
Chen Si Lei memacu kudanya menuju ke arah pedesaan yang permai dan indah di bagian utara dari perkampungan suku Ni,yaitu di bagian lain dari daerah puncak gunung Kehampaan,Chen Si Lei menghentikan laju kuda di tepi sungai terdekat,ia melihat seorang kakek tua sedang memancing ikan tanpa umpan dan hal ini buat dia terheran -heran dengan cara kakek tua itu memancing ikan di sungai itu.
"Kakek bagaimana cara mu memancing ikan tapi tidak ada umpan dan juga tak ada pakai benang pancing?",tanya Chen Si Lei sopan mendekati kakek itu.
"Aku tidak memancing ikan tetapi menenangkan pikiran ku anak muda",Kakek itu menjawab sambil memperlihatkan alat pancing nya hanya main -main saja.
"Oh begitu",kata Chen Si Lei duduk bersama kakek itu.
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao, Le Din Yin dan Xiao Kai Zhong serta kedua dayang baru Chen Si Lei menunggu Chen Si Lei di sebuah kuil kosong sambil menyiapkan makanan dan minuman untuk mereka makan malam untuk malam ini di desa ini dan kedua dayang itu diperlukan oleh Chen Si Lei, untuk menyiapkan makanan dan minuman untuk mereka selama di perjalanan juga mencuci pakaian dan hal lain sebagai tugas seorang dayang wanita.
"Anak muda kau sangat cerdas dan lihai dalam segala hal, juga kau sangat baik dan bijaksana.Aku mendapat pencerahan dari mu yang tidak sengaja membuka hati dan pikiran ku yang rumit karena urusan dunia ku dengan dua orang saudara seperguruan ku di Sekte Kun Lun Pai. Aku akan memberikan mu tiga buah ilmu silat khas Kun Lun Pai untuk mu,yaitu ilmu pedang kun Lun Pai,ilmu silat kun lun pai dan hawa sakti gunung kun lun kepada mu",kata kakek itu baik sekali kepada Chen Si Lei.
"Locianpwe kau adalah Ketua utama dari Sekte Kun Lun Pai rupanya",kata Chen Si Lei menjura hormat kepada kakek itu.
"Aku berikan pusaka utama dari kun Lun Pai kepada mu",kata kakek itu.
Chen Si Lei menerima pusaka kun Lun Pai dari Ketua utama yang jauh lebih tinggi dari Ketua Sekte Kun Lun Pai yang pernah dia jumpa dua tahun lalu di lembah sedang,Chen Si Lei menggunakan pedang pusaka Kun Lun Pai untuk berlatih tiga ilmu pusaka sekte Kun Lun Pai itu.
Chen Si Lei menggerakkan pedang sesuai petunjuk dari Ketua utama Sekte kun lun pai,Chen Si Lei menyilangkan pedang berkelebat cepat membuat pedang bisa bersatu dengan jiwanya sehingga sinar mata pedang menjadi lebih tajam sekali di gunakan oleh Chen Si Lei daripada si kakek itu sendiri.
Wuttttt !!
Singggg !!!
Cranggg !!
Chen Si Lei melompat cepat di udara dan berguling di tanah lalu meluncur secara cepat untuk mengerahkan ilmu silat kun lun pai yang di sertai hawa sakti gunung kun lun pai.
"Hyatttttttttttttt !!", pekik Chen Si Lei menggerakkan kedua telapak tangan secara cepat dan hebat sehingga mengeluarkan hawa sakti yang sangat hebat sekali.
Bressss !!
Air sungai itu meluncur keluar dari dalam sungai dan menghancurkan tebing yang di seberang sungai itu dan menjadi air terjun yang indah.
"Wah kau hebat sekali Chen Si Lei",kata Kakek Ketua Sekte Kun Lun Pai.
"Kau bisa ambilkan aku buah anggur di atas gunung seberang sana",kata kakek itu.
"Baik Locianpwe",kata Chen Si Lei berkelebat cepat ke arah gunung seberang dan memetik buah anggur merah segar untuk kakek itu.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Chen Si Lei sudah memetik beberapa butir buah anggur merah untuk ketua Sekte Kun Lun Pai yang mengangguk -angguk senang sekali terhadap Chen Si Lei.
"Locianpwe silakan di makan buah anggur merah ini ,tenang sudah aku cuci di air terjun itu",kata Chen Si Lei tersenyum ramah memberikan buah anggur merah itu kepada kakek itu.
"Terimakasih banyak Paduka hamba senang sekali mendapatkan buah anggur merah yang di petik dan di bersihkan langsung oleh Paduka sendiri kepada saya ini rakyat Paduka",kata Kakek itu seraya makan buah anggur merah itu.
"Locianpwe adalah guru ku tentu saja aku harus melayani mu sebagai seorang murid yang baik",kata Chen Si Lei memijat pundak kakek itu.
"Paduka coba lihat di sana ada orang yang minta tolong kepada kita",kata kakek itu menunjuk ke arah ujung sungai itu.
"Ada yang mau bunuh orang secara sembunyi -sembunyi",kata Chen Si Lei sudah lenyap dari tempat itu dan menolong orang yang akan di bunuh oleh dua orang berpakaian ala pendekar kaum bersih tapi sifat sesat.
Plakkkk !!
Dessssssss !!!
Chen Si Lei sudah membunuh dua orang kaum sesat yang pura -pura menjadi dua orang pendekar kaum bersih.
"Tuan Muda terimakasih atas pertolongan mu kepada ku",kata seorang pria tua yang di selamatkan oleh Chen Si Lei.
"Siapakah kau paman?",tanya Chen Si Lei sopan kepada pria tua itu.
"Aku marga Jiang ,aku sahabat pendekar Lin dari Sekte Rase Sakti",jawab Paman Jiang.
"Lalu siapakah dua orang yang ingin membunuh mu tadi?",tanya Chen Si Lei.
"Mereka adalah orang Sekte Sesat Lima Lipan Darah yang menyandera tiga orang adik angkat dari Pendekar Lin Mo Bai untuk mendapatkan pusaka Mustika darah yang di curi oleh Ketua Sekte Bunga Cempaka Putih dan beberapa hari yang lalu Pendekar Lin Mo Bai meminta ku untuk menjaga ketiga orang adik angkat nya di rumah ku selama ia pergi mencari ketua Sekte Bunga Cempaka Putih tapi aku tak bisa menjaga ketiga adik Pendekar Lin Mo Bai sehingga Sekte Sesat Lima Lipan Darah berhasil mendapatkan rumah ku dan menyandera ketiga adik Pendekar Lin Mo Bai dan aku nyaris di bunuh oleh kedua orang Sekte Sesat Lima Lipan Darah di tepi sungai ini,untungnya aku di selamatkan oleh mu Tuan Muda",jawab Tuan Besar Jiang.
"Dimana rumah mu ?Aku akan berusaha untuk menolong mu dan menyelamatkan tiga orang adik dari Pendekar Lin Mo Bai dari Sekte Rase Sakti yang sudah aku dengar sebagai seorang pendekar kaum bersih di lembah besar",kata Chen Si Lei.
"Siapa kau Tuan Muda?",tanya Tuan Besar Jiang menatap kagum Chen Si Lei.
"Pendekar Rajawali Emas Sakti",jawab Kakek Ketua Sekte Kun Lun Pai pelan .
"Ah hormat hamba kepada Pendekar Rajawali Emas Sakti",kata Tuan Besar Jiang bersujud hormat kepada Chen Si Lei.
"Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao, Le Din Yin, Xiao Kai Zhong",panggil Chen Si Lei.
Brrrrrrrrrrrrr !!!
"Hormat kami kepada Pendekar Rajawali Emas Sakti",jawab ketiga orang sahabat nya sudah tiba di tempat dia berada.
"Selamatkan rumah dan tiga orang adik angkat dari Pendekar Lin Mo Bai di dalam rumah tuan Jiang ini",kata Chen Si Lei kepada para sahabatnya.
"Siap Tuan Muda",kata mereka bertiga serentak.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Ketiga orang sahabatnya sudah berkelebat cepat untuk melakukan perintah Chen Si Lei .
"Tuan Jiang di mana markas besar Sekte Bunga cempaka putih berada?",Chen Si Lei bertanya.
"Di daerah bawah belakang gunung seberang sana",jawab Tuan Jiang.
__ADS_1
"Baik aku akan pergi ke markas besar Sekte Bunga cempaka putih sekarang juga, tapi aku minta kamu jaga kakek ketua Sekte Kun Lun Pai dan dua orang dayang ku yang berada di kuil kosong di bawah gunung ini",kata Chen Si Lei.
"Baik Pendekar Rajawali Emas Sakti",kata Tuan Besar Jiang.
Brrrrrrrrrrrrr! !
Chen Si Lei berada di atas sebuah gunung yang di tutupi oleh lapisan awan yang sangat tebal dan sulit di ketahui beberapa dalamnya dasar lembah itu.
"Kau bisa mati jika kamu terjun ke dasar lembah itu",ada gadis yang sudah duduk di tepi tebing itu.
"Kau sendiri apakah tidak takut mati duduk santai di pinggir tebing?!",ucap Chen Si Lei membalikkan ucapan gadis gunung itu.
"Aku sudah terbiasa berada di sini sejak aku kecil jadi aku tidak pernah takut mati tapi kau baru datang ke gunung ini tentu kau akan takut mati",kata gadis itu.
"Ohya menurut mu aku takut mati, ah tak ada yang pernah takuti di dunia ini",kata Chen Si Lei melompat turun ke dasar lembah Kehampaan.
"Dasar pria kepala batu",maki gadis itu juga ikut melompat ke dasar lembah itu.
Brrrrrrrrrrrrr !!!
Lapisan awan sudah hilang dari pandangan mata Chen Si Lei yang terjun bebas ke dasar lembah Kehampaan di ikuti salah satu gadis dari Sekte Kun Lun Pai.
"Wahhhhhhh indahnya !!",teriak Chen Si Lei senang sekali bisa melihat keindahan alam dari atas saat terjun bebas seperti ini.
Wuttttt !!!
Serrr !!
Tap !!
Chen Si Lei terkejut sekali karena sebuah tali sutra panjang melilit dirinya dan hal ini dilakukan oleh gadis murid utama Sekte kun lun pai yang sudah di ketahui oleh Chen Si Lei saat ia memetik buah anggur merah tadi.
"Gadis lancang,kenapa kau lilit tubuhku ?", tanya Chen Si Lei marah.
"Supaya kamu tidak jatuh menimpa batu kandas di bawah kita",jawab gadis itu.
"Ah menyusahkan ku saja",kata Chen Si Lei berputar cepat dan tali sutra terputus dengan sendirinya.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Chen Si Lei tiba di dasar lembah Kehampaan tanpa kesulitan dan tanpa terluka di mana pun.
"Aku selamat",kata Chen Si Lei yang cepat tangkap gadis kun lun pai dengan satu tangan.
Hap!!!
"Turun kau",kata Chen Si Lei menurunkan gadis itu seperti membuang sesuatu ke sungai kecil itu.
"Aghhhhh !!", jerit gadis itu terjatuh ke air sungai oleh Chen Si Lei.
"Kenapa kau mandi di air sungai ?",tanya Chen Si Lei jahil.
"Masa bodoh",kata Chen Si Lei meninggalkan gadis itu di sungai itu dan lenyap.
"Hei jangan tinggalkan aku di sini!!",teriak gadis itu berkelebat cepat menyusul lari Chen Si Lei dengan cepat juga.
Tapi gadis itu kehilangan arah dan Chen Si Lei sudah tidak ada di tempat gadis itu berada, yaitu hutan rimba Kehampaan yang sangat besar dan luas serta banyak sekali bahaya yang mengancam keselamatan dan keamanan bagi setiap orang yang tidak mengenal hutan tersebut.Karena itu saat gadis itu tiba di hutan ada seekor harimau sedang mengintai dan mendekati gadis itu untuk memangsa jiwa gadis yang sedang kebingungan mencari arah kelebat nya Chen Si Lei tadi.
"Kenapa pergi nya pria kasar itu?Ah dimana pula aku berada?",tanya gadis itu.
Kresssekkk! !
Sebuah gerakan datang ke arah gadis yang seketika itu juga sadar bahwa nyawa nya terancam oleh seekor harimau ganas yang mendatangi nya dan menerkam nya dengan sekali lompat.
"Aghhhhhh! !Jangan.....!!",jerit gadis itu ngeri di terkam harimau.
Tetapi gerakan terkaman harimau terhenti tepat di atas gadis itu dan tahu-tahu si harimau itu bersujud hormat kepada Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat cara untuk menjinakkan setiap hewan yang mendatangi dirinya.
"Mulai sekarang kau adalah peliharaan ku",kata Chen Si Lei membelai lembut bulu halus harimau yang berguling manja di bawah sepasang sepatu indah Chen Si Lei .
"Huhuhu",gadis itu menangis karena takut di terkam harimau.
"Kau sebaiknya kembali saja ke atas agar tidak mengganggu urusan ku",
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat untuk melemparkan gadis itu kembali ke atas gunung Kehampaan.
"Aghhhhhh !!", teriak gadis itu terkejut sekali di lempar tepat ke atas gunung lagi.
"Raih tangan ku ,jika kau takut",kata Le Din Yin membantu gadis itu ke tengah goa dalam gunung dan menunggu Chen Si Lei kembali dari dasar lembah Kehampaan .
"Apa dia sudah gila??Dia melempar ku begitu saja?",tanya gadis itu menangis lagi hingga Le Din Yin menotok suara gadis itu.
"Jika kau berani mengatakan tuan muda ku gila, bukan suara mu ku totok sampai hilang tapi juga nyawa mu",ancam Le Din Yin tegas.
Gadis itu mematuhi perintah Le Din Yin diam dan tidak menangis lagi bahkan bisa juga di jinakkan oleh Chen Si Lei dan Le Din Yin.
Sementara itu Chen Si Lei menunggangi harimau yang mengantarkan Chen Si Lei ke lokasi yang dia tuju ,dan Chen Si Lei melihat sejumlah orang sedang bertarung secara sengit melawan seorang pria sakti yang sangat tampan dan gagah berani di pintu masuk ke dalam rumah besar satu -satunya di dasar lembah Kehampaan ini.
"Dia kah Ketua Sekte Bunga Cempaka Putih?",tanya Chen Si Lei menatap tajam ke arah seorang gadis sakti yang menggunakan senjata lemas seperti sabuk sutra berwarna putih tipis sedang memandangi pria yang sedang bertarung melawan para pasukannya.
Wuttttt !!
Plakkkk !!
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat mengejutkan sang ketua Sekte Bunga Cempaka Putih yang segera menangkis serangan maut dari Chen Si Lei itu.
__ADS_1
Dessssssss !!
Gadis itu terkejut sekali dengan kelihaian ilmu bunga persik milik Chen Si Lei dan gadis itu menyerang Chen Si Lei dengan sabuk sutra putih nya.
Wuttttt !!
Tar !!
Chen Si Lei hanya miringkan kepala sedikit dan merebut sabuk sutra putih gadis itu yang kaget sekali dan tahu-tahu Chen Si Lei sudah menotok nya.
Tuk!!
"Agh",keluh gadis itu jatuh pingsan oleh Chen Si Lei.
"Ketua ", kata para anggota Sekte Bunga Cempaka Putih terkejut sekali melihat ketua mereka sudah kalah oleh Chen Si Lei.
"Berhenti kalian semua atau ketua kalian aku berikan kepada harimau ku yang di sana itu!!",perintah Chen Si Lei tegas kepada para anggota Sekte Bunga Cempaka Putih.
Para anggota Sekte Bunga Cempaka Putih melihat seekor harimau melompat ke arah Ketua mereka dan duduk manis di hadapan Chen Si Lei sambil menatap liar ketua mereka dan mereka semua menjatuhkan diri serta senjata mereka di depan Chen Si Lei.
"Apakah kau Pendekar Rajawali Emas Sakti ?",tanya Lin Mo Bai terkejut pada pria bertopeng rajawali emas sakti di hadapan nya.
"Ya",jawab Chen Si Lei singkat.
Lin Mo Bai bersujud hormat kepada Chen Si Lei seraya memberikan pusaka milik Sekte Rase Sakti dan Sekte Tiga Bunga Dahlia Cantik kepada Chen Si Lei.
"Terimakasih",kata Chen Si Lei menerima beberapa pusaka itu.
"Mustika Darah harus di musnahkan agar tidak di kuasai oleh kaum sesat",kata Lin Mo Bai menunjuk ke arah tungku api yang sedang memasak sebuah batu warna merah darah segar di tengah aula utama Sekte Bunga Cempaka Putih.
"Jaga dia simba",kata Chen Si Lei kepada harimau nya.
"Kau ikut aku",kata Chen Si Lei kepada Lin Mo Bai .
Chen Si Lei masuk ke dalam aula utama Sekte Bunga Cempaka Putih di ikuti oleh Lin Mo Bai di belakang nya dengan kepala menunduk tidak berani menatap wajah Chen Si Lei sesuai dengan peraturan sebagai seorang rakyat kepada Kaisar Tang Agung.
"Kau bisa menghancurkan Mustika Darah itu?",tanya Chen Si Lei melihat aura dari Mustika itu sungguh menakutkan sekali.
"Hamba bisa Paduka",jawab Lin Mo Bai patuh kepada Chen Si Lei.
Lin Mo Bai menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti Rase Sakti untuk hancurkan batu sesat di dalam tungku itu.
Chen Si Lei mengamati cara Lin Mo Bai untuk menghancurkan batu Mustika sesat itu, dan Chen Si Lei melihat ada sinar warna terang keluar dari kedua telapak pria itu, lalu Mustika Darah lenyap oleh ilmu mukjizat Lin Mo Bai gunakan,Chen Si Lei mengangguk mengagumi kepandaian ilmu mukjizat Lin Mo Bai.
Blarrrrrrrrr !!
"Hamba sudah menyelesaikan tugas hamba dengan baik Paduka",kata Lin Mo Bai setelah menyelesaikan tugasnya di hadapan Chen Si Lei.
"Iya terimakasih banyak atas pekerjaan mu yang sudah kau selesaikan dengan baik di hadapan ku.Aku akan memberikan mu gelar yaitu pengawal pribadi ku",
Chen Si Lei memberikan topi khusus untuk gelar pengawal pribadi kepada Lin Mo Bai yang bersujud hormat kepada Chen Si Lei.
"Terimakasih banyak Paduka", jawab Lin Mo Bai senang sekali mendapat jabatan sebagai pengawal pribadi Sang Kaisar Tang Agung.
Chen Si Lei memotong rambut Lin Mo Bai cukup banyak sehingga Lin Mo Bai jadi memiliki rambut pendek kuncir satu dan bertopi bulu ekor harimau.
Chen Si Lei keluar dari Markas besar Sekte Bunga cempaka putih di ikuti oleh Lin Mo Bai dan menemui gadis ketua Sekte Bunga Cempaka Putih sudah sadar dari pingsan dan ketakutan melihat harimau di dekatnya dan para anggotanya sudah di kuncir ala Lin Mo Bai.
"Nona kau pilih untuk jadi dayang ku atau ku jadikan santapan malam harimau ku yang gagah ini",kata Chen Si Lei halus pada gadis itu.
"Dayang. ..!!",jerit gadis itu menjawab Chen Si Lei seraya menatap takut gigi tajam harimau milik pria ber kuasa ini.
"Pintar",kata Chen Si Lei memotong rambut gadis dan di kuncir kepang dua.
Chen Si Lei menunggangi harimau yang mengantarkan Chen Si Lei ke arah pintu gunung Kehampaan dan tepat berada di sungai buah anggur merah itu.
"Hormat pada Tuan Muda",sapa kedua orang dayang nya.
"Pendekar Rajawali Emas Sakti",sapa kakek ketua Sekte Kun Lun Pai.
"Tuan Jiang di mana ketiga orang adik ku?",tanya Lin Mo Bai saat melihat pria tua Jiang.
"Koko Mo Bai ", panggil ketiga orang gadis berlari ke arah Lin Mo Bai di ikuti oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Xiao Kai Zhong.
"Adik -adik",kata Lin Mo Bai senang sekali jumpa ketiga adiknya lagi.
"Tuan Muda",kata Le Din Yin melayang turun bersama gadis Sekte Kun Lun Pai.
"Kalian bertiga ayo beri salam kepada Pendekar Rajawali Emas Sakti",kata Lin Mo Bai meminta kepada ketiga adiknya bersujud hormat kepada Chen Si Lei.
"Hormat kami tiga Dahlia kepada Pendekar Rajawali Emas Sakti",
"Kalian juga ku beri gelar sebagai kepala dayang pribadi ku",kata Chen Si Lei beri tanda bunga dahlia putih sebagai pangkat ketiga orang gadis itu.
"Emmm",gadis kun lun pai bersujud hormat kepada Chen Si Lei tanpa suara.
"Kau ku jadikan sebagai wakil dari Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao",kata Chen Si Lei.
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menarik gadis itu untuk di beri tanda sebagai wakil pribadinya yaitu tusuk konde buah anggur merah.
"Pendekar Rajawali Emas Sakti hamba ingin minta tolong kepada Paduka",
"Locianpwe silakan ajukan permintaan mu kepada ku",kata Chen Si Lei sopan.
"Tolong selamatkan Kun Lun Pai dari Ketua Sekte Lima Lipan Darah",jawab Kakek Ketua Sekte Kun Lun Pai memohon bantuan kepada Chen Si Lei.
__ADS_1
"Kita pergi ke Kun Lun Pai sekarang",kata Chen Si Lei melompat ke kuda putih dan memacu kudanya dengan cepat ke gunung Kun Lun.
Para pengawal pribadi dan lainnya berkelebat cepat mengejar arah kuda Chen Si Lei ke arah gunung kun lun sesuai petunjuk dari Ketua Sekte Kun Lun Pai yang di suruh untuk menunggangi harimau putih nya.