
Pada hari ke delapan di dunia Iblis atau sekitar dua bulan di dunia manusia perjalanan Chen Si Lei dan para sahabatnya masih sangat jauh untuk tiba di Kota Jantung yang menjadi pusat wilayah Raja Iblis Surga Ke Enam.
Hari ini Chen Si Lei tiba di wilayah danau,sungai dan laut yang mengering di sebuah Kota yang tak ternama di dalam dunia Iblis tetapi di dunia manusia di kenal sebagai Kota perbatasan antara hidup dan mati.
"Bila dunia medis manusia bilang adalah dunia roh manusia yang sedang koma atau kritis menjelang meninggal dunia",Kata Kasim Liong yang rupanya di dunia manusia ,ia pernah menjadi seorang tabib terkenal di Kekaisaran Liong sebelum ia wafat karena sakit diabetes akut dan meninggalkan seorang istri dan dua orang anaknya yang sangat ia cintai.
"Kasim Liong apakah kau masih rindu dengan istri dan dua orang anakmu di dunia manusia di Kota Liong ?",Tanya Chen Si Lei merasa simpati kepada Kasim nya itu.
"Iya tentu saja ,saya masih sangat merindukan istri dan kedua putra saya yang saya tinggalkan di usia mereka masing balita dan istri saya masih muda sekali",Jawab Kasim Liong dengan suara tersendat-sendat menahan rindu.
"Hmm di kehidupan ke berapakah kau menjadi tabib manusia?",Tanya Chen Si Lei sambil berjalan di sisi kiri Kasim Liong.
"Ke dua ratus kali kehidupan saya dan saya akan berakhir menjadi Kasim di kehidupan ke dua ratus satu",Jawab Kasim Liong menghela napas untuk menghilangkan rasa sepi di dalam jiwanya.
"Hmm berarti istri dan kedua putra mu juga sudah tidak ada di alam manusia dan mungkin saja istri dan kedua putra mu sudah terlahir kembali di dunia yang lain sesuai karma mereka masing -masing",Kata Erlang menatap sebuah daratan yang tak ada ujungnya sama sekali tetapi ada satu orang wanita muda cantik jelita sedang memeluk sesuatu di pangkuannya dan di dekat wanita itu ada dua orang pemuda remaja sibuk bermain -main dengan lima orang gadis yang wujudnya mirip seekor rubah ekor sembilan.
"Ah Liong coba kau lihat di tengah daratan yang berbentuk lubang ",Kata Sun Huai menggunakan toya emas sakti menunjuk ke beberapa orang di tengah daratan itu.
Kasim Liong ikut melihat arah yang di tunjuk oleh Sun Huai dan ia tercengang kaget melihat serta mengenal orang -orang itu sebagai istri dan dua orang putra nya di antara lima orang gadis yang ternyata Siluman Cicak Rawa.
"Ah Yin Chiu,Liong Khi dan Liong Shi mereka ada di dunia Iblis ?",Tanya Kasim Liong tidak percaya kalau istri dan kedua orang putranya terlahir di dunia Iblis.
Wanita dan dua orang pemuda itu merasa ada yang memanggil nama mereka ,maka mereka ikut melihat ke arah Kasim Liong dan para sahabatnya dan wanita itu tersenyum sadis sekali.
__ADS_1
"Liong Hun senang sekali aku bisa berjumpa kamu di dunia ku yang baru.Mari aku perkenalkan pada putri mu yang bernama Liong Mi yang baru saja aku lahirkan di dunia Iblis usai kau meninggal dunia terbunuh oleh ku karena kau mengetahui kedua putra mu adalah hasil perselingkuhanku dengan ayah tiri ku yang kau bunuh karena kau cemburu",Kata Roh wanita yang dulu adalah istri Kasim Liong.
Kasim Liong tiba-tiba terbuka kembali ingatannya oleh ucapan Roh istrinya sendiri dan ia menjadi marah dan tanpa perlu bicara lagi,ia gunakan ilmu roda naga api dari mulutnya dan membakar Roh mantan istrinya sampai menjadi debu.
Brussh!!!
Dua orang pemuda yang menjadi putra Kasim Liong melayang ganas sekali menggunakan ilmu mukjizat Roh tingkat dua untuk membalaskan rasa dendam mereka karena ibu mereka di bunuh oleh Kasim Liong.
Tetapi bayi perempuan yang di letakkan di lubang itu bergerak cepat dan jari -jari kecilnya mencekik kedua Roh kakak tirinya dengan cekikan yang amat kencang sampai dua roh pemuda itu hancur bagai buih.
Crash!!
Bayi perempuan itu berubah menjadi seekor naga kecil yang menggunakan ekor nya menghantam hancur lima roh Siluman Cicak Rawa dengan amat hebat sekali.
Wush!!!
"Ayahh Liong Mi memberi salam kepada ayah ", Naga perempuan kecil itu berubah menjadi gadis remaja yang amat cantik jelita sekali dan ia sudah memberikan sujud kepada Kasim Liong yang tiada henti menangis.
"Putri ku sayang..!!",Suara Kasim Liong bercampur tangis meraih putrinya dan memeluk putrinya itu.
"Ayahhhh aku sudah menunggumu sekian lama di dunia Iblis untuk aku bisa membantu kita bisa kembali ke dunia Dewa kita bersama para sahabat ayah dan Paduka Kaisar Lotus Langit Selatan", Kata Putri Liong Mi menatap Chen Si Lei dan para sahabat ayahnya dengan hormat.
"Iya putriku.Mari kita bersama -sama untuk kita bisa menuntaskan tugas kita agar kita semua bisa terbebas dari segala penderitaan perputaran roda reinkarnasi akibat dosa kita di masa lampau",Kata Kasim Liong kepada putrinya.
__ADS_1
"Baiklah kita teruskan perjalanan kita",Kata Sun Huai yang berjalan dengan lincah bersama Lao Gu yang menggunakan indra penciumannya untuk ia bisa merasakan adanya Siluman di sekitar mereka usai mereka berjalan menuruni lubang untuk tiba di seberang.
Mereka berdua terhenti di daratan dalam lubang yang ada banyak sekali keong,wideng dan kecoak rawa melata di hadapan mereka dan bersatu jadi sekelompok Siluman yang bersiap untuk hadapi mereka berdua.
"Lao Gu selamat datang di wilayah kami di dunia rawa ",Kata salah satu dari Siluman Keong yang di apit oleh Siluman Wideng dan Kecoak rawa yang mengeluarkan sepasang mata berlendir darah.
"Oh aku sama sekali tidak pernah gentar hadapi kalian.Aku tak perlu bantuan teman -temanku untuk menghabisi kalian para Siluman tak tahu diri ",Kata Lao Gu mengangkat tangannya dan ia telah mengeluarkan golok anjing langit untuk bersiap menghadapi para Siluman Rawa itu.
Para Siluman Rawa mengeluarkan berbagai macam senjata mereka untuk menghadapi Lao Gu yang langsung berkelebat cepat menggerakan golok anjing langit menghantam hancur semua senjata para Siluman Rawa.
Wush!!
Crangg!!
Cranggg!!
"Rasakan ini golok anjing langit ",Kata Lao Gu yang menggunakan golok anjing langit yang bergerak sendiri membabat habis para Siluman Rawa yang langsung hancur.
Crakk!!
Crakk!!
Blarr!!
__ADS_1
"Ayo kalian sudah bisa turun ke daratan rawa dengan aman",Kata Sun Huai memanggil para sahabatnya yang berdiri di tepi daratan rawa dan menunggu dengan tenang saat Lao Gu yang hadapi para Siluman Rawa yang akhirnya musnah oleh Lao Gu.
"Yaa terimakasih Lao Gu dan Sun Huai",Jawab para sahabatnya serentak.