Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti

Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti
Gunung Lao 2.


__ADS_3

Chen Si Lei dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao melakukan perjalanan menuju ke arah lain di wilayah pegunungan Lao untuk mencari dan menemukan sebuah obat yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit langka keluarga Adipati Yi, yaitu obat ginseng warna ungu.


Perjalanan mereka berdua terhalang oleh badai salju yang sangat kuat dan deras sehingga mereka berdua harus berhati - hati dalam perjalanan menuju ke tebing yang sangat tinggi dan dekat dengan kuil Dewi Niwa yang menjadi lokasi ginseng warna ungu itu berada.


Chen Si Lei mencium aroma sesat dari arah yang berlawanan dengan arah dia dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao datang ke puncak tertinggi di gunung Lao juga di daerah terpencil dan terdingin di wilayah pegunungan yang memiliki hawa sakti yang sangat besar dan hebat sekali.


"Hati - hati ada musuh sakti sesat datang ke arah kita",kata Chen Si Lei memberi peringatan kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao untuk waspada terhadap setiap kemungkinan adanya musuh sakti sesat secara tiba-tiba.


Sebagai jawaban atas pertanyaan dari Chen Si Lei duga, datanglah seorang gadis cantik jelita sekali menggunakan ilmu pedang mukjizat sesat menyerang Chen Si Lei secara cepat dan ganas sekali sehingga Chen Si Lei harus cepat menangis serangan maut tersebut dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Trangggggg !!!


Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti menangkis serangan maut dari pedang milik gadis cantik jelita sekali yang menyerangnya itu.


Trangggggg !!


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao berkelebat cepat menangkis pedang milik seorang pria ganas sekali dengan ilmu golok sakti.


Wuttttt !!


Trangggggg !!


Chen Si Lei menggunakan kipas menangkis pedang milik seorang gadis cantik jelita sekali yang menggunakan ilmu pedang sesat luar biasa ganas sekali.


Wuttttt !!


Trangggggg !!


Gadis cantik jelita sekali itu adalah Putri Suku Liao yang menjadi murid Sekte Hoa San Pai yang bernama Putri Lin Lin ,putri ini sedang mencari ginseng warna ungu juga untuk mengobati penyakit langka untuk dirinya sendiri .


Dan kini putri ini tidak sengaja menemukan sebuah pedang yang memiliki hawa sesat berbahaya bagi keselamatan dirinya dan sekarang gadis itu menyerang pria asing yang datang ke puncak gunung Lao, maka ia segera menyerang pria itu dengan ilmu pedang Hoa San Pai.


Trangggggg !!


Chen Si Lei menggerakkan kipas secara cepat dan hebat sekali sehingga gadis itu terdesak hebat oleh ilmu pedang rajawali emas sakti Chen Si Lei.


Trangggggg !!


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok membunuh pria ganas yang merupakan kekasih dari Putri Lin Lin .


Jlebbbb !!


Crakkkkkk !!


"Hei kau membunuh kekasihku !!", teriak gadis itu marah kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


Chen Si Lei menotok gadis itu hingga pingsan dan menghancurkan pedang sesat yang akhirnya mempengaruhi gadis yang sebenarnya adalah seorang gadis yang sangat baik hati sekali dan manis sekali .


Cranggg !!


"Kau jaga gadis itu di rumah gubuk itu.Aku akan ambil ginseng warna ungu itu",


"Baik Paduka hamba laksanakan",jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao patuh pada Chen Si Lei.


Chen Si Lei berkelebat cepat menuju ke arah ginseng warna ungu yang sudah di lihat oleh Chen Si Lei dengan jelas.


Tapi, di saat Chen Si Lei sudah akan memetik ginseng warna ungu itu, ada lima orang musuh sesat menyerang Chen Si Lei dengan ganas sekali sehingga Chen Si Lei harus berkelebat cepat untuk menangkis serangan maut dari lima musuhnya itu.


Wuttttt !!


Plakkkkkk !!


Dessssssss !!


Chen Si Lei berkelebat cepat menghantam hancur perut lima orang musuh sakti itu dengan ilmu badai tornado.


Bressss !!


"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh Chen Si Lei.


Chen Si Lei menyambar cepat ginseng warna ungu itu dan melompat cepat serta berhadapan dengan para musuh sakti sesat yang sudah mengurung Chen Si Lei di tempat itu.


"Pendekar Rajawali Emas Sakti Matilah kau !!", hardik pria sadis yang menyerang Chen Si Lei dengan ganas sekali sehingga Chen Si Lei menggerakkan kipas untuk menangkis serangan maut dari pria ganas itu.


Wuttttt !!


Chen Si Lei menggunakan kipas menotok ubun-ubun pria ganas itu hingga tewas oleh ilmu mukjizat piramida sakti Chen Si Lei.


Tuk !!


Plakkkkkk !!


Chen Si Lei berkelebat cepat memenggal sejumlah orang musuh sakti sesat yang berada di sekitar lokasi ini dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei berkelebat cepat memenggal kepala musuh sakti dengan cepat dan ganas sekali.


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei menggerakkan kipas secara cepat membabat habis sejumlah besar musuh sakti sesat dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei bertarung melawan para musuh sakti sesat dalam cuaca hujan salju yang semakin deras di puncak gunung Lao tanpa bantuan dari siapa pun, karena Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti tidak berada di lokasi ini, maka Chen Si Lei berjuang seorang diri menghadapi lawan -lawannya.


Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat menghantam hancur para musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali.


Wuttttt !!


Dessssssss !!


Chen Si Lei menggerakkan kipas memotong sejumlah orang yang memiliki hawa sesat dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat sehingga sejumlah orang musuh sakti sesat tewas dalam keadaan mengerikan oleh Chen Si Lei.


Wuttttt !!


Dessssssss !!


Chen Si Lei menggerakkan kipas secara cepat membabat habis kepala musuh sakti dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Crakkkkkk !!

__ADS_1


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei berkelebat cepat menangkis serangan senjata tajam para musuh dari berbagai penjuru arah puncak gunung Lao.


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Chen Si Lei menggunakan kipas membabat habis kepala musuh sakti sesat yang menyamar sebagai seorang gadis desa gunung Lao kemarin lalu.


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei berkelebat cepat memenggal sejumlah orang musuh sakti sesat yang sangat hebat dan ganas sekali sehingga Chen Si Lei harus menggunakan ilmu mukjizat pedang Gunung Ling.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!!


"Pendekar Rajawali Emas Sakti lawan mu adalah aku !!!Ketua Sekte gunung Lao !!", hardik pria sadis sambil mengayunkan pedang untuk menghadapi kipas sakti Chen Si Lei.


Trangggggg !!!


"Aku tidak takut menghadapi mu!!",hardik Chen Si Lei dengan cepat dan ganas sekali sehingga pedang milik pria ganas itu hancur oleh ilmu mukjizat piramida sakti Chen Si Lei.


"Kurang ajar! ! ",hardik pria sadis itu menggunakan ilmu mukjizat sesat untuk membunuh Chen Si Lei yang menyambut serangan maut itu dengan ilmu mukjizat Gunung Ling.


Wuttttt !!


Plakkkkkk !!


Dessssssss !!


Chen Si Lei menggerakkan kipas memotong leher pria ganas itu dengan sekali tebasan saja.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei menggerakkan kipas membabat habis sekte sesat gunung Lao yang bergabung dengan Sekte Sesat tiga setan Cobra Hitam.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei menyambar cepat menghantam hancur para musuh sakti sesat yang semakin lama semakin banyak yang datang untuk menghabisi dirinya.


Wuttttt !!


Dessssssss !!


Chen Si Lei menggerakkan kipas secara cepat membabat habis kepala musuh dari berbagai penjuru arah tempat itu.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Chen Si Lei sudah bertarung melawan para pasukan musuh sakti sesat selama beberapa hari di puncak gunung Lao, dan Chen Si Lei menghadapi mereka semua seorang diri di terpa badai salju pun tak pernah membuatnya patah semangat, justru membuatnya semakin semangat untuk terus membasmi para musuhnya.


Sementara itu Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang berada di dalam rumah gubuk di sisi lain di puncak gunung Lao. Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao merasa cemas dan khawatir terhadap Chen Si Lei yang belum juga kembali dari tebing gunung Lao, maka ia tidak bisa menunggu lebih lama lagi.


"Meskipun badai salju belum reda.Aku harus tetap pergi untuk membantu Paduka di tebing gunung Lao bagian utara",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao bersikeras untuk membantu Chen Si Lei dan meninggalkan tawanan nya di dalam rumah itu.


Setibanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao di tempat itu. Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao melihat Chen Si Lei sedang bertarung melawan para musuh sakti sesat dengan luar biasa tangguh meskipun badai salju menerjang hebat tapi Chen Si Lei tetap luar biasa sekali.


"Paduka hamba datang ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao berkelebat cepat ke arah Chen Si Lei dan menghadapi musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali sehingga para musuh terkejut sekali melihat kelihaian ilmu mukjizat golok sakti Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Chen Si Lei menggerakkan kipas secara cepat membabat habis kepala musuh sakti dengan cepat dan ganas sekali.


Crakkkkkk !!


"Wu Sin Hao kau tinggalkan tawanan kita di sana ?", tanya Chen Si Lei.


"Ya Paduka karena hamba mencemaskan anda",jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok membunuh sejumlah orang musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali.


Crakkkkkk !!


"Ya sudah sekarang kita harus membasmi mereka dahulu ", kata Chen Si Lei.


Chen Si Lei menggerakkan kipas secara cepat membabat para musuh sakti sesat dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Crakkkkkk !!


"Iya Paduka",jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok membabat habis sejumlah pria ganas dengan sekali tebasan saja.


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei berkelebat cepat menghantam beberapa orang musuh sakti sesat dan mengakhiri pertempuran tersebut dengan kemenangan mutlak di tangannya.


Wuttttt !!


Bressssss !!


"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh ilmu mukjizat piramida sakti Chen Si Lei.


Sesudah mereka merapikan puncak gunung Lao, mereka kembali ke rumah gubuk dan Chen Si Lei mengamati keadaan tawanan nya dengan tatapan mata tajam dan selidik.


"Siapa kau Nona ?", tanya Chen Si Lei menarik gadis itu agar duduk tegak di atas tempat tidur dalam rumah gubuk itu.


"Aku Putri Lin Lin dari Suku Liao",jawab gadis itu menangis ketakutan .

__ADS_1


"Apa tujuan utama mu datang ke puncak gunung Lao ?", tanya Chen Si Lei.


"Mencari dan menemukan obat ginseng warna ungu untuk mengobati penyakit langka pada diriku sendiri",jawab gadis itu.


Chen Si Lei menyambar tangan gadis itu untuk memeriksa nadi gadis itu dengan cermat dan teliti.


"Apa yang kamu lakukan ?", tanya gadis itu panik melihat Chen Si Lei memeriksa nadi nya.


"Aku ingin tahu tentang penyakit langka mu itu",jawab Chen Si Lei.


Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak matahari untuk membersihkan hawa sesat berbahaya bagi keselamatan tubuh gadis itu yang langsung pingsan karena hawa mukjizat Chen Si Lei menghancurkan hawa sesat dari tubuh gadis itu.


"Lambang shio kelinci yang menjadi penyebab utama keracunan hawa sesat dari gadis ini",kata Chen Si Lei mencium aroma sesat dari arah pintu masuk ke dalam kuil Dewi Niwa.


"Wu Sin Hao kau jaga gadis ini sebentar saja",perintah Chen Si Lei sebelum pergi ke kuil Dewi Niwa.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Chen Si Lei menggunakan kipas membuyarkan racun berbahaya yang berada di sekitar kuil Dewi Niwa.


Wuttttt !!


Bressssss !!


Kekuatan ilmu mukjizat Chen Si Lei membuat sejumlah orang musuh sakti sesat yang berada di dalam kuil Dewi Niwa bermunculan dengan sikap ganas sekali dan membawa senjata tajam berupa tombak panjang berukir ular cobra hitam dan berpakaian ala suku Liao.


"Siapakah kalian semua yang telah berani mengganggu urusan ku?",tanya Chen Si Lei menggerakkan kipas secara lihai sekali menangkis serangan maut dari pihak musuhnya.


Wuttttt!!


"Sekte Sesat Cakar Hitam",jawab sejumlah orang sesat itu.


"Apakah kalian ada hubungan dengan Selir Agung kedua Putri Xiao Yin ?", tanya Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti membabat habis para musuh sakti sesat itu.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


"Kami tidak mengenal beliau ", jawab para musuh sakti sesat sebelum tewas di penggal oleh Chen Si Lei.


"Apakah ada konspirasi yang telah terjadi di kerajaan utara?",tanya Chen Si Lei.


"Tidak ada ", jawab pria tua yang sedang bertarung sengit melawan Chen Si Lei.


"Baik aku percaya kepada Selir Agung kedua Putri Xiao Yin ku sebagai seorang istri yang baik dan benar",kata Chen Si Lei menggerakkan kipas memotong leher pria tua itu.


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti membabat habis para musuh sakti sesat yang berada di dalam kuil Dewi Niwa.


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei dengan cepat mengambil lambang shio kelinci itu,lalu berkelebat ke arah rumah gubuk itu lagi.


Setibanya Chen Si Lei di gubuk, ia segera memeriksa keadaan Putri Lin Lin yang di rawat oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dengan kesabaran dan keuletan.


"Paduka hamba sudah menyelesaikan tugas hamba dengan baik",lapor Wu Sin Hao saat melihat Chen Si Lei sudah kembali ke dalam rumah gubuk itu.


"Baik terimakasih Wu Sin Hao",kata Chen Si Lei ramah sekali kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao seraya masuk ke dalam kamar tidur gadis yang sedang sakit itu.


Putri Lin Lin memandang Chen Si Lei dengan tatapan mata lembut sekali dan dia melayangkan senyuman yang sangat manis sekali kepada Chen Si Lei .


"Hormat hamba kepada Pendekar Rajawali Emas Sakti",sapa gadis itu segera beri salam kepada Chen Si Lei dengan kelembutan.


"Terimakasih",kata Chen Si Lei meraih jemari gadis itu untuk berbaring kembali di tempat tidur.


"Baiklah, apakah ada yang ingin anda tanyakan kepada hamba ?", tanya gadis itu menatap Chen Si Lei yang duduk di tepi tempat tidur.


"Ya aku ingin tahu tentang kerajaan utara",jawab Chen Si Lei meraih wajah gadis itu dengan lembut sekali.


"Ada beberapa sekte sesat yang berada di kerajaan utara yang di pimpin oleh Raja garuda hitam yang tinggal di sebuah pulau kecil yang bernama pulau bunga racun hitam", kata Putri Lin Lin membiarkan Chen Si Lei menciumnya lembut.


"Apakah kau mengenal Selir Agung kedua Putri Xiao Yin ?", tanya Chen Si Lei di sela ciuman pada bibir gadis cantik jelita yang berada di tempat tidur.


"Hamba adalah saudari kembar Selir Agung kedua Putri Xiao Yin",jawab gadis itu mendesah lembut saat Chen Si Lei menggigit lehernya.


"Pantas saja kau begitu cantik jelita sekali",puji Chen Si Lei membuka pakaiannya dan berbaring di atas tubuh gadis yang sudah di buka pakaian olehnya.


"Terimakasih atas pujian Paduka kepada hamba",kata gadis yang mendesah.


Chen Si Lei membelai lembut rambut panjang dan tubuh yang sangat indah sekali itu,dan Chen Si Lei mencium dan menggigit lembut tubuh itu, lalu Chen Si Lei telah memasuki tubuh gadis yang merangkul nya erat.


"Ahhhh!",desah gadis itu ketika Chen Si Lei mengambil kesuciannya dengan halus dan lembut sekali sehingga gadis itu jatuh cinta kepada Chen Si Lei.


"Aku senang sekali bahwa kau adalah seorang gadis yang belum pernah tidur dengan pria lain",kata Chen Si Lei membelai seluruh tubuh gadis yang berada di bawah tubuhnya untuk sekian kali di dalam rumah gubuk itu yang berada di atas puncak gunung Lao.


"Tentu saja hamba adalah seorang gadis baik-baik ,walaupun hamba pernah ada kekasih di dalam hidup hamba sebelum anda",kata Putri Lin Lin di atas dada Chen Si Lei yang menjilat lembut tubuhnya.


"Ya aku sudah tahu bahwa pria yang kemarin itu adalah kekasih mu tetapi mulai dari hari kemarin dan selamanya, kau adalah milik ku seorang.Aku akan bunuh kau dan keluarga mu.Apabila kamu mengkhianati ku?!Kau terlarang bagi para pria manapun karena kau sudah milik ku",perintah Chen Si Lei tegas kepada gadis itu.


"Ya Paduka hamba patuh kepada Paduka",jawab gadis itu manja sekali .


"Hahahaha hahahaha bagus, bagus sekali.Aku sangat senang sekali",kata Chen Si Lei memulai kembali kegiatannya pada Putri Lin Lin yang menjerit kaget sekali.


Pada hari berikutnya Chen Si Lei mengajak Putri Lin Lin keluar dari rumah gubuk itu dan berkumpul bersama Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang sudah mengantar ginseng warna ungu kepada Adipati Yi yang mengundang Chen Si Lei berkunjung ke kota Chou.


"Baiklah aku terima undangan Adipati Yi",kata Chen Si Lei seraya mencium bibir dan mulut Selir Agung pertama Putri Lin Lin dengan mesra sekali sampai gadis itu tersenyum pengertian.


"Paduka kita sudah siap untuk melakukan perjalanan ke luar gunung Lao",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya yang menunggu Chen Si Lei dan Selir Agung pertama Putri Lin Lin di jarak yang sangat jauh .


"Ya kami siap",kata Chen Si Lei seraya menyentuh Selir Agung pertama Putri Lin Lin sebelum menemui Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya.


"Paduka hamba rapikan pakaian dan riasan hamba dahulu",kata Lin Lin lembut.


"Ya pakai kerudung mu",kata Chen Si Lei halus dan memakaikan kerudung kepada Lin Lin.


Setelah itu, Chen Si Lei menggandeng tangan Lin Lin untuk berjalan bersamanya di depan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya yang sudah berada di dekat pintu keluar gunung Lao.


Chen Si Lei dan Lin Lin berjalan bersama dengan bergandengan tangan layaknya pasangan yang sedang melakukan perjalanan wisata bersama dengan perasaan kasih sayang satu sama lainnya.


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya berjalan di belakang mereka berdua dengan jarak yang sangat menghormati mereka berdua sebagai majikan mereka semua.


"Tidak lama lagi ada perayaan musim dingin di dalam kota Chou",kata Chen Si Lei melingkarkan lengannya di pinggang kecil Selir Agung pertama Putri Lin Lin yang berada di sampingnya sambil mencium aroma tubuhnya yang wangi daun mint dan bunga persik.


"Paduka anda sungguh tampan sekali",puji Selir Agung pertama Putri Lin Lin di sisi kanannya.


"Terimakasih sayang",kata Chen Si Lei membalas pujian istrinya.


Pintu masuk ke dalam kota Chou sudah terlihat jelas dari jarak tak jauh lagi dari arah timur pintu keluar dari gunung Lao.

__ADS_1


__ADS_2