membantu ku untuk mengganti pakaian ku ?", tanya gadis itu menatap memohon kepada Chen Si Lei.
"Hmmm aku tidak bisa membantu mu karena aku bukan siapa siapa mu",jawab Chen Si Lei sopan sekali.
"Hmm bagaimana jika Anda jadikan hamba sebagai wanita anda ,maka anda bisa menggantikan pakaian hamba tanpa sungkan?!",ucap gadis itu menarik Chen Si Lei untuk membantunya berganti pakaian.
"Baiklah,aku tes dulu kesungguhan hati mu kepada ku",kata Chen Si Lei menarik gadis itu lebih cepat dari Nona itu sendiri.
Chen Si Lei menggantikan pakaian Nona Chang Chien yang memeluknya cepat dan menciumnya mesra sehingga Chen Si Lei terkejut sekali karena keberanian Nona itu untuk memberikan ciuman pertama kali kepada Chen Si Lei.
"Kau sungguh hebat sekali Nona",kata Chen Si Lei membiarkan gadis itu mencium bibir dan mulutnya lebih mesra lagi sampai Chen Si Lei menyentuh leher gadis itu untuk membalas ciuman pada bibir gadis itu dengan cepat dan mesra sekali.
"Paduka hamba akan tunjukkan kepada anda pil air mata elang sakti berasal dari mana",kata Nona Chang Chien usai menyelesaikan ciuman nya kepada Chen Si Lei.
Gadis itu menggandeng tangan Chen Si Lei untuk masuk ke dalam goa kecil yang lebih jauh dari goa sebelumnya, dan Chen Si Lei mengikuti petunjuk gadis itu yang sudah patuh kepadanya karena cinta.
Mereka berdua berjalan bersama menyelusuri goa yang sangat dalam sekali dan tidak berujung sama sekali.Goa semakin lama semakin gelap gulita sampai Chen Si Lei harus waspada terhadap setiap kemungkinan adanya musuh sakti sesat secara curang di dalam goa.
"Di sana ada bukit yang permai bernama bukit harapan",kata Nona Chang Chien.
Chang Chien menunjukkan sebuah bukit yang permai di ujung jalan dalam goa itu dan Chen Si Lei melihat ada seekor burung elang raksasa yang sedang menangis karena kesakitan.
"Aku harus menolong burung elang raksasa dari penyakitnya",kata Chen Si Lei.
Chen Si Lei berkelebat cepat ke arah burung elang raksasa yang melihat Chen Si Lei datang ke burung itu, maka burung terlihat waspada terhadap Chen Si Lei dan bersikap akan menyerang Chen Si Lei.
"Hei kakak elang,aku tidak akan pernah menyakiti mu.Aku hanya ingin menolong mu",kata Chen Si Lei dengan lembut sekali kepada burung elang raksasa.
Burung elang raksasa pun mengerti maksud dari Chen Si Lei datang kepadanya dan burung itu menggangguk kepala untuk menjawab Chen Si Lei.
Chen Si Lei memeriksa keadaan burung elang raksasa yang ternyata mengalami luka pada kakinya oleh senjata tajam.
"Apakah ada orang yang menyakiti mu?",tanya Chen Si Lei menggunakan obat cair untuk mengobati luka kaki burung elang raksasa.
Burung elang raksasa menunjuk ke bawah bukit kepada Chen Si Lei yang melihat adanya beberapa orang yang berpakaian serba hitam membawa senjata tajam berupa tombak panjang berukir burung hitam.
"Sekte Sesat burung hitam yang sudah menyerang mu,kakak elang",kata Chen Si Lei usai membalut luka burung elang raksasa yang menggangguk kepala untuk menjawabnya.
"Chang Chien lindungi burung elang raksasa untuk ku",perintah Chen Si Lei.
"Ya Paduka",jawab Nona Chang Chien berkelebat cepat untuk mematuhi perintah Chen Si Lei.
Chen Si Lei meluncur cepat menghantam beberapa orang musuh sakti sesat dari Sekte Sesat burung hitam dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!
Para musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali menangkis serangan dari Chen Si Lei dengan sangat hebat sekali.
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!!
Trangggggg !!!
__ADS_1
Trangggggg !!
"Pendekar Rajawali Emas Sakti kau sungguh kejam sekali kepada kami masih ada hubungan kekerabatan dengan Kekaisaran Tang Agung terdahulu!!",hardik pria sadis yang segera di ketahui oleh Chen Si Lei adalah Pangeran Muda adik dari Selir tua Min Zu.
"Oh aku tidak peduli tentang masalah lalu dan jasa busuk mu kepada Huang Ama ku yang sudah kalian manfaatkan untuk memperoleh kekayaan ilegal yang sudah merugikan rakyat kota Bei An! !",hardik Chen Si Lei menggerakkan kipas secara cepat membabat habis kepala pria ganas itu tewas seketika itu juga oleh Chen Si Lei.
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei berkelebat cepat menangkis serangan senjata tajam para musuh dari Sekte Sesat burung hitam dengan sangat hebat sekali.
Wuttttt !!
Trangggggg!!
Trangggggg !!!
Trangggggg !!!
Trangggggg !!!
Trangggggg !!!
Trangggggg !!!
Trangggggg !!!
Trangggggg !!!
Trangggggg !!!
Trangggggg !!!
Chen Si Lei menggunakan kipas membabat habis sejumlah besar musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!!!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!!
Chen Si Lei menggerakkan kipas menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti membabat habis kepala musuh sakti sesat.
Wuttttt! !
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Wuttttt !!
Dessssssss !!
Chen Si Lei menggunakan kipas menggunakan ilmu mukjizat sakti bunga persik untuk hancurkan sejumlah orang musuh sakti sesat secara cepat sekali.
Wuttttt !!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh ilmu mukjizat bunga persik milik Chen Si Lei.
Chen Si Lei menyambar cepat menggerakkan kipas sakti menghantam hancur para musuh sakti sesat di sekitar bawah bukit harapan.
Bressss !!
Chen Si Lei menggerakkan tubuhnya berkelebat cepat memenggal kepala musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali sehingga para musuh habis olehnya.
Crakkkkkk!!
Chen Si Lei kembali ke bukit harapan dan melihat Nona Chang Chien setia untuk menemani burung elang raksasa dengan kesabaran yang mengagumkan hati Chen Si Lei yang menghampiri gadis yang sedang duduk di dekat burung elang raksasa.
"Chien Chien",panggil Chen Si Lei merangkul gadis itu yang segera menoleh ke arah Chen Si Lei.
"Paduka cepat taruh botol bening di dekat pelupuk sepasang mata burung elang raksasa ini untuk mendapatkan pil ajaib nya",kata Chang Chien memberitahu cara mengambil obat mujarab itu.
Chen Si Lei menggunakan bola kristal untuk menghimpun pil air mata elang sakti untuk hadiah ulang tahun Hua Erl.
Chen Si Lei menunggu dengan sabar untuk elang raksasa sakti selesai menangis untuk mengeluarkan pil ajaib itu.
Chang Chien bersandar pada bahu kuat Chen Si Lei selama menunggu bola kristal penuh oleh air mata burung elang raksasa sakti yang berubah menjadi seekor burung phoenix keemasan yang sangat indah sekali sampai Nona itu terkejut dan takjub sekali.
"Burung phoenix yang menyamar sebagai burung elang raksasa sakti",kata Chen Si Lei membelai lembut rambut dan bulu burung langit itu.
"Burung ini ingin menjadi sahabat Anda Paduka",kata Nona Chang Chien melihat burung phoenix bersikap manja kepada Chen Si Lei yang mengerti keinginan hati burung Kaisar Langit ini.
"Mulai hari ini kau adalah sahabat ku Ratu Phoenix",kata Chen Si Lei sangat halus dan lembut sekali kepada burung yang terbang menuju ke arah Istana Kekaisaran Tang Agung dan berkumpul bersama keluarga peliharaan Chen Si Lei lainnya.
Chen Si Lei mengirimkan hadiah untuk Hua Erl tepat waktu di hari pertama ulang tahun ke lima belas tahun Permaisuri Hua Erl yang menerimanya di dalam kamar tidurnya di Istana Permaisuri.
"Koko Lei Lei terimakasih atas hadiah mu untuk ku",kata Hua Erl menangis untuk mengeluarkan rasa bahagia atas perhatian Chen Si Lei berikan kepadanya.
Hua Erl meraih bola kristal isi pil air mata burung phoenix dengan bahagia sekali.
"Burung phoenix yang sangat indah sekali yang kau berikan untuk hadiah kedua setelah pil air mata burung phoenix dalam bola kristal cantik ini",kata Hua Erl bisa merasakan kehadiran Chen Si Lei bersamanya saat ini, meskipun mereka berdua juga tetapi hati dan jiwa serta pikiran mereka adalah satu.
"Permaisuri anda hari ini ada acara ritual untuk merayakan hari ulang tahun anda bersama Ibu Suri Ling dan segenap keluarga besar Paduka Kaisar Tang Agung di Istana Ibu Suri Ling",lapor para pelayan khusus Ibu Suri Ling datang ke Istana Hua Erl di dalam Istana Permaisuri.
"Ya terima kasih atas perhatian Ibu Suri Ling kepada ku",kata Hua Erl anggun dan hormat menerima undangan khusus Ibu Suri Ling untuknya di hari ulang tahun ke lima belas tahun.
Sementara itu Chen Si Lei membuat lampion ukiran burung phoenix untuk hadiah ketiga hari ulang tahun Hua Erl yang dia terbangkan ke angkasa dari atas bukit harapan.
"Kirimkan pesan rinduku kepada Hua Erl di rumah ku !!", teriak Chen Si Lei kepada lampion sangat besar itu yang terbang ke angkasa pada hari itu tepat malam hari terakhir ulang tahun Hua Erl.
Di Istana Kekaisaran Tang Agung.
Hua Erl merayakan hari raya ulang tahun yang sangat hebat baginya karena Chen Si Lei mengirimkan banyak sekali hadiah untuknya, pesta sederhana yang ramah lingkungan dan sosial terhadap rakyat di Ibukota Kekaisaran Tang Agung yang ikut merayakan hari ulang tahun Hua Erl sebagai Permaisuri Hua Erl Kekaisaran Tang Agung.
Ritual persembahan kepada Buddha, festival lampion, pasar rakyat sederhana dan sebagainya turut meriahkan hari istimewa Hua Erl yang sepanjang hari ini menangis bahagia sekali.
"Terimakasih Paduka ",kata Hua Erl tersenyum bahagia melihat lampion raksasa ukiran burung phoenix terbang di angkasa dan memperlihatkan banyak sekali ucapan selamat ulang tahun untuk Hua Erl dari Tang Si Lei untuknya di saksikan oleh lapisan masyarakat Ibukota Kekaisaran Tang Agung.
"Paduka Permaisuri Hua Erl anda sungguh beruntung sekali",kata Selir Agung pertama He Thing Thing yang ikut serta dalam perayaan hari ulang tahun Hua Erl.
__ADS_1
"Selamat ulang tahun Permaisuri Hua Erl ", kata Selir Agung kedua Putri Xiao Yin.
"Selamat ulang tahun Permaisuri Hua Erl dari ku juga",kata Selir Agung ketiga Song Hui Lan ramah sekali kepada Hua Erl.
"Selamat ulang tahun Permaisuri Hua Erl,aku punya hadiah untuk anda",kata Selir Agung keempat Putri Nila memberikan hadiah kepada Hua Erl yang menerimanya dengan sopan sekali.
"Terimakasih atas kebaikan kalian semua kepada ku",kata Hua Erl tulus hati dan lembut penuh kasih sayang terhadap para istri lain dari Kaisar Tang Agung.
"Permaisuri Hua Erl kami juga menyediakan hadiah untuk anda",kata Nyonya Selir pertama Xue Erl memberikan hadiah kepada Hua Erl.
"Ada aku juga punya hadiah untuk Anda",kata Nyonya Selir ke dua Liu Ci Xian.
"Ah kami para selir juga beri hadiah untuk anda ", kata Selir pertama Putri Gangga Dewi mewakili para selir lain memberikan sejumlah besar hadiah kepada Hua Erl.
"Salam Sejahtera kepada Paduka Permaisuri Hua Erl",sapa Selir kedua Putri Mutiara Dewi memberi hormat kepada Hua Erl yang tersenyum ramah sekali kepadanya.
"Salam kenal juga Paduka",sapa Selir ketiga Putri Parvati dalam bahasa Han yang cukup baik .
"Permaisuri Hua Erl ini adalah hadiah ku untuk Anda",kata Selir ke lima Putri Yi Tian menyerahkan hadiah berupa buku cerita rakyat untuk Hua Erl.
Para selir lainnya juga segera berdatangan untuk merayakan hari ulang tahun Hua Erl di dalam Istana Ibu Suri Ling sebagai ibu mertua para istri Kaisar Tang Agung.
He Thing Thing mendapat sapaan akrab dari Selir ke delapan Putri Lian Lian yang datang membawa cerita seru untuk mengakrabkan mereka semua dengan Selir Agung pertama He Thing Thing.
"Aku Selir ke sembilan Putri Yu Lan",sapa Selir ke sembilan Putri Yu Lan hangat.
"Aku Selir ke sepuluh Zhiwei ", sapa seorang gadis amat cantik jelita sekali hangat kepada He Thing Thing dengan memberikan kue enak kepadanya.
"Aku selir ke sebelas Shuang Shuang",sapa Shuang Shuang lembut sekali.
"Aku selir ke dua belas You You",sapa You You ceria.
"Aku selir ke tiga belas Momo",sapa Momo ramah.
"Aku selir ke empat belas Xing Erl",sapa Xing Erl sopan sekali.
"Aku selir ke lima belas Xuan Xuan",sapa Xuan Xuan anggun sekali.
"Aku selir ke enam belas Erl Hong",sapa Erl Hong riang gembira.
"Aku selir ke tujuh belas Fei Yang",sapa Fei Yang sopan juga ramah sekali.
"Aku selir ke delapan belas Putri Yi Yi",sapa Yi Yi sopan dan hormat sekali.
"Aku selir ke sembilan belas Tian Erl",sapa Tian Erl yang sopan sekali lalu pergi ke tempat Permaisuri Hua Erl dan duduk bersama Permaisuri Hua Erl.
"Aku selir ke dua puluh satu Xin Ru",sapa Xin Ru juga sopan sekali lalu duduk di kursi bagian selir sesuai urutan.
"Aku selir ke dua puluh dua Putri Yin Shuang",sapa Yin Shuang sangat ramah.
"Aku selir ke dua puluh empat Putri Melani",sapa Melani dengan rambut indahnya terurai lepas.
"Aku selir ke dua puluh lima Putri Wen Qing",sapa Wen Qing sopan sekali, lalu ia pun duduk di kursi khususnya.
"Aku selir ke dua puluh enam Xiao Zhao",sapa Xiao Zhao ramah.
"Aku selir ke dua puluh tujuh Xiang Xiang",sapa Xiang Xiang lembut dan anggun.
"Aku selir ke dua puluh delapan Lee Yuna",sapa Lee Yuna khas Silla.
"Tolong ubah sapa mu dengan sapaan Kekaisaran Tang Agung",perintah Ibu Suri Ling tegas dan keras kepada selir ke dua puluh kedelapan Lee Yuna yang segera sujud hormat kepada Ibu Suri Ling dan mematuhi perintahnya.
"Maafkan hamba Ibu Suri Ling",kata Lee Yuna pucat sekali di bentak oleh Ibu Suri Ling.
"Ulangi sapa mu dengan benar",perintah Ibu Suri Ling tegas sekali sehingga suara beliau menggelegar di seluruh istananya dan semua orang termasuk Permaisuri Hua Erl menoleh ke arah Ibu Suri Ling yang sedang marah kepada selir ke dua puluh delapan Lee Yuna yang sujud dengan wajah pucat dan tubuh gemetar.
"Aku selir ke dua puluh delapan Lee Yuna",sapa Lee Yuna segera menggunakan sapaan ala Kekaisaran Tang Agung untuk Permaisuri Hua Erl dan Selir Agung pertama He Thing Thing.
"Baik seharusnya kamu ingat bahwa kau adalah selir putra ku Kaisar Tang Agung bukan lagi putri kerajaan Silla. Kau menantu ku ,jadi kau harus selalu gunakan tata krama yang berlaku di lingkungan Kekaisaran Tang Agung.Jika kau sampai lupa atau melanggar aturan lagi. Aku akan memberikan mu hukuman berat kepada mu!!", perintah Ibu Suri kepada Lee Yuna.
"Hamba patuh kepada Ibu Suri Ling",jawab selir ke dua puluh delapan Lee Yuna.
"Huang ErNiang tolong jangan marah di hari raya ulang tahun Permaisuri Hua Erl di dalam festival musim gugur yang sangat indah ini",kata Putri Yang Yang sudah sangat cepat sekali meredakan amarah Ibu Suri Ling secara halus sekali.
"Ah baiklah aku tidak akan marah lagi",kata Ibu Suri Ling tersenyum anggun dan terhormat kepada Hua Erl yang segera memahami Ibu Suri Ling.
"Permaisuri Hua Erl tolong anda tidak merasa sedih di hari ulang tahun anda yang pertama kali di adakan di dalam Istana Kekaisaran Tang Agung dengan peristiwa kecil tadi",kata Ibu Suri Ling agung sekali.
"Ya Huang ErNiang,Hua Erl sangat mengerti", jawab Hua Erl lembut sekali kepada Ibu Suri Ling.
"Baiklah selanjutnya siapa",kata Ibu Suri Ling kepada Kasim utama Kekaisaran Tang Agung.
"Lapor Ibu Suri Ling,selanjutnya adalah selir ke dua puluh sembilan Lin Ya Ru",
"Aku selir ke dua puluh sembilan Lin Ya Ru",sapa Lin Ya Ru sangat sopan sekali.
"Aku selir ke tiga puluh Putri Yuan Xin",sapa Putri Yuan Xin juga sopan sekali.
Setelah itu kedua orang putra Kaisar Tang Agung hadir di ikuti oleh putri Kaisar Tang Agung.
"Pangeran pertama Si Hao memberi selamat ulang tahun ke lima belas tahun kepada Huang ErNiang Permaisuri Hua Erl",sapa anak laki-laki berusia dua tahun di pandu oleh ibu asuh yang membantu pangeran memberi hormat kepada Hua Erl.
"Pangeran kedua Si Kong memberi selamat ulang tahun ke lima belas tahun kepada Huang ErNiang Permaisuri Hua Erl",sapa anak laki-laki berusia satu tahun di bimbing oleh ibu asuh juga.
"Putri pertama Xin Yuan memberi selamat ulang tahun ke lima belas tahun untuk Huang ErNiang Permaisuri Hua Erl",sapa seorang bayi perempuan berusia tujuh bulan di pandu oleh ibu asuh memberi selamat kepada Permaisuri Hua Erl.
"Selamat ulang tahun Permaisuri Hua Erl !!!Semoga Permaisuri Hua Erl panjang umur !!",sorak sorai para penghuni Istana Kekaisaran Tang Agung.
Semua orang sangat berbahagia di hari ini untuk Permaisuri Hua Erl yang sangat bahagia sekali bisa merayakan hari ulang tahun bersama seluruh keluarga besar Kekaisaran Tang Agung, meskipun minus Sang Kaisar Tang Agung tidak sempat hadir di dalam perayaan tersebut.
Namun Hua Erl bisa merasakan kehadiran Chen Si Lei bersama mereka semua di dalam hati mereka yang sangat mencintai, menyayangi dan merindukan Kaisar Tang Agung sama halnya dengan Hua Erl.
"Pil air mata burung phoenix dalam bola kristal cantik, lampion indah,dan aneka surat berisi ucapan selamat ulang tahun sangat cukup besar perhatian Paduka Kaisar Tang Agung kepada ku",kata Hua Erl tersenyum bahagia menyentuh perut besarnya yang sedang hamil usia enam bulan lebih.
Selir Agung pertama He Thing Thing merasa gugup karena takut ketahuan bahwa He Thing Thing sedang hamil muda calon bayi untuk Hu Yi Tian bukannya untuk Kaisar Tang Agung.
"Celaka aku belum lama menikah dengan Paduka Kaisar Tang Agung, kini telah hamil usia sebulan lebih padahal kami menikah belum ada empat minggu tetapi kehamilan ku sudah tujuh minggu", ",kata Selir Agung pertama He Thing Thing di dalam hatinya.
Tapi semua orang tidak ada yang mencurigai kehamilannya, maka Selir Agung pertama He Thing Thing bersikap santai seakan tidak ada yang di sembunyikan olehnya di hadapan para penghuni Kekaisaran Tang Agung.
Sementara itu Chen Si Lei berhasil keluar dari goa bukit harapan bersama Nona Chang Chien yang memberikan petunjuk kepada Chen Si Lei arah pulang dari arah bukit harapan.
"Paduka anda darimana saja selama tujuh hari ini ?",tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao seraya tersenyum melihat Chen Si Lei keluar dari goa kecil di ikuti Nona Chang Chien.
"Tuan Besar Wu, anda jangan menggoda Paduka lagi",kata Lin Mo Bai.
"Paduka terimakasih atas kebaikan Paduka kepada hamba",kata Zheng Jiao pria sekte burung dan anjing pemburu dari kota Bei An sujud kepada Chen Si Lei.
"Paduka hamba Fan Wu Ji sekte ayam sakti dari kota Jing ucapkan terima kasih atas kebaikan Paduka kepada hamba",kata Fan Wu Ji sujud kepada Chen Si Lei.
"Baiklah sama -sama",kata Chen Si Lei ramah sekali kepada kedua orang muda itu.
"Paduka kita sudah harus berangkat ke gunung kaki kelinci sebelum tiba di kota Nan untuk menyelamatkan Nyonya Selir ke tiga Nan Erl dari Adipati Yuan di kota Nan",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao mengingatkan Chen Si Lei kembali.
" Ya , ayo kita berangkat ke gunung kaki kelinci",kata Chen Si Lei sudah bersiap untuk memulai perjalanan.
"Paduka hamba adalah orang gunung kaki kelinci.Hamba akan mengantarkan anda",kata Nona Chang Chien segera menggenggam tangan Chen Si Lei.
"Kami berdua juga akan memberikan bantuan kepada Anda",kata Zheng Jiao dan Fan Wu Ji bersamaan.
Chen Si Lei menggangguk kepala untuk setuju untuk menerima bantuan dari dua orang muda itu.
__ADS_1
"Terimakasih Paduka",kata mereka berdua bersemangat untuk membantu Chen Si Lei bersama Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Lin Mo Bai.