
Sesuai petunjuk dari rubah salju itu, mereka tiba di gunung Shimen dengan cepat dan mudah. Kini Chen Si Lei dan kawan-kawan nya memandang takjub dengan keindahan alam gunung Shimen yang benar-benar seperti surgawi yang kekal abadi.
"Menakjubkan. ..!!",teriak Chen Si Lei menyukai gunung Shimen dengan sayang.
"Wahhhhhhh aku bisa melihat keindahan dunia. .!!",sorak Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao memeluk rubah salju dengan gemas sekali.
"Surga dunia yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata -kata mutiara seindah apa pun ..!!",seru Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti memandangi awan indah dan air terjun yang bening.
"Ada kakek tua renta duduk di balik air terjun itu ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menunjuk ke arah kakek tua renta yang terlihat duduk di balik air terjun di celah gunung Shimen.
Chen Si Lei memperhatikan Sang kakek tua renta yang sedang duduk bersila di balik air terjun yang bening dengan perasaan tertarik sekali untuk mencoba cara kakek itu berlatih ilmu mukjizat murni dari air terjun gunung Shimen.
"Jika kau ingin mencoba untuk mempelajari ilmu menyerap tenaga sakti air terjun gunung Shimen, kau harus memiliki hati dan pikiran yang tenang bagaikan air ini ",kata kakek itu melalui khikang halus sekali karena hanya Chen Si Lei seorang yang bisa mendengar suara dari kakek itu.
"Locianpwe dari mana kau bisa mengetahui isi dan pikiran ku?",tanya Chen Si Lei bingung.
"Melalui ilmu penenang jiwa, hati dan pikiran maka ucapan dan perbuatan pun bisa tenang ", jawab Kakek tua itu .
"Apakah fungsi dari ilmu mukjizat elemen air untuk kita ?", tanya Chen Si Lei yang juga menggunakan ilmu Khikang dalam hati.
"Menenangkan diri kita sendiri juga bisa merasakan fungsi air bagi kehidupan kita sebagai manusia dan juga bagi semua makhluk hidup di dunia ini ", jawab Kakek tua itu bisa di ketahui oleh Chen Si Lei bahwa kakek itu tersenyum bijaksana pada Chen Si Lei.
"Hmm baiklah aku coba untuk mengikuti cara latihan diri mu",jawab Chen Si Lei yang melompat cepat ke balik air terjun gunung Shimen tetapi kakek itu menarik Chen Si Lei untuk duduk di antara air terjun itu sehingga air terjun menusuk ubun-ubun kepala Chen Si Lei.
"Aku mundur. Kau latihan terus sampai berhasil untuk menaklukkan elemen air jernih seperti kau menaklukkan elemen angin ",kata kakek tua itu yang sudah tiba di tempat Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya berdiri jauh sekali dari tempat kakek itu tadi yang kini di gantikan oleh Chen Si Lei.
"Kalau kami bagaimana, kek?",tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menoleh ke arah kakek tua itu.
"Berlatih ilmu tanpa golok mu dan untuk yang lain berlatih formasi Harimau sejati ", jawab Kakek tua itu memerintahkan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti untuk berlatih sesuai petunjuk dari kakek sakti itu.
"Kakek kau siapakah ?", tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao mengikuti gerakan yang di ajarkan oleh kakek itu.
"Dewa Langit Timur adalah julukan ku dan aku sudah lama sekali menunggu Chen Si Lei datang kepada ku untuk melatih anak itu menjadi seorang yang hebat yang memiliki kemampuan untuk membantu banyak orang ", jawab Kakek tua itu memandang Chen Si Lei yang sedang berlatih di air terjun dengan tatapan mata kagum sekali dengan bakat dan minat serta kecerdasan Chen Si Lei.
Sementara itu rubah salju itu menemani Chen Si Lei berlatih dengan sabar dan juga memberikan bantuan makanan dan minuman untuk Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya karena Chen Si Lei harus berlatih tanpa makan dan minum selama empat belas hari sampai bisa berdiri diam di air terjun yang sangat deras itu.
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan kedua tangannya untuk melakukan gerakan yang sama dengan golok nya bila membabat musuh dan saat ia harus bisa membabat batu karang dengan tangan nya.
Takk !!
Bugh !!
Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti berlatih ilmu gerakan formasi seperti hewan buas di dalam hutan belantara yang menerjang hebat sekali sehingga mangsa hewan itu takut dan takluk kepada hewan yang bernama Harimau.
"Gerakan burung rajawali emas sakti juga di satukan dengan gerakan lompatan dari Harimau ", kata kakek itu memberikan petunjuk ilmu silat sakti untuk Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.
Kakek itu juga mengajarkan Chen Si Lei ilmu pedang air terjun gunung Shimen dan ilmu mukjizat langit timur yang menjadi ilmu mukjizat milik kakek itu sendiri yang menyalurkan semua ilmu mukjizat nya kepada Chen Si Lei yang menerima kebaikan kakek itu dengan belajar yang tekun dan terus menerus berusaha keras untuk menguasai ilmu -ilmu mukjizat yang kakek itu berikan kepadanya.
"Kau harus basmi Sekte Sesat burung hitam, Sekte Ninja Sesat Elang Biru, Sekte Sesat Bunga Mawar Kuning, Sekte Sesat Laut Kuning dan Sekte Sesat Naga Hitam ", kata kakek itu sesudah Chen Si Lei bisa berdiri tegak di atas air terjun dan kini berlatih duduk dan tidur di atas air terjun tanpa basah.
"Di manakah markas besar mereka berada ?", tanya Chen Si Lei yang baru saja keluar dari air sungai di bawah air terjun gunung Shimen dan ia harus naik lagi ke tempat tertinggi di tengah pancuran air terjun yang deras itu.
"Aku hanya bisa memberitahu markas besar Sekte sesat Laut Kuning dan Sekte Sesat Bunga Mawar Kuning yang berada di daerah selama selatan dan mereka berdua adalah sekte sesat musuh dari Pendekar Naga Emas Sakti Selatan Chen Lung Erl ", jawab Kakek tua itu duduk di air terjun tanpa basah.
"Di manakah gunung Hua Kuo gua sui lian berada ?", tanya Chen Si Lei keluar dari air sungai di bawah air terjun gunung Shimen untuk kedua kalinya.
"Di kota besar rumput emas di wilayah timur laut ", jawab Kakek tua itu sabar dalam mengajarkan Chen Si Lei.
"Hmm baiklah aku akan coba kunjungi tempat tinggal kera sakti Sun Wu Kong yang melegenda ",kata Chen Si Lei meluncur keluar dari dasar sungai untuk tiga kali.
"Kau ini payah sekali sudah tiga kali bolak balik keluar masuk sungai",kata kakek itu mengkritik Chen Si Lei yang tersenyum menerima kritik dari kakek itu.
"Ya aku minta maaf karena sudah menyita waktu mu untuk mengajari ku ilmu mukjizat mu",kata Chen Si Lei menjura hormat kepada kakek itu.
"Ya sudah kau fokus pada latihan mu dan jangan pikirkan para musuh mu dahulu, fokus untuk menguasai ilmu elemen air ", kata kakek tua itu melompat cepat dan meninggalkan Chen Si Lei di air terjun itu.
Waktu cepat berlalu, hari demi hari Chen Si Lei berlatih ilmu mukjizat elemen air di air terjun gunung Shimen sampai ia berhasil untuk duduk dan tidur tanpa basah dan jatuh ke air sungai di bawah air terjun itu.Ia akhirnya berhasil melakukan hal itu pada hari ke akhir musim panas ini.
"Dua bulan lebih aku berlatih ilmu mukjizat elemen air ,sekarang aku berlatih ilmu pedang air terjun gunung Shimen dan ilmu mukjizat Dewa Langit Timur Laut sakti sesuai petunjuk dari Almarhum kakek itu ", kata Chen Si Lei bersujud hormat pada makam Kakek itu yang baru dua hari lalu meninggal dunia karena usia tua sekali.
"Paduka hamba sudah menyiapkan sarapan pagi untuk anda",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao membawakan sarapan pagi untuk Chen Si Lei.
"Iya terimakasih, Wu Sin Hao",jawab Chen Si Lei menerima sarapan pagi karya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dengan terimakasih sekali.
"Hamba juga berterima kasih atas kebaikan kakek Xian kepada hamba dengan memberikan petunjuk ilmu silat yang cocok untuk hamba di masa depan ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menuangkan arak di depan pusara makam kakek itu.
"Iyaaa kami juga ", kata Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti membawakan lima butir buah apel untuk persembahan dan doa untuk kakek yang sangat baik hati itu.
"Rubah salju kecil ini sangat setia kepada anda, Paduka ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao mengambil rubah salju itu dari bawah sepasang sepatu nya.
"Aku sudah mengirimkan doa untuk ulang tahun Hua Erl ke enam belas tahun, jika ia masih hidup dan usianya sama dengan usia Yang Yang saat ini ", kata Chen Si Lei memandang air terjun dengan perasaan sangat damai sekali.
" Waktu terus berlalu tak terasa Putri Yang Yang kini sudah remaja dan ia sudah harus mulai di carikan jodoh untuk masa depannya pada dua tahun yang akan datang ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao bermain rubah salju kecil melompat senang di lengannya dan kepalanya.
"Ah masih dua tahun lagi. Ia juga masih belum lulus sekolah Putri ", kata Chen Si Lei berdiri dan melompat kembali ke air terjun untuk berlatih kembali.
" Oh ya Hamba pun sudah mendengar kabar dari Istana Kekaisaran Tang Agung bahwa Ibu Suri Ling sudah menerima surat izin dari Pangeran Muda Yi yang ingin menjadi calon kekasih Putri Yang Yang dan pangeran itu sudah berusaha keras untuk mendapatkan cinta Putri Yang Yang setiap hari dengan mengirimkan aneka macam hadiah dan surat cinta untuk Putri Yang Yang baik di sekolah maupun di luar sekolah ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao jujur sekali menceritakan tentang pangeran muda calon kekasih Yang Yang kepada Chen Si Lei yang merasa kesal karena Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao cerita tentang Pangeran Muda Yi yang sudah di ketahui oleh Chen Si Lei sejak dulu sudah menyukai Yang Yang dan berusaha untuk dekatnya untuk mendapatkan izinnya.
Maka ,Chen Si Lei menyiram Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dengan air sungai yang di bawah air terjun gunung Shimen sampai Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao kaget sekali karena ia sedang menemani rubah salju bermain di rumput tepi sungai kecil itu ,namun saat ia melihat Chen Si Lei kembali ia tidak melihat adanya perubahan pada wajah dan sikap Chen Si Lei.
"Siapa tadi yang menyiram ku dengan air sungai ?", tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao bingung sendiri karena Chen Si Lei fokus latihan dan tidak terlihat menjahili dirinya.
Chen Si Lei menyelam ke dasar air terjun untuk mengambil sebuah batu warna hijau yang mengandung hawa mukjizat sakti untuk membantu menambah ilmu mukjizat murni yang sedang di latih olehnya dan ia teringat pada Li Shao Ning yang akan segera melahirkan pada akhir musim gugur.
"Hadiah untuk merayakan kelahiran kedua bayi ku dari Li Shao Ning ", kata Chen Si Lei keluar dari air terjun dan berlatih kembali dengan ranting pohon sebagai pengganti pedangnya.
Istana Kekaisaran Tang Agung.
Awal musim gugur sudah datang di tandai dengan warna daun pohon mulai ada yang berubah warna merah dari warna hijau dan bunga -bunga di taman juga ada yang layu ,tetapi senyuman manis yang terpancar dari wajah Li Shao Ning adalah wajah seorang wanita yang sedang menanti kelahiran kedua orang anaknya.
"Aku sudah menunggu setiap hari setiap waktu untuk tiba waktu dekat untuk aku bisa bertemu dengan kedua orang bayi yang aku kandung selama sembilan bulan ",kata Li Shao Ning membelai lembut perutnya yang semakin besar dan membuat Li Shao Ning susah bangun, tidur dan sebagainya tetapi ia tetap menjalankannya dengan keikhlasan hati seorang ibu untuk anak -anaknya.
"Aku juga tidak sabar untuk melewati tahap awal kehamilan ku",kata Miya yang sedang bersantai di taman bunga anggrek merah di taman nasional Khusus di dalam Istana harem Kaisar Tang Agung.
"Sabarlah karena inilah kenikmatan dari seorang ibu untuk anaknya dan juga hati ikhlas seorang wanita yang sudah menikah dan menjadi seorang istri",kata Li Shao Ning meraih bunga anggrek merah yang masih lengkap.
"Iya aku menjadi istri dan calon ibu pada usia lima belas tahun tapi aku sangat bahagia sekali ", kata Miya menerima buah anggur hijau dari Putri Yang Yang ikut serta menemani mereka bersantai pada sore hari itu.
"Aku belum pernah menikah dan menjadi istri. Aku tidak pernah tahu bahwa apa yang telah kalian rasakan saat ini ", kata Yang Yang sebenarnya ia merasa ingin sekali menjadi seperti Li Shao Ning dan Miya.
"Tuan Putri anda bisa belajar dari pengalaman kami sebagai kakak ipar mu",kata Xuan Xuan yang sedang menyusui bayinya yang bernama Putri Kedua Xin Yu yang kini berusia sembilan bulan.
"Iya terimakasih para kakak iparku yang baik ", jawab Yang Yang dengan nada ceria sekali.
"Bukankah kau sudah ada pria yang ingin menjadi kekasih mu ?",tanya Mutiara Dewi yang sibuk mengajarkan Pangeran pertama Tang Si Hao cara menangkap kupu -kupu di taman.
"Iya siapa nama pangeran muda yang sudah mengajukan diri kepada Ibu Suri Ling untuk menjadi kekasih mu?",You You ikut menambah ucapan Mutiara Dewi seraya memberikan makanan ringan untuk Pangeran kedua Tang Si Kong.
"Hmm Pangeran Muda Yi Bun yang aku dengar namanya ",kata Xue Erl di dekat Melani yang sedang mengasuh Putri Ketiga Xin Hua Erl yang sudah berusia lima bulan.
Ucapan Xue Erl membuat para kakak iparnya yang lainnya menatap Yang Yang dengan rasa ingin tahu lebih banyak tentang calon kekasihnya Yang Yang ,tapi Yang Yang terlihat tidak suka membicarakan tentang pangeran muda yang ulet sekali untuk mendapatkannya sebagai kekasih atau calon tunangannya.
"Aku belum menjawab permintaannya karena semua surat cinta dan hadiah yang ia berikan kepada ku ,aku sudah membuangnya ", jawab Yang Yang terdengar tak pernah mempedulikan perasaan pangeran muda Yi kepadanya.
"Kenapa di buang ?Apakah kau tidak pernah tertarik pada pangeran itu ?", tanya Putri Yang Mi yang sedang bermain bersama Putri Tang Li Lan dan Putri Tang Hian Cheng.
"Iya aku sama sekali tidak pernah ada rasa tertarik pada Pangeran Muda Yi atau pangeran mana pun juga ", jawab Yang Yang bermain lompat tali bersama Putri Yang Zi dan Putri Yang Ying Ying.
"Ah kau sombong sekali sebagai seorang Putri yang sudah remaja yang berarti lagi kau akan dewasa dan sudah waktunya untuk mu menikah",kata Putri Aurora di bangku taman dekat kolam ikan koi.
"Lihatlah adik madu ku, Miya.Dia lebih muda satu tahun dari mu tetapi ia sudah menikah dan sudah akan segera menjadi seorang ibu pada tahun depan tepat di usia yang sama dengan mu pada tahun ini ,yaitu usia enam belas tahun",Putri Cien Ning menambahkan seraya melirik ke Miya yang tersenyum ramah sekali membalasnya.
"Almarhumah Permaisuri Hua Erl lebih muda lagi yaitu menikah pada usia empat belas tahun dan menjadi seorang ibu muda pada lima belas tahun lebih. Hal itu membuktikan bahwa jodoh itu tidak menentukan usia tetapi kapan waktunya tiba untuk kita bisa menikah dan menjadi istri serta menjadi seorang ibu ", kata Li Shao Ning menaruh tangannya di pangkuan Miya yang menggenggam tangan Li Shao Ning dengan terimakasih.
"Lalu berapa usia mu sekarang, Permaisuri Li Shao Ning ?", tanya Putri Melani di sudut kiri kolam ikan koi usai menyerahkan bayi Xin Hua Erl kepada ibu asuh nya.
"Tujuh belas tahun tepat di akhir musim gugur ini",jawab Li Shao Ning sopan dan hangat kepada Melani.
"Usia ku lebih dewasa darimu karena aku usia dua puluh tahun sudah",kata Putri Melani jujur mengenai usianya saat ini.
"Siapakah di antara kita yang paling besar usianya ?",tanya You You bermain bola bersama Pangeran Pertama Tang Si Hao dan Pangeran Kedua Tang Si Kong di tengah taman itu.
"Permaisuri Chien Ning yang sekarang ini berusia sebaya dengan usia Paduka Kaisar Tang Agung kita, yaitu usia dua puluh tiga tahun karena kami rata -rata usia di bawah satu tahun dengan usia suami kita kecuali Permaisuri Li Shao Ning dan Miya yang berjarak enam dan delapan tahun di bawah usia Paduka ", jawab Para istri lain dari Kaisar Tang Agung.
"Aku tujuh tahun di bawah usia Gege ", gumam Yang Yang dalam hatinya sambil bermain lompat tali bersama Putri Yang Zi dan Putri Tang Hian Cheng di tengah taman nasional ini.
__ADS_1
"Berapa pun usia kita, kita tetap saja di bawah suami kita dalam segala hal.Kita adalah wanitanya yang wajib mengikuti perintahnya serta menjunjung tinggi diri nya sebagai suami, pria, ayah dan Kaisar Tang Agung kita ", kata Li Shao Ning dan Miya bersamaan sehingga mereka berdua saling tersenyum pengertian satu sama lainnya.
"Aku tidak mau di bawah kekuasaan Tang Si Lei. Aku mau di atasnya ", kata Putri Cien Ning dalam hatinya membantah perkataan Li Shao Ning dan Miya yang di setujui oleh para wanita lainnya yang menurutnya adalah para wanita bodoh dan idiot.
Suara para adik perempuan Kaisar Tang Agung mengganggu pikiran dan waktu santai yang sedang di nikmati oleh Chien Ning saat ini untuk mendapatkan ide lain untuk melakukan sesuatu yang menarik di hari ulang tahun dan hari lahirnya ke dua bayi Li Shao Ning pada akhir musim gugur yaitu pada awal bulan kedua belas .
"Juga Gege kami",sahut Tang Hian Cheng yang melompat tali dengan lincah dan akhirnya giliran Yang Yang jaga tali karet bersama Yang Zi dan Putri Tang Li Lan.
"Ah aku bosan sekali bermain lompat tali karet. Bagaimana kalau kita bermain yang lain ?", Putri Tang Li Lan mengusulkan untuk mengganti permainan mereka.
"Kita bermain petak umpet saja",jawab Tang Hian Cheng lincah sekali.
"Iya boleh juga ide mu",kata Tang Li Lan riang gembira.
"Ayo kita lakukan suit dahulu untuk kita adil ", kata Yang Zi dan Yang Yang ramai sekali.
"Ah mereka masih anak -anak sekali, tidak seperti ku yang sudah dewasa",kata Putri Yang Lan tersenyum sendiri memikirkan ciuman pertama yang sudah gadis itu dapatkan dari kekasihnya yaitu Tse Tu.
"Apa yang sedang kau pikirkan saat ini sampai kau tersenyum -senyum sendiri seperti orang gila?",tanya Putri Yang Ying Ying menepuk dahi Yang Lan.
"Sesuatu yang tidak bisa aku beritahukan kepada mu ", jawab Yang Lan tepuk balik dahi Yang Ying Ying, lalu berlari keluar dari taman nasional Khusus untuk para kaum wanita Istana Kekaisaran Tang Agung.
Yang Lan berlari untuk mencari Tse Tu yang sudah di ketahui jadwal kerjanya dan gadis itu sudah tahu bahwa Tse Tu sudah waktunya untuk pulang ke rumahnya di luar Istana Kekaisaran Tang Agung, maka gadis itu menunggu Tse Tu di pintu keluar dari bagian khusus untuk para menteri Kekaisaran Tang Agung.
"Tse Tu ", sapa Putri Yang Lan riang gembira begitu ia melihat Tse Tu berjalan ke arah gadis itu berada.
"Tuan Putri ada apa anda mencari hamba ?", tanya Tse Tu melihat ke sana ke sini untuk memastikan bahwa tidak ada orang yang melihat mereka berdua saat ini.
"Aku menunggu mu ",jawab gadis itu menarik Tse Tu untuk mengajak pria berusia dua puluh delapan tahun ini ke Istana pribadi Yang Lan.
Istana Putri Yang Lan.
Di dalam Istana itu, gadis ini menyiapkan berbagai macam jenis makanan dan minuman untuk makan malam Tse Tu yang duduk rapi mengikutinya tanpa perlu banyak bicara .
"Tse Tu sayang. Ayo silakan kau makan malam karena aku yang membuatkan makan malam ini khusus untuk mu ",kata Yang Lan mengambilkan mangkuk dan sumpit untuk Tse Tu.
"Terimakasih, Tuan Putri ", jawab Tse Tu patuh kepada Yang Lan yang cemberut dan menegur nya.
"Sudah aku katakan kepada mu untuk jangan pernah memanggil ku tuan putri lagi karena aku sekarang adalah kekasih mu ",kata Yang Lan membelai lembut wajah Tse Tu.
"Ya tetapi aku harus tetap menjaga kesopanan dan batasan antara kita karena aku belum bicara kepada Paduka Kaisar Tang Agung mengenai hubungan kita ", jawab Tse Tu merengkuh wajah Yang Lan yang sudah sangat dekat sekali.
"Aku tahu kau tenang saja kita akan menunggu sampai Gege ku pulang dari misi nya dan saat itu kita harus memberitahukannya bahwa kita berdua saling cinta dan kita bisa menikah dengan cepat dan tidak perlu menunggu aku usia delapan belas tahun ",kata Yang Lan mencium bibir Tse Tu yang membalasnya.
"Ya kau pintar sekali. Sekarang kita makan malam karena nanti makanannya bisa dingin dan tidak enak untuk di makan ", kata Tse Tu melepaskan ciuman nya.
Mereka berdua tidak pernah tahu bahwa makanan dan minuman mereka berdua telah di beri obat perangsang, maka setelah mereka berdua makan malam .Tse Tu dan Yang Lan tidak sadar bahwa mereka berdua telah melakukan hubungan intim pada malam hari itu.
Pada pagi harinya ,Tse Tu terbangun dalam tidurnya dengan kaget sekali karena ia melihat Yang Lan menangis di sudut kiri kamar tidurnya.
"Apa yang sudah terjadi di antara kita berdua semalam ?", tanya Tse Tu kaget.
"Kau jahat sekali, Tse Tu. Kau sudah merenggut kesucian ku ",jawab gadis remaja itu menangis sedih sekali karena kehilangan sesuatu yang sangat penting dalam hidupnya.
"Aku juga tidak tahu, Tuan Putri. Maafkan hamba ", kata Tse Tu bersujud hormat kepada Yang Lan yang menampar nya.
"Pergi kau dari sini..Aku membenci mu",kata Yang Lan mengusir Tse Tu dengan marah.
"Ya hamba akan segera pergi. Jangan khawatir hamba akan bertanggung jawab bila terjadi sesuatu kepada anda pada kemudian hari setelah kejadian kemarin malam ", jawab Tse Tu memaki dirinya sendiri karena ia sungguh bodoh sekali.
Kediaman Kementerian Keuangan.
Tse Tu pulang ke rumahnya dalam keadaan linglung karena ia sangat menyesal dan merasa bersalah kepada Kaisar Tang Agung yang sudah sangat baik sekali kepadanya ,namun ia sudah berani menjalin hubungan percintaan dengan adik Kaisar Tang Agung ,yakni Putri Yang Lan.
"Aku bahkan sudah berani melakukan hubungan intim dengan adik Kaisar Tang Agung ", kata Tse Tu memukul kepalanya sendiri.
"Tse Tu apakah kamu sudah pulang dari Istana Kekaisaran Tang Agung ?", tanya Pu Tui dari dalam rumahnya.
"Iya aku sudah pulang. Aku mau bersiap untuk kerja lagi di istana ", jawab Tse Tu melepaskan diri dari pelukan Pu Tui yang menjadi sahabat lama.
"Tse Tu kita sudah menjalani kehidupan bersama. Apakah kau tidak ingin kita bisa menikah untuk meresmikan hubungan kita ?", tanya Pu Tui mengikuti Tse Tu masuk ke rumah mereka.
"Aku tidak bisa menikah dengan mu karena aku tidak pernah mencintaimu",jawab Tse Tu mengambil pakaian kerja dari kamarnya.
"Kau jahat sekali kepada ku.Aku sudah menunggu mu selama tujuh tahun. Aku akan pindah saja dari rumah mu",kata Pu Tui menangis sedih karena ia telah di abaikan oleh Tse Tu sejak pria itu mulai dekat dengan Putri Yang Lan sesuai isu yang beredar di lingkungan Kekaisaran Tang Agung.
"Tse Tu apakah kamu hanya mementingkan diri mu dan karier mu ?",tanya Pu Tui menangis hingga Tse Tu luluh hatinya melihat gadis yang sangat baik menangis karenanya.
"Pu Tui ", jawab Tse Tu memeluk gadis itu untuk membiarkan gadis itu menangis di pelukan nya.
Tse Tu pusing menghadapi kedua orang gadis yang sangat mencintainya dan juga ia cintai, maka ia lebih fokus untuk kerja daripada memikirkan masalah cinta yang memusingkan hidupnya.
Istana Nyonya Selir ke Lima.
Pada pagi hari ketiga awal musim gugur terjadi peristiwa yang menyedihkan di dalam Istana Kekaisaran Tang Agung untuk sekian kali nya, yakni Bei Yuan di temukan di kamar tidur nya sudah tidak bernyawa lagi sehingga mengejutkan hati semua orang di dalam Istana Kekaisaran Tang Agung.
"Tabib apa yang telah menyebabkan Nyonya Selir ke lima Bei Yuan meninggal dunia ?", tanya Ibu Suri Ling datang ke Istana Nyonya Selir ke lima untuk melihat jenazah Bei Yuan yang terlihat seperti orang tidur pulas saja.
"Radang infeksi saluran pernapasan yang menyebabkan Beliau meninggal dunia ", jawab Tabib Istana Kekaisaran Tang Agung untuk Nyonya Selir ke lima Bei Yuan hadir untuk memberikan pemeriksaan menyeluruh atas meninggalnya Bei Yuan.
"Apakah ini ada kaitannya dengan ilmu hitam dari Permaisuri Li Shao Ning dan Selir Agung pertama Putri Lin karena mereka berdua pernah membahas masalah usia dan ulang tahun untuk Permaisuri Li Shao Ning ?", dayang istana khusus Bei Yuan bergosip secara tidak langsung untuk Ibu Suri Ling menyalahkan terjadinya kematian lagi di lingkungan Kekaisaran Tang Agung untuk para harem Kaisar Tang Agung bisa berkaitan dengan Li Shao Ning dan Miya.
"Kalian berani sekali bicara sembarangan tentang Permaisuri Li Shao Ning dan Selir Agung pertama Putri Miya !!",hardik Putri Yang Yang datang ke Istana Bei Yuan untuk memeriksa jenazah kakak iparnya yang bergelar Nyonya Selir ke lima Kaisar Tang Agung.
"Tuan Putri kami minta ampun kepada anda. Kami bicara sembarangan",kata para dayang istana Nyonya Selir ke lima Bei Yuan gemetar ketakutan dan sujud kepada Yang Yang .
"Potong lidah mereka semua dan singkirkan mereka dari Istana Kekaisaran Tang Agung ", perintah Yang Yang kepada para staf khusus untuk Nyonya Selir ke lima Kaisar Tang Agung.
"Tuan Putri ampunilah kami!!",jerit tangis para dayang istana Nyonya Selir ke lima yang di hukum sesuai perintah Putri Yang Yang untuk mereka jalankan.
Tetapi Ibu Suri Ling mencegah para pengawal pribadi dari Yang Yang dan para pengawal khusus untuk Nyonya Selir ke lima Bei Yuan untuk menghukum para dayang istana khusus Bei Yuan.
"Berhenti kalian semua! ! Yang Yang kau jangan ikut campur urusan yang bukan urusan mu !!",perintah Ibu Suri Ling kepada mereka semua.
"ErNiang ", panggil Yang Yang.
"Diam kau anak kecil jangan ikut campur urusan orang dewasa. Sana kau pulang ke Istana mu",perintah Ibu Suri Ling memerintahkan pulang ke Istana untuk Yang Yang.
"Tapi ErNiang. .Aku sudah dewasa ", jawab gadis itu di paksa untuk pulang ke arah Istananya oleh para pasukan keamanan dan keselamatan Ibu Suri Ling.
"Untuk kalian semua berikan bukti kalian mengenai Permaisuri Li Shao Ning dan Selir Agung pertama Putri Miya kepada ku",perintah Ibu Suri Ling kepada para dayang istana Nyonya Selir ke lima Bei Yuan.
Para dayang istana ini melaporkan dan memberikan bukti mereka kepada Ibu Suri Ling yang sudah memerintahkan para pengawal lain untuk menangkap Li Shao Ning dan Miya untuk di bawa ke pengadilan khusus untuk para istri Kaisar Tang Agung.
"Apa? ? Hei jangan membawa kami ke penjara !!",teriak Miya saat ia di rantai besi dan di bawa ke penjara khusus untuk para istri Kaisar Tang Agung bersama Li Shao Ning.
"Miya jangan teriak -teriak lagi nanti kau lelah dan mengganggu kesehatan janin mu ", kata Li Shao Ning tersenyum sabar dan lembut sekali kepada Miya.
"Iya aku tahu tapi kenapa mereka menuduh kita melakukan ilmu hitam sampai membunuh banyak istri koko ", kata Miya marah dengan mengguncang pintu penjara untuk minta di bebaskan.
"Pasti ada orang yang ingin membunuh kita untuk melakukan kejahatan yang lebih besar lagi untuk Kekaisaran Tang Agung. Kita harus sabar dan pikirkan cara untuk kita bisa keluar dari penjara ini secara adil ", kata Li Shao Ning yang sudah berpikir tentang peristiwa yang akan terjadi di Istana Kekaisaran Tang Agung.
"Iya kau benar sekali.Cara kita untuk keluar dari penjara adalah kesabaran untuk menunggu ada yang membantu kita ", kata Miya akhirnya tenang juga.
Sementara itu Yang Yang di kurung di dalam kamarnya sendiri oleh Ibu Suri Ling yang bersikap aneh dari biasanya dan membuat gadis remaja ini gelisah untuk membantu Li Shao Ning dan Miya yang di masukkan ke dalam penjara oleh Ibu Suri Ling.
Istana Permaisuri Chien Ning.
Cien Ning tersenyum bahagia karena tim nya sudah bekerja keras menghasut Ibu Suri Ling percaya pada isu ilmu hitam yang di miliki oleh Li Shao Ning dan Miya, dan memisahkan mereka berdua dengan Yang Yang selalu ikut campur urusan nya.
"Kita bisa menggunakan ilmu hitam untuk Ibu Suri Ling membunuh ketiga wanita itu sekaligus. Gadis itu pikir aku tidak pernah tahu tentang hubungannya dengan Chen Si Lei, maka ia selalu berusaha untuk membantu Li Shao Ning dan Miya. Aku harus membunuhnya juga untuk keamanan kita ", kata Chien Ning kepada pihaknya di dalam Istana rahasia mereka.
"Kita harus lebih dahulu melenyapkan semua wanita lainnya sebelum hari ulang tahun ke tujuh belas tahun Li Shao Ning ", kata Pangeran Phing Zi yang sudah ingin sekali membasmi keluarga Kaisar Tang Agung.
"Kita harus keluarkan Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti serta para Laskar lain untuk menjauhi Istana Kekaisaran Tang Agung untuk mempermudah jalan kita bisa mendapatkan Kekaisaran Tang Agung ", kata Chien Ning duduk di atas pangkuan Pangeran Muda The.
"Kau jangan lukai Yang Yang karena aku mencintainya ", kata Pangeran Muda The.
"Ah kau bocah bodoh yang kau pikirkan hanya gadis bengal itu saja",kata Chien Ning memukul halus wajah Pangeran Muda The.
"Sudahlah kita bisa membantu mu untuk mendapatkan Yang Yang seperti Tse Tu bodoh mendapatkan Yang Lan ", kata Pangeran Phing Zi mendamaikan kedua orang muda itu.
"Tse Tu memang kekasihnya Yang Lan. Kalau aku sama sekali bukan kekasih Yang Yang .Bagaimana caranya aku bisa mendapatkannya ?", Pangeran Muda The merajuk kepada paman tua nya.
"Pakai obat ini aku jamin Yang Yang akan jatuh ke tangan mu dengan mudah dan kau akan bahagia ", kata Pangeran Phing Zi memberikan obat racun perampas ingatan kepada Pangeran Muda The untuk menghadapi Yang Yang.
__ADS_1
"Terimakasih paman tua atas bantuannya ", jawab pemuda remaja itu berkelebat cepat untuk ke istana milik Yang Yang untuk melakukan sesuatu yang di inginkan nya.
Istana Putri Yang Yang.
Para pasukan keamanan dan keselamatan serta dayang istana khusus Yang Yang sudah di bius oleh para pasukan khusus Pangeran Muda The pada malam hari itu.
Pangeran Muda The menyelinap masuk ke dalam kamar tidur Yang Yang dengan diam -diam ,di mulai memakai obat bius melalui pipa bambu yang di masukkan ke lubang jendela kamar tidur Putri Yang Yang.
Lalu setelah Yang Yang terbius di atas tempat tidurnya ,ia segera datang dan ia menjilat bibir sendiri dengan nafsu untuk mendapatkan gadis impiannya dengan cara mudah. Pangeran Muda The membungkuk untuk membelai lembut rambut panjang dan indah Yang Yang .
Tetapi sebuah tangan berbentuk cakar mencengkeram kepala Pangeran Muda The sampai putus dari lehernya dan Pangeran Muda The tewas seketika itu juga oleh Putri Aurora yang menjadi Selir ke enam Kaisar Tang Agung yang bernama Han nya adalah Phing Phing.
Putri Aurora saat itu ia tidak bisa tidur nyenyak di istananya dan memutuskan untuk keliling istana khusus untuk para wanita dalam Istana Kekaisaran Tang Agung, dan ia tidak sengaja melihat ada beberapa orang yang berpakaian serba hitam menyelinap masuk ke kamar tidur Putri Yang Yang.
Ia pun segera menolong adik iparnya yang nyaris akan di perkosa oleh Pangeran Muda The ,maka ia segera membunuh Pangeran itu dengan ilmu mukjizat cakar andromeda ciri khasnya.
"Yang Yang kau telah aman ",kata gadis cantik jelita asal kerajaan Yunani itu.
Lalu ia cepat menyingkirkan semua jasad semua orang itu dari Istana adik ipar nya ke tempat pembuangan atau pembakaran jenazah yang berada di dalam Istana khusus untuk krematorium di salah satu dari lingkungan lainnya yang juga berada di dalam Istana Kekaisaran Tang Agung.
Gadis itu juga tidak sengaja menemukan buku tentang cara -cara membunuh para Istri Kaisar Tang Agung di dalam baju Pangeran Muda The, maka ia segera melaporkan bukti tersebut kepada Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti yang langsung bekerja sesuai peraturan Kekaisaran Tang Agung.
Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti membabat habis para anggota keluarga besar Pangeran Tua The sesuai bukti kebenaran tersebut sehingga Permaisuri Chien Ning dan Pangeran Phing Zi terkejut sekali mendengar berita terbaru dari pihaknya yang sudah separuh di basmi oleh Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti.
"Laknat mereka semua telah berani melawan kita bahkan mereka membasmi para anggota keluarga besar Pangeran The ",kata Pangeran Phing Zi geram dan marah sekali kepada Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti.
"Kita harus membunuh mereka semua untuk membalaskan dendam atas semua yang telah mereka lakukan kepada pihak kita ", kata Pangeran Tua Dao nada keji.
"Lenyapkan dulu orang yang sudah melaporkan sebagian pihak kita ke Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti ",kata Chien Ning yang sudah ingin sekali balas dendam atas kematian kekasihnya kepada Selir ke enam Kaisar Tang Agung yang bernama Putri Aurora.
"Itu tugas mu ,Chien Ning ku sayang ", kata Pangeran Tua Dao membelai gadis itu dengan genit sekali.
"Baiklah, paman sayang ", jawab Chien Ning mencium bibir dan mulut kakek tua itu yang juga kekasihnya yang lain.
Sesuai dengan ucapannya itu, Chien Ning mendatangi Selir ke enam Putri Aurora di malam hari berikutnya, saat itu Putri Aurora sedang mandi di dalam bak mandi dalam kamar mandi khususnya.
Putri Aurora mendengar suara langkah sepasang kaki yang sangat halus sekali mendatangi dirinya, maka ia pura -pura tidak tahu akan kedatangan musuh gelap yang masuk ke kamar mandi pada saat ia sedang mandi. Ia merasa ada angin di arah belakangnya.
Gadis itu segera melompat keluar dari bak mandi dan berbalik untuk menghadapi serangan pisau kecil mengandung hawa sesat berbahaya bagi keselamatannya di tangan Permaisuri Chien Ning.
Wuttttt !!
Byurrr !!
Chien Ning menghindari serangan maut dari Aurora yang sudah berkelebat cepat menghantam hancur wajahnya dengan ilmu mukjizat air suci Dewi Athena yang berasal dari kerajaan Yunani.
Wushhh !!
Brussshhhhh !!
"Aghhhhhh !!", teriak Chien Ning tewas hancur oleh ilmu mukjizat Aurora.
Lalu sekelompok orang berdatangan menyergap Aurora dengan tuduhan telah membunuh Permaisuri Chien Ning secara kejam sekali.
"Aku membunuhnya karena ia ingin membunuh ku",jawab gadis usia delapan belas tahun itu dengan rambut indahnya beterbangan di belakangnya.
"Apa pun alasannya kau harus mati sebagai pembunuh keji terhadap Permaisuri Chien Ning yang berarti kamu telah melakukan pemberontakan terhadap Kaisar Tang Agung!!",hardik para kelompok itu .
"Cih !!Aku tidak merasa bersalah dan tidak merasa memberontak terhadap Kaisar Tang Agung ", jawab Aurora dengan nada khas Kerajaan Yunani.
"Lancang kau wanita asing laknat !!Kita habisi dia !!", teriak para kelompok itu.
Wuttttt !!
Cranggg!!
Cranggg !!
Cranggg !!!
Sekelompok orang itu menyerang Aurora yang segera menggunakan tiang jemur bajunya untuk menghadapi para musuh itu dengan cepat sekali sambil ia cepat berpakaian rapi sebelum mereka melihat tubuhnya yang hanya milik Kaisar Tang Agung.
Aurora jungkir balik menyerang para musuh dengan kehebatan yang di miliki oleh gadis itu dengan luar biasa cepat dan indah sekali bagai siluet cahaya kilat yang sangat cepat sekali sehingga para musuh terdesak hebat oleh gadis itu.
Syuutttttttt !!
Crakkkkkk !!
Salah satu dari anggota musuh itu ada yang tewas terpotong oleh pedang milik Putri Yang Yang dan para istri lain dari Kaisar Tang Agung yang di pimpin oleh You You sebagai Selir Pertama yang baru dan peristiwa ini terjadi di bagian istana khusus untuk Selir Kaisar Tang Agung.
Maka You You yang wajib untuk melindungi semua saudarinya di bantu oleh Putri Yang Yang datang ke Istana itu ,lalu mereka menghabisi para musuh itu dengan kehebatan mereka masing - masing sehingga mereka bisa mengamankan istana milik mereka dengan baik sekali.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
"Kita harus melaporkan kejahatan Permaisuri Chien Ning ke Ibu Suri Ling segera dan kita bisa membebaskan Permaisuri Li Shao Ning dan Selir Agung pertama Putri Miya dari penjara ", kata You You dan para saudarinya.
"Iya. Ayo",kata para selir Kaisar Tang Agung berkelebat cepat ke arah Istana Ibu Suri Ling.
Yang Yang sudah lebih dahulu tiba di Istana Ibu Suri Ling.
"ErNiang ",panggil Yang Yang mengguncang tubuh Ibu Suri Ling yang tergeletak pingsan di lantai kamar tidurnya.
Namun Ibu Suri Ling membuka sepasang matanya dan menyerangnya dengan ganas sekali.
"Aghhhhh !!", jerit Putri Yang Yang di lempar ke dinding oleh Ibu Suri Ling palsu.
Yang Yang menghapus darah dari mulutnya usai ia di lemparkan ke dinding ,ia pun segera menyadari bahwa ia berhadapan dengan musuh yang sudah pernah ia lihat waktu kecil bersama Chen Si Lei yang mungkin tidak ingat tentang mereka berdua melihat seorang wanita sadis sekali membunuh banyak wanita di dalam sel penjara tertutup di balik dinding dalam kamar tidur Ibu Suri Ling.
"Kau Selir Wu yang sudah membunuh banyak sekali para ibuku dan para saudara dan saudari ku yang tidak sengaja aku dan Gege ku lihat waktu kami tidak sadar masuk ke tempat bermain yang salah, tapi kau membuat kami pingsan dan kami tidak ingat apa -apa lagi ", kata Yang Yang berusaha keras untuk tidak merasa sakit pada punggung dan kepalanya.
"Benar sekali, gadis kecil nakal. Aku juga yang akan membunuh ibumu dan para kakak ipar mu yang malang itu ", kata Selir Tua Wu menyerang gadis itu dengan cambuk nya.
Tar !!
"Aghhhhhh !!", jerit Putri Yang Yang di cambuk oleh Selir Tua Wu yang sangat keji itu.
"Aku akan menyiksa mu lebih dahulu daripada mereka ", kata Selir Tua Wu yang sudah menarik gadis itu keluar dari Istana Ibu Suri Ling untuk di siksa habis oleh pihaknya.
Yang Yang terkejut sekali karena melihat para saudarinya di kurung dalam kaca isi air yang mengandung aliran listrik.
"Jangan sakiti mereka!! Jangan pernah kalian mengganggu mereka !!", Jerit Putri Yang Yang berguling di lantai batu di halaman depan Istana Ibu Suri Ling.
"Lemparkan minyak ke gadis kecil ini !!",perintah Selir Tua Wu kepada para pihak nya.
Namun berkelebatan sejumlah orang yang memiliki hawa mukjizat hebat sekali datang ke Istana Ibu Suri Ling. Mereka adalah Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti dan semua Laskar Kekaisaran Tang Agung bersama para selir Kaisar Tang Agung yang di pimpin oleh You You.
"Jangan pernah berani melakukan tindakan kriminal di dalam Istana Kekaisaran Tang Agung kami atau kalian semua mati oleh kami!!",hardik Raja Iblis Barat yang memimpin para pasukan Laskar Kekaisaran Tang Agung.
"Selamatkan para kakak iparku yang lain. Nyonya Selir dan para Selir Agung yang lain ", kata Yang Yang terlihat lemah karena terluka parah dalam tubuhnya.
"Tuan Putri mereka semua telah tiada yang berhasil yang kami selamatkan hanya Nyonya Selir pertama Putri Mutiara Dewi, dan Selir Agung kedua Xue Erl dan Selir Agung ketiga Ke empat Putri Melani tapi kami berhasil menyelamatkan anak -anak Paduka Kaisar Tang Agung ", jawab You You menangis sedih sekali.
"Tidak !!Aku harus menyelamatkan ErNiang, Permaisuri Li Shao Ning dan Selir Agung pertama Putri Miya dan mereka semua !!", teriak Yang Yang marah sekali kepada pihak musuh.
Suara lengking Yang Yang menggelegar sampai para semua orang terkejut sekali karena getaran hebat sekali dari kekuatan dalam diri gadis remaja itu. Yang Yang berdiri tegak dan menatap tajam sekali semua musuh yang sudah terdesak oleh pihak Kekaisaran Tang Agung.
"Kalian semua harus mati sebagai hukuman atas perbuatan kalian terhadap para anggota keluarga ku!!",Yang Yang mengeluarkan sebuah kekuatan yang sangat besar sekali dari telapak tangan nya.
Wushhh !!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh ilmu mukjizat sakti milik gadis itu.
Lalu Yang Yang berkelebat cepat untuk menolong para saudarinya dengan ia bisa menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat.
Wuttttt !!
Brussshhhhh !!
Para putri lain berhasil di selamatkan oleh Yang Yang.
"Jaga mereka ", perintah Yang Yang kepada para pengikut setia Kaisar Tang Agung.
__ADS_1
Yang Yang berkelebat cepat untuk menolong Ibu Suri Ling, Li Shao Ning dan Miya di dalam penjara yang sudah di ketahui olehnya.
Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti dan Laskar Bunga Rajawali Emas Sakti sudah berkelebat cepat ke seluruh Istana Kekaisaran Tang Agung untuk mencari tahu keberadaan Ibu Suri Ling, Li Shao Ning dan Miya usai mereka membabat para musuh yang membunuh para istri Kaisar Tang Agung di istana bagian harem Kaisar Tang.