
Chen Si Lei menggunakan kekuatan seluruh dari keseimbangan tubuhnya untuk terjun bebas ke dalam lembah yang sangat dalam dan tidak tahu berapa lapisan awan yang di lewati oleh Chen Si Lei dan Hua Erl bersama para sahabat mereka berdua saat ini dan mereka tidak tahu akan tiba di bagian mana lagi dari perjalanan mereka kali ini.
Klek!!
"Aduhhh sakit!!",jerit Zijie jatuh ke tanah bersama Xiao Kai Zhong.
"Zijie kau tak apa - apa?",tanya Xiao Kai Zhong cemas kepada istrinya.
"Kaki ku terkilir",jawab Zijie duduk di atas batu karang.
Byurrr !!
Mereka berdua tersiram air sungai saat Chen Si Lei meluncur cepat jatuh tepat ke air sungai cukup deras karena ada air terjun dari puncak gunung di atas Chen Si Lei turun bersama Hua Erl yang jatuh pingsan saat terjun bebas bersama Chen Si Lei.
Brrrrrrrrrrrrr !!!
"Hua Erl sadarlah",kata Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat untuk bantu Hua Erl sadar dari pingsan.
"Koko Lei Lei",Hua Erl memeluknya cepat dengan gemetar ketakutan akibat terjun bebas dari satu tempat yang sangat tinggi sekali.
"Kita aman",kata Chen Si Lei menghibur Hua Erl dengan lembut.
"Hyaaaaa!!!Aku pasti mati !!!", jerit tangis Su Mu Yun terjun bebas ke batu karang.
Wuttttt !!!
Tap!!
Chen Si Lei cepat menolong Su Mu Yun tepat sebelum tubuh wanita itu tertusuk di batu karang yang runcing.
"Terimakasih",ucap Su Mu Yun menangis untuk menghilangkan rasa takut tadi.
"Yu Fei ber tahanlah",suara Le Din Yin di dekat mereka dengan nada cemas sekali.
"Din Yin ada apa ?", tanya Chen Si Lei terkejut sekali melihat Gao Yu Fei tertusuk di perutnya oleh anak panah milik musuh tersembunyi.
"Din Yin Gege berikan surat ini kepada ketua Sekte Bintang Emas Sakti",kata Gao Yu Fei lemah .
"Yu Fei kau saja yang berikan kepada ketua Sekte Bintang Emas Sakti itu,jangan aku",kata Le Din Yin sedih.
"Din Yin aku lelah sekali",kata wanita itu lemah dan menghembuskan napas terakhir.
"Yu Fei. .......!!!",jerit Le Din Yin menahan kesedihan atas meninggalnya istrinya itu.
"Sumoi. ....!!",jerit Zijie terkulai lemas dan pingsan di pelukan Xiao Kai Zhong.
"Zijie ",Xiao Kai Zhong cepat menolong istrinya yang sedang hamil ini mengalami kesedihan atas meninggalnya Sumoi mereka berdua.
"Din Yin Gege",Su Mu Yun memeluk Le Din Yin untuk menguatkan hati suaminya.
Chen Si Lei memeluk Hua Erl untuk membiarkan istrinya menangis di pelukan nya di saat seperti ini.
Bruak !!
Mereka terkejut dengan jasad Pendekar Seruling Hitam Sheng Wan dan Wen Wen terjatuh ke atas batu -batu kecil di bantaran sungai kecil itu.
"Sheng Wan. ...!!!",teriak Chen Si Lei kaget sekali.
"Wen Wen. ..!!",jerit Hua Erl semakin sedih dalam tangisan nya.
Xiao Kai Zhong memejamkan mata untuk menahan kesedihan pada dirinya,Le Din Yin membawa jasad Gao Yu Fei ke tempat lain untuk di makamkan secara baik di sisi jasad Pendekar Seruling Hitam Sheng Wan dan Wen Wen di dekat rimbunan pohon buah lebat.Lalu mereka berdoa bersama untuk mereka yang telah gugur di dalam perjalanan mereka ini.
"Ayo kita lanjutkan kembali ke arah utara lembah ini",kata Le Din Yin tegar sekali.
"Ya ayo",kata Su Mu Yun meraih jemari Le Din Yin.
"Zijie ayo kita jalan lagi",kata Xiao Kai Zhong membantu Zijie berjalan kembali.
"Hua Erl semangat",kata Chen Si Lei tersenyum lembut sekali kepada Hua Erl.
"Ya aku semangat selalu",sahut Hua Erl tersenyum kuat jiwanya.
Mereka melanjutkan perjalanan ke utara secepat mungkin dengan mendaki bukit di wilayah itu,mereka melihat tulisan bahwa tidak lama lagi akan sampai di lokasi berikut, yaitu'Desa Dewi Hijau'.
Tetapi serangan maut dari arah selatan menerpa mereka sehingga mereka cepat menggerakkan pedang melawan serangan maut tersebut secara hebat.
Wuttttt !!!
Cranggg !!!
Cranggg !!!
Bressssss !!!
Sejumlah senjata rahasia milik musuh hancur oleh mereka secara cepat dan lihai
Mereka berkelebat cepat dan lenyap dari tempat itu sehingga para musuh merasa bingung dan kehilangan jejak mereka.
rombongan dari Chen Si Lei sudah masuk ke desa dewi hijau tanpa dihalangi dari pihak musuh yang kehilangan jejak mereka di jalan menuju ke desa tersebut. Kini mereka beristirahat di sebuah rumah makan sederhana untuk istirahat sejenak di sana.
"Pelayan kami pesan makanan dan minuman ini",kata Le Din Yin kepada pelayan rumah makan itu.
"Ya tuan -tuan tunggu sebentar akan saya siapkan",jawab pelayan rumah makan.
"Minum air teh mu",kata Chen Si Lei menuangkan air teh ke cawan untuk Hua Erl.
"Terimakasih koko",kata Hua Erl menerima cawan air teh dari Chen Si Lei.
"Tunggu dulu kita periksa dulu",kata Xiao Kai Zhong mengambil cawan Hua Erl.
"Tenang tak ada racun di cawan maupun teh",kata Chen Si Lei perlihatkan jarum bening kepada semua temannya.
"Syukurlah aman",kata Xiao Kai Zhong halus dan memberikan cawan air teh untuk Zijie.
"Terimakasih suamiku",jawab Zijie lembut kepada suaminya.
Usai makan dan minum di dalam rumah makan ini, mereka melangkahkan kaki ke arah lokasi terdekat dengan Sekte Bintang Emas Sakti,dan mereka beristirahat di sebuah rumah penginapan terdekat pada malam harinya,lalu keesokan harinya di pagi hari sekali mereka melanjutkan perjalanan ke Sekte Bintang Emas Sakti.
Di tengah jalan mereka melihat tiga orang muda sedang bertarung melawan lima orang berpakaian ala orang Tibet tapi wajah Han secara hebat luar biasa dan kini tiba-tiba sebuah tandu terbang cepat di udara dan seorang kakek tua berpakaian pendeta Tibet menyambar dahsyat ke arah tiga orang muda itu.
Wuttttt !!!
Plakkkk! !
Dessssssss! !!
Kakek tua sakti itu terkejut sekali melihat seorang pria bertopeng menerjang nya secara hebat sekali.
"Siapa kau bocah cilik berani sekali mengganggu urusan ku?!!",hardik Kakek tua itu.
"Aku Pendekar Rajawali Emas Sakti",jawab Chen Si Lei berwibawa sekali.
"Oh rupanya kau yang berjuluk Pendekar Rajawali Emas Sakti",kata kakek sakti.
"Iya aku",jawab Chen Si Lei lantang.
"Baik kau hadapilah aku Sesat Tua Mo!!",hardik Kakek sakti itu melengking marah kepada Chen Si Lei.
"Baik maju lah !!", tantang Chen Si Lei berani.
Wuttttt !!!
Kakek itu menerjang maju menggunakan ilmu pukulan maut kepada Chen Si Lei.
Plakkkkkk !!!
Dessssssss !!!
Chen Si Lei menangkis pukulan maut itu dengan ilmu pukulan hawa sakti bunga persik sehingga kakek itu terbelalak kaget.
__ADS_1
Sementara itu Le Din Yin dan Su Mu Yun pun berkelebat cepat untuk menolong salah satu dari tiga orang muda yang sudah kewalahan menghadapi lima orang musuh sakti mereka.
Brrrrrrrrrrrrr !!!
Wuttttt !!!
Plakkkk !!
Dessssssss !!!
"Siapakah kalian berdua mengganggu urusan kami?!!",hardik lima orang sakti itu.
"Aku Pendekar Naga Sungai Li",jawab Le Din Yin gagah perkasa.
"Pendekar Le Din Yin !!", teriak gadis cantik jelita yang sedang terluka di sudut kiri jalan.
"Nona Qu Tan Erl..",sapa Le Din Yin ramah kepada Nona itu.
"Kau harus bunuh mereka karena mereka yang sudah membunuh Gao Yu Fei dari atas gunung jurang timur saat perjalanan kalian menuju ke tempat kami di Sekte Bintang Emas Sakti ", kata Nona Qu Tan Erl jujur.
"Mereka ber lima adalah murid Iblis Su Yu di wilayah jurang barat",kata pria gagah yang sedang bertarung sengit melawan salah satu dari lima orang sakti itu.
"Terimakasih atas informasinya",kata Le Din Yin menerjang hebat melawan empat orang sakti sekaligus.
Wuttttt !!!
Cranggg !!
Chen Si Lei menggunakan pedang menangkis serangan senjata tajam kakek sakti itu yang gunakan pedang mukjizat hawa sesat.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Plakkkk !!!
Dessssssss !!!
Hua Erl bergerak cepat menangkis serangan maut dari seorang wanita yang tiba-tiba muncul secara cepat ke arah Hua Erl.
"Hebat juga kau",kata wanita sakti itu kepada Hua Erl.
"Bukankah kau Shi Yi Niang murid utama Sekte Bunga Champa Darah",kata Hua Erl mengenali musuhnya.
"Kau masih ingat kepada ku Nyonya Muda cantik jelita",kata wanita itu tersenyum sinis kepada Hua Erl.
"Tentu saja aku ingat kau orang yang sudah bunuh saudara seperguruan ku",Hua Erl marah sekali kepada wanita sadis itu.
"Kau pun sudah akan ku bunuh sejak dulu jika saudara Shi Luo Kai tidak halangi aku",kata wanita itu melengking sadis.
Wuttttt !!
Plakkkk! !
Wanita sadis itu menerjang Hua Erl dengan ilmu pukulan ganas dan Hua Erl cepat menyambut dengan ilmu pukulan mukjizat khasnya.
Dessssssss !!!
Wanita bernama Shi Yi Niang itu terdorong hebat oleh hawa mukjizat Hua Erl.
"Shi Yi Niang ku bantu kau hadapi wanita bodoh ini",kata seorang gadis melayang ke arah Hua Erl secara cepat dan hebat.
Wuttttt !!!
Bressssss !!!
"Aghhhhhh!!", teriak gadis itu terjatuh secara hebat oleh Su Mu Yun serta Zijie .
"Siapa kalian berdua yang sudah berani sekali menyerang ku?!!",hardik gadis itu marah.
"Aku Su Mu Yun Pendekar Seruling Hijau istri dari Pendekar Naga Sungai Li",jawab Su Mu Yun cepat memutar seruling hijau dengan hebat.
"Aku Xiao Zijie istri Pendekar Gunung Yang Xiao Kai Zhong",jawab Zijie lembut.
"Baik kalian harus mati lebih dulu oleh ku sebelum aku habisi wanita itu",
Syuutttttttt !!
Plakkkk !!!
Gadis sadis terkejut dengan ilmu sakti Zijie yang sudah memukul wajahnya dan ia terbelalak kaget juga dengan kecepatan ginkang yang di miliki oleh Zijie dan Su Mu Yun.
Wuttttt !!!
Plakkkk !!!
Bressssss !!!
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang hebat di sertai ilmu mukjizat piramida sakti sehingga kakekitu bisa tewas oleh Chen Si Lei.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!!
Chen Si Lei menggerakkan pedang secara cepat dan hebat menghantam hancur wanita sadis yang melawan Hua Erl secara kejam dan Hua Erl pun terselamatkan dari kematian oleh Chen Si Lei.
Wushhh !!!
Singggg !!!
Crakkkkkk !!!
Chen Si Lei berkelebat cepat menghantam hancur perut musuh yang ingin habisi Xiao Kai Zhong yang sudah terluka pada pundaknya.
Wuttttt !!!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh ilmu mukjizat piramida sakti Chen Si Lei yang sudah menolong tiga orang murid Sekte Bintang Emas Sakti.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei berkelebat cepat memenggal kepala musuh sakti yang melawan gadis lain yang sedang di lindungi oleh tiga orang murid Sekte Bintang Emas Sakti.
Wuttttt !!!
Jlebbbb !!
Le Din Yin sudah berkelebat cepat membunuh musuhnya.
"Koko Din Yin",panggil Su Mu Yun lembut kepada Le Din Yin.
"Xiao Kai Zhong kau terluka",kata Chen Si Lei cepat menolong pria ini yang sudah di jaga oleh Zijie.
"Kita bisa merawat Pendekar Xiao di Sekte Bintang Emas Sakti kami",kata Qu Tan Erl murid pertama dari Sekte Bintang Emas Sakti.
"Baiklah ayo kita harus segera menolong Xiao Kai Zhong dan Nona itu",kata Hua Erl membantu Nona yang sedang terluka parah itu untuk di papah berjalan .
"Serahkan Xu Ling Yi kepada ku",kata pemuda dari murid Sekte Bintang Emas Sakti.
"Baiklah silakan",jawab Hua Erl menyerahkan Nona itu kepada pemuda itu.
Chen Si Lei meraih jemari Hua Erl untuk berjalan bersamanya mengikuti Le Din Yin dan Su Mu Yun serta murid -murid Sekte Bintang Emas Sakti menuju ke arah kota kecil milik Sekte Bintang Emas Sakti,dan Chen Si Lei bisa melihat bahwa markas besar Sekte Bintang Emas Sakti sangat besar juga di kawasan lembah besar.
"Mereka salah satu dari lima Sekte terbesar di wilayah Lembah Besar",kata Hua Erl lembut beritahu Chen Si Lei.
"Lalu dua Sekte lainnya apa namanya?",tanya Chen Si Lei lebih halus dan lembut.
"Sekte Serigala Salju dan Sekte Rase Sakti",jawab Hua Erl meraih hidung Chen Si Lei dengan jemari nya.
__ADS_1
Mereka berdua berjalan bersama di belakang Le Din Yin dan Su Mu Yun serta Zijie dan Xiao Kai Zhong dan para murid Sekte Bintang Emas Sakti. Setibanya mereka di pintu depan markas besar Sekte Bintang Emas Sakti ,keluarlah seorang pria tua dari dalam ruangan aula utama Sekte Bintang Emas Sakti itu.
"Suhu kami sudah pulang dari misi menjemput Putri Wen Yan An di gunung bunga rumput putih",tiga orang murid Sekte Bintang Emas Sakti melapor kepada pria tua itu.
"Baiklah kalian sudah menjalankan misi kalian dengan baik",kata Kakek itu.
"Suhu murid Sekte Gunung Yang terluka karena menyelamatkan kami dari Sekte Gunung jurang barat di luar pintu Sekte kita",kata Qu Tan Erl melapor kepada Guru nya.
"Xiao Kai Zhong",kata Gurunya melihat pria muda sedang terluka yang di papah berjalan oleh Zijie.
"Iya Paman guru",kata Xiao Kai Zhong lemah.
"Ayo cepat masuk ke dalam untuk bisa di obati secepatnya",kata Ketua Sekte Bintang Emas Sakti membantu Xiao Kai Zhong untuk masuk ke dalam ruangan lain yang merupakan salah satu kamar khusus tamu mereka.
Ketua Sekte Bintang Emas Sakti memeriksa kondisi Xiao Kai Zhong secara teliti di pundak pemuda itu, lalu ia memberikan obat penawar racun yang berbahaya bagi tubuh Xiao Kai Zhong dan setelah itu Ketua Sekte Bintang Emas Sakti menerima Le Din Yin dan Su Mu Yun serta Chen Si Lei dan Hua Erl di ruang tamu mereka.
Kakek itu segera bersujud hormat kepada Chen Si Lei dan Hua Erl begitu kakek itu melihat mereka berdua hadir di antara tamunya.
"Hormat pada Pendekar Rajawali Emas Sakti dan Nyonya Muda",kata kakek itu di ikuti oleh para muridnya di belakangnya.
"Bangunlah Locianpwe aku terima sujud kamu kepada ku",kata Chen Si Lei sopan.
"Terimakasih atas kebaikan Paduka",kata kakek itu hormat kepada Chen Si Lei.
"Locianpwe saya datang ke tempat mu adalah untuk memberikan surat dari guru istri saya Gao Yu Fei yang berada di Gunung Yang untuk anda di sini",Kata Le Din Yin menyerahkan surat ini kepada ketua Sekte Bintang Emas Sakti.
Ketua Sekte Bintang Emas Sakti membaca surat itu, lalu menghancurkan surat ini dengan sekali remas hingga menjadi debu.Lalu kakek itu memandang Putri Wen Yan An dengan tatapan mata tajam sehingga Putri itu menjadi takut terhadap tatapan mata tajam dari kakek itu.
"Tuan Putri sekarang aku minta kamu berikan pusaka milik kami yang telah kamu curi dari kami",kata kakek ketua Sekte Bintang Emas Sakti.
"Pusaka mu rantai bintang emas di ambil dari ku oleh Sekte Serigala Api dan para Sekte Bunga Champa Darah di jalan menuju ke Kerajaan ku di selatan",kata Putri Wen Yan An.
"Jangan bohong kau putri, cepat berikan pusaka kami kepada kami atau kau mati di tangan ku !!", hardik Kakek tua sakti itu sudah bersiap untuk membunuh Putri .
"Silakan saja bunuh aku karena pusaka mu memang tidak ada bersama ku",Putri itu berkata berani jujur.
"Lapor Suhu saya sudah memeriksa putri tetap tidak bisa menemukan pusaka di dalam bungkusan milik Putri maupun tubuhnya",kata Qu Tan Erl jujur.
Tapi Chen Si Lei menggerakkan dua jari tangan untuk menyentil biji bunga rumput putih kepada Putri Wen Yan An.
Wuttttt !!
Cringgg !!
"Agh!!", teriak gadis itu terkejut dan sebuah rantai emas telah keluar dari kaos kaki bersepatu bagian kanan putri itu.
"Ini apa ??",tanya Hua Erl meraih rantai emas sakti dengan cepat sebelum di rebut kembali oleh Putri itu.
Wuttttt !!
"Hei jangan curang kau",kata Hua Erl marah dan menggerakkan kakinya yang bersepatu ke arah pundak putri yang terkejut sekali dengan gerakan cepat dari Hua Erl.
Kretakkk !!
Hua Erl menendang kepala putri itu yang retak oleh kekuatan kaki kecil Hua Erl.
"Paduka berikan pusaka kami kepada kami",kata kakek itu seraya mengulurkan tangannya kepada Hua Erl untuk meminta pusaka dari Hua Erl.
"Tidak bisa ", kata Hua Erl berkelebat cepat mundur dari kakek itu.
Wuttttt !!!!
Plakkkk !!!
Dessssssss!!!
"Hei. ..!!",teriak kakek itu terkejut sekali karena Chen Si Lei menyerangnya secara tidak di duga olehnya.
"Dasar penipu",maki Le Din Yin menyerang kakek itu dengan cepat.
Breettt !!!
"Aghhhhhh !!", teriak kakek itu di robek oleh pedang Chen Si Lei pada wajahnya.
"Kenapa kalian membunuh guru kami?!!",hardik Nona Qu Tan Erl marah.
"Karena guru kalian telah membunuh istri ku dan kedua orang temanku di tengah jalan menuju ke Sekte ini",kata Le Din Yin berkilat marah.
"Aku sudah beritahu mu bahwa istri mu di bunuh oleh murid Iblis Su Yu",tukas Qu Tan Erl .
"Justru dia lah Iblis Su Yu itu",kata Xiao Kai Zhong sudah keluar dari ruang kamar tamu bersama Zijie.
"Lalu di mana guru kami?",tanya Nona itu bingung.
"Di sini",kata Chen Si Lei menggunakan pedang membongkar lantai di bagian atas khusus untuk kursi ketua Sekte Bintang Emas Sakti.
Wuttttt !!
Krakkkk !!
"Suhu. ..!!",teriak gadis itu pucat melihat guru mereka sudah tewas dalam hancur di jadikan semen lantai oleh Iblis Su Yu.
"Dari mana Anda bisa tahu bahwa guru sudah meninggal dunia?",tanya gadis itu.
"Aroma anyir di sepatu orang itu saat pertama kali aku lihat dia keluar dari ruang utama ini ,yaitu pada saat kita baru datang ke tempat ini",jawab Chen Si Lei jujur.
"Lalu kenapa Anda membiarkan dia mengobati luka Xiao Kai Zhong?",tanya Nona itu lagi.
"Xiao Kai Zhong tidak terluka,dia hanya ber sandiwara bersama kami",jawab Chen Si Lei tersenyum ramah pada Xiao Kai Zhong balas senyum.
"Lalu kenapa Anda membiarkan dia menerima surat dari guru Gao Yu Fei melalui Le Din Yin berikan tadi ?", tanya Su Mu Yun bingung juga dengan sandiwara Chen Si Lei dan Hua Erl bersama Xiao Kai Zhong dan Zijie.
"Dia tidak menerima surat ini",kata Le Din Yin memperlihatkan surat masih utuh di tangan Le Din Yin.
"Surat yang dia terima adalah surat milik anak buahnya sendiri yang di perintah kan untuk membunuh kalian di tengah jalan saat membawa putri Wen ini untuk mendapatkan pusaka kalian ini dan merebut Sekte kalian dengan mudah",kita Le Din Yin menjelaskan dengan tepat sehingga Nona Qu Tan Erl percaya kepada nya .
"Tetapi mulai sekarang Sekte kalian berdua harus taat kepada hukum Kekaisaran Tang Agung kita ",perintah Chen Si Lei tegas kepada Nona Qu Tan Erl .
"Baiklah kami patuh pada Kekaisaran Tang Agung ",jawab Nona itu bersujud pada Chen Si Lei d ikuti sejumlah besar murid Sekte Bintang Emas Sakti dan Sekte Iblis Su Yu.
"Pendekar Rajawali Emas Sakti surat dari guru Gao Yu Fei,saya serahkan kepada mu",kata Le Din Yin menyerahkan surat asli dari Ketua Sekte Gunung Yang.
Chen Si Lei menerima surat itu dan membaca isi surat itu ,"Surat ini berisi tentang Xiao Kai Zhong sebagai Ketua Sekte Gunung Yang baru dan menghadiri pertemuan bela diri lima tahun sekali di puncak gunung kaki ayam daerah Sichuan pada tanggal satu bulan delapan, yaitu sekitar dua bulan lagi dari hari ini".
Chen Si Lei menyerahkan surat tersebut kepada Xiao Kai Zhong yang bersujud di hadapannya seraya menyerahkan pusaka emas Sekte Gunung Yang pada Chen Si Lei secara sukarela dan kilas taat kepada hukum Kekaisaran Tang Agung.
"Terimakasih Xiao Kai Zhong",kata Chen Si Lei tulus hati menerima pusaka emas Sekte Gunung Yang dari Xiao Kai Zhong dan Zijie.
"Saya belum bisa memberikan dua buah pusaka sekte naga sungai Li karena aku belum bisa menemukan dua buah pusaka yang di curi oleh orang sakti tak dikenal dari Sekte kami",kata Le Din Yin jujur dan tulus hati kepada Chen Si Lei.
"Aku akan tunggu sampai saat itu tiba",kata Chen Si Lei sabar hati .
"Kita bisa menemukan dua pusaka di gunung kaki ayam dua bulan lagi",kata Qu Tan Erl ramah dan tatapan mata lembut sekali kepada Chen Si Lei sehingga Hua Erl cemberut.
"Benar sekali karena di pertemuan itu pasti akan banyak sekali tokoh kaum bersih lembah besar berkumpul bersama, maka Paduka bisa memiliki pusaka yang lebih banyak lagi dari seluruh Sekte bersih lembah besar",kata Zijie mencerahkan pikiran Chen Si Lei seketika itu juga.
"Baiklah aku akan hadir di pertemuan bela diri lima tahun sekali di puncak gunung kaki ayam pada hari itu",kata Chen Si Lei melemparkan senyuman kepada Hua Erl yang segera cerah kembali hatinya dari rasa cemburu sesaat.
"Tetapi kita harus tetap menyelidiki daerah jurang barat untuk keamanan kita dan kita juga harus mengetahui ada beberapa teman di daerah sana yang dapat kita lihat di daerah jurang barat",kata Xiao Kai Zhong ingin mengetahui misteri daerah jurang barat.
"Iya kau benar, ayo kita segera pergi dari sini untuk melihat jurang barat",Chen Si Lei sudah lenyap dari tempat itu bersama Hua Erl.
Brrrrrrrrrrrrr !!
"Nona Qu Tan Erl kami pamit pada mu",Le Din Yin menjura hormat pada Qu Tan Erl lalu berkelebat cepat bersama istrinya Su Mu Yun mengikuti Chen Si Lei yang lebih dulu lenyap bersama Hua Erl.
"Kami juga pamit pada mu Nona Ketua Qu Tan Erl",kata Xiao Kai Zhong dan Zijie.
"Tunggu sebentar aku juga mau ikut bersama kalian ke jurang barat",kata Qu Tan Erl berkelebat cepat bersama Xiao Kai Zhong dan Zijie.
__ADS_1
Brrrrrrrrrrrrr !!!
Mereka pun segera menyusul Chen Si Lei dan Hua Erl ke arah wilayah jurang barat ...