
Li Man Chu membawa kabur Li Shao Ning ke sebuah tempat yang tidak akan bisa di temukan oleh Chen Si Lei dan para sahabatnya ,karena Li Man Chu jauh lebih tahu tentang lokasi yang strategis untuk Li Man Chu bisa menyembunyikan selir kesayangan dari Kaisar Tang Agung.
"Emm agh di mana aku ?",tanya Li Shao Ning saat sadar kembali dari pingsan.
"Selamat datang di rumah baru kita",jawab Li Man Chu tersenyum manis kepada gadis amat cantik jelita sekali yang baru sadar itu.
"Rumah baru kita ?Apa maksud mu Li Man Chu ?", tanya gadis itu bingung.
"Ya rumah mu dan aku tinggal di mulai hari ini", jawab Li Man Chu melihat Li Shao Ning dengan penuh cinta.
"Eh kau jangan sembarangan ya..aku tidak mau tinggal di tempat seperti ini",kata Li Shao Ning berdiri dan berusaha untuk kabur dari Li Man Chu.
"Percuma untuk kabur dari ku,karena tempat ini terpencil sekali",kata Li Man Chu menggunakan jemari nya untuk menyentuh gadis cantik jelita membuatnya tergiur.
"Eh apa maksud mu?Hei kau jangan pernah sentuh aku ya!!",hardik Li Shao Ning marah sekali kepada pria itu.
Li Man Chu tersenyum senang sekali melihat Li Shao Ning marah -marah kepada dia.
"Kau sungguh cantik jelita sekali saat marah ", kata Li Man Chu menarik gadis itu untuk di cium olehnya sehingga Li Shao Ning melompat mundur jauh darinya.
"Kurang ajar kau! ! Apakah kau tidak takut mati ?!", hardik Li Shao Ning marah.
"Ei sayang ku jangan kau marah kepada ku ,tak baik untuk kesehatan mu",kata Li Man Chu berusaha keras untuk mendekati Li Shao Ning yang segera mundur dari pria itu.
"Laknat! ! Berani sekali kau mendekati ku!!Apakah kau tidak takut di hukum mati oleh Kaisar Tang Agung?!!",hardik Li Shao Ning marah sekali kepada Li Man Chu.
"Aku tidak takut kepada Paduka Kaisar Tang Agung karena beliau tidak ada di sini",kata Li Man Chu semakin mendekati Li Shao Ning yang melemparkan segala sesuatu yang bisa gadis itu lakukan untuk melindungi dirinya sendiri dari pria gila di hadapannya itu.
"Jangan pernah mendekati ku!!Kau dengar !!", teriak gadis itu ketakutan sekali.
"Aku tidak akan pernah menyakiti mu seperti yang pria mu lakukan terhadap mu sayang.Marilah kau masuk ke dalam pelukan ku",kata Li Man Chu yang semakin hari semakin ingin sekali mendapatkan gadis amat cantik jelita sekali itu.
"Cih !!Aku tidak pernah sudi untuk masuk ke dalam pelukan mu!!",teriak Li Shao Ning mengeluarkan ilmu pedang payung langit biru menyerang Li Man Chu yang dengan mudah menangkap gadis itu dan memeluknya erat.
"Ahhh jangan sentuh aku!!",teriak gadis terkejut sekali karena Li Man Chu tampak beringas sekali untuk menciumnya mesra seperti Kaisar Tang Agung yang suka sekali mencium gadis itu.
Wuttttt !!
Bruakkk !!
"Hei burung sialan!!Berani sekali menyerang ku!!",hardik Li Man Chu terkejut sekali melihat burung rajawali emas sakti menyerangnya dengan ganas sekali sehingga nyaris membunuhnya dengan cakar tajam.
"Kakak rajawali emas sakti bunuh dia !!", teriak Li Shao Ning mendukung burung rajawali emas sakti menyerang Li Man Chu dengan lebih ganas sekali sehingga Li Man Chu marah sekali kepada burung rajawali emas sakti.
Wuttttt !!
Singggg !!
Li Shao Ning menggerakkan ilmu pedang seruling bambu untuk menghadapi Li Man Chu yang kerepotan menghadapi gadis lihai itu dan burung rajawali emas sakti yang sangat hebat sekali.
Wuttttt !!
Trak !!
"Aghhhhhh !!", teriak Li Man Chu tertusuk bambu yang di mainkan oleh Li Shao Ning yang sedang marah sekali kepada pria itu dan di bantu oleh burung rajawali emas sakti sehingga Li Man Chu kewalahan menghadapi mereka berdua.
Tiba-tiba seorang pria ganas lain datang menyerang Li Shao Ning yang terkejut sekali karena ada serangan maut dari arah lain kepadanya sehingga gadis itu terdesak hebat oleh serangan maut dari pria ganas yang ternyata adalah saudara kandung dari Yo Han kekasih Li Shao Ning yang sudah tewas oleh Chen Si Lei.
Pria yang menyerang Li Shao Ning ini adalah Yo Ming,pria ini ingin balas dendam atas kematian saudaranya, maka Yo Ming ingin membunuh gadis kesayangan dari Kaisar Tang Agung.
Wuttttt !!
Trangggggg !!
Li Man Chu menangkis serangan senjata tajam Yo Ming ke arah Li Shao Ning ,dan pria ini bertarung melawan Yo Ming dengan kepandaian ilmu silat sakti milik Li Man Chu.
Li Shao Ning menggunakan kesempatan ini untuk mencoba kabur dari kedua pria yang berniat jahat kepadanya.
"Kakak rajawali emas sakti ayo bawa aku pergi dari sini",kata gadis itu melompat ke atas punggung burung rajawali emas sakti yang segera menerbangkannya ke tempat yang aman.
Brrrrr!!
"Wah tempat apa ini?",tanya gadis itu menatap kagum pemandangan alam yang di antarkan oleh burung rajawali emas sakti kepada gadis cantik jelita sekali itu.
Burung rajawali emas sakti membawa Li Shao Ning ke sebuah lembah yang indah sekali, dan Li Shao Ning merasa perutnya lapar ,maka gadis itu segera mencari makanan untuk gadis itu makan.
"Aku harus mencari makanan untuk ku dan calon bayi ku",kata Li Shao Ning yang teringat dengan kondisi tubuhnya sekarang ini.
Gadis itu melihat bahwa di tempat itu ada sebuah rumah tinggal tempat seorang yang tinggal di lembah, maka gadis itu mencoba untuk masuk ke dalam rumah itu dan gadis itu melihat banyak sekali makanan dan minuman enak terletak di atas meja makan di rumah itu.
"Aku akan makan dulu lalu aku bayar makanan ini kepada pemilik rumah ini",kata Li Shao Ning tidak sungkan lagi untuk makan makanan yang berada di meja itu.
"Hei kau jangan makan makanan ku!!",teriak seorang pemuda tampan datang ke rumah itu.
Li Shao Ning segera menaruh makanan yang hampir di makan oleh gadis itu dan Li Shao Ning melihat ada pria tampan yang menjadi pemilik rumah di lembah ini .
"Ah maafkan aku, aku tidak tahu bahwa makanan ini milik mu",kata Li Shao Ning sopan.
Pemuda tampan pemilik rumah dalam lembah melihat Li Shao Ning dengan rasa kagum sekali dengan kecantikan gadis itu yang terlihat dari dekat, karena gadis ini kehilangan kerudung nya.
"Hei bolehkah aku makan makanan mu?Aku sungguh lapar sekali",pinta Li Shao Ning dengan halus kepada pemuda tampan itu yang langsung menjawabnya.
"Ya silakan",jawab pemuda itu terpesona dengan kecantikan Li Shao Ning.
Li Shao Ning tersenyum untuk mengucapkan terima kasih kepada pemuda yang di hadapannya itu.
Pemuda itu berdebar kencang karena pesona kecantikan Li Shao Ning yang amat nakal sekali.
"Astaga aku menemukan jodoh ku",kata pemuda itu senang sekali di beri senyum secantik Dewi Kahyangan di hadapannya.
Bletak!!
"Aduhhh! ! ",teriak pemuda itu terkejut sekali karena kepalanya di pukul seorang gadis cantik jelita yang datang ke rumah itu.
"Ji Erl kau ini nakal sekali",tegur pria itu kepada gadis cantik jelita yang datang ke rumahnya.
"Kwan Cu koko, siapa gadis itu ?", tanya Ji Erl gadis cantik jelita yang tinggal di sebelah rumah pemuda itu.
"Tamu ku",jawab Kwan Cu nama pemuda yang tinggal di lembah aneh itu.
"Ini tempat apa ?", tanya Li Shao Ning halus setelah gadis ini selesai makan.
"Lembah belenggu pintu naga",jawab Ji Erl terkagum-kagum pada Li Shao Ning.
"Kalian berdua siapa ?", tanya Li Shao Ning penasaran terhadap kedua orang ini.
"Aku Wan Ji Erl kekasihnya dan ini Kwan Cu Koko pemilik lembah belenggu pintu naga",jawab gadis itu lincah sekali.
"Apakah kalian berdua tidak memiliki orang tua dan keluarga lain?",tanya Li Shao Ning keluar dari rumah ini dan melihat pemandangan alam di lembah belenggu pintu naga.
"Dulu kami punya orang tua dan keluarga tapi sekarang kami sebatang kara.Kau sendiri siapa dan kenapa bisa berada di sini?",tanya Wan Ji Erl tersenyum ramah.
"Nama ku Li Shao Ning. Aku tidak sengaja tersesat di lembah ini dan aku merasa lapar dan dahaga lalu aku masuk ke rumah Kwan Cu koko mu ,maaf ya",jawab Li Shao Ning tersenyum malu dengan ketidaksopanan nya.
"Ah tidak apa-apa, justru aku senang sekali bisa bertemu dengan gadis sejelita dirimu ", kata Kwan Cu secara terbuka memuji kecantikan Li Shao Ning.
"Ah terima kasih kalau begitu.Aku harus pergi dari sini agar suamiku tidak merasa cemas akan keselamatan ku",kata Li Shao Ning yang segera pamit kepada kedua orang itu.
"Eh kau sudah menikah rupanya",kata Kwan Cu kecewa karena gadis yang telah membuatnya jatuh cinta ternyata sudah menikah.
__ADS_1
"Ya aku sudah menikah dan sekarang aku ingin mencari dan menemukan suami ku kembali", jawab Li Shao Ning merasa rindu sekali dengan Chen Si Lei.
"Aku akan membantu mu untuk mencari dan menemukan suami mu kembali",kata Kwan Cu.
"Terimakasih Kwan Cu",jawab Li Shao Ning ramah sekali kepada penolongnya.
"Aku juga ikut",kata Wan Ji Erl gembira sekali bisa keluar dari lembah belenggu pintu naga.
"Terimakasih atas kebaikan kalian berdua kepada ku",kata Li Shao Ning ramah.
Mereka berdua menunjukkan arah untuk keluar dari lembah belenggu pintu naga untuk membantu Li Shao Ning menemukan suami gadis itu.
Karena burung rajawali emas sakti sudah terbang ke angkasa untuk mencari dan menemukan Chen Si Lei dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang mencari Li Shao Ning ke arah lain.
"Di mana aku bisa menemukan Shao Ning?",tanya Chen Si Lei cemas sekal.
Saat ini Chen Si Lei berada di sebuah hutan yang berbeda dengan hutan belantara di tengah jalan desa besar awan naga.
"Paduka sebaiknya anda istirahat dahulu",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
"Aku tidak bisa istirahat.Aku mencemaskan keselamatan Shao Ning dan bayi ku ", jawab Chen Si Lei berkuda ke arah selanjutnya dengan kecepatan tinggi.
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao mengikutinya ke arah timur hutan yang semuanya warna putih salju, dan kuda Chen Si Lei mengarah ke hutan yang terlihat adalah hutan daun bawang putih.
Di tengah jalan ada seorang pria tergeletak pingsan di tengah hutan itu dan pria ini adalah Li Man Chu yang terluka parah seluruh tubuhnya oleh Yo Ming yang sudah pergi dari hutan itu.
"Li Man Chu kenapa kau bisa terluka?",tanya Chen Si Lei turun dari kudanya dan ia memeriksa kondisi kesehatan Li Man Chu yang kaget sekali di temukan oleh Chen Si Lei.
"Hamba di serang oleh musuh hamba",jawab Li Man Chu gugup sekali di hadapan Chen Si Lei.
"Ah beruntung kau tak mengalami luka yang membahayakan nyawa mu.Aku bisa menyembuhkan luka mu",kata Chen Si Lei ramah sekali kepada pria gagah ini.
Chen Si Lei benar-benar tulus menyembuhkan luka Li Man Chu dengan obat yang terbaik sehingga pria itu bisa cepat sembuh kembali hanya waktu dua hari saja Li Man Chu sudah bisa sehat dan bugar kembali.
"Terimakasih atas kebaikan Paduka kepada hamba",kata Li Man Chu yang sudah bersujud hormat kepada Chen Si Lei .
"Apakah kau melihat ada orang lain di saat kita bertarung melawan para musuh di hutan belantara di tengah jalan desa besar awan naga?",tanya Chen Si Lei.
"Tidak ", jawab pria itu.
"Ah kemana aku harus mencari dan menemukan Li Shao Ning ?Siapa yang telah menculik nya ?", tanya Chen Si Lei melompat ke kudanya kembali dan memacu kudanya menuju ke arah lain lagi.
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao mengamati Li Man Chu yang bersikap biasa saja di hadapan Chen Si Lei dan dirinya.
"Aneh sekali orang itu",pikir Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sambil berkuda di sekitar kuda Chen Si Lei dan kuda Li Man Chu.
Li Shao Ning berjalan terus menerus mendaki gunung untuk keluar dari lembah belenggu pintu naga sesuai petunjuk dari Kwan Cu dan Wan Ji Erl yang menjadi kedua orang sahabatnya itu.
"Ke arah mana lagi kita baru bisa sampai di atas gunung ini?",tanya Li Shao Ning merasa lelah.
"Sabarlah, masih jauh dari tempat kita tuju",jawab Wan Ji Erl membantunya untuk mendaki gunung.
"Aku lelah dan mual,tunggu sebentar. Aku ingin muntah",kata Li Shao Ning yang segera berhenti di tengah jalan untuk muntah .
"Kau tidak apa-apa? ",tanya Kwan Cu cemas sekali melihat Li Shao Ning muntah.
"Ini minumlah air teh ku",kata Kwan Cu yang menawarkan air teh dalam botol kepada Li Shao Ning.
"Maaf aku tidak bisa menerima air teh dari botol mu",kata Li Shao Ning halus.
"Kenapa kau tidak bisa menerima air teh dari botol ku?",tanya Kwan Cu heran dan tersinggung juga.
"Karena kau laki-laki dan aku wanita, kita tidak bisa satu tempat dalam apa pun juga",jawab gadis itu menepis botol minum itu.
"Ah bilang saja kau memang gadis yang sombong sekali",kata Kwan Cu merasa sakit hati di tolak cintanya oleh gadis itu.
"Kenapa kau marah kepada Li Shao Ning ?", tanya Wan Ji Erl marah sekali kepada Kwan Cu yang kasar kepada Li Shao Ning.
"Hei kau !!", hardik Li Shao Ning marah sekali kepada pria muda itu.
Wuttttt !!
"Aghhhhhh !!", teriak gadis itu tergelincir dari batu gunung dan berguling ke arah bawah gunung salju.
"Li Shao Ning !!", teriak Wan Ji Erl melompat cepat untuk menolong Li Shao Ning.
Seekor kuda putih melaju tepat saat Li Shao Ning berguling terjatuh dari atas gunung salju yang sangat tinggi dan licin ,dan kuda itu milik Chen Si Lei.
Chen Si Lei dari atas punggung kuda putih melihat ada seorang gadis berguling jatuh dari ketinggian gunung salju yang berada di hadapannya.
Dengan raut wajah terkejut sekali begitu Chen Si Lei mengenali gadis yang terjatuh dari gunung salju itu adalah istrinya sendiri.
"Ah itu Shao Ning",kata Chen Si Lei cepat dan sigap menggunakan ginkang melompat dari kuda.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Chen Si Lei menangkap tubuh Li Shao Ning tepat waktu sebelum gadis itu jatuh ke sebuah batu runcing yang bisa membunuh gadis itu dengan tertembus pada perutnya.
"Shao Ning jangan takut aku datang untuk melindungi mu",kata Chen Si Lei halus kepada gadis yang berada di gendongannya.
"Koko Lei Lei",kata Li Shao Ning merangkul Chen Si Lei dan pingsan.
"Shao Ning ", panggil Chen Si Lei cemas sekali melihat gadis itu pingsan.
"Aghhhhhh! ! Aduhhh !!", teriak gadis lain jatuh tepat di bawah sepasang sepatu indahnya Chen Si Lei yang terkejut sekali melihat seorang gadis jatuh dari atas gunung salju dan tepat di bawah sepasang sepatu indahnya.
"Hei siapa kau? ",tanya Chen Si Lei menundukkan kepala untuk melihat gadis lain itu.
"Aku..aku",jawab gadis itu gugup sekali berhadapan dengan seorang pria hebat di hadapannya.
"Lancang sekali menyebut dirimu dengan sebutan aku di hadapan ku",kata Chen Si Lei tidak mempedulikan gadis itu karena saat ini Chen Si Lei sedang cemas dan khawatir terhadap kesehatan selir nya.
Chen Si Lei melompat ke kudanya sambil menggendong gadisnya yang pingsan dan memacu kudanya menuju ke arah lain untuk segera menolong Li Shao Ning.
Wan Ji Erl terbelalak kaget karena di abaikan begitu saja oleh pria gagah perkasa yang memakai topeng rajawali emas sakti yang menggendong Li Shao Ning, dan kini Wan Ji Erl di tinggalkan begitu saja tanpa di tolong dari tanah liat di depan pria ini.
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah tiba di tempat itu dan menolong Wan Ji Erl di tanah.
"Nona ayo bangun",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao membantu gadis itu berdiri.
"Terimakasih. Dia tidak menolong ku",jawab gadis itu heran sekali .
"Panggil beliau dengan sebutan Paduka dan dirimu hamba jika kamu tidak mau di hukum mati atas ketidaksopanan mu",perintah Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao naik ke kudanya kembali dan memacu kudanya menuju ke arah kuda Chen Si Lei pergi.
Li Man Chu melihat Wan Ji Erl dengan keinginan hati untuk memisahkan Li Shao Ning dengan Chen Si Lei, tetapi ada Kwan Cu turun dari gunung dan tiba di depan Wan Ji Erl.
"Jangan ganggu kekasihku",kata Kwan Cu menarik kekasihnya pergi dari tempat itu dan meninggalkan Li Man Chu yang termenung seorang diri di atas kudanya.
Bukit Belenggu Pintu Naga.
Chen Si Lei membaringkan Li Shao Ning di atas tempat tidur dalam rumah kosong di atas bukit belenggu pintu naga.
"Ah syukurlah kondisi Shao Ning dan janin nya baik -baik saja",kata Chen Si Lei.
Chen Si Lei memanggil tabib terbaik di sekitar desa kecil bukit belenggu pintu naga untuk memeriksa kesehatan Li Shao Ning dan calon bayi yang di kandungan Li Shao Ning.
Kini Chen Si Lei menemani Selir ke empat Li Shao Ning yang tidur pulas untuk Li Shao Ning bisa memulihkan kesehatannya kembali ,dan Chen Si Lei merawat Li Shao Ning dengan sabar dan kasih sayang terhadap gadis yang sedang hamil ini.
"Huang ErNiang pasti akan memarahi ku bila beliau tahu bahwa aku tidak bisa menjaga calon cucunya yang berada di dalam rahim menantunya",kata Chen Si Lei membelai lembut perut Li Shao Ning yang masih rata.
__ADS_1
"Sayang Huang Ama akan selalu melindungi mu",kata Chen Si Lei bisa merasakan dan mendengarkan denyut halus dari rahim istrinya.
"Awal tahun baru aku mendapatkan hadiah istimewa dari para wanita ku..Dari Xuan Xuan aku sudah menghitung hari untuk menyambut kelahiran putri ku yang kedua karena Teng Bi San sudah memberitahu ku bahwa bayi yang di kandungan Xuan Xuan adalah perempuan .Aku sudah pikirkan nama putri ku yaitu Putri kedua Putri Xin Yu ",kata Chen Si Lei menggunakan jemari nya untuk menghitung hari untuk kelahiran putri keduanya.
"Lei Lei kau harus lebih banyak memiliki pangeran daripada putri untuk membantu dinasti Tang Agung semakin Jaya. Kau harus ingat itu",kata Ibu Suri Ling dalam suratnya untuk sekian kali nya.
"Huang ErNiang anak laki-laki dan perempuan sama saja",kata Chen Si Lei sedih sekali teringat pemikiran ibunda nya yang lebih menyayangi cucu laki-laki dari cucu perempuan.
Kini Chen Si Lei berharap agar bayi yang di dalam kandungan Li Shao Ning adalah seorang anak laki-laki untuk penerus nya, karena bayi yang di kandung oleh Hua Erl juga berjenis kelamin perempuan yang menurut pengamatan tabib khusus untuk hal ini di dalam Istana Kekaisaran Tang Agung.
"Sepertinya aku akan lebih dominan untuk memiliki anak perempuan lebih banyak dari anak laki-laki dari para wanita ku.Ah aku harus berusaha keras untuk aku bisa memiliki banyak pangeran dari pada putri atau seimbang",kata Chen Si Lei sudah memikirkan masalah keturunan yang harus di miliki olehnya untuk dinasti Tang Agung.
Keesokan harinya, Chen Si Lei membawakan makanan dan minuman untuk Li Shao Ning yang belum bangun tidur,dan Chen Si Lei memeriksa kondisi selir nya sebelum Chen Si Lei menggantikan pakaian baru untuk gadis yang sedang tidur pulas itu.
"Ah Paduka",panggil Li Shao Ning saat terbangun dari tidurnya melihat Chen Si Lei memangku dirinya.
"Kau sudah bangun tidur. Ayo sarapan pagi dahulu",kata Chen Si Lei membantu Li Shao Ning untuk sarapan pagi.
"Paduka hamba bisa melakukannya sendiri",kata gadis itu duduk di tepi tempat tidur dan mengambil mangkuk berisi bubur hangat dari Chen Si Lei.
"Ya..ayo kau harus habiskan sarapan pagi mu",kata Chen Si Lei halus kepada Selir ke empat Li Shao Ning yang merasa bahagia di perhatikan oleh Chen Si Lei.
"Setelah sarapan pagi kau minum vitamin untuk menguatkan janin mu bisa selalu sehat dan kuat serta selamat",kata Chen Si Lei memberikan vitamin kesehatan janin kepada Li Shao Ning.
"Ya Paduka hamba patuh kepada Paduka",jawab gadis itu mematuhi perintahnya dengan patuh.
"Hmm ada aroma sesat dari luar rumah ini.Kau tunggu saja di dalam",kata Chen Si Lei.
Chen Si Lei keluar dari rumah ,dan Chen Si Lei melihat ada banyak sekali orang yang memiliki hawa sesat berbahaya bagi keselamatan mereka berdua telah hadir mengurung rumah.
"Siapa kalian semua telah berani mengganggu ku?!",hardik Chen Si Lei bersiap untuk bertarung melawan para musuh sakti sesat itu.
"Sekte Sesat burung hitam cabang sebelas!!",hardik para kaum sekte sesat burung hitam cabang sebelas.
"Baik silakan hadapi aku! ! ",hardik Chen Si Lei yang sudah berkelebat cepat untuk masuk ke dalam rumah.
"Hei !!", hardik Chen Si Lei marah sekali kepada seorang musuh yang menawan Li Shao Ning.
"Pendekar Rajawali Emas Sakti pilih untuk kau musnahkan ilmu kepandaian mu atau selir mu mati di hadapan mu!!",hardik pria tua sadis yang menawan Li Shao Ning.
"Paduka jangan dengarkan ucapannya!!Hamba tidak takut mati!!",teriak gadis itu sangat berani sekali.
Plakkkkkk !!
"Diam kau perempuan !!", hardik pria sadis itu menampar wajah Li Shao Ning di hadapan Chen Si Lei.
"Laknat !!Berani sekali kau memukul selir ku!!",hardik Chen Si Lei menggunakan kipas membabat habis kepala pria tua itu yang terkejut sekali melihat kelihaian Chen Si Lei.
Crakkkkkk !!
"Aghhhhhh!!!",jerit Li Shao Ning terkejut sekali melihat darah muncrat dari kepala musuhnya oleh Chen Si Lei yang sudah berkelebat cepat meraih gadis itu untuk Chen Si Lei bisa melindunginya.
Serangan maut dari pihak musuh secara cepat dan ganas sekali membuat Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti membabat habis para kaum sekte sesat burung hitam cabang sebelas dengan cepat dan ganas sekali.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti membabat habis para musuh sakti sesat.
Crakkkkkk !!
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya tiba tepat waktu dan mereka berkelebat cepat untuk menghadapi para musuh sakti sesat yang mengurung Chen Si Lei dan Selir ke empat Li Shao Ning.
Wuttttt !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Li Man Chu berkelebat cepat menyerang Li Shao Ning yang terlepas dari Chen Si Lei yang sedang sibuk bertarung melawan para musuh sakti sesat di dalam ruang kamar dalam rumah itu.
Wuttttt !!
Cranggg !!
"Aghhhhhh !!", jerit Li Shao Ning terkejut sekali melihat Li Man Chu menyerangnya dan menotok nya.
"Ikut aku sayang",kata Li Man Chu memanggul gadis itu dengan cepat dan kabur dari rumah itu.
"Hei Li Man Chu laknat! ! ",hardik Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao melihat Li Man Chu menculik selir ke empat Li Shao Ning, maka Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah berkelebat cepat untuk mengejar kuda Li Man Chu yang membawa kabur Li Shao Ning.
Chen Si Lei mendengar teriakan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao mengejar kuda Li Man Chu menjadi marah sekali kepada pria gagah perkasa dari Sekte Naga Gunung Baodingsan yang sudah berani mengganggu dan menculik selir nya yang sangat di sayangi oleh Chen Si Lei.
Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti membabat habis para musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti berkelebat cepat menghantam beberapa orang musuh sakti sesat secara cepat dan hebat sekali.
Wuttttt !!
Dessssssss !!
Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti membabat habis para musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menggunakan kipas menotok ubun-ubun pria ganas yang menjadi murid Sekte Sesat burung hitam cabang sebelas dengan ilmu pedang mukjizat Gunung Guo.
Tuk !!
Brussshhhhh !!
Chen Si Lei menggunakan kipas membabat habis kepala pria ganas lain dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei sudah menghabisi para musuhnya, maka Chen Si Lei segera berkuda dengan cepat untuk menolong Selir ke empat Li Shao Ning yang di culik oleh Li Man Chu yang sedang di kejar oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang sangat setia terhadapnya.
__ADS_1
Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti merapikan jasad para musuh sakti sesat dan merapikan barang milik Chen Si Lei dan Selir nya yang berserakan di dalam rumah itu.