
Setelah setengah jam menyusuri jalanan Kota Kecil Gunung Wu yang padat, Chen Si Lei dan kawan-kawan nya akhirnya tiba di sebuah goa bernama goa batu katak hijau. Langit -langit kecil dengan dua sampai empat tiang penyangga di dekat celah -celan yang di tata dengan alami. Di salah satu sudut dekat celah ,ada rak senjata tajam yang menempel pada dinding goa.
Seorang pria berusia sekitar tiga puluh tahun tengah menempa sebuah pedang di sebuah tungku api yang menyala besar sambil memainkan lagu dalam bahasa suku Wu.
Chen Si Lei seolah terjebak di dunia lain untuk beberapa detik.
" Apa yang aneh, ya?"Lao Gu mengamati setiap isi rak senjata tajam yang berada di dinding goa itu.
" Apa pun ,asal jangan mengandung hawa sesat",pesan Sun Huai, tiba-tiba dirinya teringat pada piring terbang yang pernah mengurungnya di salah satu perjalanan nya bersama kawan-kawan nya sebagai murid -murid Biksu Tong Sam Chong.
Bola mata Bai Bai berputar .
" Pernah ingat piring terbang milik Kera Iblis Tung Fei? ,Di dunia Kekaisaran Tang Agung, ada yang namanya mangkuk terbang. Salah satu benda terbang yang terpengaruh dari anggota Sekte Kera Putih asal Timur Laut Daya. Mirip i...".
" Apa pun.Asal.Jangan .Piring terbang",ulang Sun Huai perlahan, kata demi kata.
Seorang gadis muda kemudian menghampiri mereka. Gu Ma Hao menurunkan pandangan mata dengan satu alis terangkat ke arah Chen Si Lei.
" Gadis yang sama saja dengan yang lainnya ".
Chen Si Lei menyebutkan nama -nama istrinya pada Gu Ma Hao, sementara Pai Su Su menyapukan pandangan mata ke seluruh ruangan goa. Sebagian besar para sahabat di dominasi oleh topi -topi khas Kekaisaran Tang Agung. Mereka sibuk dengan urusan mereka masing - masing.
Peralatan dan perlengkapan mereka tersusun rapi beberapa menit kemudian, ia menyaksikan kebisuan Hong Erl yang ganjil, Mei Niang memutuskan untuk tidak ikut campur urusan kawan-kawan nya untuk sejenak. Rasa ingin tahu Pai Su Su yang terlalu tinggi memang harus di kontrol dalam situasi tertentu.
Setelah puas melamun selama tiga menit, Pai Su Su menghela napas panjang dan mulai menghampiri Chen Si Lei tanpa perlu menyapa pria muda berkuasa itu.
" Jangan khawatir. Aku tidak akan memakan mu sekarang karena aku sedang sibuk mengamati batu hijau di tengah kolam bunga teratai itu ",kata Pai Su Su.
Chen Si Lei tetap tidak mempedulikannya tanpa ekspresi.
" Ada masalah apa yang telah mengganggu mu tadi? "tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao di dekat Chen Si Lei.
" Tidak, Aku..",jawab Pai Su Su terperanjat kaget. Matanya menangkap sosok seorang gadis berpakaian serba ungu yang baru datang ke dalam goa ,Pai Su Su langsung mengenali gadis itu dengan cepat.
" Dewi Rubah Ungu ",kata Sun Huai tersenyum riang gembira menyambut teman baiknya yang sangat cantik jelita sekali itu.
Perubahan sikap Chen Si Lei membuat Pai Su Su makin penasaran. Dia mengikuti arah pandang Chen Si Lei dan menemukan gadis baju ungu menghampiri mereka dan diam -diam ,Hong Erl mengamati sorot mata Chen Si Lei yang sulit di lepas dari gadis itu.
" Kakak Fu senantiasa bahagia hari ini aku bisa bertemu dengan mu lagi ", kata Dewi Rubah Ungu.
" Ya sama-sama ",jawab Chen Si Lei singkat.
" Umpan terbaik selalu memancing ikan paling besar ",
Celetukan Bai Bai memecah lamunan Pai Su Su.
" Kamu baru belajar memancing dari Ning Sa Ni ?",
"Terlalu cantik jelita ",kata Lao Gu tanpa mengacuhkan Erlang.
Malu karena tertangkap basah, Pai Su Su memilih menjauh dari Chen Si Lei yang segera mengikutinya dari belakang. Seandainya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya tidak memberi tatapan mata penuh selidik saat Pai Su Su tidak mau di ikuti oleh Chen Si Lei, dia akan tetap berada di sana.
" Aku tidak apa-apa. Jangan mencemaskan ku ", kata Pai Su Su.
Chen Si Lei akhirnya memberitahukan apa yang menjadi keinginan hatinya untuk mengikuti Pai Su Su. Tentang seorang pria yang awalnya sibuk menempa pedang mukjizat kini menyerang Pai Su Su dengan kecepatan tinggi sekali sampai Chen Si Lei menyambar cepat Pai Su Su dan menghantam hancur pria itu dengan ilmu mukjizat Gunung Ling.
Wushhh! !
Bressssss! !
Pai Su Su mengerjapkan matanya sambil sesekali memperhatikan Chen Si Lei di sisinya tampaknya larut dalam pelukannya.
" Aku merasakan perubahan drastis dari emosi mu.Entah karena datang bulan atau ada hal yang kau sembunyikan ",ucap Chen Si Lei sambil sesekali melirik ke Pai Su Su.
" Sempat terpikir ,mungkin kau sangat menjengkelkan karena tatapan mata mu terkadang meresahkan ku ", jawab Pai Su Su menyembunyikan wajahnya dengan cepat di pelukan Chen Si Lei.
" Selagi ada bunga cinta di sini,aku tidak akan pernah menyia -yiakan nya ",kata Chen Si Lei, santai.
Pai Su Su terdiam.Setelah itu mereka berciuman, dia juga tidak pernah melarang Chen Si Lei berhubungan dengan siapa saja. Terbukti jika Chen Si Lei memeluk Hong Erl dan memiliki pandangan mata terarah kepada Mei Niang dan Na Na juga Ning Sa Ni Dewi Rubah Ungu.
Chen Si Lei merasakan kebahagiaan yang sangat besar dan dalam sekali usai ia berhasil menaklukkan hati para gadis itu.
" Kenapa? ", tanya Chen Si Lei kepada para pengikutnya.
Sebelum menjawab, Kasim Liong melihat Erlang menoleh ke batu katak hijau dan tatapan matanya sangat menyinari cahaya batu katak hijau dan sosok manusia muncul di tengah kolam teratai kuning.
Chen Si Lei mengisyaratkan para gadis untuk segera menghampirinya agar ia bisa melindungi mereka. Kendati ragu, Mei Niang akhirnya beranjak dari tempat nya dan menghampirinya di ikuti oleh Hong Erl dan Na Na serta Qing Xiao Lan .
" Hei kakek setan katak rupanya dirimu yang berada di dalam goa kuno ini ", kata Erlang menggunakan telapak tangan membuat cahaya untuk menghadapi kakek roh jahat.
Wushhh! !
Plashhh! !
Kakek itu menggunakan ilmu uap katak hijau untuk menghadapi ilmu tapak salju Erlang.
Wuttttt! !
Plakkkkkk! !
Dessssssss! !
Sun Huai turun tangan menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga anggrek merah muda yang memiliki kemampuan luar biasa yang membuat roh jahat dari kakek sadis itu hancur.
Wushhh! !
__ADS_1
Blaarrrr! !
Werr! !
"Wah mereka berdatangan untuk menghadapi kita ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya sudah berkelebat cepat untuk menghadapi lawan mereka masing - masing secara jantan.
Wushhh! !
Trangggggg! !
Trangggggg! !
Trangggggg! !
Trangggggg! !
Trangggggg! !
Trangggggg! !
Trangggggg! !
Trangggggg! !
Sejumlah senjata tajam beradu dengan menimbulkan getaran hebat sekali di goa itu.
" Pasukan Sekte Sesat Katak Hijau, majulah dan hadapi kami ", kata Chen Si Lei.
" Pendekar Rajawali Emas Sakti lawan mu adalah aku bukan mereka ",kata pria tua dengan goloknya melompat ke arah Chen Si Lei yang segera menggunakan kipas untuk menangkis serangan maut tersebut.
Wushhh! !
Trangggggg! !
Trangggggg! !
Trangggggg! !
Trangggggg! !
Trangggggg! !
Trangggggg! !
Para Laskar Walet Rajawali Emas Sakti menerjang hebat menangkis serangan senjata rahasia milik musuh yang menggunakan sejumlah pedang di dalam goa itu untuk membunuh mereka semua, tetapi para gadis itu dengan sangat hebat sekali membakar dan menghancurkan semua senjata rahasia sesat milik musuh.
Wushhh! !
Bressssss! !
Blaarrrr! !
Brussshhhhh! !
Chen Si Lei menggunakan kipas dengan ilmu pedang rajawali emas sakti yang sangat hebat sekali sehingga golok panjang milik pria itu yang ternyata anggota keluarga Shang yang bergabung dengan keluarga Yi dari Sekte Sesat Naga Hitam cabang gunung Wu .
Wushhh! !
Cranggg! !
Cranggg! !
Cranggg! !
Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti menghantam hancur para musuh dengan ilmu mukjizat Gunung Shimen Harimau Rajawali Emas Sakti.
Wuttttt! !
Bressssss! !
" Aghhhhhh! ! ", teriak para musuh tewas hancur oleh serangan maut dari Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok membabat habis sejumlah pria ganas yang berjuluk lima puluh setan gunung Wu dengan ilmu golok halilintar bumi.
Wushhh! !
Crakkkkkk! !
Crakkkkkk! !
Crakkkkkk! !
Crakkkkkk! !
Crakkkkkk! !
Chen Si Lei menggerakkan kipas secara cepat dan ganas sekali sehingga ilmu golok racun katak hijau milik pria ganas itu terhancurkan olehnya dan ia langsung membabat habis kepala pria ganas itu dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.
Cranggg! !
Crakkkkkk! !
Sun Huai menggunakan ilmu mukjizat pedang Gunung Hua Guo membabat habis sejumlah besar Sekte sesat Naga Hitam cabang gunung Wu.
Wushhh! !
__ADS_1
Crakkkkkk! !
Crakkkkkk! !
Crakkkkkk! !
Crakkkkkk! !
"Kita harus menghancurkan batu hijau katak dan bersihkan goa pertama dengan cepat sebelum kita masuk ke goa selanjutnya dari dua belas goa gunung Wu ", kata Erlang sudah menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga cahaya sakti menghantam hancur batu hijau katak itu.
Wuttttt! !
Blaarrrr! !
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak matahari sakti untuk bersihkan hawa sesat berbahaya bagi keselamatan mereka semua dan juga goa kuno itu.
Wuttttt! !
Blashh! !
" Gunakan serbuk penghancur jasad untuk membersihkan jasad -jasad ini ", kata Bai Bai menggerakkan tangan menyebarluaskan serbuk penghancur jasad pada sejumlah besar jasad manusia yang berserakan di dalam goa itu.
Wuttttt! !
Brussshhhhh! !
Hong Erl tidak langsung mengikuti Chen Si Lei dan kawan-kawan nya dan malah sibuk mengambil pedang mukjizat yang ciptakan oleh pria muda yang tewas di bunuh oleh pihak musuh secara kejam sekali dan tidak di ketahui oleh mereka di dalam goa itu.
" Dia tidak akan marah ?",
Lantas, Chen Si Lei melirik ke arah Ning Sa Ni yang lebih mengenali pria pencipta pedang mukjizat kuno gunung Wu.
" Tidak, dia kenalan aku di sini. Dia kakak yang sangat baik dan menemani ku di sekitar lokasi ini ", jawab Ning Sa Ni merangkul lengannya.
" Aku pikir dia kekasih kamu ",Chen Si Lei kini menaruh jemarinya di jemari tangan Na Na .Dia memberi tatapan mata tajam sekali kepada Qing Xiao Lan yang keluar dari bros nya.
Kedua gadis lain saling bertukar pandang di sekitarnya.
" Lihat, aku minta maaf. Aku tidak bermaksud untuk merusak suasana hati mu . Aku juga senang melihat kamu menjadi lebih nyaman setelah kita bertemu lagi. Hanya saja, jujur, mungkin aku tidak akan pernah pantas untuk menjadi bagian dari hidup mu karena aku siluman rubah ungu ",Bibirnya mengulum sesaat.
" Apa kamu merasa kecewa dengan kehidupan ku sekarang yang berbeda sekali dengan kehidupan ku yang di reinkarnasi ku yang ke tujuh ratus kali? ",tanya Chen Si Lei.
Ning Sa Ni menghela napas berat. Dari caranya memalingkan wajah, Chen Si Lei tahu tebakannya benar. Lantas, dia melanjutkan.
" Kamu tahu, Sa Ni. Dulu ,aku pernah berpikir untuk menjalin hubungan dengan mu. Menjalin hubungan yang lebih baik lagi ",
Pengakuannya serta merta menarik perhatian para gadis lainnya kembali. Sorot matanya menuntut penjelasan lebih.
" Aku rasa setelah beberapa ratus kali reinkarnasi untuk kita bisa bertemu lagi telah membuat ku merasa bersalah karena aku tidak bisa memberikan perasaan adil dan nyaman kepada mu. Aku sama sekali tidak pernah mengharapkan agar kamu menunggu ku dan menginginkan kita bisa bersama lagi . Tapi, aku malah merasa aku adalah laki -laki yang tidak bisa setia untuk satu orang wanita saja " .
Tangan Pai Su Su, Hong Erl, Na Na, dan Mei Niang serta Qing Xiao Lan terangkat, meminta jeda pada Chen Si Lei.
" Menjauh? Atau memilih untuk mundur? karena kami diam di tempat,Lian Hua. Berdiri di titik yang sama! Kami akan selalu berada di sekitar mu karena segala sesuatu yang pernah kita bagi di berbagai kehidupan mu yang lain. Kami bahkan masih menyimpan ini!".
Kemudian, para gadis itu mengeluarkan jepitan rambut giok bunga peony biru dari saku bajunya mereka masing - masing. Melihat tidak adanya perubahan dalam benda itu, Chen Si Lei termenung.
" Ingat apa yang kamu katakan saat memberi benda ini ?'Tunggu aku ,dan jaga hati ku hanya untukmu seorang ",para gadis melanjutkan dengan suara bergetar.
" Lian Hua, aku nyaris menyerah dan mengubur semua kenangan kita. Jepitan rambut bunga peony ini nyaris aku remukkan ",kata Ning Sa Ni dengan napasnya tertahan. Dia tidak sanggup menyelesaikan kalimat tadi.
Sementara Chen Si Lei sudah menemukan arah pembicaraan mereka semua saat ini. Kenyataan yang mungkin di takutkan para gadis itu selama milyaran tahun ini.
" Kalian semua berpikir bahwa aku sekarang melupakan kalian semua? " tanya Chen Si Lei.
Pertanyaan dari Chen Si Lei tadi membuat sekujur tubuh para gadis itu lunak hati dan mereka memandangi dirinya dengan pandangan mata mereka ber tatapan mata dengannya.
" Hanya itu yang ingin kami dengar dari mu,Lian Hua ",
Meskipun sebagian percakapan mereka di dominasi bahasa Roh bunga Phoeny ,lontaran dalam bahasa manusia di tambah intonasi yang semakin lama semakin meninggi kian menarik perhatian para sahabat mereka yang lain. Opera mini dari mereka tidak bisa berakhir cepat, jadi para sahabat mereka memilih untuk pura -pura tuli.
Bai Bai memilih berjalan lebih cepat dari yang lainnya.
Chen Si Lei mengatur napasnya. Meski ia telah mengetahui bahwa para gadis itu tidak pernah tahan beradu pandang dengannya, mau tidak mau dia harus bisa melakukannya. Sorot matanya menuntut dan kepedihan yang terpancar dari kedua manik mata para gadis itu membuat hatinya membeku.
" Tapi aku harus membuat mereka menginginkan ku lagi agar aku mendapatkan kekuatan sejati mereka ",kata Chen Si Lei dalam hatinya bersiasat.
" Aku ingin bersama mu selamanya ",sahut Pai Su Su beberapa detik kemudian.
" Kami juga ingin mencintaimu selamanya ",kata para gadis lainnya serentak.
" Tanpa batas ?Ataukah hanya sesaat saja ",gumam Chen Si Lei.
Selanjutnya, para gadis berlari masuk ke dalam pelukannya. Perlahan, Chen Si Lei membelai lembut rambut panjang mereka semua dengan hati -hati agar kulitnya tidak bersentuhan. Kontak fisik sekecil apa pun akan sangat menyakitkan bagi Sin Yue Qing untuk saat ini.
" Kalian ".
" Jangan membiarkan kami berjalan seorang diri tanpa adanya dirimu yang jadi penuntun hidup kami ", pinta para gadis itu tiba-tiba.
" Rasa penasaran kalian sudah terbayar ",kata Chen Si Lei melepaskan diri dari pelukan para gadis itu.
" Lian Hua Gege ", panggil Pai Su Su, Hong Erl, Na Na, Mei Niang, Qing Xiao Lan dan Ning Sa Ni berbaris berhadapan dengannya.
" Kalian buta ,ya?Tidak mengalihkan perhatian kalian semua dari ku! ", teriak Chen Si Lei berbalik arah dan berjalan untuk menyusul para sahabatnya yang lainnya.
" Kalau ya,kenapa?Kami semua berharap semua yang kau ucapkan kepada kami itu nyata ",jawab mereka serentak dan berlari mengejarnya.
__ADS_1
Setelah melewati pintu gerbang menuju ke goa selanjutnya, pandangan mata mereka terarah kepada dua patung kuda di kanan kiri dinding pintu goa nomor dua.
" Ada yang mereka sembunyikan di dalam goa nomor dua ",kata Erlang matanya menatap patung kedua ekor kuda di kanan kiri pintu masuk goa nomor dua.