
"Air sungai Gangga sangat jernih sekali", kata Chen Si Lei menggunakan cangkir untuk mengambil air sungai Gangga dan meminumnya.
"Bagaimana rasa air sungai Gangga ?",tanya Putri Gangga Dewi duduk anggun di samping Chen Si Lei.
"Sangat manis dan segar sekali", jawab Chen Si Lei mencubit halus dagu Putri itu.
"Aku ingin mencoba minum air sungai Gangga",kata Xiao Chen sudah duduk di pangkuan Chen Si Lei yang memberikan wanita itu minum dari cangkir nya.
"Kalau aku ingin manisan khas daerah kota ini",kata Putri Mutiara Dewi duduk di sisi lain Chen Si Lei.
"Roti khas India kita bisa mencicipi nya",kata Putri Melani lincah lompat -lompat di pesisir sungai Gangga.
"Bulu merak emas hiasan Dewa Khrisna akan membuat mu semakin cemerlang cahaya wajah mu",kata Xiao Zhao melihat kuil Dewa Khrisna yang indah .
"Juga jangan lupa untuk harus selalu waspada setiap saat",kata Liu Ci Xian pada para saudari madu nya.
"Tentu saja kita harus tetap waspada terhadap segala sesuatu di mana pun kita berada ", kata Xue Erl dan Xiao Lin serta Shia Chu Chu dan Zhao Shao Ran ramai bersama Xiao Ling dan Xiao Qing.
Tak lama kemudian Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Si Burung Jangkung Lauw Yi Chen serta Si Mata Satu Yu Erl dan Si Tangan Sakti serta lima orang aneh dari lembah penjahat barat beserta Kasim Ma dan pengawal Bu semua telah datang untuk memberikan informasi kepada Chen Si Lei.
"Lapor Paduka hamba sudah meninjau lokasi yang akan kita datangi secara cermat",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao memberi hormat untuk berikan laporan nya.
"Di bagian utara ada sekelompok orang yang yang mengalami suatu musibah yang sangat aneh ", kata Si Burung Jangkung Lauw Yi Chen beri laporan nya.
"Musibah aneh apa maksud mu?",tanya Chen Si Lei heran dengan laporan dari Si Burung Jangkung Lauw Yi Chen.
"Seluruh tubuh penduduk di wilayah itu penuh bercak -bercak darah pada kulit mereka ", jawab Si Burung Jangkung Lauw Yi Chen dengan cepat.
"Apakah sudah kalian periksa mereka semua menderita penyakit apa? Dan sejak kapan mereka menderita penyakit itu ?", tanya Chen Si Lei sudah berdiri untuk ia cepat melangkah ke arah yang di tunjuk oleh Si Burung Jangkung Lauw Yi Chen.
"Tuan Muda jangan ke sana",cegah Kasim Ma khawatir Pangeran mereka dapat musibah berbahaya bila mengunjungi tempat itu.
"Kasim Ma aku harus lihat dan aku harus tahu mereka sakit apa.Aku harus bantu mereka yang sedang kesusahan",kata Chen Si Lei menepis tangan Kasim Ma dan berkelebat cepat.
__ADS_1
"Ayo kita ikuti Pangeran Muda Si Lei",kata Kasim Ma berlari cepat untukmengikuti arah perginya Pangeran Muda mereka.
Setibanya mereka di tempat para penduduk sekitar sedang mengalami musibah penyakit langka, mereka melihat Chen Si Lei sedang memeriksa setiap orang itu dengan teliti dan penuh kasih sayang terhadap sesama manusia yang membuat mereka semua merasa semakin kagum dengan kebaikan hati dari Pangeran Si Lei mereka.
"Ah mereka menderita penyakit campak yang menular. Kita harus bantu mereka dengan mengobati penyakit mereka sampai mereka sembuh ", kata Chen Si Lei sudah cepat membantu pengobatan untuk para penduduk yang sakit campak.
"Pindahkan yang sudah wafat dan pisahkan juga masih belum banyak bintik merah keluar dari tubuh mereka ", kata Liu Ci Xian pada para saudari madu nya yang ikut membantu untuk mengobati para penduduk setempat.
"Tutup lokasi .Jangan sampai ada yang keluar dan masuk tempat ini untuk sementara waktu ", kata Chen Si Lei memerintahkan para pengikutnya.
"Siap Paduka ", sahut para pengikutnya serentak.
"Tukar pakaian mereka yang lama dengan pakaian baru lalu siapkan air hangat serta buat dapur umum untuk membuat makanan dan minuman sehat untuk mereka semua ", perintah Chen Si Lei lagi.
Chen Si Lei sendiri memberikan sebuah botol obat berisi bubuk putih halus untuk mengobati bintik -bintik merah pada wajah dan tubuh para penduduk setempat yang menderita penyakit campak dan perbuatan Chen Si Lei ini membuat para penduduk itu merasa terharu akan kebaikan hati pemuda asing yang rela bantu mereka semua tanpa pamrih.
Selama dua minggu rombongan Chen Si Lei mengobati penyakit campak yang di derita oleh para penduduk daerah pesisir sungai Gangga di bagian utara sampai semua penduduk sehat kembali barulah rombongan Chen Si Lei melanjutkan perjalanan mereka ke tempat lain.
"Tolongggg! ! Tolongggg kami! !",teriak dua orang berlari ke arah mereka semua di tengah jalan.
"Kalian berdua ini siapa???",tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menghadang dua orang yang ternyata seorang wanita paruh baya dan seorang anak kecil.
"Kami berdua adalah ibu dan anak dari desa utara sungai Gangga",jawab ibu itu gemetar ketakutan.
"Apa yang terjadi di desa mu ?",tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao lagi.
"Ada Tujuh Iblis yang ingin makan putra saya seperti yang mereka lakukan pada setiap anak laki-laki di desa kami ", jawab ibu itu memeluk anaknya dengan erat.
"Jangan khawatir kami semua akan membantu mu serta desa mu sampai tuntas dengan kami membasmi tujuh orang Iblis itu untuk kalian semua ", kata Si Mata Satu Yu Erl geram.
"Benarkah kalian semua bisa basmi tujuh Iblis untuk kami?",tanya anak kecil itu penuh harapan terhadap orang -orang yang anak itu temui di tengah jalan desa nya.
"Iya kami semua bisa ", jawab Chen Si Lei lembut kepada anak kecil itu.
__ADS_1
"Kalau kalian semua bisa basmi tujuh orang Iblis itu untuk kami. Aku akan beri kamu sebuah lampu pelita bunga teratai untuk mu supaya di setiap malam kamu ber petualang selalu terang", kata anak kecil itu tersenyum tulus kepada Chen Si Lei.
"Aku juga akan berikan rambut panjang ku ini sebagai sumbu api untuk pelita mu bisa menyala",kata ibu itu ramah kepada Chen Si Lei.
"Baiklah kita sepakat ", kata Chen Si Lei mengaitkan jari kelingking kiri untuk anak kecil yang ikut mengaitkan jari kelingking nya pada Chen Si Lei.
"Ayo kalian semua serbu dan bawa kepala tujuh orang Iblis itu kepada ku",Chen Si Lei memerintahkan kepada para pengikutnya segera mungkin untuk laksanakan perintah nya.
"Siap Paduka hamba laksanakan ", jawab para pengikutnya serentak berkelebat cepat dan lenyap dari tempat itu.
"Ayo Bibi dan adik kecil ikut aku dan para kakak ini ke tempat aman untuk kalian berdua singgah bersama kami ", kata Chen Si Lei ramah pada ibu dan anak itu.
Chen Si Lei dan dua belas orang selir nya memasuki sebuah kuil kosong yang masih bersih dan dekat dengan lokasi kuil Dewa Khrisna sehingga ibu dan anak kecil itu merasa tenang terlindungi dengan baik dari para orang jahat yang punya hati dan perbuatan seperti Iblis jahanam.
"Ci Xian berikan mereka makanan dan minuman kita agar mereka bisa makan dan minum dengan baik ", kata Chen Si Lei kepada Liu Ci Xian.
"Iya Koko",jawab Liu Ci Xian patuh.
"Xiao Zhao berikan selimut untuk mereka berdua agar mereka terlindungi dari hawa dingin pada malam hari ini ",kata Chen Si Lei kepada Xiao Zhao.
"Iya Koko",jawab Xiao Zhao patuh.
"Kalian bertiga siapkan api unggun segera ", kata Chen Si Lei kepada tiga gadis Xiao.
"Siap koko ", jawab ketiga gadis kembar marga Xiao itu patuh.
"Xiao Lin siapkan jerami untuk semua orang di kuil ini ", kata Chen Si Lei kepada Xiao Lin.
"Siap koko ",jawab Xiao Lin patuh.
"Yang lain bantu aku buat formasi untuk kuil ini aman dari musuh yang mungkin akan datang kepada kita ", kata Chen Si Lei kepada para selir lainnya.
"Siap Koko ", jawab para selir lainnya patuh.
__ADS_1