Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti

Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti
Desa Bunga Matahari.


__ADS_3

Chen Si Lei bersama Hu Yi Tian dan Putri Qiu Chao masuk ke sebuah desa yang bernama desa bunga matahari,karena semua taman di pinggir jalan di seluruh desa ini tumbuh bunga matahari yang sangat indah dan menarik sekali untuk di nikmati dalam perjalanan misi Chen Si Lei berikutnya.


Pemandangan alam yang sangat indah dan nyaman menambah suasana hati di lubuk hati Chen Si Lei semakin ceria dan bahagia.Chen Si Lei selalu tersenyum di dalam perjalanan misi kali ini sungguh menakjubkan sekali bagi Hu Yi Tian dan Putri Qiu Chao yang menjadi teman -teman di dalam perjalanannya.


"Aku jadi ingin tahu bagaimana rasanya jatuh cinta seperti yang di rasakan oleh Paduka saat ini terhadap Paduka Selir Agung Hua Erl",kata Hu Yi Tian tersenyum bahagia bersama Putri Qiu Chao untuk Chen Si Lei.


"Ya kau kan Kasim,jadi kau tak bisa jatuh cinta kepada seorang wanita manapun tapi aku bisa menjelaskan kepada mu bahwa jatuh cinta bisa membuat suasana hati secara ceria seperti yang kita lihat pada Paduka saat ini",jawab Putri Qiu Chao berjalan sambil melihat -lihat taman bunga matahari di sebuah rumah besar yang berada di ujung desa bunga matahari.


Semilir angin berdesir membuat debu dan daun -daun mulai berwarna oranye dan juga ada banyak bunga mulai berjatuhan di jalan -jalan yang mereka lalui ini dan hawa sejuk awal musim gugur pun tiba membuat Chen Si Lei ingin sekali duduk di sebuah rumah makan sederhana yang berada di ujung jalan desa ini.


"Ayo kita masuk ke dalam rumah makan itu untuk kita minum teh hangat sejenak yang membuat kita sedikit lebih bersemangat untuk menghadapi tantangan yang akan kita hadapi di dalam misi kita",kata Chen Si Lei yang sudah berjalan masuk ke dalam rumah makan itu.


"Tuan tolong siapkan teh hangat untuk kami bertiga",kata Hu Yi Tian.


"Ya baik akan saya siapkan, tunggu sebentar ya Tuan",jawab gadis pelayan dari rumah makan itu kepada Hu Yi Tian dan segera memesankan minuman kepada pihak dapur di dalam rumah makan itu.


Putri Qiu Chao duduk di kursi sebelah kiri Chen Si Lei memandang sejumlah orang yang masuk ke dalam rumah makan itu sekaligus mengamati seorang gadis dari dapur datang ke tempat mereka untuk menyiapkan teh hangat kepada mereka di bagian kanan rumah makan itu.


"Silakan di nikmati minuman hangat dari rumah makan kami ,tuan -tuan",kata gadis pelayan dari dapur itu.


"Iya terimakasih",jawab Putri Qiu Chao mewakili Chen Si Lei dan Hu Yi Tian yang sedang membaca buku daftar menu makanan yang akan mereka pesan kepada pihak rumah makan itu.


Sebuah kereta kuda berhenti di depan rumah makan dan seorang pria menaruh pijakan di bawah kereta kuda untuk seorang pria gagah perkasa dan seorang wanita cantik jelita yang membawa seorang anak kecil turun dari kereta kuda dan mereka masuk ke dalam rumah makan itu.


Mereka segera di sambut baik oleh pihak rumah makan yang segera mengantar mereka naik ke lantai dua yaitu rumah penginapan dan masuk ke dalam salah satu dari beberapa ruang kamar tidur yang tersedia di lantai dua rumah makan itu dan tak lama kemudian pelayan itu turun kembali ke lantai bawah untuk menjaga rumah makan yang menjadi tempat usaha mereka.


"Kakak Chi kita harus mencari obat untuk kita bisa menyembuhkan penyakit langka pada anak kita", kata istri dari pria gagah perkasa itu terdengar jelas oleh Chen Si Lei dan kedua orang temannya yang berada di lantai bawah sambil makan siang di rumah makan.


"Ya aku tahu Fu Erl tapi aku sudah mencari begitu banyak tabib hebat untuk obati penyakit langka pada Han Wen anak kita",kata pria gagah perkasa itu terdengar sedih sekali.


"Coba aku tanyakan kepada bibi chiu yang berada di bawah",kata istri pria gagah perkasa itu yang sudah keluar dari kamar dan turun ke lantai bawah lalu menuju ke arah dapur yang berada di bagian belakang rumah makan itu.


"Fu Erl maaf aku tidak bisa membantu mu untuk mengobati penyakit langka pada Han Wen",kata Nyonya pemilik rumah makan itu kepada wanita yang di panggil Fu Erl.


Chen Si Lei sudah mencium aroma sesat dari anak kecil yang sedang sakit keras dari awal keluarga itu masuk ke dalam rumah makan itu, imaka Chen Si Lei ingin tahu tentang penyebab utama dari penyakit langka yang di derita oleh anak kecil yang bernama Han Wen itu melalui pendengaran tajam Chen Si Lei.


"Qiu Sin kemarilah kau",panggil Nyonya pemilik rumah makan kepada pelayan di dalam dapur.


"Ya bibi, ada apa ?", tanya gadis pelayan yang bernama Qiu Sin .


"Aku ingin bertanya kepada mu tentang penyakit langka yang sedang di derita oleh ayah kamu Apakah sama dengan penyakit langka yang di alami oleh Han Wen yang kau lihat di lantai dua tadi?",


"Ya sama persis",jawab gadis pelayan itu.


"Dari mana awal penyakit langka yang di alami oleh ayah mu?",tanya Nyonya Fu Erl.


"Ayahku adalah seorang penebang kayu di atas gunung bunga matahari yang berada di bagian timur dan beberapa hari yang lalu ayah pulang dari sana tiba-tiba merasa sakit pada tubuhnya lalu jatuh pingsan hingga hari ini belum juga sadar sehingga ibuku sangat mencemaskan keadaan ayah ku dan begitu juga dengan aku dan adik-adik ku",jawab gadis pelayan yang menangis sedih untuk ayahnya.


"Ah anak ku juga sama beberapa hari yang lalu bermain di atas gunung bunga matahari dan begitu pulang dari tempat itu tiba-tiba merasa sakit pada tubuhnya lalu koma hingga saat ini belum juga sadar sampai membuat hati ku sedih sekali, apalagi kami sudah membawanya ke berbagai tabib hebat untuk menolong anak ku tetap saja para tabib bilang bahwa anakku tidak bisa di sembuhkan oleh tabib mana pun di dunia ini,tetapi aku tidak pernah putus asa untuk selalu mencari obat yang bisa menyelamatkan anak ku", kata Nyonya Fu Erl menangis untuk anaknya.


Chen Si Lei merasa iba terhadap anak kecil yang bernama Han Wen dan ayah dari pelayan yang bernama Qiu Sin,maka ia segera memerintahkan Hu Yi Tian untuk bayar biaya untuk makanan dan minuman mereka kepada pihak rumah makan itu ,lalu mereka keluar dari rumah makan dan berjalan menuju ke arah gunung bunga matahari bagian timur.


Mereka mendaki gunung yang sangat indah sekali tetapi tercium bau anyir yang sangat tajam telah tercium oleh Chen Si Lei dan kedua orang teman yang berada di belakangnya saat mereka mendaki dan terus mendaki hingga mereka sampai di atas puncak gunung itu dan mereka melihat banyak sekali jasad dari penduduk desa bunga matahari.


Dan Chen Si Lei menemukan bahwa penyebab kematian para penduduk desa itu adalah seorang wanita yang sedang mengeluarkan sebuah batu aroma sesat untuk dijadikan tempat persembahan yang di siram darah para korban wanita itu dan aroma sesat benar-benar sangat hebat sekali.


Chen Si Lei tidak menunggu lama lagi untuk menghancurkan berhala tersebut dan membunuh wanita sesat itu untuk menolong semua warga desa bunga matahari.


Wuttttt !!!


Dessssssss !!


Blaarrrr !!


Chen Si Lei melihat bahwa dari dalam tanah gunung bunga matahari keluarlah beberapa orang musuh sakti yang segera menyerangnya dan dua orang sahabat nya secara cepat dan ganas sekali sehingga mereka dengan cepat menghantam hancur para musuh sakti sesat itu.


Wuttttt !!


Dessssssss !!


Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik dengan kipas sakti yang menerjang hebat menghantam hancur para musuh sakti sesat itu.


Wuttttt !!


Crashhh !!


Hu Yi Tian berkelebat cepat membabat habis kepala musuh sakti dengan cepat dan ganas sekali.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


Putri Qiu Chao menerjang hebat menghantam pukulan maut dari pria ganas yang keluar dari persembunyian nya.


Brrrrrrrrrrrrr !!

__ADS_1


Wuttttt !!


Plakkkkkk !!!


Dessssssss !!


Chen Si Lei menggunakan kipas membunuh sejumlah orang musuh sakti secara cepat dan ganas sekali.


Breettt !!


Seorang gadis amat cantik jelita sekali memakai pakaian serba kuning melayang ke arah Chen Si Lei yang sudah berkelebat cepat memenggal kepala gadis itu dengan kipas sakti nya.


Serttt!!


Tiba-tiba sebuah batu menghantam mereka bertiga yang di gerakkan oleh para pihak musuh yang berpakaian serba kuning dan menggunakan ilmu mukjizat sesat yang sangat hebat dan ganas sekali tetapi mereka bertiga berhasil hantam para musuh sakti sesat dengan cepat dan ganas sekali.


Wuttttt !!!!


Crakkkkkk !!


Dessssssss !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei melompat cepat mengerahkan ilmu mukjizat harpa sakti untuk bunuh seorang pria yang menggunakan senjata alat tulis untuk menyerangnya secara ganas sekali.


Wuttttt !!!!


Dessssssss !!!


Crakkkkkk !!!!!


Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat piramida sakti sehingga banyak orang musuh sakti tewas oleh Chen Si Lei.


Wuttttt !!


Dessssssss !!!


"Tolongggg tolong anakku!!!",jerit tangis wanita desa yang memeluk seorang anak kecil yang sedang sekarat.


Chen Si Lei berkelebat cepat untuk menolong wanita yang sedang menangis dan memeluk anak kecil yang mengalami luka parah akibat racun sesat yang sangat ganas sekali.


"Nyonya jangan khawatir aku pasti akan menolong anak mu",kata Chen Si Lei.


Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak matahari untuk membersihkan hawa sesat dari tubuh anak kecil selama lima jam dari siang hari hingga sore hari menjelang senja barulah anak kecil itu kembali sehat dan sadar kembali sampai wanita desa itu berkali-kali mengucapkan terima kasih kepada Chen Si Lei.


"Sama-sama Nyonya",kata Chen Si Lei ramah pada wanita desa itu.


Setelah itu, Chen Si Lei dan kedua orang temannya mencari tempat untuk mereka beristirahat untuk malam hari itu dan mereka menemukan sebuah gubuk kecil di tengah perkebunan bunga matahari,maka mereka pun beristirahat di tempat itu dan menikmati makan malam yang sederhana berupa roti kering dan air teh segar di dalam gubuk kecil itu.


Pada tengah malam Chen Si Lei mendengar suara orang sedang bertarung sengit melawan sejumlah orang sakti berlambang ular cobra ganas di tengah jalan kecil di tengah perkebunan tersebut, dan Chen Si Lei mengamati bahwa orang yang sedang bertarung itu adalah pria gagah perkasa yang Chen Si Lei lihat di rumah makan tadi siang.


"Han Chi berhenti kau dan serahkan lambang kerbau kepada kami jika kamu ingin anak mu sehat kembali!!",hardik seorang gadis perkasa yang ganas.


"Lan Shing kau pikir aku takut kepada mu.Aku akan membunuh mu dan anggota Sekte mu yang sudah membunuh banyak orang dan juga keluarga ku serta telah melukai anakku !!",hardik pria gagah perkasa yang bernama Han Chi.


"Kalau begitu jangan salahkan kami bila istri mu dan keluarganya mati oleh kami atas dosa mu kepada Sekte kita!!",hardik gadis ganas itu menggunakan pedang untuk menghadapi pria gagah perkasa itu.


"Kurang ajar ku bunuh kau !!", teriak Han Chi menggunakan pedang untuk hadapi serangan maut dari pedang gadis ganas itu.


Wuttttt! !


Trangggggg !!


Trangggggg !!!!


Trangggggg !!!


Chen Si Lei sudah bergerak cepat untuk menolong keluarga pria gagah perkasa itu di rumah makan yang terbakar hangus atas ulah para musuh sakti sesat itu.


"Tolongggg !!",jerit para penghuni rumah makan itu terdengar oleh Chen Si Lei.


"Cepat kalian semua cari dan temukan para penghuni rumah makan ini sampai ketemu dalam keadaan sehat dan selamat",perintah Chen Si Lei kepada Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang berada di tempat itu untuk membantu Chen Si Lei.


"Siap Paduka kami laksanakan !!!",jawab Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.


Brrrrrrrrrrrrr !!!


Chen Si Lei berkelebat cepat menangkis serangan senjata tajam seorang pria keji yang berada di luar rumah makan dan sudah membunuh dua orang pelayan dari rumah makan itu.


Cranggg !!


Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti dengan kipas sakti di tangan kiri secara cepat dan hebat sehingga pria ganas itu tewas .


Crakkkkkk !!!

__ADS_1


Chen Si Lei berkelebat cepat memenggal kepala musuh sakti yang sudah bunuh lima orang warga desa bunga matahari.


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Hu Yi Tian berkelebat cepat membabat habis kepala musuh sakti dengan cepat dan ganas sekali yang sudah membunuh wanita pemilik rumah makan di tengah perkebunan bunga matahari.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!!


Pedang putri Qiu Chao membabat habis kepala musuh sakti yang sangat ganas sekali.


Wuttttt !!!


Crakkkkkk !!!


Putri Qiu Chao melayang cepat untuk menolong istri dari pria yang bernama Han Chi yang sedang akan mengalami penghinaan dari pihak musuh keji yang sudah membunuh anak kecil itu.


Wuttttt !!!


Cranggg !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


"Nyonya tabahlah",kata Putri Qiu Chao merasa iba terhadap wanita muda yang baru saja kehilangan anak kesayangannya di depan matanya.


"Aghhhhhh! ! Han Chi semua adalah kesalahan mu yang dulu menjadi anggota di Sekte Sesat itu sehingga mereka mengejar dan membunuh keluargaku dan putra ku!!!",jerit wanita itu yang menyerang suaminya dengan ganas sekali.


Wuttttt !!


Jlebbbb !!


"Fu Erl ", panggil Han Chi sedih sekali melihat istrinya terbunuh dalam serangan maut oleh pihak musuh.


Trangggggg !!


Trangggggg !!


"Kau berikan lambang shio kerbau kepada kami maka kami tidak akan bunuh kau Han Chi",kata gadis ganas yang berusaha keras untuk mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari pria yang bernama Han Chi sambil menangkis serangan pedang dari Han Chi.


"Aku bunuh kau !!",teriak Han Chi menyerang secara cepat dan sadis gadis ganas yang terdesak hebat oleh ilmu pedang Han Chi dalam keadaan marah besar atas kematian keluarganya oleh mantan sekte nya dahulu sebelum dia jumpa dengan istrinya dan hidup bahagia dalam dunia bersih.


Tetapi kini keluarganya sudah musnah oleh saudari seperguruan nya sendiri dan juga oleh para pasukan suku Sheng yang di pimpin oleh seorang putri dari Ratu Sheng maka muncullah perasaan penuh kebencian dan dendam terhadap Sekte Sesat Cobra Darah dari dalam diri Han Chi .


Han Chi menggunakan pedang sakti mukjizat yang mengandung hawa sesat asal Sekte Sesat Cobra Darah untuk membunuh saudari seperguruan nya itu dengan sadis sekali sampai Chen Si Lei merasa bahwa pria ini akan jauh lebih berbahaya daripada saudari seperguruan nya.


Gerakan pedang Han Chi membuat gerakan pedang di tangan gadis seperguruan nya ter patahkan sehingga pedang Han Chi menyerang gadis itu hingga tertusuk pedang di dadanya hingga menembus tubuhnya,tetapi gadis itu pun membabat habis kepala Han Chi dengan pedang yang mengandung hawa sesat lainnya sehingga mereka pun tewas bersama -sama.


Jlebbbb !!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei berkelebat cepat memenggal kepala musuh sakti yang tersisa secara cepat dan hebat sehingga pria ganas itu tidak bisa memberikan perlawanannya terhadap Chen Si Lei.


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei menggerakkan telapak tangannya untuk mengerahkan ilmu mukjizat harpa sakti untuk menghancurkan dua buah pedang mukjizat sesat tersebut dan mengambil lambang shio kerbau dari dalam saku baju Han Chi.


Wuttttt !!!


Blaarrrr !!


"Paduka kami berdua sudah menyelesaikan tugas kami dengan baik",lapor Hu Yi Tian dan Putri Qiu Chao bersamaan kepada Chen Si Lei.


"Ya terimakasih banyak sekali",kata Chen Si Lei .


Chen Si Lei mengerahkan ilmu mukjizat untuk membersihkan hawa sakti sesat di wilayah perkebunan bunga matahari sekaligus membuyarkan racun sesat yang berada di desa bunga matahari agar para penduduk desa itu tidak lagi mengalami keracunan hawa sesat yang berasal dari lambang shio kerbau.


Wuttttt !!!


Bressssss !!!


Selama dua jam Chen Si Lei membersihkan hawa sakti sesat yang berada di desa bunga matahari sampai benar-benar bersih dan kembali menjadi sebuah desa yang sangat indah dan nyaman untuk seluruh penduduk yang berada di dalam desa maupun para pengunjung yang akan datang ke desa bunga matahari yang sangat luar biasa menakjubkan ini.


"Paduka setelah kita turun dari gunung bunga matahari,kita akan masuk ke desa bunga Champa Merah",kata Hu Yi Tian melihat papan nama desa yang terletak di bawah gunung ini.


"Ya akan banyak sekali kaum sesat cobra darah yang akan menjadi lawan kita di sana",kata Putri Qiu Chao mencium aroma sesat dari desa yang suram itu.


"Aku pasti akan menolong desa bunga Champa Merah dari kerajaan Sekte Sesat Cobra Darah dan juga akan menolong suku Sheng yang tersisa dari Ratu jahat itu di kerajaan Sheng",kata Chen Si Lei sudah bergerak cepat menuju ke pintu masuk ke dalam desa bunga Champa Merah.

__ADS_1


Brrrrrrrrrrrrr !!!


__ADS_2