Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti

Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti
Desa Panda Salju.


__ADS_3

kuda Chen Si Lei tiba di sebuah rumah makan sederhana untuk istirahat sejenak di sana, dan para sahabatnya sudah menunggu di pintu masuk ke dalam rumah makan,Chen Si Lei masuk lebih dulu daripada para sahabat tetapi Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah lebih dahulu memeriksa keadaan tempat duduk dan meja untuk mereka makan.


"Silakan duduk tuan muda",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sopan.


Chen Si Lei duduk, lalu ketiganya ikut duduk dan Le Din Yin memanggil pelayan di ruang tamu dalam rumah makan untuk memesan makanan dan minuman khas desa panda salju yang terbaik, lalu sesudah pelayan pergi ke dapur untuk siapkan makanan dan minuman untuk mereka.


Mereka menunggu dengan sabar sambil menikmati suasana alam di desa panda salju dari lantai atas rumah makan itu tetapi suasana damai mereka terganggu oleh suara seorang gadis remaja berusia lima belas tahun sedang mabuk arak di meja makan seberang mereka.


"Ahhh Yi Hu kenapa kau jahat sekali kepada ku?",gadis itu bicara secara mabuk.


"Aku sudah menunggu mu selama dua tahun tetapi kau tetap tidak pernah ada di saat aku membutuhkan mu",kata gadis itu lagi.


"Yueniang kau mabuk lagi",kata seorang gadis lain datang ke rumah makan itu.


"Se se apakah kamu tahu bahwa aku sangat menderita jika Yi Hu tidak datang ?",


"Aku sudah bilang kepada mu untuk lupakan Yi Hu yang tidak tahu malu itu",kata Sese menarik gadis mabuk itu untuk pergi dari rumah makan itu.


"Kau mau apa ?", tanya Yueniang dalam keadaan mabuk arak.


"Aku mau mengajak mu pulang ke rumah mu",jawab Sese segera bayar makanan dan minuman gadis nama Yueniang kepada pemilik runah makan di depan pintu masuk ke dalam rumah makan.


"Terimakasih Nona Sese",kata pemilik rumah makan di depan pintu rumah makan itu.


"Sama-sama paman Yun",sahut Nona sese sopan.


Setelah kedua orang gadis itu pergi,datanglah seorang pemuda tampan masuk ke dalam rumah makan.


"Paman bisakah kau berikan aku beberapa arak nu er hong mu lagi kepada ku?",


"Bukankah baru kemarin kau beli arak kepada kami?",tanya pemilik rumah makan itu dengan nada heran.


"Iya karena aku tidak sengaja arak yang aku beli kemarin terjatuh di tengah jalan dan pecah semua, maka hari ini aku ingin membeli arak lagi dengan jumlah yang sama sesuai pesanan dari Tuan Muda ku di rumah",jawab pemuda remaja itu.


"Oh baik ,tunggu sebentar ya",kata pemilik rumah makan itu,lalu memanggil satu orang pelayan nya.


"Hei ke sini kau layani anak muda itu dengan baik",kata pemilik rumah makan itu kepada pelayan nya yang lain.


"Ya tuan muda silakan ikuti hamba ke dalam sini",kata pelayan rumah makan itu kepada pemuda yang segera mengikuti pelayan ke tempat lain di rumah makan itu.


Tak lama kemudian pelayan mengantarkan pesanan untuk rombongan Chen Si Lei sudah datang dan menyiapkan makanan dan minuman di atas meja mereka di lantai dua rumah makan itu, lalu Chen Si Lei,Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao, Le Din Yin,Xiao Kai Zhong, dan Lin Mo Bai mereka menikmati makanan dan minuman mereka dengan tenang dan nyaman.


"Wah menu ikan asam manis ini enak sekali",kata Xiao Kai Zhong.


"Sayur segar ini yang paling enak bagi ku",kata Le Din Yin mencicipi makanan itu.


"Aku suka sup jamur tiram ini",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


"Aku suka buah arbei di mangkuk sup itu",kata Chen Si Lei lebih suka makan sup buah daripada sup daging yang di hidangkan di meja makan.


"Minuman teh ini segar sekali",kata Lin Mo Bai sudah selesai makan.


Sesudah mereka makan siang di rumah makan itu, mereka melangkahkan kaki ke arah dalam desa dengan berjalan santai bahkan Chen Si Lei menuntun kudanya di belakangnya, karena Chen Si Lei ingin melakukan perjalanan santai bersama ke empat orang sahabatnya.


Tapi tiba-tiba ada seseorang yang berkuda ke arah mereka dan berhenti di depan mereka dengan tatapan mata tertarik sekali kepada kuda putih milik Chen Si Lei.


"Aku mau beli kuda mu ,katakanlah berapa harga kuda mu itu?",ucap gadis liar.


"Maaf aku tidak menjual kuda ku",jawab Chen Si Lei acuh tak acuh.


"Aku bayar dua kali lipat dari harga kuda hitam ku ini",kata gadis itu tetap masih ingin membeli kuda Chen Si Lei.


"Kau tuli ya?Tuan Muda ku tak menjual kudanya",kata Lin Mo Bai galak sekali.


"Sombong sekali",kata gadis itu yang akhirnya menyerah juga untuk beli kudanya Chen Si Lei.


Chen Si Lei sudah berjalan ke arah seorang wanita separuh baya yang mengalami luka bakar separuh wajah,Chen Si Lei merasa iba terhadap wanita separuh baya itu, maka ia mendekati wanita itu dengan wajah sopan dan sikap hormat kepada wanita separuh baya itu.


"Selamat siang bibi",sapa Chen Si Lei ramah pada wanita separuh baya itu.


"Ya selamat siang anak muda",sapa wanita separuh baya itu suka dengan sikap hormat dan ramah Chen Si Lei kepadanya.


"Bolehkah saya bertanya kepada bibi?",tanya Chen Si Lei ramah seraya mengajak wanita itu untuk duduk di kedai makan di pinggir jalan.


"Ya silakan",jawab wanita separuh baya sopan menerima minuman hangat dari Le Din Yin pesankan untuk mereka berdua dari pelayan kedai pinggir jalan.


"Nama bibi siapa ?", tanya Chen Si Lei menuangkan air teh kepada wanita itu.


"Tong Wi Xian",jawab wanita itu sopan.


"Kenapa bibi terlihat sedih?",tanya Chen Si Lei menatap tulus wajah bibi itu.


"Aku baru saja kehilangan pekerjaan ku karena aku memecahkan barang mahal di rumah majikan ku yang marah kepada ku dengan menyiram aku dengan air keras sehingga wajah ku rusak separuh dan sekarang aku sungguh tidak tahu aku harus bagaimana lagi karena aku juga tetap bayar ganti rugi barang mahal itu dengan jumlah yang besar, kalau aku tidak bisa bayar maka mantan majikan ku akan menjual rumah ku dan anak gadis ku ke rumah kenalannya yang menjadi seorang mucikari di kota di luar desa ini",jawab wanita itu sambil menangis sedih.


Tepat saat itu datanglah seorang wanita cantik jelita dan arogan sekali bersama empat orang pria kasar kepada mereka dan memandang ke arah wanita separuh baya dengan tatapan mata kasar.


"Hei Tong Wi Xian cepat bayar hutang mu kepada ibuku!",hardik wanita sombong itu.


"Maaf Nona besar saya belum ada uang",jawab bibi Tong Wi Xian merana sekali.


"Apa kau bilang tak ada uang ??", tanya wanita sombong itu.


"Ya nona besar saya belum ada uang buat bayar hutang saya",jawab bibi Tong.


"Kalau begitu aku akan suruh orang ku untuk jemput putri mu dari rumah adik ku untuk ku serahkan kepada tuan kelima belas di kota Du",jawab wanita sombong itu.


"Jangan Nona besar, aku mohon jangan ambil anak saya",pinta bibi Tong sujud di bawah sepasang sepatu wanita sombong itu.


Sehingga Chen Si Lei tidak bisa sabar lagi untuk memberikan pelajaran ke wanita sombong di hadapan nya ini yang sama sekali tidak mengacuhkan nya sejak tadi, bahkan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah ingin sekali menampar wajah wanita sombong itu, tapi. ...


Plakkkk!!


"Aduhhh! Siapa kau yang sudah berani menampar wajah ku?!",hardik wanita itu.


"Aku Ah Fu ,kenapa ?!!", hardik pemuda yang beli arak di rumah makan tadi.


"Oh kau budak dari adik ku itu rupanya, sombong sekali kau dan berani pukul aku ,apakah kau tak takut di pecat oleh adik ku!!",hardik wanita itu sudah suruh empat orang anak buah untuk memukul pemuda itu.


"Bocah gila sudah bosan hidup, rasakan ini!!",hardik empat orang pria kasar.


Empat orang pria kasar itu sudah melayangkan pukulan kepada pemuda itu yang dengan berani membalas pukulan ke empat orang pria kasar itu, tapi pemuda itu tetap kalah banyak dari ke empat pria itu.


Maka Lin Mo Bai maju untuk menghadapi ke empat orang pria kasar itu dan Lin Mo Bai memukul wajah ke empat orang pria kasar dengan tinju nya yang kencang dan kuat hingga ke empat orang pria kasar itu babak belur dan tidak bisa bangun lagi.


"Siapa kau berani memukul orang -orang ku di muka umum ?!",hardik wanita itu.


"Aku Lin Mo Bai",jawab Lin Mo Bai menotok jalan darah wanita sombong itu dan di seret ke arah dapur penjual mie panas,lalu Lin Mo Bai menyiramkannya air mie kuah yang sangat panas.


"Aduhhhh sakit! ! ",jerit wanita itu kesakitan wajahnya di siram air kuah panas mie oleh Lin Mo Bai.


"Sekarang kamu bisa merasakan rasa sakit dan panas yang di derita bibi Tong Wi Xian ini",kata Lin Mo Bai dengan nada kasar.


"Hei siapa kau yang sudah berani melakukan hal itu kepada kakakku ?!!", seorang pria yang seperti seorang kaya raya mendatangi tempat itu.


"Tuan Muda Gong ",kata pemuda bernama Ah Fu ketakutan melihat majikan nya.


"Ah Fu aku sudah bilang jangan ganggu keluarga orang tua ku lagi !!", hardik pria itu dan menendang Ah Fu hingga pemuda itu melolong kesakitan.


Dukkk !!


"Aduhhh !!", teriak pria sombong itu kesakitan di tendang oleh Xiao Kai Zhong.


"Siapa kalian ?!!",hardik pria itu terkejut melihat ke empat orang pria asing yang di hadapannya itu.


Chen Si Lei menjentikkan jari tangan lalu sekelompok orang petugas keamanan dan keselamatan rakyat di desa panda salju berdatangan dan menangkap pria dan wanita sombong itu.


"Hukum mereka dengan pukulan cambuk lima ratus kali",perintah Chen Si Lei.

__ADS_1


"Siapa kalian berani menangkap dan mencambuk kami tuan besar penguasa di desa ini ???!!",hardik pria sombong yang terkejut karena lidahnya sudah di potong oleh pihak keamanan desa itu atas perintah Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


Wanita itu ketakutan sekali karena melihat saudara nya di hukum potong lidah oleh pihak keamanan desa mereka.


"Tolong ampuni hamba, hamba tahu bahwa hamba telah bersalah dan melanggar hukum",kata wanita itu menangis ketakutan akan di hukum yang sama seperti saudaranya.


"Sita semua aset mereka dan bagikan ke rakyat kecil",perintah Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao mewakili Chen Si Lei.


"Siap Tuan Besar",sahut para pihak keamanan desa itu.


"Lin Mo Bai tangkap Nyonya Besar Yan dan bawa kepada ku barang berharganya di sini",perintah Chen Si Lei kepada Lin Mo Bai.


"Siap Tuan Muda",jawab Lin Mo Bai segera laksanakan perintah Chen Si Lei.


"Xiao Kai Zhong tawan semua orang di rumah tuan muda Yan dan kirim mereka ke akhirat terutama istri tuan muda itu",perintah Chen Si Lei.


"Siap Tuan Muda ", sahut Xiao Kai Zhong berkelebat cepat ke rumah Tuan Muda Yan.


"Le Din Yin selidiki anak perempuan bibi Tong Wi Xian ini",perintah Chen Si Lei.


"Tuan Muda kenapa kau memerintahkan anak buah mu untuk selidiki putri ku ?",


"Wanita penipu kau pikir aku tidak tahu siapa kau?",


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao merobek wajah wanita separuh baya itu dan tampak seorang gadis yang mirip dengan gadis mabuk tadi di rumah makan itu.


"Dasar ******!!",maki Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menampar wajah gadis itu.


Plakkkkkk !!


"Bunuh saja dia karena dia adalah seorang pengikut kaum sesat dari Sekte Lima Lipan Darah cabang desa ini dan dia sudah membunuh banyak kaum pria perjaka untuk ritual sesat agar dia selalu awet muda seperti gadis remaja padahal gadis ini sudah berusia tujuh puluh dua tahun,dia adalah Nyonya Besar Yan ke tujuh ",


Penuturan ini di ucapkan oleh Ah Fu budak keluarga Yan secara jujur dan di bantu oleh pelayan rumah makan yang Chen Si Lei dan kawan-kawan nya singgah.


"Sup buah arbei yang kau makan siang tadi sesungguhnya ber racun ganas yang di lakukan oleh Nyonya Besar ke delapan yang menyamar sebagai Nona muda ke dua",kata pemilik rumah makan yang di panggil ke hadapan Chen Si Lei oleh Lin Mo Bai yang sudah sigap untuk menjaga kesehatan Chen Si Lei.


"Aku sudah tahu bahwa buah arbei yang ku makan tadi adalah buah racun yang berbahaya dan di kemas mirip buah arbei untuk membunuh ku",kata Chen Si Lei tenang sekali.


"Tuan Muda kenapa tidak beritahu kami?",tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


"Hei kau makan buah racun, apakah kau tak merasa sakit ?", tanya Le Din Yin.


"Siapa saja yang berani meracuni tuan muda kami?!!Aku bunuh kalian !!",Wu Sin Hao sudah mencabut golok nya.


"Aku tidak makan buah arbei ber racun karena Ah Fu sudah memberitahu ku dari awal dia datang dan aku mendengarkan percakapan nya dengan pelayan ini di ruang lain rumah makan itu",jawab Chen Si Lei memperlihatkan buah arbei pada semua orang di jalan raya desa panda salju.


"Dan sekarang aku ingin wanita itu mencoba buah arbei ku ini dan lihat hasilnya di saksikan oleh semua orang di sini",kata Chen Si Lei melemparkan buah racun ke mulut wanita tua ke dua yang sudah di tangkap oleh Le Din Yin secara cepat dan hebat.


Wanita itu terkejut sekali saat buah ber racun ganas tepat masuk ke dalam mulut nya yang sudah di buka paksa oleh Lin Mo Bai.


Lalu hanya waktu satu detik saja wanita itu kesakitan pada isi perut dan tewas di detik kedua dalam keadaan mengerikan.


"Ih keluar kalajengking dari setiap lubang di tubuhnya",kata semua warga desa itu yang menyaksikan peristiwa hebat ini secara langsung oleh Chen Si Lei dan para sahabatnya perlihatkan.


"Ah Fu aku ucapkan terima kasih atas petunjuk dan pertolongan mu untuk aku",


Chen Si Lei memberikan rumah milik tuan muda Yan kepada Ah Fu yang lalu Chen Si Lei beri pangkat sebagai kepala desa panda salju yang baru.


"Terimakasih atas kebaikan Tuan Muda",jawab Ah Fu terharu.


"Untuk kalian yang bekerja di rumah makan, aku beri hadiah uang sebanyak 500 tael perak dan ladang buah arbei murni untuk kalian",kata Chen Si Lei.


"Untuk semua yang telah hadir di sini,aku berikan semua harta milik keluarga Yan kepada kalian semua dan aku pesan kalian harus menggunakan semua yang aku berikan kepada kalian hari ini ,kalian bisa gunakan sebaik -sebaiknya",kata Chen Si Lei ramah pada rakyat desa panda salju tetapi tegas untuk mereka semua bisa menjaga amanat nya.


"Baik Tuan Muda",jawab para penduduk desa panda salju patuh kepada Chen Si Lei.


Lalu Chen Si Lei dan kawan-kawan nya melanjutkan perjalanan ke tempat hewan panda salju berada yang menurut informasi dari Ah Fu bahwa panda salju berada di dalam rumah pribadi milik seorang gadis bisu dan tuli bernama Xiu Lian.


"Gadis tuli dan bisu itu di asingkan oleh keluarganya karena di anggap pembawa sial dalam keluarganya, dia lahir bisu dan tuli dari ibunya yang juga bisu dan tuli yang sudah lama sekali telah meninggal dunia dan ayahnya hidup bersama istri baru dan mempunyai dua orang anak normal yang sangat menyusahkan orang di sekitar mereka termasuk kami semua rakyat desa panda salju",kata Ah Fu cerita tentang si gadis bisu dan tuli yang merawat sejumlah ekor panda salju di rumah.


"Di sini rumahnya",kata Ah Fu ketika mereka tiba di rumah kecil di daerah paling dalam di pedesaan ini.


Ah Fu mendekati gadis itu yang segera menoleh ke arah Ah Fu seakan menjawab sapaan Ah Fu, lalu gadis itu menoleh ke arah Chen Si Lei dan kawan-kawan nya di belakang gadis itu yang segera menyapa mereka dengan sopan santun yang baik dan benar.


"Hai Nona Xiu Lian ,aku Chen Si Lei dan mereka adalah teman -teman ku",Chen Si Lei menyapa dan memperkenalkan teman -temannya kepada gadis tuli dan bisu.


"Hei aku Wu Sin Hao",sapa Wu Sin Hao ramah.


"Aku Le Din Yin",sapa Le Din Yin sopan.


"Aku Xiao Kai Zhong ",sapa Xiao Kai Zhong ramah sekali.


"Aku Lin Mo Bai",sapa Lin Mo Bai tercengang melihat kecantikan gadis bisu dan tuli di hadapan mereka.


Gadis itu mengangguk paham lalu menulis sesuatu di udara untuk menanyakan maksud dari kedatangan mereka kepadanya.


"Kami ingin melihat panda salju milik mu yang sangat terkenal di desa ini",Chen Si Lei menjawab dalam bahasa isyarat tangan.


Gadis itu tersenyum ramah menyukai bahasa isyarat tangan Chen Si Lei sopan ke gadis itu.


"Kau sungguh mengerti bahasa ku?",tulis gadis itu di tangannya.


"Iya",jawab Chen Si Lei menulis di tangan gadis itu.


Gadis itu mengajak Chen Si Lei ke dalam rumah untuk melihat isi rumahnya yang isi oleh beberapa ekor panda salju yang manis dan lucu.


"Ini namanya Lao Wu",tulis gadis itu memperkenalkan seekor panda salju di dekat Chen Si Lei.


"Ah tampan sekali panda ini",tulis Chen Si Lei memeluk panda salju dengan kasih sayang sehingga gadis itu tersentuh oleh kebaikan hati Chen Si Lei.


"Apakah kau suka Lao Wu?",tulis gadis itu menatap sepasang mata Chen Si Lei.


"Ya aku suka sekali Lao Wu",tulis Chen Si Lei membalas tatapan mata gadis bisu dan tuli.


"Aku berikan Lao Wu kepada mu Tuan Muda Chen Si Lei",tulis Xiu Lian.


"Terimakasih Xiu Lian",tulis Chen Si Lei ramah pada gadis malang itu.


Di luar rumah terdengar suara orang berteriak -teriak kasar kepada Xiu Lian yang terkejut melihat orang itu dan gadis itu sembunyi di belakang tubuh Chen Si Lei.


"Siapa kau berani teriak -teriak di hadapan tuan muda kami ?!",hardik Lin Mo Bai.


"Aku Bai Wen Ting saudara tiri si gila itu!!",hardik pemuda remaja bermata sadis.


Crashhh!!


Pemuda itu bisu seketika itu juga karena Lin Mo Bai memotong lidah pemuda itu.


Xiu Lian kaget sekali melihat saudara tirinya telah kehilangan lidahnya dan suara oleh pria tampan di dekat pria bertopeng rajawali emas sakti.


"Jika kau tidak berubah baik terhadap Nona Xiu Lian,aku akan bunuh kau",Lin Mo Bai mengancam pemuda remaja tersebut.


Pemuda itu bersujud minta maaf dan berjanji bahwa dia tidak akan pernah ulangi kesalahannya kepada Xiu Lian.


"Baik kau harus ingat janji mu ini bila kau langgar janji mu,aku akan mendatangi mu dan membunuh mu saat itu juga",ancam Lin Mo Bai lebih sadis lagi.


Pemuda itu mengangguk patuh pada Chen Si Lei dan memohon pertolongan pada Xiu Lian.


Xiu Lian memohon kepada Chen Si Lei untuk memberi ampunan kepada saudara tirinya itu dengan tatapan mata kasih sayang yang sangat tulus.


"Aku sudah memberi ampunan kepada saudara mu dengan syarat bahwa dia tak akan pernah lagi mengulangi sikap kasarnya kepada mu sebagai kakak tirinya",


Xiu Lian tersenyum paham dan gadis mengucapkan terima kasih kepada Chen Si Lei dengan tulus.


"Xiu Lian aku ingin menemui ayah dan keluarga mu",tulis Chen Si Lei.


"Untuk apa tuan muda ingin menemui ayah dan keluarga ku?",tulis Xiu Lian.

__ADS_1


Mereka berdua sedang merawat banyak sekali panda salju di sekitar mereka dan Chen Si Lei tiba-tiba ingin sekali membantu gadis ini mendapatkan keluarga yang baik yang bisa membuat gadis itu bahagia.


"Aku ingin berkenalan dengan ayah mu dan keluarga mu",tulis Chen Si Lei.


"Sebaiknya jangan karena ayah ku sangat keras kepala dan ibu tiri ku tak pernah menyukai aku datang ke rumah ayah ku,aku sudah bahagia hidup bersama para panda salju ini di rumah ku ini",tulis Xiu Lian tampak sedih saat bicarakan tentang ayahnya dan keluarga ayahnya.


"Aku akan mengubah sikap dan sifat ayah mu kepada mu,aku juga akan buat ibu tiri mu bisa bersikap baik kepada mu",tulis Chen Si Lei mengajak Xiu Lian ke luar rumah kecil itu.


Di luar rumah kecil itu,Lin Mo Bai sudah membawa ayah dan ibu tiri serta keluarga lain milik Xiu Lian dan kini mereka semua sedang bersujud hormat kepada Chen Si Lei serta Ah Fu yang menjadi kepala desa panda salju sekarang.


"Ayah",tulis Xiu Lian menatap ayahnya.


"Ibu Xu",tulis Xiu Lian menatap ibu tirinya yang sedang hamil lagi.


"Ni Na",tulis Xiu Lian menatap adik tiri perempuan yang berusia sepuluh tahun.


"Bi Yan",tulis Xiu Lian menatap adik tiri perempuan yang berusia delapan tahun.


"Ru Xi",tulis Xiu Lian menatap adik tiri laki-laki yang berusia enam tahun.


"Wen Ting",tulis Xiu Lian menatap adik laki-laki tiri berusia empat belas tahun.


Chen Si Lei menatap tajam mereka yang sedang bersujud hormat kepadanya dan bertanya kepada Ah Fu.


"Ah Fu kau bilang kemarin bahwa keluarga ayah Xiu Lian hanya punya dua orang anak, tetapi kenapa sekarang ada empat orang anak dan tidak lama lagi tambah satu lagi ?",


"Mereka semua adalah anak hasil selingkuh ibu tiri Xue Lian dengan pria lain tapi ayah Xue Lian tidak bisa melakukan apa -apa untuk menentang ibu tiri Xiu Lian karena semua harta ayahnya Xue Lian sudah di ambil alih oleh pria selingkuh ibu tirinya Xue Lian dan mereka mengancam akan membunuh Xue Lian bila ayahnya Xue Lian melaporkan kejahatan mereka kepada pihak yang berwajib di desa ini dan saya baru mengetahui hal ini yaitu pada penyelidikan yang anda inginkan saya lakukan untuk keluarga ayahnya Xue Lian kemarin sore bersama para pihak berwajib dan Tuan Lin Mo Bai ini",jawab Ah Fu memberikan informasi yang detail kepada Chen Si Lei.


"Semua yang di ucapkan oleh Ah Fu adalah kebenarannya dan ini laporan yang sudah saya dapatkan dari penyelidikan yang kami lakukan atas perintah Anda",


Lin Mo Bai memberikan laporan mengenai kasus keluarga ayah Xue Lian.


Chen Si Lei melihat dan membaca laporan ini dengan cermat seraya menatap dan Chen Si Lei melihat ke arah semua orang itu.


"Lalu di mana pria selingkuh ibu tiri Xue Lian berada?",tanya Chen Si Lei.


"Bupati daerah kota Du yang bernama Ding Yuo Kuan",jawab Lin Mo Bai.


"Ambil kepalanya dan ganti bupati dengan Tuan Xi",perintah Chen Si Lei.


"Siap Tuan Muda",jawab Lin Mo Bai berkelebat cepat ke kota Du.


"Tuan Xue apakah kamu ingin menceraikan istri mu?",tanya Chen Si Lei.


"Ya tuan muda",jawab tuan Xiu ayah Xue Lian.


"Berikan surat cerai kepada istri mu sekarang juga",perintah Chen Si Lei.


"Ya tuan muda",jawab ayah Xue Lian memberikan surat cerai kepada istrinya.


Nyonya Besar Xue terpaksa memenuhi keinginan suaminya dengan perintah dari Pendekar Rajawali Emas Sakti yang berada di hadapannya.


"Tuan Xue apakah kamu masih ingin menerima Xue Lian sebagai putri mu lagi ?",


"Iya hamba sangat menyesali perbuatan hamba masa lalu kepada ibu Xue Lian dan kepada Xue Lian sehingga hamba mendapatkan karma perbuatan hamba di masa sekarang ini ,saya ingin mengubah hidup saya menjadi lebih baik di masa depan bersama Xue Lian putri hamba yang malang ini",jawab pria tua itu sedih.


"Xue Lian kau puaskan sekarang?!!",hardik wanita mantan ibu tiri Xue Lian dengan marah menyerang Xue Lian.


Tapi. ..


"Jangan sentuh Xue Lian ku!!",hardik ayah Xue Lian menubruk wanita itu dan pria ini menusuk mantan istrinya dengan pisau tajam dan wanita itu tewas seketika.


"Kau membunuh ibu kami!!", teriak anak -anak tiri pria itu.


Crakkkkkk !!


Pria itu tewas oleh pedang putra kandung nya yang sudah bisu itu dan putranya itu di bunuh oleh Ah Fu karena ingin menyerang Xue Lian.


Kini hanya anak -anak kecil itu saja yang bingung dengan semua itu dan Xue Lian yang paling bingung dan sedih menyaksikan semua hal yang terjadi di hadapan nya pada hari ini di depan rumah kecilnya sendiri.


"Ah Fu sejak kapan kau bisa ilmu silat ?", tanya Chen Si Lei tajam.


"Hamba belajar sendiri tuan muda",jawab Ah Fu membalas tatapan mata Chen Si Lei yang sudah memukul kepala pemuda itu jarak jauh.


Plakkkkkk !!


Ah Fu tewas dalam serangan maut dari Chen Si Lei yang sudah mencurigai Ah Fu hari ini berbeda dengan Ah Fu yang kemarin dan Lin Mo Bai telah di tipu oleh pria gadungan yang menyamar sebagai Ah Fu.


Breettt !!


"Ayah !!", teriak ke tiga orang anak kecil itu.


"Bupati Xi ",suara halus dari arah lain dan seorang wanita cantik jelita datang ke rumah kecil itu.


"Nona yang dua hari lalu yang ingin membeli kuda ku",kata Chen Si Lei ingat gadis yang memeluk jasad bupati Du yang jahat itu.


"Iya aku istrinya yang nomor tiga dan Nyonya Xue istri keduanya sedangkan istri pertama adalah ibu kandung Xue Lian sebelum menikah dengan tuan Xu, dia di usir dari rumah karena dia bisu dan tuli sejak lahir,kemudian dia diperkosa oleh tuan Xu dalam keadaan mabuk arak karena sedih kehilangan istri dan anaknya yang lain yang dia bunuh dan di tenggelam kan ke dasar sungai dekat desa ini,dia tuan Xu dulu seorang pelukis miskin yang jatuh cinta pada gadis orang kaya dan mereka menikah tanpa restu dari orang tua istri pertama nya yang tidak suka pada Tuan Xu,kemudian baru satu tahun menikah tuan Xu berubah drastis karena dia tidak bisa mencukupi kebutuhan dan kehidupan keluarganya lalu tuan Xu lari dari kenyataan dengan mabuk arak dan selalu memukuli istrinya hingga mati dan karena takut ketahuan oleh pihak berwajib, tuan Xu menenggelamkan jasad istri nya ke sungai tapi dia tidak pernah tahu bahwa istrinya sedang hamil saat itu, dia baru tahu melalui tetangganya dan tuan Xu pun semakin depresi dan dia jumpa mantan istri bupati Xi yang bisu dan tuli itu lalu tuan Xu memperkosa Nyonya itu hingga hamil dan lahirlah Xue Lian yang malang ini..ibu Xue Lian meninggal dunia di bunuh oleh bupati Xi karena cemburu,maka bupati Xi balas dendam pada tuan Xu dengan cara selingkuh dengan istri tuan Xu dan menghasilkan dua orang anak kecil itu sedangkan dua orang anak besar adalah dua orang anak kandung tuan Xu dengan istrinya sendiri. Kini mereka sudah tenang di alam baka dan mereka meninggalkan tiga orang anak ini dan Xue Lian kepada ku untuk menjaga mereka ber empat sebagai anak -anak tiri ku",Nyonya Muda ini menceritakan kehidupan orang tua Xue Lian lebih jelas dan terang.


"Semua adalah ikatan karma dan Xue Lian korbannya",kata Le Din Yin.


"Ah Fu juga korban mereka karena anak itu di bunuh oleh mantan bupati kota Du yang ber marga Xi ini",kata Chen Si Lei turut sedih mendengar kisah ini.


"Nyonya Muda ketiga aku harap kau bisa menjaga mereka dengan baik dan kamu bisa menjaga desa panda salju sebagai pengganti Ah Fu",kata Chen Si Lei kepada Nyonya Muda ketiga itu.


"Saya tidak bisa menjadi kepala desa panda salju karena saya wanita yang tidak memiliki pendidikan yang tinggi, saya hanya bisa baca tapi tidak bisa menulis dan berhitung dan sebagainya",jawab wanita itu yang memang terlihat bodoh dan hanya bisa merayu pria kaya supaya hidup nyaman tapi dia jujur dan baik hati.


"Yun Xi keluar kau",perintah Chen Si Lei kepada seorang pria gagah perkasa yang menjadi anggota Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.


Brrrrrrrrrrrrr !!


"ya tuan besar",jawab pria itu bersujud hormat kepada Chen Si Lei.


"Aku perintahkan kepada mu untuk menjadi kepala desa panda salju dan kamu harus menjaga keamanan dan keselamatan rakyat juga kehidupan panda salju di desa ini dengan baik seumur hidup mu sampai tujuh keturunan mu harus dapat kau jaga dengan baik",perintah Chen Si Lei tegas kepada pria muda itu.


"Siap Tuan Besar hamba laksanakan",jawab pria bernama Yun Xi itu.


Chen Si Lei menoleh ke Nyonya Muda ketiga dari mantan bupati kota Du dan tiga orang adik tiri Xue Lian dan Xue Lian yang tampak sedih sekali karena bingung di wajahnya tapi gadis ini juga bisa tabah dan tegar melihat ayahnya sudah tiada lagi.


"Nyonya Muda kau harus menjaga mereka ber empat orang anak ini dengan baik dan bertanggung jawab seumur hidup mu jika kau langgar janji dan sumpah mu ,aku akan buat mu menjadi seorang pengemis jalanan",ancam Chen Si Lei tegas.


"Ya hamba patuhi perintahTuan Besar",jawab Nyonya Muda itu patuh.


"Sekarang kita pergi ke kota Du untuk melihat kondisi kota itu",kata Chen Si Lei.


Chen Si Lei dan kawan-kawan nya sudah akan keluar dari pedesaan itu pada hari itu juga, tapi Xue Lian mengejar Chen Si Lei sambil membawa Lao Wu panda salju milik Chen Si Lei.


"Aku terima Lao Wu tapi kau kembalilah kepada keluarga mu yang baru",Chen Si Lei menulis isyarat tangan kepada Xue Lian.


Xue Lian menatap Chen Si Lei dan menulis bahwa dia mau menjadi pelayan Chen Si Lei seumur hidup nya.


"Aku tidak bisa menjadikan mu sebagai pelayan ku",tulis Chen Si Lei.


"Paduka izinkan hamba menjadikan Xue Lian sebagai istri hamba",kata Wu Sin Hao bersujud memohon kepada Chen Si Lei.


"Wah Pemabuk kau jatuh cinta kepada Xue Lian rupanya",kata Le Din Yin senang sekali mendengar Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao mau menikahi gadis bisu dan tuli ini.


"Ya karena dia tidak cerewet dan penurut",kata Xiao Kai Zhong tersenyum.


"Karena Xue Lian adalah seorang wanita yang sangat hebat",kata Chen Si Lei.


"Seterah kata kalian semua pokoknya aku ingin menikahi Xue Lian,Paduka tolong izinkan hamba ,ya..ya??Ayolah", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menatap Chen Si Lei dengan tatapan mata begitu mengharapkan agar di izinkan menikahi Xue Lian.


"Aku izinkan kamu menikah dengan Xue Lian",jawab Chen Si Lei bahagia sekali.


"Terimakasih, terimakasih Paduka",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


"Kau dan Xue Lian bisa menikah di kota Du saat kita berkumpul bersama Lin Mo Bai di sana",kata Chen Si Lei meraih jemari Xue Lian untuk di serahkan kepada Wu Sin Hao yang menggenggam tangan gadis bisu dan tuli itu.

__ADS_1


"Ya ayo kita berangkat ke kota Du",kata Le Din Yin dan Xiao Kai Zhong berjalan di depan Chen Si Lei.


Chen Si Lei menggendong Lao Wu di sepanjang jalan menuju ke arah kota Du,dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menuntun Xue Lian berjalan di belakang Chen Si Lei dan Le Din Yin menuntun kuda putih Chen Si Lei, sedangkan Xiao Kai Zhong ada di depan mereka semua sibuk sendiri, yaitu pria berjalan sambil makan kuaci.


__ADS_2