Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti

Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti
Hari Istimewa Di Bu Tong Pai.


__ADS_3

Sebelum aku menulis lanjutan dari cerita kisah Chen Si Lei.


Aku ingin ucapkan 'Dirgahayu Republik Indonesia 'Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia. Semoga Kita Semua Sehat,Panjang Umur, Sukses Dan Bahagia.


Kepada semua saudara -saudari setanah air Indonesia mari kita junjung tinggi nilai persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, nilai persaudaraan dan rasa saling toleransi satu sama lain dan kita dukung semua karya yang ada di dalam Noveltoon untuk membantu seluruh penulis novel Indonesia semakin jaya dan berkarya.


Terimakasih..


Saya ucapkan salam hangat dan persahabatan dari saya untuk semua teman -teman online seperjuangan.


Oke, Met membaca dan jangan lupa untuk like,komen yang positif dan sopan so vote and share. I love Alls .



Kembali ke cerita :β˜ΊπŸ˜™


Setelah Sin Yue Qing sembuh dari luka pada kakinya. Sejumlah besar pasukan Kekaisaran Tang Agung datang ke Bu Tong Pai untuk melakukan sesuatu hal yang penting bagi kehidupannya bersama Chen Si Lei akan di mulai pada hari itu, yakni hari pernikahan dirinya dengan Chen Si Lei yang akan di saksikan langsung oleh Ketua Sekte Bu Tong Pai sebagai wakilnya dan Ibu Suri Ling sebagai wakil Chen Si Lei.


Pada hari yang bertepatan dengan hari ulang tahun Sin Yue Qing yang ke tujuh belas tahun di dalam markas besar Sekte Bu Tong Pai. Terjadi sebuah peristiwa besar yang sangat penting dan bahagia karena di hari ini Chen Si Lei benar-benar tulus hati untuk menikah dengan Sin Yue Qing.


" Dengan di hadiri oleh segenap keluarga besar Kekaisaran Tang Agung dan Sekte Bu Tong Pai kami selaku Dewan Agung bagian urusan pernikahan Kekaisaran Tang Agung menyambut kehadiran kedua mempelai yang sangat penting dan istimewa ini .Mari kita sambut Paduka Kaisar Tang Agung Tang Si Lei dana Putri Sin Yue Qing untuk melakukan empat ritual pernikahan Kekaisaran Tang Agung ", kata Ketua Dewan Agung bagian urusan pernikahan Kekaisaran Tang Agung.


Lalu Chen Si Lei menunggu kedatangan Sin Yue Qing yang memakai gaun warna merah dan keemasan serta berkerudung merah khas pernikahan Kekaisaran Tang Agung di dampingi oleh Putri Yang Ying Ying dan Su Qin berjalan bersama keluar dari tandu pengantin wanita.


Chen Si Lei tersenyum bahagia menyambut kedatangan mempelai wanitanya di hadapannya, lalu ia meraih jemari Sin Yue Qing untuk berjalan bersamanya ke hadapan Ibu Suri Ling dan Ketua Sekte Bu Tong Pai Zhang Chiu San serta Li Shao Ning selaku Permaisuri utama Kekaisaran Tang Agung untuk menyambut Sin Yue Qing sebagai seorang madunya yang baru dan akan bergelar Permaisuri Sin Yue Qing.


" Sekarang silakan Paduka Kaisar Tang Agung Tang Si Lei dan Putri Sin Yue Qing saling berhadapan untuk ritual pertama yang di mulai dengan penghormatan tiga kali Sang Putri terhadap Kaisar Tang Agung Tang Si Lei sebagai Kaisar, suami dan pria satu untuk selamanya bagi Tuan Putri ", kata Dewan Agung bagian urusan pernikahan memberitahu petunjuk kepada Sin Yue Qing.


Sin Yue Qing memberikan penghormatan kepada Chen Si Lei dengan sujud dan salam hormat dengan kepala di tertunduk sopan dan di sambut oleh Chen Si Lei dengan anggukan yang berarti bahwa Chen Si Lei telah menerima wanita yang memberikan penghormatan terhadap dirinya sebagai wanita, istri dan Permaisuri keduanya.


"Ritual kedua adalah Paduka Kaisar Tang Si Lei dan Putri Sin Yue Qing silakan memberikan penghormatan terhadap Langit Dan Bumi sebanyak tiga kali ", kata Dewan Agung bagian urusan pernikahan.


Chen Si Lei dan Sin Yue Qing menghadap arah Langit Dan Bumi di depan altar Sang Buddha sebagai saksi setia mereka berdua,lalu mereka berdua memberikan penghormatan tiga kali kepada Langit Dan Bumi.


"Ritual Ketiga adalah Paduka Kaisar Tang Si Lei dan Putri Sin Yue Qing silakan anda berdua menghadap ke Ibu Suri Ling dan Ketua Sekte Bu Tong Pai sebagai penghormatan terhadap kedua orangtua anda berdua ", kata Dewan Agung bagian urusan pernikahan.


Chen Si Lei dan Sin Yue Qing menghadap ke Ibu Suri Ling dan Ketua Sekte Bu Tong Pai untuk memberikan penghormatan tiga kali terhadap kedua orang tua itu dengan memberikan kedua orang tua itu minum arak pernikahan yang di berikan oleh keduanya sebagai sepasang mempelai pengantin pada hari ini.


" Selanjutnya adalah ritual khusus untuk Tuan Putri Sin Yue Qing memberikan penghormatan tiga kali kepada Permaisuri Li Shao Ning selaku istri pertama dan Permaisuri Kekaisaran Tang Agung yang pertama bagi Kaisar Tang Si Lei dan Kekaisaran Tang Agung ", kata Dewan Agung bagian urusan pernikahan memberi petunjuk kepada Sin Yue Qing untuk memberikan penghormatan terhadap Li Shao Ning dengan memberikan tiga kali minum arak pernikahan dengan Sin Yue Qing bersujud hormat kepada Li Shao Ning seperti yang ia lakukan kepada Ibu Suri Ling dan Ketua Sekte Bu Tong Pai.


Li Shao Ning menerima penghormatan tiga kali yang di berikan oleh Sin Yue Qing kepadanya dengan menerima tiga kali minum arak pernikahan dengan cawan keramik warna merah dan emas.


" Dan sekarang silakan Paduka Kaisar Tang Agung dan Putri Sin Yue Qing masuk ke kamar pengantin untuk ritual pribadi sesuai petunjuk dari Ketua Dewan Agung bagian urusan pribadi Kekaisaran Tang Agung ", kata Dewan Agung bagian urusan tata cara pernikahan memberikan petunjuk kepada Chen Si Lei dan Sin Yue Qing untuk melaksanakan ritual selanjutnya dari ritual pernikahan sah dan resmi dari Kekaisaran Tang Agung.


Chen Si Lei menggunakan kudanya menuju ke arah kamar pengantin sedangkan Sin Yue Qing menggunakan tandu pengantin yang di kawal langsung oleh para pasukan Kekaisaran Tang Agung dan para dayang istana khusus untuk Sin Yue Qing sudah siapkan dengan sebaik mungkin.


Chen Si Lei menerima penghormatan dan ucapan selamat hari berbahagia untuk hari pernikahannya dengan Sin Yue Qing dari seluruh rakyat yang berada di daerah pegunungan Bu Tong di sepanjang jalan menuju ke arah istana khusus untuk peristirahatan nya di sebuah tempat khusus di daerah puncak gunung Bu Tong yang tertinggi.


Di dalam Istana Kekaisaran Tang Agung atau vila khususnya.


Chen Si Lei dan Sin Yue Qing melakukan ritual selanjutnya dari acara pernikahan Kekaisaran Tang Agung untuk meresmikan hubungan mereka berdua secara sah lahir dan batin.


Pertama saat Chen Si Lei tiba di depan kamar tidur pengantin. Sin Yue Qing telah tiba duduk di tepi tempat tidur dengan sopan dan elegan menunggu Chen Si Lei masuk ke dalam kamar.


Lalu Chen Si Lei mengambil tongkat emas berukiran naga dan burung Hong dari nampan emas yang di siapkan oleh pihak Dewan Agung bagian urusan pribadi ini untuk membuka kerudung pengantin wanita yang di pakai oleh Sin Yue Qing pada saat ini.


" Silakan Paduka Kaisar Tang Si Lei membuka kerudung Tuan Putri Sin Yue Qing ", kata Dewan Agung bagian urusan pribadi sudah memberikan petunjuk nya.


Chen Si Lei membuka kerudung Sin Yue Qing dengan tongkat emas ukuran naga dan burung Hong ,lalu ia terpesona dengan kecantikan Sin Yue Qing yang sangat luar biasa cantik jelita sekali saat ini dengan pakaian dan riasan pengantin nya.


" Silakan Paduka Kaisar Tang Si Lei dan Putri Sin Yue Qing saling berbagi ritual makan makanan dan minuman khas untuk pernikahan Kekaisaran Tang Agung, yaitu makan makanan dua belas macam jenis makanan penting dalam ritual pernikahan untuk rejeki yang melimpah serta mendapatkan keturunan sepasang anak emas dan anak giok yang di berkati oleh Tuhan, Buddha, Langit Dan Bumi serta di berkahi keharmonisan dalam kehidupan pernikahan dari hari ini hingga akhir hayat selalu harmonis dan bahagia ", kata Dewan Agung bagian urusan pribadi sudah memberikan berbagai macam jenis makanan pokok itu.


Chen Si Lei dan Sin Yue Qing mematuhi peraturan tersebut dengan sangat patuh dan taat.


"Selanjutnya silakan Paduka Kaisar Tang Si Lei dan Putri Sin Yue Qing saling berbagi minum arak pernikahan untuk saling menyatu satu sama lain dengan rasa cinta dan kebahagiaan sepanjang hidup anda berdua selamanya ", kata Dewan Agung bagian urusan pribadi sudah memberikan cawan keramik isi arak pernikahan kepada Chen Si Lei dan Sin Yue Qing yang lalu mematuhi peraturan tersebut dengan patuh.


"Dan terakhir adalah ritual penyatuan antara Paduka Kaisar Tang Si Lei dengan Putri Sin Yue Qing. Silakan di lakukan di malam hari ini dan kami akan menunggu di luar kamar pengantin untuk esok pagi kami bisa mendapatkan hasil yang sesuai yang kami harapkan untuk anugerah kebesaran Kekaisaran Tang Agung ", kata Dewan Agung bagian urusan pribadi yang di pimpin oleh Kasim Liu Mu dari awal hingga akhir ritual tersebut.


Setelah para pasukan Dewan Agung bagian urusan pribadi keluar dari kamar tidur pengantin, Chen Si Lei menatap wajah Sin Yue Qing dengan tatapan mata tajam sekali tetapi lembut dan penuh cinta dan kasih sayang terhadap Sin Yue Qing yang menundukkan kepala dan wajahnya karena tersipu malu dengan cara Chen Si Lei menatapnya.


" Qing Qing sekarang kau sudah resmi menjadi istri ku .Aku sangat bahagia sekali dan aku tidak bisa menunggu lama lagi untuk ritual selanjutnya ", kata Chen Si Lei membuka pakaian pengantin Sin Yue Qing dan membaringkan gadis itu di atas tempat tidur pengantin.


Lalu Chen Si Lei membuka pakaiannya sendiri dan berbaring di atas tubuh Sin Yue Qing, dengan menciumnya mesra sekali pada sepasang matanya, hidungnya, kedua pipi nya, bibir, mulut indah dan mungil serta manis semanis buah persik, lalu Chen Si Lei mencium leher Sin Yue Qing dan memberikan kasih sayang.


"Aghh",Sin Yue Qing meremas rambut panjang Chen Si Lei yang menutupi tubuh nya.


Chen Si Lei tersenyum lembut sekali kepada Sin Yue Qing sesudah melakukan hal itu.


" Aku sangat mencintaimu, Qing Qing ", kata Chen Si Lei membelai lembut bagian -bagian tertentu dari istrinya yang bergelar Permaisuri Sin Yue Qing.


Sin Yue Qing mengangguk membalas ciuman dan belaian yang di berikan oleh Chen Si Lei kepadanya sampai Chen Si Lei merasakan kebahagiaan yang luar biasa dan mereka berdua pun tertidur pulas berpelukan mesra satu sama lain sampai pagi hari berikutnya.


Chen Si Lei lebih dahulu bangun tidur dari Sin Yue Qing yang masih tertidur pulas kelelahan tetapi bahagia sekali.

__ADS_1


"Paduka apakah hamba sudah boleh masuk ke dalam kamar tidur anda?",tanya Kasim Liu Mu dari luar kamar tidur pengantin.


"Nanti saja dahulu dan tunggu sampai istriku bangun tidur baru kau bisa masuk dan periksa hasil dari ritual kami berdua ", jawab Chen Si Lei masih ingin sekali memandang Sin Yue Qing yang sedang tidur dalam tubuh polos dan terbuka.


Chen Si Lei mengangkat Sin Yue Qing untuk mengambil sprei putih yang sudah bernoda darah kesucian Sin Yue Qing yang sudah sah menjadi milik Chen Si Lei seorang seumur hidup wanita yang berada di gendongannya dan ia lemparkan sprei kotor itu keluar kamar tidur pengantin dan jatuh tepat menutup wajah Kasim Liu Mu yang kaget setengah mati.


"Terimakasih Paduka",jawab Kasim Liu Mu menerima sprei kotor noda darah dari kesucian Sin Yue Qing untuk dijadikan sebagai tanda bukti kepemilikan dan kesucian serta kesetiaan bahkan kejujuran dan kebersihan wanita yang kini resmi menjadi istri Kaisar Tang Agung dan juga Permaisuri kedua Kekaisaran Tang Agung.


Chen Si Lei menggendong Sin Yue Qing untuk melangkah ke dalam kamar mandi dan di taruh di dalam bak mandi


"Gege sakit ", kata Sin Yue Qing merintih.


" Ya aku tahu tapi tidak lama lagi juga tidak akan sakit lagi ", kata Chen Si Lei yang memandikan Sin Yue Qing dengan kelembutan dan kasih sayang yang amat sangat besar dan dalam sekali.


" Wah kau hebat sekali dan terampil sekali dalam merawat ku ",kata Sin Yue Qing sudah rapi dengan riasan dan pakaian sopan di bantu oleh Chen Si Lei.


"Aku harus merawat mu setiap hari untuk kau selalu sehat dan bahagia bersama ku",kata Chen Si Lei usai dia juga rapi kembali.


Lalu mereka berdua berjalan bersama menuju ke aula utama vila untuk menemui Ibu Suri Ling dan Li Shao Ning serta semua keluarga besar Kekaisaran Tang Agung untuk sarapan pagi bersama di hari dan pagi pertama kali Sin Yue Qing resmi menjadi bagian dari keluarga besar Kekaisaran Tang Agung.


"Hormat kami berdua kepada Huang ErNiang ", sapa Chen Si Lei dan Sin Yue Qing kepada Ibu Suri Ling.


"Ya anakku ", kata Ibu Suri Ling tersenyum keibuan menyambut kedatangan Chen Si Lei dan Sin Yue Qing.


"Selamat pagi Huang ErNiang ", sapa Sin Yue Qing memberikan hormat kepada Ibu Suri Ling.


"Ya menantu ku ",jawab Ibu Suri Ling tersenyum lembut kepada Sin Yue Qing.


"Hormat saya kepada Paduka Kaisar Tang Agung ", sapa Li Shao Ning berdiri dan memberikan salam kepada Chen Si Lei.


"Selamat pagi cici Shao Ning ", sapa Sin Yue Qing memberi salam kepada Li Shao Ning.


"Selamat pagi juga adikku yang manis ",jawab Li Shao Ning tersenyum lembut dan ramah.


"Shao Ning terimakasih ", kata Chen Si Lei merangkul Li Shao Ning untuk di ajak duduk di kursi sebelah kirinya dan Sin Yue Qing duduk di kursi sebelah kanannya.


Lalu Melani, Xue Erl dan Aurora datang untuk memberikan salam pagi mereka kepada Chen Si Lei, Ibu Suri Ling, Li Shao Ning dan Sin Yue Qing yang sudah duduk di kursi mereka masing - masing.


"Hormat kami kepada Huang ErNiang, Paduka Kaisar Tang Agung, Permaisuri Li Shao Ning dan Permaisuri Sin Yue Qing ", kata Melani, Xue Erl dan Aurora sujud hormat kepada mereka ber empat.


"Ya terimakasih dan selamat pagi untuk kalian bertiga, mari silakan duduk di kursi kalian ", kata Chen Si Lei tersenyum ramah sekali kepada ketiga orang selir nya.


Melani, Xue Erl dan Aurora duduk di kursi mereka masing - masing.


"Selamat pagi dan selamat datang serta salam hormat kami kepada Huang Ama dan Huang ErNiang Li Shao Ning serta Huang ErNiang Sin Yue Qing dan Huang Nai Nai Ling ", sapa para putra Tang Si Lei di bimbing oleh para pengasuh mereka.


" Ya terimakasih putra -putra ku ",jawab Chen Si Lei tersenyum hangat untuk para putranya yang lalu duduk di kursi mereka masing - masing khusus kursi anak -anak balita dan bayi usia usia tujuh bulan.


Lalu Putri Pertama Tang Xin Yuan berusia empat tahun, Putri Kedua Tang Xin Yu berusia tiga tahun dan Putri Ketiga Tang Xin Hua berusia satu tahun juga datang untuk memberi salam dan penghormatan terhadap Sin Yue Qing sebagai Ibu baru mereka.


"Selamat pagi dan selamat datang serta salam hormat kami kepada Huang Ama, Huang ErNiang Li Shao Ning serta Huang ErNiang Sin Yue Qing dan Huang Nai Nai Ling ", sapa para putri Tang Si Lei di bimbing oleh para pengasuh mereka masing - masing.


"Ya terimakasih putri -putri ku",jawab Chen Si Lei tersenyum hangat untuk para putrinya.


Setelah itu datanglah para adik Tang Si Lei yang di pimpin oleh Putri Yang Ying Ying usia enam belas tahun, Putri Tang Yang Mi usia lima belas tahun, Putri Tang Yang Zi usia empat belas tahun, Putri Tang Yan usia tiga belas tahun, Putri Tang Li Lan usia dua belas tahun dan Putri Tang Hian Cheng berusia sembilan tahun ke hadapan mereka.


"Selamat pagi dan Selamat datang serta salam hormat kami kepada Huang Gege, dan kedua Huang So So serta Huang ErNiang ", sapa para putri adik Kaisar Tang Si Lei.


"Ya terimakasih para meimei ku ",jawab Chen Si Lei tersenyum kasih kepada para adiknya.


Setelah itu mereka semua menikmati sarapan pagi bersama dalam satu keluarga besar Kekaisaran Tang Agung itu.


"Bagaimana menurut mu tentang makanan dan minuman untuk sarapan pagi kita ?", tanya Li Shao Ning lebih dahulu kepada Chen Si Lei sebagai kepala keluarga di lingkungan Kekaisaran Tang Agung.


" Wah sangat enak sekali ", puji Chen Si Lei jujur sekali.


"Apakah kau ingin tahu siapa yang telah membuatkan sarapan pagi kita untuk pagi ini ?", tanya Li Shao Ning tersenyum misterius.


"Siapa ?Aku ingin tahu tentang juru masak terbaik untuk sarapan pagi ku ",kata Chen Si Lei tersenyum menatap wajah amat cantik jelita sekali Li Shao Ning.


"Aku juga ingin tahu.Ayolah beritahu kami ",kata Sin Yue Qing menggigit bibirnya sendiri.


Li Shao Ning tersenyum memperlihatkan gigi putih dan sehat di antara bibir manis nya.


"Istri mu yang lain ", jawab Li Shao Ning menyentuh hidung Chen Si Lei dengan jari telunjuk kanannya.


"Saudari madu mu juga ", jawab Li Shao Ning tersenyum ramah kepada Sin Yue Qing.


"Ya siapa istri ku yang lain yang kau maksud itu ?", tanya Chen Si Lei mencubit bibir Li Shao Ning gemas.


"Phing Phing mu ",jawab Li Shao Ning tertawa halus melihat ekspresi wajah Chen Si Lei terperangah dan menatap wajah Aurora dengan bangga.


"Wah aku sangat merasa bangga sekali dengan bakat masak mu yang hebat dan membahagiakan ku ,Phing Phing ", kata Chen Si Lei tersenyum ramah dan hangat kepada Aurora yang tersenyum.

__ADS_1


"Terimakasih atas pujiannya", jawab Aurora tersenyum bahagia mendapatkan pujian dari Chen Si Lei.


"Selain Aurora, kedua orang isteri mu yang lain juga sangat hebat sekali ", puji Ibu Suri Ling.


"Ohya ??Melani dan Xue Erl membuat kejutan apa untuk ku?",tanya Chen Si Lei nada senang dan bangga.


"Melani, dia memberikan kontribusi bagi rakyat kita dengan membuat obat -obatan herbal yang bermanfaat bagi kesehatan masyarakat kita dan Xue Erl, hmm dia menyembuhkan penyakit pelupa ku yang di sebabkan oleh wanita jahanam itu ", jawab Ibu Suri Ling memberitahu Chen Si Lei tentang kebaikan hati Melani dan Xue Erl.


"Wah aku sungguh berterimakasih atas perhatian dan kebaikan kalian berdua pada rakyat kita dan ibu kita ", kata Chen Si Lei tersenyum ramah dan hangat kepada Melani dan Xue Erl.


"Kami berdua hanya melakukan tugas kami sebagai pelayan masyarakat kita dan menantu yang baik untuk ibu mertua kami ",jawab Melani dan Xue Erl serentak.


"Baiklah tapi aku harus tetap memberikan kalian bertiga hadiah untuk membalas kebaikan kalian kepada ku ", kata Chen Si Lei menatap ketiga selir nya dengan bangga.


"Jadikan saja mereka semua sebagai Permaisuri mu juga",kata Li Shao Ning dan Sin Yue Qing serentak dan dapat senyuman lembut dari Ibu Suri Ling.


"Hmm baiklah aku sama ratakan kalian semua dengan gelar Permaisuri Melani, Permaisuri Xue Erl dan Permaisuri Phing Phing ", jawab Chen Si Lei memberikan tiga orang isteri lainnya Makhota dan tusuk konde burung Hong yang sama persis dengan Makhota dan tusuk konde burung Hong yang di pakai oleh Li Shao Ning dan Sin Yue Qing.


"Terimakasih atas kebaikan Paduka kepada kami semua ", jawab Melani, Xue Erl dan Aurora bersujud hormat kepada Chen Si Lei.


"Ubah panggilan kalian untuk ku dengan sebutan Koko Lei Lei atau suami ku ", kata Chen Si Lei tersenyum lembut sekali kepada para istrinya.


"Ya terimakasih Koko Lei Lei ", jawab para istrinya serentak.


Lalu para wanita itu menggunakan waktu mereka untuk bersenang - senang di vila untuk saling bercerita satu sama lain yang membuat mereka ber lima menjadi akrab dan ber saudari erat seperti saudari kandung mereka sendiri.


Chen Si Lei menemani Ibu Suri Ling melihat -lihat perkebunan sayur dan buah di sekitar vila Kaisar Tang Agung.


"Huang ErNiang aku ucapkan terima kasih atas kebaikan mu untuk menerima Sin Yue Qing sebagai menantu mu ",kata Chen Si Lei memeluk Ibu Suri Ling.


"Ya anakku. Huang ErNiang juga sesungguhnya menyukai dan menyayangi anak itu seperti menyayangi Yang Yang kita ", jawab Ibu Suri Ling mengelus rambut Chen Si Lei.


" Yang Yang sudah meninggal dunia dan yang berada di sekitar Huang ErNiang saat ini adalah Sin Yue Qing menantu Huang ErNiang dan istri putra mu ",kata Chen Si Lei.


"Ya ErNiang tahu. Yang Yang adalah adik angkat mu yang sesungguhnya ingin sekali ErNiang menjadikannya sebagai menantu ErNiang untuk anak itu bisa selalu dekat bersama kita terutama selalu ada di sisi ErNiang tapi ya takdir berkata lain. Ahh anak itu sudah tenang dan damai serta bahagia di Surga", kata Ibu Suri Ling seraya memetik buah jeruk dari pohonnya.


"ErNiang ", kata Chen Si Lei mengambil dan mengupas buah jeruk untuk Ibu Suri Ling bisa makan buah jeruk dengan mudah.


Sementara itu anak -anak Chen Si Lei sibuk bermain bersama para adiknya di taman bermain di vila itu.


"Suasana seperti inilah yang sangat aku sukai dari aku masih seperti mereka ", kata Xiao Yan Li dalam wujud Roh Putri Naga Langit Timur karena hari ini, ia ada di luar bumbung bambu nya.


"Apakah kau ingin menjadi manusia lagi ?", tanya Li Shao Ning dan Sin Yue Qing mendatangi nya setelah Melani, Xue Erl dan Aurora sibuk di dapur untuk masak untuk makan siang.


"Kedua Dewi. Apakah aku bisa menjadi manusia lagi seperti anda berdua ?", Xiao Yan Li balas bertanya.


"Bisa ,karena aku sudah menemukan jasad wanita yang cocok untuk mu bisa hidup lagi ", jawab Li Shao Ning tersenyum ramah sekali kepada Xiao Yan Li.


"Benarkah ???Siapa ?Di mana Anda menemukannya untuk saya ?", tanya Xiao Yan Li penuh harap.


"Ikut kami",kata Sin Yue Qing yang sudah berkelebat cepat bersama Li Shao Ning menuju ke sebuah goa di bagian lain dari pegunungan Bu Tong.


Xiao Yan Li melayang mengikuti mereka berdua dan tiba di dalam goa yang ada tubuh seorang gadis berusia tujuh belas tahun yang amat cantik jelita sekali.


"Siapakah gadis ini ?", tanya Xiao Yan Li terpana dengan jasad gadis yang akan ia pakai untuk hidup lagi.


"Putri pimpinan Sekte Bu Tong Pai yang bernama Zhang Xiao Yan,gadis itu tewas karena ingin pertahankan kesuciannya dari Pangeran Muda Yi Bun yang ingin memiliki ilmu mukjizat sesat dari seorang gadis suci pilihan ,kau mirip dengannya ,maka kau bisa membantunya untuk balas dendam atas kematiannya yang di sebabkan oleh Pangeran Muda Yi Bun ", jawab Sin Yue Qing menceritakan riwayat jasad gadis malang itu.


"Dan kau bisa membantu Koko Lei Lei dan kami untuk menghabisi para musuh sakti sesat yang berada di luar Kekaisaran Tang Agung, yaitu Raja Iblis Surga Ke Enam setelah kita membahagiakan semua orang di Kekaisaran Tang Agung", kata Li Shao Ning menambahkan.


"Baiklah aku bersedia untuk bekerjasama dengan kalian semua",kata Xiao Yan Li .


Lalu Xiao Yan Li masuk ke dalam tubuh Zhang Xiao Yan dengan bantuan ilmu mukjizat gabungan dari Li Shao Ning dan Sin Yue Qing serta air mata burung phoenix yang datang ke goa itu sesuai perintah Li Shao Ning dan Sin Yue Qing.


Dalam waktu satu jam lamanya Zhang Xiao Yan terbangun dan duduk di atas tempat tidur batu es yang di siapkan oleh Sin Yue Qing untuk mengawetkan jasad gadis itu untuk Xiao Yan Li bisa masuk dan memakainya sebagai sosok yang baru .



Xiao Yan Li yang baru dan berubah menjadi Zhang Xiao Yan dengan julukan Pendekar Naga Langit Timur.


"Kau sudah sadar ?", tanya Sin Yue Qing riang gembira menyambut sahabatnya .


Zhang Xiao Yan berdiri dan bersujud hormat kepada Li Shao Ning dan Sin Yue Qing dengan hormat.


"Hormat hamba Zhang Xiao Yan kepada Kedua Permaisuri ", kata gadis itu sujud hormat kepada Li Shao Ning dan Sin Yue Qing.


"Bangunlah dan sekarang kau ikut kami menjadi pengawal pribadi kami ",kata Li Shao Ning dan Sin Yue Qing.


"Ya hamba patuh kepada kedua Permaisuri ", jawab Zhang Xiao Yan patuh pada Li Shao Ning dan Sin Yue Qing.


"Ku rasa sudah waktunya untuk kita kembali ke vila untuk makan siang bersama keluarga kita ", kata Li Shao Ning mengingatkan Sin Yue Qing untuk mereka bisa secepatnya kembali ke sisi Chen Si Lei yang tentunya akan cemas dan panik dan takut bila kedua orang Permaisuri nya pergi tanpa pamit kepadanya.


Sin Yue Qing tersenyum memikirkan reaksi Chen Si Lei jika pria itu tahu apa yang telah di lakukan oleh kedua istrinya itu terhadap ular putih kecil nya itu.

__ADS_1


Brrrrrrrrrrrrr !!


__ADS_2