Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti

Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti
Desa Gunung Baodingsan Selatan.


__ADS_3

Tulisan tertera di atas pintu melengkung batu kokoh yang terbaca oleh Chen Si Lei adalah desa gunung Baodingsan selatan. Desa ini yang akan di kunjungi oleh Chen Si Lei sebelum masuk ke wilayah Kerajaan Ji atau suku Ji yang di pimpin oleh kepala suku Ji Ten yang menjadi ayah kandung Ji Yi Tong.


Desa ini adalah desa kecil yang sangat permai memiliki keindahan tersendiri, tapi untuk saat ini desa gunung Baodingsan selatan memiliki aura yang sangat seram sekali karena hawa sesat berbahaya menutup keindahan alam desa ini. Chen Si Lei bisa merasakan bahwa desa gunung Baodingsan selatan memiliki sejumlah penguasa yang memiliki hawa sesat dan barang pusaka sesat yang sangat berbahaya bagi keselamatan rakyat desa gunung Baodingsan selatan.


"Tunggu sebentar sebelum kita masuk ke desa gunung Baodingsan selatan. Aku harus musnahkan hawa sesat dari pintu masuk desa itu dahulu untuk keamanan dan keselamatan kita",kata Chen Si Lei berada di depan yang lainnya.


"Ya Paduka ", jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya yang di belakang Chen Si Lei.


Chen Si Lei menggunakan kipas untuk membuyarkan racun hawa sesat dari pintu masuk ke desa gunung Baodingsan selatan yang ternyata ada kertas huruf mati yang mengandung hawa sesat kuno sekali.


Wushhh !!


Bressssss !!


Setelah Chen Si Lei buyarkan, pintu itu aman untuk mereka lewati bersama -sama dan mereka tiba di sebuah jembatan penyeberangan menuju pemukiman warga desa gunung Baodingsan selatan.


"Mmm ada hawa sesat dari batu jembatan tersebut ", kata Chen Si Lei.


Wuttttt !!


Bressssss !!


"Ayo cepat kita harus berlari cepat ke seberang sana ", kata Chen Si Lei berkelebat cepat ke seberang .


Yang lain mengikutinya dengan cepat dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao berhasil tiba di dekat Chen Si Lei bersama yang lainnya.


Dan setelah itu jembatan penyeberangan runtuh dan ambruk ke jurang berkabut merah besar yang mengandung hawa racun merah sesat yang sangat besar dan ganas sekali sehingga Chen Si Lei melompat ke belakang dan menjaga yang lain dari keracunan hawa racun merah besar yang berasal dari seekor ular raksasa merah dari jurang tersebut.


"Ular merah raksasa laknat !!Tobatlah!!",hardik Chen Si Lei menggunakan kipas membuyarkan racun merah dari ular raksasa merah besar yang di siram air mata burung rajawali putih raksasa oleh Chen Si Lei.


Wushhh !!


Bressssss !!


Ular raksasa merah kembali tenang dan tidur di dasar jurang gunung Baodingsan selatan sebagai penjaga pintu masuk ke desa gunung Baodingsan selatan.


Chen Si Lei berjalan kembali di depan yang lainnya yang mengikutinya dengan hati berdebar tegang dan waspada terhadap setiap kemungkinan adanya musuh sakti sesat dan juga hewan -hewan berracun ganas yang lainnya yang menjadi tantangan mereka untuk masuk ke pemukiman warga desa gunung Baodingsan selatan.


"Kita sudah bisa jalan ke pemukiman warga desa gunung Baodingsan selatan yang berada di jalur ke lima dari desa ini ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


"Tunggu sebentar di dekat pohon besar itu ada ular merah belang yang menanti kita untuk menghadapinya dengan berani ", kata Chen Si Lei melihat ada lima ekor ular merah belang berracun ganas sekali menanti mereka.


"Ih seram sekali desa ini",kata Putri Zhao Li Na yang berjalan bersama Putri Ji Yi Tong.


"Tanah itu bergerak ", kata Putri Ji Yi Tong .


Tanah yang akan di injak oleh mereka untuk tiba di pohon jalur pertama menuju ke pemukiman warga desa gunung Baodingsan selatan benar-benar bergerak dan hawa merah sesat keluar dari tanah tersebut.


Chen Si Lei menggunakan kipas membuyarkan racun hawa merah sesat yang membuat tanah bergerak hebat.


Wushhh !!


Bressssss !!


Bruakkk !!


Tanah kembali tenang usai racun hilang oleh Chen Si Lei yang sudah berkelebat cepat untuk menenangkan ular merah belang yang di beri pil embun Himalaya sakti .


Wushhh !!


Bressssss !!


Ular merah belang tenang kembali, maka Chen Si Lei dan kawan-kawan nya bisa lewat pohon dengan aman.


"Jalur dua adalah sejumlah senjata rahasia warna merah yang berracun ganas sekali ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao melihat pepohonan menyatu semua warna merah.


"Burung merah kecil di sekitar pohon -pohon itu ", kata Ji Bing.


"Gadis baju merah juga ada di atas pohon tertinggi di ujung jalur dua",kata Putri Ji Yi Tong.


"Julukan nya setan merah kecil ", kata Ji Bing lagi memberikan informasi kepada Chen Si Lei.


Chen Si Lei melangkah lebih dahulu daripada teman -temannya yang berjalan di belakang, Chen Si Lei menatap tajam sejumlah burung merah kecil yang bergerak beterbangan ke arah Chen Si Lei yang segera menggunakan kipas sakti yang di sertai ilmu mukjizat Gunung Ling menghadapi burung -burung merah kecil yang berracun ganas itu.


Wushhh !!


Bressssss !!


"Tutup semua indera penciuman kalian semua dengan ilmu mukjizat bersih yang kalian miliki agar terhindar dari racun merah dari burung -burung merah kecil ini",


Chen Si Lei memberi instruksi kepada semua temannya yang segera mematuhi perintah Chen Si Lei.


Wushhh !!!


Chen Si Lei berkelebat cepat menangkis serangan maut dari burung -burung merah kecil yang ganas itu dengan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat sehingga burung -burung merah kecil terlempar jauh dari Chen Si Lei dan para sahabatnya.


Chen Si Lei menggerakkan kipas secara cepat membabat habis kepala pria ganas yang menjadi orang yang menggunakan ilmu mukjizat sesat membuat burung -burung merah kecil menyerang Chen Si Lei dan kawan-kawan nya yang sudah berkelebat cepat melindungi diri mereka masing - masing.


Wushhh !!


Crakkkkkk !!!


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti arak sakti menghalau burung -burung merah kecil menyerang dirinya dengan ganas sekali sehingga Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao harus gunakan ilmu andalan nya.


Wushhh !!


Bressssss !!


Ji Bing menggerakkan pedang secara cepat dan hebat sekali untuk membunuh beberapa ekor burung -burung merah kecil yang menyerang dirinya dengan ilmu pedang Sekte ayam emas sakti.


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei menggerakkan kipas yang di putar ke seluruh penjuru desa gunung Baodingsan selatan untuk membuyarkan racun hawa merah sesat dari burung -burung merah kecil itu dengan ilmu mukjizat telapak matahari sakti.


Wushhh !!!


"Matahari menyinari bumi untuk cinta kasih terhadap semua makhluk hidup di dunia bahagia. Wahai burung -burung merah kecil yang manis. Sadarlah ", kata Chen Si Lei menggerakkan kipas menciptakan cahaya matahari yang hangat ke arah burung -burung merah kecil yang akhirnya tunduk kepada Chen Si Lei.


Burung -burung merah kecil hinggap di bawah sepasang sepatu indahnya Chen Si Lei seakan bersujud hormat kepada Chen Si Lei untuk meminta maaf atas segala kesalahan mereka terhadap sesama dan terhadap Chen Si Lei dan kawan-kawan nya,


"Hebat sekali Pendekar Rajawali Emas Sakti bisa menaklukkan burung -burung ganas itu ", puji Ji Bing.


"Pendekar Rajawali Emas Sakti kau sungguh hebat sekali membuat burung -burung merah kecil ku tunduk kepada mu..Tapi aku tak sudi tunduk kepada mu!!! lihatlah serangan ku ini!!",hardik gadis baju merah menerjang hebat ke arah Chen Si Lei menggunakan ilmu tapak racun merah ganas sekali untuk membunuh Chen Si Lei dengan ganas sekali.

__ADS_1


Wuttttt !!


Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat menyambut serangan tapak racun merah dari gadis baju merah yang ganas itu,


Wuttttt !!


Plakkkkkk !!


Gadis baju merah menggunakan kakinya untuk membuat gerakan menyapu ke arah Chen Si Lei yang sudah menggerakkan kipas memotong gerakan yang di sertai hawa mukjizat hebat dari gadis itu.


Syuutttttttt !!


"Ahh!!Kurang ajar !!", hardik gadis baju merah terhalang oleh gerakan kipas sakti Chen Si Lei yang gunakan ilmu gerak delapan langkah sepasang kaki naga timur laut sakti menghantam hancur tengkuk leher gadis itu.


Krekkk !!


"Berani -berani nya menggunakan kaki ke arah ku..Rasakan leher mu patah",kata Chen Si Lei dingin sekali terhadap gadis yang sudah tewas oleh Chen Si Lei.


"Paduka selanjutnya kita akan menghadapi mereka yang sudah menunggu kita di jalur ke tiga",kata Ji Bing usai Chen Si Lei membunuh gadis baju merah.


"Iya ayo kita hadapi saja mereka dengan berani karena kita adalah Pendekar kaum bersih",kata Chen Si Lei merapikan pakaiannya yang kusut dengan cepat agar ia selalu terlihat rapi dan elegan.


Mereka berjalan bersama menuju Jalan berikutnya yaitu tugu selamat datang .


Chen Si Lei melihat tugu selamat datang ke desa gunung Baodingsan selatan ada seorang pria muda berdiri di atas tugu tersebut. Pria muda itu memiliki sepasang mata tajam sekali namun ganas sekali sehingga membuat sebagian teman Chen Si Lei bergidik ngeri melihat keganasan dari sorotan sepasang mata pria muda itu yang berdiri di atas tugu selamat datang.


"Pendekar Rajawali Emas Sakti akhirnya kau tiba juga di kawasan ku untuk jalan mu menuju ke pemukiman warga desa gunung Baodingsan selatan. Aku Hu Ti senang sekali bisa bertemu dengan mu agar aku bisa mencoba kelihaian mu yang terkenal itu",kata pria muda yang mengaku bernama Hu Ti.


"Hmm baiklah aku juga senang sekali bisa bertanding ilmu silat dengan mu tapi aku tak akan pernah minta maaf bila aku sampai membunuh mu",kata Chen Si Lei arogan dan ganas sekali.


"Baik. Kau lihat ini bocah sombong !!", hardik Hu Ti menyerang Chen Si Lei dengan ilmu mukjizat telapak sakti ular merah berracun menerjang Chen Si Lei.


Wuttttt !!


Plakkkkkk !!


Dessssssss !!


Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat menangkis serangan telapak tangan Hu Ti yang mengandung hawa sesat ganas sekali.


Hu Ti terkejut sekali karena Chen Si Lei berani menyerang nya dengan telapak tangan terbuka untuk menangkis serangan nya,maka ia menerjang maju untuk menghadapi Chen Si Lei menggunakan pedang mukjizat sesat yang sangat ganas sekali.


Wuttttt !!


Trangggggg !!


Chen Si Lei menggunakan kipas menangkis pedang mukjizat sesat dari Hu Ti.


"Agh! ! Kau sungguh kurang ajar terhadap ku yang lebih senior dari mu",kata Hu Ti marah sekali kepada Chen Si Lei yang berkelebat cepat menggerakkan kipas nya secara cepat dan ganas sekali sehingga Hu Ti terpaksa harus mundur dengan cepat seraya menangkis serangan maut dari Chen Si Lei.


Trangggggg !!


Chen Si Lei mendesak Hu Ti dengan ilmu pedang rajawali emas sakti sampai pria muda ganas itu tak ada jalan keluar dari serangan maut Chen Si Lei yang bertubi -tubi dan akhirnya Chen Si Lei menggunakan kipas membabat habis kepala dan tubuh Hu Ti dengan ilmu pedang mukjizat Gunung Guo.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


"Paduka anda sungguh luar biasa tangguh dan hebat sekali..Hamba kagum pada anda ", puji Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao kepada Chen Si Lei.


"Ah biasa saja Wu Sin Hao. Aku justru mengagumi ilmu mukjizat mu yang luar biasa hebat sekali sampai para musuh tewas oleh mu",puji Chen Si Lei tulus hati kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


"Terimakasih Paduka. Anda sungguh baik sekali kepada hamba",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao merasa bersyukur memiliki majikan dan sahabat sebaik Chen Si Lei.


"Kalian berdua sama -sama hebat sebagai seorang Pendekar kaum bersih tingkat tinggi ", kata Ji Bing memuji mereka berdua dengan kagum.


"Ya terimakasih Ji Bing",kata Chen Si Lei tersenyum ramah sekali kepada Ji Bing.


"Tuan besar Ji kau juga hebat sehingga aku kagum kepada mu",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sopan dan hangat persahabatan kepada Ji Bing.


Lalu mereka bersama menuju jalur ke empat di desa gunung Baodingsan selatan agar mereka bisa sampai di pemukiman penduduk desa gunung Baodingsan selatan untuk mereka bisa menolong warga desa gunung Baodingsan selatan yang berada dalam bahaya keracunan hawa sesat merah dari pihak musuh yang sudah menunggu mereka di jalur lima.


Selangkah demi selangkah mereka tiba di jalur ke empat dan di sana ada lima puluh orang musuh sakti sesat yang sudah menunggu mereka dengan sikap garang sekali serta tatapan mata tajam yang mengandung hawa sesat ganas sekali.


"Wah sudah berkumpul bersama untuk menyambut ku yang akan mengirimkan kalian semua ke neraka untuk menebus dosa kalian terhadap rakyat ku",kata Chen Si Lei berkilat kejam sekali kepada para musuhnya yang berdebar kencang ketakutan terhadap Chen Si Lei.


Chen Si Lei menggerakkan kipas secara cepat dan ganas sekali sehingga para musuh sakti sesat tewas dalam serangan maut dari Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat angin tornado yang sangat hebat sekali.


Wushhh !!


Bressssss !!


"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh Chen Si Lei.


"Manusia laknat !!Lihat ini serangan ku!!",hardik pria tua sadis yang menjadi Ketua Sekte Sesat burung merah kecil menyerang Chen Si Lei menggunakan samurai yang sangat tajam sekali untuk membunuh Chen Si Lei yang sudah berkelebat cepat menangkis serangan samurai terhadapnya.


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah mengamuk ganas menghadapi musuh sakti sesat anggota Sekte Sesat burung merah kecil dengan ilmu golok sakti.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Ji Bing menggerakkan pedang secara cepat dan ganas sekali membabat habis para musuh sakti sesat dengan ilmu pedang ayam emas sakti yang sangat hebat sekali.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Para pasukan mereka pun bertarung melawan para pasukan Sekte Sesat burung merah kecil secara hebat sekali sehingga para musuh terdesak hebat oleh ilmu pedang dari Pendekar kaum bersih yang tergabung menjadi Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.


Wuttttt !!


Trangggggg !!!


Trangggggg !!


Putri Zhao Li Na melompat membabat habis sejumlah besar musuh sakti sesat dengan hebat sekali sehingga para musuh tewas dalam serangan maut dari gadis itu.

__ADS_1


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Putri Ji Yi Tong menggunakan pedang menangkis serangan senjata tajam para musuh sakti sesat secara cepat dan hebat sekali sehingga para musuh terdesak hebat oleh ilmu pedang putri kerajaan Ji.


Wushhh !!


Trangggggg !!


Chen Si Lei menggunakan kipas dengan ilmu pedang rajawali emas sakti yang sangat hebat sekali untuk menyerang samurai yang di gunakan oleh pria tua sadis itu dengan sangat hebat sekali sehingga Chen Si Lei harus menggunakan metode awan naga menggulung angin musim semi membabat habis kepala pria tua itu dengan menangkis samurai tepat berbalik ke arah pria sadis itu yang tewas ter babat habis oleh samurai pria itu sendiri.


Crakkkkkk !!


"Musnahkan mereka semua jangan sampai ada yang hidup !!", perintah Chen Si Lei kepada para Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.


"Siap Paduka hamba laksanakan !!", sahut Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti membabat habis para musuh sakti sesat yang terakhir dengan kepandaian ilmu mukjizat mereka masing - masing.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok membabat habis kepala pria ganas sekali dengan ilmu golok sakti.


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei melompat cepat mengerahkan ilmu mukjizat harpa sakti menghantam hancur para musuh sakti sesat yang mengurung rakyat desa gunung Baodingsan selatan yang berada di jalur lima dengan kekuatan penuh.


"Manusia hina!!Rasakan ilmu sakti ku mengirim kalian semua keluar dari bumi ku!!",hardik Chen Si Lei dengan nada dingin sekali.


Wushhh !!


Bressssss !!


"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh Chen Si Lei.


"Pendekar Rajawali Emas Sakti aku tunggu kau di sini !!Ayo hadapi aku!!!",teriak pria tua ganas yang berjuluk Setan Tua Burung Merah Kecil.


"Baik kau tunggu aku di tempat mu..Aku datang ..Aku habisi kau !!", hardik Chen Si Lei sudah lenyap dari jalur empat di desa gunung Baodingsan selatan.


"Paduka. ...!!",teriak Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao terkejut sekali melihat Chen Si Lei berkelebat cepat untuk menghadapi tantangan dari Ketua Sekte sesat burung merah Kecil.


"Kita harus menyusul Paduka",kata Ji Bing segera berkelebat cepat ke arah Chen Si Lei pergi.


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao juga berkelebat cepat di ikuti oleh yang lainnya untuk mengikuti arah berkelebat nya Chen Si Lei.


Tetapi sebuah kabut asap warna merah yang ganas sekali menutup jalan mereka untuk membantu Chen Si Lei sehingga mereka semua harus menggunakan ilmu mukjizat untuk menghadapi kabut asap warna merah supaya mereka selamat.


Wushhh !!


Chen Si Lei yang sudah berkelebat cepat menuju ke jalur lima terkejut sekali lihat asap merah berracun ganas sekali menyerang para sahabatnya dan ia terkurung dalam sinar merah berracun ganas sekali yang berasal dari hawa sesat milik Setan Tua Burung Merah kecil.


"Pendekar Rajawali Emas Sakti kau harus merasakan akibat dari kesombongan mu terhadap kaum kami..Kau akan lihat bagaimana para sahabat mu tewas di hadapan mu tanpa kau bisa menolong mereka ", kata Setan Tua Burung Merah Kecil sadis sekali menggerakkan kedua telapak tangannya untuk mengerahkan ilmu mukjizat racun ganas untuk menyerang Chen Si Lei dengan kejam sekali.


Wushhh !!


Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat untuk menghadapi serangan maut dari kedua telapak tangan berracun ganas dari Sekte Sesat burung merah kecil.


Plakkkk !!!


Kakek Ketua Sekte sesat burung merah kecil terlempar jauh oleh Chen Si Lei yang sudah berkelebat cepat memenggal kepala pria ganas itu tetapi kakek itu segera menangkis serangan maut dari Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat air ludah racun ganas sekali.


Cuh!!


Wuttttt !!


Bressssss !!


"Aghhhhhh !!", teriak Kakek tua itu tewas dalam serangan maut ciptaannya sendiri karena Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat membalikkan keadaan untuk membunuh musuhnya dengan ilmu musuh sakti nya sendiri.


Chen Si Lei tidak mempedulikan jasad kakek tua itu melainkan Chen Si Lei sudah bergerak cepat untuk menolong para sahabatnya dengan ilmu mukjizat telapak matahari untuk membersihkan racun merah sesat dengan cepat.


Wushhh !!


Bressssss !!


Chen Si Lei berkelebat cepat memeriksa keadaan para sahabatnya yang sudah tergeletak pingsan di tengah jalan jalur lima di desa gunung Baodingsan selatan, dan Chen Si Lei menggunakan pil embun Himalaya sakti untuk menolong para sahabatnya dan juga para penduduk desa gunung Baodingsan selatan.


"Kalian jangan khawatir aku akan melindungi kalian semua ", kata Chen Si Lei.


Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak matahari sakti yang sangat hebat sekali sehingga para sahabatnya dan para penduduk desa itu dengan baik dan penuh cinta kasih.


Chen Si Lei memindahkan mereka semua ke sebuah rumah besar milik kepala desa gunung Baodingsan selatan yang sudah tewas oleh pihak musuh. Kini Chen Si Lei menggunakan rumah itu untuk merawat mereka semua dengan baik dan cinta kasih.


Lalu Chen Si Lei juga merapikan kembali desa gunung Baodingsan selatan seraya merawat mereka yang sakit dan menjernihkan kembali udara dan air di sekitar desa gunung Baodingsan selatan untuk masyarakat bisa hidup bahagia dan nyaman.


"Cinta kasih adalah obat yang terbaik untuk menentramkan hati seluruh manusia di dunia ini. Aku mencintai kalian semua sahabatku ", kata Chen Si Lei menatap para sahabatnya dengan kasih sayang yang sangat tulus hati.


Selama tiga hari Chen Si Lei mengabdikan diri untuk membantu rakyat desa gunung Baodingsan selatan melalui perawatan yang sangat baik kepada para penduduk desa gunung Baodingsan selatan sampai semuanya menjadi lebih baik dari pada sebelum nya.


"Paduka terimakasih atas kebaikan Paduka kepada kami ", kata para sahabatnya usai mereka semua sudah sehat kembali.


"Pendekar Rajawali Emas Sakti kami ucapkan terima kasih atas perhatian dan pertolongan mu kepada kami para penduduk desa gunung Baodingsan selatan. Kami bersyukur sekali berkat anda kini kami bisa mendapatkan kembali desa kami yang permai",kata para penduduk desa gunung Baodingsan selatan.


"Iya Sama-sama saudara - saudari ku. .Aku mencintai kalian semua",kata Chen Si Lei tersenyum lembut sekali kepada para penduduk desa gunung Baodingsan selatan.


"Pendekar Rajawali Emas Sakti kami semua mendoakan mu agar selalu sehat dan bahagia beserta keluarga anda dan sahabat Anda, semuanya sehat dan bahagia selalu ", kata para penduduk desa gunung Baodingsan selatan tulus hati untuk membalas kebaikan Chen Si Lei terhadap mereka.


"Paduka hamba sudah siapkan perlengkapan anda untuk kita melanjutkan misi kita ke wilayah Kerajaan Ji yang berada di luar desa gunung Baodingsan selatan ini ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


"Iyaaa terimakasih Wu Sin Hao ", kata Chen Si Lei melambaikan tangan untuk ia pamit kepada semua penduduk desa gunung Baodingsan selatan yang berada di pintu keluar dari desa gunung Baodingsan selatan untuk mengantarkannya.


"Selamat jalan Pendekar Rajawali Emas Sakti dan sukses selalu untuk misi anda untuk kami semua rakyat anda",kata para penduduk desa gunung Baodingsan selatan memberikan senyuman semangat juang tinggi kepada Chen Si Lei .


Lalu Chen Si Lei pun berjalan bersama Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan para sahabatnya yang lain yang menemaninya untuk perjalanan menuju ke wilayah Kerajaan Ji.


Nb.


(Maaf ya apabila teman -teman merasa novel saya jelek dan monoton ,mohon maaf. Saya juga lelah karena saya baru pulih dari sakit yang sedang ramai di dunia. Saya harap kalian semua bisa jaga kesehatan kalian. karena Covid ke 19 itu berbahaya dan menderita fisik dan mental. .Tetapi kalian harus semangat dan jauhilah kerumunan dan banyak minum air putih dan vitamin C jaga imun kalian semua. .Salam hangat dari saya untuk kalian..teman-teman online. )

__ADS_1


__ADS_2