
Chen Si Lei menuntun keledai yang berjalan di sisi kiri nya untuk Chen Si Lei dan kawan-kawan nya bisa melihat -lihat isi kota bunga angsa putih dengan santai dan mengamati penduduk kota tersebut dari dekat dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah ingin sekali mencoba minuman arak khas kota bunga angsa putih ini.
"Ayo kita masuk ke dalam rumah makan itu dan mencicipi arak khas kota bunga angsa putih",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah masuk lebih dulu daripada Chen Si Lei dan yang lainnya.
"Tuan Muda silakan duduk di kursi ini",kata Chu Man Tian sudah siapkan kursi di sudut kanan untuk Chen Si Lei tempati.
"Terimakasih Chu Man Tian",kata Chen Si Lei nada ramah pada pria itu.
Shu Luo Pendekar Ular Emas Sakti sudah memesan makanan dan minuman khas kota bunga angsa putih kepada pihak rumah makan yang segera akan siapkan untuk mereka di bagian kanan atas rumah makan itu,sedangkan Xiao Nai berjuluk Pendekar Bintang Putih sedang membaca surat dari keluarganya yang berada di dalam kota Hang.
"Ada kabar apa di kota Hang?",tanya Zhang Xun Pendekar Awan Sakti ketika pria ini sudah menduduki kursi nya.
"Mereka sudah dua kali di datangi oleh pihak Ratu Han Yi untuk membantu Ratu Han Yi beserta keluarganya untuk menghadapi para kaum persilatan yang sudah datang untuk menghabisi Ratu Han Yi di kota Hang",jawab Xiao Nai dengan raut wajah cemas terhadap keselamatan dan keamanan keluarganya.
"Aku juga mencemaskan keselamatan dan keamanan saudara ku yang tinggal di kota Hang",ucap Wang Bao Pendekar Angin Sakti yang duduk di kursi sebelah kiri Chen Si Lei dengan meletakkan tongkat di sudut.
"Kau punya saudara di kota Hang,Wang Bao?",tanya Chen Si Lei melihat pemuda itu dengan tatapan mata kasih sayang terhadap pemuda yang usianya baru tujuh belas tahun itu.
"Iya hamba punya seorang kakak yang sudah menikah dan tinggal di kota Hang,kakak hamba berprofesi sebagai seorang pekerja di toko baju bekas",jawab Wang Bao secara jujur.
"Aku pun ingin tahu tentang keadaan adik perempuan ku yang bernama Teng Bi Li yang bekerja sebagai pegawai toko obat di kota Hang",kata Teng Bi San cerita tentang diri nya yang memiliki seorang adik perempuan kandung yang tinggal di kota Hang.
"Teng Bi Li adalah adik mu Teng Bi San?",tanya Shu Luo Pendekar Ular Emas Sakti yang sedang menikmati makanannya dengan santai.
"Iya Teng Bi Li adalah adikku",jawab Teng Bi San Pendekar Pedang Ular Putih dengan nada ramah.
"Apakah kau mengenal adik Teng Bi San dengan baik,Shu Luo?",tanya Wang Bao.
"Ya aku kenal baik dengan adik Bi Li",jawab Shu Luo dengan wajah memerah.
"Apakah kalian ada hubungan istimewa?",tanya Zhang Xun Pendekar Awan Sakti dengan nada menggoda temannya.
"Iya Teng Bi Li adalah kekasihku",jawab Shu Luo Pendekar Ular Emas Sakti bicara jujur tentang dia sudah memiliki seorang kekasih yang tinggal di kota Hang yang ternyata adalah adiknya Teng Bi San Pendekar Pedang Ular Putih.
"Bagus sekali kita akan menjadi saudara ipar bila kau dan adik ku menikah nanti Shu Luo",ucap Teng Bi San Pendekar Pedang Ular Putih ramah dan suka sekali bisa memiliki adik ipar sebaik Shu Luo Pendekar Ular Emas Sakti ini.
"Ah aku gagal mendapatkan Teng Bi Li karena gadis idola ku sudah ada kekasih yaitu kau Shu Luo",kata Wang Bao Pendekar Awan Sakti dengan nada sedih dan patah hati.
"Kau jangan sedih Wang Bao karena gadis idola mu bukan jodoh mu",kata Chen Si Lei menghibur Wang Bao Pendekar Awan Sakti yang tersenyum tulus kepada Chen Si Lei.
"Arak ini sungguh enak sekali",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao seraya pejamkan sepasang matanya menikmati minuman keras kesukaannya itu.
"Kita harus cari tempat untuk beristirahat untuk malam ini",kata Chen Si Lei yang sudah keluar dari rumah makan bersama para sahabat nya.
Mereka berjalan dengan langkah yang sangat santai bagai sedang berwisata dan bersenang - senang,apalagi Chu Man Tian dan Teng Bi San yang berjalan dengan bergandengan tangan satu sama lain dengan mesra sekali di belakang,Wang Bao berjalan bersama Chen Si Lei yang berada di sisi lain Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang sedang menuntun keledai Chen Si Lei sambil minum arak kesukaannya.
Zhang Xun Pendekar Awan Sakti berjalan bersama Shu Luo Pendekar Ular Emas Sakti dan Xiao Nai Pendekar Bintang Putih yang berjalan sambil bersenda gurau bersama mereka,dan Chen Si Lei merasa bahagia memiliki banyak sahabat yang baik terhadapnya.
Tapi ketika mereka sedang mencari penginapan untuk mereka tidur malam ini di kota bunga angsa putih,mereka melihat seorang gadis berpakaian pengantin lari ke arah mereka dan di kejar oleh beberapa pemuda yang sangat kasar dan ganas sekali sehingga mereka segera membantu gadis itu bersembunyi di punggungnya Shu Luo Sang Pendekar Ular Emas Sakti.
"Berhenti kalian semua yang telah berani sekali mengganggu seorang gadis kecil seperti Nona ini di tempat umum!!",hardik Zhang Xun Pendekar Awan Sakti yang sudah maju dan bersiap untuk menghadapi para pria ganas itu.
"Kalian yang sudah berani mengganggu urusan kami dengan gadis yang sudah menipu tuan muda Jiang kami yang hari ini akan menikah dengan Nona Sun tapi di ganti oleh gadis liar itu yang telah membawa kabur Nona Sun pada kemarin malam di rumahnya sebelum hari pernikahan yang akan berlangsung di rumah tuan besar Jiang Kami ",hardik para pria ganas itu sambil mengayunkan pedang untuk menakuti mereka dan semua orang yang berada di tengah jalan.
"Aku menyelamatkan Nona Sun dari seorang penjahat besar yang memiliki ayah seorang tuan besar yang suka melakukan tindakan kekerasan terhadap kaum miskin seperti kami",jawab gadis itu dengan tatapan mata polos dan jujur.
"Kurang ajar gadis liar itu !!Kami hajar kau!!",hardik para pria ganas dengan mata garang sekali.
"Apakah kau berkata jujur Nona?",tanya Zhang Xun Pendekar Awan Sakti dengan tatapan mata tajam dan selidik.
"Ya aku berkata jujur, jika kalian tidak percaya kepada ku?Kalian bisa tanyakan kepada semua orang di tengah jalan ini",jawab gadis itu menunjuk semua orang yang berada di jalan raya kota bunga angsa putih ini.
"Ucapan dari gadis itu sungguh benar apa adanya ",kata beberapa orang warga di kota bunga angsa putih menyatakan bahwa gadis itu berkata jujur.
Para pria ganas itu tidak bisa membantah kembali pernyataan yang dikeluarkan oleh para warga kota bunga angsa putih,maka mereka bersiap untuk kabur dari tempat itu untuk melaporkan hal ini kepada tuan muda dan tuan besar Jiang yang sudah di ketahui oleh Chen Si Lei sebagai anggota Sekte Sesat Rusa Hitam melalui indera penciuman Chen Si Lei yang peka terhadap aroma sesat dan tetapi Chen Si Lei juga mencium aroma sesat dari tubuh gadis yang meminta pertolongan kepada mereka,maka ia diamkan saja dahulu sambil menunggu waktu yang tepat untuk menghukum mati gadis sesat yang berpura -pura sebagai gadis polos dan jujur ini.
"Apakah tuan besar Jiang kalian suka gunakan darah rusa untuk melakukan hal yang terlarang oleh pemerintah Kekaisaran Tang Agung?",tanya Chen Si Lei tajam sekali.
"Kau bicara apa????",tanya seorang pemuda amat ganas dengan nada kasar sekali.
"Bicara apa???!!Hmm Habisi mereka semua juga termasuk keluarga Tuan besar Jiang mereka ",perintah Chen Si Lei tegas kepada para pengikut nya.
"Siap Tuan Muda!!",jawab para pengikutnya nada serentak.
"Iya Tuan Pejabat habisi saja mereka untuk kedamaian kota bunga angsa putih kami!!",sorak sorai para penduduk kota bunga angsa putih yang segera mengikuti langkah para pengikut setia Chen Si Lei menuju ke rumah tuan besar Jiang yang berada di dalam gang utama dalam kota itu.
Brrrrrrrrrrrrr!!
Chen Si Lei menunggu sampai para pengikut setia nya di ikuti oleh warga kota ke rumah tuan besar Jiang,barulah ia menyeret gadis sesat ini ke luar kota bunga angsa putih dan di ikat di atas tebing curam serta menyiksanya agar mendapat balasan yang setimpal dengan para korban kesesatan dari gadis sesat ini..
"Nona siapa kau sebenarnya?",tanya Chen Si Lei menggunakan dahan pohon di atas tebing curam.
"Jangan bunuh aku Pendekar Rajawali Emas Sakti",jawab gadis ketakutan akan di terjunkan ke bawah jurang yang sangat curam oleh Chen Si Lei yang sudah mengetahui bahwa gadis itu adalah kaum sesat yang cukup ganas dan dapat membahayakan keselamatan dan keamanan rakyat di kota bunga angsa putih dan sekitarnya.
Crakkkkkk !!
"Aghhhhhh!!",jerit gadis itu di potong kedua tangannya oleh Chen Si Lei .
"Jawab siapa kau sebenarnya dan dari Sekte Sesat apa yang kau dapatkan ilmu penghisap raga seorang bayi baru lahir?!!",hardik Chen Si Lei yang sudah rasakan hawa sesat dari gadis ini.
"Nu Tu dari Sekte Sesat Ratu Tiga Darah",jawab gadis itu menangis ketakutan.
Crakkkkkk!!
"Aghhhhhh!!",jerit gadis itu di potong kedua kakinya oleh Chen Si Lei.
"Dimana cabang dan markas besar Sekte sesat Ratu Tiga Darah berada?!!",hardik Chen Si Lei mengayunkan pedang untuk mencongkel kedua bola mata gadis itu.
"Aku tidak tahu berada di mana, aku hanya belajar dari sepupu ku yang berasal dari kerajaan Dali yaitu Pangeran Muda Guan Ki yang kabur dari Dali karena takut kepada Adipati Duan yang memburu nya karena menggunakan racun dari bunga serbuk bunga hitam di ruang rahasia istana Dali untuk melenyapkan Adipati Duan dan menguasai Dali untuk menghadapi Anda Pendekar Rajawali Emas Sakti",jawab gadis itu menjerit kesakitan karena bola matanya di congkel oleh Chen Si Lei.
Crakkkkkk!!
Chen Si Lei memenggal kepala gadis itu dan menjatuhkan tubuh hancur ke arah jurang curam yang dasarnya adalah muara sungai yang banyak buaya ganas.
Suara berdesing yang terdengar di telinga Chen Si Lei berasal dari arah timur nya, maka Chen Si Lei segera berkelebat cepat ke arah timur untuk melihat siapakah yang sedang bertarung melawan dengan sejumlah orang sakti berlambang ular cobra ganas.
"Setan sesat cobra hitam cepat bebaskan istriku atau ku habisi kalian!!",pria yang berwajah khas kerajaan india kuno sedang bertarung melawan para pria sakti dan keji dari Sekte Sesat Cobra Hitam.
"Pendekar Vijay kau pikir kami takut kepada mu ",hardik para pria ganas itu.
"Bunuh mereka semua jangan sampai ada yang hidup,Vijay",kata Chen Si Lei dengan nada keras
"Pendekar Rajawali Emas Sakti!!",teriak para pasukan musuh sesat cobra hitam gemetar
"Pendekar Rajawali Emas Sakti tolong selamatkan istriku yang di bawa lari ke arah hutan muara sungai buaya ganas oleh Pangeran Sekte Sesat Cobra Hitam",
"Tentu saja aku akan segera menolong istrimu saudara iparku",jawab Chen Si Lei berkelebat cepat untuk menolong istri dari iparnya yang berasal kerajaan India.
Brrrrrrrrrrrrr!!
Chen Si Lei tiba di hutan muara sungai buaya ganas dan melihat seorang wanita sedang hamil tua di keroyok oleh kaum sesat yang di kenal sebagai tokoh sesat dari Sekte Sesat Cobra Hitam oleh Chen Si Lei dapat informasi dari Pendekar Vijay yang juga saudara iparnya dari Selir Parvati berasal dari Kerajaan India Kuno.
"Kurang ajar! ! Biadab kalian semua !!Aku bunuh kalian semua!!",hardik Chen Si Lei menyambar cepat menggerakkan pedang membabat habis kepala musuh sakti dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.
__ADS_1
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!!
Chen Si Lei segera menolong wanita India yang sedang hamil tua itu sesudah dia menghabisi para musuh dari Sekte Sesat Cobra Hitam kini menjadi makanan bagi para hewan buas muara sungai itu.
"Selamatkan putri ku di sana",kata wanita itu menunjuk ke balita perempuan yang berada di tepi muara sungai dan berada dalam bahaya dari kumpulan buaya.
Brrrrrrrrrrrrr! !
Chen Si Lei berkelebat cepat menyambar cepat balita perempuan itu dan berhasil terselamatkan dari kematian menjadi santapan empuk untuk kumpulan buaya di muara sungai itu.
Brrrrrrrrrrrrr !!
"Nyonya Muda ayo ikut aku ke tempat suami mu berada",kata Chen Si Lei usai dia serahkan balita itu kepada ibunya.
"Terimakasih banyak Pendekar Rajawali Emas Sakti",kata istri Pendekar Vijay dalam bahasa Han
Chen Si Lei mengantarkan isteri dan putri dari Pendekar Vijay dengan selamat di dalam tangan pendekar itu sendiri yang tersenyum bahagia bisa melihat istri dan anaknya dalam keadaan sehat dan selamat,Chen Si Lei menggunakan ilmu sakti hawa mukjizat telapak sakti bunga persik untuk hancurkan para musuh dari pria India itu.
Dessssssss !!
Pendekar Vijay segera memeluk istri dan anaknya setelah para musuh tewas oleh Chen Si Lei yang membantunya dengan cepat dan hebat sehingga pria itu kagum dengan kehebatan Chen Si Lei.
"Kakak Vijay ayo kita pergi dari sini dan cari tempat untuk beristirahat",kata Chen Si Lei ramah pada kakak iparnya yang berasal dari kerajaan India Kuno.
"Iya,ayo",sahut Pendekar Vijay secepatnya memapah istri dan gendong anaknya untuk segera mengikuti Chen Si Lei keluar dari hutan tersebut dan menemukan sebuah rumah kosong untuk beristirahat sejenak dan menunggu para sahabat dari Chen Si Lei.
Chen Si Lei mendengarkan cerita Pendekar Vijay yang melakukan perjalanan jauh dari tempat tinggalnya yang berada di Kerajaan India Kuno untuk membantu Raja Kerajaan India Kuno yang mendapat masalah dari seorang perdana menteri yang berkhianat terhadap Kerajaan India Kuno yang kemudian kabur dari India ke arah Tionggoan,lalu perdana menteri pengkhianat itu bergabung dengan Sekte Sesat Cobra Hitam untuk mendapatkan bantuan tenaga untuk menghadapi Kerajaan India Kuno.
"Aku sudah malang melintang di Tionggoan tetapi belum juga berhasil selesaikan misi ku dari Raja ku di India sampai aku menikah dengan wanita India campuran Tionggoan di kota bunga angsa putih dan memiliki dua orang anak perempuan dan akan segera memiliki anak ketiga tetapi beberapa hari yang lalu rumah kami di serang oleh pasukan kaum sesat cobra hitam dan mereka menghancurkan rumah kami dan membunuh para keluarga istriku dan menculik putri kedua ku yang sampai saat ini belum aku temukan,aku mencari sampai ke luar kota bunga angsa putih dan berjumpa dengan para kaum sesat itu lagi yang menyerang kami dan nyaris membunuh kami dan untungnya kami berjumpa dengan mu Paduka yang segera datang untuk menolong kami dan sekarang kami ucapkan terima kasih kepada Paduka atas pertolongan Anda kepada kami",kata Pendekar Vijay usai bercerita tentang dirinya yang berada di Tionggoan untuk mencari dan menemukan musuh sakti dari Kerajaan nya.
"Aku turut sedih atas musibah yang kau menimpa mu dan keluarga mu tapi kamu jangan khawatir, aku akan membantu mu untuk menyelesaikan masalah kerajaan India Kuno mu karena musuh kalian adalah musuh ku juga terutama musuh sakti kalian masuk ke Tionggoan dan berusaha untuk mencari masalah dengan ku.Aku harus hukum mati mereka semua di Tionggoan dan mengirimkan kepala mereka kepada Raja kalian di Istana Kerajaan India Kuno",kata Chen Si Lei tulus hati dan juga tegas berwibawa sekali.
"Terimakasih banyak Paduka",ucap Pendekar Vijay dan istrinya bersujud hormat kepada Chen Si Lei.
"Agh",keluh istri Pendekar Vijay kesakitan dan memegang perutnya yang sepertinya akan segera melahirkan.
"Eh bagaimana cara kita untuk menolong istrimu melahirkan?",tanya Chen Si Lei dengan wajah polos dan bingung .
Istri Pendekar Vijay di baringkan di tempat tidur dalam kamar rumah kosong itu di temani oleh Pendekar Vijay yang sudah mencemaskan keselamatan istrinya dan bayinya yang segera lahir,sedangkan Chen Si Lei menemani putri kecil pendekar Vijay yang berusia tiga tahun dan di pangku oleh Chen Si Lei.
"Aghhh!!",jerit wanita itu kesakitan akan segera melahirkan bayi di dalam kamar.
Chen Si Lei kebingungan untuk membantu Pendekar Vijay yang juga bingung bisa bantu istrinya melahirkan,untungnya para pengikut Chen Si Lei segera datang ke rumah kosong di dekat pintu hutan muara sungai buaya ganas.Chen Si Lei cepat menarik tangan Teng Bi San Pendekar Pedang Ular Putih untuk membantu isteri pendekar Vijay melahirkan.
"Cepat. .cepat kau bantu dia",kata Chen Si Lei menarik tangan Teng Bi San yang terkejut sekali di bawa masuk ke dalam kamar wanita yang sedang melahirkan.
"Ya ya hamba akan membantunya",kata Teng Bi San segera menutup pintu kamar tidur itu dan membantu proses melahirkan istri dari Pendekar Vijay.
"Bila Teng Bi San berhasil menolong wanita yang sedang melahirkan itu,aku akan meminta bantuannya untuk bantu istri ku yang berada di dalam kota Hang",kata Xiao Nai berjuluk Pendekar Bintang Putih yang sudah mendapatkan surat kabar dari keluarganya yang berada di kota Hang.
"Istri mu yang kedua sedang hamil lagi kah ",tanya Shu Luo Pendekar Ular Emas Sakti yang duduk di pinggir dinding rumah kosong itu.
"Ya istri muda ku sedang hamil calon anak ke empat ku sedangkan istri pertama ku baru hamil lagi untuk calon anak ke lima ku",jawab Xiao Nai berjuluk Pendekar Bintang Putih duduk di kursi luar rumah kosong.
"Ah aku juga baru dapat surat kabar dari kakakku bahwa kakak iparku baru saja melahirkan anak kedua untuk kakakku",kata Wang Bao Pendekar Angin Sakti.
"Aku akan buka klinik untuk istriku Teng Bi San bisa menjadi tabib khusus untuk wanita hamil dan melahirkan agar bisa membantu banyak orang ",kata Chu Man Tian memiliki pemikiran untuk masa depan istrinya.
"Aku beri gelar tabib khusus ahli wanita hamil dan melahirkan di dalam rumah ku dan juga untuk adik ipar mu buka rumah bersalin untuk masyarakat umum dan sekitarnya",kata Chen Si Lei yang sudah mengatur posisi bagi para pengikut setia nya.
"Terimakasih banyak Paduka atas kebaikan Paduka kepada hamba",kata Teng Bi San Pendekar Pedang Ular Putih sudah berhasil menolong istri Pendekar Vijay melahirkan seorang bayi laki-laki yang tampan.
"Terimakasih banyak atas bantuan mu Nyonya Besar Chu",kata Pendekar Vijay di ruang kamar istrinya sambil menggendong bayi laki-laki nya yang baru saja lahir ke dunia.
"Sama-sama Pendekar Vijay",jawab Teng Bi San sopan dan ramah pada pria asal India itu.
Brrrrrrrrrrrrr!!
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah kembali dari misi mencari informasi tentang mantan perdana menteri kerajaan India Kuno dan Sekte sesat cobra hitam dari salah satu anggota Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang sudah di sebar untuk membantu Chen Si Lei mendapatkan musuhnya dengan cepat.
"Lapor Paduka mereka berada di bukit seberang hutan muara sungai",lapor Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao kepada Chen Si Lei.
"Tunggu apalagi !!Musnahkan mereka dan kirim kepala mereka kepada ku yang akan ku berikan kepada Vijay untuk di bawa pulang ke rumah cihu ku di Istana Kerajaan India Kuno",perintah Chen Si Lei kepada para pengikut nya.
"Siap Paduka hamba laksanakan!!",sahut Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan para sahabatnya sudah berkelebat cepat melaksanakan perintah.
"Kita tunggu saja kabar dari para pasukan ku",kata Chen Si Lei ramah pada Vijay di ruang tamu dalam rumah kosong.
Chen Si Lei mengajak main putri pertama dari Pendekar Vijay yang bernama Sally di pelataran rumah itu sambil menunggu kabar dari Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya.
"Sally nama adik perempuan mu siapa?",tanya Chen Si Lei melemparkan bola dari anyaman bambu kecil kepada balita itu.
"Salima ",jawab balita lucu ini.
"Baik paman akan membawa adik Salima kepada mu",kata Chen Si Lei bersiul ke arah selatan dan sejumlah Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti datang kepada Chen Si Lei.
"Jaga mereka di sini",perintah Chen Si Lei kepada para Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang bersujud hormat kepadanya.
"Siap Paduka hamba laksanakan!!",sahut para Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang sudah mengurung rumah itu untuk menjaga keluarga Pendekar Vijay.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Chen Si Lei pergi ke arah hutan muara sungai buaya ganas untuk membunuh dua orang sakti dari kaum sesat Cobra hitam yang kabur dengan cepat dari pasukan Chen Si Lei dengan cara menyandera bayi usia satu tahun,maka Chen Si Lei harus turun tangan untuk melawan kedua orang sakti itu.
"Dua orang manusia laknat!!!Berhenti kalian dan berikan bayi perempuan itu pada ku atau kalian mati mengenaskan oleh ku!!",hardik Chen Si Lei ganas sekali dan segera menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat dan di sertai ilmu mukjizat piramida sakti sehingga kedua orang musuh sakti itu kaget sekali.
Wuttttt !!
Plakkkk !!
Dessssssss !!
Chen Si Lei berkelebat cepat menolong bayi perempuan dengan cepat bersamaan dengan kedua orang sakti kejam terjatuh ke air sungai ganas dan di santap oleh para pasukan buaya ganas.
"Tolong sisakan kedua kepala mereka berdua untuk ku",perintah Chen Si Lei pada sekelompok buaya di muara sungai itu.
Sejumlah besar buaya melaksanakan perintah Chen Si Lei dengan patuh dan para buaya hanya makan tubuh lain dari dua orang musuh sakti Chen Si Lei dan hanya sisakan dua kepala musuh sakti itu saja yang di bungkus kain putih oleh Chen Si Lei dengan cara mengambil dua buah kepala musuh nya di antara para kawanan buaya itu.
__ADS_1
"Terimakasih atas kebaikan kalian kepada ku",kata Chen Si Lei halus dan lembut kepada para kawanan buaya di muara sungai itu.
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao terkejut sekali melihat Chen Si Lei begitu bersahabat dengan para hewan buas muara sungai itu,bahkan Chen Si Lei memiliki keinginan untuk memelihara beberapa ekor buaya di rumahnya sehingga Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao berteriak.
"Paduka tolong jangan memelihara hewan ganas itu di rumah Anda!!",teriak Wu Sin Hao panik mendengar Chen Si Lei bicara sendiri yaitu ingin punya beberapa ekor buaya di dalam rumahnya.
"Mereka sama sekali tidak jahat dan ganas,Wu Sin Hao.Mereka jauh lebih bersih daripada kita para manusia",kata Chen Si Lei memberikan anak perempuan pendekar Vijay kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
"Untuk apa Anda pelihara buaya?",tanya Chu Man Tian bergidik ngeri juga dengan kesukaan dari Sang Kaisar Tang Agung.
"Untuk teman bermain ku di rumah dan juga untuk menghukum mati para pejabat laknat di dalam Kekaisaran Tang Agung yang melanggar hukum yang berlaku di Kekaisaran ku",jawab Chen Si Lei halus tetapi membuat semua orang gentar dan takut kepada Chen Si Lei.
"Bagaimana cara kami untuk memindahkan mereka ke sungai buatan di rumah Anda?",tanya salah seorang dari anggota Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti di dekat Chen Si Lei yang sedang membelai lembut kawanan buaya itu.
"Caranya mudah sekali",jawab Chen Si Lei memanggil beberapa ekor buaya untuk datang kepadanya di tepi muara sungai.
"Kalian ikut kedua orang ini ke rumah baru kalian dan jaga sikap kalian,jika kalian nakal.Aku kuliti kalian",perintah Chen Si Lei yang segera di patuhi oleh kawanan buaya yang di pilih oleh Chen Si Lei sebagai anggota baru di kebun binatang nya.
Para kawanan buaya mengikuti arahan dua orang Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang ahli dalam bidang penanganan hewan buas dan mereka merayap ke arah utara hutan muara sungai buaya ganas untuk menuju ke arah rumah Chen Si Lei sesuai petunjuk dari dua orang Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti itu.
"Baiklah aku selesaikan dulu permasalahan yang dihadapi oleh Pendekar Vijay di rumah kosong luar hutan ini",kata Chen Si Lei berkelebat cepat ke arah rumah itu.
Brrrrrrrrrrrrr!!
Chu Man Tian dan kawan-kawan nya berkelebat cepat untuk mengikuti Chen Si Lei kembali ke rumah kosong dan mereka melihat pendekar Vijay sedang bicara dengan Chen Si Lei dalam bahasa India resmi dan fasih.
"Sama-sama kakak Vijay,ya selamat tinggal dan sampaikan salam ku untuk Raja mu ,ya jangan khawatir aku akan menjaga Parvati dengan sangat baik",kata Chen Si Lei memeluk Sally sebelum melepas anak itu kepada orangtuanya yang sudah berada di dalam kereta kuda yang sudah di siapkan oleh pihak Chen Si Lei.
"Antarkan mereka kembali ke Istana Kerajaan India Kuno dengan aman",perintah Chen Si Lei tegas kepada lima orang Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang mengawal pendekar Vijay dan keluarganya pulang ke India.
Setelah itu Chen Si Lei mengirim surat perintah kepada pihak penjaga perbatasan untuk memeriksa setiap orang asing yang masuk atau keluar dari Tionggoan di mulai hari ini agar tidak ada lagi orang asing yang menjadi tawanan atau buronan masuk ke wilayah Tionggoan dengan bebas.
"Bila ada masalah atau kesalahan dalam tugas kalian sebagai pengawas pintu ke dalam maupun keluar Tionggoan.Aku hukum mati kalian",tulis Chen Si Lei dengan tegas dan keras kepada pihak imigrasi atau emigrasi di seluruh perbatasan.
"Siap Paduka hamba laksanakan",kata para penjaga pintu perbatasan membalas surat perintah dari Chen Si Lei dengan cepat dan patuh.
Chen Si Lei pun menulis perintah kepada pihak kementerian urusan luar negeri di dalam Kekaisaran Tang Agung untuk mengawasi setiap orang asing,barang dan jasa yang ingin masuk atau keluar dari Tionggoan harus di periksa keseluruhan dengan teliti dan cermat agar tidak terjadi masalah yang merugikan rakyat dan Kekaisaran Tang Agung.
"Siap Paduka hamba laksanakan",jawab pihak kementerian urusan luar negeri di dalam Kekaisaran Tang Agung menulis balasan perintah Chen Si Lei.
"Paduka kami sudah siap untuk berangkat ke Kota Hang",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao usai memberikan surat dari Hu Yi Tian di kota Dali untuk Chen Si Lei.
Chen Si Lei membaca surat Hu Yi Tian yang menulis,"Paduka hamba sudah dapat informasi tentang Pangeran Muda Guan Ki yang kabur dari Dali,pengkhianat itu berada di sebuah rumah dalam desa gunung Li yang tidak jauh dari tempat Anda berada",
"Wu Sin Hao bawa beberapa orang Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti dan Chu Man Tian ke gunung Li dan habisi Pangeran Muda Guan Ki untuk ku",Chen Si Lei memerintahkan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dengan cepat.
"Siap Paduka hamba laksanakan !!",sahut Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao berkelebat cepat untuk melaksanakan perintah Chen Si Lei.
Chen Si Lei menulis surat balasan kepada Hu Yi Tian,"Hu Yi Tian terimakasih atas informasi mu dan sekarang kau sudah bisa kembali ke Ibukota Kekaisaran Tang Agung dan awasi Pangeran senior Wan untuk ku bila ada yang mencurigakan dari Pangeran itu,kau harus segera melaporkan kepada ku secepatnya",
Chen Si Lei menerbangkan burung parkit kecil warna emas ke angkasa untuk bisa membawa suratnya kepada Hu Yi Tian di Dali,lalu Chen Si Lei menulis surat pada Permaisuri Ling Long untuk mengawasi Selir Agung Putri Lan Shiang dengan cermat.
"Ling Long sayang, aku ingin kau awasi Selir Agung Lan Shiang dengan cermat di rumah,bila ada masalah yang mencurigakan yang berasal dari wanita itu.Kamu harus tangkap dan segera masukkan dia ke penjara untuk di adili dahulu sebelum aku miliki bukti bahwa dia terlibat dalam kasus pemalsuan ramuan tradisional di Dali dengan racun ganas, jika dia benar terlibat dalam kasus ini,maka hukum mati dia di alun -alun Ibukota Kekaisaran Tang Agung agar seluruh rakyat tahu bahwa aku tegas dalam menegakkan hukum di dalam Istana maupun di luar Istana ku untuk rakyat ku",tulis Chen Si Lei yang lalu ia kirimkan melalui pos burung merpati yang kukunya di beri warna ungu muda.
"Baiklah aku sekarang bisa berangkat ke kota Hang",Chen Si Lei menemui Wang Bao Pendekar Angin Sakti yang sudah menyiapkan keledai untuk Chen Si Lei.
"Terimakasih Wang Bao",kata Chen Si Lei ramah pada Wang Bao Pendekar Angin Sakti yang menuntun keledai Chen Si Lei.
Chen Si Lei menjalankan keledai ke arah lain dari hutan muara sungai menuju ke arah pedesaan lain yang dekat dengan pintu masuk ke dalam kota Hang,dan di sana Chen Si Lei menyukai pemandangan alam yang sangat indah dan nyaman sekali sehingga Chen Si Lei ingin sekali menghirup udara segar.
Tetapi ketika Chen Si Lei menoleh ke kiri,Chen Si Lei melihat ada sebuah tangan di atas tanah ber lumpur dan Chen Si Lei segera memerintahkan Shu Luo Pendekar Ular Emas Sakti untuk memeriksa tangan itu dengan cepat dan cermat, Shu Luo segera melaksanakan tugasnya dengan baik.
Shu Luo mengambil tangan kiri milik manusia yang berada di dalam lumpur dan ia memeriksa dengan teliti lalu memekik kaget mengenali tangan siapa yang ada di dalam tanah ber lumpur itu."Paduka ini adalah tangan pendekar kaum bersih yang berjuluk Pendekar Rajah Walet Niu Jiu Feng yang tinggal di kota Hang",
"Ah",
Chen Si Lei terkejut sekali mendapatkan informasi tentang tangan misterius yang mereka temukan di tempat itu.
"Cepat cari dan temukan Pendekar itu berada di sekitar sini,apakah pendekar itu masih hidup atau sudah mati",perintah Chen Si Lei segera kepada Shu Luo.
Shu Luo Pendekar Ular Emas Sakti menelusuri lokasi yang mereka datangi untuk menemukan pemilik tangan yang terputus yang mereka temukan tadi,dan Chen Si Lei juga memerintahkan Xiao Nai berjuluk Pendekar Bintang Putih untuk mencari pendekar kaum bersih itu di sekitar tempat lainnya.
"Paduka coba lihat di sana ada seseorang yang berlumuran darah",kata Teng Bi San Pendekar Pedang Ular Putih memberitahu Chen Si Lei ke arah sungai kering.
"Kita lihat",kata Chen Si Lei berkelebat cepat ke sungai kering dan menolong pria yang terluka parah seluruh tubuh oleh beberapa senjata tajam.
Wang Bao Pendekar Angin Sakti segera membalikkan tubuh pria yang terluka itu agar bisa melihat dengan jelas wajah pria itu dengan baik.
"Ah Kakak !!", teriak Wang Bao terkejut sekali mengenali pria yang terluka parah itu adalah kakaknya sendiri.
"Wang Bao kami di serang oleh pasukan Ratu Han Yi dan keluarga ku habis oleh wanita jahanam itu.Aku minta kau jaga Li Ya untuk ku dan istriku",pesan terakhir dari kakak Wang Bao untuk Wang Bao.
"Kakak !!",jerit Wang Bao mengguncang tubuh kakaknya dengan airmata deras.
"Wang Bao tabahlah",kata Chen Si Lei memegang bahu kanan Wang Bao tabah dan kuatkan hati.
Wang Bao menggangguk kepala untuk menegarkan hatinya,lalu Wang Bao cepat memakamkan kakaknya dengan layak di dekat pohon Kamboja putih.
Teng Bi San Pendekar Pedang Ular Putih mencari keponakan Wang Bao Pendekar Angin Sakti di sekitar mereka,dan Chen Si Lei menemukan seorang gadis kecil di sebuah semak belukar dalam keadaan tubuh memar sehingga Chen Si Lei segera memeriksa tubuh gadis kecil ini.
"Syukurlah aman hanya luka luar saja",kata Chen Si Lei memberikan gadis kecil itu kepada Teng Bi San untuk di obati dengan obat cair yang Chen Si Lei berikan kepada Teng Bi San.
"Kau obati lah anak ini memakai obat cair ku ini.Aku tidak bisa melakukannya ",kata Chen Si Lei halus dan sopan.
"Baik Paduka",jawab Teng Bi San Pendekar Pedang Ular Putih mengagumi Chen Si Lei yang memiliki kesopanan yang sangat tinggi terhadap sesama manusia.
Chen Si Lei mencium aroma anyir di seberang semak belukar dari hutan Kamboja putih dan setelah Chen Si Lei melangkahkan ke hutan tersebut, Chen Si Lei amat sangat terkejut sekali melihat sejumlah jasad tidak lengkap berserakan bagaikan sampah yang tidak ada artinya lagi.
"Setan laknat! ! Keluar kau dan hadapilah aku secara terbuka!! ",hardik Chen Si Lei marah sekali.
Brrrrrrrrrrrrr !!
"Hahahaha hahahaha Bocah sombong akhirnya kau muncul juga di hadapan ku yang sudah menunggu mu sejak awal kau datang ke pegunungan Bu",pria ganas dan ber gigi panjang telah berada di hadapan Chen Si Lei.
"Siapa kau orang gila?!",hardik Chen Si Lei terkejut juga dengan penampilan laki-laki yang tiba di hadapannya.
"Si Gila Tan Kai namanya Paduka!!",teriak Wang Bao sudah berada di dekat Chen Si Lei untuk membantu Chen Si Lei menghadapi musuh lihai sekali ini.
"Wang Bao Pendekar Angin Sakti,apakah kau tak takut untuk kehilangan keluarga mu lagi karena melawan Ratu Han Yi beserta keluarganya juga Dewi Rusa Hitam dan Putri Tujuh Bunga Setan!!", hardik Si Gila Tan Kai dengan tatapan mata sadis.
"Tidak!!Aku sama sekali tidak pernah takut kepada kalian kaum sesat!!",hardik Wang Bao berani
Wang Bao Pendekar Angin Sakti sudah bersiap untuk menghadapi Si Gila Tan Kai yang juga bersiap untuk menghadapi Wang Bao Pendekar Angin Sakti.
Chen Si Lei menunggu kedatangan lima orang sakti kaum sesat yang pura - pura mati dan berada di sekitar jasad para pendekar kaum bersih dari kota Hang yang berserakan di hutan Kamboja putih ini.
"Bangunlah kalian dan hadapilah aku!!",hardik Chen Si Lei menggerakkan sepatu seenaknya dan ...
Brrrrrrrrrrrrr !!
Lima orang sakti kaum sesat sudah berdiri di hadapan Chen Si Lei yang bersikap tenang dan juga garang sekali.
"Lima Setan Tanah!!",teriak Wang Bao Pendekar Angin Sakti mengenal lima orang yang akan di hadapi oleh Chen Si Lei.
__ADS_1
"Masa bodoh siapa mereka,kalau mereka melakukan tindakan yang tidak adanya rasa manusiawi.Aku kirim mereka ke tanah yang sebenarnya!!",hardik Chen Si Lei yang sudah berkilat marah sekali kepada kaum sesat.