
Chen Si Lei melakukan perjalanan ke puncak gunung Himalaya seorang diri untuk memenuhi permintaan dari Raja Kerajaan India Kuno yang sangat malang bagi Chen Si Lei yang ingin cepat menyelesaikan masalah yang telah mengganggu ketenangan dan kedamaian di dalam Kerajaan India Kuno.
Chen Si Lei menggunakan burung rajawali emas untuk melakukan perjalanan tersebut agar lebih mudah dan cepat sampai di puncak gunung Himalaya, namun siapa sangka di dalam perjalanan menuju ke gunung es itu sangatlah sulit karena ada badai salju yang membuat burung rajawali emas terpaksa harus menunggu Chen Si Lei di kaki gunung Himalaya.
Chen Si Lei melanjutkan perjalanan dengan cara mendaki perlahan demi perlahan, dan akhirnya Chen Si Lei tiba juga di tempat tujuan dan di sana Chen Si Lei bisa melihat tempat yang di duga adalah tempat bunga merah berada,dan Chen Si Lei berkelebat cepat untuk masuk ke dalam goa di puncak tertinggi di gunung itu.
Wuttttt !!
Tap!!
"Hei kau tidak boleh mengambil bunga merah itu tanpa izin ku",cegah Chen Si Lei terhadap seorang gadis berpakaian ringkas ala suku Khitan yang entah kapan bisa berada di gunung Himalaya.
"Siapa yang dapat bunga merah ini adalah pemenangnya dan kau tak bisa cegah aku yang menjadi pemenangnya",sahut gadis liar membantah Chen Si Lei.
"Kurang ajar bocah perempuan lancang !!", teriak Chen Si Lei berkelebat cepat untuk merampas bunga merah dari tangan gadis liar.
Wushhh !!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak gadis liar itu terjungkal ke dasar danau di tengah gunung itu.
Chen Si Lei sudah mengambil bunga merah yang lalu di simpan di saku bajunya dan Chen Si Lei sudah cepat ingin keluar dari goa tersebut, tetapi goa tertutup rapat oleh batu besar yang menghalangi jalan keluar dari goa tersebut dan suara desis yang sangat banyak mendatangi Chen Si Lei.
"Ular merah salju",kata Chen Si Lei menggerakkan pedang dengan cepat untuk bisa menghalau sejumlah ular merah salju mendekati dirinya.
Wushhh !!
Crakkkkkk, crakkkkkk !!
Sejumlah ular merah terpental dan tewas seketika oleh sinar pedang Chen Si Lei yang sangat hebat.
Tetapi......
Crosss !!
"Aghhhhhh !!", teriak Chen Si Lei ada seekor ular merah mematuk leher Chen Si Lei dan Chen Si Lei terjungkal ke dalam dasar danau es.
Byurrr !!
Chen Si Lei terkejut sekali begitu dia tersadar kembali dan melihat bahwa dirinya berada di sebuah tempat dan terikat sebuah tali tambang yang kuat oleh gadis liar itu yang menyeretnya dengan cepat dan kasar ,tapi Chen Si Lei sama sekali tidak merasa sakit sama sekali pada punggungnya yang berbenturan dengan tanah es tebal.
Wuttttt !!
"Aghhhhhh !!", teriak gadis liar itu terjatuh sendiri dan melihat Chen Si Lei sudah berada di atas tubuhnya.
"Eh kau mau apa ?", tanya gadis liar itu panik karena giliran dia di ikat oleh Chen Si Lei dan di panggul di atas pundak pria itu.
"Hei jangan...Aghhhhh...Jangan. ..Ampuni aku huhuhhuh...!!",teriak gadis liar itu di jatuhkan oleh Chen Si Lei di sebuah dipan rotan dalam gubuk satu -satunya di daerah itu.
"Mung Fan aku sungguh merindukan mu",kata Chen Si Lei dengan nada halus dan sepasang mata merah dan liar .
Gadis liar itu menjerit kesakitan oleh Chen Si Lei yang sudah terpengaruh racun ular merah salju dan tidak sadar bahwa ia telah melakukan tindakan yang tidak seharusnya dia lakukan terhadap seorang gadis yang tidak di kenal sama sekali olehnya.
Setelah Chen Si Lei merasa tidak lagi tersiksa oleh hawa mukjizat yang sangat tidak wajar barulah Chen Si Lei tergeletak pingsan di atas tubuh gadis yang telah ternodai oleh Chen Si Lei, dan gadis itu merintih kesakitan pada seluruh tubuhnya oleh Chen Si Lei.
"Aduduh pemuda kurang ajar ", kata gadis itu mengerang pelan untuk bangun dan mendorong Chen Si Lei terjatuh ke tanah es.
Gadis itu merangkak untuk mengambil dan memakai kembali pakaiannya,lalu dia mengambil pedang Chen Si Lei untuk membunuh pemuda yang sudah menodai nya dengan air mata yang sangat deras gadis itu mengangkat pedang yang di arahkan ke leher Chen Si Lei.
Wuttttt !!
Trangggggg !!
"Aghhhhhh !!", teriak gadis itu terjatuh ada sebuah batu es telah menjatuhkan diri nya dan pedang terlempar dari gadis itu.
"Gadis liar berani sekali kau lukai Pendekar Rajawali Emas Sakti yang sudah jadi teman baik ku!!",seruan keras dari seorang pria muda yang datang bersama para pasukan Kerajaan India Kuno.
"Dia layak untuk mati karena dia telah berdosa kepada ku!!",teriak gadis itu marah dan tidak takut mati.
"Pengawal cepat periksa keadaan Pendekar Rajawali Emas Sakti untuk ku"",kata Pangeran Makhota Numba memerintahkan kepada salah seorang prajurit nya.
"Siap Paduka ", jawab salah seorang prajurit nya.
Prajurit itu memeriksa kondisi Chen Si Lei yang sudah di baringkan di atas dipan rotan di gubuk itu dengan teliti dan prajurit yang memeriksa kondisi Chen Si Lei terlihat begitu cemas akan keadaan Chen Si Lei yang sepertinya sangat tidak baik dan kritis.
"Lapor Paduka. Pendekar Rajawali Emas Sakti mengalami racun ular merah yang sangat berbahaya dan kondisi tubuhnya sangat kritis",lapor prajurit itu .
__ADS_1
"Akh kita harus bisa menyelamatkan nyawa Pendekar Rajawali Emas Sakti apa pun yang terjadi",kata Pangeran Makhota Numba sudah mendekati Chen Si Lei untuk di periksa kondisi pemuda yang sudah menjadi sahabatnya itu.
"Gadis liar apakah kamu yang sudah meracuni sahabat ku itu ?!", hardik Pangeran Makhota Numba marah.
"Tidak aku tidak meracuni nya. Dia terluka oleh gigitan ular merah di goa bunga merah ", jawab gadis itu tidak marah dan membenci Chen Si Lei lagi begitu tahu penyebab pemuda itu berubah liar dan menyerangnya dengan kasar sehingga dia ternodai adalah karena pemuda itu keracunan ular merah.
"Bunga Merah",kata Pangeran Makhota Numba kini tahu bahwa Chen Si Lei telah datang untuk membantu dia mendapatkan bunga merah untuk ayahnya yang di istana.
"Apakah ada obat untuk menyelamatkan Pendekar Rajawali Emas Sakti?",tanya gadis itu yang tiba-tiba merasa begitu merasa kasihan kepada Chen Si Lei.
"Ada yaitu Pil Emas ", jawab salah seorang dari prajurit Pangeran Numba.
"Pil Emas .Ah kalau begitu aku akan bawa dia kehadapan guru ku segera",Gadis itu sudah memapah Chen Si Lei untuk di ajak pergi dari tempat itu.
"Eh tunggu guru mu siapa dan di mana ?", tanya Pangeran Makhota Numba cepat cegah gadis itu membawa Pendekar Rajawali Emas Sakti dengan bertanya cepat kepada gadis itu.
"Kau tidak perlu tahu tapi aku pasti akan mengantarkan dia ke tempat mu dalam keadaan sehat dan selamat",gadis itu menjawab pertanyaan Pangeran Makhota Numba.
"Ohya ini bunga merah mu ", kata gadis itu memberikan bunga merah dari saku baju Chen Si Lei kepada Pangeran Makhota Numba.
Lalu gadis itu berkelebat cepat bersama Chen Si Lei yang terluka parah oleh racun ular merah untuk segera di obati oleh gadis itu sendiri yang membawa Chen Si Lei ke sebuah Istana dalam danau es dan di sanalah Chen Si Lei di rawat dan di obati dengan cara sesat.
"Hormat pada Putri Yan Yan ",sejumlah besar orang memberi hormat kepada Yan Yan nama gadis itu.
"Adu ",panggil Putri Yan Yan pada salah seorang dayang istana.
"Berikan Pil Emas milik Paman Raja Kumbang Sakti kepada ku",perintah Putri Yan Yan kepada gadis dayang istana itu.
"Tapi Tuan Putri untuk apa Anda meminta Pil emas?",salah seorang dayang tua menanyakan Putri calon istri dari Raja Kumbang Sakti meminta pusaka Raja nya.
"Untuk ku sendiri",jawab Putri Yan Yan cepat ambil pil emas dari dayang Adu dan cepat masuk ke ruangan pribadinya.
Di dalam ruangan pribadi inilah Putri Yan Yan memberikan pil emas untuk obati racun yang melukai Chen Si Lei yang sebenarnya terlindungi oleh darah ular ajaib di sumur markas besar Sekte Langit Hitam sekitar satu tahun yang lalu dan racun ular merah telah otomatis lenyap dari tubuh Chen Si Lei .
"Jadi kau adalah Pendekar Rajawali Emas Sakti yang terkenal itu",ucap Putri Yan Yan membelai lembut wajah Chen Si Lei yang masih belum sadar dari pingsan .
"Kau sungguh tampan sekali dan tidak sengaja sudah menyelamatkan ku dari pengaruh racun ular merah yang menggigit kaki kiri ku saat aku ingin sekali ambil bunga merah untuk obati racun merah yang di derita oleh saudari ku",kata Putri itu mencium bibir Chen Si Lei dengan hangat.
"Aku sudah milik mu aku berhak terhadap mu",kata Putri Yan Yan melakukan hal itu lagi atas keinginan nya sendiri pada Chen Si Lei yang belum sadar.
Karena di dalam tubuh Chen Si Lei sedang ada perang antara hawa mukjizat dari hawa murni bersih yang sedang bertarung melawan hawa mukjizat dari hawa murni kotor dan sesat menjadi satu sehingga Chen Si Lei tidak sadarkan diri dan di tambah pil emas yang di masukkan ke dalam mulut Chen Si Lei oleh Putri Yan Yan menggunakan ilmu mukjizat dari Sekte Kumbang Merah.
"Dimana ini?Siapa kau ?", tanya Chen Si Lei dengan nada tegas.
"Di ruang pribadi dalam kamar tidur ku. Aku Putri Yan Yan putri dari pejabat teras di Sekte Kumbang Sakti ",jawab Putri Yan Yan menundukkan kepala tak berani menatap wajah Chen Si Lei.
"Kenapa kau membawa ku ke tempat mu?",tanya Chen Si Lei tajam.
"Untuk mengobati mu dari racun ular merah salju",jawab Putri Yan Yan halus.
Chen Si Lei memerah seketika teringat pada hari itu dan peristiwa yang sangat memalukan bagi diri nya tetapi melihat Putri Yan Yan tidak mempermasalahkan ,maka ia santai saja karena dia tidak sengaja melakukan hal itu karena racun ular merah salju bukan karena kemauan nya sendiri.
"Putri Yan Yan kau jangan khawatir bahwa aku akan bertanggung jawab kepada mu sepenuhnya dan menjadikan mu sebagai seorang selir ku",kata Chen Si Lei jantan bertanggung jawab atas perbuatannya itu.
"Iya Pendekar Rajawali Emas Sakti terima kasih ", kata Putri Yan Yan beri hormat kepada Chen Si Lei.
"Panggil aku Koko Lei Lei ", kata Chen Si Lei halus pada selir baru nya itu.
"Iya Koko Lei Lei ", jawab Putri Yan Yan memberi hormat kepada Chen Si Lei.
"Ayo kita keluar dari tempat ini",kata Chen Si Lei menyambar tangan Putri Yan Yan dan berkelebat cepat melayang ke luar ruangan.
"Lancang sekali telah menyusup masuk ke dalam kamar putri ku!!Kau harus mati !!", teriak pejabat tinggi Sekte Kumbang Sakti sudah berada di hadapan Chen Si Lei.
Wushhh !!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak pejabat tinggi Sekte Kumbang Sakti tewas dalam serangan maut dari Chen Si Lei.
"Kau membunuh ayah ku ", kata Putri Yan Yan terkejut sekali melihat Chen Si Lei telah menewaskan ayah gadis itu.
"Salah sendiri menghalangi jalan ku",jawab Chen Si Lei tegas .
Syuutttttttt !!
Crakkkkkk !!
__ADS_1
Seorang dayang istana Sekte Kumbang Sakti tewas di penggal oleh pedang Chen Si Lei yang sudah di kembalikan oleh Putri itu kepadanya.
"Dimana Kumbang Sakti berada ?", tanya Chen Si Lei tegas kepada Putri Yan Yan.
"Di Istana Kerajaan Nepal ", jawab Putri Yan Yan merinding akan ilmu hebat Chen Si Lei.
"Untuk apa dia ke sana ?", tanya Chen Si Lei tegas lagi kepada Putri Yan Yan.
"Untuk memperoleh istri baru sebagai kekuasaan tertinggi di Sekte kaum kami",
"Kamu mu sekarang adalah kaum bersih atau ku bunuh kau mengaku kaum kotor lagi ", kata Chen Si Lei tegas tanpa senyum.
"Iya aku satu kaum dengan mu",jawab Putri Yan Yan cepat sekali karena takut di bunuh oleh Chen Si Lei yang di cintai nya.
"Bagus. Sekarang tunjukkan kepada ku jalan ke luar dari tempat ini",kata Chen Si Lei tegas sekali.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei membabat tubuh orang yang menghalangi jalan dia untuk keluar dari markas besar Sekte Kumbang Sakti secara tidak sengaja di datangi nya.
Wushhh !!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak sejumlah orang Sekte Kumbang Sakti tergeletak tewas oleh pukulan hawa sakti bunga persik racun merah dari Chen Si Lei tanpa sadar bisa memiliki ilmu itu.
"Wah aku pakai ilmu apa?",tanya Chen Si Lei bingung sendiri menyaksikan ilmu baru nya.
"Ilmu racun bunga dan ular merah menyatu dalam inti sari dalam tubuh ku dari pil emas yang menetralisir darah ku serta saraf ku",jawab Chen Si Lei dalam hatinya.
Wushhh !!
Bressssss !!
"Aghhhhhh !!!",teriak para penjaga pintu masuk Sekte Kumbang Sakti yang roboh tertiup ilmu sakti Chen Si Lei.
"Kau selamatkan saudari ku yang berada di atas sana",pinta Putri Yan Yan saat di pintu masuk Sekte Kumbang Sakti.
Wushhh !!
Klang!!
Bruakkk !!
"Yi Tian ",panggil Putri Yan Yan cepat menolong saudari nya terbebas dari rantai di atas alun -alun kota Sekte Kumbang Sakti.
"Terimakasih banyak Koko",sembah sujud Putri Yan Yan dan saudari nya kepada Chen Si Lei.
"Adu...?"
Gadis lain bersujud hormat kepada Chen Si Lei bersama Putri Yan Yan dan Putri Yi Tian ,mereka bertiga meminta perlindungan kepada Chen Si Lei dari Sekte Kaum Sesat Barat yang berada di Kota Raja Nepal yang di kuasai oleh sekitar seratus ribu kaum yang berjuluk Sekte Kumbang Sakti.
"Astaga banyak sekali orang -orang itu ", kata Chen Si Lei saat berada di arah ke Kerajaan India Kuno kembali.
"Iya tapi kau jangan khawatir ada dua ratus lima ribu Sekte bersih Barat yang bisa kau andalkan untuk membantu mu ",kata Adu yang sangat tahu banyak tentang dunia kangouw Barat.
"Di manakah mereka semua berkumpul ?", tanya Chen Si Lei berjalan paling depan dan melihat para selir nya dan para pengikutnya sudah menunggu di pintu masuk Kota Raja Kerajaan India Kuno bersama dengan Pangeran Makhota Numba.
"Di wilayah perbatasan antara Nepal dan Tibet ", jawab Adu menjura hormat pada semua orang yang menghampiri Chen Si Lei dan mereka bertiga.
"Sebelum itu kita harus basmi Ratu dan Pangeran Ayunda yang telah kabur dari Istana Kerajaan India Kuno begitu kalah perang dengan kami",lapor Putri Parvati menatap hangat Chen Si Lei.
"Kemana mereka berdua melarikan diri ?", tanya Chen Si Lei menatap Pangeran Makhota Numba.
"Ke arah timur dekat pintu masuk wilayah Gunung Himalaya dan Sekte Perampok Himalaya ", jawab Pangeran Makhota Numba kagum dengan sahabatnya itu.
"Baiklah kita ke sana dan habiskan mereka semua untuk kita bisa melewati arah yang sama dengan aman",jawab Chen Si Lei yang sudah mengatur strategi untuk menghancurkan dua orang pimpinan dari pemberontakan dalam Istana Kerajaan India Kuno.
"Iya ayo ",kata Pangeran Makhota Numba bersemangat untuk perang di wilayah perbatasan kerajaannya dengan Gunung Himalaya Timur.
"Para wanita diam saja di Istana sampai kami selesai berperang ", perintah Chen Si Lei khusus untuk para selir nya yang sudah berbaris rapi.
"Ya Koko ", jawab mereka semua patuh kepada Chen Si Lei.
"Kasim Ma dan pengawal Bu jaga mereka di Istana ", perintah Chen Si Lei kepada Kasim Ma dan pengawal Bu.
__ADS_1
"Siap Paduka ",jawab keduanya serentak dan patuh kepada Chen Si Lei.
Demikianlah Chen Si Lei bersama Pangeran Makhota Numba dan para pasukan kerajaan India Kuno bersama dengan para pengikutnya yang lain seperti Si Mata Satu Yu Erl, Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Si Burung Jangkung Lauw Yi Chen serta Si Tangan Sakti dan Lima orang aneh dari lembah penjahat barat bergerak ke wilayah perbatasan antara Kerajaan India Kuno dan Himalaya Timur.