
Setelah Pangeran Makhota Kerajaan Nepal mendapatkan penawar racun lipan salju ,maka ia pun cepat sehat kembali seperti semula sedangkan untuk Putri Lian Cu masih belum juga ada tanda - tanda kesembuhan sehingga Raja dan Ratu Nepal masih belum bisa bebas dari rasa cemas mereka berdua terhadap kondisi putri mereka berdua pada saat ini.
"Begitu juga dengan bayangan Wu Dan Ren kita harus bisa menemukan pemuda itu ", kata Nian Ni berkali -kali bicara hal itu.
"Jangan khawatir kita bisa temukan Wu Dan Ren dan cari tahu cara mengobati penyakit Putri Lian Cu ",kata Chen Li menenangkan hati adik seperguruan nya itu.
"Aku akan pergi cari dan temukan Wu Dan Ren serta mencari obat ajaib untuk Putri Lian Cu",kata Chen Si Lei memutuskan untuk dia yang harus melakukan hal itu .
"Hei berbahaya jika kau yang pergi",kata Chen Song mengkhawatirkan adik nya yang sangat penting ini.
"Berbahaya atau tidak aku harus tetap pergi dan temukan Wu Dan Ren",Chen Si Lei bersikeras.
"Tunggu kabar dari yang lain yang sedang mencari anak itu",kata Chen Lun juga.
"Paman Chen Ming San aku harus bagaimana ?", tanya Chen Si Lei menoleh ke arah paman nya itu.
"Jika kau harus pergi ke puncak gunung Himalaya maka aku akan temani kamu ke sana ",jawab Chen Ming San akhirnya setujui keinginan Chen Si Lei itu.
"Terimakasih Paman",kata Chen Si Lei senang sekali.
Semua tidak bisa membantah dan mencegah keinginan Chen Si Lei yang ingin cari dan temukan saudara kembar nya juga mencari obat untuk obati putri Lian Cu untuk membantu Raja dan Ratu Nepal yang menjadi mertuanya juga sahabat baiknya.
Maka, Chen Si Lei dan Chen Ming San pun pergi ke puncak gunung Himalaya dan setibanya mereka berdua di sana ada beberapa orang mereka yang tewas dalam keadaan mengerikan sehingga mengejutkan hati mereka berdua, dan Chen Si Lei mencemaskan keselamatan dan keamanan saudara kembar nya.
"Sebenarnya siapa yang telah melakukan hal kejam ini kepada para teman kita ?", Chen Si Lei memeriksa seluruh jasad itu.
"Kita harus temukan teman yang masih hidup",kata Chen Ming San berkeliling di sekitar jasad teman -teman mereka.
"Di sana ada seorang yang masih hidup",kata Chen Si Lei melompat cepat ke arah teman itu.
"Paman katakan siapa yang telah melakukan semua ini kepada kalian semua dan di mana Wu Dan Ren ?", tanya Chen Si Lei memangku pria tua yang sekarat itu.
"Dia di sana itu yang telah melakukan hal keji kepada kami dan Tuan Muda Wu Dan Ren terjungkal ke jurang keabadian olehnya .Akh",pesan terakhir dari pria tua itu sudah cukup bagi Chen Si Lei berkilat marah ke arah pria berwajah sadis di arah lain mereka.
"Lei Lei kau selamatkan Wu Dan Ren di jurang keabadian biar aku hadapi orang ini",kata Chen Ming San sudah bertarung dengan sengit melawan musuh itu.
"Baiklah paman tapi paman harus hati -hati",kata Chen Si Lei sebelum terjun ke jurang keabadian dengan bantuan burung rajawali emas yang sudah sigap untuk membantu nya.
Setibanya Chen Si Lei di dasar jurang keabadian, Chen Si Lei melihat Wu Dan Ren tergeletak di atas permukaan air sungai dingin, maka ia dengan cepat menolong saudaranya dengan menggunakan ilmu sakti hawa mukjizat dari dalam tubuhnya dan Wu Dan Ren sadar kembali.
"Paduka terimakasih atas pertolongan mu",kata Wu Dan Ren begitu sadar.
"Dan Ren kau saudara kembar ku tentu saja aku harus menolong mu",kata Chen Si Lei ramah pada saudaranya.
"Ah baiklah Lei Lei kau baik sekali",kata Wu Dan Ren tersenyum ramah juga.
"Ceritakan kepada ku bagaimana kehidupan mu selama delapan belas tahun ini ?dan siapa yang telah menculik mu dari orang tua kita?",tanya Chen Si Lei yang sudah ingin tahu tentang kehidupan saudara kembar nya.
"Aku tinggal di daerah pedalaman suku Rilian di Khitan jauh sekali,aku tidak tahu siapa yang telah menculik ku dari orang tua kita,aku di besarkan oleh kepala suku Rilian hingga aku bisa merantau dan mendengar banyak tentang mu yang sangat hebat dan membanggakan ku bisa berjumpa dengan mu di sini tanpa sengaja tapi aku juga belajar ilmu silat dari Ketua Siaw Lim Pai lalu berjumpa dengan Nian Ni yang menjadi kekasih ku..Hei ..Hei kenapa kau memeluk ku?",
Chen Si Lei tidak mendengarkan lagi cerita saudaranya melainkan dia memeluk hangat Wu Dan Ren dengan penuh kasih sayang dan rasa syukur atas karunia dari Tuhan yang sudah mempertemukan dia dengan keluarga kandung nya yang sangat hebat dan lihai serta sangat dia rindukan.
Wu Dan Ren membalas pelukan Chen Si Lei dengan penuh kasih sayang juga dan bangga sekali bisa memiliki banyak saudara kandung dan salah seorang adalah calon Kaisar Tang masa depan dan semua adalah kebanggaan tersendiri bagi Wu Dan Ren.
"Kita harus temukan saudara kita lagi",kata Chen Si Lei menepuk pipi kembaran nya.
"Ya harus dan semoga dia juga baik -baik saja seperti kita",kata Wu Dan Ren juga.
Tapi tiba-tiba Chen Si Lei menyambar tangan Wu Dan Ren agar terhindar dari satu orang musuh yang sudah datang kepada mereka.
Wuttttt !
Plakkkk !!
Dessssssss !!
Chen Si Lei menyambut pukulan maut dari musuh yang seorang sakti yang sudah menyerang dengan ilmu pukulan sakti jahat.
Gumpalan uap putih dan hitam keluar dari kedua telapak tangan mereka berdua yang sedang mengadu ilmu sinkang mukjizat hebat.
"Lei Lei hati -hati",kata Wu Dan Ren cemas kepada Chen Si Lei saudara nya.
"Ssssstt jangan berisik agar saudara mu selamat",suara halus dari samping kiri Wu Dan Ren yang terperanjat kaget ada seorang kakek tua berpakaian pendeta Tao berada di dekat nya.
"Siapa kau kakek?",tanya Wu Dan Ren kaget sekali.
"Beliau adalah guru ku yaitu Dewa Himalaya",jawab gadis remaja cantik jelita di samping kanan Wu Dan Ren.
"Xi Xi kau selamatkan pria di atas tebing kita lebih dulu",kata Kakek itu pada gadis di samping kanan Wu Dan Ren.
"Baik Suhu",jawab gadis nama Xi Xi itu melompat ke atas tebing.
Wu Dan Ren kagum sekali lihat ginkang Xi Xi gadis murid utama dari kakek sakti yang berjuluk Dewa Himalaya itu,dan dia semakin kagum dengan ilmu sakti dari kakek itu yang membantu Chen Si Lei melawan Iblis Himalaya yang sangat sakti dan kejam.
Wushhh !!
Bressssss !!
Iblis Himalaya dan Chen Si Lei terpisah karena ilmu sakti Dewa Himalaya yang sudah memisahkan mereka berdua agar Chen Si Lei tidak terluka parah atas ilmu hitam dari Iblis Himalaya.
"Kakak terimakasih atas bantuan mu kepada ku",kata Chen Si Lei menjura hormat kepada Dewa Himalaya.
Wushhh !!
__ADS_1
Plakkkk !!
Dessssssss !!
Kedua orang Kakek sakti itu saling beradu ilmu sakti yang menggetarkan tanah es abadi.
Chen Si Lei sudah berada di dekat Wu Dan Ren ,lalu mereka berdua melihat dua orang sakti yang sedang bertarung dengan perasaan kagum terhadap keduanya, dan Chen Si Lei mengamati ilmu sakti dari kedua orang tua itu dengan cermat dan dia sudah tahu ada kelemahan dan kekurangan dari kedua orang kakek itu.
"Aku bisa menguasai ilmu silat mereka berdua dengan lebih baik daripada mereka tapi sinkang mukjizat mereka sangat dalam sekali",kata Chen Si Lei dalam hati .
"Sinkang kami bisa kami berikan kepada mu jika kamu kuat menahan inti sari dari sinkang kami berdua",suara khikang halus kedua orang tua itu bicara kepadanya .
"Baik aku terima dan aku pastikan bahwa aku kuat menerima inti sari dari ilmu mukjizat kalian berdua",jawab Chen Si Lei menggunakan khikang dasar perutnya.
Wuttttt !!
Bressssss !!
"Hei kenapa kalian berdua menyerang adik ku?",tanya Wu Dan Ren kaget sekali.
Chen Si Lei terlempar ke dasar sungai dingin lagi oleh ilmu mukjizat kedua orang tua itu.
Brussshhhhh!!
Chen Si Lei melompat keluar dari dasar sungai dingin dan kedua orang kakek tua itu kembali menyerang Chen Si Lei lagi.
Wuttttt !!
Bressssss !!
Byurrr !!
Chen Si Lei terjatuh kembali ke dasar sungai dingin dan hawa dua mukjizat lain bercampur dengan berbagai macam ilmu mukjizat dari tubuh nya yang akhirnya terserap oleh pil emas dalam tubuhnya yang sudah larut dalam setiap sel darah Chen Si Lei yang sudah berkelebat cepat keluar dari dasar sungai dingin.
Wuttttt !!
Bressssss !!
Bruakkk !!
Kedua orang Kakek tua sakti itu terlempar jauh oleh ilmu mukjizat Chen Si Lei dan mereka tersenyum bahagia dan menghembuskan napas terakhir.
"Lei Lei kau tidak apa-apa ?", tanya Wu Dan Ren cemas kepada Chen Si Lei.
"Aku baik - baik saja, ayo kita selamatkan paman di atas tebing ", kata Chen Si Lei menyambar tangan Wu Dan Ren meluncur cepat dalam arena pertarungan antara Chen Ming San melawan musuh sakti yang masih belum bisa di kalahkan oleh pria itu.
"Xi Xi kau harus jadi pengikut setia Pendekar Rajawali Emas Sakti dan bantu untuk selamatkan nyawa Putri Lian Cu untuk Wu Dan Ren",pesan Dewa Himalaya kepada murid tunggal nya terakhir kali.
"Iya Suhu",kata Xi Xi menangis sedih karena gurunya sudah wafat.
"Paman Chen Ming San mundurlah ",kata Chen Si Lei kepada Chen Ming San.
"Wu Dan Ren kau baik -baik saja ?", tanya Chen Ming San memeluk Wu Dan Ren.
"Iya saya baik -baik saja paman",jawab Wu Dan Ren melepaskan diri dari paman nya.
"Lei Lei kau harus hati - hati",kata Chen Ming San tegang dan cemas melihat Chen Si Lei sedang bertarung dengan sengit melawan musuh mereka.
"Iya paman",jawab Chen Si Lei singkat.
Wushhh !!
Plakkkk! !
Dessssssss !!
Chen Si Lei berkelebat cepat memukul musuh dengan ilmu pukulan hawa sakti bunga persik karena lawannya itu sangat tangguh dan sakti.
Wuttttt! !
Bressssss !!
"Aghhhhhh!!Kau hebat juga .? !!",ucap pria musuh Chen Si Lei itu.
"Kau juga hebat tapi kenapa kau bunuh kawan-kawan ku?!!",hardik Chen Si Lei.
"Karena kau telah musnahkan pasukan ku!!",jawab pria itu adalah putra dari Raja Kumbang Sakti.
"Karena kalian pantas mati begitu juga dengan kau pria laknat. .!!",hardik Chen Si Lei menyambar cepat dan ganas.
Wushhh !!
Wuttttt !!
Plakkkk !!
Dessssssss !!
Chen Si Lei tidak memberikan ampunan kepada putra Raja Kumbang Sakti yang terdesak hebat oleh hawa mukjizat Chen Si Lei.
Wushhh !!
Bressssss !!
__ADS_1
"Aghhhhhh !!", teriak putra Raja Kumbang Sakti tewas oleh ilmu mukjizat Chen Si Lei yang baru dari Dewa dan Iblis Himalaya.
"Lei Lei ", panggil Chen Ming San berlari mendekati keponakannya itu.
"Lei Lei kau hebat",kata Wu Dan Ren memberi ibu jari untuk Chen Si Lei.
"Tuan Muda. ..",kata Xi Xi bersujud hormat kepada Chen Si Lei.
"Ya sama -sama. Ayo kita kembali ke Istana Nepal",kata Chen Si Lei kepada tiga orang itu.
"Hei obat untuk obati putri Lian Cu, apakah sudah kamu temukan ?", tanya Chen Ming San berjalan untuk turun dari puncak gunung Himalaya.
"Obat untuk Putri Lian Cu ,saya punya",jawab Nona Xi Xi mengeluarkan sebotol pil embun Himalaya kepada Chen Si Lei.
"Bagus sekali. Terima kasih Xi Xi",kata Chen Si Lei menerima botol pil embun itu.
Di Istana Kerajaan Nepal.
Sekembalinya Chen Si Lei bersama Chen Ming San, Wu Dan Ren dan Nona Xi Xi ke dalam Istana Kerajaan Nepal, mereka segera menyerahkan botol pil penawar penyakit dalam tubuh Putri Lian Cu yaitu Pil Embun Himalaya kepada Ratu Nepal yang segera berikan pil itu kepada putrinya.
"Tunggu sampai besok pagi barulah putri akan sadar dan sehat kembali seperti semula",kata Xi Xi mewakili Chen Si Lei mengobati luka dalam putri Nepal itu.
"Baiklah terima kasih atas bantuan mu Nona Xi Xi",kata Raja Nepal ramah.
"Sama-sama Paduka Raja",jawab Xi Xi beri hormat kepada Raja Nepal.
Di Ruangan Lainnya.
Chen Si Lei berkumpul bersama para selir nya, keluarga nya, pengikutnya dan para pasukannya yang lain untuk membahas tentang perjalanan selanjutnya yaitu ke wilayah Tibet dan sekitarnya yang menurut para kaum kaum bersih Barat di wilayah Tibet juga banyak sekali kaum sesat yang mengadu domba Kerajaan Tibet dengan Kaum Persilatan Bersih.
"Seperti Sekte Lebah Hitam meskipun Ketua nya sudah mati tetapi jumlah anak buahnya masih banyak yang bergabung dengan Sekte Rajawali Merah",kata Adu yang sudah kenal banyak dunia kangouw Barat.
"Juga ada musuh ku ", kata Kakek Raja Iblis Barat memegang bola kristal.
"Kakek apa fungsi dari bola kristal itu ?", tanya Chen Si Lei penasaran.
"Ramalan",jawab Wu Dan Ren sambil bersandar pada bahu Nian Ni.
"Ramalan ?Ah ku tidak pernah percaya kepada ramalan",tukas Chen Si Lei duduk di tengah -tengah para selir nya.
"Percaya saja karena aku sudah bisa melihat kehidupan mu yang pernah aku kasih tahu kamu",kata Raja Iblis Barat menggunakan ilmu nya untuk bola kristal yang berubah warna penuh cahaya uap putih, lalu segera terlihat hal yang buat Chen Si Lei terkejut sekali.
"Eh coba aku lihat dengan jelas",kata Chen Si Lei mengamati bola kristal itu.
"Ada Bibi Wen Li Sa di suatu tempat ", kata Chen Si Lei melihat bola kristal itu.
"Kamar tidur ayah dan ibu kita",kata Chen Li menunjuk gambar di bola Kristal.
"Tunggu sebentar siapa dua orang yang bertarung melawan Bibi Wen Li Sa saat menculik kami berdua dan adik kembar kami lain",kata Chen Si Lei penasaran.
"Belum tentu dia adik mu sama seperti ku yang ternyata adalah kakak mu",tukas Wu Dan Ren tidak mau jadi adik Chen Si Lei sehingga Chen Si Lei mengalah untuk jadi adiknya Wu Dan Ren bukan kakaknya pemuda itu.
"Aku juga ingin punya adik kecil ",sahut Chen Si Lei kali ini dia tidak mau jadi adik lagi untuk saudaranya yang lain.
"Apa sih kalian berdua malah ribut siapa yang jadi adik dan siapa yang jadi kakak di antara kalian bertiga",kata Chen Lun menjadi penengah di antara perdebatan kedua orang adik kembar nya itu.
"Hahahaha ramai sekali sekarang",kata Chen Ming San bahagia sambil lirik Luo Luo di sisi lain ruangan itu.
"Ya sudah sekarang kita semua beristirahat supaya kita ada tenaga untuk misi selanjutnya",kata Chen Song menggandeng tangan Nian Yu untuk istirahat.
"Betul sekali ", kata Chen Lun mengajak Nian Chi keluar dari ruangan Chen Si Lei.
"Aku juga mau istirahat ahh",kata Wu Dan Ren meraih tangan Nian Ni juga keluar dari ruangan itu.
"Aku mau jumpa Ning Yi ahh",kata Chen Li juga sedang menjalin hubungan cinta dengan Pangeran Ning Yi.
"Kami keluar juga",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya.
Setelah itu di ruangan ini hanya ada Chen Si Lei bersama para selir nya yang ada di sekitarnya untuk melayani nya sesuai dengan keinginan Chen Si Lei akan pilih siapa di antara para selir nya yang akan melayani nya malam ini dan masalah hal lain yaitu gelar untuk para selir akan di berikan oleh Permaisuri Ling yang menjadi Ibunda Chen Si Lei yang akan menentukan gelar para selir itu.
"Mengenai gelar Putri Makhota adalah Kaisar Tang sendiri",kata Kasim Ma secara jelas tentang peraturan dalam Istana Kekaisaran Tang.
"Ada beberapa gelar untuk para istri ku di Istana ku?",tanya Chen Si Lei ingin tahu.
"Ada empat yaitu pertama adalah gelar Permaisuri, kedua Nyonya Selir Agung, ke tiga Nyonya Selir, dan ke empat Selir saja dan barangsiapa bisa memberikan mu seorang putra shio Naga Emas dialah Permaisuri mu masa depan",jawab Kasim Ma.
"Seperti halnya ilmu silat mu harus dari dasar dahulu baru bisa seperti sekarang ini kau miliki ",kata Chen Ming San menjelaskan tentang peraturan Kekaisaran Tang sama dengan peraturan dunia kangouw.
"Bila kau bisa melakukan dua hal itu maka kamu adalah seorang Penguasa yang sebenarnya dan tertinggi di dunia",kata Raja Iblis Barat memberitahu Chen Si Lei.
"Takdir mu sudah terlihat jelas bahwa kamu penguasa kami masa depan yang pantas untuk kami jadikan panutan karena kau istimewa",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sambil minum arak di atas genteng Istana Kerajaan Nepal.
"Wu Sin Hao kau memahami mu",kata Chen Si Lei ikut minum arak bersama pria itu dan Si Burung Jangkung Lauw Yi Chen serta Si Mata Satu Yu Erl .
"Aku juga mau minum arak bersama kalian",kata Si Tangan Sakti ikut kumpul di atas genteng kamar tidur Chen Si Lei.
"Temani para selir mu sana ,kasihan mereka menunggu mu",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao .
"Cukup Mutiara Dewi saat ini yang sedang mengandung. Aku menunggu di istana saja agar tidak menyusahkan perjalanan ku ke berbagai tempat lain selain barat ,aku juga harus taklukkan bagian timur, selatan dan utara bahkan tengah yang belum pernah ku kunjungi, ada apa di sana ?Aku penasaran sekali 4 pusaka dan pusaka yang diinginkan oleh Kaisar Tang itu apa ?Juga Mustika Naga Langit Barat yang belum ku temukan. Lambang dua belas shio dan lencana perak dua belas lambang kekuasaan berbagai sekte besar dan kecil yang harus ku kuasai semuanya",kata Chen Si Lei memilih berkumpul bersama para sahabatnya dari para selir nya.
"Aku juga ingin tahu siapa dua orang sakti musuh orang tua ku yang menculik aku dan dua orang saudara kembar ku dari kami bayi terpisah begitu lama sekali dengan orang tua kami .Aku juga ingin tahu bagaimana Bibi Wen Li Sa bisa hilang ingatan oleh racun perampas ingatan dan di mana pula saudara kembar ku yang lain berada",kata Chen Si Lei bicara banyak kepada para sahabatnya.
"Kau kan pemimpin besar kami",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menunjuk ke semua sahabatnya.
__ADS_1
"Serahkan saja kepada kami untuk mendapatkan informasi tentang semua yang kamu inginkan",kata Si Burung Jangkung Lauw Yi Chen menepuk dadanya sendiri sambil tersenyum memberi semangat kepada Chen Si Lei.
"Terimakasih banyak kalian memang sahabatku yang baik",kata Chen Si Lei tulus hati.