
"Paduka silakan anda menidurkan tuan putri di dalam kamar ini",kata salah satu dari anggota Sekte Shaolinpai mengantarkan Chen Si Lei ke kamar khusus untuk Sin Yue Qing.
"Ya terimakasih, Guru ", jawab Chen Si Lei membaringkan Sin Yue Qing di tempat tidur dan menyelimuti gadis itu dengan selimut tebal dan hangat.
"Paduka, biar hamba yang menjaga tuan putri untuk anda selama anda berbicara di dalam aula utama Kuil Shaolin dengan para pemimpin Sekte Shaolinpai",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah datang untuk menyambutnya.
" Ya Wu Sin Hao, terima kasih",jawab Chen Si Lei merasa lebih tenang bila ada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang menjaga keamanan dan keselamatan Sin Yue Qing selain dirinya sendiri.
Chen Si Lei pun pergi ke aula utama kuil Shaolin dengan mengikuti petunjuk salah satu dari anggota Sekte Shaolinpai yang memimpin langkahnya dan setibanya di aula utama Sekte Shaolinpai.
" Hormat saya kepada para guru Shaolinpai", sapa Chen Si Lei hormat kepada para pimpinan Sekte Shaolinpai.
" Hormat kami kepada Paduka Kaisar Tang Agung ", sapa Ketua Sekte Shaolinpai yang sudah datang untuk menyambut kedatangan Chen Si Lei.
" Apakah saat ini saya bertemu dengan Seorang Biksu yang sangat ternama di dunia persilatan yang bernama Biksu Tanpa Kepandaian?",tanya Chen Si Lei nada hormat kepada Biksu tua di hadapannya.
" Bukan, hamba adalah Biksu Yuan wakil Ketua Sekte Shaolinpai sedangkan Biksu yang anda maksud adalah Biksu Chi yang tinggal di atas puncak gunung Shongsan",jawab Biksu Yuan ramah sekali kepada Chen Si Lei.
" Baiklah, bagaimana caranya agar aku bisa bertemu dengan Biksu Chi ?",tanya Chen Si Lei sopan kepada para Biksu Shaolin.
" Anda harus melatih berbagai rintangan untuk bisa bertemu dengan beliau di atas puncak gunung Shongsan ", jawab Biksu Yuan memberitahu cara untuk Chen Si Lei berjumpa dengan Biksu tersakti di dalam dunia persilatan bersih itu.
"Apakah rintangan yang harus saya lalui untuk saya bisa bertemu dengan Guru Chi?",tanya Chen Si Lei nada hormat.
" Pertama anda harus melakukan meditasi selama empat puluh hari di belakang kuil Shaolin, kedua anda harus membersihkan diri anda dari debu duniawi, ketiga anda harus melakukan kesimbangan melewati lembah tidak berdasar ,keempat anda harus menghadapi delapan belas manusia emas di dalam kuil Shaolin dan ke lima anda harus melakukan perjalanan seorang diri ke atas puncak gunung Shongsan ", jawab Biksu Yuan memberitahu lima rintangan yang harus Chen Si Lei lalui dan taklukkan.
"Baiklah saya bersedia untuk melalui lima rintangan tersebut dan saya pasti bisa menaklukkan lima rintangan itu, tetapi saya ingin minta tolong kepada pihak Sekte Shaolinpai untuk menjaga kesehatan, keamanan dan keselamatan Putri Sin Yue Qing yang berada di kamar tamu kuil Shaolin dan sedang di jaga oleh salah satu dari pengawal pribadi saya, yaitu Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao ", kata Chen Si Lei halus dalam perkataannya untuk bertukar tugas dengan pihak Sekte Shaolin sebelum ia melakukan tugasnya untuk ia bisa bertemu dengan orang sakti yang sangat hebat sekali di dunia persilatan Tionggoan.
" Baiklah hamba dan seluruh Sekte Shaolinpai bersedia untuk melindungi Putri Sin Yue Qing dengan sangat baik dan benar, yakni dengan nyawa kami ",jawab Biksu Yuan berjanji untuk melindungi Sin Yue Qing selama Chen Si Lei berlatih di bawah bimbingan Biksu Chi.
Maka sejak hari itu Chen Si Lei melakukan meditasi di dalam kuil Shaolin dan dia juga membersihkan diri dari duniawi dengan makan makanan tanpa bernyawa atau sayur mayur, melakukan pelatihan kesimbangan dengan berdiri di atas tali tipis dan memegang guci besar berisi air penuh dan bergerak cepat di atas ujung bambu runcing serta menyeberangi sungai yang berada di bawah jurang gunung Shongsan.
Sedangkan, Sin Yue Qing melakukan kegiatan menanam padi dan sayur mayur dan buah di kebun Sekte Shaolinpai dengan tetap di ikuti oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti serta Pendekar Dewa Obat Sakti Teng Jin yang melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan obat baru untuk menambah pengetahuan dan keterampilan serta keahlian nya sebagai ahli pengobatan.
Istana Kekaisaran Tang Agung.
Istana Selir Aurora.
Pada hari ini Aurora mengundang Li Shao Ning, Melani dan Xue Erl ke istananya dan mereka melihat Aurora sibuk memasak makanan khas daerah Sichuan yang mengundang selera makan Li Shao Ning, Melani dan Xue Erl menjadi bertambah dan senang makan.
" Aku kurang tahu apa di Sichuan sama dengan yang di Ibukota Kekaisaran Tang Agung ", ujar Xue Erl, kembali dengan membawakan makanan dan minuman yang sudah di siapkan oleh Aurora untuk mereka ber empat.
Li Shao Ning dan Melani tersenyum lebar sampai deretan gigi mereka yang putih sempurna membuat Xue Erl dan Aurora terpaku.
" Wah kalian berdua jika tersenyum lebar seperti ini sangat mempesona dunia ", puji Xue Erl gembira sekali.
" Betul sekali dunia menjadi silau dengan kecantikan kalian berdua ", kata Aurora menaruh peralatan makan dan minum di meja makan.
" Baiklah !Aku sendiri kaget bisa makan makanan khas Sichuan di sini dan di buat oleh gadis asal Yunani seperti mu,Aurora !",seru Melani ceria .
" Aku sangat merindukan daerah asal ku ",kata Xue Erl tersenyum bahagia dan ia tidak sungkan lagi untuk melahap makanan karya Aurora dengan suapan yang sangat bahagia sampai tersedak.
" Pelan -pelan, Xue Erl ", kata Li Shao Ning mengambilkan Xue Erl cawan keramik isi air putih.
Setelah peralatan makan malam mereka bersih,mereka mengambil jeda beberapa menit. Melani menawarkan diri untuk membantu Aurora merapikan pekerjaannya ,sementara Li Shao Ning menyusun bahan -bahan makanan terbaru dan terbaik di dalam peti penyimpanan untuk di kirim ke daerah Fuzhuo.
" Masih banyak ?",Aurora membuka beberapa bahan pangan yang lainnya.
" Iya, aku sudah mendapatkan kiriman dari pihak Dewan Agung bagian urusan pangan dan gizi. Baru mau aku susun di dalam kotak nomor dua ",jawab Li Shao Ning seraya menyusun beberapa bahan makanan lain.
" Kalau kamu sendiri sedang apa ?",tanya Xue Erl yang sedang sibuk mengurus data untuk membantu para korban bencana alam yang melanda wilayah selatan Tionggoan.
" Aku sedang menyusun obat -obatan dan peralatan medis yang di perlukan", jawab Melani di sudut kiri ruang kerja Istana Aurora.
Barang terakhir di tangan Melani hampir meluncur mulus ke atas lantai ,tetapi Li Shao Ning cepat menangkap botol berisi obat -obatan cair yang akan jatuh ke lantai oleh Melani.
"Ah terima kasih ", kata Melani lega sekali.
" Hati - hati dalam bekerja ",kata Aurora membantu Melani menutup kotak nomor tiga yang berisi botol -botol obat cair.
Mereka ber empat beberapa hari ini suka sekali melakukan kegiatan sosial untuk meringankan beban masyarakat di sekitar wilayah Tionggoan sehingga mereka di kenal sebagai istri -istri teladan dari Kaisar Tang Agung dengan di beri julukan khusus sebagai Empat Dewi Bumi Tionggoan.
Nama mereka juga mengharumkan dan membanggakan Kekaisaran Tang Agung di mata dunia karena mereka juga mengirimkan bantuan kemanusiaan ke seluruh dunia yang membutuhkan bantuan kemanusiaan dan tanpa sadar mereka telah menyentuh hati dan pikiran serta kasih sayang dari Ibu Suri Ling yang mulai suka dengan mereka ber empat sebagai menantu -menantu yang sangat hebat sekali .
Istana Selir Agung pertama Putri Miya.
Namun mereka membuat Miya iri hati dan membenci mereka semakin dalam dan terutama kepada Li Shao Ning dan Sin Yue Qing.
" Aku sudah mendapatkan informasi dari orang -orang Sekte Sesat Bunga Seruni Hitam di kota Zhenzhou bahwa kita gagal membunuh Sin Yue Qing pada saat ia seorang diri di dalam kota itu karena ia telah di selamatkan oleh Chen Si Lei si biadab laknat sombong itu ", lapor Pangeran Muda Yi Ten datang ke Istana Selir Agung pertama Putri Miya.
" Ah itu karena orang -orang mu sungguh bodoh dan lambat dalam bekerja",Miya menegur kawan-kawan nya.
" Kau jangan menyalahkan orang -orang ku karena kegagalan kita di sebabkan oleh Chen Si Lei yang tiba-tiba muncul kembali di kota Zhenzhou dan berhasil menyelamatkan nyawa Sin Yue Qing ", kata Pangeran Muda Yi Ten.
" Ya pokoknya kalian semua harus cari cara yang paling pintar untuk menghabisi Sin Yue Qing yang berada di luar Istana Kekaisaran Tang Agung dan aku akan memberikan hasil kerja keras ku dalam melenyapkan Li Shao Ning dari dalam Istana Kekaisaran Tang Agung ", kata Miya menaruh kedua kakinya di atas meja tamu.
" Ya terimakasih atas pertolongan mu untuk kami ",kata Pangeran Muda Yi Ten di sisi kanan Miya.
Setelah makan malam bersama, mereka duduk bersama di balkon kamar pribadi Miya. Mereka berdua menikmati pemandangan taman nasional pribadi Miya yang menakjubkan. Dari sana, terlihat keindahan bunga -bunga mawar kuning,ungu dan hitam yang bercampur dengan deretan bunga mawar merah dan putih serta bunga lainnya. Pohon -pohon mahoni seperti barisan yang sangat menawan hati mereka berdua.
Usai Miya membunuh Chao Ce, kini Miya sudah memiliki kekasih baru yaitu Yi Ten yang selalu setia menemani Miya kapan saja Miya membutuhkan pria muda dan tampan itu, meskipun Yi Ten tidak semenarik Tang Si Lei namun cukup lumayan untuk menghibur hati Miya yang kesepian karena cinta yang selalu gagal wanita itu dapatkan dari dulu hingga saat ini.
Kuil Shaolin.
Sin Yue Qing duduk di atas genteng rumah penginapan khusus untuk tamu di dalam kuil Shaolin. Gadis remaja itu memandang takjub pemandangan alam di sekitar pegunungan Shongsan. Ia hari demi hari semakin merasakan kedamaian dan kenyamanan di dalam hatinya dengan tinggal di daerah ini.
" Kali pertama mengenal pegunungan Shongsan, usia ku masih sembilan tahun ", Sin Yue Qing mulai bercerita kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang selalu di sekitar gadis itu.
__ADS_1
" Salah satu dari anggota keluarga ku yang menceritakan tentang pegunungan Shongsan yang katanya sangat indah sekali dan tenteram di seluruh dunia ini.Dia kakak sepupu ku menyukai kehidupan seperti ini dan punya keinginan besar pada hatinya untuk berkunjung. Seandainya dia masih hidup, aku pasti mengajak dia ke sini untuk melihat keindahan pegunungan Shongsan dengan mata kepala sendiri ",
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao mendengarkan saja yang gadis itu ceritakan kepada nya.
" Ya Putri. .",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao untuk memberitahu Sin Yue Qing bahwa dirinya menyimak dengan baik.
Sin Yue Qing merengkuh kedua kakinya yang bersepatu mungil dan berwarna hijau.
"Setelah dia meninggal, aku bertekad untuk datang ke sini. Di Ibukota Kekaisaran Han, aku ini selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik dalam segala hal ,begitu juga di Shenyang, aku sengaja untuk aku bisa menjadi yang terbaik di seluruh dunia untuk aku bisa membanggakan diri ku sendiri dan keluarga ku .Gila ,ya aku ?Semoga usaha ku tidak sia -sia",
Sebenarnya, Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao juga menganggap latarbelakang niat kunjungan Sin Yue Qing ke Shaolinpai lumayan sinting, tapi dia berhasil menaruh simpati di hati Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
" Tunggu, sepupu kata Putri ?Siapakah nama sepupu dari Tuan Putri ?", tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
" Ye Ru Hao perempuan bukan pria, jadi kau jangan sembarangan menuduh ku ada kekasih lain selain Kaisar mu ",jawab gadis remaja itu menuding telunjuk nya kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
" Ya Tuan Putri ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao cepat agar gadis tidak marah dan membuatnya susah .
" Camkan baik -baik dengan cermat, nanti aku akan memuji mu di hadapan Gege bahwa kau sangat hebat dalam menjaga keamanan dan keselamatan ku sebagai tuan putri mu",kata Sin Yue Qing memberi Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao tepukan di bahu pria itu.
" Ya terimakasih, Tuan Putri ", jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao patuh kepada Sin Yue Qing.
"Kamu sendiri, apa ada tujuan khusus yang lain ke Shaolinpai ?", tanya Sin Yue Qing tersenyum ramah sekali kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menundukkan pandangan matanya dan wajahnya sesaat.
" Aku terpesona dengan kecantikan Tuan Putri Sin Yue Qing ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dalam hatinya, tapi ia menjawab pertanyaan gadis itu.
" Hamba ingin melatih kemampuan diri hamba dengan belajar ilmu silat sakti dari para guru Shaolinpai ", jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menemukan alasan yang tepat.
" Oh,iya, seluruh dunia mengakui kehebatan ilmu sakti dari Sekte Shaolinpai yang sangat terkenal di Tionggoan dan seluruh dunia ", gumam Sin Yue Qing.
Kemudian mereka tenggelam di dalam pikiran mereka masing - masing, setengah melamun ,Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao mengamati langit malam. Berbeda dengan daerah lain beberapa hari yang lalu, di cakrawala pegunungan Shongsan, pria ini menemukan taburan bintang. Kerlap kerlip nya mengundang senyuman.
Suara lonceng sayup terdengar dari dalam kuil Shaolin dan suara para Biksu mulai berdoa kepada Sang Buddha memecah keheningan malam dan mereka tersadar. Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sempat tersentak mendengarnya, lalu ia berkata.
" Tuan Putri sudah saatnya untuk anda kembali ke kamar Anda",
Gadis itu menghela napas, lalu berkelebat cepat meninggalkan genteng rumah penginapan dalam kuil Shaolin.
Sementara itu Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao selalu mengikutinya dari belakang dan menunggu di luar kamar tidur gadis itu.
Chen Si Lei sangat gigih dan ulet dalam melatih kemampuan diri dan ketahanan fisiknya dan ia senang sekali bisa berlatih dari awal lagi seperti dulu saat Chen Si Lei masih kecil dan berlatih di bawah bimbingan Wen Li Sa, tetapi kali ini Chen Si Lei berlatih seorang diri di dalam kesadarannya sendiri.
Maka dari itu Chen Si Lei tidak pernah merasa susah dan tertekan sama sekali, bahkan ia mendapat pujian dan bimbingan teknis ilmu silat sakti milik para biksu Shaolin untuk menghadapi tantangan berikutnya, yaitu menghadapi delapan belas manusia emas.
Hari itu telah tiba, maka Chen Si Lei masuk ke dalam ruang khusus untuk Chen Si Lei menggunakan ilmu pribadinya menghadapi para manusia emas tersebut yang sudah menunggu kedatangannya dengan hormat sekali.
" Baiklah, silakan kalian berlatih dan melatih diri ku",kata Chen Si Lei menjura hormat kepada para manusia emas itu.
Wuttttt !!
Bugh !!
Chen Si Lei merasa mereka bergerak dengan kecepatan yang sukar di lihat oleh mata manusia biasa ,tetapi Chen Si Lei sanggup menghantam para manusia emas dengan ilmu sakti telapak tangan seribu tangan Dewi Kuan Im.
Plakkkk !!
Plang !!
Duk !!
Bruakkk !!
Chen Si Lei berhasil menaklukkan delapan belas manusia emas sakti yang segera sujud kepadanya.
"Silakan Paduka mengunjungi Biksu Chi dengan berjalan kaki seorang diri ke atas puncak gunung Shongsan ", kata Biksu Yuan wakil Ketua Sekte Shaolinpai.
"Terimakasih ", jawab Chen Si Lei menjura hormat kepada Biksu Yuan.
Chen Si Lei memulai perjalanan seorang diri menuju ke arah atas puncak gunung Shongsan dengan menggunakan ilmu ginkang untuk menyeberangi sungai besar di bawah jurang tidak berdasar di antara pegunungan Shongsan.
Tanpa ragu dan takut serta perasaan apa pun yang berada di dalam hatinya, Chen Si Lei berjalan dengan tenang menyeberangi sungai tersebut melalui tali yang sangat tipis sekali dan juga tajam bagai pisau atau pedang mukjizat yang dapat membunuhnya dalam sekejap mata saja.
Setibanya Chen Si Lei di daerah puncak gunung Shongsan, ia mendengar suara pertarungan antara seorang pria melawan beberapa orang yang berpakaian serba oranye dan hitam.
" Aku harus segera tiba di puncak gunung Shongsan untuk membantu Biksu Chi yang sedang bertarung melawan para musuh ku ",kata Chen Si Lei berjalan lebih cepat dengan perasaan tenang sekali, maka ia segera tiba di puncak gunung Shongsan.
Biksu Chi menggunakan ilmu mukjizat telapak bunga teratai meenghalau para musuh sakti sesat yang terdesak oleh kehebatan ilmu sakti Biksu tua renta yang selalu tersenyum Welas Asih terhadap para musuhnya.
Wuttttt ! !
Chen Si Lei mengagumi ilmu mukjizat Biksu Chi yang berhasil mengalahkan para musuh tanpa membunuh mereka.
"Guru Chi, anda sungguh luar biasa sekali di serang oleh pihak musuh tetapi kau tak membunuh mereka ", kata Chen Si Lei menjura hormat kepada Biksu Chi.
"Karena Sang Buddha mengajarkan kita untuk selalu Welas Asih terhadap setiap orang tanpa terkecuali musuh kita ", jawab Biksu Chi lembut sekali nada bicara nya.
" Ya saya tahu sekali pelajaran welas asih terhadap sesama dan setiap makhluk hidup yang Buddha ajarkan,tapi saya hanya seorang manusia biasa yang ada kalanya memiliki rasa marah dan sebagainya ", kata Chen Si Lei duduk di depan Biksu Chi.
" Tentu saja setiap manusia memiliki banyak perasaan yang tidak bisa di hindari oleh manusia itu sendiri tetapi anda bisa menggunakan perasaan anda dengan cara yang baik dan perasaan yang baik untuk Anda tenang dan setiap orang di sekitar anda atau yang akan anda hadapi pun bisa menjadi damai ",kata Biksu Chi mengajarkan ilmu filsafat dan kebajikan kepada Chen Si Lei yang senang hati mempelajari semua ilmu apa saja yang Biksu Chi ajarkan kepadanya.
"Baiklah terimakasih atas kebaikan Guru Chi kepada saya, saya pasti akan belajar giat untuk membantu sesama sesuai ajaran yang Guru Chi berikan kepada saya ", jawab Chen Si Lei hormat dan tulus hati.
Lalu Chen Si Lei belajar ilmu elemen tanah, logam ,kayu dan api juga es sesuai petunjuk dari Biksu Chi.Selain ilmu -ilmu tentang berbagai elemen ,Chen Si Lei pun belajar ilmu mukjizat telapak sakti Buddha dan sebagainya sesuai petunjuk dari Ketua Sekte Shaolinpai itu.
Di dalam latihan ini Chen Si Lei seakan mengingat kembali proses pelatihan yang sudah pernah ia pelajari sebelumnya di bawah bimbingan Wen Li Sa dan kakek Dewa Bumi Timur Laut di Pulau Persik ,serta kakek Dewa Naga Langit Timur di gunung Shimen.
__ADS_1
Awal pelatihan ini Chen Si Lei merangkapkan kedua telapak tangannya, lalu fokus pada satu titik di dalam pikirannya dan hatinya tenang menampilkan raut wajah yang tersenyum lembut sekali terpancar dari sinar cahaya hatinya bersatu hati dengan alam di sekitarnya.
"Aku merasakan manfaat besar dari pelatihan ini adalah aku menjadi lebih tenang dan damai ", kata Chen Si Lei dalam hatinya sambil merasakan kekuatan tujuh elemen di dalam tubuhnya yang menyatu dengan tujuh elemen alam semesta raya.
Lalu Chen Si Lei menaruh satu jari pada kening nya dan meluncur sebuah cahaya menghantam hancur tebing terjauh darinya.
Wuttttt !!
Crashhh !!
" Aku dulu pernah masuk ke dalam tanah untuk merasakan manfaat tanah pada diri ku ,aku pernah masuk ke dalam api mukjizat untuk merasakan manfaat api pada diriku, aku juga pernah membuat sebuah pedang mukjizat ku sendiri yaitu pedang naga langit timur laut sakti di pulau persik dan aku juga pernah berlatih melawan diri ku sendiri melalui kayu yang di buat oleh Bibi Wen Li Sa sebagai alat pelatihan ku ",kata Chen Si Lei yang kini mengulang kembali pelatihan masa kecil nya.
" Bisakah anda masuk ke dalam tungku api mukjizat tiga raksa abadi?",Biksu Chi mendatangi tempat latihannya di sebuah lembah dasar gunung Shongsan.
" Ya aku bisa ", jawab Chen Si Lei melompat masuk ke dalam tungku api mukjizat tiga raksa abadi dan berlatih menyerap kekuatan api yang menyala dan di hadapi olehnya.
Wuttttt !!
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat kemauan kemauannya yang sangat keras hati dan keras kepala untuk mengalahkan api mukjizat tiga raksa abadi di dalam tungku api yang di ciptakan oleh Biksu Chi untuknya.
Chen Si Lei berkelebat cepat di antara api yang menyembur ke arah dirinya dan ia meraih api untuk ia pegang dan ia lemparkan ke luar tungku api yang hancur oleh ilmu mukjizat nya.
Wuttttt !!
Brussshhhhh !!
Tetapi Chen Si Lei berkelebat cepat mengambil api itu kembali dan menghilang di genggaman tangannya.
Dash !!
"Silakan Paduka masuk ke dalam tanah ", kata Biksu Chi membuat lubang tanah untuknya.
"Baik aku lakukan ", jawab Chen Si Lei melompat masuk ke dalam tanah dan ia bersemedhi di dalam tanah.
Chen Si Lei melakukan meditasi dan pelatihan tersebut selama empat puluh hari atau sekitar satu bulan lebih dan kini ia berlatih ilmu mukjizat membuat senjata mukjizat baru.
Chen Si Lei mencari sebuah batu mukjizat warna emas di dalam sungai Huang Ho ,lalu ia masukan ke dalam tungku api mukjizat tiga raksa abadi yang dia buat sendiri.
Selama tujuh hari lamanya sampai batu berubah menjadi sebuah logam emas yang panjang dan ia tempa sampai kuat, lalu ia berikan sedikit ilmu mukjizat alam semesta raya sampai berubah menjadi sebuah pedang mukjizat berbentuk Lotus yang di kelilingi bunga mawar merah es dan bunga persik serta cahaya rembulan.
Singggggg !!
Cranggg !!!
Chen Si Lei menggunakan pedang mukjizat sembilan naga emas sakti melawan pedang Lotus Emas Sakti yang berada di tangan kirinya.
Singggggg !!
Cranggg!!
Kedua pedang itu berlawanan satu sama lainnya tetapi Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat hati suci menyatukan kedua pedang itu menjadi satu nyawanya.
"Jika aku menjadikan mereka berdua dalam satu pedang ku mungkin akan lebih baik lagi ", kata Chen Si Lei berpikir ulang kembali untuk membuat kedua pedang mukjizat miliknya menjadi satu pedang mukjizat saja.
" Sebaiknya anda jangan menyatukan pedang mukjizat sembilan naga emas sakti dengan pedang Lotus emas sakti karena pedang mukjizat sembilan naga emas sakti adalah bukti kuat kekuasaan dan kemampuan diri anda sebagai Ketua Dunia Persilatan Tertinggi di dunia ini ", kata Xiao Yan Li yang melingkar di dalam bumbung bambu nya dan ikut serta dalam kegiatannya selama hampir dua bulan lamanya di puncak gunung Shongsan.
" Betul juga kata mu, lagipula aku harus mencari dan menemukan pedang Kaisar Langit yang jatuh ke bumi menurut cerita mu kepada ku ", kata Chen Si Lei yang belum ingat tugas awal ia reinkarnasi menjadi manusia biasa selama lima miliar tahun lamanya.
" Ya benar, hamba bercerita sesuai dengan kejadian masa lampau anda dan dua Dewi kesayangan anda ", jawab Xiao Yan Li.
"Aku sudah lama sekali berada di puncak gunung Shongsan. Aku harus segera kembali ke kuil Shaolin untuk bertemu dengan Sin Yue Qing kesayangan ku lagi ", kata Chen Si Lei merapikan kembali kedua pedangnya serta kipas sakti nya, lalu ia pamit kepada pusara makam Biksu Chi yang sudah wafat pada bulan kemarin sesudah memberikan petunjuk kepada Chen Si Lei tentang tokoh -tokoh sesat yang harus di taklukkan olehnya untuk kedamaian dan kebahagiaan dunia ini.
Lalu Chen Si Lei berkelebat cepat kembali ke kuil Shaolin dan bertemu dengan para pemimpin Sekte Shaolinpai yang kini di pimpin oleh Biksu Yuan sebagai ketua baru di Sekte Shaolinpai.
" Saya mengucapkan terima kasih atas bantuan dan bimbingan belajar dari para guru Shaolinpai kepada saya ,saya berjanji akan memberikan hasil yang terbaik dan membanggakan Sekte Shaolinpai yang sudah berbaik hati kepada saya ", kata Chen Si Lei menjura hormat kepada para pimpinan Sekte Shaolinpai yang membalas menjura hormat kepadanya.
"Kami juga mengucapkan selamat atas keberhasilan dalam pelatihan anda dan perhatian serta kebaikan anda kepada Guru Besar Chi kami yang sebelum wafat telah bertemu dengan anda dan menyerahkan pusaka Sekte Shaolinpai kepada anda sebagai pemimpin tunggal Dunia Persilatan dan Tionggoan",kata Biksu Yuan memimpin semua anggota Sekte Shaolinpai bersujud hormat kepada Chen Si Lei .
" Ya terimakasih dan sama -sama untuk para guru yang telah baik hati kepada ku dan orang -orang ku ", kata Chen Si Lei sopan dan bijak meminta para biksu Shaolin untuk berdiri kembali di hadapannya.
"Baiklah, sekarang kami akan mengantarkan anda ke tempat penginapan tamu kami",kata Biksu Yuan hormat kepada Chen Si Lei untuk mempersilakan Chen Si Lei berjalan lebih dahulu daripada Biksu itu.
" Ya terimakasih,Guru Yuan ",jawab Chen Si Lei sopan kepada Biksu Yuan.
Chen Si Lei berjalan keluar dari aula utama Sekte Shaolinpai di antar ke tempat Sin Yue Qing dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya menunggu dirinya selama dua bulan terakhir ini dengan sabar.
" Gege ",sapa Sin Yue Qing berjalan anggun dan elegan menuju ke arah Chen Si Lei yang tersenyum lembut sekali kepada gadis remaja kesayangannya itu.
" Yue Qing ", jawab Chen Si Lei meraih jemari gadis itu saat gadis itu sudah berada dekat dengannya.
"Paduka hamba memberi hormat kepada Paduka Kaisar Tang Agung ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti serta Pendekar Dewa Obat Sakti Teng Jin bersujud hormat kepada Chen Si Lei.
" Hormat saya kepada para Guru Shaolinpai ", sapa Sin Yue Qing sopan dan hormat kepada para pimpinan Sekte Shaolinpai yang segera memberikan hormat kepada Putri itu.
"Hormat kami kepada Putri Sin Yue Qing ",sapa hormat para pimpinan perguruan Shaolinpai .
" Hormat hamba semua kepada Ketua Sekte Shaolinpai dan para Guru sekalian di Shaolinpai ", sapa Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya sujud kepada pihak Shaolinpai.
"Ya sama-sama, Tuab Tuan Besar Wu dan semua Tuan -Tuan atas kunjungan anda sekalian ke Shaolinpai kami ",sahut para pimpinan perguruan tinggi Shaolin ramah sekali kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya.
"Ya terimakasih dan aku juga sangat senang sekali bisa berkunjung ke Shaolinpai dan belajar menanam padi dan sayur mayur dan buah",jawab gadis remaja cantik jelita sekali itu .
"Sama-sama, Tuan Putri ", jawab Biksu Yuan ramah sekali kepada gadis remaja itu.
"Baiklah kami tidak bisa lebih lama lagi untuk berada di Kuil Shaolinpai karena kami harus segera melanjutkan perjalanan kami ke gunung Hoa San dan sudah saatnya kami pamit kepada para Guru Shaolinpai ", kata Chen Si Lei menjura hormat kepada para pimpinan Sekte Shaolinpai di ikuti oleh Sin Yue Qing dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan para sahabatnya.
" Ya terimakasih Paduka dan kami doakan semoga anda selalu sehat dan selamat serta bahagia dalam perjalanan anda ", jawab Biksu Yuan dan para Biksu Shaolinpai lainnya yang memberikan petunjuk jalan menuju keluar dari perguruan tinggi Shaolinpai kepada Chen Si Lei dan kawan-kawan nya di pintu keluar dari Shaolinpai.
__ADS_1
" Ya terimakasih ,Guru Yuan. Kami pamit dahulu",kata Chen Si Lei sudah meraih jemari Sin Yue Qing untuk naik ke atas punggung kuda putih kesayangannya yang sudah di antarkan oleh Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang sudah menyelamatkan kuda dari serangan musuh dan mengantarkannya kepada Chen Si Lei di kuil Shaolin.
Lalu,Chen Si Lei naik ke atas punggung kuda putih kesayangannya dan duduk di belakang Sin Yue Qing. Ia memeluk gadis itu dengan erat sebelum memegang tali kekang kudanya dan memacu kudanya menuju keluar dari wilayah Shaolinpai di ikuti oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya serta Pendekar Dewa Obat Sakti Teng Jin yang juga menunggangi kuda mereka masing - masing dan mengejar kuda Chen Si Lei.