
Setelah Chen Si Lei dan Hua Erl keluar dari kota Ze, mereka melangkahkan kaki ke arah selatan aliran sungai Yang tse untuk membantu Le Din Yin dan kedua orang istrinya serta kedua orang sahabat mereka lainnya yang sedang dalam masalah serius di Sekte Bintang Semesta.
"Apakah benar tempat Sekte Bintang Semesta berada di sekitar lokasi ini?",Chen Si Lei membuka peta yang di buat oleh Le Din Yin untuk dia bisa menemukan arah yang benar .
"Koko Lei Lei di sana ada danau untuk masuk ke gunung Lu",kata Hua Erl.
"Ya ayo kita segera ke danau itu",kata Chen Si Lei meraih jemari Hua Erl.
Mereka berdua mendapatkan perahu di danau yang dapat membantu mereka ke daerah pegunungan Lu.
"Hua Erl tempat ini indah sekali",kata Chen Si Lei terpesona melihat pesona alam di wilayah itu dari atas perahu.
Hua Erl bersandar pada bahu Chen Si Lei selama di perahu yang mereka gunakan untuk menuju ke wilayah pegunungan Lu.Air danau yang tenang dan jernih dapat membuat Hua Erl merasa seperti berwisata berdua dengan Chen Si Lei dan hal ini menambah perasaan cinta di hati Hua Erl semakin bertambah terhadap Chen Si Lei.
"Koko Lei Lei aku sungguh mencintaimu sepenuh hatiku",kata Hua Erl lembut.
"Aku juga mencintaimu sepenuh hatiku",balas Chen Si Lei juga lembut.
Mereka berdua saling berpandangan mesra dan mereka berdua sangat bahagia sekali.
"Kita sudah sampai di dermaga",kata Chen Si Lei membantu Hua Erl untuk dapat turun dari perahu dengan nyaman.
"Ahhh",kata Hua Erl turun dari perahu dengan takut jatuh ke air danau.
Tapi Chen Si Lei dapat membantunya turun ke pesisir danau dengan baik ,Hua Erl pun senang sekali akan sikap sejati dari Chen Si Lei perlihatkan kepadanya dan wanita ini semakin besar cinta terhadap Chen Si Lei pria hebat yang membuatnya ingin selalu ada bersamanya seumur hidup Hua Erl.
Mereka berdua berjalan bersama menuju ke arah pedesaan yang permai dan Hua Erl mengajak Chen Si Lei untuk beristirahat di rumah makan di desa ini, Chen Si Lei memenuhi permintaan Hua Erl untuk masuk ke rumah makan tersebut, dan ia segera membantu Hua Erl untuk duduk di kursi meja makan di bagian dalam.
Lalu Chen Si Lei duduk di kursi sebelah Hua Erl dan memesan beberapa makanan dan minuman kepada pelayan rumah makan yang datang kepada mereka.
"Aku pesan menu ini dan minuman air teh",kata Chen Si Lei usai menulis pesanan makanan dan minuman untuk mereka berdua pada pelayan rumah makan ini.
"Baik Tuan, silakan di tunggu",sahut pelayan rumah makan segera melaksanakan pesanan Chen Si Lei ke bagian dapur rumah makan.
Saat Chen Si Lei dan Hua Erl menunggu pesanan makanan dan minuman mereka berdua datang ke meja tempat mereka berdua di dalam rumah makan ini,tiba-tiba sekelompok orang datang ke rumah makan sambil membawa senjata tajam dan menakutkan bagi para pengunjung dan pemilik rumah makan itu.
"Hei kau ke sini",panggil seorang pria ganas pada pemilik rumah makan.
"Ya tuan ada apa ??", tanya pemilik rumah makan gemetar ketakutan.
"Bawakan kami makanan dan minuman ter mahal mu",jawab pria ganas itu.
"Ya ya tuan",sahut pemilik rumah makan itu segera menjalankan perintah pria itu.
Salah satu dari kelompok ganas itu melihat ke arah depan rumah makan dan ada seorang gadis cantik jelita yang baru saja masuk ke dalam rumah makan ini dan memilih untuk duduk di kursi meja makan dekat tempat Chen Si Lei dan Hua Erl berada dan gadis itu menarik perhatian para pengunjung dan kelompok orang itu.
"Hei Nona kenapa kau duduk sendiri di sana ?marilah duduk bersama kami",salah satu dari pria ganas menggoda Nona itu.
Nona itu tidak mengacuhkan mereka semua melainkan memanggil pelayan untuk datang ke tempat Nona itu duduk.
"Ya Nona mau pesan makanan dan minuman apa?",tanya pelayan segera datang kepada gadis itu.
"Aku mau pesan makanan dan minuman ini",jawab gadis itu halus.
"Ya baik silakan Nona tunggu sebentar akan saya siapkan",kata pelayan segera ke arah dapur untuk menyiapkan pesanan Nona itu.
Tak lama kemudian pelayan mengantarkan pesanan Chen Si Lei dan Hua Erl yang segera menikmati makanan dan minuman mereka dengan santai dan nyaman di tempat mereka berada.Mereka berdua tidak mempedulikan semua orang sampai saat salah satu dari anggota kelompok pria ganas membuat kegaduhan dengan bersikap kasar terhadap gadis cantik jelita yang duduk seorang diri di sisi kiri.
"Hei jangan kurang aja ya!!",hardik gadis itu marah karena di goda oleh pria kasar ini.
"Aduh semakin cantik bila marah",kata pria kasar menyentuh dagu gadis itu.
Plakkkkkk !!
"Hei kau berani menampar ku!!",hardik pria itu meraih gadis dengan kasar.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!!
"Aduhhh !!", teriak pria itu kesakitan karena kedua tangannya hilang oleh gadis itu.
"Hei Nona berani sekali kau melukai teman kami!!", hardik para kelompok pria itu.
"Aku juga berani membunuhnya",kata gadis cantik jelita itu.
Crakkkkkk !!
Gadis itu benar-benar membunuh pria yang telah kasar terhadapnya.
"Kurang ajar! ! Serbuuuuu !!!", teriak para kelompok pria ganas menyerang gadis.
Syuutttttttt !!!
Trangggggg !!!
Bruakkk !!
Meja makan Chen Si Lei dan Hua Erl berantakan begitu juga semua barang yang ada di rumah makan itu telah hancur oleh para kelompok pria ganas yang marah dan menerjang maju ke arah gadis cantik jelita yang segera bertarung melawan kelompok orang itu dengan hebat.
"Bunuh mereka semua jangan sampai ada yang hidup !!", teriak Chen Si Lei kesal juga dengan sekelompok orang yang mengganggu waktu istirahatnya bersama Hua Erl.
Gadis itu bersemangat untuk menghadapi sekelompok orang ganas dengan ilmu pedang yang sangat hebat sehingga para musuh tak bisa melawannya.
Cringgg !!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!!
Gadis itu berhasil menghancurkan sekelompok orang ganas itu dengan cepat dan ganas juga sehingga Chen Si Lei dan Hua Erl mengagumi kepandaian ilmu silat si gadis muda itu.
Gadis itu membayarkan biaya kerusakan dan sebagainya kepada pemilik rumah makan itu dan mengejar Chen Si Lei dan Hua Erl yang sudah lenyap dari tempat itu.
Chen Si Lei dan Hua Erl berhenti di persimpangan jalan di kaki gunung Lu untuk ke arah markas besar Sekte Bintang Semesta, tapi mereka berdua tidak tahu jalan ke arah mana yang tepat untuk segera sampai ke tempat yang mereka tuju,yaitu ke arah Sekte Bintang Semesta.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Gadis itu berhasil menemukan Chen Si Lei dan Hua Erl, lalu gadis itu tersenyum ke arah mereka berdua.
"Aku bisa membantu kalian ke markas besar Sekte Bintang Semesta",kata gadis itu.
"Dari mana kau bisa tahu bahwa kami akan pergi ke markas besar Sekte Bintang Semesta ?", tanya Chen Si Lei .
"Tentu saja aku tahu karena kalian berdua adalah orang dunia kangouw dan para kaum bersih sedang menuju ke sana untuk menghadapi Sekte Bintang Semesta yang sudah banyak sekali berbuat kejahatan ke seluruh Sekte bersih di wilayah di gunung Lu",jawab gadis itu.
"Apakah kau bisa menunjukkan jalan ke sana?", Chen Si Lei bertanya.
"Iya sekalian saja kita bertiga bisa melakukan perjalanan bersama",kata gadis itu.
"Baiklah ", kata Chen Si Lei ramah pada gadis itu.
Chen Si Lei dan Hua Erl melakukan perjalanan ke Sekte Bintang Semesta bersama gadis pendekar gunung Lu yang bernama Zhang Yue.Dan perjalanan pun menjadi lebih mudah dan cepat sehingga Chen Si Lei dan Hua Erl bisa segera sampai ke tempat tujuan mereka berdua, yaitu Markas Besar Sekte Bintang Semesta.
Setibanya Chen Si Lei dan Hua Erl di tempat itu, mereka melihat sejumlah orang di sana sedang bertarung secara hebat melawan pasukan Sekte Bintang Semesta dan diantara para pendekar itu ada Le Din Yin dan kedua orang istrinya ,Pendekar Seruling Hitam Sheng Wan dan Wen Wen serta Xiao Kai Zhong dan Zijie.
Mereka juga sedang bertarung secara sengit melawan musuh mereka masing - masing dengan ilmu kepandaian mereka masing - masing,dan sehingga pasukan dari Sekte Bintang Semesta melawan mereka dengan tidak kalah hebatnya dan tidak ada yang berani mengambil sesuatu yang sedang di perebutkan oleh kedua pihak ini.
Chen Si Lei melihat bahwa ada beberapa orang sedang bertarung melawan para pimpinan Sekte Bintang Semesta di atas gunung Lu secara hebat dan lihai,tapi ia lebih tertarik untuk melawan seorang sakti yang sedang bertarung secara hebat melawan seorang tua renta di depan pintu masuk ke dalam markas besar Sekte Bintang Semesta.
"Pendekar Rajawali Emas Sakti cepat kau rampas kembali pusaka sejumlah sekte di kawasan ini yang sudah di ambil oleh pihak Sekte Bintang Semesta untuk bisa mengikuti ajaran sesat dari Iblis Surga Ke Enam",kata Le Din Yin sambil bertarung melawan musuhnya.
Brrrrrrrrrrrrr !!!
Bressssss !!!
Chen Si Lei menggunakan ilmu pukulan hawa sakti bunga persik untuk hancurkan pintu masuk ke dalam markas besar Sekte Bintang Semesta.
Brrrrrrrrrrrrr !!!
Dessssssss !!!
Chen Si Lei menghantam hancur para pasukan Sekte Bintang Semesta berada di dalam markas besar Sekte Bintang Semesta.
Brrrrrrrrrrrrr !!!
__ADS_1
Chen Si Lei melihat banyaknya pusaka berbagai Sekte bersih sedang di leburkan agar para Sekte bersih takluk kepada mereka semua.
Brrrrrrrrrrrrr !!!
Chen Si Lei mengambil semua pusaka itu dan Chen Si Lei serahkan kepada Hua Erl yang mengikutinya ke dalam markas besar Sekte Bintang Semesta.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Bruakkk !!
"Aghhhhhh !!", jerit Hua Erl terkejut sekali terkurung dalam kurungan besi.
"Hua Erl !!", teriak Chen Si Lei kaget juga melihat adanya serangan tiba-tiba yang datang kepada mereka berdua.
Wuttttt !!!
Bressssss !!
Bruakkk !!!
"Hua Erl cepat pergi dari sini dan tunggu aku di luar!!",teriak Chen Si Lei begitu dia berhasil membebaskan Hua Erl dari kurungan besi jebakan dari pihak musuh.
"Iyaaa!!",sahut Hua Erl cepat dan lenyap dari tempat itu.
Singggggg !!!
Chen Si Lei mengeluarkan pedang untuk menghadapi serangan maut dari empat orang yang memiliki ilmu kesaktian luar biasa di ruang aula utama Sekte Bintang Semesta.
Wuttttt !!!
Singggg !!!
Pedang Chen Si Lei berkelebat cepat menangkis serangan maut dari empat orang sakti itu yang semuanya memiliki pedang hebat juga.
Singggggg !!
Cranggg !!!
Pedang Chen Si Lei mengeluarkan api saat beradu senjata dengan empat orang itu.
"Lawan mu adalah empat Bintang Sesat Semesta",kata gadis yang mengantarkan Chen Si Lei dan Hua Erl ke markas besar Sekte Bintang Semesta ini.
"Bocah perempuan laknat! ! Ku bunuh kau !!", hardik seorang wanita sadis yang di antara empat orang sakti yang melawan Chen Si Lei secara cepat dan hebat.
Wuttttt !!!
Cranggg !!
Gadis itu berhasil menangkis serangan senjata tajam milik wanita sadis itu.
Wuttttt !!!
Trangggggg !!!
Trangggggg !!
Trangggggg !!!
Trangggggg !!!
Trangggggg !!!
Trangggggg !!!!!!!
"Hyatttttttttttttt !!!",pekik Chen Si Lei ganas.
Wushhh !!!
Crakkkkkk !!!
Cranggg !!!
Crakkkkkk !!!
Cranggg !!!
Crakkkkkk !!
Wuttttt !!!
Cranggg !!
Chen Si Lei menggerakkan pedang secara cepat dan hebat sehingga wanita sadis yang melawan Nona gunung Lu terkejut dan kini berhadapan dengannya.
Wushhh !!!
Cranggg !!
"Aghhhhhh !!", teriak wanita sadis yang terkejut ketika pedang miliknya patah oleh pedang Chen Si Lei.
Wuttttt! !
Crakkkkkk !!!
Chen Si Lei sudah membabat habis tubuh wanita sadis itu.
"Kau sungguh hebat sekali",puji gadis gunung Lu terpesona dengan kehebatan di miliki oleh Chen Si Lei ini.
"Ayo cepat keluar dari sini sebelum goa ini hancur",kata Chen Si Lei sudah lenyap lebih dulu dari gadis itu.
"Hei kenapa kau lebih dulu pergi daripada aku?!",teriak gadis itu berkelebat cepat ke luar markas besar Sekte Bintang Semesta.
Brussshhhhh !!
"Aghhhhhh! ! Hampir saja aku celaka!!",jerit gadis gunung Lu kaget karena tepat di saat dia baru saja keluar dari goa markas besar Sekte Bintang Semesta.
"Goa itu runtuh dan hancur!!",sahut Le Din Yin dan kawan-kawan nya.
"Kalian semua sudah membasmi mereka semua",kata gadis itu terkejut sekali.
"Lihat saja jasad mereka semua di tempat ini",kata Gao Yu Fei dan Su Mu Yun.
Semua anggota Sekte Sesat Bintang Hitam Semesta sudah tewas oleh pasukan Le Din Yin dan kawan-kawan nya.
Semua anggota Sekte yang berada di kawasan gunung Lu bersujud hormat dan takluk kepada Chen Si Lei secara sukarela.
"Hormat pada Pendekar Rajawali Emas Sakti!!",sorak sorai para Sekte Gunung Lu .
"Mulai saat ini kalian semua adalah orang ku dan bersatu dalam Kekaisaran Tang Agung untuk Tionggoan bahagia !!", perintah Chen Si Lei kepada mereka semua.
"Siap kami bersatu dengan Kekaisaran Tang Agung!!",teriak para Sekte Gunung Lu mematuhi perintah Chen Si Lei secara taat.
Setelah itu mereka pamit kepada Chen Si Lei dan Hua Erl bersama para sahabat mereka untuk kembali ke sekte mereka masing - masing dan menjalankan tugas sebagai warga negara Kekaisaran Tang Agung yang taat kepada hukum yang berlaku di Kekaisaran Tang Agung.
"Aku mau ikut bersama kalian berpetualang, bolehkah ?!",ucap Zhang Yue kepada Chen Si Lei dan Hua Erl bersama para sahabat mereka berdua.
"Tidak boleh !!Tugas mu adalah menjaga keamanan dan keselamatan rakyat di gunung Lu ini",perintah Chen Si Lei tegas kepada gadis itu.
"Baiklah hamba laksanakan",jawab gadis itu patuh pada perintah Chen Si Lei.
Lalu Chen Si Lei meraih jemari Hua Erl untuk berkelebat cepat pergi dari tempat itu dan di ikuti oleh Le Din Yin dan kedua orang istrinya,Xiao Kai Zhong dan Zijie dan Pendekar Seruling Hitam Sheng Wan dan Wen Wen di belakang mereka berdua.
Brrrrrrrrrrrrr !!!
Tiga hari kemudian, Chen Si Lei dan Hua Erl bersama para sahabatnya telah tiba di sebuah kota cukup besar di bagian utara gunung Lu .
"Kota Kupu -kupu Kembar",kata Chen Si Lei membaca nama papan di atas pintu ke dalam kota tersebut.
Rombongan dari Chen Si Lei memasuki sebuah kota yang indah dan ramai sekali di sekitar lokasi ini, tetapi saat mereka berdua melihat -lihat sekitar kawasan kota ini,ada seorang pemuda sedang belajar di pinggir jalan dan di temani oleh anjing kecil yang lucu dan manis.
"Sheng Li ternyata kau di sini",sapa seorang gadis remaja berusia lima tahun nan cantik jelita.
"Ying Dai kau datang lagi",kata pemuda itu terlihat sungkan terhadap gadis itu.
"Iya aku ingin melihat mu",jawab gadis itu tidak suka dengan sikap pemuda yang terlalu sungkan terhadapnya.
"Ying Dai kau harus tahu bahwa kita tidak bisa bersama karena kita berbeda kasta",
__ADS_1
"Aku tidak peduli dengan status mu yang hanya seorang pelajar miskin.Aku cinta kamu apa adanya",kata Ying Dai tulus hati.
"Jika orang tua mu tahu bahwa kau masih selalu mengunjungi ku..Kau akan di kurung di kamar mu lagi dan kau tak akan pernah sekolah lagi",kata Sheng Li.
"Aku hanya ingin bersama mu Sheng Li..!!",jerit tangis gadis itu menangis sedih.
"Ying Dai !!",hardik seorang pria galak datang ke tempat itu.
"Ayah !!", teriak gadis itu terkejut sekali melihat ayahnya datang ke tempat Sheng Li berada.
"Dasar bocah hina berani sekali membawa anak gadis ku ke tempat seperti ini!!",
"Ayah bukan Sheng Li yang bawa aku ke sini tapi aku sendiri yang datang",tukas gadis itu pada ayahnya.
"Diam kau !!!Ayo ikut aku pulang!!",hardik ayahnya menarik gadis itu untuk pulang bersama ayahnya dan meninggalkan pemuda itu dengan wajah sedih.
"Pupu aku akan kehilangan segalanya lagi",kata pemuda itu memeluk anjing kecil itu.
Chen Si Lei merasa kasihan kepada pemuda itu, maka Chen Si Lei mengajak Hua Erl untuk dapat menghampiri pemuda itu.
"Hai anjing mu sangat lucu",sapa Chen Si Lei nada ramah pada pemuda itu.
"Ya aku hanya punya pupu saja",kata pemuda itu sedih.
"Dimana orang tua dan keluarga mu ?", tanya Chen Si Lei ramah.
"Aku yatim piatu sejak rumah ku di sita oleh Tuan Adipati Hu karena ayah ku tidak bisa membayar biaya pendidikan ku dan kini aku hidup di pinggir jalan",jawab Sheng Li menyedihkan sekali hidupnya.
"Aku akan memberikan bantuan kepada mu. Ayo ikuti aku",kata Chen Si Lei.
Chen Si Lei dan Hua Erl mengajak pemuda itu ke rumah Adipati Hu secara terbuka dan kedatangan Chen Si Lei mengejutkan hati Adipati Hu dan keluarganya.
"Hormat pada Pendekar Rajawali Emas Sakti",kata Adipati Hu dan keluarganya.
"Berikan surat sertifikat rumah milik orang tua Sheng Li dan surat izin sekolah",
"Baik Paduka",jawab Adipati Hu patuh pada Chen Si Lei.
Adipati Hu menyerahkan sertifikat rumah dan izin sekolah kepada Sheng Li yang menerima kembali dua sertifikat itu dengan gembira.
"Terimakasih banyak Pendekar Rajawali Emas Sakti",kata pemuda itu bersujud.
"Sheng Li ini surat izin untuk membuka usaha sesuai dengan keterampilan kamu miliki dari ku",kata Chen Si Lei memberikan sertifikat usaha dagang pada pemuda itu.
"Terimakasih banyak Pendekar Rajawali Emas Sakti",pemuda itu berkali-kali sujud kepada Chen Si Lei.
"Sheng Li ayo ikut aku ke rumah kekasih mu",kata Chen Si Lei.
Chen Si Lei mendatangi rumah tinggal keluarga besar Ying secara langsung dan terbuka untuk membantu Sheng Li meminta Ying Dai untuk menikah dengannya kepada orang tua Ying Dai ,dan kedatangan dari Chen Si Lei ini juga mengejutkan hati dari keluarga besar Ying.
"Aku sebagai wali dari Sheng Li meminta Ying Dai dari mu Tuan Ying untuk kamu beri izin untuk menikahkan Ying Dai kepada Sheng Li secara resmi atas izin ku",
"Siap hamba laksanakan",jawab Tuan Ying gemetar ketakutan dan patuh.
Hari itu juga Sheng Li dan Ying Dai dapat bersatu kembali dalam ikatan abadi di dalam pernikahan yang di resmikan oleh Chen Si Lei dan Hua Erl serta sejumlah orang di dalam kota kecil ini dan hidup pasangan ini berbahagia dan menjadi satu legenda rakyat tentang cinta abadi sepanjang masa.
Pada hari berikutnya Chen Si Lei dan Hua Erl bersama para sahabat mereka tiba di rumah kosong di daerah pintu masuk ke wilayah Sichuan. Saat Chen Si Lei dan Hua Erl ingin istirahat,sebuah surat datang dari luar jendela rumah kosong itu dan Chen Si Lei membuka dan membaca surat itu.
"Paduka ada kabar gembira dari Istana untuk Paduka yaitu perihal kehamilan dari Selir Xuan Xuan untuk calon Ahke dan Keke baru Paduka..tertanda Ling Long",
Chen Si Lei tersenyum bahagia mendengar kabar baik dari Istana untuk nya dari Ling Long sampaikan.
Lalu Chen Si Lei membuka dan membaca surat yang lainnya dari Kasim Chao hal lain yaitu salah satu dari adiknya hilang dari istana sejak beberapa hari yang lalu.
"Kemana pergi nya gadis bengal itu ?", tanya Chen Si Lei dalam hatinya.
"Koko Lei Lei ada apa ?", tanya Hua Erl cemas melihat Chen Si Lei terlihat cemas.
"Salah satu dari adik perempuan ku pergi dari rumah",jawab Chen Si Lei cemas.
"Kau punya berapa adik di rumah mu ?", tanya Le Din Yin seraya makan buah pir.
"Tujuh semuanya perempuan",jawab Chen Si Lei jujur.
"Kalau kakak ?", tanya Xiao Kai Zhong sambil minum arak.
"Dua kakak laki-laki dan lima kakak perempuan semuanya sudah berkeluarga",
"Wah tanggung jawab mu sangat besar juga ya",kata Pendekar Seruling Hitam Sheng Wan sambil menemani istrinya main seruling.
"Iya begitulah",jawab Chen Si Lei tersenyum ramah pada semua sahabatnya.
"Aku dapat surat dari guru untuk menemui seorang teman di Sekte Bintang Emas Sakti di dekat sini",kata Gao Yu Fei membuka surat dari gurunya.
"Ya sudah besok kita ke Sekte Bintang Emas Sakti",kata Su Mu Yun .
"Sekarang kalian semua tidur supaya ada tenaga untuk perjalanan esok",kata Le Din Yin memberikan selimut kepada kedua orang istrinya yang patuh untuk tidur.
"Aku ingin mencari beberapa kayu untuk menambah api unggun lebih hangat di dalam sini",kata Chen Si Lei berkelebat cepat ke arah lain dari rumah kosong.
"Koko Lei Lei hati - hati",kata Hua Erl pelan tetapi terdengar jelas oleh Chen Si Lei.
Chen Si Lei mencari dan menemukan beberapa kayu untuk di pakai membuat api unggun di sekitar lokasi ini, tapi tiba-tiba ada suara lolongan seekor serigala dari arah lain sehingga Chen Si Lei segera mencari tahu ada apa di area itu dan Chen Si Lei terkejut sekali bahwa ada seorang gadis memanjat pohon untuk kabur dari seekor serigala hutan di bawah pohon gadis itu memanjat.
"Yang Yang ", kata Chen Si Lei mengenali gadis itu.
Syuutttttttt !!
Prakkk !!
Chen Si Lei menggunakan batu kecil untuk membunuh serigala hutan itu .
"Yang Yang turun dari pohon itu",kata Chen Si Lei sudah berada di bawah pohon.
"Lei Lei Gege",kata Yang Yang turun dari pohon dengan melompat cepat ke Chen Si Lei yang sudah menangkap tubuh adiknya supaya tidak jatuh ke tanah.
"Yang Yang kenapa kau kabur dari rumah",kata Chen Si Lei menurunkan gadis itu.
"Aku tidak mau menikah dengan Pangeran Wei pilihan dari Ibu Suri",jawab gadis itu .
"Pangeran Wei itu orang yang baik dan sangat bertanggung jawab terhadap Kekaisaran Tang kita",kata Chen Si Lei merapikan pakaian Yang Yang dari daun -daun yang mengotori pakaian gadis itu.
"Tetap saja tidak bisa sebaik dirimu",kata gadis manja itu.
"Aku kakak mu tentu saja aku harus lebih baik dari pada pria mana pun",Chen Si Lei meraih jemari gadis itu untuk ikut ke tempat lain.
"Lei Lei Gege aku kesepian tanpa mu di rumah", rengek gadis itu di paksa untuk naik ke atas punggung rajawali emas sakti.
"Ada banyak kakak ipar mu yang akan menemani mu di rumah",kata Chen Si Lei.
"Tetap saja berbeda",kata gadis itu merajuk .
"Aku bisa memberimu hukuman berat bila kau kabur lagi dari rumah",kata Chen Si Lei memaksa Yang Yang pulang ke rumah dengan burung rajawali emas sakti nya yang mengantarkan putri ke istana Kekaisaran Tang Agung dengan aman.
"Lei Lei Gege huwaah",suara tangisan gadis manja terdengar oleh Chen Si Lei.
Chen Si Lei tidak mempedulikan tangisan Yang Yang demi kebaikan gadis itu bila dia memaksa gadis itu untuk melakukan perintah dari Ibu Suri dengan baik.
"Gadis yang hebat",kata seseorang dari tempat itu.
"Hei jaga kesopanan mu",kata Chen Si Lei sudah cepat melindungi adiknya .
"Aghhhhhh !!", teriak Yang Yang terjungkal dari burung rajawali emas sakti karena ada serangan maut ke arah gadis itu.
"Celaka! ! ",teriak Chen Si Lei berkelebat cepat menolong gadis itu tepat.
"Burung rajawali emas sakti cepat pergi dari sini ",perintah Chen Si Lei.
"Jahanam lancang berani sekali menyerang adik ku!!",hardik Chen Si Lei marah.
Sejumlah orang musuh sakti sudah berada di dekat mereka berdua dengan sikap garang sekali sehingga Yang Yang pucat ketakutan melihat orang -orang itu.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Le Din Yin dan kawan-kawan nya sudah datang untuk membantu Chen Si Lei dan adiknya .
"Koko Lei Lei ", panggil Hua Erl juga sudah berada di tempat itu untuk melindungi mereka berdua dari pihak musuh.
__ADS_1