
Chen Si Lei dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao melakukan perjalanan menuju ke arah gunung Lao untuk melakukan penyelidikan kasus pembunuhan terhadap para penduduk yang berada di gunung Lao oleh pihak musuh yang lainnya lagi dan belum diketahui identitas diri dari pihak musuh.
Melalui petunjuk Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang sudah lebih dahulu mengenal wilayah gunung Lao, mereka bisa mendapatkan informasi tentang kasus yang terjadi di wilayah gunung Lao, dan mereka tidak sengaja menemukan seorang gadis remaja berusia lima belas tahun dalam keadaan pingsan di tengah jalan menuju puncak gunung Lao.
"Nona apakah yang telah terjadi pada dirimu ?", tanya Chen Si Lei setelah ia bisa menyadarkan kembali gadis yang mereka temukan di tengah jalan pegunungan Lao.
"Siluman gunung Lao yang sudah menyerang ku hingga aku pingsan di tengah jalan menuju puncak gunung Lao",jawab gadis desa gunung Lao.
"Siluman gunung Lao ?Dimanakah mereka tinggal ?", tanya Chen Si Lei.
"Di sana ", jawab gadis itu menangis ketakutan.
"Terimakasih atas petunjuk mu. Sebaiknya kamu segera pulang ke rumah mu",
"Ya terima kasih ", kata gadis itu segera pergi dari tempat itu dengan tergesa -gesa.
"Ayo kita segera ke sana",kata Chen Si Lei berkelebat cepat ke arah yang sudah di tunjukkan oleh gadis desa tadi.
"Paduka lihat di tempat itu ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao setibanya mereka di lokasi berikutnya.
Mereka berdua melihat banyak sekali jasad para penduduk desa gunung Lao di sekitar lokasi yang mereka tuju,dan Chen Si Lei melihat sejumlah orang gagah perkasa sedang bertarung melawan para pasukan yang berpenampilan ganas sekali.
"Siapakah mereka yang sedang bertarung itu ?", tanya Chen Si Lei .
"Lao Ai melawan para pasukan Sekte Sesat Siluman gunung Lao",jawab Wu Sin Hao.
"Lalu sekte apakah yang sedang bertarung melawan seorang gadis cantik jelita yang berada di arah sana?",tanya Chen Si Lei menunjuk ke arah timur gunung Lao kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
"Putri ketua Sekte bersih kota Chou yang berada di bawah gunung ini",jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
"Lalu sekte itu apa namanya ?", tanya Chen Si Lei.
"Sekte Sesat Cakar Darah",jawab salah seorang dari anggota Sekte Lao Ai yang berada di dekat mereka berdua.
"Eh kau tak apa -apa ?", tanya Chen Si Lei cepat menolong pria muda itu.
"Aku ...aku,agh",jawab anggota Sekte Lao Ai sebelum meninggal dunia di bawah sepasang sepatu indahnya Chen Si Lei yang segera menutup mata pria itu agar bisa meninggal dunia dalam keadaan tenang.
"Wu Sin Hao ayo kita selamatkan mereka",kata Chen Si Lei berkelebat cepat ke arah pertempuran itu.
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat menghantam hancur para musuh sakti sesat yang sedang di hadapi oleh murid -murid Sekte Lao Ai.
Wuttttt !!
Dessssssss !!
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok secara cepat dan ganas sekali melompat ke arah pertempuran yang sedang di hadapi oleh kelompok gadis putri dari Sekte bersih kota Chou yang bertarung dengan sengit melawan Sekte Sesat Cakar Darah.
Wuttttt !!
Chen Si Lei berkelebat cepat menangkis serangan pedang mukjizat sesat yang di mainkan oleh seorang putri yang sangat cantik jelita sekali namun ganas sekali sehingga Chen Si Lei harus waspada terhadap ilmu pedang mukjizat sesat gadis itu.
Lao Ai terkejut sekali melihat kehadiran dua orang pria aneh yang turun tangan untuk membantunya menghadapi musuh -musuh sakti dan tangguh nya, tetapi ia tidak sempat untuk bertanya kepada dua orang itu karena ia masih sibuk hadapi musuh -musuhnya.
"Kau siapakah yang sudah datang untuk membantu ku ?", tanya gadis putri dari Sekte bersih kota Chou yang melihat Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok secara cepat dan hebat sekali membasmi para musuhnya.
Crakkkkkk !!
"Aku Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao",jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao singkat.
Gadis itu menggunakan pedang untuk menghadapi pedang sakti mukjizat sesat milik Raja sekte sesat cakar darah.
"Apakah kau ada hubungannya dengan Pendekar Rajawali Emas Sakti?",gadis itu bertanya kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sambil bertarung melawan seorang pria sakti kaum sesat cakar darah .
Wuttttt !!
"Ada ,Beliau adalah seorang Kaisar Tang Agung kita",jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sambil membabat habis kepala musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali sehingga gadis itu kagum dengan kehebatan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!!
"Wah kau hebat sekali Pendekar Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao",puji gadis itu.
"Nama mu siapa Nona putri sekte bersih kota Chou?",tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok membunuh sejumlah orang musuh sakti sesat yang berada di sekitar Nona itu.
Wuttttt !!!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!!!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!!
"Chou Min Min",jawab gadis itu tersenyum ramah pada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang sudah membunuh musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali sehingga gadis itu semakin terpesona dengan kehebatan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!
"Nona Chou awas!!",teriak Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao berkelebat cepat untuk ia bisa menolong Nona Chou yang berada dalam bahaya oleh serangan musuh dari bagian belakang gadis itu.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
"Kau tidak apa-apa? ",tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao melihat gadis itu terluka di lengannya tergores pedang musuh.
"Aku tidak apa-apa hanya luka kecil",jawab gadis itu membabat habis kepala pria ganas yang sudah melukai lengannya.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Sementara itu, Chen Si Lei bertarung melawan para musuh sakti sesat lainnya di dekat Lao Ai yang sudah mengalami luka parah pada tubuhnya oleh pihak musuh secara kejam sekali.
Wuttttt !!
Chen Si Lei menggerakkan kipas memotong sejumlah orang yang memiliki hawa sesat dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat menghantam hancur para musuh sakti sesat yang sudah membunuh anggota Sekte Lao Ai.
Wuttttt !!
Dessssssss !!!
Chen Si Lei menggerakkan kipas membabat habis sejumlah besar musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali sehingga para musuh terkejut sekali melihat kelihaian ilmu mukjizat Chen Si Lei.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!!
__ADS_1
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
"Apakah kau Pendekar Rajawali Emas Sakti ?", tanya Lao Ai dalam keadaan krisis tergeletak di tanah puncak gunung Lao.
"Ya",jawab Chen Si Lei .
"Ini ambillah lambang pusaka milik Sekte hamba ", kata Lao Ai menyerahkan lima pusaka sekte nya kepada Chen Si Lei yang segera mengambil dan simpan lima pusaka tersebut.
"Terimakasih",kata Chen Si Lei seraya membabat habis sejumlah besar musuh di sekitar Lao Ai yang ingin memberi pesan sesuatu kepada Chen Si Lei.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!!
"Pesan apa yang ingin kamu sampaikan kepada ku?",tanya Chen Si Lei memeluk pria tua yang tak lama lagi akan pergi ke alam lain.
"Selamatkan mereka yang berada di bawah dasar lembah gunung Lao",jawab Lao Ai sebelum meninggal dunia di dalam pelukan Chen Si Lei.
"Baik ",kata Chen Si Lei berkelebat cepat turun ke dasar lembah gunung Lao yang sangat dalam sekali.
"Eh Paduka apa yang anda lakukan ??!",teriak Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao kaget sekali melihat Chen Si Lei terjun bebas ke dasar lembah gunung Lao.
"Pendekar Rajawali Emas Sakti hebat sekali",puji Nona Chou Min Min.
Mereka berdua sudah membasmi para musuh mereka dengan baik dan cepat, kini mereka sedang bingung mencari jalan untuk membantu Chen Si Lei yang sudah terjun ke dasar lembah gunung Lao untuk menyelamatkan rakyat gunung Lao.
"Di sana ada jembatan tali untuk turun ke bawah lembah gunung Lao",kata Nona Chou Min Min.
"Ayo kita lewat sana",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah berjalan lebih cepat dari Nona itu menuju ke tali yang sangat panjang sekali sampai ke bawah dasar lembah gunung Lao.
"Hati - hati",kata Nona Chou Min Min sudah membantu Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao turun ke bawah lembah gunung Lao melalui jembatan tali tersebut.
Mereka berdua menggunakan tali untuk turun ke bawah lembah gunung Lao yang sedang dalam bahaya dari serangan pihak musuh yang sangat hebat dan ganas sekali.
Chen Si Lei terjun bebas ke dasar lembah gunung Lao dengan sangat cepat sekali sehingga Chen Si Lei bisa cepat tiba di lokasi yang sedang dalam bahaya karena kekejaman yang di lakukan oleh pihak musuh secara besar -besaran membabat habis sejumlah orang yang berada di bawah lembah gunung Lao.
"Bedebah laknat! ! ",hardik Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat menghantam hancur para musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali.
Wuttttt !!
Dessssssss !!
Chen Si Lei menggerakkan kipas memotong sejumlah orang yang memiliki hawa sesat dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei membabat habis sejumlah besar musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali sehingga para musuh sakti sesat terkejut sekali melihat kehadiran Pendekar Rajawali Emas Sakti yang sangat hebat sekali.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei berkelebat cepat menangkis serangan senjata tajam para musuh dari berbagai penjuru arah lembah gunung Lao untuk menolong beberapa orang yang sedang di keroyok oleh kaum sesat itu.
Wuttttt !!
Chen Si Lei menggunakan kipas membunuh sejumlah orang musuh sakti sesat dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menyambar cepat menggerakkan kipas memotong sejumlah orang musuh sesat secara cepat dan ganas sekali.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti membabat habis para musuh sakti sesat yang sedang mengeroyok sejumlah rakyat yang berada di lembah gunung Lao.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Brrrrrrrrrrrrr !!
Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti sudah datang untuk melindungi rakyat yang berada di lembah gunung Lao secara cepat dan hebat sekali.
"Ayo ikuti kami untuk menyelamatkan nyawa kalian dan keluarga kalian",Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti memandu rakyat melarikan diri dari pertempuran yang sedang berlangsung di dasar lembah gunung Lao.
"Ya kami patuh kepada Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti",jawab para rakyat di wilayah lembah gunung Lao.
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat menghantam hancur para musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali.
Wuttttt !!
Dessssssss !!
Chen Si Lei melompat cepat mengerahkan ilmu mukjizat harpa sakti untuk bunuh seorang pria yang sangat jahat sekali kepada rakyat kecil.
Wuttttt !!
Dessssssss !!
Chen Si Lei berkelebat cepat menangkis serangan maut dari pihak musuh yang sedang bertarung sengit melawan seorang gadis remaja berusia lima belas tahun yang amat cantik jelita sekali dan manis sekali.
Wuttttt !!
Chen Si Lei menggerakkan kipas memotong sejumlah orang yang memiliki hawa sesat berbahaya bagi keselamatan rakyat gunung Lao.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat menghantam hancur para musuh sakti sesat yang mengurung sejumlah orang dari keluarga Adipati Yi yang berasal dari kota Chou.
Wuttttt !!
Dessssssss !!
Chen Si Lei menggunakan kipas membunuh sejumlah orang musuh sakti sesat di sekitar Adipati Yi .
__ADS_1
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menggerakkan kipas secara cepat membabat habis beberapa orang musuh sesat.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei berkelebat cepat memenggal kepala seorang gadis dari Sekte Sesat Siluman gunung Lao.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei berkelebat cepat menangkis serangan maut dari pihak musuh yang sangat ganas sekali.
Wuttttt !!
Plakkkk !!
Dessssssss !!
Chen Si Lei menggerakkan kipas memotong sejumlah orang yang memiliki hawa sesat berbahaya.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menggerakkan kipas menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti membabat habis sejumlah gadis cantik jelita yang sangat sadis sekali.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei segera berkelebat cepat untuk membunuh pria yang sedang bertarung melawan seorang wanita cantik jelita yang sedang hamil tua dengan sadis sekali sampai wanita itu tewas dalam keadaan mengerikan sekali.
Jlebbbb !!
"Istriku. ..!!",teriak Adipati Yi memeluk istrinya yang sudah meninggal dunia dalam keadaan hamil tua tetapi Chen Si Lei mendengar detak jantung bayi dalam kandungan wanita yang sudah meninggal dunia.
"Kita masih bisa menolong anak mu dari kandungan istri mu",kata Chen Si Lei tenang.
"Bagaimana cara untuk mengeluarkan bayi dalam kandungan wanita yang sudah meninggal dunia?", tanya Adipati Yi bingung dan cemas sekali.
"Bisa ", jawab Chen Si Lei menggunakan pedang membelah perut wanita itu dan ia berhasil mengeluarkan bayi laki-laki sehat dari wanita tersebut.
"Terimakasih banyak Paduka atas pertolongan Anda kepada hamba",kata Adipati Yi kagum dengan kehebatan Chen Si Lei menolong bayinya yang kini berada di pelukan Adipati Yi yang sudah cepat membersihkan bayinya dan membungkus bayinya dengan jubahnya sendiri.
"Suamiku",panggil seorang wanita cantik jelita dari semak belukar yang menjadi tempat persembunyian nya.
"Istriku kau selamat",panggil Adipati Yi senang sekali melihat istri keduanya sehat dan selamat.
Adipati Yi memperkenalkan diri dan keluarganya yang berhasil di selamatkan oleh Chen Si Lei.
"Bayi laki-laki pertama ku dari istri pertama ku yang bernama Ni Tan Erl yang baru saja meninggal dunia",kata Adipati Yi sesudah mereka selamat.
"Oh maaf aku tidak bisa menolong istri pertama mu",kata Chen Si Lei menyesal.
"Tak apa .Hamba sudah merasa terima kasih atas kebaikan Paduka yang sudah menolong kelahiran putra pertama hamba secara ajaib sekali",kata Adipati Yi.
Istri kedua Adipati Yi mengambil alih dalam mengasuh bayi yang baru lahir itu di dalam goa di lembah gunung Lao.
Adipati Yi merapikan semua jasad para penduduk gunung Lao serta para sahabat dan beberapa orang keluarga nya yang di kremasi bersama -sama.
Chen Si Lei membantu beberapa orang yang masih bisa di selamatkan olehnya dengan memberikan beberapa orang itu dengan makanan dan minuman yang di bawa oleh Chen Si Lei sebagai perbekalan di perjalanannya.
"Di luar sedang hujan salju..Kita harus menjaga kesehatan kita di dalam goa ini untuk sementara waktu sampai hujan salju berakhir",kata Adipati Yi halus kepada istri keduanya yang sedang mengasuh bayi laki-laki pertama nya.
"Ya kau harus jaga kesehatan mu juga suamiku", kata istri keduanya yang duduk di samping istri ketiganya yaitu gadis amat cantik jelita sekali yang di selamatkan oleh Chen Si Lei.
"Hamba di rumah kami di kota Chou memiliki ayah yang memiliki lima orang isteri, dan tujuh orang saudara yang sudah berkeluarga semua. Hamba pribadi miliki empat orang istri sebelum istri pertama hamba meninggal dunia, kini hamba ada tiga orang isteri, dan anak baru yaitu bayi yang baru lahir itu",cerita Adipati Yi.
"Lalu kenapa kau dan keluarga mu di serang pihak musuh di lembah gunung Lao ini?",tanya Chen Si Lei sopan kepada Adipati Yi.
"Hamba sedang mencari obat untuk mengobati penyakit langka yang menyerang keluarga hamba di kota Chou,tapi siapa sangka kami di serang oleh pihak musuh dan membunuh banyak orang di sekitar gunung Lao termasuk keluarga ku dan sekte Lao Ai,untungnya hamba dan beberapa dari kami bisa di selamatkan oleh Paduka",jawab Adipati Yi .
"Obat apa yang sedang kau cari di lokasi ini?", tanya Chen Si Lei.
"Ginseng warna ungu yang tumbuh di dataran tinggi gunung Lao",jawab Adipati Yi terlihat sedih sekali pada wajahnya.
"Aku akan membantu mu sesudah badai salju reda",kata Chen Si Lei merasa iba terhadap Adipati Yi.
"Terimakasih banyak Paduka atas kebaikan Paduka kepada hamba",kata Adipati Yi kagum dengan Pendekar Rajawali Emas Sakti.
Chen Si Lei pun harus menunggu dengan sabar untuk mencari dan menemukan obat ginseng warna ungu untuk mengobati penyakit langka di keluarga Adipati Yi, dan Chen Si Lei menggunakan waktunya untuk membuka surat dari Selir Agung pertama He Thing Thing yang belum sempat ia baca.
He Thing Thing menulis surat kepada Chen Si Lei bahwa ia menanyakan kabar Chen Si Lei serta berharap agar tidak merasa terganggu karena He Thing Thing kirim surat kepada Chen Si Lei dan di dalam suratnya perhatian yang He Thing Thing berikan kepada Chen Si Lei yang segera di ketahui oleh Chen Si Lei bahwa Selir Agung pertama He Thing Thing mencintainya juga seperti para wanitanya yang lain.
"Terimakasih atas perhatian mu kepada ku He Thing Thing, aku sangat tersentuh oleh kebaikan mu kepada ku. Ya tak apa ,kau boleh kirim surat atau apa pun yang mau kau kirim kepada ku . Kita adalah suami dan istri. Aku mengerti maksud dari hati mu.Kau jagalah dirimu baik - baik. Ceritakan saja yang ingin bagi dengan ku..mungkin aku bisa membantu mu.Tertanda Tang Si Lei suami mu",tulis Chen Si Lei sebagai balasan surat He Thing Thing.
Chen Si Lei memikirkan Hu Yi Tian yang sudah lama sekali meninggal dunia dan kini Chen Si Lei memikirkan keadaan Selir Agung pertama He Thing Thing yang mungkin sedang menghadapi masalah pribadi yang tidak bisa di ungkapkan dan tidak bisa di ketahui oleh umum.
"Apakah dia sedang hamil anak Hu Yi Tian karena itu dia kirim surat kepada ku?",pikir Chen Si Lei.
"Ah kalau begitu aku harus membantunya untuk menghadapi Ibu Suri Ling dan yang lainnya di Kekaisaran Tang Agung. Aku harus memberitahu Thing Thing bahwa dia harus jawab bahwa ia hamil anak ku untuk keamanannya dan anak Hu Yi Tian dari hukuman mati karena melanggar hukum Kekaisaran Tang Agung ", kata Chen Si Lei menambahkan pesan ini di dalam suratnya kepada Selir Agung pertama He Thing Thing.
Surat balasan dari Chen Si Lei untuk Selir Agung pertama He Thing Thing yang di kirim melalui burung merpati yang di bawah kakinya di beri pita putih itu jatuh ke tangan Kasim Liu yang tidak sengaja menemukan burung tersebut hinggap di dahan pohon di sekitar taman harem Kaisar Tang Agung.
Kasim Liu membuka dan membaca surat itu, lalu ia laporkan kepada Ibu Suri Ling yang terkejut sekali karena surat ini menjadi bukti kecurigaan mereka terhadap sakit yang sedang di alami oleh Selir Agung pertama He Thing Thing adalah hamil secara rahasia.
"Paduka Ibu Suri Ling, kita sekarang sudah tahu masalah yang sedang di hadapi oleh Selir Agung pertama He Thing Thing adalah kehamilannya di luar nikah",kata Kasim Liu.
"Selir Agung pertama He Thing Thing sungguh membuat ku kecewa karena dia telah berhubungan intim dengan pria lain bukan dengan Kaisar Tang Agung. Kita harus tetap menerapkan hukum yang berlaku di lingkungan Kekaisaran Tang Agung,yaitu hukuman mati untuk Selir Agung pertama He Thing Thing dan para anggota keluarganya juga akan di tetapkan sebagai pengkhianat terhadap Kaisar Tang Agung",perintah Ibu Suri Ling tegas dan keras kepada Kasim Liu.
"Siap Paduka hamba laksanakan",jawab Kasim Liu yang sudah berangkat ke arah istana Selir Agung pertama He Thing Thing .
Selir Agung pertama He Thing Thing terkejut sekali mendengar perintah Ibu Suri Ling untuk hukuman mati bagi dirinya melalui Kasim Liu membawakan beberapa macam cara untuk Selir Agung pertama He Thing Thing menjalankan hukuman matinya.
"Silakan Paduka pilih untuk minum racun atau gantung diri ",kata Kasim Liu dan segenap jajaran pengurus harem Kaisar Tang Agung.
Selir Agung pertama He Thing Thing menangis sedih sekali karena dia harus mati seperti ini, dan dia juga sudah mendengar tentang semua keluarganya di hukum mati oleh Ibu Suri Ling.
"Aku mencintaimu Paduka Kaisar Tang Agung", kata Selir Agung pertama He Thing Thing sebelum meninggal dunia sesudah minum racun di hadapan Kasim Liu beserta dewan urusan pribadi dari Kaisar Tang Agung.
Seluruh Kekaisaran Tang Agung gempar dengan peristiwa pengkhianatan Selir Agung pertama He Thing Thing dan keluarganya terhadap Kekaisaran Tang Agung yang menyebabkan Ibu Suri Ling murka dan memberikan hukuman mati bagi Selir Agung pertama He Thing Thing dan keluarganya termasuk dayang dan kasim istana Selir Agung pertama He Thing Thing.
"Paduka kita kirim kabar kepada Kaisar Tang Agung untuk mencari dan temukan wanita pengganti Selir Agung pertama He Thing Thing untuk posisi sebagai Selir Agung pertama yang baru",kata Kasim Liu kepada Ibu Suri Ling.
"Ya aku sudah kirim pesan kepada Kaisar Tang Agung",kata Ibu Suri Ling .
Lembah Gunung Lao.
Chen Si Lei menerima surat dari Ibu Suri Ling beberapa hari kemudian sesudah ia bersiap untuk mencari dan menemukan ginseng warna ungu untuk mengobati penyakit langka yang di alami oleh keluarga Adipati Yi.
"Ahh Ibu Suri Ling sudah menghukum mati He Thing Thing dan keluarga Marquis He tanpa memberitahu ku lebih dahulu dan sekarang memerintahkan ku untuk cari dan temukan gadis lain untuk mengisi posisi sebagai Selir Agung pertama yang baru",kata Chen Si Lei terkejut sekali mengetahui berita itu dan Chen Si Lei merasa sedih sekali karena dia tidak bisa melindungi keturunan sahabatnya.
"Paduka hamba sudah siap untuk berangkat bersama anda untuk mencari dan menemukan obat ginseng warna ungu",lapor Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang sudah berhasil menemukan Chen Si Lei dengan petunjuk dari Nona Chou Min Min yang pintar sekali dalam bidang mencari orang di sekitar gunung Lao.
__ADS_1
"Ya ayo",kata Chen Si Lei tidak sempat untuk memikirkan persoalan Ibu Suri Ling untuk saat ini karena ia sedang fokus untuk membantu Adipati Yi.