Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti

Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti
Danau Di Tengah Gurun Gobi.


__ADS_3

Sepasang mata Chen Si Lei, Sin Yue Qing dan Hu Ding Wen dan ketiga orang isteri Hu Ding Wen, tampak terperangah menyambut lokasi yang mereka datangi tanpa sengaja, danau di tengah gurun Gobi. Mereka berlalu dari sejumlah besar jasad manusia yang berserakan di tengah pasir yang membuat hawa busuk keluar dari udara para jasad manusia.


Sin Yue Qing menggenggam tangan Chen Si Lei yang bisa merasakan Sin Yue Qing merasa takut terhadap sesuatu yang belum pernah di lihat oleh istrinya itu.


"Jangan takut ada Gege yang akan melindungi diri mu",kata Chen Si Lei dengan nada halus yang menenangkan hati Sin Yue Qing.


" Syukur kita sudah terlambat untuk berjumpa dengan mereka, Paduka. Jika tidak akan berbahaya bagi para wanita kita ", kata Hu Ding Wen memeriksa sejumlah besar jasad manusia yang berserakan di pasir putih dan kuning adalah wanita.


Tiba-tiba muncul seorang pria dari dalam pasir dan pria itu tampak sangat ganas sekali terlihat di paras nya dengan sepasang mata sipit nya membelalak merah darah. Bibirnya seperti usai makan sesuatu yang sepertinya sesuatu yang amat sangat menjijikkan.


" Agh !!Dia usai makan jari orang!!",pekik Sin Yue Qing menggigil ketakutan dan ngeri melihat tatapan mata ganas sekali dari pria ganas itu.


"Dia juga sudah makan ari -ari bayi manusia yang berasal dari kandungan para wanita hamil dan melahirkan di sekitar lokasi ini ", kata Hu Ding Wen menutupi sepasang mata ketiga orang istrinya dari penglihatan seorang pria sadis yang sangat menjijikkan itu.


Chen Si Lei juga menutup sepasang mata Sin Yue Qing dengan memeluknya erat di dada bidangnya.


" Manusia laknat berani menyerang rakyat lemah dan membunuh mereka secara keji!!Kau benar-benar layak untuk masuk ke dalam neraka abadi ", kata Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat untuk menghadapi pria sadis itu yang menggerakkan para jasad korbannya sebagai senjata untuk menghadapi Chen Si Lei.


Wuttttt !!


Dessssssss !!


"Hebat sekali kau orang muda ", kata pria sadis itu mengayunkan lima belas jasad korbannya kembali dengan lengan bajunya melemparkan jasad -jasad itu ke arah Chen Si Lei yang sudah menggerakkan kipas sakti menghantam hancur senjata unit pria sadis itu.


Wuttttt !!


Bressssss !!


Bruakkk !!


Pria sadis itu kembali menggunakan lengan panjang bajunya untuk menghadapi Chen Si Lei yang juga cepat menangkis serangan maut tersebut dengan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat sehingga pria ganas itu terkejut sekali melihat kelihaian ilmu mukjizat Chen Si Lei.


Wuttttt! !


Plakkkkkk !!


Dessssssss !!


Sin Yue Qing mundur dari pertempuran tersebut untuk memudahkan Chen Si Lei bertarung melawan seorang pria sakti kaum sesat yang sangat berbahaya bagi keselamatan rakyat sekitar gurun Gobi.


Hu Ding Wen dan ketiga orang istrinya juga mundur untuk membantu Chen Si Lei bisa bertarung dengan sengit melawan pria ganas yang berjuluk Setan gurun Gobi yang suka sekali makan manusia untuk mendapatkan ilmu mukjizat sesat yang tiada tara di dalam dunia persilatan.


" Paduka orang itu adalah Setan Gurun Gobi yang suka sekali makan manusia terutama para wanita muda atau wanita yang sedang hamil dan melahirkan untuk mengambil hawa sakti energi kehidupan untuk memperoleh ilmu mukjizat sesat yang sangat hebat sekali sehingga ia tidak bisa ada tandingan nya di dunia persilatan",kata Hu Ding Wen memberikan informasi kepada Chen Si Lei.


" Setan Gurun Gobi kau hadapilah Pendekar Rajawali Emas Sakti dan aku akan menghadapi gadis amat cantik jelita sekali yang berdiri di belakangnya ", kata pria lain yang tahu -tahu berada di dekat Sin Yue Qing yang melompat cepat dan menjerit kaget sekali karena ia melihat pria itu sangat menjijikkan.


" Laknat kau berani mengganggu istriku !!", hardik Chen Si Lei marah sekali pada pria botak yang sangat ganas sekali kepada Sin Yue Qing yang segera melompat untuk menghindari serangan laknat dari pria itu.


" Eh siluman pemetik bunga utara yang sudah berani mengganggu Nyonya Besar ku !!!Rasakan ini serangan ku !!", hardik Hu Ding Wen bergerak cepat sekali bagai angin di gurun Gobi karena pria gagah perkasa itu telah berada di depan Sin Yue Qing dan menangkis serangan pria ganas yang berjuluk Siluman Pemetik Bunga Utara.


Wushhh !!


Plakkkkkk !!


Dessssssss !!


"Agh bukankah kau Pendekar Gunung Hu yang terkenal dengan sebutan Ketua Sekte Kupu - kupu sakti Hu Ding Wen yang mempunyai tiga orang isteri yang berjuluk tiga bidadari gunung Hu?",tanya Siluman Pemetik Bunga Utara terkejut sekali melihat Hu Ding Wen telah berani mengganggu urusannya dengan istri dari Pendekar Rajawali Emas Sakti yang sangat mengiurkan keinginannya untuk bisa mendapatkan energi kesaktian yang luar biasa tinggi dan hebat di dunia.


" Ya kau benar sekali, aku Hu Ding Wen Pendekar Gunung Hu atau Ketua Sekte Kupu - kupu sakti yang akan mengantarkan mu ke neraka abadi",jawab Hu Ding Wen seraya menggerakkan ilmu mukjizat telapak sakti bunga Kamboja Sakti di telapak tangan kanannya.


Wushhh !!


Tetapi Siluman Pemetik Bunga Utara menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga racun sesat untuk menghadapi serangan pukulan sakti dari Hu Ding Wen dengan telapak tangan kirinya yang di sertai dengan dorongan yang sangat kuat yang membuat Hu Ding Wen terkejut sekali.


Plakkkkkk !!


Dessssssss !!


"Hu Ding Wen Gege hati -hati !!", teriak ketiga orang istrinya terkejut sekali karena mereka melihat Hu Ding Wen terdorong lima belas meter dari tempatnya berdiri di depan Sin Yue Qing yang sudah melayang ke atas kepala Hu Ding Wen dengan cepat sekali.


Wushhh !!


"Rasakan ini pukulan maut ku !!",hardik Sin Yue Qing menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti angsa putih yang sangat hebat sekali untuk membunuh pria ganas yang menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga racun sesat dan melukai Hu Ding Wen.


" Wanita cantik jelita sekali akhirnya kau turun tangan juga untuk menghadapi ku atau kau ingin mencoba untuk merasakan kenikmatan dan kesenangan dunia bersama ku ",kata Siluman Pemetik Bunga Utara menggunakan ilmu mukjizat sesat untuk menghadapi pukulan maut dari Sin Yue Qing yang sedang melayang di udara untuk menerjang dirinya.


Plakkkkkk !!


Dessssssss !!


"Agh !!", teriak Siluman Pemetik Bunga Utara terkejut sekali melihat kelihaian ilmu mukjizat istri Pendekar Rajawali Emas Sakti.


Tapi pria ganas itu tidak menyerah dan kembali menyerang Sin Yue Qing dengan ilmu mukjizat telapak sakti gurun Gobi sesat untuk menghadapi istri Pendekar Rajawali Emas Sakti yang sangat hebat sekali itu.


Wuttttt !!


Sin Yue Qing mengelak dengan cepat sekali sehingga ia berhasil menghindari serangan maut dari Siluman Pemetik Bunga Utara dengan ilmu ginkang angsa putih.


Dan sekarang Sin Yue Qing berbalik dan menyerang Siluman Pemetik Bunga Utara dengan ilmu mukjizat telapak sakti kelabang betina yang sangat ganas dan hebat sekali sehingga pria ganas itu mundur secara otomatis untuk menghindari serangan maut dari sepuluh jari tangan Sin Yue Qing.


Tetapi Sin Yue Qing bergerak dengan kecepatan tinggi sehingga ia berhasil bunuh Siluman Pemetik Bunga Utara dengan sepuluh jari tangannya mencengkeram wajah pria ganas itu hingga remuk hancur oleh ilmu mukjizat baru milik Sin Yue Qing.


Kretekk!!


Kress!!


" Aghhhhhh !!", teriak pria ganas itu tewas hancur oleh serangan maut dari Sin Yue Qing.


"Hu Ding Wen cepat kau minum pil embun Himalaya sakti milik Koko Lei Lei agar kau bisa segera sembuh dari racun pria ganas itu ", kata Sin Yue Qing yang sudah menghampiri Hu Ding Wen dan ketiga orang istrinya untuk memberikan pil embun Himalaya sakti kepada Hu Ding Wen.


" Ya terimakasih atas pertolongan Anda kepada hamba ", jawab Hu Ding Wen.


Chen Si Lei berkelebat cepat menangkis serangan senjata rahasia milik Setan Gurun Gobi dengan ilmu pedang rajawali emas sakti dengan menggunakan kipas sakti nya.


Wuttttt !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!!


Trangggggg !!


Setan Gurun Gobi sudah kewalahan menghadapi kelihaian ilmu mukjizat Chen Si Lei dan pria ini telah terkejut sekali karena sahabatnya tewas hancur oleh istri Pendekar Rajawali Emas Sakti dan sekarang ia kewalahan menghadapi Pendekar Rajawali Emas Sakti.


Maka Setan Gurun Gobi dengan marah sekali kepada Pendekar Rajawali Emas Sakti, ia segera merampas pasir terdekat sebagai senjata nya untuk menyerang istri Pendekar Rajawali Emas Sakti yang sedang melihat keadaan temannya yang sudah terluka oleh Siluman Pemetik Bunga Utara.


Wuttttt !!


Tetapi Chen Si Lei menggunakan kipas menangkis serangan maut tersebut untuk melindungi Sin Yue Qing kesayangannya itu dengan ilmu mukjizat Gunung Ling sehingga pria ganas itu tewas dalam serangan maut dari Chen Si Lei berikan kepadanya.


Bressss !!


"Aghhhhhh !!", teriak Setan Gurun Gobi tewas hancur oleh serangan maut dari Chen Si Lei.


Lalu Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti api tiga raksa abadi untuk membantu para jasad manusia yang berserakan di pasir putih dan kuning gurun Gobi dapat di kremasi dengan tenang.


Wushhh !!


Brussshhhhh !!


Chen Si Lei berjalan menuju ke danau yang berada di tengah gurun Gobi untuk ia bisa mengembalikan kemurnian dan kejernihan air danau itu dari racun sesat dari Setan Gurun Gobi.


Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak matahari sakti untuk bersihkan hawa racun sesat dari danau tengah gurun Gobi.


Wushhh !!


Plashhh !!


"Wahhhhhhh indahnya danau tengah gurun Gobi ", puji Sin Yue Qing duduk di tepi danau yang berpasir putih dan kuning dan menghirup udara segar gurun Gobi.


" Wah aku jadi ingin sekali bermalam di sini ", kata Leng Leng istri ketiga Hu Ding Wen yang berdiri di samping Sin Yue Qing di ikuti oleh Hu Ding Wen dan kedua orang istrinya yang lain.


" Kita lihat dulu perkiraan cuaca untuk malam ini apakah aman bermalam di sini ",kata You Li istri pertama Hu Ding Wen yang pintar dalam bidang cuaca dan iklim ,serta astronomi terbaik di Tionggoan.


" Malam ini aman tak ada badai gurun Gobi serta halimun dingin karena Kaisar Langit pusat sedang memanggil Dewa cuaca untuk makan malam buah persik langit bersama dengan Dewa Hujan ", kata Lao Gu kembali hadir di dekat Chen Si Lei yang sedang duduk bersama Sin Yue Qing.


" Wah terima kasih atas informasi mu yang bermanfaat bagi kami untuk dapat bermalam di alam terbuka",kata Chen Si Lei membelai lembut bulu leher Lao Gu di ikuti oleh Sin Yue Qing membelai lembut punggung bulu Lao Gu.


" Ahh ada seekor anjing yang gagah perkasa dan menarik sekali",seru Putri Ye Sa istri kedua Hu Ding Wen senantiasa senang sekali bisa melihat anjing semenarik Lao Gu.


" Ye Sa jika kau suka anjing, nanti aku belikan seekor anjing lucu untuk peliharaan mu di rumah kita di gunung Hu ",kata Hu Ding Wen yang duduk bersama You Li dan Leng Leng.


" Benarkah kau akan membelikan aku seekor anjing untuk aku pelihara di dalam rumah kita yang baru?",Putri Ye Sa menoleh ke Hu Ding Wen dengan cepat untuk wanita itu yakin dengan pendengarannya .


" Ya benar ", jawab Hu Ding Wen dengan tegas sekali kepada Putri Ye Sa.


" Aku bagaimana? ",tanya You Li dengan mata membelalak menuntut hadiah juga dari Hu Ding Wen.

__ADS_1


" Ya kau akan mendapatkan hadiah berupa bayi dari ku",jawab Hu Ding Wen nada pelan.


Leng Leng memberinya tatapan mata cemooh yang menuntut hak yang sama dengan hak You Li dan Ye Sa kepada Hu Ding Wen.


" Harusnya kamu bisa bersikap adil terhadap kami bertiga sebagai istri - istri mu ",kata Leng Leng kalem.


" Ya kau tenang saja karena aku akan memberikan kalian bertiga hadiah yang sama yaitu anjing yang sama dan bayi dari ku dalam waktu dekat ini ", jawab Hu Ding Wen mengelus lembut bawah perut Leng Leng istri ketiganya yang menjadi malu.


Chen Si Lei menggeram pelan mendengarkan percakapan antara Hu Ding Wen dan ketiga orang istrinya.


" Aku juga mau minta hadiah untuk hadiah musim panas ku ",kata Chen Si Lei di telinga Sin Yue Qing yang memutar tubuhnya. Sin Yue Qing tidak ingin Chen Si Lei menertawakan warna pipinya yang kini swmerah tomat matang.


Selanjutnya, Sin Yue Qing lebih banyak menghabiskan waktunya dengan bermain dengan Lao Gu.Merasa di abaikan, Chen Si Lei memutuskan untuk mengamati reruntuhan kuil di tengah pasir.


" Kuil apa itu ?", pikir Chen Si Lei berjalan ke reruntuhan bangunan kuil aneh itu.


Pekikan Sin Yue Qing tiba-tiba membuyarkan keinginan tahu Chen Si Lei yang tergesa - gesa berlari ke arah reruntuhan kuil ber pilar tinggi.


" Yue Qing ", panggil Chen Si Lei.


" Altar Dua Belas Dewa dan Dewi Langit Awan Naga Putih !!", pekik Sin Yue Qing.


Bahu Chen Si Lei terkulai lemas. Kesal bercampur lega.


" Aku pikir ada kalajengking di...uh..Hei sayang ku sini !",panggil Chen Si Lei.


Keduanya melewati menit -menit berikutnya dengan sikap yang kontras. Sin Yue Qing sesekali terpekik seperti gadis kecil tiap kali menemukan reruntuhan kuil. Sementara itu Chen Si Lei mencibir saat menonton penjelasan Hu Ding Wen dan ketiga orang istrinya yang terlalu ramai. Tidak heran jika Sin Yue Qing bersandar pada satu pilar beberapa menit kemudian.


" Lelahhhh",rengek Sin Yue Qing.


Di belakang, Chen Si Lei mencelanya.


" Siapa yang suruh loncat -loncat ?",


"Makan malam ?wilayah di gurun Gobi tidak kalah bagus dengan wilayah lainnya ", tukas Sin Yue Qing, mengabaikannya.


Chen Si Lei meraih pinggang Sin Yue Qing dengan cepat untuk berkelebat cepat ke arah pohon rindang satu -satunya di tengah gurun Gobi.


Sin Yue Qing merasakan energi nya pulih kembali setelah melahap dua potong bakpao bekal yang mereka dapatkan dari anggota Sekte Gobi Pai berikan untuk bekal perjalanan mereka kembali ke selatan. Ketika tangannya mengambil botol air mineral, Chen Si Lei tiba-tiba menahannya.


" Sayang ku, siapa nama kakak sepupu mu yang lain itu ?", tanya Chen Si Lei.


Pertanyaan itu membuat Sin Yue Qing terpaku sesaat.


" Ye Bing ", jawab Sin Yue Qing.


" Apakah kau tidak berpikir bahwa mereka sedang berusaha untuk membuat satu masalah dengan mu ?Aku tidak sengaja menemukan sebuah data dari riwayat mu di Istana Kekaisaran Man Chu.Aku ingin sekali tahu semua tentang mereka yang belum sempat aku hukum mati mereka untuk kedamaian kita. Apakah kau bisa menceritakan tentang mereka kepada ku?",


Antusiasme Sin Yue Qing dengan cepat di gantikan oleh kesedihan yang sangat mendalam.


" Ya Ye Bing adalah Ratu Mawar Hitam ,dia sejak dahulu selalu mencari masalah dengan ku. Selain Ye Bing, ada Wei Ling dan Tou Bu .Tou Bu adalah seorang pria yang berusaha keras untuk mendapatkan ku dengan berbagai macam cara tapi ia selalu gagal karena Kaisar Dorghan telah lebih dahulu mengambil ku dari orang tua ku usai Kekaisaran Han runtuh dalam pertempuran menghadapi mereka ", papar Sin Yue Qing.


Chen Si Lei memberikan saputangan untuk menghapus air mata Sin Yue Qing dan memeluk Sin Yue Qing untuk membiarkan istrinya untuk menangis.


" Lalu ?", tanya Chen Si Lei lembut kepada Sin Yue Qing.


" Beberapa tahun ini hingga kemarin lalu sebelum aku bisa bertemu dengan mu lagi. Mereka semua menyakiti ku lagi untuk mendapatkan penghargaan dari para Ketua Sekte Sesat Naga Hitam cabang satu tingkat satu yang aku dengar sedang menunggu untuk menghadapi mu ",Sin Yue Qing menyeka air matanya.


" Beberapa bulan terakhir ini aku masih belum bisa menyerah untuk aku bertemu dengan mu lagi dan aku juga terus menerus mematangkan kemampuan ku untuk persiapan ku untuk menghadapi mereka yang menjadi musuh -musuh kita berdua yang sudah berani mengganggu dan menyakiti dirimu ", kata Chen Si Lei halus .


Sin Yue Qing menundukkan kepala saat air matanya merebak. Chen Si Lei dengan halus memeluk Sin Yue Qing yang menumpahkan air matanya di dalam pelukan Chen Si Lei.


Lao Gu kikuk dan tidak enak hati telah melihat dan mendengar kenangan pilu dari curahan hati Sin Yue Qing. Dari caranya bercerita, Lao Gu tahu Sin Yue Qing amat masih sulit untuk melupakan segala trauma yang menghantui wanita yang sudah membuat Lao Gu tersentuh.


" Setiap kali aku mendengar suara tangisan Sin Yue Qing, aku pasti selalu tidak bisa menahan diri untuk menghiburnya ", lanjut Lao Gu dengan suara parau.


" Aku sudah tahu bahwa kau memiliki perasaan khusus kepada Sin Yue Qing dari awal kau berjumpa dengan Sin Yue Qing di sekolah khusus untuk para anggota Kekaisaran Langit. Walaupun dia tidak pernah merasakan perhatian mu kepada nya, tapi aku bisa melihat dari sorotan mata mu ",kata Chen Si Lei menatap tajam sekali kepada Lao Gu.


" Maaf aku tidak bermaksud untuk membuat mu cemburu ", Lao Gu berbalik ke arah lain dan minuman air danau.


" Seandainya tidak ada aku di dunia ini. Apakah kau ingin mencoba untuk dekat dengan Sin Yue Qing ?Aku tahu kau berharap agar Sin Yue Qing melihat hatimu ada untuknya ", kata Chen Si Lei sarkartis dalam bahasa hewan surgawi.


Tawa Sin Yue Qing terdengar pilu karena masih ada tangis yang tersisa.


" Tadi baru begitu riang gembira, sekarang aku kembali suka menangis dan aku sudah membuat mu tidak nyaman oleh tangisan ku ",kata Sin Yue Qing menatap Chen Si Lei dengan menengadahkan kepala dan wajahnya.


" Hei sayang ku ,bagaimana pun ,aku adalah suami mu sepenuhnya merasa amat sangat berharap bisa mendengar segala curahan hati mu .Kita harus saling bisa berbagi cerita hati untuk kita bisa saling melengkapi satu sama lainnya dan aku sangat menghargai waktu untuk membicarakan segala hal tentang kita berdua ", kata Chen Si Lei menunduk menatap Sin Yue Qing dan merengkuh wajah Sin Yue Qing dan menciumnya mesra sekali.


Mereka bertukar pandang, lalu Chen Si Lei tersenyum dan Sin Yue Qing terkikik geli.


" Ya, ayo kita lanjutkan lagi !",seru Sin Sin Yue Qing seraya berkemas.


" Kamu pasti suka sama ciuman ku ",kata Chen Si Lei menatap gadis itu dengan tatapan mata meminta kesediaan Sin Yue Qing untuk bermesraan lagi.


" Tergantung bagaimana kamu menyenangkan hati ku ",Sin Yue Qing tersenyum ceria seraya mengulurkan tangan untuk membantu Chen Si Lei berdiri.


" Ya aku tak akan sungkan lagi ", kata Chen Si Lei mulai memberikan sentuhannya kepada Sin Yue Qing.


Beberapa jam kemudian.


" Kamu tahu bahwa kau sangat ganas sekali ?", tanya Sin Yue Qing bangun dari tidurnya dan berpakaian rapi untuk melakukan perjalanan lagi bersama Chen Si Lei.


Kepala Chen Si Lei mengangguk cepat untuk menyenangkan hati Sin Yue Qing.


" Aku punya keinginan, kalau wilayah utara tadi itu. Perkemahan Mongolia, dan kita sedang berada wilayah lain di daerah gurun Gobi ", kata Sin Yue Qing mulai berjalan dengan Lao Gu.


" Terserah kamu ", Chen Si Lei mengamati gerbang yang terdiri dari empat pilar di hadapannya.


" Ini tingginya berapa, ya?",tanya Lao Gu saat tiba di wilayah lainnya.


" Entahlah, aku lupa detail itu.Seingatku ,Kekaisaran Mongolia yang membangun gerbang ini untuk keamanan masyarakat mereka sendiri ",jawab Chen Si Lei yang mengambil posisi di dekat Sin Yue Qing dan memisahkan antara Sin Yue Qing dan Lao Gu.


Mereka melangkah masuk ke wilayah lain dari reruntuhan bangunan kuil kuno di sisi kiri Sin Yue Qing yang lebih tertata rapi. Dari struktur reruntuhan bangunan kuil Kuno yang jumlahnya sedikit,Chen Si Lei menyimpulkan bahwa orang -orang Mongolia lebih terorganisir dan logis di bandingkan Khitan Kuno.


" Orang -orang Mongolia itu iri karena tidak punya imajinasi setinggi orang -orang Khitan Kuno. Mereka punya dewa yang tidak sehebat Khitan. Itu jadi alasan dari Kaisar Mongolia mereka mencuri ide seperti ini ", kata Hu Ding Wen yang akhirnya tiba juga di tempat itu dan di dampingi oleh ketiga orang istrinya yang ramai.


Kebisuan Sin Yue Qing selanjutnya malah mengusik Chen Si Lei.


" Apakah ada hal lain yang mengganggunya ?", pikir Chen Si Lei dan mata Chen Si Lei lalu terpusat pada sebuah bangunan bercat emas.


" Ada apa itu ?",tanya Hu Ding Wen dan ketiga orang istrinya serentak bersamaan di sisi Lao Gu.


" Menara pusaka emas langit !", pekik Sin Yue Qing dengan antusiasme yang di dengar oleh Chen Si Lei yang telah kembali bergolak.


" Ayo !Ini adalah Menara Mata Perak yang terkenal di wilayah utara gurun Gobi !", teriak Leng Leng istri ketiga Hu Ding Wen.


Di sekitar Menara Mata Perak ,ada reruntuhan kuil yang sempat menghambat langkah Chen Si Lei dan Sin Yue Qing. Namun, hal itu tidak menyurutkan gelora semangat mereka untuk mengamati bangunan berbentuk segi delapan tersebut.


" Tinggi menara ini kira -kira enam kali tinggi tiang istana ku ",ujar Sin Yue Qing.


" Sayang ku, kompas!",pekik Hu Ding Wen kepada salah seorang dari tiga orang istrinya.


Mereka ternyata berdiri tepat di dinding bagian utara.


" Apa setiap dinding punya nama ?", tanya Chen Si Lei asal -asalan dan, tanpa di duga, di jawab oleh anggukan Sin Yue Qing.


" Sesuai dengan para dewa mata perak atau mata angin dalam dunia langit. Kita jalan mengikuti arah jarum pengaturan waktu ", jawab Sin Yue Qing.


" Utara -amarah, timur laut -ketenaran, timur -kebencian,tenggara -kesombongan, selatan -keegoisan, barat daya -ketenangan, barat keraguan, barat laut - kejayaan dan ini adalah Dewa Naga Langit Perak, suaminya Dewi Bunga Rumput Laut ", Lao Gu memberikan keterangan kepada Chen Si Lei.


" Kamu pasti hadir di pesta pernikahan mereka, ya?",seloroh Chen Si Lei.


" Aku jadi pemandu pernikahan mereka ", jawab Lao Gu membanggakan dirinya sendiri yang lebih kenal banyak Dewa dan Dewi Langit dan Bumi daripada Chen Si Lei.


Setelah mengagumi menara yang masih berdiri kokoh tersebut. Chen Si Lei lebih tertarik untuk mengikuti Sin Yue Qing ke arah barat. Matanya melirik ke arah pintu di samping kanan istrinya sekilas. Secepat kilat, kemudian Chen Si Lei melompat untuk melindungi Sin Yue Qing dari serangan reruntuhan tiang bangunan itu.


" Yue Qing. .!!",teriak Chen Si Lei menyambar cepat Sin Yue Qing dan memeluknya erat dengan napas lega.


" Paduka. ..!!",


Teriakan Hu Ding Wen menarik perhatiannya. Pria itu kini berdiri di atas tumpukan batu yang berbahaya jika pijakannya goyah .


Chen Si Lei mengambil langkah -langkah lebar untuk menyusul nya bersama Sin Yue Qing yang selalu berada di dalam perlindungannya.


" Hati - hati. ...",Lao Gu bertumpu pada gundukan batu yang lebar.


Sin Yue Qing lalu menarik jubah luar Chen Si Lei, sementara tangan yang lainnya terulur ke depan.


Reruntuhan baru. Dia mengamatinya lebih teliti dengan mata terpicing.


" Pernah sengaja di hancurkan ?",


"Ya, ini baru saja di hancurkan oleh pihak musuh yang sembunyi di sekitar lokasi kita",jawab Chen Si Lei mempererat pelukannya untuk melindungi Sin Yue Qing di setiap saat.


" Ada perpustakaan, ada reruntuhan bangunan altar Buddha, rumah dan rumah pemandian juga ", Hu Ding Wen memaparkannya dengan sendu di sisi lain Lao Gu


Hu Ding Wen tidak menyadari bahwa ia berdiri di depan para musuh sakti sesat yang menyamar sebagai para Dewa penjaga kuil kuno ini .


Dan sebuah tangan dengan kuku -kuku runcing sudah terulur ke leher Hu Ding Wen yang terkejut sekali karena ia melihat ada kuku runcing ke arah dirinya, maka ia segera meloncat ke samping kiri untuk menghindari serangan maut berracun ganas itu.


Syuutttttttt !!


Plakkkk !!

__ADS_1


Dessssssss !!


Leng Leng istri ketiga Hu Ding Wen melompat cepat untuk menolongnya dan istri ketiganya itu tewas seketika itu juga oleh serangan maut dari pihak musuh licik itu.


" Leng Leng. ...!!",teriak Hu Ding Wen meluncur di bawah kedua kaki musuhnya untuk mengambil jasad istrinya.


Tapi musuh yang lain sudah bergerak cepat dan menyerang tengkuknya dengan ilmu mukjizat telapak sakti kupu - kupu sesat.


Wuttttt !!


"Hu Ding Wen. ..Awas !!", teriak Chen Si Lei berkelebat cepat menangkis serangan maut tersebut untuk menolong Hu Ding Wen dengan ilmu mukjizat Gunung Ling.


Wushhh !!


Plakkkkkk !!


Dessssssss !!


Chen Si Lei berhasil menolong Hu Ding Wen dan kini ia bertarung melawan para musuh yang sudah menerjang hebat untuk menghadapinya.


Wushhh !!


Bressssss !!


"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh ilmu mukjizat piramida sakti Chen Si Lei.


Hu Ding Wen marah sekali kepada pihak musuh sakti sesat, maka ia menerjang maju untuk menghadapi para musuh dengan ilmu pedang mukjizat Gunung Hu di sertai ilmu mukjizat telapak sakti kupu - kupu sakti.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Plakkkkkk !!!


Dessssssss !!


Kedua orang istrinya mulai berkelebat cepat untuk menghadapi para musuh lain di sekitar menara itu.


Wuttttt !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!!


Trangggggg !!


Lao Gu melompat menerjang hebat sekali sehingga para musuh tewas hancur di cakar oleh Lao Gu.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei menoleh dengan cepat dan berkelebat cepat untuk menolong Sin Yue Qing yang sedang bertarung melawan para musuh sakti sesat di sekitar puing -puing bangunan atau lebih tepatnya di atas gundukan reruntuhan bangunan kuil kuno tersebut.


Chen Si Lei menggunakan pedang membabat habis kepala musuh sakti sesat di sekitar Sin Yue Qing dengan ilmu pedang rajawali emas sakti dengan gerakan ginkang rajawali emas sakti.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !


"Yue Qing kau tak apa-apa ?", tanya Chen Si Lei cemas sekali melihat Sin Yue Qing nyaris terluka oleh pedang mukjizat sesat milik musuh yang sudah di bunuh oleh Chen Si Lei.


" Ya aku tak apa-apa ", jawab Sin Yue Qing membiarkan Chen Si Lei memeriksa dirinya dengan cermat.


" Ah syukurlah ", kata Chen Si Lei memeluknya dengan nada lembut dan cinta.


Chen Si Lei membantunya turun dari gundukan untuk membantu Hu Ding Wen yang menangis untuk kepergian istri ketiganya yang tewas terbunuh oleh pihak musuh .


" Hu Ding Wen kau harus tabah dan kuat karena kau masih memiliki kedua orang istri mu yang lain ,yaitu aku dan Ye Sa ", kata You Li istri pertama Hu Ding Wen.


"Ya, You Li. .Ye Sa terimakasih ", jawab Hu Ding Wen memberikan pelukan kepada You Li dan Ye Sa.


" Ya ,Hu Ding Wen. Ayo bangkitlah untuk kita bisa mencari informasi tentang kuil kuno ini ",kata Ye Sa istri kedua Hu Ding Wen.


Chen Si Lei memberinya senyuman semangat untuk terus maju dan kuat untuk menghadapi tantangan dan rintangan kehidupannya, maka ia segera melangkah ke arah lain di sekitar bangunan kuno.


Hu Ding Wen memakamkan Leng Leng istri ketiganya di luar kuil kuno itu di bantu oleh kedua orang istrinya serta Chen Si Lei dan dan Sin Yue Qing.


Entah karena energi nya terkuras atau sedih melihat salah satu dari sahabatnya telah meninggal dunia karena di bunuh oleh musuh atau melihat reruntuhan dari sebuah bangunan bersejarah, Sin Yue Qing kembali mengunci mulutnya.


Fokus Chen Si Lei kian terusik ketika sosok Sin Yue Qing menjauh .Awalnya,dia hanya mengamati, tetapi ketika Sin Yue Qing berbelok ke balik pilar,dia berkelebat cepat untuk mengikuti Sin Yue Qing.


" Bagaimana pun juga, kita sekarang adalah suami dan istri yang saling mencintai satu sama lain dan saling membutuhkan ", kata Chen Si Lei meraih jemari Sin Yue Qing.


" Koko Lei Lei. ..",


"Berhenti !!",


Perintah Chen Si Lei membuat Sin Yue Qing tertegun keheranan. Mata mereka bertemu dan sekarang ada senyum yang mengembang di wajah Chen Si Lei dan tangannya menunjuk Sin Yue Qing lalu mengarah turun.


Sin Yue Qing mengikutinya, sampai. ...


"Ini...",Chen Si Lei ikut tersenyum.


" Stempel Alam Semesta ", jawab Sin Yue Qing.


Chen Si Lei menggangguk kepala dan menatapnya dengan senyuman cinta.


"Iya lihat itu !Lihat batu kotak itu yang kamu injak, sayang !",


Kemudian, Sin Yue Qing menyingkirkan kakinya untuk mengamati motif yang ada di batu kotak yang di maksud oleh Chen Si Lei.Matanya terbelalak.


" Hati, warna merah kebiruan dengan sisi emas",kata Chen Si Lei mengelus lembut rambut kepang Sin Yue Qing.


Ada satu garis penghubung di tempat Sin Yue Qing berpijak. Dia menelengkan kepalanya. Serta -merta, senyuman nya berubah menjadi cengiran begitu ia telah begitu mengerti dan mengetahui apa yang telah di maksud oleh Chen Si Lei dari arti stempel alam semesta.


" Hati yang bersih dan bebas, tenang dan suci adalah cinta yang tulus dan manis ", jawab Sin Yue Qing menyuarakan isi kepala Chen Si Lei.


" Ajaib,ya?",tanya Chen Si Lei.


" Ya menakjubkan sekali ",jawab gadisnya yang sangat cantik jelita sekali itu.


" Juga manis ", tambah Chen Si Lei dalam hatinya.


Dan Chen Si Lei mengambil stempel alam semesta untuk dia simpan dengan baik sebagai salah satu dari tugasnya di dunia bumi atau perintah Kaisar Langit.


Chen Si Lei belum pernah sebahagia ,juga sepuas hari ini.


Selepas penjelajahan di reruntuhan bangunan kuil kuno yang bersejarah yang berada di tengah gurun Gobi, Sin Yue Qing menuntunnya kembali ke pada awal mereka datang untuk kembali ke perjalanan berikutnya.


Keduanya bergandengan tangan dan berjalan bersama -sama untuk mencari sebuah penginapan yang bisa mereka temukan.


Hu Ding Wen dan kedua orang istrinya serta Lao Gu mengikuti mereka berdua di belakang mereka berdua.


Kepala Sin Yue Qing bersandar pada bahu Chen Si Lei yang menyadari bahwa ia sangat lelah dan mengantuk.


Mereka tiba di penginapan yang tertulis penginapan pintu naga perak pada pukul delapan. Meski sudah memasuki wilayah malam, matahari belum menunjukkan tanda akan pulang ke kaki langit.


Chen Si Lei sempat terkejut pada awalnya, sampai dia menyadari jika waktu siang di musim panas selalu lebih panjang.


Langkah Hu Ding Wen dan kedua orang istrinya nyaris terseret -seret akibat amat terlalu lama berjalan. Kendati begitu, Lao Gu menyempatkan diri untuk anjing baik itu mengantar mereka bertiga sampai di depan pintu kamar mereka.


" Kamar kita, kan ,tidak jauh -jauh dari kamar Paduka ",tukas Ye Sa istri kedua Hu Ding Wen.


" Mau di lanjutkan kapan ,agar kita bisa mengetahui banyak hal di daerah gurun Gobi ?", tanya You Li istri pertama Hu Ding Wen.


" Lusa,ya?Curiga badan remuk begitu bangun besok"jawab Hu Ding Wen cengir di wajahnya.


Langkah Chen Si Lei terhenti sejenak sebelum menoleh pada Hu Ding Wen. Ada keheningan ganjil yang mengisi Kebisuan mereka sekarang.


"Ahh apa yang ada di otak mu ?",tanya Chen Si Lei menyadari arti cengiran yang tertera di wajah sahabat barunya itu.


"Aneh...",Lao Gu menyelinap masuk ke dalam kamar tidur penginapan khusus untuk Chen Si Lei dan Sin Yue Qing.


"Ya baiklah, lusa.Ada lagi petualangan seru untuk, mu Ding Wen ?", Chen Si Lei di depan pintu kamar tidurnya.


" Ya, ehh..selamat malam ", jawab Hu Ding Wen mengikuti kedua orang istrinya masuk ke dalam kamar mereka yang berada di sebelah kanan kamar Chen Si Lei.


Chen Si Lei menekan hidungnya dan tergelak .


" Ya malam ",Chen Si Lei melambaikan tangan sebelum pintu tertutup.


Kepala Sin Yue Qing tertunduk dan sedang berbicara pada Lao Gu yang berbaring di atas lantai kayu penginapan.


" Ya tentu saja aku ingat pada hari itu di kolam air mancur surgawi ", kata Sin Yue Qing.


" Kau memberi ku sebuah gantungan kunci motif bulu burung Hong yang sampai hari ini aku masih menyimpannya",kata Lao Gu menatap Sin Yue Qing dengan tatapan mata kasih sayang terhadap Sin Yue Qing.

__ADS_1


" Ah heem. .Yue Qing sudah waktu mu untuk mandi dan rapi, lalu tidur ", perintah Chen Si Lei melirik ke Lao Gu dengan tatapan mata tajam sekali sehingga Lao Gu melipat dirinya dan tidur di lantai.


Sin Yue Qing mematuhi perintah Chen Si Lei dengan patuh. Sesudah itu, Sin Yue Qing berbaring di atas tempat tidur dalam pelukan Chen Si Lei yang mengawasi Lao Gu dengan tatapan mata yang menakutkan sekali.


__ADS_2