
Chen Si Lei kembali ke gunung Shimen dengan menunggangi burung rajawali emas sakti bersama Yang Yang dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang duduk di belakang, udara malam yang sangat dingin dan berkabut menutupi bulan di antara awan -awan di langit malam.
"Gunung Shimen berada di bawah kita ", kata Chen Si Lei memberitahu Yang Yang untuk menikmati keindahan alam di sekitar gunung Shimen tengah malam hari itu ,Yang Yang bersandar pada dada bidangnya.
"Paduka lihat di bawah sana ",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao melihat ke arah lembah gunung Shimen.
Chen Si Lei dan Yang Yang ikut melihat daerah bawah gunung Shimen untuk bisa melihat hal yang sedang terjadi di bawah sana.
"Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti sedang menghadapi sejumlah serangan api yang berasal dari orang besar itu dan juga banyak rakyat di bawah gunung Shimen yang menjadi korban keganasan pria besar itu ", kata Chen Si Lei yang segera turun tangan untuk membantu Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti di ikuti oleh Yang Yang dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang melompat turun dari burung rajawali emas sakti.
Begitu mereka bertiga turun ke bawah lembah gunung Shimen, mereka bisa lihat banyak sekali tanah dan sebagainya di sekitar lokasi tersebut telah hangus dan hancur berantakan oleh pihak musuh yang di pimpin oleh pria besar bergigi hitam dan runcing tajam sekali.
"Manusia serigala kah orang itu ?",tanya Yang Yang terkejut sekali melihat orang besar dan ganas yang mengeluarkan api dari mulutnya yang membakar semua yang berada di sekitar orang itu.
"Bukan manusia serigala tetapi Sekte Sesat burung hitam cabang enam yang sudah ada pimpinan besarnya ", jawab salah seorang dari anggota Sekte kaum bersih yang ikut membantu masyarakat sekitar bawah gunung Shimen.
"Wah mereka sungguh laknat sekali !!", teriak Chen Si Lei yang sudah berkelebat cepat untuk menolong sejumlah orang yang berteriak kesakitan dan ketakutan di serang api yang berasal dari orang -orang ganas itu.
Wuttttt !!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak para anggota Sekte Sesat burung hitam cabang enam tewas hancur oleh ilmu mukjizat piramida sakti Chen Si Lei.
Wuttttt !!
Singggg !!
Yang Yang melompat mengeluarkan pedang untuk menghadapi pedang sakti dari pihak musuh yang sedang membunuh orang -orang Sekte kaum bersih.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Cranggg !!
Gadis remaja itu menerjang hebat sekali sehingga para musuh terdesak hebat oleh serangan pedang hebat sekali dari Yang Yang.
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao cepat melompat untuk melindungi Yang Yang dari belakang gadis remaja itu.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok membabat habis seorang pria ganas yang ingin menyerang Yang Yang dari arah samping kanan gadis itu yang sedang bertarung melawan seorang pria sakti kaum sesat yang menggunakan senjata seruling hitam berracun ganas untuk menghadapi pedang sakti mukjizat milik Putri Yang Yang.
Chen Si Lei menggunakan kipas membabat habis kepala musuh sakti dengan ilmu pedang rajawali emas sakti yang sangat hebat sekali sehingga Chen Si Lei bisa menyelamatkan nyawa salah satu dari anggota Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang juga sedang bertarung melawan para musuh sakti sesat yang membunuh banyak rakyat dari lembah gunung Shimen.
Crakkkkkk !!
"Paduka setelah anda kembali ke rumah anda ,kami mendapat laporan dari para anggota Sekte Gunung Shimen bahwa sejumlah besar musuh sakti sesat dari Sekte Sesat burung hitam cabang enam menyerang kota bawah gunung Shimen dengan ganas sekali, maka kami segera turun tangan untuk membantu mereka, namun mereka sangat keji sekali sehingga banyak sekali dari pihak kami yang menjadi korban keganasan mereka ,tetapi kami tidak pernah gentar dan takut untuk menghadapi mereka demi rakyat di dalam kota bawah gunung Shimen", lapor Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti kepada Chen Si Lei yang berada di dekat mereka dalam menghadapi serangan maut dari pihak musuh mereka yang sangat ganas sekali.
"Ya kalian semua hebat sekali demi rakyat ..Kalian harus berjuang keras selama hayat masih di kandung badan. Maju terus pantang mundur dan musnahkan para musuh !!", teriak Chen Si Lei memberikan semangat juang tinggi untuk para Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti nya.
"Ya Paduka kami laksanakan !!", sahut para Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti menerjang hebat menangkis serangan maut dari pihak musuh dengan sangat cepat sekali sehingga para musuh terdesak hebat oleh ilmu mukjizat para Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang semakin meningkat .
Wuttttt !
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Chen Si Lei menggunakan kipas membabat habis kepala sejumlah besar musuh yang sudah terdesak oleh para Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti dengan ilmu pedang mukjizat Gunung Guo sehingga para musuh habis oleh Chen Si Lei.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
"Rapikan mereka !!",perintah Chen Si Lei kepada Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti sebelum berkelebat cepat untuk menolong Yang Yang menghadapi seorang pria ganas yang mengeluarkan api dari mulut untuk menyerang gadis itu dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang berkelebatan cepat untuk melindungi adiknya itu.
"Laknat kau menggunakan api mukjizat untuk menghancurkan separuh gunung Shimen dan sekitarnya. Sekarang rasakan ilmu mukjizat air ku !!",hardik Chen Si Lei menggunakan telapak tangan menyerap air gunung Shimen yang hebat sekali untuk menghancurkan ilmu mukjizat api sesat milik Ketua Sekte Sesat Burung hitam cabang enam dengan ilmu mukjizat air gunung Shimen.
Wuttttt !!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak pria ganas itu tewas dalam serangan maut dari Chen Si Lei yang juga berhasil melenyapkan api mukjizat sesat milik pria ganas itu.
"Pendekar Rajawali Emas Sakti terimakasih atas pertolongan mu kepada kami ", kata sejumlah orang dari Sekte Gunung Shimen yang berhasil di selamatkan oleh Chen Si Lei.
"Gege kita harus segera menolong mereka yang terluka bakar oleh api mukjizat sesat milik musuh tadi ", kata Yang Yang sudah cepat menolong sejumlah rakyat yang terluka bakar di sekitar lokasi tersebut.
"Ya kau benar sekali. Ayo kita selamatkan mereka ", kata Chen Si Lei yang sudah memerintahkan para Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti untuk menolong para korban bencana tersebut .
Mereka membangun tenda darurat untuk mengobati sejumlah korban keganasan Sekte Sesat burung hitam cabang enam yang mengalami luka bakar di berbagai tempat di tubuh para korban itu.
Chen Si Lei menggunakan pil air mata burung phoenix untuk menyembuhkan luka bakar para korban itu dengan merawat mereka semua dengan kasih sayang di bantu oleh Yang Yang telah membuatkan makanan dan minuman serta pakaian dan sebagainya untuk membantu para rakyat tersebut.
"Tuan Putri biar hamba yang memasak air untuk membuat air teh hangat dari daun teh melati ini",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao membantu gadis itu dengan baik agar adik Kaisar Tang Agung tidak kesusahan.
"Aku bisa melakukan pekerjaan wanita dengan baik. Kau tak perlu khawatirkan aku,Tuan Wu",kata Yang Yang halus menolak untuk di bantu oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dalam urusannya.
"Baiklah, hamba bantu membuat selimut tebal untuk para korban yang sudah di baringkan di dalam tenda oleh para Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah mengambil berapa bahan kain untuk membuat selimut tebal.
"Tuan besar Wu, apakah kamu bisa membuat selimut ?", tanya Yang Yang melihat Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggunting kain dan menjahit kain sesuai bentuk yang di inginkan.
"Ya hamba coba saja dahulu dan semoga saja berhasil ", jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao tekun dalam melakukan kegiatan tersebut.
"Kalian tolong bawa air teh hangat yang sudah aku masukkan ke dalam cawan kayu yang sudah aku siapkan untuk para rakyat ", kata Yang Yang kepada para Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.
__ADS_1
"Siap Tuan Putri ,kami laksanakan !!",sahut Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang sudah sigap untuk membantu Putri Yang Yang.
Yang Yang pun sibuk membuat makanan dan minuman bergizi untuk membantu para rakyat di sekitar lokasi tersebut ,Chen Si Lei memperhatikan cara kerja gadis itu sungguh terampil sekali dan sama sekali tidak seperti seorang Putri remaja yang biasa di manja sekali dan tidak bisa melakukan pekerjaan kasar yang biasa di lakukan oleh para pelayan Istana Kekaisaran Tang Agung.
"Gege, mari kau makan juga ", kata gadis remaja itu membawakan makanan dan minuman untuk sarapan pagi Chen Si Lei di pagi hari berikutnya.
"Ya adikku sayang. Wah kau pintar sekali bisa membuatkan makan pagi untuk ku ",puji Chen Si Lei duduk di kursi kayu yang sudah di siapkan oleh Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti untuk mereka semua selama berada di kota bawah gunung Shimen.
"Ya terimakasih .Jangan memuji ku dahulu sebelum kau coba masakan ku ",kata Yang Yang memberikan mangkuk dan sumpit kayu bersih untuk Chen Si Lei bisa menggunakan untuk makan.
"Hmm baiklah aku coba masakan mu",jawab Chen Si Lei menerima berbagai jenis makanan yang di berikan oleh Yang Yang untuknya dan ia pun memakannya.
"Bagaimana rasanya enakkah ?",tanya gadis remaja itu duduk di kursi kayu di hadapannya.
Chen Si Lei belum memberi jawaban atas pertanyaan tentang masakan yang di buat oleh Yang Yang untuknya .
"Bagaimana rasanya, Gege? Jawab lah",kata gadis terdengar penasaran untuk ia berikan jawaban yang memuaskan untuk gadis itu senang.
Chen Si Lei menggunakan ujung jari telunjuk nya menyentuh hidung mancung gadis itu.
"Enak sekali masakan mu dan aku sangat menyukai semua makanan ini",jawab Chen Si Lei seraya menatap gadis itu dengan kelembutan dari tatapan matanya .
"Benarkah ??",tanya Yang Yang bersinar -sinar di sepasang mata gadis itu yang sangat indah sekali bagai sepasang matahari pagi yang hangat atau sepasang bulan kembar yang sangat menakjubkan.
"Ya benar, adik ku",jawab Chen Si Lei menghabiskan makan paginya untuk Yang Yang senang bisa membuatkan makanan untuknya.
"Aku bukan adik mu tapi kekasih mu",kata Yang Yang berbisik pelan di telinganya.
Chen Si Lei mengganggukkan kepala dan berbisik di telinga Yang Yang serta ia jawab.
"Iya sayang ku ", jawab Chen Si Lei mencium leher gadis itu singkat.
"Baiklah aku akan mencuci alat masak dan makan dahulu ya di sungai kecil itu ", kata Yang Yang merapikan peralatan makan Chen Si Lei dan membawanya ke arah sungai kecil dekat daerah tenda mereka berada.
Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti di perintahkan untuk melindungi gadis itu yang sibuk mencuci peralatan masak ,makan dan minum serta mencuci pakaian dan selimut .
"Tuan Putri kami saja yang mengerjakan tugas kasar dan berat ini",kata para Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang merasa tidak enak hati melihat Yang Yang melakukan tugas seorang pelayan kasar .
"Aku mau mengerjakannya sendiri agar aku bisa melayani rakyat kita ", kata gadis itu bersikeras untuk melakukan tugas itu sendiri.
"Aku tidak mau harus melihat tangan mu menjadi luka dan kasar karena iritasi pada kulit tangan mu",kata Chen Si Lei datang ke sungai kecil pada siang hari itu untuk Yang Yang tidak melakukan tugas pelayan yang harus dilakukan oleh adik nya sendiri.
"Aku hanya ingin membuktikan bahwa aku bukan seorang gadis kecil yang manja lagi",kata Yang Yang mengikuti Chen Si Lei masuk ke dalam tenda .
Chen Si Lei menariknya untuk duduk di tepi tempat tidur kayu untuk di obati luka telapak tangan oleh Chen Si Lei dengan obat cair.
"Ya kau bukan lagi seorang gadis kecil manja tetapi aku tidak bisa melihat mu kerja kasar dan melukai dirimu sendiri ", kata Chen Si Lei meniup luka di tangan Yang Yang usai di beri obat olehnya.
"Kau sungguh tampan sekali berkata seperti itu untuk ku ",kata Yang Yang berdiri untuk memeluk Chen Si Lei.
Chen Si Lei menaruh obat cair di meja, lalu ia fokus untuk memeluk Yang Yang di dekatnya.
"Kau juga sangat cantik jelita sekali bersikap seperti ini kepada ku",ucap Chen Si Lei membaringkan gadis itu di tempat tidur dalam tenda di kota bawah gunung Shimen.
Malam hari itu, Yang Yang terbangun dalam tidurnya dan turun dari tempat tidur untuk mengambil pakaiannya yang berserakan di lantai oleh Chen Si Lei pada sore hari itu.
Lalu gadis itu berjalan keluar dari tenda untuk melihat pemandangan alam pada malam hari itu. Gadis itu duduk di batu karang memandangi dirinya sendiri di tepi sungai kecil itu.
"Aku sudah dewasa sejak malam ini. Aku bukan lagi seorang gadis remaja kecil tapi aku seorang gadis yang sudah dewasa dan aku bisa melakukan apa saja yang aku inginkan dalam hidupku ", kata Yang Yang memeluk dirinya sendiri dan merasakan sakit di bawah tubuhnya dan seluruh tubuhnya membuktikan bahwa ia telah menjadi milik kakaknya seorang.
Sebuah kerikil meluncur ke arah Yang Yang dan gadis itu pingsan ,lalu seorang pria muda memanggul gadis itu dengan berkelebat cepat pergi dari tempat itu dan membawa lari Yang Yang.
Pagi hari Chen Si Lei bangun tidur dengan rapi lalu mencari Yang Yang ke sekitar lokasi tersebut.
"Wu Sin Hao apakah kamu melihat Yang Yang pagi hari ini saat kamu bangun tidur ?", tanya Chen Si Lei usai mencari keberadaan adiknya ke seluruh lokasi.
"Tidak, mungkin putri masih tidur di dalam tenda nya ", jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao mulai cemas karena Chen Si Lei terlihat kacau pada pagi itu.
"Aku sudah mencarinya di tenda dia lebih dahulu sebelum aku menemui mu yang mungkin saja kau melihatnya di tempat lain di sekitar mu",kata Chen Si Lei yang merasa bodoh sekali.
"Ahh lalu di manakah Tuan Putri Yang Yang berada ?", tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao semakin cemas dan ia segera berkelebat cepat untuk mencari Yang Yang di seluruh kota bawah gunung Shimen.
Chen Si Lei kembali ke tenda pribadinya untuk memeriksa kembali tempat itu agar dapat melihat Yang Yang lagi di dalam tenda itu, tapi Chen Si Lei menemukan pita rambut milik Yang Yang.
"Kemana kau pergi dariku, Yang Yang ?", tanya Chen Si Lei pada dirinya sendiri.
Ia melihat ada noda darah di tempat tidur ini yang membuktikan bahwa mereka telah melakukan hubungan intim bersama, dan Chen Si Lei duduk di tepi tempat tidur.
"Dia tak mungkin pergi jauh dari ku tetapi kemana aku harus mencarinya", kata Chen Si Lei berkelebat cepat ke arah sungai kecil itu dan ia mencium aroma khas adiknya yang sangat segar.
"Semalam Yang Yang berada di tepi sungai ini.Aku masih bisa mencium aroma bunga persik dari tempat ini.Jika aku telusuri arah aroma Yang Yang maka aku bisa menemukannya", kata Chen Si Lei berkelebat cepat ke arah utara untuk bisa mencari dan menemukan Yang Yang kembali.
Benar saja, Chen Si Lei berhasil menemukan Yang Yang di ikat rantai besi di atas sebuah kapal di sungai besar.
"Yang Yang. ...!!",teriak Chen Si Lei melompat ke atas kapal untuk menolong Yang Yang.
Tapi sebuah asap hitam menyerang Chen Si Lei sehingga Chen Si Lei terbius oleh obat bius dan Chen Si Lei tergeletak pingsan di atas kapal.
"Bawa mereka berdua ke Pulau Bunga Mawar Kuning ",perintah seorang pria gagah perkasa kepada sekelompok orang yang berpakaian serba putih.
"Siap Tuan Besar kami laksanakan !!", sahut kelompok orang itu.
Mereka adalah orang - orang Sekte Sesat Bunga Mawar Kuning yang diam -diam mengintai mereka berdua, lalu mencari cara untuk membawa mereka pergi dari tempat itu sesuai perintah Ketua mereka di selatan.
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya cemas bukan main karena mereka tidak bisa menemukan Yang Yang dan sekarang Chen Si Lei juga hilang dari perlindungan mereka.
"Kita harus cari Paduka Kaisar Tang Agung dan Putri Yang Yang keluar dari kota bawah gunung Shimen ini secepatnya ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang segera memberikan instruksi kepada Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.
"Siap Tuan Besar Wu kami laksanakan !!",sahut Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.
Burung rajawali emas sakti mengikuti kapal yang membawa pergi Chen Si Lei dan Yang Yang dari kota bawah gunung Shimen melalui jalur air sungai besar menuju ke arah lautan luas.
Yang Yang tersadar kembali dari pingsan nya dan terkejut sekali melihat Chen Si Lei terikat pada tiang kapal bersamanya dan sekitar mereka berdua adalah laut yang sangat luas sekali.
"Gege ..",panggil Yang Yang.
Chen Si Lei bangun dari pingsan nya juga dan melihat dirinya dan Yang Yang di ikat rantai besi di tiang kapal oleh pasukan Sekte Sesat Bunga Mawar Kuning dan membawa mereka berdua jauh dari Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya.
__ADS_1
Chen Si Lei memberi isyarat untuk adiknya diam dan jangan bicara karena Chen Si Lei sedang berusaha keras untuk melepaskan diri dari rantai besi pada dirinya ,lalu Chen Si Lei berhasil membebaskan dirinya dan membebaskan Yang Yang ,tapi Chen Si Lei pura -pura masih di ikat rantai besi dan masih pingsan untuk ia bisa mengelabui para musuhnya.
"Kita harus cari tahu tentang Sekte Sesat Bunga Mawar Kuning yang berada di selatan untuk membantu para keluarga Pulau Emas selatan ", kata Chen Si Lei di telinga Yang Yang.
"Siapakah keluarga pulau emas selatan ?", tanya Yang Yang ingin tahu tentang dunia persilatan.
"Keluarga cici tiri ku yang bernama Tang Mi Lan dan suaminya adalah Pendekar Naga Emas Sakti Selatan Chen Lung Erl yang juga ayah kandung dari Chen Li istri dari Menteri kesehatan Ning Yi ", jawab Chen Si Lei jujur menceritakan tentang keluarga saudari tirinya.
"Tang Mi Lan juga cici tiri ku juga karena aku adalah adik angkat nya juga calon adik iparnya ", kata Yang Yang tersenyum manis sekali kepada Chen Si Lei yang terpesona dengan kecantikan gadis itu.
"Hei jangan terlalu lama tersenyum seperti itu kepada ku .Aku bisa tergoda oleh mu",kata Chen Si Lei merapatkan diri di dekat gadis remaja itu.
"Tergoda oleh ku ya tidak masalah asalkan kau jangan tergoda oleh gadis lain lagi karena kau adalah milik ku ", kata Yang Yang bersandar pada bahu Chen Si Lei.
"Aku milik Li Shao Ning, Miya, Melani, Aurora ,Xue Erl dan milik mu",kata Chen Si Lei menggunakan lidahnya memainkan daun telinga Yang Yang.
"Kami milik mu",kata Yang Yang meyakinkan Chen Si Lei bahwa para wanita yang di sebutkan itu adalah kepunyaan pribadi Chen Si Lei seorang.
"Terimakasih, sayang ku atas ucapan mu tadi yang menyatakan bahwa kalian ber enam adalah milik ku seorang untuk selamanya ", jawab Chen Si Lei kali ini pakai jemari nya untuk membelai lembut pipi halus Yang Yang.
"Gege geli ih",kata Yang Yang tertawa lembut merasakan kehangatan Chen Si Lei di lehernya karena Chen Si Lei menjilat lehernya.
"Kau sungguh wangi buah dan bunga persik musim semi di pulau persik ku",kata Chen Si Lei menghirup aroma rambut panjang dan indah Yang Yang serta kulit lembutnya.
"Kalau Li Shao Ning wangi aroma apa ?", tanya Yang Yang menyerah kepada Chen Si Lei yang sudah menyentuh bagian -bagian tertentu pada tubuhnya.
"Aroma bunga mawar di musim dingin ", jawab Chen Si Lei halus kepada Yang Yang.
"Lalu Miya wangi apa ?", tanya Yang Yang mendesah lembut dan halus sekali.
"Aroma bunga Lily di musim panas ", jawab Chen Si Lei meski sibuk dengan Yang Yang tetapi ia tidak kehilangan kewaspadaan nya terhadap para musuh di atas lantai kapal di tempat lain.
"Melani wangi apa ?", tanya Yang Yang memeluknya erat.
"Aku tidak tahu Melani aroma apa karena aku hanya bisa mencium aroma para wanita yang aku cintai seperti aroma mu ,aroma Li Shao Ning dan Miya serta Hua Erl yang aroma wangi bunga anggrek di musim gugur ", jawab Chen Si Lei.
"Siapa di antara kami yang paling penting dalam kehidupan mu?",tanya Yang Yang .
"Li Shao Ning", jawab Chen Si Lei menatap Yang Yang ingin tahu reaksi gadis itu bila ia berkata banyak sekali mengenai Li Shao Ning.
"Siapa di antara kami yang paling kau cintai ?", tanya Yang Yang menatap Chen Si Lei dengan cinta yang tulus sekali.
"Li Shao Ning ", jawab Chen Si Lei kembali duduk di tempatnya usai puas dengan Yang Yang.
"Ya sudah. Aku tidak akan pernah memisahkan mu dengan Li Shao Ning",kata Yang Yang merapikan pakaiannya kembali usai melayani Chen Si Lei.
"Aku juga tidak mau berpisah dengan mu dan Miya karena kalian berdua juga sangat penting dan ku cintai ",kata Chen Si Lei menariknya dekat untuk menjaga keamanan dan keselamatan gadis remaja yang sangat penting baginya itu.
"Aku juga tidak bisa menjauh dari mu karena aku sangat mencintaimu dan aku sudah memberikan semua milikku untuk mu ",kata Yang Yang menggunakan jari untuk merapikan rambutnya yang berantakan oleh Chen Si Lei yang menciumi aroma rambutnya.
"Tentu saja seumur hidup kau hanya boleh mencintai ku dan milik ku sampai lima miliar tahun yang akan datang dari kehidupan masa lalu kita bertiga, yaitu kau dan Li Shao Ning adalah milik ku sejak awal kehidupan ku di dunia langit",kata Chen Si Lei tanpa sadar bahwa ia telah bisa melihat kedua orang gadis itu di alam mimpinya.
"Alam dunia langit ?Aku dan Li Shao Ning ?Dan juga kau?",tanya Yang Yang heran dengan ucapan Chen Si Lei.
"Semalam aku bermimpi tentang dunia langit yaitu di mana aku ,kau dan Li Shao Ning hidup bersama dengan hewan -hewan langit serta tanaman hias yang sama dengan aroma bunga yang aku sukai dan aku miliki di Kekaisaran ku sendiri, dan aku punya kebun buah dan bunga persik, bunga mawar merah es, dan juga kolam danau rembulan yang menjadi saksi kehidupan cinta abadi kita bertiga.Aku dan kalian berdua ber reinkarnasi ke dunia manusia yang membuat kita bertiga telah terpisah selama lima miliar tahun yang lalu atau sekitar lima ratus kali reinkarnasi kita. Sekarang adalah reinkarnasi ke lima ratus kali yang mempertemukan kita kembali. Maka itu aku tidak akan pernah bisa dan aku tidak akan pernah mau lagi terpisahkan dari kalian berdua karena kau dan Li Shao Ning adalah bagian dari nyawa ku atau jiwa abadi ku ",jawab Chen Si Lei secara jujur menceritakan cinta abadi mereka bertiga.
"Aku reinkarnasi Dewi Rembulan yang mendapat tugas untuk memberikan cinta dan kasih sayang terhadap setiap makhluk hidup di dunia melalui cahaya yang aku miliki ", kata Yang Yang memberikan cermin langit yang ia temukan di dasar sungai kecil pribadi Chen Si Lei.
Chen Si Lei mengambil cermin langit dari tangan Yang Yang untuk melihat masa lalunya,tetapi Chen Si Lei batal melakukannya karena musuh sudah datang ke tempat ia dan Yang Yang di tawan dalam kapal.
"Kita sudah sampai di pulau Bunga Mawar Kuning.Bawa mereka berdua keluar dari kapal ",perintah pria pimpinan kelompok yang menawan mereka berdua.
Istana Kekaisaran Tang Agung.
Li Shao Ning bersiap untuk memberi susu asi untuk kedua bayinya yang bernama Tang Si Long dan Tang Si Hong yang di antarkan oleh para ibu asuh kedua orang anaknya kepadanya.
"Si Long bagaimana pagi mu ?",tanya Li Shao Ning menyusui bayinya.
Li Shao Ning sudah merasakan hal sama yang di rasakan oleh Chen Si Lei dan Yang Yang di tempat yang berbeda dengan Li Shao Ning.
"Aku bermimpi tentang ayah kandung kalian berdua di masa lampau kami ,di alam langit aku dan ayah kandung kalian berdua hidup bahagia dan damai juga di sana ada ibu kalian yang lain yang mirip sekali dengan bibi kalian berdua Yang Yang tetapi aku tidak merasa tersisihkan karena aku sangat mencintai dan aku sangat ingin sekali membahagiakan ayah kalian berdua. Aku menyayangi ibu lain kalian berdua seperti aku menyayangi diri ku sendiri. Aku juga merawat kedua adik kalian yang berasal dari ibu Dewi Rembulan kalian berdua .Ayah kandung kalian adalah Kaisar Kekaisaran Lotus Langit Selatan yang sangat hebat sekali di dunia sana ,memiliki dua orang isteri dan delapan orang anak yang terdiri dari empat anak laki-laki dan empat anak perempuan. Dulu menurut mimpiku ,aku adalah Dewi Bunga Es Langit yang lahir dari Permaisuri Kekaisaran Bunga Langit, dan aku berteman baik dengan Dewi Rembulan yang ter lahir dari Permaisuri Kekaisaran Rembulan lalu kami berdua berjumpa dengan Kaisar Lotus Langit di sekolah khusus para anggota Kekaisaran Langit. Lalu Kaisar Lotus Langit dan kami berdua terikat jodoh karena batu jodoh masuk ke tubuh kami bertiga, lalu setelah kami dewasa kami pun menikah Kaisar Lotus Langit yang menyatakan bahwa dirinya mencintai dan menginginkan kami berdua menjadi teman hidup abadi nya. Lalu Kaisar Langit pusat yang memerintahkan kami bertiga untuk menolong manusia di dunia yang membuat aku dan adik Dewi Rembulan terpisah dengan Kaisar Lotus Langit ,kemudian aku tidak tahu lagi karena sekarang aku bertemu dengan pria dan wanita yang mirip sekali dengan Kaisar Lotus Langit dan Dewi Rembulan di Istana Kekaisaran Tang Agung ini ",kata Li Shao Ning bicara kepada kedua bayi nya sendiri.
"Jie Jie Shao Ning ", panggil Putri Miya datang ke Istana Permaisuri.
"Miya kau jangan terlalu cepat jalan mu ",kata Melani berjalan di belakang Miya di ikuti oleh Aurora dan Xue Erl.
"Selamat pagi untuk kalian semua .Apakah kalian semua sudah sarapan pagi ?", sapa Li Shao Ning usai menyusui kedua bayinya yang di serahkan kepada ibu asuh kedua bayinya.
"Ya kami sudah sarapan pagi dan sekarang kami sudah siap untuk membantu mu membuat pakaian musim dingin dan musim semi untuk di kirim ke sejumlah panti asuhan, panti jompo dan sebagainya di seluruh wilayah Tionggoan ", jawab Miya ramai sekali suaranya.
"Iya baiklah, kita mulai bekerja untuk meringankan beban rakyat kita karena kita adalah Istri -istri Kaisar Tang Agung ", kata Li Shao Ning mengantar mereka ke ruang serbaguna untuk melakukan tugas sosial mereka bersama -sama.
Miya sudah mengambil bagiannya di sudut kiri ruangan itu, Melani mengambil di dekat Aurora bagian membungkus pakaian dengan rapi dan Xue Erl bagian jahit bahan sutra sedangkan Li Shao Ning bagian mendesain corak dan warna yang cocok untuk pakaian dan selimut serta sebagainya.
"Miya ini aku tidak pernah tahu tentang dirinya tetapi mungkin pria itu mengenal nya ", kata Li Shao Ning memandangi Miya yang sibuk dengan tugasnya sebagai merapikan pakaian dan selimut yang sudah jadi.
"Pria itu siapa yang kau maksud ?",tanya Melani mengambil selimut untuk di bungkus rapi olehnya.
"Koko Lei Lei kita siapa lagi yang di bicarakan oleh Shao Ning kita ", jawab Xue Erl tersenyum ramah pada Li Shao Ning.
"Koko Lei Lei itu sungguh aneh sekali karena ia pergi ke luar rumah bersama Yang Yang dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao tengah malam sekitar lima hari yang lalu dan melarang ku ikut bersamanya ", kata Aurora memberikan hasil kerjanya pada staff khusus untuk Istana Permaisuri Li Shao Ning.
"Ia juga tidak pamit kepada ku hanya aku dapatkan pesan nya dari Kasim Chang Sin sampaikan kepada ku untuk aku bisa menjaga diri ku dan semua orang yang berada di Istana Kekaisaran Tang Agung ", jawab Li Shao Ning.
"Ya begitulah Koko Lei Lei kita, ah kita pahami sajalah ",kata Miya sembari minum air teh hangat dari dayang istananya.
"Aku dapat izin dari Koko Lei Lei untuk pergi mengunjungi Sekte Pengemis Bunga Teratai Putih pada akhir musim dingin ", kata Xue Erl memperlihatkan surat izin dari Chen Si Lei untuknya kepada Li Shao Ning dan yang lainnya.
"Aku mau ikut kamu ,Xue Erl ", kata Miya bersemangat untuk ber petualang.
"Kau tidak boleh ikut karena kau sedang hamil dan berbahaya untuk mu ", kata Li Shao Ning melarang Miya ikut Xue Erl pergi ke Sekte Pengemis Bunga Teratai Putih yang menjadi Sekte milik Xue Erl dahulu sebelum kakek Xue Erl meninggal dunia dan di gantikan oleh paman seperguruan Xue Erl.
"Kau juga tidak boleh ikut Xue Erl, Shao Ning karena kau sedang menyusui ", kata Melani melihat surat dari Chen Si Lei untuk Xue Erl.
"Aku saja yang menemani mu ,Xue Erl ", kata Aurora ingin sekali melihat -lihat luar Istana Kekaisaran Tang Agung karena sejak ia datang dari Kerajaan Yunani ke Istana Kekaisaran Tang Agung, Aurora belum pernah melihat luar dari Istana Kekaisaran Tang Agung.
"Ya kau boleh ikut aku mengunjungi Sekte Pengemis Bunga Teratai Putih ", kata Xue Erl menyetujui Aurora ikut bersamanya.
__ADS_1
Lalu para wanita itu sibuk dengan kegiatan sosial mereka untuk masyarakat di sekitar wilayah Tionggoan dari dalam Istana Kekaisaran Tang Agung, sedangkan Chen Si Lei dan Yang Yang terperangkap di Pulau Bunga Mawar Kuning, dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya melakukan pencarian keluar dari kota bawah gunung Shimen.