Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti

Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti
Kota Shu.


__ADS_3

Kota ini masih sangat asri dengan hutan bambu yang sangat rapat berbaris rapi dan rata serta banyak sekali hutan belantara yang terhubung dengan beberapa rumah penduduk yang terpisah -pisah dan tentu saja masih sangat sepi dan juga hening sekali.


Tapi Chen Si Lei sangat mengagumi keindahan alam di kota itu dengan tatapan mata kasih sayang terhadap seluruh tempat yang sedang ia kunjungi ini dan dia sangat damai dan tenang, apalagi jika di temani oleh Hu Yi Tian dan Putri Qiu Chao serta empat orang Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang sangat ramah.


"Aku ingin mengunjungi rumah Wang Bao Pendekar Angin Sakti yang berasal dari kota Shu ini",kata Chen Si Lei mengamati setiap rumah penduduk yang berada di dalam kota Shu.


Pada saat Chen Si Lei sedang kebingungan mencari rumah milik Wang Bao tiba-tiba ada seorang wanita tua yang membawa keranjang di punggungnya dan di temani oleh seorang anak perempuan yang sudah di ketahui oleh Chen Si Lei sebagai keponakan Wang Bao Pendekar Angin Sakti.


"Li Ya",sapa Chen Si Lei ramah sekali kepada anak kecil itu.


"Pendekar Rajawali Emas Sakti",sapa Wang Li Ya gembira sekali.


"Li Ya apakah Nyonya ini adalah nenek mu?",tanya Chen Si Lei menyapa wanita tua itu.


"Iya Tuan Muda aku adalah nenek nya Li Ya",jawab wanita tua itu ramah sekali.


"Hu Yi Tian cepat kau bantu Nyonya Wang dengan membawakan keranjang nya di punggung mu", perintah Chen Si Lei kepada Hu Yi Tian.


"Siap Tuan Muda",jawab Hu Yi Tian membawakan keranjang belanja milik wanita tua yang menjadi ibu kandung Wang Bao Pendekar Angin Sakti.


"Li Ya ayo tunjukkan kepada ku,dimana rumah mu tinggal?",ucap Chen Si Lei yang berjalan di sisi Wang Li Ya.


"Ya tentu saja aku akan tunjukkan rumah kami kepada mu",jawab gadis kecil ini.


Mereka berjalan menuju ke salah satu rumah yang sangat jauh dari pintu kota ini dan rumah itu adalah rumah orang tua Wang Bao Pendekar Angin Sakti yang kini menjadi seorang murid dari Chen Si Lei yang kedua setelah Ning Yi, maka Chen Si Lei ingin sekali mengunjungi keluarga Wang Bao yang berada di dalam kota Shu.


"Kakek !!Paman!!",teriak gadis kecil berlari riang memanggil kakek dan paman nya.


Wang Bao dan seorang pria tua segera keluar dari rumah mereka untuk menemui gadis kecil yang berteriak -teriak memanggil mereka dan begitu mereka berada di luar rumah,mereka melihat bahwa rumah mereka di kunjungi oleh Chen Si Lei dan kawan-kawan nya.


"Paduka",sapa Wang Bao Pendekar Angin Sakti bersujud hormat kepada Chen Si Lei di ikuti oleh ayahnya.


"Salam Sejahtera kepada Paduka Kaisar Tang Agung",kata orang tua itu.


"Paman Wang.Wang Bao bangunlah kalian berdua",kata Chen Si Lei segera bantu orang tua itu berdiri kembali.


"Terimakasih banyak Paduka atas kebaikan Paduka kepada kami sekeluarga",


"Sama-sama Paman Wang",kata Chen Si Lei sopan kepada orang tua itu.


"Ayo silakan Paduka masuk ke dalam rumah kami",kata Nyonya Wang.


Chen Si Lei masuk ke dalam rumah keluarga Wang Bao Pendekar Angin Sakti dan di rumah itu,Chen Si Lei di jamu sejumlah makanan dan minuman khas keluarga Wang Bao yang sederhana tetapi Chen Si Lei dan kawan-kawan nya sangat suka sekali dengan keramahan dan kebaikan hati dari keluarga Wang Bao.


"Paman dan bibi, aku ucapkan terima kasih atas jamuan hangat kalian untuk ku di rumah kalian", kata Chen Si Lei sopan sekali.


"Sama-sama Paduka,hamba juga sangat terimakasih atas kebaikan Paduka pada putra bungsu hamba yang bernama Wang Bao ini dengan menerimanya sebagai murid kedua Anda dan hamba sangat bersyukur atas kedatangan Paduka Kaisar Tang Agung ke rumah hamba yang sederhana ini",kata Tuan Wang sungguh hati.


Maka di hari itu Chen Si Lei dan kawan-kawan nya menginap di rumah keluarga Wang Bao Pendekar Angin Sakti.Di rumah itu pula Wang Bao menemukan jodoh sejati nya yaitu Putri Qiu Chao yang jatuh cinta kepada Wang Bao Pendekar Angin Sakti secara jujur dan tulus hati.


"Apakah kau tidak merasa keberatan dengan menerima cinta ku yang merupakan seorang yang cacat karena kaki ku hanya satu?",tanya Wang Bao Pendekar Angin Sakti pada keesokan harinya.


"Aku mencintaimu dengan tulus hati tanpa memandang fisik mu tetapi hatimu yang sangat baik sekali",jawab Putri Qiu Chao setulus hati mencintai Wang Bao.


"Terimakasih Qiu Chao",kata Wang Bao Pendekar Angin Sakti memeluk gadis itu.


"Kalian berdua cocok sekali untuk menjadi sepasang kekasih",kata Hu Yi Tian.


"Ya apalagi Wang Bao adalah murid Paduka dan Qiu Chao adalah pengawal dari Paduka Kaisar Tang Agung.Wah kalian sungguh serasi sekali", kata Khu Sin dan kawan-kawan nya.


"Bagaimana kalau kita menikahkan mereka berdua untuk membahagiakan hati paman dan bibi Wang?",tanya Chen Si Lei tersenyum lembut sekali dan bahagia karena Wang Bao dan Qiu Chao berjodoh.


"Ya kami setuju sekali dengan Paduka",kata Tuan Wang dan Nyonya Wang nada bahagia terdengar dari suara mereka berdua.


Maka keesokan harinya lagi Wang Bao Pendekar Angin Sakti dan Putri Qiu Chao menikah secara resmi di saksikan oleh Chen Si Lei dan kedua orang tua Wang Bao,Wang Li Ya keponakan Wang Bao,Hu Yi Tian dan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti di dalam rumah orang tuanya Wang Bao Pendekar Angin Sakti.


Di malam hari sesudah mereka merayakan hari pernikahan Wang Bao dan Qiu Chao.Mereka menikmati keindahan alam di sekitar rumah orang tua Wang Bao dengan perasaan yang sangat bahagia sekali untuk Wang Bao Pendekar Angin Sakti dan istrinya yaitu Putri Qiu Chao.


Chen Si Lei menemani Wang Li Ya di halaman depan rumah itu sambil bermain -main bersama dan Chen Si Lei sangat lembut sekali kepada gadis kecil ini yang cepat sekali akrab dengannya sampai menyentuh hati keluarga Wang Bao yang sangat senang sekali dengan ketulusan hati Chen Si Lei terhadap mereka semua.


Tetapi,Chen Si Lei mendengar suara merdu yang sangat hebat sekali dari hutan di bagian belakang rumah itu.Chen Si Lei segera membawa Wang Li Ya ke dalam rumah untuk di jaga dengan baik oleh Hu Yi Tian dan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang sudah bersiaga untuk melindungi keselamatan dan keamanan Keluarga Wang Bao Pendekar Angin Sakti.


"Kalian tunggu di sini dan jagalah mereka semua dengan baik",perintah Chen Si Lei sebelum dia berkelebat cepat ke arah hutan itu.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Chen Si Lei berkelebat cepat semakin lama semakin jauh dari rumah orang tua Wang Bao.


Chen Si Lei tiba di dalam hutan belantara yang sangat ganas sekali tetapi Chen Si Lei sama sekali tidak pernah takut apa pun juga sehingga suara merdu itu hilang dengan sendirinya karena Chen Si Lei mengeluarkan ilmu mukjizat sakti untuk gadis itu keluar dari persembunyian nya.


Brrrrrrrrrrrrr!!


Seorang gadis amat cantik jelita sekali memakai pakaian serba hijau meluncur ke arah Chen Si Lei dengan sikap anggun tetapi sangat ganas sekali sehingga Chen Si Lei menangkap tangan gadis itu dan menjatuhkan gadis itu ke tanah dan membabat habis kepala gadis itu dengan kipas sakti nya.

__ADS_1


Crakkkkkk !!


Brrrrrrrrrrrrr !!


Tak lama kemudian sejumlah orang dari berbagai penjuru arah hutan itu muncul di hadapan Chen Si Lei dengan sikap garang sekali.


"Pendekar Rajawali Emas Sakti kau sungguh kejam sekali",kata seorang gadis di tengah kelompok itu.


"Xiao Chen apakah kamu ingin balas dendam atas kematian keluarga mu oleh ku yang sudah menghukum mati mereka?!",hardik Chen Si Lei mengenali wanita itu sebagai salah seorang dari Nyonya Selir nomor ketiga yang di miliki oleh Chen Si Lei.


"Iya!!Aku harus bunuh kamu yang sudah tak punya hati dan perasaan terhadap kami semua yang sudah berjasa besar kepada mu.Aku sungguh menyesal bahwa aku pernah mencintaimu seorang pria sadis seperti mu!!",hardik Xiao Chen marah sekali kepada Chen Si Lei.


"Huh jasa akan hilang bagai buih bila kau telah hancurkan sendiri dengan sifat yang mengandung keserakahan yang sangat besar serta sangat menjijikkan.Aku sudah tahu bahwa kalian semua adalah sekte sesat tengkorak hitam yang mengubah nama menjadi Sekte Sesat Cobra Darah untuk mengelabui ku.Maka jangan salahkan aku bahwa aku juga akan menghukum mati dirimu!!",hardik Chen Si Lei sangat ganas sekali dalam menjawab Xiao Chen.


"Xiao Chen kau harus bunuh dia dengan tangan mu sendiri",kata seorang pria di bagian kiri Xiao Chen.


"Xiao Chen lupakan cinta dan bunuhlah dia pria jahanam berhati batu es seperti dia",kata seorang gadis lain yang segera di ketahui oleh Chen Si Lei adalah selir nya yang nomor lima.


"Yan Yan majulah dan hadapi aku!!",hardik Chen Si Lei berkelebat cepat gunakan kipas untuk memenggal kepala gadis itu.


Syuutttttttt !!


"Aghhhhhh !!", jerit gadis itu terkejut sekali karena Chen Si Lei benar-benar berniat untuk ingin sekali membunuhnya secara sadis sekali.


Crakkkkkk !!


"Aghhhhhh!!",jerit Yan Yan di potong kedua kakinya oleh Chen Si Lei.


Chen Si Lei berkelebat cepat memenggal sejumlah orang itu dengan sadis sekali sampai Xiao Chen bergidik ngeri terhadap Chen Si Lei yang sangat ganas sekali bila sudah marah sekali kepada siapa saja yang berani mengkhianat hatinya.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


"Kau kejam sekali kepada kami",kata seorang gadis yang berada di dalam rumah di tengah hutan belantara itu.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Bruakkk !!


Chen Si Lei menerjang rumah itu hingga hancur berantakan dalam keadaan hati yang sedang marah sekali terhadap kaum wanita.


Di dalam rumah itu ada Selir You You yang sedang di ikat rantai besi dan baja di kedua kaki dan tangannya oleh seorang wanita yang pernah di lihat oleh Chen Si Lei sebagai seorang Selir tua dari Huang Ama nya.


"Ibu Selir Zi kenapa kau mengikat You You di tempat ini?",tanya Chen Si Lei.


"Paduka hamba harus menghukum mati Selir You You karena dia sudah berani membocorkan rahasia ku kepada Ibu Suri",jawab Selir tua Zi.


"Paduka dia ingin membunuh putra kita makanya hamba memberitahu Ibu Suri karena dia dan kedua selir yang sudah Anda hukum mati tadi adalah kelompok yang sama dengan mendiang Permaisuri Ling Long",jawab Selir You You dengan menangis dan sorot matanya adalah kejujuran hati dari wanita yang sudah baik hati memberikan Chen Si Lei seorang anak laki-laki yang sekarang sudah akan masuk usia satu tahun lebih.


"Bohong! ! Selir You You pembohong besar !!Paduka tolong jangan percayai dia karena dia adalah wanita penipu!!",teriak selir tua Zi terlihat sangat garang sekali di wajahnya dan ada niat untuk membunuh You You lebih dulu daripada Chen Si Lei.


Brrrrrrrrrrrrr !!


"Paduka !!", teriak Selir Xuan Xuan dalam keadaan hamil usia enam bulan juga ada di luar rumah.


"Bagaimana kalian berdua bisa berada di tempat ini?",tanya Chen Si Lei.


"Kami berdua di culik oleh para anak buah Ling Long yang menerobos masuk ke dalam kediaman kami agar kami tidak menjadi saksi atas pengkhianatan nya terhadap Paduka",jawab Selir Xuan Xuan dengan airmata deras sekali.


"Ya aku yang sudah menculik mereka sebelum Permaisuri Hua Erl membunuh aku dan semua kawan-kawan ku yang bekerjasama dengan Ling Long",jawab selir tua Zi.


"Oh jahanam sekali kau berani mengganggu mereka yang tidak sejalan dengan kalian!!",hardik Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat piramida sakti secara cepat dan ganas sekali sehingga wanita itu hancur lebur oleh Chen Si Lei.


Blarrrrrrrrr !!


Chen Si Lei menggerakkan kipas memotong rantai yang mengikat You You yang berada di atas lantai kotor dan lembab .


"Paduka",kata Selir You You menangis di pelukan Chen Si Lei yang merangkul nya dengan hangat.


"Kemarilah ",panggil Chen Si Lei lembut kepada Selir Xuan Xuan.

__ADS_1


Xuan Xuan berjalan masuk ke dalam pelukan Chen Si Lei yang membiarkan kedua orang istrinya menangis untuk mengeluarkan kesedihan hati mereka.


"Tenanglah kalian berdua sudah aman bersama ku",kata Chen Si Lei lembut sekali kepada kedua orang selirnya yang di beri ciuman hangat di bibir.


Lalu Chen Si Lei mengajak mereka berdua keluar dari rumah ini dan berkelebat ke rumah Wang Bao Pendekar Angin Sakti.Dimana hari sudah menjadi pagi dan di tunggu oleh pihak rumah tentang kehadiran mereka di dalam rumah sederhana itu dengan kasih sayang terhadap mereka.


"Terimakasih atas kebaikan paman dan bibi Wang kepada kami",kata Chen Si Lei dan kedua orang selirnya.


"Kami juga ucapkan terima kasih atas kunjungan Paduka kepada kami berdua di rumah ini",kata Tuan Wang ramah sekali kepada Chen Si Lei dan kedua orang selir nya.


"Paduka hamba sudah siap untuk melakukan perjalanan bersama Paduka",kata Wang Bao usai mereka sarapan pagi bersama di ruang makan sederhana yang di buat oleh Qiu Chao sebagai istri Wang Bao Pendekar Angin Sakti dan menantu wanita di rumah keluarga Wang Bao.


"Ku rasa sebaiknya kalian tinggal saja di sini untuk merawat dan berbakti kepada kedua orang tua kalian serta merawat Wang Li Ya sebagai keponakan kalian",


"Baiklah hamba patuh kepada Paduka",jawab Wang Bao dan Qiu Chao.


"Untuk kalian berdua kembalilah ke rumah di antar oleh Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti dan jagalah kesehatan kalian berdua juga harus saling menjaga dan saling menghormati dan menghargai serta saling menyayangi dengan yang lain di rumah,juga bantu Hua Erl mengurus rumah tangga dengan baik",perintah Chen Si Lei kepada kedua orang selir nya.


"Ya kami patuh kepada Paduka Kaisar Tang Agung",jawab kedua selir nya.


Sesudah itu,Chen Si Lei pamit kepada keluarga Wang Bao Pendekar Angin Sakti untuk melanjutkan perjalanan ke tempat lain bersama Hu Yi Tian setelah kedua orang selir nya di pulangkan ke rumahnya di kawal para Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti serta burung rajawali emas sakti di atas kereta kuda mereka.


Kini Chen Si Lei dan Hu Yi Tian berjalan bersama menuju ke arah desa kecil yang bernama' Desa Bunga Kertas'.


Desa kecil ini merupakan desa kerajinan tangan berasal dari kertas bermacam -macam aneka jenis kertas,dan Chen Si Lei menyukai hasil karya para penduduk desa itu yang sangat menarik untuk di jadikan hiasan rumah dan sebagainya,dan Hu Yi Tian sangat ingin sekali mencoba membuat hiasan kertas dengan kedua tangannya sendiri.


"Oh kau cobalah untuk membuat lampion",kata Chen Si Lei mendukung Hu Yi Tian dengan semangat sekali.


"Ya hamba akan mencobanya",jawab Hu Yi Tian bersemangat untuk membuat sebuah karya seni yang indah melalui kedua telapak tangannya.


Chen Si Lei berkeliling dari satu rumah ke rumah lainnya untuk melihat hasil karya para penduduk desa itu dan Chen Si Lei berdiam diri di rumah seorang wanita tua yang sangat piawai membuat cinderamata dari bunga kertas sampai Chen Si Lei tersenyum sendiri mengagumi karya wanita itu.


"Tuan Muda apakah anda suka dengan bonsai dari bunga kertas yang aku buat ini?",tanya wanita tua itu ramah sekali kepadanya.


"Iya aku suka sekali",jawab Chen Si Lei sangat antusias untuk memiliki hiasan itu.


"Oh kalau begitu bunga bonsai kertas ku ini ku berikan kepada mu",wanita tua itu ramah sekali memberikan hasil karyanya kepada Chen Si Lei yang segera cepat menerimanya dengan sopan dan hormat kepada wanita tua itu.


Chen Si Lei merasa senang sekali menerima bunga bonsai kertas dari salah satu penduduk desa bunga kertas,maka ia tunjukkan kepada Hu Yi Tian yang belum berhasil menciptakan sebuah karya tangannya sendiri tetapi Hu Yi Tian belum menyerah sampai berhasil menciptakan lampion naga bunga kertas untuk Chen Si Lei.


Tetapi pada saat Chen Si Lei berada di sebuah gubuk kecil di desa bunga kertas ini sambil menunggu hasil karya Hu Yi Tian datang kepadanya,Chen Si Lei dapat merasakan adanya beberapa orang yang masuk ke dalam desa bunga kertas dan memiliki hawa mukjizat sesat yang sangat hebat dan ganas sekali sehingga Chen Si Lei segera berkelebat cepat untuk menangkap semua orang itu.


Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat yang di salurkan melalui daun yang di tiup olehnya untuk membuat sebuah melodi yang indah dan menarik sekali untuk di nikmati dalam suasana hati yang damai di dalam desa yang damai dan sangat tenang seperti desa bunga kertas.


Sejumlah orang sakti meluncur cepat keluar dari persembunyian karena merasa kesakitan pada gendang telinga mereka yang tentunya akan membuat dada dan isi tubuh mereka hancur berantakan oleh ilmu mukjizat Gunung Guo yang Chen Si Lei dapatkan dari kitab ilmu mukjizat Dewa Langit Gunung Guo.


"Bedebah kau Pendekar Rajawali Emas Sakti!!", teriak para musuh sakti sesat dari Sekte Sesat Lintah Racun.


"Kalian semua yang telah berani mengganggu desa ku",kata Chen Si Lei dengan nada tenang sekali.


"Kami Sekte Sesat Lintah Racun sama sekali tidak pernah takut kepada mu!!",hardik salah satu dari anggota Sekte Sesat Lintah Racun.


"Kalian cabang atau markas besar Sekte sesat Lintah Racun?",tanya Chen Si Lei dengan tatapan mata tajam sekali.


"Cabang ke lima",jawab gadis anggota Sekte Sesat Lintah Racun dengan jujur.


"Oh ",kata Chen Si Lei menggunakan kipas membunuh mereka semua yang telah berani mengganggu ketenangannya.


Wuttttt !!!


Dessssssss !!


"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh ilmu mukjizat piramida sakti Chen Si Lei.


Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat piramida sakti untuk membunuh Ketua cabang sekte sesat Lintah Racun yang menyamar sebagai wanita tua yang telah memberikan bonsai bunga kertas yang mengandung hawa sesat tajam kepada Chen Si Lei dengan maksud untuk membunuhnya tetapi gagal karena Chen Si Lei sudah membuyarkan racun berbahaya itu dari bonsai tersebut dengan ilmu sakti mukjizat telapak matahari sakti.


Wuttttt !!


Dessssssss!!


Brrrrrrrrrrrrr !!


"Paduka hamba sudah berhasil menciptakan sebuah karya seni kertas naga yang bagus untuk anda melalui kedua telapak tangan hamba",kata Hu Yi Tian merasa bahagia dan bangga dengan karyanya sendiri yang ia persembahan kepada Chen Si Lei junjungan nya.


"Wah terima kasih banyak Hu Yi Tian karya mu sangat hebat",puji tulus dari Chen Si Lei untuk Hu Yi Tian yang terharu dengan kebaikan hati Chen Si Lei terhadap Hu Yi Tian.


Chen Si Lei menerima lampion naga yang indah sekali dari Hu Yi Tian yang segera di simpan dengan baik oleh Chen Si Lei yang mengirimkan lampion dan bonsai ini ke rumahnya melalui burung merpati yang kakinya di beri tanda warna hijau yang segera di terima di pihak kamar tidur pribadi Chen Si Lei,yaitu Kasim Yin.


"Paduka setelah kita keluar dari desa bunga kertas ini,kita akan pergi ke sebuah pegunungan yang di namakan pegunungan ulat sutera menurut informasi yang hamba dapatkan dari kepala desa bunga kertas yang mengajarkan hamba buat karya tangan hamba yang sangat hebat itu dengan sabar sampai hamba berhasil memberikan persembahan bunga kertas lampion naga untuk anda",lapor Hu Yi Tian yang mendapatkan kepastian dari seorang pria baik hati yang ikut datang ke Chen Si Lei di gubuk kecil yang sangat bersih dan nyaman untuk Chen Si Lei bisa melakukan semedhi atau pertapa untuk menghimpun hawa sinkang bersih pada tubuh Chen Si Lei.


"Iya terimakasih Hu Yi Tian",kata Chen Si Lei ramah pada Hu Yi Tian.


"Terimakasih tuan atas informasinya",kata Chen Si Lei sopan kepada kepala desa bunga kertas.

__ADS_1


Dan beberapa hari kemudian Chen Si Lei dan Hu Yi Tian keluar dari daerah desa bunga kertas menuju ke pegunungan ulat sutera yang sudah terlihat jelas dari pintu keluar dari desa tersebut.


__ADS_2