
Rombongan Chen Si Lei yang kini bergabung dengan keluarga Chen serta Adipati Yun Fei dan Nyonya Muda Keempat Yan Lan yang membawa banyak sekali para anggota dari Sekte Walet Biru yang mengikuti mereka semua di belakang dengan rapi .
"Jalur nomor delapan mengarah ke mana ?", tanya Chen Si Lei melihat hutan yang sangat tinggi dindingnya itu.
"Jalur bawah tanah menuju ke wilayah Kekaisaran Zhuang",jawab Nyonya Muda Keempat dari Adipati Yun Fei.
"Oh??",
"Jangan khawatir hamba punya hubungan dengan erat sekali terhadap Kaisar di Kekaisaran Zhuang",jawab Pendekar Pisau Terbang yang berjalan di tengah.
" Baiklah ", kata Chen Si Lei singkat sambil minum air putih dari Kasim Chang Sin berikan.
"Bukankah daerah itu juga berbatasan dengan wilayah Tajikistan yang berada di Tenggara Barat?",tanya Pendekar Iblis Selatan Chen Ming San yang berjalan di sisi istrinya selalu.
"Ada yang bilang begitu juga ada yang bilang juga tidak pasti",jawab Adipati Yun Fei bergandengan tangan dengan Istri baru nya.
"Iya lihat saja nanti sekarang kita coba untuk masuk dulu ke wilayah yang berada di depan kita",ucap Chen Si Lei mengikuti petunjuk dari Pendekar Pisau Terbang.
Terlihat jelas bahwa Heng Du Fei ini sangat mengenal wilayah yang akan mereka kunjungi ini, seperti menyelusuri sebuah jalan sempit yang sekelilingnya adalah jurang dan danau, lalu mereka menuju ke arah jalan menurun melalui tangga dari tanah liat.
Lalu mereka melintasi jalan berliku lain yang mirip sisik ular raksasa dan berhenti di sebuah dinding batu tebal dan kokoh yang di depan ada patung Dewi Ular yang sedang melindungi delapan belas telur anaknya, dan Pendekar Pisau Terbang ini meletakkan delapan dupa yang menyala.
Dan......
Krekkk !!
Patung Dewi Ular berjalan sendiri berputar mengelilingi mereka dan sebuah jalan di bawah tanah terlihat jelas.
"Ayo kita masuk",kata Pendekar Pisau Terbang Heng Du Fei.
Mereka pun masuk ke jalan bawah tanah yang di atas merupakan bagian tengah dari gunung Yan, dan di tempat itu ada satu jalan untuk ke sebuah tempat yang merupakan salah satu dari Kekaisaran tersembunyi di dalam Tionggoan ini dan salah satu dari suku asli terbesar selain suku Han.
Tuk!!
Pendekar Pisau Terbang mengetuk lambang Dewa Perang dan pintu masuk ke dalam Kekaisaran Zhuang terlihat lebih jelas.
"Ayo silakan ikuti saya",kata Pendekar Pisau Terbang .
Rombongan dari Chen Si Lei pun mengikuti pria itu ke sebuah kota yang sangat indah sekali ,mereka melihat bahwa banyaknya penduduk di wilayah itu yang di lihat sedang ber aktivitas normal, seperti pertokoan dan sebagainya sehingga hal ini sangat menyenangkan sekali bagi mereka semua.
"Aku mau membeli topeng itu",kata Ning Yi senang sekali melihat aneka macam pernak -pernik warga tempat itu sedang berjualan .
"Aku juga ingin mencoba makanan dan minuman khas Kekaisaran Zhuang",Chen Si Lei lebih tertarik dengan rumah makan di sekitar jalan yang mereka lalui.
"Anda bisa mencobanya di dalam Istana Kekaisaran Zhuang",jawab Heng Du Fei .
"Bagaimana bisa masuk ke dalam Istana Kekaisaran Zhuang?",tanya Chen Si Lei.
"Ada orang yang akan menyambut Anda dan kami semua",jawab Heng Du Fei .
Benar saja beberapa orang dari arah depan mereka telah datang kepada mereka semua dan seorang wanita sangat cantik jelita sekali memberi hormat kepada Chen Si Lei dan rombongan nya .
"Hamba Jenderal Besar Kekaisaran Zhuang menyambut baik kedatangan Paduka Pangeran Si Lei",kata Jenderal Besar wanita cantik itu.
"Baiklah terima kasih",jawab Chen Si Lei menjura hormat kepada Jenderal Besar itu.
"Silakan Paduka mengikuti kami ke Istana Kekaisaran Zhuang kami",kata wanita itu mempersilakan Chen Si Lei dan rombongan lewat.
Setibanya di dalam Istana Kekaisaran Zhuang, mereka semua di sambut dengan baik dan hangat oleh Kaisar Zhuang dan keluarganya.
"Selamat datang kepada Pangeran Si Lei",kata Kaisar Zhuang memberi hormat.
"Iya terimakasih dan Selamat Siang juga Kaisar Zhuang",kata Chen Si Lei sopan.
"Mari masuk ke dalam Istana kami",kata Kaisar Zhuang .
Chen Si Lei mengikuti langkah Kaisar Zhuang untuk masuk ke dalam Istana yang sudah di siapkan berbagai macam hidangan makanan dan minuman khas suku Zhuang .
"Silakan duduk dan menikmati makanan dan minuman khas kami untuk makan siang Anda Paduka",kata Kaisar Zhuang ramah.
__ADS_1
"Terimakasih banyak Paduka",ucap Chen Si Lei sopan.
Chen Si Lei dan rombongan nya pun duduk di tempat duduk yang sudah tersedia di aula utama Kekaisaran Zhuang, lalu mereka menikmati hidangan makanan dan minuman mereka dengan sopan santun tingkat tinggi sekali sehingga Kaisar bisa melihat bahwa Chen Si Lei dan rombongan nya adalah orang -orang yang sangat tinggi dalam pendidikan moral dan etika.
Selama mereka sedang menikmati makan siang bersama keluarga besar Kaisar Zhuang, mereka semua di perhatikan secara cermat dan teliti oleh para wanita di bagian belakang tempat duduk Kaisar dan para putra Kaisar Zhuang sehingga di sisi mereka pun semuanya pria, sedangkan untuk para wanita di bagian belakang mereka.
"Baik setelah kita semua selesai makan siang bersama. Bagaimana jika kita jalan -jalan keliling Istana kami?",ucap Kaisar Zhuang.
"Baik terima kasih atas keramahan Paduka",jawab Chen Si Lei sopan.
Mereka mengikuti langkah Kaisar Zhuang yang berjalan bersama Chen Si Lei di depan, sedangkan yang lain berada di belakang mereka berdua yang sepertinya sangat menikmati keindahan alam dan lingkungan hidup serta bangunan istana tersebut.
"Pangeran Si Lei apakah Anda puas dengan wisata bersama ku hari ini ?",
"Tentu saja aku puas sekali Paduka Kaisar",jawab Chen Si Lei sopan .
"Syukurlah bila kau puas ",kata Kaisar Zhuang merasa di hargai dan di hormati.
"Baiklah sebaiknya Anda istirahat dahulu di dalam kamar tamu kami dan nanti akan ada pesta perjamuan khusus untuk Anda Pangeran Si Lei",kata Kaisar.
"Baik aku istirahat dulu",jawab Chen Si Lei hormat.
Chen Si Lei pun mengikuti langkah salah seorang dayang istana untuk menuju ke arah kamarnya yang sudah di siapkan oleh pihak Kekaisaran Zhuang.
"Paduka silakan beristirahat dengan nyaman",kata dayang istana sesudah antar Chen Si Lei ke ruangan khususnya.
Chen Si Lei masuk ke dalam kamar tidur untuk dia beberapa hari di dalam Istana ini, dan beberapa dayang istana sudah menyiapkan bak mandi di dalam kamar mandi khusus untuk dia bisa menikmati waktu istirahat nya dengan santai dan nyaman.
"Kalian semua keluar dari kamar ku",perintah Chen Si Lei .
"Baik Paduka ", jawab para dayang istana itu patuh.
Setelah pintu di tutup kembali, Chen Si Lei menikmati waktu santai dengan baik dan nyaman sampai Kasim Chang Sin menemui nya untuk merias dirinya sebaik mungkin untuk pesta perjamuan makan malam pertama di Istana Kekaisaran ini ,dan Chen Si Lei sungguh ingin tahu tentang rahasia yang dimaksud oleh Kaisar Zhuang tentang hal yang tidak bisa di ketahui oleh masyarakat mereka.
"Paduka sudah waktunya untuk perjamuan makan malam",kata dayang istana di luar kamarnya.
"Ya sudah selesai. Ayo kita pergi ke perjamuan makan malam bersama keluarga besar Kaisar Zhuang",kata Chen Si Lei sudah rapi dan bersih serta wangi sekali.
"Selamat malam untuk tamu istimewa kami yaitu Pangeran Si Lei, Adipati Yun Fei, Pendekar Iblis Selatan serta kedua Pangeran Muda Chen dan Putri Chen Li juga Pendekar Pisau Terbang yang terhormat. Silakan duduk dan menikmati hidangan makanan dan minuman untuk makan malam hari ini",kata Kaisar Zhuang .
"Terimakasih banyak Paduka",jawab Chen Si Lei dan rombongan nya sopan.
Mereka semua duduk dan makan malam dengan sopan dan bijak sehingga para putri dari Kaisar Zhuang sudah banyak sekali yang ingin berkenalan dengan Chen Si Lei dan para rombongan nya, tetapi rupanya Kaisar Zhuang sudah memilihkan beberapa putri terbaik untuk Chen Si Lei dan rombongan nya.
"Baik usai makan malam ini kami akan memberikan persembahan tarian istimewa dari para putri ku untuk Paduka Pangeran Si Lei lihat dan memberikan penilaian terhadap para putri terbaik ku ini",kata Kaisar Zhuang.
Chen Si Lei hanya mengangguk paham dan memperhatikan tarian para putri dari Kaisar Zhuang yang sedang menari seindah mungkin di hadapan nya dan Chen Si Lei juga tahu bahwa ia harus memilih beberapa putri untuk menyenangkan hati Sang Kaisar yang sudah tidak sabar untuk menjadikannya sebagai menantu.
"Aku pilih yang tengah",kata Adipati Yun Fei sambil minum arak.
"Aku pilih yang kiri",kata Pendekar Iblis Selatan asal saja.
"Aku pilih yang kanan",kata Chen Lun dan Chen Song juga asal.
"Aku pilih yang depan",kata Pendekar Pisau Terbang seraya makan buah segar.
Semua orang sedang menunggu jawaban pilihan dari Chen Si Lei terhadap para putri dari Kaisar Zhuang yang akan di pilih oleh Chen Si Lei sebagai selir baru nya.
"Anda bisa memilih yang mana yang Anda sukai untuk menjadi Selir Anda yang baru",kata Kasim Chang Sin menuangkan arak dalam cangkir keramik Chen Si Lei .
"Aku pilih putri yang paling belakang di bagian tarian burung merak emas",
Jawaban dari Chen Si Lei membuat barisan tarian para putri lain membuka jalan bagi putri yang di pilih oleh Chen Si Lei sebagai seorang selir.
Seorang Putri yang berada di bagian belakang pun melangkah anggun menuju ke arah Chen Si Lei duduk ,dan memberi hormat secara sujud kepada Chen Si Lei.
"Wahhhhhhh hahahaha Paduka Anda sungguh cermat dalam memilih seorang dari tiga puluh putri ku yang ku persembahkan untuk Anda",kata Kaisar Zhuang.
Chen Si Lei berdiri dan berjalan ke arah Putri yang bersujud hormat kepada nya di hadapan nya.
__ADS_1
"Bangunlah",perintah Chen Si Lei .
"Baik Pangeran Si Lei ", jawab Putri itu berdiri masih menundukkan kepalanya dan wajahnya.
"Angkat kepala mu ",perintah Chen Si Lei.
"Baik Pangeran Si Lei ", jawab Putri itu mengangkat kepalanya.
"Angkat wajah mu dan katakanlah siapa nama mu?",perintah Chen Si Lei.
"Baik Pangeran Si Lei, nama hamba Yin Shuang",jawab Putri Yin Shuang halus.
"Yin Shuang nama mu sangat indah seindah orangnya",puji Chen Si Lei jujur dan tulus hati.
"Terimakasih banyak Paduka",jawab Putri Yin Shuang halus.
"Yin Shuang mulai dari hari ini kau adalah selir Pangeran Si Lei..Maka kamu harus patuh pada Paduka seumur hidup mu",perintah Kaisar Zhuang kepada putrinya.
"Baik Ayahanda Kaisar",jawab gadis itu patuh.
"Paduka silakan di pilih kembali untuk gelar Nyonya Muda Anda",kata Kaisar.
"Untuk yang lain saja. Aku cukup memilih Yin Shuang seorang dari Putri Anda lain yang berjumlah dua puluh sembilan orang",jawab Chen Si Lei halus pada Kaisar.
"Di dalam peraturan keluarga ku seorang tamu seperti mu harus memilih lebih dari satu putri untuk kebaikan kita bersama",kata Kaisar Zhuang tegas dan keras.
"Pangeran Si Lei pilih lima daripada semua di hukum mati oleh Kaisar Zhuang ini ",kata Adipati Yun Fei .
"Kenapa begitu peraturannya?",tanya Chen Si Lei merasa sedih sekali.
"Karena mereka akan dianggap sebagai orang yang tidak berguna untuk keluarga mereka di masa depan karena mereka sudah mempersembahkan tarian khusus untuk mu seorang",jawab Adipati Yun Fei menjelaskan dari peraturan tarian dari para putri itu.
"Tiga puluh orang putri ini milik mu secara kekeluargaan pribadi mereka dan Selir yang kau pilih dia adalah seorang Nyonya Selir sedangkan yang lain adalah selir saja",kata Kasim Chang Sin sudah memberi hormat kepada tiga puluh putri itu.
"Tunggu sebentar yang mempersiapkan para putri itu mereka bukan aku minta ",kata Chen Si Lei baru kali ini dia di hadapkan dengan masalah seperti ini.
"Ucapan mereka semua benar Paduka tapi aku tak akan meminta mu menjadikan mereka sebagai seorang Nyonya Selir dan selir mu atau Nyonya Muda mu,hanya saja kau harus memilih lima orang putri untuk hadiah yang ku persembahkan untuk mu sedangkan Putri yang lainnya bisa untuk para sahabat mu ini",Kaisar itu bicara halus tetapi memaksanya .
"Tidak !!Aku tetap pilih satu saja.Aku melarang mu untuk hukum mati mereka dan aku menilai mereka semua sangat berguna untuk masa depan kalian semua di Kekaisaran Zhuang salah Kekaisaran Tang .Mulai dari hari ini semua aku yang akan mengaturnya bukan yang lain",kata Chen Si Lei tegas sekali.
Wajah Kaisar Zhuang tersenyum bahagia melihat ketegasan yang sangat besar dan kuat dalam diri Chen Si Lei sehingga Kaisar Zhuang beserta keluarga nya di dalam Istana Kekaisaran Zhuang bersujud hormat kepada Chen Si Lei yang hebat dan mengagumkan ini.
"Kami semua mulai saat ini adalah rakyat mu Paduka",kata Kaisar Zhuang .
Chen Si Lei mengangkat gunting emas di atas kepalanya dan Kaisar itu kini telah menjadi rakyat dari Kekaisaran Tang usai memberikan stempel dan lambang dari Dewa Perang dan Dewi Ular yang sudah di berikan oleh Pendekar Pisau Terbang kepada Chen Si Lei lebih dahulu untuk menaklukkan Kekaisaran Zhuang ini.
Lalu Chen Si Lei berdiri di atas menara Istana tersebut dan mengangkat tiga buah Pusaka tersebut di atas kepalanya agar seluruh rakyat di bawah bisa melihatnya dan mereka semua harus patuh terhadap perintah nya mulai malam ini, saat ini dan detik ini.
"Kalian semua adalah rakyat ku untuk selamanya!!!!",perintah Chen Si Lei tegas.
"Kami adalah rakyat Anda dan suku Zhuang adalah rakyat Anda selamanya!!!",
Seluruh orang di sana bersujud hormat kepada Chen Si Lei dengan kepala mereka menunduk hormat secara sukarela .
"Kalian semua ber pestalah untuk kita bersatu!!",teriak Chen Si Lei bahagia.
Mereka semua berpesta bersama -sama tanpa ada perbedaan satu sama lain,dan Chen Si Lei menyematkan tusuk konde burung Hong giok di atas kepala Putri Yin Shuang secara langsung di lihat oleh semua orang di sana, dan rahasia yang di tutup oleh Kaisar Zhuang akan di tutup untuk selamanya.
"Rahasia bahwa para wanita yang tidak di pilih bisa menjadi hantu penasaran di kemudian hari dan di harus di hukum mati agar Kekaisaran tidak hancur",
"Semua itu takhayul belaka, justru kalau mereka di hukum mati tanpa sebab yang jelas, maka mereka menjadi hantu penasaran dan langit akan hukum Kekaisaran menjadi hancur karena berdosa besar merendahkan martabat dan harkat wanita karena wanita juga manusia punya hati dan pikiran serta juga punya kemampuan yang tidak kalah dengan pria",kata Chen Si Lei membuka pikiran dari Ayah mertua nya itu.
"Baiklah aku kini mengerti setelah kau membuka wawasan ku tentang dunia para wanita",kata Kaisar Zhuang pada hari berikutnya.
"Baiklah kita harus segera berpisah dengan kalian semua untuk aku lanjutkan lagi misi ku",kata Chen Si Lei pamit pada keluarga Zhuang.
Pintu keluar dari daerah keluarga Zhuang pun berbeda dengan pintu masuk dan langsung masuk ke jalur nomor sembilan sesuai petunjuk dari Jenderal wanita itu yang ternyata adalah Permaisuri keluarga Zhuang dan ibunda Putri Yin Shuang .
"Jalur nomor sembilan kita kemana ?", tanya Chen Si Lei.
__ADS_1
"Wilayah Lembah Besar",jawab Pendekar Pisau Terbang yang kini sudah memiliki seorang kekasih baru yang juga putri keluarga Zhuang.
"Ya sudah kita teruskan saja perjalanan kita lagi",kata Adipati Yun Fei .