
Chen Si Lei mengikuti petunjuk Adipati Han Le untuk keluar dari gunung Guo di ikuti oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao,Chu Man Tian dan Teng Bi San, walikota Liang Min Zu dan para pendekar kaum bersih melewati sebuah hutan yang lebat dengan daun bambu yang sangat rapat berbaris rapi dan lurus.
"Kuburan",kata salah seorang dari Sekte kaum bersih merasa ngeri saat melihat ada banyak kuburan di dalam hutan lebat.
"Apakah akan ada hantu nya di malam hari?",tanya Teng Bi San merapatkan diri pada Chu Man Tian yang memeluk istrinya berjalan dengan tenang.
"Bau anyir",kata Chen Si Lei pelan sekali tetapi mereka semua melompat karena merasa takut sekali kepada hantu.
"Suara apa itu?",tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao merangkul Chen Si Lei yang segera menepis tangan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang segera beranikan diri sebagai seorang prajurit sejati.
"Yaa ,apa itu??",tanya walikota Liang Min Zu menangis ketakutan.
Sehingga para kaum wanita dari Pendekar kaum bersih ikut menangis ketakutan juga sedangkan para kaum pria dari Pendekar kaum bersih segera bersiap untuk berjaga -jaga setiap saat bila ada serangan gelap akan segera di ketahui oleh mereka semua.
Suara yang mereka dengar dan aroma anyir yang di cium oleh Chen Si Lei terkuak di sebuah tempat yang mereka lalui dan di tempat itu banyak sekali orang tewas berserakan di dalam hutan yang di kenal sebagai hutan yang menyesatkan bagi yang belum mengenal tempat itu.
"Ada seorang Rahib sedang bertarung melawan seorang sakti yang sangat hebat di sana",kata Chen Si Lei yang sudah lebih dahulu melihat pertarungan hebat dari yang lainnya.
"Rahib Tien Di yang sedang bertarung melawan Si Setan Hitam",kata Chu Man Tian sesudah melihat dengan jelas dua orang sakti yang sedang bertarung itu.
"Di sini pasti ada Nona Naga Kecil yang sangat terkenal di gunung Guo",kata pria dari salah satu pendekar kaum bersih.
"Juga ada Si Raja Rimba Guo Mi yang sangat kejam",kata Teng Bi San Pendekar Pedang Ular Putih di belakang suaminya.
"Semua jasad ini tentu hasil perbuatan Si Raja Rimba Guo Mi",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah berkelebat cepat ke arah desing dua orang sakti yang sedang bertarung sengit satu sama lain.
Chen Si Lei berkelebat cepat untuk melihat dua orang sakti yang membuat semua orang penasaran untuk melihat sebuah pertarungan yang sangat hebat dan lihai sekali itu,dan Chen Si Lei berhasil menemukan kedua orang sakti itu yang sedang bertarung di atas sungai kecil yang sangat ganas itu.
Seorang gadis amat cantik jelita sekali memakai pakaian putih berkelebat cepat menangkis serangan senjata tajam dari seorang pria gagah perkasa tetapi ganas luar biasa yang sedang di lihat oleh Chen Si Lei di atas pohon buah durian dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao melihat di atas rumah gubuk milik seorang gadis cantik jelita yang duduk santai di pelataran rumah itu.
Sedangkan Chu Man Tian dan Teng Bi San serta para pendekar kaum bersih juga Adipati Han Le dan walikota Liang Min Zu melihat duduk di rumput dekat sebuah pohon besar yang lebat akan buah yang berbeda dengan hutan ini,Adipati Han Le memberi perhatian besar terhadap gadis yang sedang bertarung itu.
"Nona Lung",kata Adipati Han Le memerah malu karena mengeluarkan suara hati yang sedang jatuh cinta kepada seorang gadis.
Begitu juga dengan walikota Liang Min Zu yang sedang memperhatikan seorang pria di bagian dahan pohon di pohon yang berbeda itu.
"Pendekar Naga Gunung Guo",kata walikota Liang Min Zu.
"Guo San Long",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao memberitahu Chen Si Lei yang sudah berkelebat cepat untuk duduk bersama Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
"Gadis di bawah kita adalah Putri dari Ratu Sheng yang di buang oleh Raja Sheng karena dulu menentang pernikahan antara Raja Sheng dengan Ratu Sheng yang sudah di ketahui oleh Putri itu sebagai seorang sesat yang menyusup masuk ke dalam Istana Kerajaan Sheng untuk mendapatkan kekuasaan tertinggi di daerah suku Sheng yang kemudian Ratu itu menghasut Raja untuk membuang putrinya sendiri yang berasal dari Selir Agung kesayangannya sendiri yang akhirnya selir nya itu tewas di bunuh oleh Ratu kejam itu sehingga Raja depresi dan meninggal dunia karena sakit keras",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menceritakan tentang riwayat gadis yang berada di pelataran rumah itu.
"Dari mana kau bisa tahu tentang putri itu?",tanya Chen Si Lei.
"Hamba mengetahui riwayat gadis itu dari Istri kedua Pangeran Muda Le Din Yin yang bercerita tentang riwayatnya kepada kami semua di kediaman Xiao Nai",
"Lalu?",tanya Chen Si Lei penasaran tentang riwayat kakak iparnya yang nomor ke empat itu.
"Nyonya Muda Sheng Li Na adalah anak dari Selir Agung Raja Sheng dan saudari kandung dari Putri Sheng Li Qin yang berada di sini,tetapi Nyonya Muda Sheng Li Na di asuh oleh kakeknya yang pernah kita jumpai di gunung kaki ayam daerah Sichuan beberapa waktu lalu yang berjuluk Dewa Awan Lembah Besar",jawab Wu Sin Hao sambil minum arak kesukaannya dari botol khusus minuman keras nya.
"Lalu?",tanya Chen Si Lei sembari mengamati pertarungan hebat antara seorang gadis sakti menghadapi seorang pria sakti di atas sungai kecil ganas.
"Nyonya Muda Sheng Li Na hidup sangat bahagia bersama keluarga kakeknya sampai suatu hari datanglah surat lamaran dari Tuan Muda Zhe yang sangat ingin sekali menjadikan Nyonya Muda Sheng Li Na sebagai Selir simpanan tuan muda Zhe tetapi keluarga Nyonya Muda Sheng Li Na sudah menolak keras dan tegas kepada pihak keluarga Tuan Muda Zhe karena penolakan tersebut itulah yang menyebabkan keluarga kakek Nyonya Muda Sheng Li Na di basmi habis oleh Ratu Han Yi beserta keluarganya yang marah besar atas penghinaan yang di lakukan oleh keluarga Nyonya Muda Sheng Li Na kepada keponakannya Si tuan muda Zhe itu dan akhirnya Nyonya Muda Sheng Li Na hidup bahagia bersama Pangeran Muda Le Din Yin di Ibukota Kekaisaran Tang Agung",jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao mengakhiri cerita tentang riwayat Sheng Li Na.
"Lalu dari mana Sheng Li Na mengetahui tentang saudarinya?",tanya Chen Si Lei.
"Melalui Ratu Han Yi sendiri yang membuka rahasia tentang keluarga Raja Sheng yang masih ada hubungan dengan Ratu Han Yi,yaitu saudaranya Ratu Han Yi",
"Apakah Sheng Li Na tidak ingin berjumpa dengan saudari nya yang sangat lama sekali tidak pernah di jumpai olehnya?",tanya Chen Si Lei sambil menggerakkan jari nya untuk membunuh seseorang yang menyerang gelap ke arah Putri Sheng Li Qin.
"Tentu saja Nyonya Muda Sheng Li Na sangat ingin sekali berjumpa dengan adik perempuannya tetapi beliau tidak bisa karena harus ikut Pangeran Muda Le Din Yin ke Ibukota Kekaisaran Tang Agung",jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
"Aku akan mempertemukan Sheng Li Na dengan adiknya agar Sheng Li Na bisa hidup lebih bahagia lagi selain hidup bersama Le Din Yin dan Su Mu Yun serta Shiu Chiu dan Putri Zhao Ying di rumah besar mereka di Ibukota Kekaisaran Tang Agung",kata Chen Si Lei berkelebat cepat turun ke bawah dan berjumpa dengan Putri Sheng Li Qin.
Putri Sheng Li Qin sedang bertarung melawan seorang sakti yang meluncur turun ke rumahnya dan menyerangnya dengan senjata tajam yang mengandung hawa sesat sehingga putri ini harus menggunakan ilmu ginkang untuk menghindari serangan maut dari musuhnya.
Wuttttt!!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti membabat habis pria yang menyerang putri Sheng Li Qin.
"Anda siapakah yang sudah menolong ku ?", tanya Putri Sheng Li Qin anggun.
"Pendekar Rajawali Emas Sakti",jawab Chen Si Lei sambil menyambar cepat gadis itu dengan meraih pinggangnya yang mungil untuk menolong gadis itu dari dua orang musuh sakti yang sudah datang untuk menghabisi gadis itu.
"Aghhhhh!!",jerit gadis itu terkejut sekali karena Chen Si Lei memeluknya cepat dan membabat habis kepala dua orang musuhnya.
Chen Si Lei melepaskan gadis dengan cepat untuk menjaga kesopanan dan untuk menghindari tatapan mata gadis yang terpesona dengan ketampanan nya dan kegagahan nya.
"Maafkan aku karena aku sudah bersikap tidak sopan kepada mu",kata Chen Si Lei sopan kepada Putri Sheng Li Qin.
"Ya tak apa,aku mengerti",jawab Putri Sheng Li Qin sopan juga kepada Chen Si Lei yang sudah berkelebat cepat untuk membantu seorang pendekar kaum bersih yang sedang bertarung melawan para musuh kaum sesat.
Pendekar Naga Gunung Guo sedang bertarung melawan para pria sakti dari kaum sesat Cobra Darah yang keluar dari berbagai penjuru di sekitar hutan gunung Guo sedangkan para kaum bersih lainnya juga sudah bertarung menghadapi musuh sakti lainnya.
Wuttttt !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei berkelebat cepat memenggal kepala musuh sakti dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah berkelebat cepat untuk membunuh seorang sakti yang menjadi lawannya di atas genteng rumah Putri Sheng Li Qin.
Gadis Naga Gunung Guo menyambar cepat menggerakkan pedang melawan pria yang berjuluk Raja Rimba Guo Mi di atas sungai kecil yang ganas tetapi ada pria lain yang menyerangnya sehingga gadis itu terdesak hebat oleh ilmu pedang pria ganas itu.
Syuutttttttt !!
Singggg !!
Cranggg !!
Chen Si Lei menggerakkan pedang secara cepat dan hebat menangkis serangan maut dari pria ganas itu sehingga berhasil menolong nyawa gadis naga gunung Guo.
"Kau harus gunakan kaki mu untuk menyerang Raja Rimba Guo Mi",kata Chen Si Lei memberi petunjuk kepada gadis cantik jelita yang segera menggunakan taktik yang di berikan oleh nya untuk gadis itu dapat mengalahkan musuhnya.
Wuttttt !!
Dukk !!
"Serang bahunya dengan pukulan tangan kiri mu",kata Chen Si Lei menggunakan tangan gadis itu untuk memukul Raja Rimba Guo Mi yang terkejut sekali dengan Chen Si Lei membantu gadis naga gunung Guo untuk mengalahkannya.
Wuttttt !!
Plakkkkkk !!
"Serang pelipis nya dengan totokan maut pada jari tengah mu",kata Chen Si Lei yang menggerakkan jari tengah gadis naga gunung Guo yang ia arahkan tepat mengenai pelipis Raja Rimba Guo Mi.
Wuttttt !!
Prakkk !!
Raja Rimba Guo Mi tewas berkeping -keping oleh gadis naga gunung Guo yang di bantu oleh Chen Si Lei yang sudah berkelebat cepat memenggal kepala musuh sakti yang mengurung Pendekar Naga Gunung Guo di tepi sungai kecil ganas itu.
Brrrrrrrrrrrrr!!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat sehingga sejumlah orang musuh sakti tewas dalam keadaan mengerikan oleh Chen Si Lei.
Wuttttt !!
Dessssssss !!
"Gunakan pedang mu ke atas bahu pria itu",kata Chen Si Lei mencontohkan pria itu dalam menghadapi musuhnya yang ganas dan akhirnya Chen Si Lei berhasil membabat musuh sakti yang di hadapi oleh Guo San Lung.
__ADS_1
Crakkkkkk !!
"Miringkan sedikit mata pedang mu maka tewaslah musuh mu itu",kata Chen Si Lei mencontohkan gerakan pedang miring secara cepat dan tepat sehingga pria ganas itu tewas seketika itu juga.
Crakkkkkk !!
"Pendekar Rajawali Emas Sakti terima kasih atas petunjuk mu kepada hamba dan adik hamba",kata Guo San Lung merasa bersyukur sekali karena mendapatkan petunjuk ilmu silat hebat dari Pendekar Rajawali Emas Sakti yang sangat hebat itu.
Guo San Lung menggunakan ilmu silat yang di contohkan oleh Chen Si Lei dalam menghadapi musuh -musuhnya dan Pendekar itu berhasil membunuh habis para musuh sakti sesat secara cepat dan hebat.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!
Chu Man Tian mengerahkan ilmu mukjizat untuk membunuh seorang sakti yang sangat hebat dan ganas sekali.
Wuttttt !!
Dessssssss !!
Teng Bi San menggerakkan pedang secara cepat dan hebat menangkis serangan maut dari seorang wanita cantik jelita yang sangat sadis sekali.
Wuttttt !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!!
Adipati Han Le menghadapi serangan maut dari seorang pihak musuh sakti yang sudah datang untuk menghabisi dirinya dan walikota Liang Min Zu.
Wuttttt !!
Trangggggg !!!
Trangggggg !!
Walikota Liang Min Zu terdesak hebat oleh ilmu mukjizat sakti dari pihak musuh di dalam hutan bambu .
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Salah seorang dari anggota kaum bersih tewas dalam serangan maut dari musuh yang ingin membunuh walikota Liang Min Zu.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei berkelebat cepat memenggal kepala musuh sakti yang menggunakan senjata tajam ber racun ganas.
Singggggg !!
Cranggg !!
Chen Si Lei menggerakkan pedang secara cepat dan hebat menangkis serangan maut dari seorang pria gagah perkasa namun sadis dan ganas sekali terlihat dari tatapan mata tajam penuh hawa sesat.
"Setan laknat ku bunuh kau!!",teriak seorang gadis melayang turun menghadapi pria laknat itu.
"Nie Na!!",jerit gadis naga gunung Guo melihat saudari nya tewas dalam serangan maut dari pria ganas itu.
Jlebbbb !!
Chen Si Lei terbelalak kaget melihat gadis yang sepertinya depresi jiwa berusaha untuk membunuh pria ganas yang sedang di hadapi oleh Chen Si Lei, tetapi pria itu menggunakan pedang menusuk ke perut gadis itu yang langsung tewas saat itu juga.
"Kurang ajar kau membunuh adik ku!!Ku bunuh kau !!", teriak gadis naga gunung Guo menyambar cepat menggerakkan pedang melawan serangan maut dari pria ganas itu dan meninggalkan Putri Sheng Li Qin yang sedang bertarung melawan seorang sakti seorang diri di halaman depan rumah putri itu.
"Hei. ..!!Hati -hati !!",teriak Chen Si Le menggunakan pedang membantu gadis itu menghadapi pria ganas yang sudah menerjang maju ke arah gadis naga gunung Guo secara sadis sekali.
Wuttttt !!!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
"Racun",kata Chen Si Lei melihat wajah gadis yang berada di gendongannya yang berwarna hitam pekat.
Chen Si Lei berkelebat cepat masuk ke dalam rumah Putri Sheng Li Qin untuk dia bisa segera mengobati luka racun pada Nona Naga Gunung Guo sambil Chen Si Lei mendengarkan jalannya peperangan di luar rumah itu,tepat saat itu terdengar suara dari Pendekar Naga Gunung Guo yang berlari masuk ke dalam rumah putri Sheng Li Qin sambil membawa seorang wanita yang dalam keadaan keracunan juga seperti yang di alami oleh Nona Naga Gunung Guo
"Pendekar Rajawali Emas Sakti tolong selamatkan istriku",kata Guo San Lung.
"Baringkan isterimu di tempat tidur yang berada di kamar sebelah.Aku akan coba untuk mengobati istrimu",kata Chen Si Lei.
"Iya",jawab Guo San Lung segera membaringkan istrinya di tempat tidur di dalam kamar sebelah kiri.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah datang untuk membantu Chen Si Lei dengan cepat memberikan botol pil embun Himalaya sakti yang di simpan di dalam saku baju Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
Chen Si Lei memberikan pil embun Himalaya sakti kepada Nona Naga Gunung Guo dengan cara Chen Si Lei memasukkan pil embun Himalaya sakti ke dalam mulut gadis itu yang kemudian di beri hembusan napas melalui mulut Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat bersih untuk pil embun Himalaya sakti cepat larut di dalam tubuh gadis itu yang segera tersadar kembali dan terkejut sekali melihat Chen Si Lei memberikan napas kepadanya.
"Pendekar Rajawali Emas Sakti",panggil gadis itu .
"Syukurlah sekarang kau sudah aman",kata Chen Si Lei ramah dan berjalan ke arah kamar sebelah kiri untuk membantu isteri pendekar naga gunung Guo yang juga sedang keracunan ilmu sesat dari pihak musuh.
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak matahari untuk membersihkan hawa sakti sesat dari dalam tubuh istri Pendekar Naga Gunung Guo,lalu Chen Si Lei segera memberikan pil embun Himalaya sakti untuk wanita yang sedang di obati olehnya bisa cepat sadar dan sembuh kembali.
"Gunakan ilmu pernapasan hawa mukjizat bersih untuk pil embun Himalaya sakti cepat larut menyatu dalam tubuh istri mu",kata Chen Si Lei.
"Baik terimakasih atas petunjuk Paduka kepada hamba",kata Guo San Lung.
Chen Si Lei sudah lenyap dari tempat itu untuk membantu para kaum bersih yang lainnya yang sedang bertarung sengit melawan sejumlah musuh sakti sesat di luar rumah milik Putri Sheng Li Qin.
"Wu Sin Hao kau jaga Nona Naga Gunung Gao", pesan Chen Si Lei kepada Wu Sin Hao sebelum Chen Si Lei keluar dari rumah ini untuk membantu para kaum bersih yang lainnya.
"Nona mulai saat ini kau adalah milik Paduka",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sambil minum arak kesukaannya dari botol khusus minuman keras nya.
"Aku milik Paduka ?Apa maksud mu?",tanya Nona Naga Gunung Guo.
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao melihat gadis yang sedang berbaring di tempat tidur dalam kamar rumah milik Putri Sheng Li Qin dengan tatapan mata memberi tahu tentang cara Chen Si Lei mengobati gadis itu tadi melalui cara pribadi yang hanya bisa dilakukan oleh seorang pria yang sudah menyentuh gadis itu melalui ciuman di bibir Chen Si Lei kepada gadis itu.
"Ahh bibir dan mulut ku sudah di sentuh oleh Paduka",gadis itu menyentuh bibir dan mulutnya sendiri teringat saat ia tersadar kembali dari pingsan akibat racun sesat dari pihak musuh.
"Aku beritahu kamu untuk selalu setia kepada Paduka Kaisar Tang Agung untuk seumur hidup mu,jika kamu melanggar kesetiaan mu kepada Paduka.Aku yang akan menghukum mati mu",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao keras dan tegas.
"Aku Guo Xiao Lung tidak akan pernah melanggar kesetiaan ku kepada Kaisar Tang Agung,jadi kau tenang saja",kata Guo Xiao Lung merapikan selimutnya dan tidur pulas untuk memulihkan kondisi tubuhnya.
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao cepat mengalihkan pandangan matanya dari gadis yang sedang tidur pulas itu dan tidak tergoda kecantikan wajah dan keindahan tubuh yang ada pada diri gadis yang berjuluk Dewi Gunung Guo karena Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sama sekali tidak tertarik kepada gadis yang terlalu cantik jelita sekali.
"Wanita semakin cantik jelita sekali semakin berbahaya besar,aku lebih menyukai gadis sederhana seperti Xue Lian ku yang manis.Ah waktu cepat berlalu dan aku tidak sabar untuk melihat kondisi kesehatan bayiku yang berada di dalam kandungan Xue Lian yang sudah memasuki usia lima bulan dan ku harap anak ku berjenis kelamin laki -laki yang sehat dan tampan seperti ku",gumam Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
Di kamar tidur sebelah kiri, Pendekar Naga Gunung Guo sedang merawat istrinya yang sudah berhasil di sembuhkan oleh Chen Si Lei,dan saat ini istri dari Guo San Lung sedang tidur pulas untuk memulihkan kondisi tubuhnya.
Di luar rumah,Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik untuk hancurkan para musuh sakti yang sudah banyak sekali membunuh kaum bersih.
Wuttttt !!
Dessssssss !!
Chen Si Lei berkelebat cepat memenggal kepala para musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei sudah berada di dekat Putri Sheng Li Qin yang sudah menghabisi dua orang musuhnya dengan ilmu pedang Gunung Guo.
"Paduka",kata Putri Sheng Li Qin bersujud hormat kepada Chen Si Lei yang berada di hadapannya.
"Bangunlah",kata Chen Si Lei halus pada gadis lemah lembut itu.
__ADS_1
"Paduka nama hamba adalah Sheng Li Qin dan hamba memiliki satu keinginan di dalam hidup hamba, yaitu hamba ingin jumpa kakak hamba yang terpisah dari hamba sudah sangat lama sekali",kata Putri Sheng Li Qin mengungkapkan isi dari hatinya usai semua para musuh tewas hancur oleh Chen Si Lei.
"Aku sudah tahu siapa kamu dan siapa kakak mu. Aku pasti akan membantu mu untuk berkumpul kembali dengan kakak mu",kata Chen Si Lei yang berjalan masuk ke dalam rumah.
"Sungguh ??Paduka sudah tahu tentang diri hamba dan kakak hamba?",
"Iya aku sudah tahu bahwa kau adalah adik kandung dari kakak iparku Sheng Li Na",jawab Chen Si Lei menerima banyak sekali pasien dari para kaum persilatan bersih yang terluka parah karena racun ular biru di dalam rumah itu.
"Bagaimana keadaan mu sekarang Pendekar Yin?",tanya Chen Si Lei halus pada Pendekar kaum bersih yang sedang di obati lukanya oleh Chu Man Tian di ruang kamar lain.
"Hamba sudah lebih baik Paduka, terima kasih", jawab Pendekar Yin senang sekali di perhatikan oleh Pendekar Rajawali Emas Sakti.
"Syukurlah",kata Chen Si Lei ramah pada pria paruh baya itu.
Lalu Chen Si Lei menemui seorang pemuda yang tampan yang sedang terluka parah di pundaknya dan sedang di rawat oleh Adipati Han Le di ruang tamu.
"Huang Jin San nama hamba",jawab pemuda remaja itu senang sekali di rawat oleh Adipati Han Le secara langsung.
Chen Si Lei melihat bahwa pemuda itu sudah lebih baik dan akan segera sehat maka Chen Si Lei berjalan ke arah seorang kakek tua di kursi meja bundar dan di rawat oleh walikota Liang Min Zu yang sibuk membalut luka yang sudah di beri obat cair yang sangat ampuh untuk mengobati luka apa pun.
"Obat ku ini terbuat dari bahan alami yang di ciptakan oleh salah satu tabib yang sangat hebat di rumah ku",kata walikota Liang Min Zu membujuk pria tua itu mau di obati lukanya oleh wanita itu.
Chen Si menoleh ke belakang nya untuk segera menolong seorang pemuda tampan di kursi lain.
"Siapa nama mu?",tanya Chen Si Lei memberikan obat luka kepada pemuda yang terluka pada kakinya.
"Nama hamba adalah Fan Gao Yuan",jawab pemuda remaja itu meringis sakit.
"Jangan khawatir aku akan mengurangi rasa sakit mu",kata Chen Si Lei halus.
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak matahari untuk mengobati luka pada kaki kanan pemuda itu untuk mengeluarkan racun ular biru dan setelah dua jam pengobatan yang dilakukan oleh Chen Si Lei terhadap pemuda remaja yang akhirnya dapat di sembuhkan juga.
"Kau sungguh hebat sekali Fan Gao Yuan",puji Chen Si Lei untuk pemuda itu bisa percaya diri lagi.
"Terimakasih banyak Paduka atas pertolongan Anda kepada hamba",Fan Gao Yuan bersujud hormat kepada Chen Si Lei.
"Karena kau adalah seorang anak yang baik.Aku akan menjadikan mu sebagai staf wakil Adipati Han Le",kata Chen Si Lei memberi posisi di dalam pemerintahan kepada pemuda yang bernama Fan Gao Yuan.
"Terimakasih banyak Paduka",jawab pemuda remaja itu senang sekali mendapat posisi sebagai wakil Adipati Han Le di kota Zhao.
"Sama-sama Fan Gao Yuan",kata Chen Si Lei ramah sekali.
Sesudah itu, Chen Si Lei menemui Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao di dalam kamar yang ada Nona Naga Gunung Guo.
Chen Si Lei tersenyum melihat Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao melamun seorang diri di kursi di dekat jendela kamar.
"Kau sedang memikirkan apa, Wu Sin Hao?",tanya Chen Si Lei halus.
"Eh Paduka sudah datang",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao hormat.
"Kau sedang memikirkan apa ?", tanya Chen Si Lei sabar.
"Hamba memikirkan kapan kita bisa kembali ke kota Zhao",jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao melipat kedua tangannya di depan dadanya yang bidang.
"Usai semua para kaum bersih sehat kembali", kata Chen Si Lei duduk di kursi.
"Paduka hamba memiliki rasa penasaran terhadap goa di lembah gunung Guo ini,ada apa di dalam goa itu",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
"Ya aku juga ingin tahu tentang gunung Guo",kata Chen Si Lei memandang sungai dari kejauhan dengan tatapan mata tajam dan penasaran.
Suara langkah sepasang sepatu dari Putri Sheng Li Qin menyadarkan Chen Si Lei dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang segera menoleh ke arah pintu tertutup dan ketukan halus terdengar.
"Hmm kau bukalah pintu untuk Sheng Li Qin bisa masuk ke kamar",kata Chen Si Lei.
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao membuka pintu kamar untuk Sheng Li Qin masuk ke dalam kamar dan gadis itu menemui Chen Si Lei yang meminta gadis itu masuk dan duduk di kursi di seberang nya.Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menghela napas dan menutup pintu kamar usai keluar dari kamar.
Chen Si Lei memandang gadis yang duduk di hadapan nya dengan wajah yang di tundukkan juga tatapan mata tidak berani menatap nya secara langsung sesuai kesopanan dan etika sebagai seorang putri yang terdidik baik dalam moral dan etika.
Chen Si Lei menoleh ke arah Nona Naga Gunung Guo yang sudah bangun tidur dan bersandar pada tiang tempat tidur dan Nona itu memandangi Chen Si Lei di kursi meja bundar dalam kamar tidur itu dan berhadapan dengan Putri Sheng Li Qin yang duduk di kursi dengan wajah tertunduk malu.
"Aku ingin tanya kepada kalian berdua",kata Chen Si Lei menunjuk ke dua gadis itu.
"Silakan Paduka bertanya kepada hamba",kata Putri Sheng Li Qin.
"Iya silakan",jawab Nona Naga Gunung Guo.
"Ada apa di dalam goa di dasar sungai ganas lembah gunung Guo?",tanya Chen Si Lei menatap tajam mereka berdua dengan tajam.
"Harta karun dinasti Sui",jawab Nona Naga
Gunung Guo.
"Pedang Pusaka Dewa Sakti Gunung Guo",jawab Putri Sheng Li Qin.
"Apakah kalian berdua bisa menunjukkan kepada ku isi dalam goa itu kepadaku sekarang?",tanya Chen Si Lei menggunakan jemari nya untuk kedua gadis tidak menolak permintaan darinya,
"Ya hamba bisa",jawab kedua orang gadis itu serentak patuh kepada Chen Si Lei.
"Tunggu apalagi, ayo kita berangkat ke goa bawah gunung ini",kata Chen Si Lei.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Mereka bertiga berdiri di atas tebing gunung Guo untuk bersiap melompat turun ke bawah lembah dasar gunung Guo.
"Paduka...!!",jerit kedua orang gadis itu di ajak terjun bebas oleh Chen Si Lei.
"Aghhhhh! ! Takutttt!!",jerit tangis kedua orang gadis yang di ajak terjun ke dasar gunung Guo.
Byurrr !!
Mereka bertiga berenang di dalam sungai kecil di tengah lembah Gunung Guo dan mereka semakin lama berenang semakin berada di tempat sangat jauh dari dasar sungai kecil yang ganas tetapi sesungguhnya tidak ada apa-apa hanya ada goa kecil.
Mereka berenang masuk ke celah goa itu dan setibanya di dalam goa,terlihatlah ada banyak sekali harta pusaka dinasti Sui yang tersimpan di dalam goa itu dan juga ada sebuah pedang pusaka yang di letakkan pada jasad seorang pria sakti kaum bersih zaman dahulu sekali.
"Aku harus mengambil pedang pusaka itu",kata Chen Si Lei.
Tetapi saat Chen Si Lei akan mengambil pedang pusaka itu,goa tersebut tertutup rapat dengan sendirinya.
Bruak !!
"Kyaaa!!",jerit Putri Sheng Li Qin melompat cepat ke arah dalam goa.
"Aduhhhh, kita telah terkurung dalam goa dalam sungai",kata Nona Naga Gunung Guo.
"Kita bisa datang tentu kita bisa pergi dengan mudah dan aman",kata Chen Si Lei tenang sekali.
Chen Si Lei memilih beberapa harta karun yang menurutnya sangat bermanfaat untuk rakyat nya dan ia juga memilih untuk keluarganya di rumah serta untuk para sahabat dan semua orang yang di sayangi nya.
"Aku lebih suka jepit rambut itu",kata Putri Sheng Li Qin mengambil jepit rambut di atas rak yang banyak sekali perhiasan rambut kaum wanita.
"Aku suka bandul giok ",kata Nona Naga Gunung Guo mengambil bandul giok di sebuah kotak warna emas.
"Aku punya banyak tusuk konde burung Hong giok dan bandul burung Hong giok khusus untuk para wanita ku",kata Chen Si Lei menyambar sebuah kipas kertas yang sangat indah sekali.
"Aku suka sekali kipas ini",kata Chen Si Lei menggunakan kipas secara cepat dan hebat.
Wuttttt !!
Bressssss !!
Angin kipas membuat goa runtuh dan mereka bertiga segera keluar dari goa itu setelah goa terbuka secara ajaib karena Chen Si Lei menggunakan kipas sakti itu yang merupakan senjata terbaik dari Dewa Langit Gunung Guo.
Mereka bertiga berenang ke sebuah daratan yang berbeda dengan arah mereka datang.
"Tempat apa ini?",tanya Chen Si Lei segera berdiri untuk melihat keadaan tempat asing itu.
"Entahlah",jawab Putri Sheng Li Qin seraya mengeringkan rambutnya yang basah kuyup dan gadis itu sudah di tepi sungai.
Nona Naga Gunung Guo sudah berdiri untuk membantu Chen Si Lei mencari jalan keluar dari tempat asing itu.
"Lihat ada goresan pada dinding batu itu",kata Nona Naga Gunung Guo.
"Peta kota Zhao",kata Chen Si Lei mengenali goresan pada dinding tersebut.
"Kita bisa keluar dari tempat ini",kata Nona Naga Gunung Guo melompat -lompat gembira sekali.
"Ini jalan menuju ke arah sungai yang aku masuki bersama Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao",kata Chen Si Lei tersenyum senang sekali bisa menemukan banyak hal di dalam tanah.
__ADS_1
"Berarti tempat ini adalah makam bawah danau barat",kata Putri Sheng Li Qin ikut melihat peta kota Zhao.
"Ayo kita telusuri lorong yang berada di dalam peti mati dari Raja Dinasti Sui atau apa pun itu.Kita harus lihat dan temukan banyak sekali keajaiban dunia ini yang penuh rahasia yang harus kita pecahkan",kata Chen Si Lei yang sudah cepat ke arah peti mati yang berlumut.