
Rombongan Chen Si Lei tiba di sebuah desa di bawah kaki gunung cakar ayam di bagian utara,dan desa ini sungguh sangat indah dan nyaman untuk di kunjungi oleh para pelancong yang ingin melihat keindahan alam dari pedesaan ini,Chen Si Lei dan kawan-kawan nya sangat menyukai keindahan alam.
"Kita bisa beristirahat di dalam kuil kosong yang berada di sana",kata Lin Mo Bai.
"Aku juga sudah ingin meluruskan sepasang kakiku", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang berjalan bersama Chen Si Lei.
"Ada suara orang sedang bertarung di daerah sana",kata Hu Yi Tian berkelebat ke arah yang terlihat adanya pertarungan antara dua orang muda -mudi dengan dua orang berpakaian ala orang utara.
"Mereka berdua adalah murid Sekte Bu San Pai dan musuh mereka adalah orang Sekte Sesat dari Mongolia",kata Hu Sa Tian.
"Sepertinya bukan Sekte Sesat Elang Darah tetapi putra dan putri dari utara",Le Din Yin mengamati mereka yang sedang bertarung itu.
"Mereka putra dan putri dari Ratu XiJiang",kata Yao Mi Li yang berjalan di sisi Le Din Yin dan Sheng Li Na.
"Oh mereka saudara dan saudari dari Selir Agung Nila",kata Chen Si Lei yang kini mengenali dua orang iparnya yang sedang bertarung sengit melawan dua orang murid Bu San Pai.
"Kita harus pisahkan mereka sebelum terjadi sesuatu yang tidak diinginkan",Hu Yi Tian sudah berkelebat cepat.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Plakkkk !!
Dessssssss !!
Hu Yi Tian memisahkan dua pasangan muda yang sedang bertarung sengit dan dua pasangan muda itu terkejut sekali karena melihat Hu Yi Tian di dekat mereka.
"Kau ini siapa yang telah berani memisahkan kami?",tanya seorang pemuda dari Sekte Bu San Pai.
"Aku Hu Yi Tian",jawab Hu Yi Tian menjura hormat kepada mereka ber empat.
"Bukankah kau Pendekar Serigala Salju?",tanya seorang gadis dari Sekte Bu San Pai.
"Iya benar",jawab Hu Yi Tian tersenyum hormat kepada gadis murid Bu San Pai.
"Nona Shi Ke kenapa kau bertarung melawan kedua orang muda ini?",tanya Hu Sa Tian mengenal gadis murid Bu San Pai.
"Pendekar Hu Sa Tian mereka berdua telah mencuri pusaka kami",jawab Nona Shi Ke.
"Kami berdua tidak mencuri pusaka mereka.Kami juga sedang mencari tiga orang musuh kami yang telah membunuh kedua orang tua kami yang menjadi Adipati di wilayah XiJiang sekarang kami tidak memiliki orang tua",kata Putri dari Adipati Xi.
"Adipati Xi sudah meninggal dunia ?", tanya Chen Si Lei terkejut sekali.
"Ya kini di ganti oleh kakak kami dari pihak ibu yaitu Adipati Jiang",jawab pemuda remaja dari Adipati Xi.
"Oh Kakak Jiang Han yang menjadi Adipati baru di wilayah kalian?",tanya Chen Si Lei menatap kedua orang adik iparnya.
"Iya ,eh bukankah Anda adalah Pendekar Rajawali Emas Sakti?",tanya Putri Xi Mi.
"Iya aku Pendekar Rajawali Emas Sakti",jawab Chen Si Lei ramah kepada Putri Xi Mi.
"Pendekar Rajawali Emas Sakti hamba berdua meminta bantuan Anda untuk cari tahu tentang musuh kami dan juga pencuri pusaka mereka dari Bu San Pai",kata Pangeran Xi Bing.
"Tentu saja aku akan bantu kalian",kata Chen Si Lei sudah memberi perintah pada Lin Mo Bai dan Hu Yi Tian untuk selidiki kasus pusaka bu san pai dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Hu Sa Tian selidiki kasus pembunuhan terhadap Adipati Xi.
"Kita berkumpul di kuil kosong yang ada gambar kambing",kata Le Din Yin.
Le Din Yin dan Sheng Li Na sudah berjalan lebih dulu ke kuil kosong dari Chen Si Lei dan Yao Mi Li.
"Yao Mi Li kau cari dan temukan makanan untuk kami",kata Chen Si Lei.
"Ya Pendekar Rajawali Emas Sakti",kata Yao Mi Li segera melaksanakan perintah Chen Si Lei.
Chen Si Lei tidak masuk ke dalam kuil kosong, Chen Si Lei duduk di bawah pohon di depan kuil kosong dan semilir angin sepoi -sepoi membuat Chen Si Lei tertidur pulas di bawah pohon itu.
Tetapi belum lama Chen Si Lei tertidur pulas di bawah pohon rindang tiba-tiba ada beberapa ekor lintah,kalajengking,ular dan Kumbang yang penuh hawa sakti dan mengandung racun hebat berdatangan ke arah kuil kosong dan seekor ular hitam merayap ke arah Chen Si Lei.
Ssssshhhhh !!
Wuttttt !!
Crakkkkkk! !
Chen Si Lei melompat cepat ke atas pohon rindang dan melihat adanya beberapa hewan kecil keluar dari berbagai tempat di sekitar kuil kosong itu.
"Le Din Yin !!Nona Sheng Li Na cepat keluar dari kuil kosong itu !!", teriak Chen Si Lei untuk memberitahukan mereka berdua untuk cepat keluar dari kuil kosong.
Syutttttttttt !!
Bressssss !!
Crakkkkkk !!
Le Din Yin dan Sheng Li Na sudah berkelebat cepat untuk melompat ke atas atap kuil kosong sekaligus membabat habis hewan -hewan ber racun ganas itu.
"Dari mana semua hewan menjijikkan itu berasal ??",tanya Sheng Li Na bergidik.
"Aghhhhhh! ! Tolongggg aku !!",jerit Yao Mi Li dari arah pintu masuk ke kuil kosong itu.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah berkelebat cepat untuk menolong Chen Si Lei lebih dulu daripada Yao Mi Li.
"Paduka ikuti hamba keluar dari tempat ini",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
Wushhh !!
Bressssss !!
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat sehingga sejumlah ekor ular hitam tewas dalam serangan maut dari Chen Si Lei.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!!
Lin Mo Bai dan Hu Yi Tian berkelebat cepat membabat habis beberapa ekor lintah ber racun ganas.
Singggggg !!
Cranggg !!!
Hu Sa Tian melemparkan senjata tajam ke arah pohon yang berada tak jauh dari pohon Chen Si Lei berada dan senjata tajam Hu Sa Tian menangkis senjata tajam yang berupa tombak dari sepasang suami istri yang telah berada di atas pohon di bagian timur kuil kosong.
"Rupanya kalian yang telah mendatangkan hewan -hewan ber racun ganas ini!!",
"Hahahaha ya benar kami adalah sepasang Siluman Bunga Hitam dari Sekte Satu Bunga Hitam !!",hardik sepasang suami istri dari Sekte Sesat Satu Bunga Hitam.
"Kalian berdua harus mati di tangan ku !!", hardik Hu Sa Tian menerjang hebat ke arah sepasang suami istri itu.
Wuttttt !!
Plakkkk !!
Dessssssss !!!
Hu Sa Tian menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti serigala salju yang hebat ke arah sepasang suami istri yang menjadi musuhnya itu.
"Ah Pendekar Serigala Salju Hijau ternyata hebat juga",kata wanita sakti itu.
"Istriku kau hadapilah dia dan aku akan hadapi Pendekar Rajawali Emas Sakti",
"Ah mau menghadapi ku??!!Ayo majulah !!",tantang Chen Si Lei yang sangat hebat terhadap musuhnya.
"Kalian hancurkan hewan -hewannya!!",perintah Chen Si Lei kepada para pengikut setia nya.
"Siap Paduka !!",jawab para pengikutnya serentak.
Brrrrrrrrrrrrr !!
"Le Din Yin bunuh anaknya yang menggunakan kecapi di bagian utara dari kuil!!",
"Ahh kurang ajar dia tahu bahwa Ya Erl yang mengirimkan hewan -hewan kepada mereka",kata wanita Iblis ini terkejut sekali karena Chen Si Lei sudah mengetahui putri mereka yang melakukan penyerangan gelap terhadap Chen Si Lei dan para sahabatnya di kuil kosong.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Le Din Yin dan Sheng Li Na sudah berkelebat cepat ke arah utara kuil kosong dan menghadapi seorang gadis yang memainkan kecapi hawa sesat.
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat menerjang hebat ke arah pria sakti yang mengandung hawa sesat.
Plakkkk !!
Dessssssss !!
Pria itu muntah darah segar oleh ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik Chen Si Lei yang sudah berkelebat cepat untuk membunuh pria dalam waktu singkat.
Crakkkkkk !!
"Suamiku !!", teriak wanita itu terkejut sekali karena suaminya tewas dalam waktu singkat oleh Chen Si Lei.
"Jangan khawatir aku akan kirim kau untuk menemui suami mu di neraka abadi!!",
Wuttttt !!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak wanita itu tewas oleh ilmu mukjizat piramida sakti Chen Si Lei yang sangat hebat dan ganas.
Singggggg !!
Crakkkkkk
Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti nya dan memenggal kepala gadis yang memainkan musik sesat yang berada di dalam kuil ruang lain di kuil kosong.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat sehingga sejumlah orang musuh sakti yang mengurung Yao Mi Li di pintu masuk ke dalam kuil kosong tewas dalam serangan maut dari Chen Si Lei.
"Paduka tolong bantu saya untuk bunuh Ratu Han Yi beserta keluarganya di kota Hang serta selamatkan adik saya Yao Ying ,agh",pesan terakhir dari Yao Mi Li.
"Baik aku akan penuhi permintaan terakhir mu Yao Mi Li",kata Chen Si Lei.
Wushhh !!
Dessssssss !!
"Aghhhhhh! ! ",teriak seorang gadis cantik jelita tewas dalam serangan maut dari Chen Si Lei gunakan ilmu mukjizat piramida sakti.
"Ahh Lin Miao!!",jerit seseorang terkejut sekali melihat saudari nya tewas dalam serangan maut dari Chen Si Lei.
Wushhh !!
Crakkkkkk !!
Orang itu juga tewas dalam keadaan mengerikan oleh Chen Si Lei.
"Ah Anda membunuh orang -orang Sekte Sesat Lima Bunga Hitam",kata Shi Ba dari Sekte Bu San Pai.
"Ya aku harus membunuh mereka semua yang telah berani mengganggu waktu istirahat ku dengan hewan -hewan ber racun ganas",kata Chen Si Lei tegas.
Brrrrrrrrrrrrr !!
"Paduka tugas hamba semua telah selesai!",lapor Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Hu Yi Tian serta Hu Sa Tian dan Lin Mo Bai sudah membawa semua barang Chen Si Lei dan kawan-kawan nya juga kuda putih Chen Si Lei.
"Kuda putih syukurlah kau sehat dan selamat",kata Chen Si Lei menaiki kudanya ke arah utara.
"Hyaaaaa !!", teriak Chen Si Lei memacu kudanya menuju ke arah utara kuil.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Yang lainnya berkelebat cepat mengejar arah kuda Chen Si Lei yang sudah cepat ke arah bukit yang mirip sekali dengan gurun pasir.
"Jangan ke sana !!", teriak seorang gadis manis melompat ke kuda Chen Si Lei.
__ADS_1
"Hei !!", hardik Chen Si Lei menyambar cepat gadis itu yang terjatuh berguling ke tanah pasir.
"Ahh aku menolong mu tapi kau melemparkan ku.Aduhh",gadis itu meringis sakit pada pinggul nya.
"Siapa suruh kau menghalangi ku?!",ucap Chen Si Lei dingin.
"Aku hanya beritahu kamu kalau kamu lewati batas garis putih ini kau akan mati di bunuh oleh benang tajam milik Raja XiJiang",jawab gadis itu menunjukkan ada benang tajam di tempat itu.
"Oh terima kasih ", kata Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang Gunung Ling pada benang itu.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei sudah melompat ke garis putih bersama kudanya dan di ikuti oleh para pengikutnya yang tersenyum kepada gadis cantik jelita yang terbelalak lihat cara Chen Si Lei mengatasi rintangan mengerikan tadi.
Chen Si Lei menghentikan kudanya dan melihat Le Din Yin dan Sheng Li Na telah di kurung oleh sejumlah besar orang dari kerajaan XiJiang dan Raja daerah itu di sisi kanan para pasukannya dan gadis yang memainkan kecapi sesat sudah mati oleh Le Din Yin.
"Apakah kau Pendekar Rajawali Emas Sakti?",tanya Raja XiJiang menatap Chen Si Lei dengan sorotan mata ganas dan liar.
"Ya aku Pendekar Rajawali Emas Sakti",jawab Chen Si Lei menatap tajam Raja itu.
"Pantas saja kau berani memasuki wilayah ku",kata Raja itu mengagumi Chen Si Lei yang berani itu.
"Wilayah mu adalah wilayah ku mulai hari ini",kata Chen Si Lei menyambar cepat hantam hancur Raja XiJiang.
Plakkkk !!
Dessssssss !!
Sekelompok orang XiJiang bersujud hormat kepada Chen Si Lei dengan cepat di berbagai penjuru wilayah itu begitu melihat Raja mereka sudah mati oleh Chen Si Lei.
"Kau membunuh ayahku ?", tanya gadis tadi menangis memeluk jasad ayahnya.
"Apakah kau putri tunggal dari Raja XiJiang yang bernama Xiang Xiang yang di kenal sebagai putri harum?",tanya Chen Si Lei tidak mempedulikan jasad Raja itu.
"Iyaaa aku Putri Xiang Xiang",jawab gadis itu menangis sedih.
"Mulai hari ini kau adalah selir ku",kata Chen Si Lei menyambar gadis itu dan Chen Si Lei segera keluar dari wilayah XiJiang.
"Pasang bendera Kekaisaran Tang Agung di wilayah ini",perintah Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao memerintahkan Hu Sa Tian pasang bendera mereka di wilayah itu.
Mereka berjumpa dengan Chen Si Lei di sebuah rumah kosong di wilayah masuk ke Ning Xia tanpa rasa takut sedikit pun,Chen Si Lei menunggu untuk penguasa di daerah Ning Xia keluar dari persembunyian nya dan Chen Si Lei pasti akan dapat menaklukkannya.
"Siapa di sana yang berada di dalam rumah kosong nomor lima ?", tanya seorang pemuda tampan masuk ke dalam rumah kosong tempat Chen Si Lei dan kawan-kawan nya berkumpul bersama gadis cantik jelita yang menjadi Selir baru Chen Si Lei.
"Aku Pendekar Rajawali Emas Sakti",jawab Chen Si Lei menggunakan jarum sakti nya membunuh orang itu.
Wuttttt !!
Jlebbbb !!
"Aghhhhhh! ! ",jerit kematian korban pertama dari pihak Ning Xia oleh Chen Si Lei.
"Paduka di sana ada Raja dan keluarga Ning Xia",kata Putri Xi Mi di sisi lain Chen Si Lei.
"Putri mereka yang bernama Ning Ming dan Xia Ning kembar",kata Shi Ke di dekat Chen Si Lei.
"Pusaka kami ada di tangan Pangeran Makhota Ning Xia yang memakai tanda di kepalanya",kata Shi Ba di dekat Le Din Yin dan Sheng Li Na.
"Hu Sa Tian kau keluar melalui ruang bawah tanah bagian altar dan bunuh putra mahkota",perintah Chen Si Lei mengatur strategi perang melawan Ning Xia.
"Siap Paduka",jawab Hu Sa Tian berkelebat cepat ke arah ruang bawah tanah.
"Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao kau habisi istana mereka bersama pasukan kita",
"Siap Paduka ", jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah berkelebat cepat untuk melaksanakan tugas dengan baik dan cepat.
"Le Din Yin jaga kandang",kata Chen Si Lei berkelebat cepat ke arah timur rumah.
"Siap Tuan Muda",sahut Le Din Yin memperlihatkan ibu jari tanda baik.
Chen Si Lei menggunakan jarum bening untuk menusuk langsung ke arah pundak penguasa Ning Xia dari belakang kelompok Ning Xia.
Jlebbbb !!
Raja Ning Xia tewas seketika itu juga dan menggemparkan pihaknya yang segera takluk oleh Chen Si Lei yang sudah berkelebat cepat untuk memenggal sejumlah kepala pihak Ning Xia.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!!
Chen Si Lei merampas pusaka daerah Ning Xia dan menemukan kedua gadis dari Putri Ning Xia di dalam rumah yang lain.
"Pilih kalian berdua jadi pelayan atau mati",kata Chen Si Lei dingin.
"Mati",jawab gadis pertama dengan tegas.
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei memenggal kepala gadis pertama dan memandang gadis kedua yang masih belum bisa memutuskan pilihan untuk hidupnya.
"Pelayan",jawab gadis kedua sujud hormat kepada Chen Si Lei.
"Bagus sekali kau pintar",kata Chen Si Lei melemparkan riasan dan pakaian ala budak Han kepada gadis itu.
Brrrrrrrrrrrrr !!
"Kami adalah rakyat Kekaisaran Tang Agung!!",jawab seluruh rakyat di wilayah itu dan bendera Kekaisaran Tang Agung sudah di berkibar di seluruh wilayah itu.
Chen Si Lei sudah lenyap bersama kudanya ke daerah lainnya di sepanjang jalur sungai Yang tse dan berhenti di sebuah desa yang bernama 'Desa Rumput Ungu ',dan Chen Si Lei menunggu para kawan-kawan nya tiba di lokasi itu.
"Xiang Xiang kau sungguh cantik sekali",kata Chen Si Lei merengkuh wajah gadis itu dan menciumnya mesra di dalam rumah kosong di tempat dia menunggu para sahabatnya datang.
"Paduka",kata Xiang Xiang yang sudah takluk kepada Chen Si Lei.
"Xiang Xiang aku ingin memiliki mu sekarang juga",kata Chen Si Lei menggendong gadis itu ke dalam kamar tidur di rumah kosong itu.
Xiang Xiang memejamkan matanya saat Chen Si Lei membuka pakaiannya dan ia mulai merasakan sentuhan setiap kulitnya pada seluruh tubuhnya oleh pria yang menjadi Kaisar Tang Agung ini,Chen Si Lei memuaskan diri pada saat ini bersama selir baru nya sambil menunggu kedatangan para pasukannya ke pintu masuk ke dalam desa rumput ungu.
Pada keesokan harinya Chen Si Lei mendengar beberapa langkah sepatu ke arah rumah kosong itu ,dan terdengarlah suaraa kawan-kawan nya Chen Si Lei sudah tiba di lokasi itu yang menjadi tempat mereka berkumpul bersama Chen Si Lei di pintu masuk ke desa rumput ungu.
Terdengar juga suara murid -murid Sekte Bu San Pai dari ruangan di luar kamar,ia pun segera bangun dan merapikan dirinya seraya menyelimuti tubuh Xiang Xiang dengan jubahnya dan selimut tebal dan hangat yang sudah di siapkan oleh Chen Si Lei melalui Xia Ning pelayan baru untuk nya.
"Jaga selir Xiang Xiang dengan baik",perintah Chen Si Lei kepada Xia Ning yang di tugaskan untuk berjaga di dalam kamarnya.
"Siap Paduka",jawab pelayan Xia Ning patuh kepada Chen Si Lei.
Chen Si Lei segera keluar dari kamar tidur dan melihat semua orangnya sudah di rumah itu dengan lengkap.
"Selamat pagi Paduka !!", sapa semua orangnya memberi hormat kepada Chen Si Lei.
"Paduka kami harus kembali ke Bu San Pai untuk melaporkan bahwa kami sudah di temukan kembali pusaka sekte kami ",kata Shi Ba dan Shi Ke bersujud hormat kepada Chen Si Lei.
"Baiklah kalian berdua boleh kembali ke bu san pai kalian tapi aku ingin berikan surat ku ini kepada ketua kalian, tolong sampaikan dengan tepat", kata Chen Si Lei memberikan surat nya untuk ketua bu san pai.
"Baik akan hamba berdua sampaikan kepada ketua kami",jawab Shi Ba dan Shi Ke patuh kepada Chen Si Lei.
Sesudah kedua orang muda itu pergi, kedua orang muda dari Adipati Xi memohon diri untuk kembali ke rumah mereka di wilayah XiJiang lagi setelah di pimpin oleh Adipati Jiang Han seutuh nya atas perintah Chen Si Lei melalui Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao serahkan maklumat Chen Si Lei kepada Adipati Jiang.
"Baiklah hati -hati di jalan",kata Chen Si Lei kepada Putri Xi Mi dan Pangeran Xi Bing saat melepas kedua orang muda itu pergi kembali ke wilayah XiJiang yang menjadi rumah kedua orang muda itu.
Tak lama kemudian Hu Sa Tian datang ke rumah kosong untuk melaporkan hasil kerjanya yaitu mengatur Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang bertugas di segala penjuru untuk Chen Si Lei dapat memasuki desa tersebut dengan aman.
"Paduka kami semua sudah siap untuk menjaga keamanan dan keselamatan mu saat masuk ke dalam desa rumput ungu",lapor Hu Sa Tian dengan kepalanya di tundukkan hormat kepada Chen Si Lei.
"Baiklah terimakasih atas laporan mu kepada ku",jawab Chen Si Lei melihat Le Din Yin dan Sheng Li Na datang kepadanya.
"Tuan Muda saya sudah mendapat informasi bahwa di desa itu ada tujuh penyair sesat yang berada di dalam desa rumput ungu,jadi kita harus berhati - hati",lapor Le Din Yin dan Sheng Li Na kepada Chen Si Lei.
" Paduka markas cabang sekte sesat Bunga Hitam juga ada di dalam sana",lapor Lin Mo Bai usai meninjau desa rumput ungu secara garis besar kepada Chen Si Lei.
"Paduka persiapan barang dan perlengkapan untuk Paduka dan Selir Xiang Xiang sudah hamba siapkan dengan baik",lapor Hu Yi Tian dari ruang kamar lain.
"Terimakasih banyak atas bantuan kalian kepada ku.Aku siap -siap dulu",Chen Si Lei segera kembali ke kamar tidurnya untuk mandi bersama Xiang Xiang di layani oleh pelayan Xia Ning dengan baik dan patuh.
Lima belas menit kemudian Chen Si Lei dan Xiang Xiang sudah selesai mandi dan berpakaian rapi dan ringkas sesuai perjalanan mereka sebagai Pendekar kaum bersih suku Han di bantu oleh pelayan Xia Ning yang merias Selir Xiang Xiang dan untuk Chen Si Lei di rias oleh Lin Mo Bai yang sudah mahir dalam menata Chen Si Lei sesuai keinginan Chen Si Lei sendiri.
"Pakai kerudung mu mulai sekarang selama perjalanan",perintah Chen Si Lei yang sudah berjalan ke pintu keluar dari kamar.
"Iya Paduka",jawab Xiang Xiang patuh kepada Chen Si Lei.
"Baik ayo kita berangkat",kata Chen Si Lei meraih jemari Xiang Xiang untuk keluar dari kamar dan berkumpul bersama yang lainnya.
"Paduka silakan naik ke atas kuda putih Anda",kata Hu Yi Tian di dekat kudanya.
"Terimakasih Hu Yi Tian",kata Chen Si Lei membantu Xiang Xiang naik ke kudanya dan Chen Si Lei duduk di belakang selir nya.
"Baik kita berangkat",kita Lin Mo Bai menyerukan agar semua orang siap berjalan di sekitar kuda Chen Si Lei.
Chen Si Lei menjalankan kudanya secara perlahan -lahan menuju ke desa rumput ungu di ikuti oleh para pengikutnya yang berada di sekitarnya untuk melindungi keselamatan dan keamanan dirinya dan selir nya yang baru,Chen Si Lei melihat suasana alam desa rumput ungu terlihat sepi dan hening.
"Kenapa aku mencium aroma anyir di desa rumput ungu ini?",tanya Chen Si Lei di kudanya.
"Paduka ,hamba mendapat laporan bahwa di dalam ujung desa ada pembunuhan masal terhadap warga desa rumput ungu yang dilakukan oleh tujuh penyair sesat bersama orang -orang asing dari kerajaan Sri Lanka dan Tajikistan",jawab Hu Sa Tian berjalan di sisi lain kuda Chen Si Lei.
"Kenapa kau biarkan saja mereka membunuh rakyat kita ??Cepat kau hancurkan mereka!!",perintah Chen Si Lei kepada Hu Sa Tian yang sudah berkelebat cepat ke ujung desa sesuai perintah Chen Si Lei.
"Paduka mereka sudah datang ke arah kita",kita Le Din Yin sigap melindungi Chen Si Lei bersama Sheng Li Na di sisi kanan kuda Chen Si Lei.
Ucapan dari Le Din Yin benar karena sejumlah orang berpakaian ala Kerajaan Sri Lanka dan Tajikistan berkelebat cepat melayang ke arah mereka dengan garang sekali.Si Pemabuk Gila Wu Sin,Hu Yi Tian dan Lin Mo Bai sudah mengeluarkan pedang dan golok bersiap untuk bertarung melawan musuh.
"Bunuh mereka semua jangan sampai ada yang hidup!!",perintah Chen Si Lei.
Singggggg!!!
Cranggg !!
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya sudah menghadapi lawan di sekitar kuda Chen Si Lei.
Wuttttt !!
Crakkkkkk!!
Chen Si Lei sudah mengeluarkan pedang mukjizat piramida sakti dan membabat habis kepala gadis sakti yang melayang ke arah kudanya.
"Xia Ning lindungi Selir ku dengan baik",perintah Chen Si Lei kepada pelayan Xia Ning untuk melindungi Selir Xiang Xiang yang berada di atas kudanya.
Chen Si Lei sudah bergerak cepat menggerakkan pedang melawan serangan dua puluh lima orang sakti yang mengeroyok dirinya dengan hebat.
Trangggggg! !
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg! !
Trangggggg! !
Trangggggg !!
__ADS_1
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Cranggg !!
Chen Si Lei menggerakkan pedang secara cepat dan hebat menangkis serangan maut senjata tajam dari pihak musuhnya.
Wuttttt! !
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei berkelebat cepat memenggal kepala musuh sakti secara cepat sekali dan tiga orang musuh sakti tewas oleh Chen Si Lei.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menyambar cepat menggerakkan pedang membabat habis sejumlah orang musuh sakti yang terkejut dengan ilmu sakti Chen Si Lei.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei melompat cepat menggerakkan pedang membabat habis musuh yang tersisa secara cepat dan hebat.
"Pendekar Rajawali Emas Sakti hadapilah aku!!",seorang pria bangsawan gagah perkasa melayang ke arah Chen Si Lei dengan ilmu pedang mukjizat sesat.
Wuttttt !!
Trangggggg !!
Pria bangsawan itu terjungkal ke belakang oleh terjangan pedang mukjizat Chen Si Lei yang sudah berkelebat cepat memotong tubuh pria bangsawan itu.
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat sehingga sejumlah senjata rahasia milik musuh hancur oleh Chen Si Lei.
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh senjata rahasia musuh yang di hancurkan oleh Chen Si Lei bersama para musuhnya sendiri.
"Paduka kami sudah selesaikan tugas kami",lapor Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya.
"Rapikan ",perintah Chen Si Lei yang sudah duduk di atas punggung kudanya dan memacu kudanya menuju ujung desa rumput ungu
Kudanya Chen Si Lei menerjang hebat ke arah sepasang musuh berwajah sadis di atas podium yang sedang melakukan ritual sesat terhadap warga desa rumput ungu.
Brrrrrrrrrrrrr! !
"Aghhhhhh !!", teriak Xiang Xiang di ajak melompat bersama kuda oleh Chen Si Lei yang membabat habis sepasang musuh sadis secara cepat dan hebat.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
"Paduka di sana !!", teriak Xiang Xiang menunjuk ke arah meja altar sesat lainnya.
"Pegangan yang kuat",kata Chen Si Lei kepada selir nya karena dia memacu kuda dengan cepat dan membabat habis musuh itu secara sadis.
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei melemparkan sejumlah senjata tajam musuh untuk menolong warga desa rumput ungu.
Crakkkkkk !!
"Pendekar Rajawali Emas Sakti ku bunuh kau!!",hardik seorang pria melayang dari arah lain ke Chen Si Lei yang sangat cepat melemparkan pedang mukjizat tepat ke dada pria sadis itu.
Jlebbbb !!
"Hu Sa Tian di mana kau?!!",teriak Chen Si Lei.
"Hamba di dalam goa bawah tanah di dalam gubuk depan kuda Paduka",Hu Sa Tian menjawab gunakan khikang.
Brrrrrrrrrrrrr!!
Chen Si Lei mengajak Xiang Xiang bersamanya ke gubuk itu dan melihat lubang di bawa meja altar yang sudah hancur oleh Hu Sa Tian dan para pasukannya yang sudah berhasil menyelamatkan sebagian warga desa rumput ungu yang berada di rumah gubuk lainnya secara cepat dan tepat waktu.
"Kau tunggu di sini",kata Chen Si Lei sebelum masuk ke lubang bawah tanah yang menurun dan terjal secara cepat dan tiba di tempat yang banyaknya orang asing di sekap di bawah tanah ini.
"Paduka mereka orang -orang pengungsi dari kerajaan mereka karena ingin hidup lebih baik di Kekaisaran Tang Agung kita",lapor Hu Sa Tian.
"Katakan kepada ku,kenapa kalian semua bisa berada di Tionggoan?",tanya Chen Si Lei kepada para orang asing itu.
"Salam Sejahtera kepada Paduka Kaisar Tang Agung",sapa seorang gadis remaja berusia tujuh belas tahun berasal dari kerajaan Sri Lanka.
"Ya jawab pertanyaan ku tadi",kata Chen Si Lei tegas kepada gadis asing itu.
"Saya putri selir ke dua belas dari Raja Kerajaan Sri Lanka yang di tawan oleh dua orang pemberontak dari kerajaan kami dan di bawa lari ke Tionggoan untuk bisa di jadikan sebagai budak dari Kerajaan Sesat Bunga Kematian bersama teman -teman saya",jawab gadis itu yang ternyata putri Raja Sri Lanka.
"Kalau kalian semua siapa dan kenapa bisa masuk ke Tionggoan tanpa izin?",
"Hamba semua berasal dari Kerajaan Tajikistan yang ingin mencari kerja yang di tawarkan oleh Pangeran Muda Yosep dari kerajaan kami tetapi kami malah di jual kepada kerajaan sesat Bunga kematian yang di pimpin oleh Raja Syah Tan",jawab sejumlah orang Tajikistan.
"Hu Sa Tian pulangkan mereka semua ke tempat asal mereka dengan aman dan selamat",perintah Chen Si Lei kepada Hu Sa Tian.
"Siap Paduka",jawab Hu Sa Tian segera melaksanakan perintah Chen Si Lei.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Chen Si Lei sudah bersama Xiang Xiang di atas kudanya menuju ke lokasi tempat Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya sudah menunggu Chen Si Lei dan Xiang Xiang datang.
"Cari tahu tentang Pangeran Muda Yosep dan Raja Syah Tan",perintah Chen Si Lei kepada para pengikut nya.
"Siap Paduka",jawab para pengikutnya serentak.
Pada saat Chen Si Lei menunggu kabar dari para pengikutnya di gubuk daerah di bagian utara desa rumput ungu,Chen Si Lei mendengar suara seorang gadis lain di arah bukit rumput ungu.
"Biar aku lihat bukit rumput ungu",kata Le Din Yin berkelebat cepat ke arah bukit rumput ungu.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Sheng Li Na sedang menemani Xiang Xiang di dalam gubuk itu bersama pelayan Xia Ning yang sibuk melayani kedua orang wanita itu.
Chen Si Lei mengambil daun di dekat pintu gubuk dan memainkan daun yang bisa mengeluarkan suara alunan musik yang indah dan tenang,lalu muncullah pria lain yang melayang ke arah Chen Si Lei dengan cepat tetapi Chen Si Lei membuat pria itu menjerit kesakitan dan ketakutan.
"Aghhhhhh !!Tolongggg jangan bunuh aku Pendekar Rajawali Emas Sakti!!",
"Siapa kau sebenarnya?!",hardik Chen Si Lei menatap tajam sekali pria asing yang berada di bawah sepasang sepatu indahnya.
"Hamba pengawal pribadi Pangeran Muda Yosep yang berasal dari pemberontak Kerajaan Tajikistan",jawab pria asing yang berdarah campuran dari Tajikistan dan Tionggoan.
"Hmm Pangeran itu kabur ke Tionggoan dan membuat kekacauan di rumah ku?!",
"Iya ,Aghhhhh!!", teriak pria itu tewas di penggal oleh Chen Si Lei.
"Keluar kau!!",teriak Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik untuk hancurkan Pangeran Muda Yosep yang bersembunyi di balik pohon taman dekat gubuk Chen Si Lei tempati.
Dessssssss !!
Chen Si Lei membunuh Pangeran Muda Yoseep dan memotong kepalanya untuk di kirim ke Raja Tajikistan melalui salah seorang dari anggota Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.
Brrrrrrrrrrrrr !!
"Lapor Paduka kami sudah mengetahui siapa sebenarnya Pangeran Muda Yosep dan ...",lapor Lin Mo Bai terkejut melihat jasad tanpa kepala di depan nya.
"Aku sudah tahu bahwa dia buronan yang kabur ke rumah kita dari seberang",
Brrrrrrrrrrrrr !!
"Lapor Paduka hamba sudah mengetahui bahwa Raja Syah Tan adalah buronan juga yang sedang di buru oleh para pasukan kerajaan Tajikistan dan markas nya di atas bukit rumput ungu dan saat ini sedang kami hancurkan sesuai perintah dari Paduka",lapor Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
"Bagus sekali",kata Chen Si Lei.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Le Din Yin datang bersama seorang gadis asing berasal dari Kerajaan Silla yang di tawan oleh para ahli kaum sesat pimpinan Raja Syah Tan.
"Putri Raja Silla bernama Lee Yuna memberi salam kepada Paduka Kaisar Tang Agung",sapa gadis cantik jelita asal Kerajaan Silla.
"Kenapa kau bisa di tawan oleh Raja Syah Tan?",tanya Chen Si Lei.
"Dulu Raja Syah Tan berkawan baik dengan ayahanda hamba yang menjadi Raja di Kerajaan Silla tetapi ayahanda curiga bahwa orang ini akan melakukan suatu kejahatan terhadap Kerajaan kami lalu terbukti bahwa Raja Syah orang sesat dari kerajaan Tajikistan yang kabur ke kerajaan kami lalu ayahanda memerintahkan para pasukan kerajaan kami untuk membunuhnya tetapi orang itu licik menculik aku sebagai sandera mereka dan di bawa ke Tionggoan melalui jalur laut utara di perbatasan antara Tionggoan dengan Kerajaan Baekje yaitu kerajaan musuh lain dari kerajaan kami",jawab Putri kerajaan Silla itu.
"Baiklah aku mengerti.Aku akan memulangkan mu ke Kerajaan mu dengan aman di kawal oleh para pasukan ku",kata Chen Si Lei memerintahkan tiga orang Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.
"Paduka hamba minta tusuk konde burung Hong giok Anda",kata Putri Lee Yuna.
"Hmm jika kamu pakai tusuk konde burung Hong ku berarti kamu tidak akan bisa pulang ke rumah mu karena kau akan menjadi Selir ku",kata Chen Si Lei beritahu bahwa tusuk konde burung Hong giok di kepala Xiang Xiang adalah tanda selir .
"Hmm baiklah hamba bersedia untuk menjadi seorang selir Paduka",kata gadis itu yang memilih untuk tinggal di Tionggoan untuk menjadi seorang selir Chen Si Lei daripada kembali ke Silla.
"Tulis pernyataan mu untuk aku kirimkan ke ayah mu",perintah Chen Si Lei tegas.
Gadis itu mematuhi perintah Chen Si Lei yaitu menulis pernyataan bahwa dirinya sebagai seorang Selir Kaisar Tang Agung untuk di kirimkan kepada Raja Silla dan Chen Si Lei memberikan stempel resmi Kekaisaran Tang Agung sebagai bukti dari pihak Kekaisaran Tang Agung yang mengambil Putri Lee Yuna sebagai seorang Selir ke dua puluh tujuh dari Kaisar Tang Agung atas keinginan Sang Putri Silla itu sendiri.
"Baiklah aku sematkan tusuk konde burung Hong giok kepada mu",kata Chen Si Lei menyematkan tusuk konde burung Hong giok di sanggul rambut selir baru nya dan memakaikan kerudung ber motif burung Hong sayap emas putih.
"Selamat kepada Paduka Kaisar Tang Agung dan Paduka Selir dua puluh tujuh Lee Yuna",sorak sorai para pengikut setia Chen Si Lei.
Brrrrrrrrrrrrr !!
"Lapor Paduka tugas hamba semua telah selesai",lapor Hu Yi Tian dan Lin Mo Bai beserta Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.
"Kirim kepalanya ke Raja Tajikistan dan pesan bahwa aku adalah sahabat yang baik bagi Raja Tajikistan",perintah Chen Si Lei kepada para wakil dari Kerajaan Tajikistan.
Brrrrrrrrrrrrr !!
"Lapor Paduka ada surat balasan dari Raja Kerajaan Sri Lanka untuk Paduka",
Chen Si Lei menerima surat balasan dari Raja Kerajaan Sri Lanka melalui Hu Sa Tian yang sudah kembali dari misi memulangkan orang -orang Sri Lanka dengan selamat dan sehat.
"Ucapan terima kasih dari Raja Kerajaan Sri Lanka untuk ku dan kami bersahabat mulai hari ini dan selamanya",kata Chen Si Lei menerima hadiah dari Raja Sri Lanka.
"Ah seorang selir untuk ku dan juga pohon buah lengkeng untuk rumah ku",Chen Si Lei melihat seorang gadis yang di persembahkan oleh Raja Kerajaan Sri Lanka kepadanya.
"Siapa nama mu ?", tanya Chen Si Lei kepada Putri nomor sembilan dari Kerajaan Sri Lanka yang bersujud hormat kepada Chen Si Lei.
"Nama hamba adalah Peng Fei",jawab gadis itu dengan cepat dan hormat.
"Kirim mereka ke rumah",perintah Chen Si Lei kepada Hu Sa Tian.
"Siap Paduka",jawab Hu Sa Tian patuh pada Chen Si Lei.
Hu Sa Tian mengawal tiga orang selir baru Chen Si Lei ke Istana Kekaisaran Tang Agung di kawal langsung oleh Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang seorang membawa hadiah pohon lengkeng untuk di tanam di kebun buah Istana Chen Si Lei.
"Baiklah kita berangkat ke tempat lainnya",kata Chen Si Lei melompat ke kudanya menuju ke kota kecil bernama'kota Ayam Jantan'.
Lin Mo Bai, Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Le Din Yin yang menemaninya penuh kesetiaan dan ketulusan hati karena mereka sangat mengagumi kehebatan Chen Si Lei dan juga rasa persahabatan yang kuat di antara mereka sangat hebat dan luar biasa saling menghormati dan menghargai satu sama lain.
__ADS_1