Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti

Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti
Mengunjungi Bu Tong Pai.


__ADS_3

Pada suatu hari rombongan dari Chen Si Lei tiba di lokasi berikutnya ,yaitu Sekte Bu Tong Pai untuk memenuhi janjinya kepada Ketua Sekte Bu Tong Pai yang baik hati kepada dirinya sejak dahulu, maka Chen Si Lei memilih untuk mengunjungi Bu Tong Pai sebagai jalur perjalanannya di pertengahan musim panas tahun ini.


"Gege coba lihat di sana"kata Sin Yue Qing yang berada di depannya atau lebih tepatnya di atas punggung kuda putih kesayangannya.


Chen Si Lei juga sudah melihat bahwa ada tujuh orang murid Sekte Bu Tong Pai tergeletak pingsan di tengah jalan.


"Wu Sin Hao cepat kau periksa mereka ", perintah Chen Si Lei.


"Siap Paduka hamba laksanakan",jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao turun dari kudanya untuk berjalan ke arah tujuh orang murid Sekte Bu Tong Pai .


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao melihat dan memperhatikan wajah dari tujuh orang murid Sekte Bu Tong Pai dengan cermat,lalu ia segera melapor kepada Chen Si Lei yang sudah menunggu hasil laporannya.


" Lapor Paduka hamba sudah memeriksa masalah yang terjadi pada tujuh orang murid Sekte Bu Tong Pai adalah mereka terkena racun serbuk pelepas tulang", lapor Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


"Cepat cari tempat terdekat untuk menolong mereka",perintah Chen Si Lei.


Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti segera mematuhi perintahnya.Kini mereka membangun tenda darurat di sebuah tepi sungai yang berada di pegunungan Bu ,lalu Chen Si Lei dan Pendekar Dewa Obat Sakti Teng Jin melakukan pengobatan untuk menolong tujuh orang murid Sekte Bu Tong Pai.


"Aku akan menggunakan ilmu mukjizat telapak matahari sakti untuk bersihkan racun dari tubuh mereka dan kau gunakan ilmu pengobatan untuk menyambung tulang mereka pada tempatnya lagi ", kata Chen Si Lei di dalam tenda bersama Pendekar Dewa Obat Sakti Teng Jin.


"Ya Paduka hamba siap untuk membantu anda ", jawab Pendekar Dewa Obat Sakti Teng Jin.


Sedangkan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao pergi ke puncak gunung Bu untuk lapor ke Sekte Bu Tong Pai mengenai masalah tujuh orang murid Sekte tersebut yang mengalami keracunan dan sedang di obati oleh Chen Si Lei dan Pendekar Dewa Obat Sakti Teng Jin.


Sin Yue Qing sibuk memasak makanan dan minuman serta ramuan herbal untuk membantu tujuh murid Sekte Bu Tong Pai dan juga untuk Chen Si Lei dan kawan-kawan nya.


" Aku rasa aku harus mencari beberapa bahan obat herbal di sekitar lokasi ini ", kata Sin Yue Qing berjalan menuju ke arah timur dari tenda mereka.


" Tuan Putri, anda jangan pergi jauh dari kami",kata salah seorang dari anggota Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti cepat mengikutinya dari belakang sesuai perintah Chen Si Lei.


"Iya kau tenang saja karena aku bisa menjaga diri ku sendiri",jawab Sin Yue Qing mulai sibuk mencari beberapa bahan obat herbal untuk membantu pengobatan tujuh orang murid Sekte Bu Tong Pai.


Namun sebuah halimun warna hitam menyerang gadis itu yang menjerit kaget .


"Aghhhhh !!", jerit gadis itu terlempar dari tempat gadis itu berdiri dan berguling jatuh ke jurang dan tertimbun longsor.


"Tuan Putri. ..!!",teriak salah seorang dari anggota Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang mengikuti gadis itu segera melompat untuk menolong gadis itu, tapi sebuah belati melayang ke leher pria Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


"Kita harus membawa pergi gadis itu dari sini ",kata seorang pria muda yang tak lain adalah Yi Bun yang ingin balas dendam atas kematian para saudaranya dan sahabatnya yang sudah di habisi oleh Chen Si Lei.


"Siap Paduka hamba laksanakan ", jawab salah seorang dari anggota Yi Bun .


Anak buah Yi Bun turun ke jurang untuk menangkap Sin Yue Qing yang tertimbun longsor tanah tebing utara pegunungan Bu Tong. .


Tetapi sebuah tenaga mukjizat yang sangat besar sekali menghantam hancur pria yang ingin menculik Sin Yue Qing.


Wuttttt !!


Dessssssss !!


Seorang gadis amat cantik jelita sekali memakai pakaian serba kuning menolong Sin Yue Qing dari ancaman penculikan yang akan di lakukan oleh pihak Yi Bun terhadap diri gadis itu.


" Su Qi ,bagaimana keadaan gadis yang kau tolong itu ?", tanya pria muda dan tampan dari atas tebing seberang.


"Sepertinya gadis itu terluka pada kakinya ", jawab Su Qi gadis murid Sekte Bu Tong Pai yang tak sengaja menolong Sin Yue Qing.


"Ya sudah, kita harus bawa dia ke Sekte kita untuk kita memberi pertolongan pada kakinya ", kata pria muda dari Sekte Bu Tong Pai yang bernama Zhang Bu Sin .


" Siap, koko ", jawab gadis berusia sebaya dengan usia Sin Yue Qing.


Chen Si Lei yang baru saja selesai mengobati luka tujuh orang murid Sekte Bu Tong Pai generasi pertama, Chen Si Lei keluar dari tenda untuk menemui Sin Yue Qing tetapi dia tidak bisa menemukan gadis itu di dekat peralatan masak milik gadisnya itu.


" Di manakah tuan putri kalian ?", tanya Chen Si Lei kepada Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang berada di sekitar lokasi tersebut.


"Beliau tadi pergi mencari bahan obat herbal ke arah sana",jawab salah seorang dari anggota Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.


" Apakah kalian tidak ada yang menemani tuan putri kalian ?", tanya Chen Si Lei nada keras.


"Ada He Won yang menjaga beliau ", jawab salah seorang dari anggota Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.


" Hanya seorang yang menjaga tuan putri kalian untuk ku?",tanya Chen Si Lei.


"Iya Paduka ", jawab para Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti bersujud hormat kepada Chen Si Lei dengan gemetar ketakutan.


" Sudah berapa lama putri kalian pergi ke arah sana ?", tanya Chen Si Lei.


"Sudah dari sore hari ini ", jawab para Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.


"Dan sekarang sudah malam hari. Kenapa kalian diam saja ??Sana cepat kalian semua cari dan temukan tuan putri kalian kembali kepada ku !", teriak Chen Si Lei marah kepada kecerobohan para Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti dalam menjaga Sin Yue Qing untuknya.


"Siap Paduka kami laksanakan! ! ",sahut Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Chen Si Lei menggunakan indera penciuman untuk mencari dan menemukan Sin Yue Qing di lokasi gadis itu mencari bahan obat herbal, namun Chen Si Lei hanya bisa menemukan jasad salah satu dari anggota Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang terpotong lehernya dan jasad seorang pria lain di dekat longsor tanah di bawah jurang terdekat dari lokasi tenda mereka.


"Ada orang yang membawa Sin Yue Qing dari tempat ini .Aku harus mencarinya agar aku bisa menemukan Sin Yue Qing lagi ", kata Chen Si Lei berkelebat cepat mengikuti arah aroma bunga persik dari Sin Yue Qing dan ia juga mendengar suara lonceng gelang tangan kiri gadisnya yang dapat ia ketahui berada di atas puncak gunung Bu Tong.


" Sekte Bu Tong Pai yang sudah membawa Sin Yue Qing ke markas mereka ", kata Chen Si Lei bernapas lega.


Namun Chen Si Lei tetap melanjutkan langkahnya menuju ke puncak gunung Bu Tong dan setibanya di sebuah pintu batu yang di tengahnya tertulis dengan jelas 'Sekte Bu Tong Pai ', ia pun mengetuk pintu batu itu.


Dan seorang pria berusia dua puluh lima tahun telah datang untuk membukakan pintu untuk Chen Si Lei.


" Selamat datang kepada Pendekar Rajawali Emas Sakti yang terhormat. Silakan anda ikuti langkah saya menuju ke aula utama tempat Guru Besar kami telah siap untuk menerima kunjungan dari anda ", kata pria murid Sekte Bu Tong Pai sopan dan hormat kepada Chen Si Lei.


" Ya terimakasih ", jawab Chen Si Lei mengikuti langkah pria yang memimpin di depannya.


Selama satu jam lamanya perjalanan dari pintu masuk menuju ke aula utama Sekte Bu Tong Pai, akhirnya Chen Si Lei tiba juga di hadapan Ketua Sekte Bu Tong Pai yang bernama Zhang Chiu San.


" Hormat saya kepada Ketua Sekte Bu Tong Pai ", sapa Chen Si Lei hormat kepada Ketua Sekte Bu Tong Pai.


" Hormat kami kepada Paduka Kaisar Tang Agung ", sapa Ketua Sekte Bu Tong Pai tersenyum bijaksana kepada Chen Si Lei.


" Silakan Paduka duduk di kursi yang sudah di siapkan untuk anda dan silakan anda menikmati teh yang sudah kami siapkan untuk anda ", kata seorang gadis muda murid Sekte Bu Tong Pai sopan kepada Chen Si Lei.


" Ya terimakasih atas penyambutan yang Locianpwe berikan kepada saya",Chen Si Lei menerima cawan keramik isi air teh hangat aroma bunga krisan dari gadis murid Sekte Bu Tong Pai.


Sesudah Chen Si Lei minum air teh krisan itu, ia langsung mendengarkan Kakek Ketua Sekte Bu Tong Pai berbicara tentang masalah seorang putri yang berasal dari kerajaan Yu yang bernama Yu Mu Yun telah berani mengganggu para murid Sekte Bu Tong Pai untuk melakukan kerjasama agar bisa menggulingkan Chen Si Lei dari kedudukannya sebagai seorang Kaisar Tang Agung dan pemimpin dunia persilatan.


" Karena itulah putri itu menyerang tujuh orang murid Sekte Bu Tong Pai kami dan mengancam akan menghancurkan Sekte kami tetapi hamba ucapkan terima kasih atas bantuan dan pertolongan Anda kepada tujuh orang murid kami ",kata Ketua Sekte Bu Tong Pai selesai bercerita tentang masalahnya kepada Chen Si Lei.


" Locianpwe anda tak perlu khawatir karena aku pasti akan membantu mu dan aku pasti akan menghukum mati putri kerajaan Yu",kata Chen Si Lei tulus hati untuk membantu permasalahan yang dihadapi oleh Sekte Bu Tong Pai.


" Terimakasih atas kebaikan Paduka kepada kami ",kata Ketua Sekte Bu Tong Pai sangat ramah sekali kepada Chen Si Lei.


"Ohya apakah sekarang ini saya sudah bisa bertemu dengan Putri Sin Yue Qing dan teman saya yang bernama Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang sudah lebih dahulu datang ke Sekte Bu Tong Pai daripada saya ?",tanya Chen Si Lei sopan kepada Ketua Sekte Bu Tong Pai.


"Iya tentu saja Anda bisa bertemu dengan Putri Sin Yue Qing yang sedang dapat perawatan pada lukanya dari murid kami",jawab Kakek Ketua Sekte Bu Tong Pai.


" Baiklah terimakasih", jawab Chen Si Lei menjura hormat kepada Ketua Sekte Bu Tong Pai.

__ADS_1


" Paduka silakan anda ikuti langkah hamba ke dalam ruangan kamar khusus untuk Putri Sin Yue Qing yang sudah di jaga ketat oleh Tuan Besar Wu Sin Hao di luar kamar ", kata murid Sekte Bu Tong Pai yang bernama Su Bin .


Chen Si Lei menjura hormat kepada Ketua Sekte Bu Tong Pai untuk pamit pergi menuju ke ruangan dalam markas besar Sekte Bu Tong Pai untuk menemui Sin Yue Qing di dalam kamar tamu khusus untuk Sekte Bu Tong Pai.


Di depan pintu masuk ke kamar khusus untuk Sin Yue Qing, ia jumpa dengan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang segera memberikan hormat dengan bersujud hormat kepadanya.


"Hormat hamba kepada Paduka Kaisar Tang Agung ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


"Terimakasih, Wu Sin Hao. Bangunlah ", kata Chen Si Lei tersenyum ramah sekali kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao untuk berdiri dan membukakan pintu kamar Sin Yue Qing untuknya.


Lalu Chen Si Lei masuk ke dalam kamar tidur khusus untuk Sin Yue Qing dan ia melihat Sin Yue Qing duduk bersandar pada tiang tempat tidur dengan kedua kakinya di luruskan.


" Sayang, bagaimana kakimu ?", tanya Chen Si Lei duduk di samping Sin Yue Qing dan memeriksa pergelangan kaki kekasihnya.


" Aku tidak apa-apa, aku hanya terkilir saja karena aku tergelincir ke jurang akibat serangan musuh dari belakang ku sesudah aku melihat ada halimun hitam yang menyerang ku ",jawab gadis itu sambil bercerita tentang hal yang terjadi pada diri gadis itu.


Chen Si Lei menghela napas dan memeluknya erat.


"Ah kau ini sungguh membuat ku cemas, lain kali kau jangan pernah pergi tanpa izin ku atau tanpa ada aku di sisi mu.Apakah kau mengerti?",Chen Si Lei gigit daun telinga Sin Yue Qing.


" Aduh sakit, ya aku mengerti ", jawab gadis itu melirik nya.


"Begini aku akan pergi untuk membantu para Sekte Bu Tong Pai untuk aku bisa menangkap dan menghukum mati putri kerajaan Yu yang sudah mengancam dan mengganggu Sekte Bu Tong Pai, maka untuk sementara waktu ini kau harus diam berada di dalam Sekte Bu Tong Pai sampai aku kembali dari menyelesaikan tugas dan urusan ku secepatnya, lalu aku akan minta tolong kepada pihak Sekte Bu Tong Pai untuk membantu prosesi pernikahan kita berdua usai pihak Dewan Agung bagian urusan pernikahan tiba di markas besar Sekte Bu Tong Pai tepat pada hari ulang tahun mu yang ke tujuh belas tahun, lebih cepat lebih baik dari kita melakukan hal yang terlarang sebelum resmi menikah",kata Chen Si Lei yang sudah berpesan kepada Sin Yue Qing sebelum ia pergi ke tempat putri kerajaan Yu tinggal.


" Ya,Gege aku patuhi perintah mu ",jawab gadis itu merangkul Chen Si Lei dengan sikap manjanya yang menggemaskan bagi Chen Si Lei.


Chen Si Lei menciumnya, lalu Chen Si Lei membaringkan gadis itu untuk tidur dan beristirahat untuk proses kesembuhan pada luka di kaki kiri Sin Yue Qing.


Setelah Sin Yue Qing tidur pulas, ia segera berkelebat cepat untuk memberikan bantuan kepada pihak Sekte Bu Tong Pai yang sudah menunggunya di pintu keluar dari pegunungan Bu Tong.


" Paduka ,mari kita ke arah utara dari gunung Bu Tong ke arah wilayah Kerajaan Yu ",kata Zhang Bu Sin yang memimpin para pasukan Sekte Bu Tong Pai dan para Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti menuju ke arah kerajaan Yu.


Chen Si Lei memacu kudanya dengan sangat cepat sekali sehingga para Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti dan Sekte Bu Tong Pai harus memacu kuda mereka juga dengan cepat untuk menyusul langkah kuda Chen Si Lei yang sudah lenyap dari pandangan mata para pengikutnya.


Kerajaan Yu.


Seorang wanita cantik jelita memimpin pasukan keamanan dan keselamatan dari Kerajaan Yu untuk menghadapi para pasukan Sekte Bu Tong Pai yang sudah ia dengar akan datang untuk menghadapi dirinya, maka ia segera mempersiapkan para pasukan untuk bersiap menghadapi para musuh mereka.


" Putri hamba sudah mendapatkan informasi bahwa Pendekar Rajawali Emas Sakti yang memimpin para pasukan Sekte Bu Tong Pai untuk menghadapi kita ", lapor salah satu dari anggota pasukan Kerajaan Yu.


"Kurang ajar, Pendekar Rajawali Emas Sakti itu. Kalau begitu kita harus berbagi tugas untuk menghancurkan Bu Tong Pai dan bunuh Pendekar Rajawali Emas Sakti yang akan datang ke tempat kita ", perintah Putri Kerajaan Yu kepada para pasukannya.


" Siap Paduka kami laksanakan ! ! ",sahut para pasukannya segera berbagi tugas sesuai perintah putri itu.


Maka sebagian dari mereka pergi menuju ke Bu Tong Pai dan sebagian lagi sibuk mempersiapkan peralatan dan perlengkapan perang untuk menghadapi Pendekar Rajawali Emas Sakti yang sangat terkenal di dunia kangouw Tionggoan yang juga amat sangat mereka takut.


Ketika mereka sedang mulai bersiap untuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk perang melawan Pendekar Rajawali Emas Sakti. Tiba-tiba muncul sinar bagaikan kilat menyambar menghantam hancur bangunan istana kerajaan Yu dan juga seluruh kota raja kerajaan Yu.


Wuttttt !!


Ingggg!!


Blaarrrr !!


Duar !!


"Aghhhhhh !!",teriak para pasukan keamanan dan keselamatan Kerajaan Yu yang menjadi korban ledakan bom yang di lakukan oleh para pasukan keamanan dan keselamatan Kekaisaran Tang Agung kepada pihak mereka.


" Kurang ajar !!!", teriak gadis putri dari Kerajaan Yu marah sekali kepada pihak Kekaisaran Tang Agung.


Baru saja gadis itu berteriak untuk melampiaskan kekesalan hatinya, tahu -tahu ada sebuah pedang mukjizat membabat habis kepalanya .


Crakkkkkk !!


" Apakah kalian masih belum tunduk kepada ku ?",tanya Chen Si Lei menatap tajam semua pasukan Kerajaan Yu .


" Ya kami tunduk kepada Paduka Kaisar Tang Agung !!", sahut para pasukan dari Kerajaan Yu yang kini sujud memohon pengampunan kepada Chen Si Lei yang tetap saja membabat habis mereka semua dengan pedang mukjizat sembilan naga emas sakti yang bergerak sesuai perintahnya.


Wushhh !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


"Rapikan kembali kota kecil suku Yu ",perintah Chen Si Lei kepada para pengikut nya usai menghabisi seluruh pasukan Kerajaan Yu termasuk keluarga Raja Yu.


" Paduka kita harus segera pergi ke Bu Tong Pai karena sebagian dari mereka telah pergi untuk menyerbu Sekte Bu Tong Pai ", lapor salah satu dari anggota Sekte Bu Tong Pai yang sudah mengetahui berita tersebut dengan cepat.


"Ayo kita pergi sekarang ke Bu Tong Pai ", kata Chen Si Lei sudah memacu kuda putih kesayangannya kembali menuju ke Bu Tong Pai.


Di saat itulah markas besar Sekte Bu Tong Pai sedang di serbu oleh para pasukan khusus Kerajaan Yu yang di pimpin langsung oleh Pangeran mahkota kerajaan Yu yang menyerang langsung ketua Sekte Bu Tong Pai dengan ilmu pedang sesat yang sangat ganas sekali.


Wuttttt !!


Cranggg !!!


Pangeran Makhota Kerajaan Yu terkejut sekali karena pedangnya tertangkis oleh pedang mukjizat milik seorang gadis remaja berusia tujuh belas tahun yang amat sangat cantik jelita sekali bagaikan seorang Dewi yang turun ke Bumi.


"Luar biasa cantik jelita sekali dirimu, Nona ", puji Pangeran Makhota Kerajaan Yu berdebar kencang jantungnya berhadapan langsung dengan gadis sejelita dan semanis Sin Yue Qing yang sudah turun tangan untuk membantu Ketua Sekte Bu Tong Pai untuk menghadapi pedang mukjizat sesat dari pria bermata ganas yang menjadi Pangeran Makhota Kerajaan Yu.


" Manusia laknat berani menyerang Ketua Sekte Bu Tong Pai.Rasakan ini pedang ku !!",hardik Sin Yue Qing menggunakan pedang menghadapi pedang sesat milik Pangeran Makhota Kerajaan Yu yang sudah menangkis pedangnya dengan ilmu pedang mukjizat sesat.


Wuttttt !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!!


Trangggggg !!


Di tempat lain, Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sedang bertarung melawan seorang pria sakti kaum sesat dari Sekte Sesat burung hitam cabang dua yang menerjang hebat mengadu senjata tajam dengannya.


Wushhh !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!!


Trangggggg !!

__ADS_1


Para pasukan Sekte Bu Tong Pai memberikan perlawanan terhadap pihak musuh yang sudah menyerang markas besar milik mereka melalui seorang murid yang berkhianat terhadap Bu Tong Pai demi mendapatkan kedudukan Ketua Sekte Bu Tong Pai yang baru.


Wushhh !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!!


Trangggggg !!!


Para pimpinan Sekte Bu Tong Pai menghadapi para pimpinan pasukan khusus dari kerajaan Yu yang di pimpin oleh salah seorang dari anggota Sekte Sesat Kuda Dan Burung Gagak Hitam cabang sembilan yang menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti hawa sesat.


Wuttttt !!


Plakkkkkk! !


Dessssssss !!


"Aghhhhhh !!", teriak salah seorang dari pimpinan Sekte Bu Tong Pai tewas dalam serangan maut dari pihak musuh mereka.


Sedangkan Ketua Sekte Bu Tong Pai menghadapi seorang gadis sadis sekali yang menggunakan ilmu mukjizat pedang sesat dan hawa pukulan yang sangat ganas sekali sehingga kakek itu harus menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti tai chi .


Wushhh !!


Bressssss !!


Cranggg !!


"Aghhhhhh !!", teriak gadis itu tewas dalam serangan maut dari Ketua Sekte Bu Tong Pai yang amat sakti itu.


Lalu tak lama kemudian seseorang melayang menuju ke arah Ketua Sekte Bu Tong Pai dengan ilmu mukjizat telapak sakti bunga racun sesat untuk hadapi dan membunuh kakek ketua Sekte Bu Tong Pai, tapi Chen Si Lei sudah berada di dekat kakek itu dan menyambut pukulan sesat itu dengan ilmu mukjizat Gunung Ling.


Wuttttt !!


Plakkkkkk !!


Dessssssss !!


"Agh !!", teriak gadis sadis yang menyerang Ketua Sekte Bu Tong Pai terjengkang karena serangan maut dari Chen Si Lei yang berhasil menghadang nya.


Lalu Chen Si Lei menggunakan kipas membabat habis kepala gadis sesat itu.


Crakkkkkk !!


"Locianpwe anda tidak apa-apa ?", tanya Chen Si Lei usai membunuh musuh.


Ketua Sekte Bu Tong Pai tersenyum lembut sekali kepada Chen Si Lei.


" Aku tidak apa-apa, terimakasih atas pertolongan mu kepada ku ", jawab Kakek Ketua Sekte Bu Tong Pai bangga dengan Chen Si Lei.


" Ya sudah anda mundurlah. Biarkan saya yang menghabisi mereka semua untuk anda ", kata Chen Si Lei sopan.


" Paduka anda tidak perlu khawatirkan aku .Anda bantu saja Putri Sin Yue Qing yang sedang menghadapi Pangeran Makhota Kerajaan Yu yang masih anggota Sekte Ninja Sesat Elang Biru cabang satu ", kata Ketua Sekte Bu Tong Pai yang sudah menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti Bu Tong Pai menghantam para musuh yang mengeroyok para muridnya.


Wushhh !!


Bressssss !!


"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh serangan maut dari Kakek Ketua Sekte Bu Tong Pai.


Maka Chen Si Lei segera menjura hormat kepada Ketua Sekte Bu Tong Pai dan ia segera berkelebat cepat untuk membantu Sin Yue Qing yang bertarung melawan Pangeran Makhota Kerajaan Yu di halaman depan pintu kamar bagian untuk para pimpinan Sekte Bu Tong Pai.


Wuttttt !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Melihat ini Chen Si Lei berkelebat cepat menangkis pedang milik musuh yang di hadapi oleh Sin Yue Qing dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Cranggg !!


Pangeran Makhota Kerajaan Yu kaget sekali karena pedangnya hancur dan tiba-tiba sebuah telapak tangan mencengkeram kepalanya hingga copot dan remuk.


Krekkk !!


Chen Si Lei sudah membuang kepala musuh seenaknya saja dan ia fokus untuk memeluk Sin Yue Qing yang baru sadar bahwa kakinya masih sakit.


"Yue Qing hati -hati kaki mu masih belum sembuh benar ", kata Chen Si Lei sudah menggendong gadis itu untuk di amankan dari tempat itu .


" Gege kita harus membantu mereka",kata Sin Yue Qing di gendongannya.


Namun perasaan cemas Sin Yue Qing telah hilang saat ia sudah melihat adanya beberapa orang sahabat mereka telah datang ke hadapan mereka berdua dengan senyuman kemenangan yang terlihat jelas di wajah mereka.


"Tuan Putri tak perlu khawatir karena kami sudah menghabisi mereka semua ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti dan juga para anggota Sekte Bu Tong Pai di pimpin oleh Ketua Sekte Bu Tong Pai.


"Ya tuan putri lihat sendiri bahwa kami sudah menang dari pihak musuh kita ", kata Ketua Sekte Bu Tong Pai tersenyum lembut sekali kepada Sin Yue Qing yang berada di gendongan Chen Si Lei.


"Karena itu kau istirahatlah dengan tenang sampai kaki mu bisa sembuh benar ", kata Chen Si Lei membawanya ke arah kamar tidur khusus untuknya.


"Gege ", panggil Sin Yue Qing usai di baringkan di atas tempat tidur oleh Chen Si Lei.


"Apa? ? ",tanya Chen Si Lei memakaikan gadis itu obat pada kakinya.


"Aku sangat menyayangi mu ",jawab gadis itu menangis terharu karena kebaikan hati Chen Si Lei.


"Kau suka sekali menangis",kata Chen Si Lei menghapus air mata Sin Yue Qing dengan kecupan hangatnya.


" Karena aku sangat terharu dengan kebaikan hati mu untuk ku ", jawab gadis itu tersedu -sedu.


"Aku baik hati kepada mu karena kau adalah seorang pujaan hati ku yang paling aku cinta di seluruh alam semesta raya ", kata Chen Si Lei mengecup bibir gadis itu sampai gadis itu berhenti menangis.


" Gege ", panggil Sin Yue Qing merangkulnya .


Chen Si Lei membelai lembut gadisnya dengan penuh cinta, kasih sayang yang sangat besar dan dalam sampai Sin Yue Qing dapat tidur pulas tanpa gangguan yang mengganggu tidur gadis itu untuk proses kesembuhan gadis itu sendiri.



Chen Si Lei Dan Sin Yue Qing.



Chen Si Lei Dan Li Shao Ning.



Indonesia Ku tercinta😘

__ADS_1


__ADS_2